2020, Banper Bekraf Sasar 5 Destinasi Wisata Super Prioritas

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Tahun 2020, bantuan pemerintah (Banper) Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) akan menyasar pelaku ekonomi kreatif yang berada di lima destinasi wisata super prioritas. Kelima destinasi baru itu, Mandalika (NTB), Labuan Bajo (NTT), Borobudur (Jawa Tengah), Danau Toba (Sumatera Utara), dan Likupang Manado (Sulawesi Utara).

“Dipilihnya kelima destinasi baru ini sesuai dengan misi Presiden Joko Widodo yang mengembangkannya agar lebih maju pariwisatanya. Sebenarnya Banper Bekraf sejak awak sudah memberikan bantuan ke wilayah itu, namun ke depan akan kami fokuskan sehingga para pelaku ekonomi kreatif di wilayah itu tambah maju lagi dalam memajukan pariwisata unggulan,” papar Deputi infrastruktur Bekraf Hari Santosa Sungkari disela-sela penyerahan simbolis Banper Bekraf 2019 di Gedung Sapta Pesona Jakarta, Senin (16/12/2019) malam.

Banper Bekraf ini, sambung Hari Sansoto, benar-benar dibutuhkan para pelaku ekonomi kreatif dalam menghasilkan karya mulai musik, fashion, kuliner hingga pertunjukan untuk bisa menghasilkan lebih bagus, lebih kreatif, lebih keren lagi. “Juga harus ada peningkatan ekonomi setelah menerima bantuan ini, sehingga para pelaku ekonomi kreatif bisa berkarya dan bertambah nilai ekonomi,” harapnya.

Dijelaskan untuk tahun 2019, jumlah Banper Bekraf mencapai total Rp48 miliar untuk 44 pelaku ekonomi kreatif di beberapa wilayah Indonesia. Bantuan itu untuk revitalisasi 24 bangunan, juga untuk sarana sekitar 11, dan 14 teknologi informasi dan komunikasi (TIK), diharapkan bantuan ini dapat digunakan sebagai modal rintisan dari pemerintah dalam upaya meningkatkan talenta para pelaku ekonomi kreatif.

Pemberian bantuan ini, merupakan akhir dari program Banper Bekraf 2019 yang telah dilaksanakan sejak Desember 2018 hingga Desember 2019. Tahun ini yang mengajukan banper Bekraf cukup banyak. Pelaku ekonomi kreatif yang mengajukan proposal permintaan bantuan 1167 proposal yang masuk. Dari jumlah itu diseleksi secara ketat. Mulai kelengkapan administrasi, seleksi teknis, dan verifikasi lapangan untuk melakukan pemantauan dan pengecekan kebenarannya.

Hasil penyeleksian tinggal 44 pelaku ekonomi kreatif yang layak mendapat bantuan Bekraf. Ada tiga jenis bantuan yang didapat pelaku ekonomi kreatif (ekraf). Pertama adalah infrastruktur ekonomi kreatif berupa ruang kreatif, kedua sarana, dan ketiga teknologi pendukung. “Kami harapkan bantuan ini mempercepat lahirnya SDM Kreatif unggul yang akan berkreasi, memproduksi dan mendistribusikan karyanya serta memberikan tempat atau platform untuk konsumen menikmatinya,” tambahnya.

Ditambahkan, bukan hanya cuma bantuan modal dalam bentuk sarana, ke depannya Kemenparekraf akan menyediakan pelatihan bagi pelaku ekonomi kreatif hingga akses permodalan. “Selain diperlukan infrastruktur kita juga akan banyak workshop, pelatihan teknis sampai akses permodalan. Sehingga nantinya akan timbul sinergi ekosistem yang saling menunjang,” katanya.

Dicontohkan, workshop dan pelatihan teknis bagaimana membuat cinderamata yang praktis, mudah dibawa, simple sehingga digemari wisatawan untuk dibawa pulang. “Saya pernah meninjau cideramata di Labuan Bajo dengan mengangkat ciri khasnya yakni komodo. Nah, selama ini kerajinan komodo dibuat besar-besar, sehingga terkesan serem dan nggak mungkin turis membawa pulang patung komodo yang sangat besar. Nah, kita latih bikin cinderamata yang praktis, simple dan sesuai keinginan turis. Ya saya syukur berhasil,” paparnya.

