Tiket Pesawat Tinggi, Sejuta Orang Teken Petisi & #PecatBudiKarya

0
143
Harga tiket pesawat mencekik (Foto: Repro Google)

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Sebanyak satu juta orang telah menandatangani petisi meminta Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menurunkan harga tiket pesawat. Petisi ini dibuat sejak Januari 2019, namun hingga kini masih ditandatangani dan disebarkan di situs Change.org. Hingga Selasa (7/5) pukul 14.00 WIB, petisi dengan judul “Turunkan Harga Tiket Pesawat Domestik Indonesia” ditandatangani sekitar 1,06 juta orang.

Sementara di akun twitter #PecatBudiKarya tercatat sudah 23.300 tweet hingga Selasa (07/05/2019). @deep_freak: Pak @jokowi, tolong segera kirim beliau ini ke barisan said didu dan lizal lamli ASAP. @imammustofa__Iya sudah pak @BudiKaryaS Kalau tak sanggup mundur saja dr posisi menhub, jangan bikin susah rakyat Indonesia karena ketidakbecusan anda #PecatBudiKarya

@SpartaK46304867 – Bukti dari tidak tegasnya seorang Budi Karya, adalah ditangkapnya anak buahnya oleh KPK, tangkap tangan OTT, Budi Karya hanya mohon maaf. Seharusnya mengundurkan diri, itu yang paling tepat. @EliteTikuz – Pak Presiden @jokowi, bisa nebeng pswt presiden jika bpk rencana kunjungan ke Papua Barat? Harga tiket sdh sgt sgt mahal utk kami mau mudik kesana..Utk PP/org harganya 7jt paling murah pak..#PecatBudiKarya

Sementara Petisi Menhun Turunkan Harga Tiket Pesawat, yang dibuat Iskandar Zulkarnaen yang melihat harga tiket pesawat domestik yang terus berada di kisaran batas atas tarif. “Penerbangan domestik yang biasanya pulang pergi bisa di bawah Rp1 juta, kini rata-rata di atas Rp1 juta, bahkan mencapai Rp2-4 juta,” ungkap Iskandar.

Petisi serupa yang dibuat pada awal tahun ini oleh Nadya Wulandari berjudul “Turunkan Harga Tiket Domestik” juga telah ditandatangani lebih dari 500 ribu orang. “Bapak Menteri yang kami hormati, tolong direvisi lagi peraturan tiket pesawat ini. Ketika saya cek harga tiket pesawat, semua maskapai menaikkan sampai tarif bagas atas, tanpa terkecuali,” keluh Nadya.

Petisi hampir serupa meminta penurunan harga tiket pesawat baru dibuat oleh Paul Shady di situs yang sama. Ia meminta penurunan harga tiket pesawat, khususnya dari Jawa menuju Papua dan sebaliknya. Hingga kini, sudah terdapat 50.652 orang yang telah menandatangani dan menyebarkan petisi tersebut.

Petisi dibuat Paul lantaran miris melihat harga tiket pesawat rute Jawa-Papua selalu mahal. Demikian pula dengan tiket rute sebaliknya. “Mirisnya, banyak harga tiket ke luar negeri yang justru lebih murah daripada Papua,” jelas Paul.

Sejak petisi kepada Menhub didengungkan awal tahun ini, pemerintah sebenarnya sudah merespons permintaan tersebut. Beberapa kali pemerintah menyeru kepada maskapai untuk menurunkan tarif tiket.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) bahkan turut meminta maskapai untuk menyeret turun tarif tiket pesawat pada Februari lalu. Jokowi bahkan menginstruksikan Pertamina menurunkan avtur yang dinilai sebagai biang keladi mahalnya harga tiket pesawat.

Beberapa kali pemerintah menyeru kepada perusahaan untuk menurunkan tarif tiket. Bahkan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) ikut meminta maskapai untuk menyeret turun tarif tiket pesawat pada Februari lalu.

Maskapai sempat merespons imbauan itu dengan menurunkan tiket. Namun, sifatnya hanya sementara. Akibat harga tiket melambung, kunjungan wisatawan domestik pada periode Januari-Maret 2019 turun rata-rata 30 persen.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah penumpang angkutan udara pada Maret 2019, merosot 21,94 persen secara tahunan pada Maret 2019 dari 7,73 juta menjadi 6,03 juta penumpang.

Dalam rapat terakhir Kementerian Koordinator Perekonomian, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi diberi waktu sepekan untuk memangkas harga tiket pesawat. Untuk itu, Budi Karya mengaku saat ini tengah menggodok tarif batas atas harga tiket pesawat untuk kelas ekonomi.

“Saya diberikan waktu seminggu untuk menetapkan batas atas baru untuk kelas ekonomi,” ujar Budi usai menghadiri rapat koordinasi di kantor Kementerian Bidang Perekonomian, Senin (6/5). (NDY)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here