PWI: Tema Hari Pariwisata Dunia Sesuai Visi Presiden RI di RPJMN 2020-2024

0
22

Ketua PWI Pusat Atal Depari & istri, Indah Kirana di Desa Alalak, berjarak sekitar 15 menit perjalanan darat dari Kota Banjarmasin. ( Foto: Dok. PWI)

JAKARTA, bisniswisata.co.id : Ketua Umum Persatuan Wartawan Indonesia ( PWI), Atal S Depari meminta kalangan Pentahelix untuk fokus pada pengembangan desa wisata sesuai dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN)  2020-2024.

“Fokus pada pengembangan desa wisata adalah penjabaran dari visi, misi dan program Presiden Joko Widodo yang penyusunannya berpedoman pada RPJPN 2020-2024,” ujarnya, hari ini

Intinya memuat strategi pembangunan Nasional, kebijakan umum, program Kementerian/Lembaga dan lintas Kementerian/Lembaga, kewilayahan dan lintas kewilayahan,  tambahnya.

Untuk itu pentahelix yang terdiri dari unsur pemerintah, masyarakat atau komunitas, akademisi, pengusaha, dan media bersatu membangun kebersamaan dalam pembangunan pariwisata di tanah air, jelas Atal.

Hari Pariwisata Dunia yang jatuh setiap 27 September tahun ini juga memberikan perhatian pada desa wisata dengan tema Tourism and Rural Development.

” Visi pengembangan pariwisata dari Bapak Presiden RI sudah in line dengan visi  Badan Pariwisata Dunia (UNWTO), di bawah PBB. Oleh karena itu  mari membantu pariwisata pedesaan untuk ketahanan ekonomi rakyat,” kata Atal.

Kolaborasi yang baik dalam pengembangan  desa wisata akan meningkatkan  dampak positif pada penduduk lokal sesuai harapan Presiden Jokowi untuk menggerakan ekonomi pedesaan, tambahnya.

Ketua Departemen Pariwisata PWI Pusat, Hilda Ansariah Sabri mengatakan di Indonesia sedikitnya ada 1700 desa wisata dimana 50% masih terpusat di Jawa dan Bali. Namun dengan adanya 10 Destinasi Prioritas maka penyebaran desa wisata akan merata.

10 destinasi yang ditargetkan jadi ‘Bali Baru ‘ itu dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN)  2020-2024 akan dikuatkan dengan desa-desa wisata sekitarnya,” kata Hilda.

Ke 10 destinasi wisata itu adalah  Danau Toba di Sumatera Utara, Tanjung Kelayang di Kepulauan Bangka Belitung, Tanjung Lesung di Banten, Kepulauan Seribu di Jakarta, Borobudur di Jawa Tengah, Bromo Tengger Semeru di Jawa Timur, Mandalika di Nusa Tenggara Barat, Labuan Bajo di Nusa Tenggara Timur, Wakatobi di Sulawesi Tenggara, dan Morotai di Maluku Utara.

Pariwisata membantu masyarakat pedesaan mempertahankan warisan alam dan budaya mereka yang unik, mendukung proyek konservasi, termasuk melindungi spesies yang terancam punah, tradisi atau rasa yang hilang.

Oleh karena itu peranan Pentahelix terutama swasta untuk mengembangkan desa-desa wisata dimana usaha mereka berada sebagai bagian dari Corporate Social Responsibility ( CSR) sangat dibutuhkan.

” Departemen Pariwisata PWI Pusat periode 2018-2023 dalam program kerja memang fokus pada pengembangan desa-desa wisata dan menggandeng para stakeholder serta Ketua PWI di daerah menjadi motor penggerak perekonomian desa,” ungkapnya.

.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.