Hari Santoso menambahkan saat nti konsep setiap destinasi sudah final, dan komunitas kreatif di desa-desa sekitar destinasi yang sudah dapat bantuan dari Bekraf bahkan yang memiliki potensial akan diberikan bantuan pemerintah (Banper) agar menyesuaikan dan meningkatkan kualitas karya ekonomi kreatif yang sesuai dengan target kunjungan wisatawan, namun tetap mengangkat kearifan lokal.

Sementara Direktur Fasilitasi Infrastuktur Fisik Selliane Halia Ishak menambahkan sejak 2017 hingga 2019, tercatat sebanyak 59 Ruang Kreatif yang direvitalisasi. Selain itu, ada 9.490 unit Sarana dan 1.713 Teknologi Informasi dan Komunikasi telah diberikan kepada 136 penerima Banper yang tersebar dari Sabang sampai dengan Kabupaten Asmat.

“Tahun ini ada 44 penerima dari 24 revitalisasi bangunan, sarana ada 11, TIK ada 14 dan total anggaran yang dibantu di 2019 sebesar Rp48 miliar. Semua dilakukan melalui tender, utamanya memberikan bantuan untuk memberikan pendapatan buat Ekraf, serta menambah tenaga kerja,” katanya.

“Tahun 2019, TIK itu lebih kepada software, kamera dan bisa memberikan layanan IT service-nya. Semua sub sektor dijual melalui digital, berharap untuk mengangkat pelaku Ekraf secara konvensional secara digital, baik melalui kriya maupun lainnya dalam bentuk digital,” jelas Selliane. (end)

Jumanji Geser Frozen II dari Puncak Box Office

this formate

HOLLYWOOD, bisniswisata.co.id: JUMANJI: The Nex Level menggusur Frozen II dari puncak Box Office Amerika Utara dengan meraup pemasukkan sebesar US$ 152,5 juta. Dengan ini, “Jumanji: The Next Level” pun mampu mengumpulkan USD 212 juta secara global hanya di pekan perdananya. Film sekuel produksi Sony yang dibintangi Jack Black, Dwayne Johnson, dan Kevin Hart sebagai tiga sahabat yang tersedot dalam gim video berbahaya.

Seperti dilansir AFP, Selasa (17/12/2019), mencatat posisi kedua ditempati Frozen II. Film animasi yang kembali menceritakan petualangan kakak beradik Elsa dan Anna meraup pendapatan sebesar US$19,1 juta yang sebelumnya sempat menduduki posisi teratas selama tiga pekan berturut-turut.

Meski demikian, hasil tersebut telah menjadikan “Frozen II” memecahkan rekor sebagai film keenam Disney yang melampaui angka USD 1 miliar. Dengan hasil ini, maka “Frozen II” pun menyusul lima film besutan Disney lainnya yang juga sukses meraup USD 1 miliar di 2019. Sebut saja “Captain Marvel”, “Avengers: Endgame”, “Aladdin”, “Toy Story 4”, serta “The Lion King”.

Tak hanya itu, “Frozen II” juga menjadi film animasi Disney ketiga yang menembus angka USD 1 miliar di 2019 (di belakang “Toy Story 4” serta “The Lion King”), dan kini menjadi film animasi ketujuh dengan pendapatan terbesar sepanjang masa.

Sementara Posisi ketiga ditempati film misteri pembunuhan Knives Out dengan raihan US$9,1 juta. Dalam film itu Daniel Craig berperan sebagai setektif yang menyelidiki pembunuhan seorang penulis kaya raya.

Film debutan Richard Jewell menempati posisi keempat. Film produksi Warner Bros itu berkisah mengenai seorang satpam asal Atlanta yang dituding bertanggung jawab atas pengeboman Olimpiade 1996. Film itu meraup pendapatan sebesar US$4,7 juta.

Dan Posisi kelima ditempati film thriller Black Chrismas yang dirilis pada Jumat (13/12). Film itu meraup pendapatan sebesar US$4,2 juta.

