DAERAH EVENT

Sapta Nirwandar: Pebisnis & Komunitas Agar Dukung "Work from Bali"

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Seruan pemerintah untuk melakukan kerja dari Bali atau Work from Bali agar ditanggapi positif oleh Kementrian/Lembaga, organisasi, pebisnis  maupun komunitas karena multiplier efeknya besar sekali bagi masyarakat setempat.

” Menko Marinvest sudah menyatakan bahwa perekonomian Bali satu-satunya yang minus 9% hingga saat ini sementara 33 provinsi lainnya di tanah air sudah mengalami pertumbuhan ekonomi positif dan terus menggeliat naik ,” kata Sapta Nirwandar, chairman Indonesia Tourism Forum ( ITF).

Seruan Menko Marinves Luhut Binsar Panjaitan, ujarnya, sebenarnya tidak terbatas pada Aparatur Sipil Negara    ( ASN) tapi juga kalangan pelaku usaha lainnya ( pebisnis), asosiasi, komunitas dan organisasi lainnya.

” Mari kita galakkan kegiatan rapat dan meeting-meeting lainnya karena event memiliki dampak berganda yang luas untuk membangkitkan perekonomian yang bergantung pada kegiatan pariwisata,” kata Sapta.

Work from Destination atau bekerja dari destinasi wisata sudah menjadi tren global mengingat pandemi global sudah berjalan 15 bulan dimana warga dunia telah mengalami kejenuhan tingkat tinggi, jelas Sapta Nirwandar.

Dia berharap komunitas juga bergerak mengunjungi Bali apalagi yang anggotanya sudah mendapatkan vaksinasi secara penuh ( dua kali ) sehingga bisa refreshing ke pulau dewata dengan tetap menjunjung tinggi protokol kesehatan.

Pelaku usaha yang juga pendiri TX Travel dengan 200an kantor cabang sudah berkantor selama 32 hari di Bali sebelum ada program Work from Bali. “Mulai 30 Mei, Minggu, saya kembali bekerja dari Bali selama tiga bulan” ujar Anton yang baru kembali ke Jakarta awal minggu ini.

Menurut Anton, Work from Bali ide yang bagus dan kegiatan Meeting, Incentive, Conference & Exhibition   ( MICE) bisa mempercepat pertumbuhan ekonomi Bali karena kegiatan MICE di hotel misalnya dampak bergandanya bisa dirasakan mulai dari petani bunga, petani buah, sayur mayur, peternak hingga perajin.

“Saya baca sudah dilakukan oleh banyak kementerian dan perusahaan besar termasuk rencana konvensi pemilihan ketua KADIN  di awal juni ini, sekitar 1500 orang yang ajan datang,” kata Anton.

Hal hal positif yang bisa mendorong Bali kembali pulih pariwisatanya a.l rencana pembukaan perbatasan Juli mendatang, sudah semakin banyak pelaku industri pariwisata yang sudah di vaksin.

“Banyak wisatawan nusantara usia senior yang punya waktu dan uang tapi selama ini tidak keluar rumah dan sekarang mulai berani jalan jalan. Jadi mereka yang tergabung dalam komunitas maupun bersama keluarga besarnya didorong untuk berwisata ke Bali,” ungkapnya.

Menurut Anton, Bali adalah magnet terkuat pariwisata indonesia, kalau Bali bangkit maka pariwisata indonesia bangkit. Bali tidak perlu di promosikan sudah dikenal dan di sukai kita semua, tambahnya.

Sementara itu, Dewa Rai Budiasa, pelaku usaha pariwisata yang juga mengelola Yayasan Yasa Putra Sedana mengatakan sudah mengemas paket-paket meeting di Gianyar, Bali.

” Kami buatkan program setelah seharian meeting maka dihari kedua bisa mengunjungi tempat konservasi penyu di Pulau Serangan,” kata Dewa Rai.

Untuk pilihan akomodasi jika perusahaan yang membuat  program MICE memilih hotel di Kawasan Nusa Dua pihaknya dapat menfasilitasinya. Tapi jika pilihannya villa-villa dengan private pool juga tersedia dari property miliknya sendiri.

” Pokoknya Work from Bali benar-benar cara kerja yang menyenangkan, tenang dan damai,” kata Dewa Rai Budiasa.

Anton Thedy menambahkan  Bali dianggap sebagai daerah pariwisata yang nyaman dan aman, jauh dari kegaduhan politik dan tidak pernah ada demo demo yang bikin rusuh.

“Bali di percaya sebagai destinasi untuk kesehatan dan usia hidup jadi panjang. Lama tinggal di Bali menang sudah berubah, tidak lagi sekedar datang akhir pekan 2-3 hari tapi sudah 2 minggu hingga sebulan,” tambah Anton.

 

Hilda Ansariah Sabri

Pendiri, Pemimpin Umum, Pemimpin Redaksi dan pemegang sertifikasi Wartawan Utama Dewan Pers dan Ketua Departemen Pariwisata PWI Pusat (2018-2023)