Resto Peraih Michelin Tawarkan Pengalaman Autentik

0
181
Sajian kuliner by PRU Restoran

BANGKOK, bisniswisata.co.id: Thailand kerap jadi rekomendasi tujuan wisata. Selain keindahan Phuket, juga pantai yang indah, dipadu birunya laut Andaman, jadi magnet tersediri. Namun, apa artinya melancong tanpa mencicip sajian khas di Thailand? Bukan cuma camilan serangga atau teh, Thailand punya segudang bahan utama lokal tak kalah nikmat disantap.

Anda bisa menemukannya di sebuah restoran bernama Pru. Michelin baru saja menyematkan bintang pada restoran tersebut pada November 2018. Restoran ini terletak di resort mewah Trisara. Dibuka pada 2016, restoran dijalankan koki asal Belanda, Jim Ophorst. Nama Pru merupakan kependekan dari plant, raise, understand.

Restoran berkiblat pada rumus 80/20, yakni penggunaan 80 persen bahan lokal dan 20 persen impor. Ophorst dan timnya berfokus pada bahan-bahan di sekitar Andaman, termasuk juga di perkebunan milik resort seluas 16 ribu meter persegi.

“Semuanya tentang asal muasal bahan dan apa yang Thailand harus tunjukkan ke dunia luar. Tapi, tak melulu harus dalam konsep makanan Thailand, tapi Eropa,” ujar Ophorst, melansir CNN, Rabu (9/1/2019).

Bagi Ophorst, menikmati sajian di Pru bukan cuma urusan menikmati kuliner, tapi lebih pada pengalaman autentik, yang belum pernah ditawarkan resto lainnya. “Kami membawa tamu ke dalam sebuah perjalanan,” katanya.

Tak seperti restoran lain yang menyajikan sumber-sumber protein sebagai bahan utama, Pru lebih senang bermain dengan sayuran. Di sana ada menu batang kembang kol yang dimasak dengan mentega cokelat ditambah krim sumsum tulang, jamur, dan bubuk sarden. Lalu ada wortel yang dimasak di tanah asalnya dengan jus wortel fermentasi dan kuning telur dari peternakan.

“Simpel. Apa yang kami lakukan berbeda. Itu bagus karena kami ingin jadi beda. Kami tidak ingin serupa dengan yang lain,” kata Ophorst.

Sejalan dengan resort, komitmen Pru adalah soal keberlanjutan. Managing Director Trisara Resort, Anthony Lark, mengaku percaya kemewahan adalah hasil dari pengalaman, bukan produk. “Ini semua tentang memberikan sesuatu yang lebih dari ekspektasimu,” kata dia. (EP)

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.