HALAL NEWS

Sapta Nirwandar :  Kolaborasi, Sinergi Berjamaah Akan Jadikan RI Negara Produsen Halal Industri.

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Halal Industri menjadi tren dunia terlebih dimasa COVID-19. Oleh karena itu peluang RI menjadi negara produsen halal industri sangat besar terutama di sektor food & beverage, Fashion dan Kecantikan, kata Sapta Nirwandar, Chaiman Indonrsia Halal Lifestyle Center ( IHLC), hari ini.

“Pemerintah sudah  memiliki empat langkah strategis agar Indonesia mampu menjadi produsen utama dalam industri halal global di 2024. Sekarang tinggal para pelaku berkolabirasi, bersinergi dan melakukannya dengan berjamaah sepenuh hati untuk mewujudkannya,” kata Sapta bersemangat.

Maklum sosialisasi halal sudah dilakukan oleh berbagai pihak terutana Indonesia Halal Lifestyle Center ( IHLC) yang dikomandaninya, tinggal UMKM maupun perusahaan yang sudah memiliki skala industri besar memperbaiki semua mata rantai prosesnya sehingga produknya bisa diterima di pasar halal internasional.

Industri halal merupakan istilah yang digunakan untuk menggambarkan kegiatan industri yang dimulai dari perolehan bahan baku, pengolahan, hingga menghasilkan produk halal yang harus menggunakan sumber daya maupun cara yang diizinkan oleh syariat islam.

” Pahami dulu masalah dasar ini agar produk yang kita buat bisa menjangkau pasar halal di dalam dan luar negri. Produsen dari kalangan usaha mikro hingga industri besar harus menyadari bagi umat Muslim halal adalah ajaran Agama,”

Dengan demikian produk yang kita tawarkan harus memenuhi sertifikasi halal dan ditekuni dengan sepenuh hati dan jiwa. Produk halal selain memiliki kekuatan pasar dan dimensi luas juga berarti Rahmatan Lil Alamin artinya rahmat bagi alam semesta, bisa dimanfaatkan oleh masyarakat Muslim dan non-Muslim.

Tak heran adanya pandemi global COVID-19 halal Industri justru tumbuh subur karena masyarakat nu7on Muslim sudah merasakan sendiri gaya hidup halal adalah pola hidup sehat dan bersih terutama untuk halal food.

“Peluangnya di halal food sungguh besar, kisah sukses UMKM yang model bisnisnya segera diubah menjadi frozen food sudah banyak dibahas di dunia maya bisa menjadi contoh untuk semua. Kalau kita bekerja keras, smart, kreatif dan juga tawakal maka menuju bisnis global inshaa Allah sudah mudah,”  kata Sapta Nirwandar yang dijuluki Pejuang Halal Indonesia.

Menurut Sapta, pemerintah sudah melakukan upaya-upaya edukasi, sosialisasi, literasi bahkan memberikan sertifikasi halal gratis bagi para pelaku UMKM untuk menguatkan rantai nilai produk halal, keuangan syariah, penguatan di bidang ekonomi digital utamanya perdagangan (e-commerce, market place) dan keuangan (teknologi finansial).

Oleh karena itu kolaborasi, sinergi, dan pola berjamaah untuk mewujudkan rencana induk pemerintah agar Indonesia dengan penduduk Muslim terbesar di dunia menjadi negara produsen halal industri segera terwujud.

” Bagi halal industri besar seperti Indofood misalnya, bantu perkuat UMKM dengan menampung produk cabai, bawang goreng mereka agar bisa memasok untuk si industri ”  kata Sapta yang juga Chairman Indonesia Tourism Forum  ( ITf) ini.

Kalau selama ini produk Indofood ada dari rasa soto dan masakan khas Indonesia dari berbagai daerah, coba variannya ditambah jadi masakan mie dari seluruh negara di dunia dan karena produk halal tentunya bisa mendongkrak RI bisa menjadi negara produsen halal food.

Potensi RI di halal industri ini juga akan digaungkannya pada Leaders Summit Asia Global Tourism Forum  yang diselenggarakan di Jakarta oleh Indonesia Tourism Forum ( ITF) yang diketuai oleh Sapta Nurwandar juga. Dua bekerja sama  dengan Kemenparekraf dan kalangan swasta lainnya pada 15-16 September 2021.

” Sedikitnya ada 40 pembicara internasional termasuk Wakil Presiden RI Ma’ruf Amin. Presiden Turki Recep Tayyib Edorgan, Menteri Pariwisata & Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno akan membahas masa depan pariwisata global pasca pandemi. Kita optimalkan kesempatan emas ini untuk mempromosikan Halal Tourism juga,” tegasnya.

Hilda Ansariah Sabri

Hilda Ansariah Sabri, Pendiri, Pemimpin Umum, Pemimpin Redaksi dan pemegang sertifikasi Wartawan Utama Dewan Pers. Saat ini menjabat sebagai Ketua Departemen Pariwisata PWI Pusat ( 2018-2023)