KULINER

Seruput Kopi di Kedai Kopi Lawoek, Temanggung.

Iis Siti Robiyatun , istri Setyo Wuwuh ikut meracik kopi. ( Foto: Satrio Purnomo)

TEMANGGUNG, bisniswisata.co.id:                  Sore hari cuaca cerah namun sudah terasa dingin dan udaranya sangat sejuk. Cocok sekali untuk jalan-jalan dan ngopi  di kota Temanggung , tepatnya  menuju Jalan  arah  selatan Alun-alun Kota Temanggung ke kedai Kopi Lawoek. 

Temanggung, Jawa Tengah kini mulai dikenal sebagai salah satu penghasil kopi. Bahkan kopi dari lereng Gunung Sindoro, Sumbing dan Prau mulai membawa Temanggung ke kancah Nasional bahkan internasional. 

Lebih dari ribuan masyarakat Temanggung terlibat langsung dalam dunia kopi, mulai dari petani, pedagang, tengkulak hingga pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) yang bergelut dengan kopi, baik kopi arabika maupun robusta. 

Tidak heran jika di Kabupaten Temanggung tumbuh subur usaha mikro  kecil dan menengah (UMKM) yang mengelola kopi menjadi kopi bubuk siap saji, bahkan tercatat di Dinas Koperasi dan Perdagangan Temanggung lebih dari 400 merek kopi dari negri tembakau ini. 

Salah satunya adalah Kopi Lawoek, sejak tahun 2014 pemilik kopi ini Setyo Wuwuh (40), mulai mengenalkan kopi murni kepada konsumen dengan membuka los dengan ukuran 1,2 meter x 1 meter di pasar Kliwon Rejo Amertani Temanggung.

Awalnya kopi yang dijual dalam bentuk bubuk sempat dicibir oleh konsumen karena harga jualnya dinilai terlalu mahal, namun setelah konsumen merasakan bedanya antara kopi asli Temanggung dengan kopi jenis lainnya, akhirnya konsumen mulai melirik dan berminat untuk mencoba kopi murni baik arabika maupun robusta asli Temanggung.

“Butuh waktu yang tidak sedikit untuk memberikan edukasi kepada konsumen, tapi saya tidak menyerah,”tutur Tyo, panggilan akrab nama panggilan pemilik brand kopi lawoek ini.

Seiring berjalannya waktu, akhirnya konsumen mulai menggemari kopi murni arabika dan robusta, meskipun harus ditebus dengan harga yang lebih mahal dari kopi jenis lainnya.

Lambat laun atas permintaan dari konsumen untuk kopi murni dari Temanggung mulai meningkat, bahkan atas permintaan dari konsumen dan pelanggan, akhirnya kedai kopi Lawoek dibuka di salah satu ruko di pasar setempat untuk melayani konsumen dari luar daerah.

Perkembangannya cukup bagus,akhirnya  bersama istrinya nekad membuka kedai dengan menyewa salah satu ruko di pasar . 

Kurang lebih setahun berjalan konsumen dan pelanggan semakin banyak, bahkan tidak sedikit dari pelanggan yang meminta untuk disajikan beberapa menu sebagai pelengkap kopi saat nongkrong di kedai. 

“Tidak mungkin hanya jualan kopi saja, berkat kegigihan istri saya akhirnya menu-menu makanan ringan dan berat dengan konsep makanan tradisional demi kepuasan pelanggan sajian tepat waktu,” 

Menparekraf Sandiaga Uno saat singgah di Kedai Kopi Lawoek.

Tepatnya diakhir bulan September 2018 Lawoek Coffe  di buka, tepatnya di ruko Temanggung Indah Lantai 2, yang berada persis diselatan alun-alun Temanggung. Dan 

Dalam perkembangannya,dengan di bantu delapan (8) karyawan Kedai Kopi Lawoek menyajikan  menu – menu yang ditawarkan di tempat tersebut.

Menunya tidak hanya kopi murni dan varian minuman lainnya yang berbahan kopi, namun juga dilengkapi dengan berbagai menu-menu kekinian bisa melayani dengan cepat dan tepat waktu demi kepuasan pelanggan yang datang di kedai Kopi Lawoek.

Beberapa menu minuman dan makanan kekinian pun buat menu kedai lawoek untuk menarik minat pelanggan,”ungkap Iis Siti Robiyatun (29) istri Setyo Wuwuh ini. 

Di Kedai Kopi Lawoek owner nya pandai meracik kopi kadang ikut membantu para karyawannya biar cita rasa resep racikan kopinya tidak berubah cita rasanya. 

Menu kekinian yang saat ini sedang digandrungi oleh konsumen diantaranya, kopi susu kekinian, varian minuman dari berbagai rasa yang berbahan dasar kopi nusantara dan yang lainnya.

Selain itu juga ditawarkan beberapa menu andalan lainnya seperti steak, burger, nasi goreng, ayam goreng dan menu makanan berat lainnya, tentunya menu-menu ini sangat digemari oleh pelanggan.

“Pelanggan kami tidak hanya penikmat kopi saja, tapi juga para pemburu kuliner. 

Khusus untuk steak sengaja ditawarkan dalam berbagai jenis daging, seperti daging sapi lokal, impor dan daging ayam. Pilihan sajiannya juga berbagai macam mulai dari original, krispi dan yang lainnya,”  lanjut iis,

Pelanggan juga bisa memilih saus sesuai dengan selera, kami sediakan pilihan sausnya seperti saus barbeque, lada hitam, dan hot spicy. 

Untuk daging sapi sebagai bahan dasar steak, ia mengaku, mengambil dari salah satu pedagang di Temanggung dengan jaminan kualitas daging itu sendiri. Manakala daging tidak sesuai dengan keinginan maka akan dikembalikan.                     

Jenis daging sapinya juga ada beberapa macam, ada sirloin, tenderloin lokal dan impor, tambahnya.

Dia mengaku, dalam beberapa kurun waktu terakhir ini, permintaan akan steak daging sapi cukup meningkat. Kedepan permintaan konsumen akan semakin bagus seiring membaiknya kondisi perekonomian. 

Dalam kondisi pandemi pun masih tetep semangat tak mengenal kata putus asa. Saya optimis saja, yang peting pelanggan bisa puas dan nyaman  berkunjung  di Kedai Kopi lawoek.

Tak hanya dari Kota Temanggung saja pelanggan juga datang dari luar kotapun  banyak yang datang memburu kopi arabika dan robusta asli Temanggung di Kedai ini.

Bagi para  pencinta kopi, kehadiran kedai  cocok buat nongkrong atau bersantai ria sambil nikmati suasana yang sejuk dan dingin udaranya cocok sekali buat ngopi dengan pelayanan ramah dan tepat waktu.

“Tentunya bikin tambah nyaman pelanggan yang datang,” tegas Setyo Wuwuh, owner kedai kopi Lawoek

Satrio Purnomo