Cultural Breakthrough of the Year untuk KBRI Moskow

this formate

MOSKOW, bisniswisata.co.id:KBRI Moskow menerima penghargaan Cultural Breakthrough of the Year pada penganugerahan 3rd Annual Golden Dragon Award yang diselenggarakan oleh the Russian-Asian Union of Industrialists and Entrepreneurs (RAUIE) di Moskow.

 Penghargaan tersebut diserahkan kepada KBRI Moskow oleh Presiden RAUIE, Vitaly Mankevich, pada Malam Gala Summing up of the Year of Russian-Asian Cooperation-2019. Menurut Vitaly, KBRI Moskow adalah Kedutaan asing yang aktif menyelenggarakan kegiatan budaya di Rusia.

KBRI Moskow,  satu-satunya Kedutaan Besar di Rusia menerima penghargaan di bidang budaya. Pada Malam Gala tersebut, KBRI Moskow juga mempersembahkan Tari Cendrawasih dari Bali oleh tim kesenian binaan KBRI Moskow, Kirana Nusantara Dance.

KBRI Moskow gencar menyelenggarakan berbagai kegiatan budaya di Rusia sejak 2016 untuk lebih mempromosikan Indonesia di Rusia. Kegiatan budaya tidak hanya di Moskow, tetapi juga di sejumlah kota lainnya, seperti Korolyov, St Petersburg, Suzdal, Kaliningrad, Tomsk, Ivanovo dan Kazan.

Salah satu kegiatan terbesar yang diselenggarakan KBRI Moskow adalah Festival Indonesia yang mulai tahun 2016 dan tahun ini merupakan Festival ke-4 kalinya. Berbagai sajian budaya Indonesia dipersembahkan dalam Festival tersebut, seperti membatik, kuliner, peragaan busana, pencak silat, tarian, alat musik, wayang kulit, dan pameran produk-produk Indonesia.  Festival tersebut dikunjungi 117.669 orang dan merupakan kegiatan terbesar yang diselenggarakan perwakilan asing di Rusia.

Malam Gala dihadiri oleh para pengusaha dan asosiasi perusahaan dari Rusia dan sejumlah negara Asia, pejabat pemerintah Rusia, perwakilan berbagai wilayah Rusia, dan Duta Besar atau perwakilan sejumlah Kedutaan negara Asia di Rusia, seperti Indonesia, Filipina, Tiongkok, dan Kamboja.

Hadir dalam pertemuan tersebut Duta Besar Republik Indonesia untuk Federasi Rusia merangkap Republik Belarus, M. Wahid Supriyadi, didampingi Sekretaris Pertama Penerangan dan Sosial Budaya, Enjay Diana, dan Sekretaris Pertama Ekonomi, Cahya Sumaningsih.

 Dubes Wahid menyampaikan bahwa banyak potensi kerja sama Indonesia dengan Rusia yang dapat dikembangkan, khususnya di bidang ekonomi, perdagangan dan pariwisata. Penyelenggaraan empat kali Festival Indonesia di Moskow telah memberikan dampak positif pada peningkatan hubungan Indonesia dengan Rusia.

 “Saya berharap pengembangan kerja sama antara RAUIE dengan KBRI Moskow dapat lebih meningkatkan volume perdagangan yang tahun lalu mencapai US$ 2,55 milyar,” kata Dubes Wahid.

RAUIE adalah asosiasi bisnis yang menangani program-program perdagangan, ekonomi, investasi dan kerja sama kemanusiaan antara lembaga negara, bisnis, dan publik di Rusia dan negara-negara Asia. RAUIE mendukung pemerintah Rusia dalam menerapkan kebijakan pengembangan kerja sama dengan negara-negara Asia. *

Tak Sempat ke Bandung, di Bali ada Gerai Produk Unggulannya

this formate

KUTA, bisniswisdata.co.id: DEWAN Kerajinan Nasional Daerah Provinsi Jawa Barat kini mengembangkan pasar produk UKM binaannya dengan membuka gerai di Pusat Oleh-Oleh The Keranjang, Bali. Gerai Dekranasda Jabar  yang berada di lantai dua The Keranjang tersebut, menyediakan beragam produk handicraf, suvenir khas Jawa Barat, juga baju-baju dengan batik dari daerah Periangan.

Gerai produk unggulan Jabar tersebut diresmikan Ketua Dekranasda Jabar Atalia Praratya Kamil, didampingi Wakil Ketua Dekranasda Jabar Lina Ruzhan, owner The Keranjang Ibnu Riyanto berserta isterinya Sally Geovani dan pejabat dari Pemda Jawa Barat, Selasa, 17/12/19. The Keranjang terletak di Jl. By Pass Ngurah Rai No.97, Kuta, Kabupaten Badung, Bali.