Berikut peringkat 10 besar box office pekan ini:

“Jumanji: The Next Level” – USD 60 juta
“Frozen II” – USD 19,18 juta
“Knives Out” – USD 9,2 juta
“Richard Jewell” – USD 5 juta
“Black Christmas” – USD 4,4 juta
“Ford v Ferrari” – USD 4,1 juta
“Queen & Slim” – USD 3,6 juta
“A Beautiful Day in the Neighborhood” – USD 3,3 juta
“Dark Waters” – USD 2 juta
“21 Bridges” – USD 1,1 juta

Green Canyon, Dulu Angker Kini Diincar Turis

this formate

PANGANDARAN, bisniswisata.co.id: Ada banyak tempat wisata menarik di Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat (Jabar) yang selama ini hanya dikenal dengan keindahan pantainya. Salah satunya, Cukang Taneuh atau Green Canyon. Lokasinya di Desa Kertayasa, Kecamatan Cijulang. Wisatawan bisa menikmati keindahan sungai pemandangan sekitarnya yang menarik. Air yang jernih, pepohonan rimbun, tebing karst, air terjun kecil, hingga bebatuan yang tampak unik.

Banyak wisatawan yang mencoba kawasan wisata di Green Canyon. Terutama, body rafting dikelola Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Guha Bau. Body rafting ini merupakan kegiatan wisata unggulan yang menawarkan dua trek.

Pertama, trek panjang dengan panjang jarak tempuh 10 kilometer. Kedua adalah trek pendek dengan jarak 5 kilometer. Tiket untuk menikmati keseruan body rafting adalah Rp225 ribu (trek panjang) dan Rp200 ribu (trek pendek). Harga ini sudah mencakup perjalanan menggunakan mobil, perahu, makan, asuransi, dan tentu saja body rafting itu sendiri dengan pemandu berpengalaman.

“Untuk body rafting ini, pesertanya minimal lima orang. Ini bisa satu kelompok atau digabung dengan peserta lain. Waktu tempuhnya sendiri 4-5 jam untuk trek panjang dan 1,5-3 jam untuk trek pendek,” kata Ketua BUMDes Guha Bau Teten Sutanto, Selasa (17/12/2019).

Sepanjang perjalanan, pengunjung akan bertualang menyusuri sungai yang terlihat seolah hijau karena pantulan warna dedaunan. Airnya juga sangat jernih dan menyegarkan. Pengunjung harus berenang hingga berjalan kaki melewati bebatuan. Tak perlu khawatir jika tak bisa berenang.

Sebab, setiap peserta dibekali pelampung, helm, sepatu karet, dan tentunya didampingi pemandu yang siap membantu jika sewaktu-waktu anda perlu bantuan. Green Canyon kini jadi favorit wisatawan.

Tahun lalu, pengunjung yang menikmati kegiatan body rafting menjadi 15 ribu orang. Hal ini berdampak positif untuk kegiatan ekonomi warga setempat. Bahkan, perputaran uangnya mencapai Rp2 miliar. Hal ini berbanding terbalik dibanding sebelum Green Canyon jadi tempat wisata dan menyuguhkan body rafting.

Jangankan jadi tempat wisata, warga setempat pun takut untuk masuk ke Green Canyon. “Dulu sebelum jadi tempat wisata, bagi masyarakat di sini, Green Canyon itu adalah tempat angker. Tapi setelah jadi tempat wisata, secara perlahan mulai berkembang dan memberi manfaat bagi warga di sini,” jelasnya seperti dilansir laman MediaIndonesia.

BUMDes Guha Bau sendiri berusaha terus mengembangkan potensi wisata di Desa Kertayasa. Rencananya akan dibangun tempat pentas untuk menampilkan ragam kesenian khas daerah. “Ke depan, kita juga akan mengembangkan Green Coral yang sekarang belum begitu dikelola karena kemarin kondisi sungainya tidak ada airnya akibat kemarau,” tutur Teten.

Menariknya, berbagai pengembangan dan pengelolaan wisata oleh BUMDes Guha Bau sangat fokus pada pemberdayaan masyarakat. Mayoritas yang dilibatkan adalah para tenaga lokal alias warga setempat. Hal ini memang berdampak pada lambatnya kemajuan karena tak ada investor luar yang masuk. Tapi, hal ini membuat warga setempat bisa tetap berdaya di daerahnya sendiri.

