Katrina Leung (Direktur Pelaksana & Wakil Presiden Asia Pasifik di Messe Berlin Asia Pacific) dan Dr. N. Rusmiati M.Si., M.H, Ketua DPP ASITA ( kanan) menyaksikan penandatanganan kerjasama.( Foto: Messe Berlin Asia Pacific)
JAKARTA, bisniswisata.co.id: Travel Meet Asia dan ASITA telah menandatangani Nota Kesepahaman di Jakarta untuk memperkuat sektor pariwisata dan MICE Indonesia melalui keterlibatan B2B regional dan internasional yang terkoordinasi.
Kemitraan strategis ini untuk mendukung pengembangan sektor pariwisata dan MICE Indonesia. Kolaborasi ini menggabungkan jangkauan B2B internasional Travel Meet Asia dengan jaringan domestik ASITA untuk meningkatkan visibilitas regional dan peluang bisnis.
Kemitraan ini diresmikan melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) pada tanggal 7 Januari di Jakarta, yang diadakan selama perayaan Ulang Tahun ke-55 ASITA.
Penandatanganan ini menandai tonggak sejarah bagi asosiasi dan menyoroti komitmen berkelanjutannya untuk mengembangkan industri pariwisata berkualitas tinggi dan berkelanjutan di Indonesia.
MoU tersebut ditandatangani oleh Darren Seah, Direktur Eksekutif Messe Berlin Asia Pacific, dan Budijanto Ardiansjah, Sekretaris Jenderal DPP ASITA dan Ketua ASITA Fair. Penandatanganan tersebut disaksikan oleh Menteri Pariwisata Republik Indonesia, pejabat senior dari Kementerian Pariwisata, dan Presiden ASITA.
Perjanjian ini memanfaatkan jaringan internasional Messe Berlin Asia Pacific, penyelenggara ITB Asia, bersama dengan jangkauan domestik ASITA yang luas. Kolaborasi ini dirancang untuk menciptakan platform yang mendukung posisi Indonesia dalam lanskap pariwisata dan MICE regional.
Travel Meet Asia telah memantapkan dirinya sebagai rangkaian acara B2B yang berkembang di Asia, menyelenggarakan pertemuan, konferensi, dan aktivitas pasar untuk para profesional perjalanan internasional dan regional.
Melalui kemitraan dengan ASITA, platform ini akan semakin mendukung peran Indonesia dalam pengembangan bisnis regional dan kolaborasi pariwisata.
Berdasarkan MoU tersebut, Messe Berlin Asia Pacific akan memimpin penjualan dan pemasaran internasional, perekrutan pembeli global, branding, dan operasional acara secara keseluruhan, termasuk pengembangan tata ruang dan manajemen keuangan.
Organisasi ini juga akan menyusun konten konferensi internasional, tema, dan program pembicara yang membahas tren industri regional dan global.
ASITA akan fokus pada mobilisasi komunitas pariwisata domestik Indonesia, amankan peserta pameran dan sponsor lokal, serta membentuk sesi konferensi, forum, pertunjukan budaya, dan aktivitas pencocokan bisnis yang berpusat pada Indonesia.
Asosiasi ini akan bertindak sebagai penghubung utama dengan Kementerian Pariwisata, pemerintah daerah, dan asosiasi nasional dan regional.
Tanggung jawab tambahan meliputi penyediaan petugas penghubung melalui sekolah-sekolah pariwisata Indonesia dan koordinasi tur pengenalan pasca-acara untuk pembeli internasional.
“Kemitraan ini merupakan tonggak penting bagi Travel Meet Asia dan sektor pariwisata Indonesia,” kata Darren Seah, Direktur Eksekutif, Messe Berlin Asia Pacific.
Menurut dia, dengan menggabungkan keahlian internasional dengan jejak domestik ASITA yang luas, pihaknya menciptakan platform B2B yang kuat yang mendukung koneksi bisnis yang bermakna, mendorong pertumbuhan pasar, dan menampilkan Indonesia sebagai pemain yang dinamis dan kompetitif dalam ekosistem pariwisata dan MICE regional.
“Kami senang menyaksikan formalisasi MoU strategis ini. Travel Meet Asia telah membuktikan nilainya sebagai platform berkualitas tinggi di Asia, dan keterlibatan ASITA tidak diragukan lagi akan meningkatkan peluang yang tersedia bagi industri ini.”
Kemitraan seperti ini memperkuat seluruh ekosistem perjalanan dan mencerminkan momentum pertumbuhan pasar pariwisata Asia, ungkap Budijanto Ardiansjah, Ketua ASITA Fair dan Sekretaris Jenderal DPP ASITA.
Rincian dan kegiatan lebih lanjut dalam kemitraan ini diharapkan akan diumumkan dalam beberapa bulan mendatang seiring kemajuan kedua organisasi dengan inisiatif bersama untuk industri perjalanan dan pariwisata.









