Rusmiati Unggulkan 10 Program Kerja Untuk Kembangkan ASITA

0
288

Nunung Rusmiati Ketum ASITA yang baru ( foto : DPP ASITA) 
JAKARTA, bisniswisata.co.id:  Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) Dewan Pimpinan Pusat Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (ASITA) yang diselenggarakan di Hotel Alila 26-28 Februari 2019 resmi mengangkat  Nunung Rusmiati sebagai Ketua Umum ASITA periode 2019-2024.

Organisasi yang di dalam Bahasa Inggris juga dikenal dengan nama Association of the Indonesian Tours and Travel Agencies (ASITA)  ini adalah suatu perkumpulan yang mewadahi pengusaha atau pelaku usaha di bidang jasa perjalanan wisata ( BPW) di Indonesia

“Sedikitnya ada 10 program kerja yang akan kami laksanakan dalam 6 bulan pertama mulai dari pembenahan kantor Seketariat, memberikan laporan Keuangan secara berkala hingga merangkum issue dari anggota ASITA di seluruh Indonesia seperti melambungnya harga tiket pesawat, penurunan komisi, bagasi berlayar dan lainnya,” kata Rusmiati, doktor Komunikasi dari Universitas Sahid ini.

Rusmiati menyadari transportasi adalah faktor yang sangat vital bagi kepariwisataan, penyedia hubungan yang esensial antara asal dan tujuan perjalanan wisata. Bahkan saat ini hubungan itu berlaku dua arah dimana kedua sektor saling mempengaruhi.

Akses transportasi yang baik akan meningkatkan kunjungan wisatawan baik dari dalam maupun luar negri ke kawasan wisata dan obyek wisata yang menarik juga akan meningkatkan jumlah perjalanan.

Dalam Munaslub yang berlangsung semalam, Nunung Rusmiati yang sebelumnya menjabat sebagai Sekjen DPP ASITA meraih dukungan suara sebanyak 79 suara, dan Hasiyanna S Ashadi dari Ketua DPD DKI Jakarta dengan suara sebanyak 65 suara dari 144 hak suara yang sah.

Dengan terpilihnya Ketua Umum baru tersebut program kerja nyata yang segera diwujudkannya adalah meningkatkan kemampuan online system yang berdaya saing. Dia juga akan membangun multiple system seperti website dan email.

Tentunya agar travel agent konvensional dapat meningkatkan kesejahteraan anggota dan menyelaraskan program pemerintah dalam mendatangkan kunjungan wistawan mancanegara sebesar 20 juta hingga 2019.

ASITA sudah eksis selama 48 tahun dinegri ini sejak terbentuk  pada 1971 dengan jumlah anggota mencapai 7.000 yang tersebar di 34 DPD dengan 10 persen perusahaan besar, 20 persen usaha menengah dan 70 persen kelas usaha mikro kecil menengah.

Melalui kepemimpinan baru ini dan pembenahan AD/RT maka ASITA harus berbenah dalam menghadapi berbagai tantangan termasuk di era distrupsi /digitalisasi di tengah bermunculannya online travel agent (OTA) nasional maupun global, seperti Traveloka, Tiket.com, AirBnB, Nusatrip.

Keberadaan OTA dengan modal besar ini telah menggerus pangsa pasar bisnis travel konvensional. Bahkan dari sisi penghasilan anjlok hingga 70%-80% setelah perusahaan penerbangan ramai-ramai menaikkan tiket pesawat sedangkan daya beli turun.

“Ke depan ASITA harus meningkatkan kerjasama dan sinergi dengan asosiasi dan industri pariwisata lainnya seperti airlines dan asosiasi pariwisata lainnya menjadi Prioritas kami,” kata Rusmiati yang juga CEO Patih Indo Permai, travel agent yang juga penyelenggara Haji Dan umroh.

Dia juga berjanji akan menyelesaikan persoalan dengan Menteri Keuangan Dan BPK, meningkatkan hubungan dengan DPR-RI dan dalam waktu satu tahun ada kegiatan ASITA Travel Fair yang mampu menyatukan seluruh industri pariwisata untuk membuat produk wisata dalam menjaring kunjungan wisatawan baik di dalam maupun dari luar negri.

Sebelumnya kandidat Ketum ASITA yang dipilih oleh para anggota lainnya adalah Dra. Hasiyanna S. Ashadi, MM. Dia dinilai memiliki kemampuan dan layak untuk memimpin ASITA empat tahun kedepan, namun suara sebanyak jatuh pada Rusmiati.

Selain  sosoknya  yang transparan, jujur Dan sederhana, Hasiyanna teruji memiliki integritas tinggi dalam mengelola asosiasi secara terbuka dan tidak berbisnis di ASITA. Beliau juga teruji mempunyai leadership yang tinggi, berpengalaman, mandiri dan pemain inbound besar terutama mendatangkan wisatawan dari pasar Eropa Timur Dan Timur Tengah ke Bali.

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.