Training Virtual ESQ ‘Hari Arafah’ Memaknai Pengorbanan Nabi Ibrahim dan Konteksnya dengan COVID-19

0
10

Ary Ginanjar Agustian, Pendiri ESQ Leadership Center dan Ketua Badan Pengelola Keuangan Haji.    ( BPKH), Anggito Abimanyu ( kanan)

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Ribuan peserta  training online Hari Arafah menyaksikan Memorandum of Understanding ( MoU) antara ESQ Leadership, penyelenggara training ini dengan Badan Pengelola Keuangan Haji ( BPKH) berkaitan dengan perencanaan keuangan haji dan gerakan Haji Muda.

Peserta bukan hanya dari Indonesia tetapi juga negara tetangga Singapura, Malaysia dan berbagai negara di Eropa seperti Belanda, Jerman,Swedia, Spanyol bahkan dari Arab Saudi, Turki, Hongkong dan dari belahan bumi lainnya.

” Ayo Haji Muda” adalah gerakan mengajak kalangan muda generasi gen Z untuk mempersiapkan diri melaksanakan ibadah haji sejak usia muda disaat kesehatan tubuh masih prima apalagi kini antrian untuk berangkat berhaji kini semakin lama.

Penandatanganan dilakukan oleh Ary Ginanjar Agustian sebagai pendiri ESQ LC dan Anggito Abimanyu yang menjabat sebagai Ketua Badan Pengelola Keuangan Haji ( BPKH), sebelum acara training dimulai, Kamis 30 Juli 2020.

BPKH pada kesempatan yang sama juga memberikan bantuan APD,   ventilator dan monitor, alat-alat kesehatan yang dibutuhkan pasien COVID-19 dengan dukungan Baznas ke sejumlah Rumah Sakit dan secara simbolik diwakili RS Islam Cempaka Putih, Jakarta.

Ada juga sumbangan sapi qurban untuk Mesjid Al-Hikmah, Islamic Center, Sawah Besar serta tali kasih bagi 1000 ustad pembimbing haji yang tahun ini gagal berangkat karena pandemi global itu.

Kegiatan yang berlangsung dari studio ESQ di lantai 23 gedung Menara 165, di Jl. Tb Simatupang ini menurut Ary Ginanjar dilakukan tepat disaat para jemaah haji sebelum terjadi pandemi global COVID-19 berkumpul di Padang Arafah.

Ibadah haji itu adalah Arafah dimana umat Islam berkumpul dan bermunajat kepada Allah. Arafah itu sendiri artinya mengetahui, memahami dan mengerti makna dari peristiwa yang terjadi pada Nabi Ibrahim.

” Ketika melaksanakan rangkaian ibadah mulai dari melaksanakan haji seharusnya seorang jemaah paham hikmah dari besarnya keikhlasan Nabi Ismail ketika ayahnya mendapat perintah dari Allah SWT untuk menyembelih leher anaknya sendiri sebagai ujian kecintaan dari Allah SWT,” kata Ary Ginanjar.

Rangkaian kegiatan Ibadah Haji ( Foto: ESQ LC)

Oleh Allah SWT keikhlasan Ismail, sang anak  dan keteguhan hati kedua orangtuanya  yaitu Siti Hajar dan Nabi Ibrahim untuk menjalani perintah agama akhirnya yang menyentuh pedang tajam adalah hewan kurban, bukan Ismail.

Banyak umat yang telah melaksanakan ibadah dan bergelar haji tidak paham mengapa Allah kumpulkan umatnya Nabi Muhammad SAW yang hidup pada 1400 tahun lalu hingga sekarang berkumpul di Arafah untuk  memahami peristiwa yang terjadi di jaman Nabi Ibrahim 5000 tahun yang lalu.

Oleh karena itulah training online dengan ribuan peserta menggunakan media sosial mulai dari Zoom, Facebook, Instagram hingga YouToube ini diselenggarakan untuk memaknai peristiwa pengorbanan dasyat tersebut sehingga seseorang paham untuk apa dia hidup, siapa diri, dimana dan mau kemana, tambah Ary Ginanjar.

Training juga untuk mengobati kekecewaan, kesedihan mereka yang tahun ini tertunda berangkat akibat COVID-19, menghibur mereka yang masih dalam antrian daftar tunggu, sudah mampu tapi tidak sempat berhaji, mereka yang belum daftar meski punya uang untuk menunaikan ibadah ini hingga bagi mereka yang sama sekali tidak pernah berfikir untuk berhaji meskipun seorang Muslim yang mampu secara finansial.

Pandemi global COVID-19 adalah ibarat pedang Nabi Ibrahim yang sedang menyentuh virus tak terlihat bernama Coronavirus. Seluruh dunia banyak yang kehilangan anggota keluarga termasuk garda terdepan tenaga medis. Penyakit yang menjadi ujian umat manusia itupun mengingatkan semua orang pada sang penciptaNya.

Musisi Dwiki Dharmawan dan Anggito Abimanyu pada kesempatan itu juga mempersembahkan lagu Hadiahkan Nirwanamu yang ditulis Anggito saat melihat kesibukan RS Haji Pondok Gede, Jakarta Timur menerima pasien positif COVID. 

Sebuah lagu ciptaan Anggito, peraih Doktor (Ph.D) dari University of Pennsylvania Philadelphia Amerika Serikat di aransemen oleh musisi kaliber internasional dan dinyanyikan oleh grup Snada, penyanyi religi yang istiqomah di jalurnya hingga menghasilkan karya yang indah dan sangat menyentuh.

Tak heran diakhir training, para peserta bergantian mengucapkan terima kasih lewat chat dan Ary Ginanjar menutupnya dengan ucapan  “Atas nama ummat manusia kami mohon ampun kepada Mu Robbi,” Semoga Allah ampuni kita semua, 

Allah tanamkan cinta Ibrahim, Ketulusan Ismail, Kesabaran Siti Hajar. Kami mencitaimu Ya Allah SWT, melebihi dari segalanya. Selama ini kami sibuk pada kecintaan Dunia.

Selamat Hari Raya Idul Adha 1441 Hijriah.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.