Ulos Pukau Pengunjung Bangladesh Fashion Week 2019

0
254
Perancang busana Indonesia Merdi Sihombing (tengah) unjuk talenta dalam Tresemme Bangladesh Fashion Week 2019. (Foto: Kemlu.go.id)

DHAKA, bisniswisata.co.id: Ulos salah satu busana khas Indonesia hasil kerajinan turun temurun dikembangkan masyarakat Batak, Sumatera utara. Dari bahasa asalnya, ulos berarti kain dan cara membuat ulos menggunakan alat tenun bukan mesin. Benda sakral ini merupakan simbol restu, kasih sayang dan persatuan.

Sesuai pepatah Batak berbunyi: “Ijuk pangihot ni hodong, Ulos pangihot ni holong”, yang artinya jika ijuk adalah pengikat pelepah pada batangnya, ulos adalah pengikat kasih sayang antara sesama. Namun secara harafiah, ulos berarti selimut yang menghangatkan tubuh dan melindunginya dari terpaan udara dingin.

Menurut kepercayaan leluhur suku Batak ada tiga sumber yang memberi panas kepada manusia, yaitu matahari, api dan ulos. Dari ketiga sumber kehangatan itu, ulos dianggap paling nyaman dan akrab dengan kehidupan sehari-hari. Kini kain ulos sudah mendunia. Karenanya desianer Indonesia Merdi Sihombing unjuk talenta dalam Tresemme Bangladesh Fashion Week 2019.

Dalam fashion tahunan ini, Merdi menampilkan koleksi busana berbahan dasar ulos dipadupadankan sentuhan modern nan elegan. Sekitar 300 pengunjung memadati tempat acara tak cuma dibuat terpukau oleh koleksinya. Namun juga suara merdu Merdi Sihombing dalam membawakan sejumlah tembang lagu daerah Indonesia, mengiringi para peragawan dan peragawati saat berjalan di atas panggung memperagakan koleksi rancangannya.

“Masyarakat Bangladesh di Dhaka memiliki apresiasi yang tinggi pada kerajinan asli buatan tangan, sehingga saya yakin bahwa kain tradisional Indonesia seperti tenun dan Batik akan mendapatkan tempat di hati masyarakat Bangladesh”, demikian disampaikan Duta Besar Indonesia untuk Bangladesh dan Nepal, Rina P. Soemarno dalam keterangan tertulisnya yang dikutip dari Kemlu.go.id, Ahad (3/3/2019).

Dubes Rina sangat mengapresiasi keikutsertaan Merdi Sihombing dalam Tresemme Bangladesh Fashion Week 2019. Menurutnya, kain tradisional Indonesia tidak hanya memiliki nilai sebagai bahan material untuk busana, namun juga membawa nilai kearifan warisan budaya yang menjadi bagian dari jati diri bangsa Indonesia.

Ini merupakan kali pertama bagi Merdi Sihombing untuk ikut dalam ajang tahunan Tresemme Bangladesh Fashion Week. Ia menerima undangan langsung dari Fashion Design Council of Bangladesh untuk memamerkan koleksi busana hasil ide kreatifnya dalam Bangladesh Fashion Week.

Mengusung kain tradisional Indonesia, Merdi Sihombing ingin lebih memperkenalkan kekayaan tekstil tradisional Indonesia kepada dunia internasional. Baginya, Indonesia memiliki kekayaan tekstil yang sangat melimpah dan mempunyai banyak potensi untuk terus dikembangkan.

Peragaan busana karya Merdi Sihombing pada 26 Februari 2019 lalu itu mendapat sambutan yang meriah dari para pengunjung yang hadir. Decak kagum dan tepuk tangan terus menggema pasca peragaan busananya usai.

Lagu daerah yang dibawakan berhasil menghidupkan gemerlap panggung peragaan busana. Tidak sedikit pula dari para pengunjung yang menghampiri Merdi Sihombing untuk menyampaikan apresiasi atas karya unik yang berkesan.

KBRI Dhaka turut hadir memberikan dukungan terhadap peragaan busana karya Merdi Sihombing dalam Tresemme Bangladesh Fashion Week 2019. KBRI Dhaka menyadari penuh bahwa acara seperti Tresemme Bangladesh Fashion Week memberikan peluang untuk menggalakkan upaya fashion diplomacy Indonesia sehingga kekayaan kain tradisional Indonesia dapat lebih diketahui secara luas.

KBRI Dhaka berkomitmen untuk terus memberikan dukungan kepada karya anak bangsa yang berupaya penuh untuk merintis kemajuan dalam berbagai bidang termasuk Fashion di Bangladesh.

Bangladesh merupakan target pasar non-tradisional yang patut untuk dipertimbangkan oleh para pelaku industri kreatif fashion di Indonesia. Kemiripan latar belakang budaya antara Bangladesh dan Indonesia dan meningkatnya kepedulian masyarakat Bangladesh terhadap gaya busana yang didukung oleh peningkatan daya beli masyarakat tentunya membuka peluang penetrasi pasar yang lebih luas bagi industri fashion Indonesia. (NDY)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here