Singapura Persembahkan Wisata Religi Kampong Glam

0
68
Wisata Religi Kampong Glam (Foto:Repro Google)

SINGAPURA, bisniswisata.co.id: Pariwisata Singapura memang hebat. Kehebatannya dibuktikan dengan melakukan pembenahan serta penanganan obyek wisata yang tidak setengah-tengah, ditangani serius dan tidak melakukan mark up. Karena tahu pembenahan destinasi wisata akan mendongkrak kunjungan wisatawan asing.

Setelah pembangunan pusat hiburan mewah Jewel Changi di Bandara Internasional Changi, Singapura semakin lekat dengan kesan modern. Dari sekitar 5,6 juta penduduknya, yang memeluk agama Islam memang hanya sekitar 14 persen. Meski demikian, Negara berkepala Singa masih ramah akan turis muslim dengan mengembangkan wisata religi. Karena tahu potensi turis muslim sangat besar.

Salah satu destinasi yang bisa didatangi turis muslim saat berwisata ke sini adalah Kampong Glam. Dikutip dari situs Badan Pariwisata Singapura, Sabtu (11/05/2019) kawasan ini merupakan pemukiman awal masyarakat Malaysia, Arab, Bugis, dan Jawa dari Indonesia yang dibentuk oleh Gubernur Hindia Belanda, Sir Stamford Raffles, pada tahun 1822.

Peninggalan kebudayaan Melayu dan ajaran Islam tentu saja melekat erat di kawasan ini. Sebutan gelam berasal dari Pohon Gelam alias Pohon Kayu Putih yang banyak tumbuh di kawasan ini. Seperti yang diketahui, tumbuhan ini sangat multifungsi; kayunya menjadi bahan baku pembuatan kapal, sementara daunnya menjadi bahan dasar obat sampai masakan.

Selain menjadi lokasi tempat penginapan murah yang diminati backpacker, Kampong Glam juga memiliki sejumlah objek wisata menarik bagi yang ingin mengetahui lebih dalam mengenai sejarah Melayu dan Arab.

Berikut adalah rekomendasi destinasi wisata yang bisa dilakukan di Kampong Glam Singapura, yang sangat menjaga kebersihan, keindahan, kecantikan, ketertiban, sopan santun, kenyamanan dan enak dipandang mata apalagi dipakai selfie:

#. Istana Kampong Glam

Kampong Glam menjadi lokasi hunian bangsawan asal Melayu selama abad ke-19. Istana Kampong Glam menjadi saksi sejarah Sultan Johor bermukim di sini. Istana Kampong Glam menjadi salah satu contoh perpaduan arsitektur Melayu dan Inggris pada saat itu. Di dalam bangunan ini ada Pusat Warisan Budaya Melayu yang masuk sebagai salah satu monumen nasional Singapura.

#. Masjid Sultan

Jalan Muscat (Muscat Street) menjadi perkampungan pendatangan dari Muscat, Oman, di kawasan Kampong Glam. Masjid Sultan dibangun di sini sebagai tempat ibadah masyarakatnya yang mayoritas Islam. Masjid Sultan yang beratap emas mengkilap ini dibangun atas prakarsa Sultan Johor atas dana Perusahaan Hindia Timur Britania pada tahun 1826. Setelah direnovasi kembali pada tahun 1990an, masjid ini mampu menampung 5.000 jamaah.

#. Jalan Arab

Di Jalan Arab (Arab Street) turis bisa memborong segala pernak-pernik rumah bergaya Timur Tengah, mulai dari karpet sampai lampu gantung. Bagi yang ingin berbelanja di sini, jangan lupa untuk tawar menawar harga terlebih dahulu.

#. Wisata Kuliner

Kampong Glam akan sangat semarak sepanjang hari kebesaran agama Islam, seperti Ramadan atau Lebaran. Ada banyak tempat makan bercap halal dengan aneka rasa di sini, mulai dari Kebab, Nasi Lemak, Nasi Padang, sampai Cendol Durian.

#. Haji Lane

Jika Jalan Arab menjadi lokasi belanja perabotan rumah tangga, maka Haji Lane menjadi lokasi belanja pernak-pernik fesyen bernuansa hipster. Haji Lane juga menjadi lokasi banyak bar dan kafe yang biasa dipenuhi anak muda kongko dari sore hingga malam hari. Sebelum pulang turis bisa wisata foto di depan tembok-tembok mural yang terpajang dari Haji Lane sampai Jalan Arab. (NDY)

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.