Arifin Sujayana, Ketua Harian Dekranasda Jabar, mengatakan pembukaan gerai Dekranasda Jabar di Bali ini merupakan jawaban dari tantangan yang disampaikan Gubernur Jawar Ridwan Kamil bahwa produk Dekranasda jangan hanya jago kandang.

Ketua Dekranasda Jabar Atalia Praratya Kamil bersama Wakilnya Lina Ruzhan, didampingi Ketua Harian Dekranasda Jabar Arifin, dan pemilik pusat oleh- oleh saat menggunting pita peresmian gerai produk-produk unggulan Dekranasda Jabar di The Keranjang, Bali. @ Bunda Yoely

“Kami berharap dengan pembukaan gerai Dekranasda Jabar di The Keranjang ini bisa meningkatkan penjualan produk-produk unggulan UKM Jawa Barat, sehingga para usaha kecil dan menengah binaan Dekranasda Jabar juga bisa terangkat,” kata Arifin.

Produk yang dijual di The Keranjang ini merupakan produk unggulan dari seluruh penjuru Jawa Barat yang telah dikurasi sesuai dengan kebutuhan market di Bali. Diantaranya fashion seperti batik, tenun, bordir, aksesoris, perhiasan dan juga craft lainnya, dengan cakupan harga mulai dari Rp15.000-Rp500.000.

Dibukanya toko Di Pulau Dewata ini merupakan amanat dari Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil saat pelantikan Ketua Dekranasda Kota Bogor, Dekranasda Kabupaten Garut dan Dekranasda Kabupaten Ciamis pada April lalu di Gedung Sate Bandung, agar Jawa Barat dapat memperluas potensi pasarnya, bukan hanya di wilayah sendiri tapi juga di luar negeri, dan juga di pusat turisme Indonesia, yaitu Bali.

Dipilihnya di The Keranjang selain karena lokasinya strategis, juga karena tempat ini menawarkan pengalaman berbelanja yang berbeda. Dengan tagline “Bali dalam satu keranjang”, The Keranjang menghadirkan puluhan objek wisata di Bali dalam satu lokasi. (bundayoely@gmail.com)

Rute Baru Singapore Airlines Terbangi Langit Brussels

this formate

SINGAPURA, bisniswisata.co.id: Brussels menjadi destinasi Eropa terbaru dalam jaringan rute Singapore Airlines (SIA) tahun depan, bersamaan dengan perkenalan penerbangan non-stop dari Singapura menuju ibu kota Belgia. Penerbangan perdana akan diluncurkan pada tanggal 25 Oktober 2020.

Bila perubahan ini disetujui oleh regulator, penerbangan SQ304 akan berangkat dari Singapura setiap hari Rabu, Kamis, Jumat, dan Minggu pukul 23.55 (waktu setempat). Penerbangan kembali, dioperasikan sebagai SQ303, akan berangkat dari Brussels setiap hari Senin, Kamis, Jumat, dan Sabtu pukul 11.20 (waktu setempat). SIA akan mengoperasikan Airbus A350-900 pada penerbangan ini.

“Kami senang dapat meluncurkan layanan menuju Brussels – kota yang menjadi pusat ekonomi dan politik penting di Eropa. Layanan ini juga merupakan komitmen SIA untuk senantiasa memperluas jangkauan jaringan penerbangan kami dan memberi pengalaman perjalanan yang lebih ideal kepada para pelanggan,” ungkap Senior Vice President Marketing Planning SIA, Tan Kai Ping dalam keterangan resminya, Selasa (17/12/2019).

Sebagai ibu kota Belgia, Brussels merupakan rumah bagi Uni Eropa (UE) juga dijuluki sebagai ibu kota UE. Kota ini merupakan wilayah terpadat di Belgia dengan nilai Produk Domestik Bruto (PDB) per kapita tertinggi. Selain itu, sekretariat Benelux dan markas besar North Atlantic Treaty Organization (NATO) juga berlokasi di kota ini.

Lokasi geografisnya yang unik menjadikan Brussels sebagai pusat yang ideal untuk lalu lintas kereta api, jalan, dan udara, sehingga mendapatkan julukan “The Crossroads of Europe” untuk kota ini. Pengenalan rute baru ini memungkinkan SIA untuk meningkatkan koneksi Benelux menuju Singapura dengan penerbangan non-stop dari Amsterdam, Dusseldorf, dan Brussels.

Tiket untuk penerbangan menuju Brussels terbaru akan tersedia untuk dijual melalui berbagai kanal distribusi mulai tanggal 17 Desember 2019. Jadwal Penerbangan dengan Nomor Penerbangan SQ304, Singapura – Brussels yang terbang setiap Rabu, Kamis, Jumat, Minggu dengan jadwal pemberangkatan pukul
23.55 waktu setempat.

