DESTINASI EVENT INTERNATIONAL

Pameran Perjalanan Ramah Muslim Pertama di Indonesia Soroti Pasar Pariwisata Halal yang Berkembang

Pauline Soeharno ( ketiga dari kanan) saat pemnukaan Astindo Muslim Friendly 2025.

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Astindo Muslim-Friendly Travel Fair 2025 adalah pameran pertama yang memenuhi kebutuhan wisatawan Muslim yang bepergian ke seluruh dunia.

Pauline Suharno, Presiden ASTINDO, mengindikasikan bahwa pameran ini adalah respons terhadap permintaan dari pelancong Muslim Indonesia dan meningkatnya kesediaan dunia untuk menyambut pasar ini.

“Wisatawan Muslim semakin mencari tempat untuk bepergian yang sensitif terhadap budaya dan agama, dan kami ingin memastikan bahwa tempat domestik maupun asing siap melayani wisatawan Muslim, bersama dengan Mitra Global.” ujarnya.

Dilansir dari travelandtourworld.com, Astindo Muslim-Friendly Travel Fair yang berlangsung di mal Kota Kasablanka, Jakarta Selatan, 21-23 Novembet lalu menampilkan Tourism board global dan perusahaan perjalanan memamerkan inisiatif mereka untuk menyambut wisatawan Muslim.

Dubai, Kuala Lumpur, dan Kairo membahas pengalaman mereka dan kebutuhan untuk menyediakan perjalanan ramah Muslim. Beberapa rantai hotel internasional dan peserta, seperti maskapai penerbangan yang menawarkan makanan halal, dan hotel yang menawarkan fasilitas shalat dan makanan halal.

Masa Depan Perjalanan Ramah Muslim di Indonesia

Karena Indonesia memiliki banyak pelancong Muslim internasional dan domestik, terjadi pertumbuhan di pasar perjalanan Muslim Indonesia.

Keberhasilan ASTINDO Muslim-Friendly Travel Fair 2025 menunjukkan posisi Indonesia yang layak di pasar halal.
Pameran ini menunjukkan kepada peserta dan bisnis perjalanan lokal potensi pasar yang belum dimanfaatkan ini.

Meningkatnya jumlah pelancong Muslim yang mencari destinasi yang menghormati praktik keagamaan mereka menunjukkan bahwa kebutuhan akan perjalanan/akomodasi yang inklusif dan penuh hormat menjadi lebih penting.

Melihat ke Depan

ASTINDO Muslim-Friendly Travel Fair mempromosikan produk dan layanan pariwisata halal ke bisnis dan destinasi dengan meningkatnya jumlah pelancong Muslim.

Pameran ini diharapkan menjadi acara tahunan. Industri pariwisata melihat banyak peluang baru karena ASTINDO Muslim-Friendly Travel Fair membantu wisatawan Muslim sementara pariwisata secara keseluruhan menjadi lebih inklusif.

Mengingat ekspansi pasar perjalanan Muslim di seluruh dunia, ASTINDO Muslim-Friendly Travel Fair 2025 mewakili tonggak penting dalam transisi ini karena meletakkan dasar untuk pengalaman perjalanan yang lebih komprehensif dan kolaborasi internasional untuk melayani berbagai persyaratan pelancong Muslim.

Pameran ini merupakan respons terhadap fenomena global yang menggabungkan fokus khusus pada pariwisata inklusif dan diposisikan untuk mewakili Segmen Perjalanan Muslim utama.

Pameran ini mewakili semakin banyaknya agen perjalanan dan penyedia layanan yang berkomitmen pada Muslim-Friendly Travel & Tourism (Perjalanan & Pariwisata Ramah Muslim).

Ada kebutuhan untuk menginformasikan wisatawan Muslim tentang semua pilihan perjalanan yang tersedia yang secara selektif menggabungkan makanan halal, akomodasi, shalat, dan mematuhi panduan Islam yang ditetapkan.

Pada tahun 2023, lebih banyak destinasi yang dikunjungi oleh lebih banyak Muslim. Jumlah destinasi yang melayani Muslim semakin meningkat.

Hal ini semakin dibuktikan oleh GMTI (Global Muslim Travel Index), yang berkembang untuk mengakomodasi Muslim yang bepergian ke seluruh dunia. Ini sangat jelas terlihat pada destinasi, baik yang mayoritas Muslim maupun yang tidak.

Partisipasi Global & Acara

Pada ASTINDO Muslim-Friendly Travel Fair 2025, peserta pameran dari Timur Tengah, Asia Tenggara, dan Eropa, serta banyak wilayah lainnya, presentasikan berbagai produk pariwisata halal.

Agen perjalanan memperoleh peluang luar biasa untuk berinteraksi dengan mitra asing guna membangun bisnis dan merancang rencana baru untuk memenuhi permintaan pariwisata dan perjalanan ramah Muslim.

Malaysia, Turki, UEA, dan Arab Saudi memfokuskan iklan mereka dan memamerkan tourism board dan layanan mereka untuk klien Muslim. Bahkan Jepang, Korea Selatan, dan Australia, yang bukan negara mayoritas Muslim, juga fokus pada layanan pariwisata mereka untuk klien Muslim.

Inklusivitas terhadap negara-negara non-mayoritas Muslim, adalah cerminan dari tren terbaru dalam pariwisata global; negara-negara kini menyediakan makanan halal, masjid, dan ruang shalat di destinasi wisata populer, hotel, dan tempat utama lainnya.

Kontribusi Indonesia dalam Pasar Perjalanan Muslim

Dalam pengembangan perjalanan dan pariwisata ramah Muslim, Indonesia, negara Muslim terpadat di dunia, memegang posisi penting. Menurut pameran ASTINDO, permintaan untuk layanan yang mengatasi kebutuhan agama dan budaya para pelancong meningkat seiring wisatawan Indonesia mencari destinasi yang menyediakan hal tersebut.

Bali, Yogyakarta, dan Lombok terletak di Indonesia, yang memiliki beberapa tempat yang mengakomodasi kebutuhan wisatawan Muslim.

Pameran ini memamerkan potensi dalam pariwisata yang disesuaikan untuk pelancong Muslim Indonesia. Agen perjalanan di Indonesia memprioritaskan promosi pariwisata halal yang bertujuan untuk melayani kebutuhan wisatawan Muslim melalui penawaran yang sesuai dengan agama.

Ini termasuk kunjungan ke masjid, tur makanan halal, dan akomodasi di hotel yang ramah salat, dengan kolam renang khusus untuk wanita, dan ruang salat.

Promosi Dukungan untuk Ekspansi Pariwisata Halal

Tantangan dan peluang dalam segmen pariwisata halal dipresentasikan dalam pameran. Para peserta dalam industri perjalanan dan ahli di bidang perjalanan memeriksa beberapa isu penting, seperti memastikan kualitas produk perjalanan halal dan sertifikasi yang tepat, serta promosikan kesadaran dan kepercayaan di kalangan wisatawan Muslim.

Hilda Ansariah Sabri

Pendiri, Pemimpin Umum, Pemimpin Redaksi dan pemegang sertifikasi Wartawan Utama Dewan Pers dan Ketua Departemen Pariwisata PWI Pusat (2018-2023)