William Wongso Berbagi Ilmu di City of Randang

0
45
William Wongso (Foto: MediaIndonesia.com)

PAYAKUMBUH, bisniswisata.co.id: Siapa tak kenal dengan Chef William Wongso. Pakar kuliner Nusantara yang menguasai seni masakan Eropa dan Asia, juga kerap berbagi ilmu memasak. Saat berkunjung ke kota Payakumbuh Sumatera Barat, menyempatkan mampir ke sentra Industri Kecil Menengah (IKM) yang mengembangkan industri rendang skala rumahan.

“Saya ke sini untuk berbagi ilmu dengan pelaku usaha rendang di Payakumbuh, sekaligus ingin melihat langsung sentra IKM Rendang di mana Payakumbuh sudah di-branding sebagai City of Randang,” papar William Wirjaatmadja Wongso, nama lengkap William Wongso, di Payakumbuh, Sabtu (27/7).

William berharap IKM bisa naik kelas. “Bagaimana supaya Industri Kecil Menengah bisa naik kelas menjadi industri dengan skala besar, kalau untuk mengajarkan cara membuat rendang ke sini tentu tidak mungkin, karena sekarang saya berada di tempat asalnya rendang,” ujar lelaki kelahiran Kota Malang, Jawa Timur 12 April 1947.

Seperti dilansir laman Antara, Ahad (28/07/2019, Wiliam menilai peluang besar bisnis rendang sebab satu-satunya kuliner di Indonesia yang pasti disukai setiap orang dan sudah dinobatkan berkali-kali menjadi makanan terlezat di dunia. “Jadi kearifan kuliner lokal ini luar biasa untuk dikembangkan terus,” ujar peraih penghargaan BNSP Competency Award 2008 dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi.

Pemandu acara “Cooking Adventure with William Wongso” di TV Swasta menilai rendang Payakumbuh istimewa karena bahan baku langsung dari daerah setempat. “Bahan baku pembuatannya dari Payakumbuh sendiri dengan kelapa istimewa, cabai merah, daging dan bumbu lainnya yang bagus dan berkualitas, itu yang tak bisa dilawan,” ucap owner “Vineth Bakery”, “William Kafe Artistik” dan “William Gourmet Catering”

Rendang dari kata marandang yaitu proses memasak untuk menghilangkan air. Untuk itu, proses masak rendang asli Minang membutuhkan waktu sekitar 7-8 jam. Hingga daging jadi kering, minyak naik dan tak ada air. Ada beragam jenis rendang di Sumatera Barat. Seperti rendang dengan ayam, paru, kentang, belut, udang, telur, itik, ikan, belut hingga daun-daunan serta umbi-umbian.

Di Sumatera Barat ada beberapa kota penghasil rendang, seperti rendang dari Padang, juda ada rendang dari Pariaman, dab Rendang asli Payakumbuh. Rendang Batusangkar, bahkan rendang Bukit Tinggi.

Sebenarnya banyak faktor yang membuat rendang enak. Kegagalan proses masak bisa terjadi karena cara pengadukan hingga penggunaan bahan tidak segar yang mengakibatkan rendang agak pahit, tidak keluar minyak, dan masih banyak lagi. Dari sekian jenis rendang. Rendang daging dan ayam jadi varian rendang paling populer. Orang tak banyak tahu soal rendang belut dan rendang 40 daun.

Karena tingkat kesulitan dan kelezatannya, rendang didapuk menjadi makanan terenak di dunia. Tercatat kali kedua rendang masuk dalam makanan terenak versi CNN Travel. Juli 2011 CNN Go’s menobatkan rendang sebagai makanan terenak peringkat 11. Dan di September 2011, kemudian rendang naik hingga nomor 1.

Di bulan Juli 2017, rendang tetap berada di posisi pertama. Ini didapatkan dari suara terbanyak dalam jajak pendapat atau polling melalui Facebook. Ada lebih dari 35.000 suara yang memberikan vote, rendang jadi salah satu yang paling banyak. (NDY)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.