“Memang untuk progres terus terang saja (pengembangan wisata) di desa ini lambat. Tapi, kami punya keyakinan, walaupun lambat tapi insya Allah dengan keyakinan dan cita-cita yang besar kita bakal mampu. Daripada cepat (dengan kehadiran investor) tapi kita hanya sebagai pembantu, lebih baik jadi pelaku walaupun lambat,” katanya (*)

Komunitas Honda Mobilio Pecahkan Rekor MURI

this formate

DEPOK, bisniswisata.co.id: Komunitas otomotif Mobilio Indonesia Community (MOBILITY) memecahkan rekor Museum Rekor Indonesia (MURI) untuk kategori uji emisi 1.000 mobil Honda Mobilio dalam satu hari. Pemecahan rekor itu dilakukan bersamaan dengan gelaran Jambore Nasional (Jamnas) ke-4 MOBILITY pada akhir pekan lalu di Podomoro Golf View, Depok, Jawa Barat.

Ini merupakan kelanjutan dari program peduli lingkungan yang dijalankan oleh komunitas MOBILITY. Sebelumnya, pada 24 November lalu, MOBILITY bersama komunitas mobil Honda lainnya telah menyumbangkan lebih dari 1.500 buah tanaman Lidah Mertua kepada Pemprov DKI Jakarta dalam acara Honda Fastival 2 untuk menghasilkan udara Kota Jakarta yang lebih segar.

Selain uji emisi, pada Jamnas ke-4 ini, komunitas MOBILITY juga menggelar aksi tebar 1.000 kantong sampah di seluruh penjuru Kota Jakarta untuk menyosialisasikan pentingnya kesadaran membuang sampah pada tempatnya.

“Aktivitas sosial yang kami lakukan pada Jamnas kali ini merupakan bentuk kepedulian komunitas kami terhadap kota DKI Jakarta. Semoga aksi kami dapat membangkitkan masyarakat sekitar akan pentingnya menjaga kebersiha udara dan membuang sampah pada tempatnya,” kata Wisnu Supriyadi, Sekjen MOBILITY dalam keterangan resminya, Selasa (17/12/2019).

“Tanpa diragukan hal ini membuktikan komunitas kami adalah komunitas yang perduli terhadap lingkungan sekitar,” lanjut dia.

Gelaran Jamnas yang didukung oleh Pertamina dan Honda Prospect Motor (HPM) ini dihadiri oleh sekitar 4.000 orang, yang terdiri dari anggota MOBILITY beserta anggota keluarganya, komunitas otomotif roda empat, serta para undangan lainnya dari berbagai pihak. Acara yang mengusung tema ‘Together 4ever’ ini digelar untuk meningkatkan tali persaudaraan sesuai dengan slogan komunitas MOBILITY, yakni ‘Family and Fun Community’.

Selain diisi dengan kegiatan sosial, Jamnas MOBILITY kali ini juga dimeriahkan berbagai hiburan dan kontes modifikasi yang memperlombakan dua kategori yang terdiri dari 64 kelas dan akan memilih tiga juara sebagai ‘The Best Car’.

Pemilihan tempat di wilayah Jawa Barat merupakan usul dari perwakilan regional MOBILITY yang sudah disepakati bersama. “Lokasinya sangat strategis, memiliki lahan sangat luas yang dilengkapi sarana akomodasi dan mudah diakses oleh peserta dari berbagai wilayah,” ujar Chandra Satrya Ananda, Ketua Umum MOBILITY.

Dadi Hariyadi selaku Ketua Pelaksana Acara menambahkan, “Kami sangat bangga dengan komunitas kami. Acara ini adalah acara sakral tahunan kami yang sangat ditunggu tunggu oleh 4.000 anggota MOBILITY dari Sabang sampai Merauke.” lontarnya. (*)

Festival Mie Bogasari Menarik Perhatian 40.000 Pengunjung

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Festival Mie Bogasari 2019 sukses menarik setidaknya 40.000 pengunjung setelah digelar di 13 kota di seluruh Indonesia. Kota pertama yang disinggahi festival ini adalah Purwakarta pada 24 Februari, sedangkan kota terakhir adalah Sukabumi pada 15 Desember. Dan kota-kota lainnya adalah Solo, Bogor, Kuningan, Madiun, Jambi, Sidoarjo, Malang, Semarang, Solo, Palembang, Mataram, dan Samarinda.