Sementara Jadwal Penerbangan dengan Nomor Penerbangan SQ303, Brussels-Singapura yang terbang setiap Senin, Kamis, Jumat dan Sabtu dengan jadwal pemberangkatan pukul 06.55 waktu setempat. (*)

Pevita Pearce Berburu Kuliner Yogyakarta

this formate

YOGYAKARTA, bisniswisata.co.id: Nggak bisa dipungkiri, Yogyakarta memiliki banyak tempat wisata sejarah, budaya, alam, wisata buatan bahkan kuliner yang menggugah selera. Karenanya, banyak wisatawan lokal hingga global mengunjungi Kota Gudeg. Satu diantaranya, aktris dan pemain film Indonesia berdarah Banjar dan Wales Inggris, Pevita Pearce. Dara kelahiran Jakarta 6 Oktober 1992 datang ke Yogyakarta untuk “memburu” kuliner khas Yogya,

“Why I love Jogja… (Mengapa aku mencintaimu Jogja),” tulis Pevita Pearce di keterangan foto Instagramnya @pevpearce yang memiliki 12,2 juta followers dan 750 following.

Pevita membagikan beberapa foto saat sedang menyantap beberapa makanan di Yogyakarta. Ia terlihat sangat menikmati makanan yang disajikan. Tak sedikit warganet yang memuji kecantikan Pevita, banyak pula yang merekomendasikan makanan lain. “Cobain saoto bathok mbah katro pev.. deket candi sambisari kalasan,” kata @laurensiusfajar.

Ada empat kuliner kesukaanya seperti Bakmi Jowo. Pemain film Gundala ini, sempat menikmati sepiring bakmi Jowo Mbah Gito. Dengan mengenakan kaus kuning polos dan rambutnya yang terurai Pevita tersenyum manis menikamti bakmi Jowo dengan segelas es teh.

Kuliner lainnya. Gudeg. di unggahan berikutnya, Pevita Pearce mendatangi rumah makan lainnya. Ia menyantap gudeg, pakai nasi dan kerupuk putih. Pemeran Sebelum Iblis Menjemput ini tampil simpel mengenakan kaus hitam dan rambut yang dikuncir.

Juga Dawet. dalam foto lainnya Pevita mengenakan kaus kuning dan sunglasses mencicipi es dawet yang berada di depan Kotagede. Pevita mengatakan resep es dawet ini sudah 45 tahun dengan rasa yang nikmat.

Terakhir Pisang goreng. Masih di kota yang sama, Nominasi Aktris Terbaik FFI 2008 dalam film Lost in Love juga memamerkan foto sepiring pisang goreng. Dengan latar kebun jagung dan suasana pedesaan yang asri, Pevita sangat menikmati camilan ini.

Artis cantik bertubuh atletis ini dikenal dengan kepiawaiannya saat berakting. Deretan film yang membuat namanya kian menjadi sorotan di antaranya adalah 5 cm, Sebelum Iblis Menjemput, hingga Tenggelamnya Kapal van der Wijck. (*)

17 – 19 Desember 2019, Festival Maradika Mamuju

this formate

MAMUJU, bisniswisata.co.id: Sebanyak 93 raja atau perwakilan dari berbagai kerajaan di Indonesia turut menyaksikan prosesi “Masossor Manurung” atau pencucian keris pusaka yang digelar pada rangkaian Festival Maradika Mamuju 2019. Prosesi Masossor Manurung digelar mulai 17 dan 19 Desember 2019, yang dipusatkan di lima tempat. Diantaranya Anjungan Pantai Manakarra, Rumah Adat Mamuju, Kemudian Hotel Maleo Town Square, Grand Hotel Maleo dan Pulau Karampuang.

Masossor/Manossor Manurung adalah ritual pencucian keris yang dilakukan oleh kerajaan Mamuju. Keris pusaka yang dibersihkan dalam upacara dari Kerajaan Badung, Bali. Rangkaian tradisi tersebut dilakukan setiap dua tahun sekali di kabupaten Mamuju, Provinsi Sulawesi Barat.

Tradisi pembersihan keris merupakan peninggalan dari hubungan Kerajaan Mamuju dan Badung, Bali di masa lampau. Pengertian Masossor Manurung dari kata Masossor berarti penyucian atau pembersihan dan Manurung berarti benda kerajaan. Ritual Masossor Manurung tak hanya dilakukan orang Mamuju namun juga masyarakat Bali yang tinggal di lokasi itu, dengan ritual khas dari Bali. Hal itu dilatarbelakangi hubungan keduanya yang terjalin pada 1500 Masehi.

Menurut legenda, masa itu seorang putra mahkota Mamuju bernama Pattulawalu yang merupakan anak dari Raja Tommejammeng menikahi putri dari Raja Badung, Bali. Pernikahan pasangan tersebut dikaruniai seorang putra yang memiliki kembaran sebuah keris. Benda yang dianggap sebagai kembaran sang putra tersebut kemudian dinamakan Manurung.

Keris tersebut menjadi sebuah benda penghormatan dan tanda ikatan atas kedua kerjaan. Tak hanya menjadi benda pusaka, keris itu juga memiliki panggilan khusus yaitu Maradika Tammakkana-kana yang berarti raja yang tidak berbicara.

