Riset: Solo Traveling Semakin Marak

0
41
Solo traveling (Foto: .civitatis.com)

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Masih banyak persepsi bahwa liburan harus dilakukan bersama-sama. Namun, era sekarang justru konsep solo traveling semakin marak. Berdasarkan riset Klook dan YouGov kepada 2,200 responden Indonesia, disebutkan 79% pernah berlibur sendiri atau sedang mempertimbangkannya.

Terkait demografis umur, 85% dari responden Generasi Z dan 80% dari responden Generasi Y mengatakan sudah pernah berlibur sendiri atau tertarik untuk merencanakan perjalanan solo. Gagasan perjalanan solo lebih menarik untuk orang Indonesia yang lebih muda ketimbang yang lebih tua, dimana hanya 67% dari Generasi X dan 56% dari Baby Boomer tertarik untuk melakukan perjalanan solo.

Walaupun ketertarikan akan liburan solo berbeda di setiap generasi, data dari Klook menunjukkan bahwa “ketakutan akan rasa kesepian” yang menahan kebanyakan dari mereka untuk berlibur solo, dengan hampir 60% dari responden mengindikasikan faktor yang sama.

Ketika berbicara tentang motivasi untuk liburan solo, 62% dari responden Indonesia mengatakan bahwa mereka ingin melepaskan diri dari rutinitas normal atau istirahat dari pekerjaan. Dari data tersebut, 69% responden wanita lebih banyak memilih untuk berlibur solo dengan alasan istirahat dari rutinitas normal.

Berdasarkan perbedaan generasi, 74% dari Generasi X mengindikasikan ingin melepaskan diri dari rutinitas normal mereka. Menariknya, ketika ditanya tentang tren liburan solo dan menghadiahi diri sendiri, mayoritas dari Baby Boomer mengatakan mereka melihat liburan sebagai salah satu cara untuk memberikan hadiah untuk diri sendiri, yang menunjukkan bahwa para pensiunan Indonesia melihat liburan sebagai cara untuk menghabiskan waktu pensiun mereka.

“Sangat menarik melihat keinginan kuat dari berbagai demografi untuk berlibur solo. Menariknya, kami telah mengobservasi adanya perbedaan yang mengejutkan, dimana para wisatawan mencari waktu yang lebih banyak untuk diri sendiri, namun khawatir akan merasa kesepian, yang menghasilkan hubungan love & hate dengan liburan solo,” papar Direktur Pemasaran Regional, Klook Asia Tenggara, Marcos Yong dalam keterangan resminya, Senin (09/12/2019).

Dilanjitkan, banyak orang mengatakan tertarik untuk berlibur solo, namun secara bersamaan, mereka juga memiliki keraguan tentang perasaan merasa kesepian. Faktanya, setengah dari partisipan survei Indonesia yang ingin liburan solo mengatakan ‘ketakutan akan kesepian’ menjadi tantangan terbesar.

Kekhawatiran ini tersebar merata di semua generasi. Sebagai tambahan, 44% mengatakan bahwa keamanan menjadi kekhawatiran terbesar mereka dan 39% mengatakan mereka telah melakukan perencanaan dan pemesanan perjalanan untuk mereka sendiri, sambungnya. (redaksibisniswisata @gmail.com)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.