“Kami mengapresiasi antusiasme pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM) tergabung dalam berbagai paguyuban dan masyarakat setiap daerah. Besarnya antusiasme ditunjukkan dengan ludesnya seluruh porsi mie ayam dan kuliner aneka jajanan yang disiapkan. Mie ayam serta jajanan ditawarkan dengan harga spesial berupa diskon 50 persen, lewat pembelian kupon,” papar Senior Vice President Commercial Bogasari Ivo Ariawan dalam keterangan resminya, Selasa (17/12/2019).

Iini menunjukkan, lanjut dia, masyarakat tidak hanya menyukai makanan berbasis terigu, tapi juga sudah kenal dekat dengan para UKM mitra binaan Bogasari melalui produk mie ayam dan aneka jajanan. “Juga, sebaran UKM mitra binaan Bogasari di sektor mie ayam dan aneka jajanan sudah sampai ke timur Indonesia, seperti Mataram dan Samarinda,” lanjut Ivo.

Ivo melanjutkan festival kuliner ini turut mendapat dukungan dari pemerintah daerah setempat. Bahkan, saat di Palembang, Gubernur Sumatra Selatan Herman Deru tak hanya membuka acara tapi juga berbincang dengan para penjual serta ikut meracik mie ayam. “Yang pasti, pemerintah daerah setempat mendukung program ini karena meningkatkan pemberdayaan para UKM di sektor makanan,” lontarnya

Di Sukabumi, festival ini menyiapkan 1.500 porsi mie ayam dan 1.500 kupon senilai Rp5.000 untuk pembelian aneka jajanan. Selain mie ayam, kuliner yang dijajakan mencakup cake, roti, dan martabak. Festival tersebut digelar Bogasari melalui kerja sama Paguyuban Sukaboga Sukabumi, yang menghadirkan 40 stan UKM.

Juga ada berbagai lomba untuk pengunjung dan para UKM peserta, seperti lomba cepat makan mie, lomba menghias kue, lomba mewarnai, dan kontes photo booth. (redaksi@bisniswisata.co.id)

Reli Dakar 2020, Arab Saudi Berharap Dongkrak Pariwisata

this formate

RIYADH, bisniswisata.co.id: Ketua Otoritas Olahraga Arab Saudi, Pangeran Abdulaziz bin Turki Al Saud mengatakan bahwa Reli Dakar 2020 akan mendongkrak potensi pariwisata negaranya. Reli Dakar akan diselenggarakan di Arab Saudi untuk pertama kalinya pada tahun depan.

Panitia penyelenggara reli mengakui mereka memiliki kecemasan mengenai mendatangkan salah satu ajang otomotif paling melelahkan ke kerajaan Teluk tersebut. Di mata dunia internasional, Arab Saudi dipandang memiliki banyak kasus pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM).

Namun bagi Pangeran Abdulaziz, ajang itu justru akan membantu menyoroti kegiatan-kegiatan positif ketika kerajaan konservatif itu semakin terbuka kepada pariwisata internasional untuk mendorong pendapatan nonminyak mereka.

“Dengan diluncurkannya Reli Dakar di kerajaan ini, dunia akan melihat keindahan alam dan padang pasir yang mempesona di negara kami. Dunia akan lebih dekat dibanding sebelumnya kepada orang-orang kerajaan yang ramah, yang tidak sabar untuk menyambut dunia,” kata Pangeran Abdulaziz seperti dikutip AFP, Selasa (17/12/2019).

Reli Dakar 2020 akan dimulai di Jeddah pada 5 Januari, menempuh jarak 7.800 kilometer, dan mengakhirinya 12 hari kemudian di Qiddiya. Reli itu melibatkan lebih dari 550 pereli dari seluruh penjuru dunia, dan akan melalui sejumlah lokasi fenomenal. Lokasi-lokasi fenomenal yang dimaksud adalah kota futuristis yang masih dibangun dengan nilai pembangunan 500 miliar dolar sampai gurun pasir Rub’al Khali di Semenanjung Arab Selatan.