Dalam melakukan pembersihan dari keris pusakanya ada beberapa pihak yang hadir dan memiliki hak untuk ikut melakukan prosesi tersebut. Pertama adalah kehadiran Maradika atau raja dari Mamuju, selanjutnya adalah kehadiran Galaggar Pitu yang merupakan pemangku adat kawasan setempat. Tak hanya pihak kerajaan Mamuju pihak dari kerajaan Badung pun kerap hadir dalam acara tersebut.

Tradisi Masossor Manurung sendiri dipercaya memiliki kesaktian yang dapat memberikan berkat pada masyarakat. Mulanya tradisi tersebut dilakukan saat masyarakat Mamuju mengalami masa sulit yaitu kekeringan. Hal tersebut mendorong raja untuk memerintahkan Galaggar Pitu agar memandikan dan mensucikan keris pusaka kerajaan.

Setelah melakukan pembersihan, air hasil cuci keris tersebut coba untuk disebar ke kebun, sawah dan laut. Penyebaran air tersebut akhirnya meredakan kekeringan yang terjadi pada rakyat setempat. Karena kemunculannya yang bersamaan dengan putra makhota terdahulu Kerajaan Mamuju, umur keris pusaka tersebut saat ini juga mencapai ratusan tahun. Perlu dilakukan upaya untuk terus menjaga dan melestarikan keberadaan dan tradisinya.

Raja Mamuju H Andi Maksum Dai, menyampaikan apresiasinya kepada panitia yang telah bekerja keras dalam mempersiapkan kegiatan pencucian pusaka itu sehingga terkesan cukup sakral dan sukses. Prosesi pencucian keris pusaka itu disaksikan langsung 93 kerajaan se-nusantara. “Banyak raja yang menyaksikan ini dan menyampaikan ke saya bahwa ini sudah sangat baik. Jadi tentu kita bersyukur kalau semua merasa begitu,” kata Pue Andi Maksum Dai.

Jalannya prosesi pencucian keris pusaka yang diyakini adalah kembaran dari raja pertama Mamuju bernama Lasalaga tersebut semakin hikmad dengan perpaduan prosesi adat dari Kerajaan Bali. Prosesi itu memberikan nuansa etnik yang sangat kental antara dua kerajaan, yakni Bali dan Mamuju yang diceritakan memiliki ikatan pertautan.

Bupati Mamuju Habsi Wahid mengatakan, Festival Maradika Mamuju merupakan kegiatan yang pertama kali dilaksanakan dengan skala nasional, sehingga menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat di daerah itu. Diharapkan, Festival Maradika Mamuju dapat menjadi media pemersatu semua kerajaan dan keraton se-nusantara. Juga sebagai sarana promosi terhadap kekayaan budaya dari setiap daerah.

Selain Masossor Manurung, pada hari pertama Festival Maradika Mamuju akan dilanjutkan dengan karnaval budaya dan Mamuju Fashion karnaval serta pameran pasar budaya. Hari kedua akan dilakukan visit Karampuang, musyawarah agung “Sitammu Uju” serta pemberian penghargaan dari Raja Mamuju kepada Bupati, Wakil Bupati dan Ketua DPRD Mamuju.

Inilah jadwal festival. Selasa 17 Desember Pukul 08.00 – 12.00 Wita akan digelar ritual adat Massossor Manurung (pencucian benda pusaka kerajaan Mamuju) yang akan diawal dengan tarian Pattu’du di Rumah Adat Mamuju dihadiri seluruh tamu kerajaan dan para undangan dari jajaran Pemda dan Muspida.

Usai ritual adat Massossor Manurung. Pukul 14.00 – 16.00 Wita dilanjutkan dengan Kirab Budaya dan Mamuju Fashion Carnaval dari Rumah Adat menuju Anjungan Pantai Manakarra Jl Yos Sudarso, Kelurahan Binanga.

Setelah karnaval dilanjutkan Pembukaan Festival Maradika Nusantara dan Pasar Budaya di Anjungan Pukul 16.00-18.00 Wita. Kemudian dilanjutkan pesta seni yang akan menampilan kreasi tradisional, musik dan peragaan busana krasi tenun khas Mamuju.

Rabu 18 Desember Pukul 08.16.30 Wita tour wisata Pulau Karampuang. Para tamu kerajaan akan berangkat dari Pelabuhan TPI menuju Pulau Karampuang menggunakan Kapal Rakyat.

Di Pulau Karampuang, sejumlah rangkaian acara akan dilaksanakan. Diantaranya penurunan rumah ikan oleh ketua Forum Silaturahim Keraton Nusantara Sultan dan Majelis Adat Keraton Nusantara dari Kesultanan Surakarta.

