DAERAH

Status Waspada, Volcano Tour Merapi Siap Sambut Wisatawan

SLEMAN, bisniswisata.co.id: Gunung Merapi yang teraktif didunia dan hingga kini masih berstatus waspada di level dua, namun tak menyurutkan pelaku jasa wisata volcano tour di lereng Gunung Merapi, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, untuk menjual paket wisatanya. Apalagi kini musim liburan Lebaran malah siap menyambut kunjungan wisatawan

“Status waspada pada Gunung Merapi sudah berlangsung satu tahun ini, sejak Mei 2018. Namun selama itu minat wisatawan tetap tinggi. Ini yang membuat kami tetap optimistis liburan Lebaran tahun ini wisatawan tetap banyak yang berkunjung,” kata Ketua Asosiasi Jip Wisata Lereng Merapi (AJWLM) sisi barat Dardiri di Sleman, dalam keterangan resminya, Selasa (28/05/2019).

Menurut dia, para pelaku usaha jip optimistis saat musim libur Lebaran 2019 bisa menggaet 5.000 hingga 6.000 wisatawan dalam sehari. “Kami optimistis bisa mencapai target itu, tahun 2018 juga bisa segitu. Meskipun pada bulan puasa ini jumlah pengunjung mengalami sedikit penurunan,” katanya.

Libur Lebaran tahun ini, pihaknya telah menyiapkan sebanyak 500 armada jip sehingga dari sekarang mulai melakukan persiapan, termasuk kelayakan armada. “Justru karena saat puasa ini wisatawan agak sepi, sehingga bisa digunakan untuk perawatan armada jip,” katanya.

Dardiri mengatakan, perawatan armada jip meliputi semua bagian kendaraan seperti bagian roda-roda, ball joint, kemudi, dan sistem rem yang sering bermasalah. “Perawatan yang kami lakukan sudah sesuai standar operasional prosedur (SOP) dari instansi berwenang,” katanya.

Dilanjutkan, pada libur Lebaran nanti, satu armada jip diprediksi bisa melakukan tiga kali perjalanan sehingga diperlukan perawatan. “Maka ketika sore hari setelah jip selesai beroperasi selalu dilakukan pengecekan terhadap kendaraan agar siap digunakan pada hari berikutnya,” katanya.

Terkait status Merapi yang hingga saat ini masih pada level waspada, pihaknya mengaku tidak terlalu khawatir. Pihaknya juga meyakini kondisi ini tidak akan mempengaruhi minat wisatawan. “Status waspada ini sudah satu tahun, libur tahun lalu juga sudah waspada dan kunjungannya tetap ribuan, kami yakin untuk tahun ini juga hampir sama seperti kunjungan tahun lalu,” katanya.

Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Sleman terus berbenah untuk memastikan armada jip wisata volcano tour siap digunakan untuk mengangkut wisatawan saat musim libur Lebaran. Pada Lebaran 2018 ada satu kejadian kecelakaan yang mengakibatkan satu penumpang jip meninggal dunia.

“Kami rutin melakukan pembinaan dan pengecekan kendaraan termasuk ada pelatihan untuk asosiasi jip dan pengemudi. Pengecekan kendaraan belum lama ini sudah kami lakukan,” kata Kepala Bidang Pengembangan SDM dan Usaha Pariwisata Dispar Kabupaten Sleman Nyoman Rai Savitri.

Selain pengecekan, ada juga arahan dari Indonesia Offroad Federation (IOF) yang menjadi mitra dari Dispar Sleman. Materinya, kata Nyoman, yaitu terkait teknik berkendara dan safety drive. “Kami juga telah melakukan pelatihan tentang cara scrooting, cara memandu, penanganan kondisi darurat dan juga ada praktik berkendara,” katanya.

Ia mengatakan, untuk jalur jip volcano tour pihaknya menegaskan para pelaku usaha wisata jip harus mematuhi kesepakatan dan aturan sehingga bisa meminimalisir kejadian kecelakaan. “Kelengkapan kendaraan juga harus ada. Kami minta agar asosiasi jip mematuhinya. Ini sudah menjadi kesepakatan bersama,” katanya.

Wisatawan menggunakan mobil jip melintasi kawasan lereng Gunung Merapi di Sleman, DI Yogyakarta. Wisata menggunakan mobil jip yang dipatok dengan harga Rp300.000 hingga Rp500.000 per paket itu menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang berkunjung ke kawasan Gunung Merapi.

Sementara Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman, Sudarningsih mengungkapkan, wisatawan masih aman menjelajahi area berjarak radius 3 kilometer dari Gunung Merapi. Sehingga peminat Lava Tour tetap bisa menikmati keindahan alam yang berhiaskan jejak erupsi Merapi.

“Jumlah peminat Lava Tour Merapi masih tinggi. Turis utamanya berasal dari dalam negeri. Untuk itu, melindungi keselamatan pengunjung, agar pengemudi jip Lava Tour memiliki pemahaman kebencanaan yang mumpuni. Sejauh ini 600 pengemudi sudah diberikan pelatihan,” kata Sudarningsih seperti dilansir Republika.co.id

Selain itu, Dinas Pariwisata juga mewajibkan pengemudi jip Lava Tour Merapi mengunduh aplikasi Jarak Aku dan Merapi yang digagas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sleman. Aplikasi itu, menurut Ning, penting sebagai pengingat jarak aman operasional jip wisata Merapi.

Ning mengaku, sudah menginformasikan ke ketua asosiasi jip yang ada di Lava Tour. Setidaknya, terdapat 29 operator jip Merapi yang beroperasi di Wisata Lava Tour. Ia belum memiliki data mengenai jumlah pengemudi jip yang telah mengunduh aplikasi Jarak Aku dan Merapi.

Di lain sisi, Ning mengungkapkan, kendala sinyal kerap ditemui pengemudi jip ketika menggunakan aplikasi tersebut. Ning mengatakan, masalah tersebut sudah dikomunikasikan ke Kominfo. “Tapi, secara prinsip, ada keharusan pengemudi jip mengunduh aplikasi Jarak Aku dan Merapi sebagai alat bantu peringatan mereka dalam mengevakuasi wisatawan jika terjadi sesuatu terkait Gunung Merapi,” tambahnya (NDY)

Endy Poerwanto