Home FASHION Tren Mode Ala Perempuan Prancis Tahun 1940an Lahir Kembali

Tren Mode Ala Perempuan Prancis Tahun 1940an Lahir Kembali

0
46
Tren Mode Ala Perempuan Prancis Tahun 1940an Lahir Kembali (foto: Liputan6.com)

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Tren mode selalu berulang, lahir kembali menjadi model masa kini. Begitu juga koleksi terbaru Soe, yang terinspirasi busana ala perempuan Prancis di tahun 1940an. Label pakaian berbasis di Jakarta itu. memamerkan 23 looks bagi para wanita urban yang ingin tampil lebih romantis.

Dora Maar adalah inspirasi utama dari penciptaan rangkaian busana yang mengaplikasikan teknik manipulasi kain tersebut. Perempuan Prancis yang bernama asli Henriette Theodora Markovitch dikenal sebagai fotografer, muse, sekaligus kekasih pelukis ternama, Pablo Picasso.

Menurut Monique Soeriaatmadja, Creative Director SOE Jakarta, Dora termasuk perempuan dengan hasil karya avant garde. Ia terbilang progresif pada zamannya lantaran menggunakan teknik menumpuk film untuk menghasilkan karya berbeda. “She was quite advance, pakai film ditumpuk, saya terinspirasi dari itu. Dia termasuk progresif pada zaman seperti itu,” tutur Monique seperti diunduh laman Liputan6, Senin (04/11/2019).

Monique lalu menerapkan teknik serupa pada kain organza, disebut pula teknik overlay. Manipulasi kain dilakukan untuk menghasilkan detail yang cukup rumit. Seluruhnya dibuat menggunakan tangan. “Kami juga menggunakan kontradiksi yang transparan,” ujarnya.

Siluet loose sekaligus pas badan tercipta dari beragam busana yang dihadirkan di runway JFW 2020. Salah satunya kemeja potongan dengan detail ruffle pada lengan yang dipadukan dengan celana palazzo dengan bahan melayang. Perpaduan itu cocok untuk dikenakan wanita urban ke kantor atau saat menghadiri meeting penting.

Ada pula atasan dengan lengan kelelawar dan belahan rendah yang dipadukan dengan rok lipit A-line dengan pinggang pas badan, cukup menarik perhatian. Simpel tetapi aura romantis dan elegannya tetap terpancar.

Soe memilih warna-warna putih gading, cokelat tembaga, dan keemasan sebagai warna dominan untuk kebanyakan looks yang ditampilkan. Namun, ia juga bermain dengan warna cerah seperti oranye yang hadir lewat penggunaan kain tenun tangan dengan benang katun. Monique menyebut pewarna kain yang digunakan berbahan alami, yakni daun mangga. “Memang lebih lama prosesnya dan hasilnya enggak selalu sesuai harapan,” ujarnya.

Natural menjadi caranya untuk menyisipkan alam ke dalam karya terbarunya. Apalagi, show kali ini merupakan karya kolaborasi dengan produsen minuman fermentasi berbahan apel. (ndy/Liputan6)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.