Pukul 19.30-22.30 Wita akan dilangsungkan acara inti, musyawarah agung “Sitammu Uju'” di Ballroom Grand Maleo Hotel Mamuju Jl Yos Sudarso yang akan diawali laporan ketua panitia dan sambutan selamat data Raja Mamuju H Andi Maksum Dai.

Kamis 19 Desember Pukul 08.00 – 09.00 Wita, para tamu chek out, rombongan tamu VIP diantara menuju Bandara Tampa Padang Mamuju untuk kembali ke daerah masing-masing. (*)

2020, Banper Bekraf Sasar 5 Destinasi Wisata Super Prioritas

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Tahun 2020, bantuan pemerintah (Banper) Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) akan menyasar pelaku ekonomi kreatif yang berada di lima destinasi wisata super prioritas. Kelima destinasi baru itu, Mandalika (NTB), Labuan Bajo (NTT), Borobudur (Jawa Tengah), Danau Toba (Sumatera Utara), dan Likupang Manado (Sulawesi Utara).

“Dipilihnya kelima destinasi baru ini sesuai dengan misi Presiden Joko Widodo yang mengembangkannya agar lebih maju pariwisatanya. Sebenarnya Banper Bekraf sejak awak sudah memberikan bantuan ke wilayah itu, namun ke depan akan kami fokuskan sehingga para pelaku ekonomi kreatif di wilayah itu tambah maju lagi dalam memajukan pariwisata unggulan,” papar Deputi infrastruktur Bekraf Hari Santosa Sungkari disela-sela penyerahan simbolis Banper Bekraf 2019 di Gedung Sapta Pesona Jakarta, Senin (16/12/2019) malam.

Banper Bekraf ini, sambung Hari Sansoto, benar-benar dibutuhkan para pelaku ekonomi kreatif dalam menghasilkan karya mulai musik, fashion, kuliner hingga pertunjukan untuk bisa menghasilkan lebih bagus, lebih kreatif, lebih keren lagi. “Juga harus ada peningkatan ekonomi setelah menerima bantuan ini, sehingga para pelaku ekonomi kreatif bisa berkarya dan bertambah nilai ekonomi,” harapnya.

Dijelaskan untuk tahun 2019, jumlah Banper Bekraf mencapai total Rp48 miliar untuk 44 pelaku ekonomi kreatif di beberapa wilayah Indonesia. Bantuan itu untuk revitalisasi 24 bangunan, juga untuk sarana sekitar 11, dan 14 teknologi informasi dan komunikasi (TIK), diharapkan bantuan ini dapat digunakan sebagai modal rintisan dari pemerintah dalam upaya meningkatkan talenta para pelaku ekonomi kreatif.

Pemberian bantuan ini, merupakan akhir dari program Banper Bekraf 2019 yang telah dilaksanakan sejak Desember 2018 hingga Desember 2019. Tahun ini yang mengajukan banper Bekraf cukup banyak. Pelaku ekonomi kreatif yang mengajukan proposal permintaan bantuan 1167 proposal yang masuk. Dari jumlah itu diseleksi secara ketat. Mulai kelengkapan administrasi, seleksi teknis, dan verifikasi lapangan untuk melakukan pemantauan dan pengecekan kebenarannya.

Hasil penyeleksian tinggal 44 pelaku ekonomi kreatif yang layak mendapat bantuan Bekraf. Ada tiga jenis bantuan yang didapat pelaku ekonomi kreatif (ekraf). Pertama adalah infrastruktur ekonomi kreatif berupa ruang kreatif, kedua sarana, dan ketiga teknologi pendukung. “Kami harapkan bantuan ini mempercepat lahirnya SDM Kreatif unggul yang akan berkreasi, memproduksi dan mendistribusikan karyanya serta memberikan tempat atau platform untuk konsumen menikmatinya,” tambahnya.

Ditambahkan, bukan hanya cuma bantuan modal dalam bentuk sarana, ke depannya Kemenparekraf akan menyediakan pelatihan bagi pelaku ekonomi kreatif hingga akses permodalan. “Selain diperlukan infrastruktur kita juga akan banyak workshop, pelatihan teknis sampai akses permodalan. Sehingga nantinya akan timbul sinergi ekosistem yang saling menunjang,” katanya.

Dicontohkan, workshop dan pelatihan teknis bagaimana membuat cinderamata yang praktis, mudah dibawa, simple sehingga digemari wisatawan untuk dibawa pulang. “Saya pernah meninjau cideramata di Labuan Bajo dengan mengangkat ciri khasnya yakni komodo. Nah, selama ini kerajinan komodo dibuat besar-besar, sehingga terkesan serem dan nggak mungkin turis membawa pulang patung komodo yang sangat besar. Nah, kita latih bikin cinderamata yang praktis, simple dan sesuai keinginan turis. Ya saya syukur berhasil,” paparnya.

