Presiden Jokowi Buka Kongres ke 24 PWI di Solo

0
154

Ketum PWI Margiono ( kanan) mendampingi Presiden Jokowi berkelilng menyapa peserta Kongres ke 24 PWI ( Foto: HSS)

SOLO, bisniswisata.co.id: – Presiden Joko Widodo mengingatkan fungsi strategis  Persatuan Wartawan Indonesia ( PWI) dan media dalam mencetak wartawan profesional yang dapat meredam penyebaran hoaks dan memberikan berita-berita positif bagi kesatuan masyarakat apalagi menghadapi Pilpres mendatang.

“Peran wartawan sangat penting untuk menyajikan berita yang sesuai fakta kepada masyarakat,” ujarnya saat secara resmi membuka kongres ke XXIV Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) yang diselenggarakan di The Sunan Hotel, Solo, Jumat sore

Dalam kongres mengambil tema Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Menegakkan Pers Kebangsaan yang Independen, Profesional dan Berintegritas, Presiden Jokowi mengatakan kepada seluruh anggota PWI yang hadir agar bisa menyampaikan berita atau pesan yang benar sesuai fakta yang ada.

“Peran penting media sangat besar dalam menyampaikan informasi yang kredibel dan berkualitas.
Dampak dari digital disruption, masyarakat harus memilik literasi media yang kredibel. Harus bisa membedakan apakah itu fitnah, provokasi atau kririk,” tandasnya.

Menurutnya, PWI memiliki peran besar dalam sejarah jurnalisme di Indonesia. Kebebasan pers jadi peran utama dan dilindungi undang-undang. “Jangan ada yang menghalangi kerja jurnalis,” ungkap Jokowi.

Dia mengakui adanya media sosial berita palsu atau hoax semakin merajalela. Bahkan kondisi ini tidak hanya terjadi di tanah air, melainkan juga banyak terjadi di negara lain. Saat bertemu dengan pemimpin negara lain masalah ini menjadi perhatian bersama.

“Dengan hadirnya Medsos, setiap warga bisa menjadi wartawan bahkan Pemred. Kemudian muncul hoax, berita bohong, palsu dan ini tidak hanya di Indonesia, terjadi di Malaysia, Timur Tengah dan negara lainnya,” ujarJokowi.

Berita hoax ini, lanjutnya,  seringkali dilakukan oleh media abal-abal yang tidak jelas. Kemudian berita tersebut disebarkan secara berantai. Salah satunya melalui grup WhatsApp dan hal tersebut bisa mempengaruhi persepsi seseorang.

Terlebih, dalam penyebaran berita bohong tersebut kadang dicantumkan situs dari media yang terpercaya sehingga, membuat pembacanya semakin yakin bahwa berita hoax tersebut benar.

“Dan ini kan ada kepentingan tertentu, yaitu kepentingan politik yang sangat kuat. Untuk mempengaruhi persepsi pembaca. Tujuan dengan kepentingan politiknya. Banyaknya hoax ini adalah kesempatan menunjukkan pentingnya PWI, media memberikan informasi yang benar,” ucapnya.

Presiden Jokowi menyapa peserta dan foto bersama Ketua Panitia Kongres PWI ke 24, Rita Sri Hastuti ( kanan), yang juga Wakil Pemimpin Umum bisniswisata.co.id

Presiden Jokowi yang tiba ditempat acara langsung berkeliling, menyalami para utysan daerah dan berselfie menambahkan bahwa sejak dulu masih jadi Walikota Solo hingga masuk Jakarta menjadi Gubernur dan Presiden nara sumbernya justru dari kalangan wartawan.

“Wartawan merupakan sahabat yang bisa diajak berdiskusi dan bertukar fikiran terutama masalah isu kekinian. Jadi mari ikut menjaga bangsa negara Indonesia dan sejak dulu sata terbuka dengan kritik dan saran,” kata Presiden Jokowi.

Negara ini, tambahnya, semakin membutuhkan media yang menyajikan berita berkualitas. Sesuai dengan kaidah jurnalisme dan dari satu artikelpun bisa menentukan masa depan bangsa.

Hal ini karena berita bisa mempengaruhi persepsi masyarakat. Bahwa kekuatan besar yang dimiliki perlu disertai dengan tanggungjawab besar. Hal Ini menjadi tanggungjawab besar wartawan maupun tanggungjawab  PWI.

Peran penting PWI adalah dalam memberikan panduan agar media bisa membedakan antara yang benar dan yang salah, asli dan palsu. Antara ujaran dan kebenaran,” tegasnya.

Sementara itu Ketua Umum PWI Margiono mengatakan bahwa baru kali inilah Kongres PWI dihadiri oleh seorang presiden sejak lahirnya organisasi profesi ini pada tahun 1946 di kota Solo.

Di hadapan Jokowi dan undangan lainnya a.l Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo dan Menkominfo Rudiantara, Ketum menjelaskan rangkaian acara dan Sarasehan sebelumnya Nasional bersama Ganjar Pranowo, Ketua GAPKI Joko Supriyono dan Helmy Yahya, Dirut TVRI.

“Pak Presiden , Kami juga minta  pada Gubernur Jateng untuk merevitalisasi gedung Museum Pers Nasional tempat lahirnya PWI agar tetap lestari dan menjadi tempat melahirkan jurnalis profesional dari generasi ke generasi,” tutup Margiono.

 

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.