MADRID, bisniswisata.co.id : UN Tourism, Sekretariat Kemitraan Pegunungan di Organisasi Pangan dan Pertanian Perserikatan Bangsa-Bangsa (FAO) dan Organisasi Pariwisata Pasifik (SPTO), menyelenggarakan Lokakarya Regional tiga hari yang sukses tentang Pariwisata Gastronomi Berkelanjutan.
Acara ini mempertemukan lebih dari 70 pemangku kepentingan dari seluruh Pasifik untuk bersama-sama menciptakan pengalaman dan rencana perjalanan wisata gastronomi yang mempererat hubungan antara sistem agrifood dan sektor pariwisata.
Dilansir dari unwto.org, diselenggarakan dari tanggal 30 Juni hingga 2 Juli, lokakarya tersebut menyambut peserta dari Kepulauan Cook, Fiji, Samoa, Tonga, Vanuatu, Kepulauan Solomon, dan Palau.
Acara tersebut merupakan tonggak penting dalam inisiatif yang lebih luas yang dipimpin oleh UN Tourism dan Mountain Partnership Secretariat—Pengembangan Rute Wisata Gastronomi Berkelanjutan dan Rantai Nilai di SIDS Pasifik—yang bertujuan untuk mengintegrasikan produsen skala kecil ke dalam rantai nilai pariwisata.
Wisata Kuliner Sebagai Alat Ketahanan Masyarakat
Wisata gastronomi memiliki potensi signifikan untuk memupuk ketahanan masyarakat dengan menghasilkan aliran pendapatan tambahan, melestarikan dan menghargai pengetahuan ekologi tradisional, dan merayakan warisan budaya.
Sepanjang lokakarya tersebut, lebih dari 70 produsen, operator pariwisata, otoritas pariwisata nasional, dan mitra internasional bekerja sama untuk membentuk visi regional bersama yang menghubungkan pertanian dan pariwisata.
Visi tersebut berupaya untuk mengkatalisasi kemitraan publik-swasta yang mendukung pembangunan berkelanjutan di seluruh SIDS Pasifik.
Pendekatan Kolaboratif terhadap Ekosistem Pariwisata
Dengan menggunakan pendekatan partisipatif, lokakarya ini difokuskan pada pembangunan ekosistem pariwisata gastronomi melalui penciptaan bersama berbagai pengalaman dan rencana perjalanan yang didasarkan pada konteks nasional.
Hal ini sejalan dengan pekerjaan berkelanjutan Pariwisata PBB di bidang pariwisata gastronomi serta agrowisata.
Seperti yang disoroti oleh Sekretariat Kemitraan Pegunungan, sistem agrifood berkelanjutan dan pariwisata yang dikelola secara bertanggung jawab saling terkait erat.
Lokakarya ini berkontribusi dalam menciptakan sinergi ini, yang sangat penting dalam ekosistem pegunungan dan pulau yang rapuh di Pasifik.
Membangun Kapasitas bagi Produsen dan Pemangku Kepentingan Pariwisata
UN Tourism memimpin sesi-sesi terarah yang menawarkan dukungan teknis dan penjangkauan kepada produsen.
Membekali mereka dengan perangkat praktis untuk membangun atau memperluas akses pasar, menciptakan penawaran bisnis yang berkelanjutan, dan menumbuhkan hubungan pengunjung yang bermakna.
Upaya-upaya ini mengakui produsen tidak hanya sebagai pelaku ekonomi tetapi juga sebagai penjaga keanekaragaman hayati dan pembawa pengetahuan leluhur.
Sesi kolaboratif dengan operator pariwisata dan otoritas pariwisata nasional mendorong dialog lintas sektor untuk memperkuat mata pencaharian lokal melalui pariwisata berkelanjutan dan meningkatkan ekosistem pariwisata gastronomi nasional.
Lokakarya tersebut juga menandai peluang utama untuk memajukan penerapan Pedoman Pengembangan Pariwisata Gastronomi oleh UN Tourism dan Basque Culinary Center (BCC).
Memajukan Dialog Regional dan Kerjasama Internasional
Lokakarya tersebut menyediakan platform yang berharga untuk dialog antarlembaga dan kerja sama regional, yang selanjutnya menanamkan pariwisata gastronomi ke dalam agenda pembangunan nasional. UN Tourism, Mountain Partnership Secretariat, dan SPTO memamerkan upaya terkoordinasi untuk mempromosikan pariwisata berkelanjutan
Ini sebagai pilar pariwisata Pasifik yang digerakkan oleh masyarakat, sekaligus memperluas pengakuan internasional terhadap warisan kuliner yang kaya di kawasan tersebut.
Prakarsa ini dimungkinkan berkat dukungan dari Kerjasama Pembangunan Italia dan Badan Kerjasama Pembangunan Italia (AICS), melalui Sekretariat Kemitraan Pegunungan, yang menjadi contoh bagaimana kemitraan global dapat memajukan pembangunan berkelanjutan dan ketahanan.
Lokakarya ini menanam benih pertama untuk visi yang lebih luas guna mendiversifikasi pariwisata sekaligus melindungi ekosistem yang rapuh di kawasan tersebut.
Dengan memupuk komunitas yang kolaboratif, inisiatif ini memicu percakapan dan koneksi yang membantu memobilisasi dukungan dan sumber daya bagi produsen dan komunitas.
Selain juga mendorong kemitraan publik-swasta yang lebih kuat, dan menyoroti perlunya strategi nasional dan regional untuk memandu pengembangan wisata gastronomi.