Hari Santoso menambahkan saat nti konsep setiap destinasi sudah final, dan komunitas kreatif di desa-desa sekitar destinasi yang sudah dapat bantuan dari Bekraf bahkan yang memiliki potensial akan diberikan bantuan pemerintah (Banper) agar menyesuaikan dan meningkatkan kualitas karya ekonomi kreatif yang sesuai dengan target kunjungan wisatawan, namun tetap mengangkat kearifan lokal.

Sementara Direktur Fasilitasi Infrastuktur Fisik Selliane Halia Ishak menambahkan sejak 2017 hingga 2019, tercatat sebanyak 59 Ruang Kreatif yang direvitalisasi. Selain itu, ada 9.490 unit Sarana dan 1.713 Teknologi Informasi dan Komunikasi telah diberikan kepada 136 penerima Banper yang tersebar dari Sabang sampai dengan Kabupaten Asmat.

“Tahun ini ada 44 penerima dari 24 revitalisasi bangunan, sarana ada 11, TIK ada 14 dan total anggaran yang dibantu di 2019 sebesar Rp48 miliar. Semua dilakukan melalui tender, utamanya memberikan bantuan untuk memberikan pendapatan buat Ekraf, serta menambah tenaga kerja,” katanya.

“Tahun 2019, TIK itu lebih kepada software, kamera dan bisa memberikan layanan IT service-nya. Semua sub sektor dijual melalui digital, berharap untuk mengangkat pelaku Ekraf secara konvensional secara digital, baik melalui kriya maupun lainnya dalam bentuk digital,” jelas Selliane. (end)

Jumanji Geser Frozen II dari Puncak Box Office

this formate

HOLLYWOOD, bisniswisata.co.id: JUMANJI: The Nex Level menggusur Frozen II dari puncak Box Office Amerika Utara dengan meraup pemasukkan sebesar US$ 152,5 juta. Dengan ini, “Jumanji: The Next Level” pun mampu mengumpulkan USD 212 juta secara global hanya di pekan perdananya. Film sekuel produksi Sony yang dibintangi Jack Black, Dwayne Johnson, dan Kevin Hart sebagai tiga sahabat yang tersedot dalam gim video berbahaya.

Seperti dilansir AFP, Selasa (17/12/2019), mencatat posisi kedua ditempati Frozen II. Film animasi yang kembali menceritakan petualangan kakak beradik Elsa dan Anna meraup pendapatan sebesar US$19,1 juta yang sebelumnya sempat menduduki posisi teratas selama tiga pekan berturut-turut.

Meski demikian, hasil tersebut telah menjadikan “Frozen II” memecahkan rekor sebagai film keenam Disney yang melampaui angka USD 1 miliar. Dengan hasil ini, maka “Frozen II” pun menyusul lima film besutan Disney lainnya yang juga sukses meraup USD 1 miliar di 2019. Sebut saja “Captain Marvel”, “Avengers: Endgame”, “Aladdin”, “Toy Story 4”, serta “The Lion King”.

Tak hanya itu, “Frozen II” juga menjadi film animasi Disney ketiga yang menembus angka USD 1 miliar di 2019 (di belakang “Toy Story 4” serta “The Lion King”), dan kini menjadi film animasi ketujuh dengan pendapatan terbesar sepanjang masa.

Sementara Posisi ketiga ditempati film misteri pembunuhan Knives Out dengan raihan US$9,1 juta. Dalam film itu Daniel Craig berperan sebagai setektif yang menyelidiki pembunuhan seorang penulis kaya raya.

Film debutan Richard Jewell menempati posisi keempat. Film produksi Warner Bros itu berkisah mengenai seorang satpam asal Atlanta yang dituding bertanggung jawab atas pengeboman Olimpiade 1996. Film itu meraup pendapatan sebesar US$4,7 juta.

Dan Posisi kelima ditempati film thriller Black Chrismas yang dirilis pada Jumat (13/12). Film itu meraup pendapatan sebesar US$4,2 juta.

Berikut peringkat 10 besar box office pekan ini:

“Jumanji: The Next Level” – USD 60 juta
“Frozen II” – USD 19,18 juta
“Knives Out” – USD 9,2 juta
“Richard Jewell” – USD 5 juta
“Black Christmas” – USD 4,4 juta
“Ford v Ferrari” – USD 4,1 juta
“Queen & Slim” – USD 3,6 juta
“A Beautiful Day in the Neighborhood” – USD 3,3 juta
“Dark Waters” – USD 2 juta
“21 Bridges” – USD 1,1 juta

Green Canyon, Dulu Angker Kini Diincar Turis

this formate

PANGANDARAN, bisniswisata.co.id: Ada banyak tempat wisata menarik di Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat (Jabar) yang selama ini hanya dikenal dengan keindahan pantainya. Salah satunya, Cukang Taneuh atau Green Canyon. Lokasinya di Desa Kertayasa, Kecamatan Cijulang. Wisatawan bisa menikmati keindahan sungai pemandangan sekitarnya yang menarik. Air yang jernih, pepohonan rimbun, tebing karst, air terjun kecil, hingga bebatuan yang tampak unik.

Banyak wisatawan yang mencoba kawasan wisata di Green Canyon. Terutama, body rafting dikelola Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Guha Bau. Body rafting ini merupakan kegiatan wisata unggulan yang menawarkan dua trek.

Pertama, trek panjang dengan panjang jarak tempuh 10 kilometer. Kedua adalah trek pendek dengan jarak 5 kilometer. Tiket untuk menikmati keseruan body rafting adalah Rp225 ribu (trek panjang) dan Rp200 ribu (trek pendek). Harga ini sudah mencakup perjalanan menggunakan mobil, perahu, makan, asuransi, dan tentu saja body rafting itu sendiri dengan pemandu berpengalaman.

“Untuk body rafting ini, pesertanya minimal lima orang. Ini bisa satu kelompok atau digabung dengan peserta lain. Waktu tempuhnya sendiri 4-5 jam untuk trek panjang dan 1,5-3 jam untuk trek pendek,” kata Ketua BUMDes Guha Bau Teten Sutanto, Selasa (17/12/2019).

Sepanjang perjalanan, pengunjung akan bertualang menyusuri sungai yang terlihat seolah hijau karena pantulan warna dedaunan. Airnya juga sangat jernih dan menyegarkan. Pengunjung harus berenang hingga berjalan kaki melewati bebatuan. Tak perlu khawatir jika tak bisa berenang.

Sebab, setiap peserta dibekali pelampung, helm, sepatu karet, dan tentunya didampingi pemandu yang siap membantu jika sewaktu-waktu anda perlu bantuan. Green Canyon kini jadi favorit wisatawan.

Tahun lalu, pengunjung yang menikmati kegiatan body rafting menjadi 15 ribu orang. Hal ini berdampak positif untuk kegiatan ekonomi warga setempat. Bahkan, perputaran uangnya mencapai Rp2 miliar. Hal ini berbanding terbalik dibanding sebelum Green Canyon jadi tempat wisata dan menyuguhkan body rafting.

Jangankan jadi tempat wisata, warga setempat pun takut untuk masuk ke Green Canyon. “Dulu sebelum jadi tempat wisata, bagi masyarakat di sini, Green Canyon itu adalah tempat angker. Tapi setelah jadi tempat wisata, secara perlahan mulai berkembang dan memberi manfaat bagi warga di sini,” jelasnya seperti dilansir laman MediaIndonesia.

BUMDes Guha Bau sendiri berusaha terus mengembangkan potensi wisata di Desa Kertayasa. Rencananya akan dibangun tempat pentas untuk menampilkan ragam kesenian khas daerah. “Ke depan, kita juga akan mengembangkan Green Coral yang sekarang belum begitu dikelola karena kemarin kondisi sungainya tidak ada airnya akibat kemarau,” tutur Teten.

Menariknya, berbagai pengembangan dan pengelolaan wisata oleh BUMDes Guha Bau sangat fokus pada pemberdayaan masyarakat. Mayoritas yang dilibatkan adalah para tenaga lokal alias warga setempat. Hal ini memang berdampak pada lambatnya kemajuan karena tak ada investor luar yang masuk. Tapi, hal ini membuat warga setempat bisa tetap berdaya di daerahnya sendiri.

“Memang untuk progres terus terang saja (pengembangan wisata) di desa ini lambat. Tapi, kami punya keyakinan, walaupun lambat tapi insya Allah dengan keyakinan dan cita-cita yang besar kita bakal mampu. Daripada cepat (dengan kehadiran investor) tapi kita hanya sebagai pembantu, lebih baik jadi pelaku walaupun lambat,” katanya (*)

Komunitas Honda Mobilio Pecahkan Rekor MURI

this formate

DEPOK, bisniswisata.co.id: Komunitas otomotif Mobilio Indonesia Community (MOBILITY) memecahkan rekor Museum Rekor Indonesia (MURI) untuk kategori uji emisi 1.000 mobil Honda Mobilio dalam satu hari. Pemecahan rekor itu dilakukan bersamaan dengan gelaran Jambore Nasional (Jamnas) ke-4 MOBILITY pada akhir pekan lalu di Podomoro Golf View, Depok, Jawa Barat.

Ini merupakan kelanjutan dari program peduli lingkungan yang dijalankan oleh komunitas MOBILITY. Sebelumnya, pada 24 November lalu, MOBILITY bersama komunitas mobil Honda lainnya telah menyumbangkan lebih dari 1.500 buah tanaman Lidah Mertua kepada Pemprov DKI Jakarta dalam acara Honda Fastival 2 untuk menghasilkan udara Kota Jakarta yang lebih segar.

Selain uji emisi, pada Jamnas ke-4 ini, komunitas MOBILITY juga menggelar aksi tebar 1.000 kantong sampah di seluruh penjuru Kota Jakarta untuk menyosialisasikan pentingnya kesadaran membuang sampah pada tempatnya.

“Aktivitas sosial yang kami lakukan pada Jamnas kali ini merupakan bentuk kepedulian komunitas kami terhadap kota DKI Jakarta. Semoga aksi kami dapat membangkitkan masyarakat sekitar akan pentingnya menjaga kebersiha udara dan membuang sampah pada tempatnya,” kata Wisnu Supriyadi, Sekjen MOBILITY dalam keterangan resminya, Selasa (17/12/2019).

“Tanpa diragukan hal ini membuktikan komunitas kami adalah komunitas yang perduli terhadap lingkungan sekitar,” lanjut dia.

Gelaran Jamnas yang didukung oleh Pertamina dan Honda Prospect Motor (HPM) ini dihadiri oleh sekitar 4.000 orang, yang terdiri dari anggota MOBILITY beserta anggota keluarganya, komunitas otomotif roda empat, serta para undangan lainnya dari berbagai pihak. Acara yang mengusung tema ‘Together 4ever’ ini digelar untuk meningkatkan tali persaudaraan sesuai dengan slogan komunitas MOBILITY, yakni ‘Family and Fun Community’.

Selain diisi dengan kegiatan sosial, Jamnas MOBILITY kali ini juga dimeriahkan berbagai hiburan dan kontes modifikasi yang memperlombakan dua kategori yang terdiri dari 64 kelas dan akan memilih tiga juara sebagai ‘The Best Car’.

Pemilihan tempat di wilayah Jawa Barat merupakan usul dari perwakilan regional MOBILITY yang sudah disepakati bersama. “Lokasinya sangat strategis, memiliki lahan sangat luas yang dilengkapi sarana akomodasi dan mudah diakses oleh peserta dari berbagai wilayah,” ujar Chandra Satrya Ananda, Ketua Umum MOBILITY.

Dadi Hariyadi selaku Ketua Pelaksana Acara menambahkan, “Kami sangat bangga dengan komunitas kami. Acara ini adalah acara sakral tahunan kami yang sangat ditunggu tunggu oleh 4.000 anggota MOBILITY dari Sabang sampai Merauke.” lontarnya. (*)

Festival Mie Bogasari Menarik Perhatian 40.000 Pengunjung

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Festival Mie Bogasari 2019 sukses menarik setidaknya 40.000 pengunjung setelah digelar di 13 kota di seluruh Indonesia. Kota pertama yang disinggahi festival ini adalah Purwakarta pada 24 Februari, sedangkan kota terakhir adalah Sukabumi pada 15 Desember. Dan kota-kota lainnya adalah Solo, Bogor, Kuningan, Madiun, Jambi, Sidoarjo, Malang, Semarang, Solo, Palembang, Mataram, dan Samarinda.

“Kami mengapresiasi antusiasme pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM) tergabung dalam berbagai paguyuban dan masyarakat setiap daerah. Besarnya antusiasme ditunjukkan dengan ludesnya seluruh porsi mie ayam dan kuliner aneka jajanan yang disiapkan. Mie ayam serta jajanan ditawarkan dengan harga spesial berupa diskon 50 persen, lewat pembelian kupon,” papar Senior Vice President Commercial Bogasari Ivo Ariawan dalam keterangan resminya, Selasa (17/12/2019).

Iini menunjukkan, lanjut dia, masyarakat tidak hanya menyukai makanan berbasis terigu, tapi juga sudah kenal dekat dengan para UKM mitra binaan Bogasari melalui produk mie ayam dan aneka jajanan. “Juga, sebaran UKM mitra binaan Bogasari di sektor mie ayam dan aneka jajanan sudah sampai ke timur Indonesia, seperti Mataram dan Samarinda,” lanjut Ivo.

Ivo melanjutkan festival kuliner ini turut mendapat dukungan dari pemerintah daerah setempat. Bahkan, saat di Palembang, Gubernur Sumatra Selatan Herman Deru tak hanya membuka acara tapi juga berbincang dengan para penjual serta ikut meracik mie ayam. “Yang pasti, pemerintah daerah setempat mendukung program ini karena meningkatkan pemberdayaan para UKM di sektor makanan,” lontarnya

Di Sukabumi, festival ini menyiapkan 1.500 porsi mie ayam dan 1.500 kupon senilai Rp5.000 untuk pembelian aneka jajanan. Selain mie ayam, kuliner yang dijajakan mencakup cake, roti, dan martabak. Festival tersebut digelar Bogasari melalui kerja sama Paguyuban Sukaboga Sukabumi, yang menghadirkan 40 stan UKM.

Juga ada berbagai lomba untuk pengunjung dan para UKM peserta, seperti lomba cepat makan mie, lomba menghias kue, lomba mewarnai, dan kontes photo booth. (redaksi@bisniswisata.co.id)