September silam, Arab Saudi mulai menawarkan visa turis untuk pertama kalinya. Mendongkrak pariwisata merupakan salah satu program Visi 2030 dari Putra Mahkota Mohammed Bin Salman untuk mempersiapkan ekonomi Arab Saudi untuk mengandalkan ketergantungan pada penjualan minyak.

Tetapi negara konservatif itu masih belum menjadi tujuan pariwisata global, selain umat Islam yang melakukan ibadah haji dan umrah di Mekkah dan Madinah. Reli Dakar memulai sejarahnya sebagai Reli antara Paris sampai ibu kota Senegal di Afrika Barat. Penyelenggaraan kemudian dipindah ke Amerika Selatan karena masalah-masalah keamanan.

Panitia penyelenggara mengatakan pihaknya akan tetap menghelat ajang itu di Semenanjung Arab setidaknya sampai lima tahun mendatang. Juara tahun lalu Nasser Al Attiyah asal Qatar yang mengendarai Toyota merupakan salah satu favorit, bersama dua pengendara Mini, Carlos Sainz dan Stephane Peterhansel. (*)

Menparekraf: Bantuan Bekraf Harus Mampu Ciptakan Lapangan Kerja

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Sebanyak 44 pelaku ekonomi kreatif di beberapa wilayah Indonesia mendapat bantuan pemerintah (Banper) Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) tahun 2019. Bantuan itu untuk revitalisasi 24 bangunan, juga untuk sarana sekitar 11, dan TIK sebanyak 14 dengan total anggaran Banper Bekraf sebesar Rp48 miliar.

“Bantuan Bekraf ini dilakukan sejak tahun 2017, untuk memberikan support, stimulus kepada pelaku ekonomi kreatif agar lebih kreatif lagi dalam berkarya, aksesnya semakin lebih baik, ada peningkatan SDM, permodalan makin bertambah, fasilitasnya sudah bagus juga paling penting harus mampu menciptakan lapangan kerja baru,” lontar Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Wishnutama Kusubandio di acara penyerahan simbolis Banper Bekraf 2019 di Gedung Sapta Pesona Jakarta, Senin (16/12/2019) malam.

Selain itu, lanjut Menteri Wishnutama, pemberian bantuan ini diharapkan bisa menjadi stimulus agar ekonomi kreatif di taraf terkecil di daerah juga komunitas-bisa makin menggeliat. “Contoh di Ambon. Studi musik. Kita ketahui semua, Ambon kota musik. Sehingga talenta musik di kota Ambon dan kota-kota lain ekraf dapat terbangun. Juga di Papua ada komunitas kreatif didunia IT yang sudah berkembang di Papua, ini kan sebuah kemajuan” ungkapnya.

Bahkan bantuan ini diberikan kepada pelaku seni kreatif Didik Ninik Towo. Dengan kreatifitasnya didunia seni budaya dan kini mengembangkan sarana revitalisasi, TIK serta sarana yakni speaker dan dokumentasi berupa digital. “Jadi bukan hanya bantuan permodalan, juga akan menggencarkan pendampingan guna memperkuat ekosistem. Ke depan akan banyak workshop, training dan tentunya akses permodalan. Dan kita bersama-sama dengan Parekraf untuk sinergi dan saling menunjang,” tegasnya serius.

Diakui, era sekarang ini, ekonomi kreatif semakin berkembang pesat. Perkembangannya bukan hanya merebak di kota-kota besar namun sudah menembus kota kecil hingga pedesaan. Bahkan perkembangan semakin beragam, bukan hanya dibidang informasi, seni budaya namun juga kriya, film, kuliner, feysen dan lainnya.

“Karenanya kreatifitas ini jika dapat di-monetize, hasilnya cukup bagus tentunya. Bahkan kita akan memanfaatkan kehadiran ekonomi kreatif untuk pariwisata melalui turis akan semakin tertarik. Tentunya hal semacam ini dapat digunakan positif untuk pelaku ekonomi kreatif sehingga memunculkan kesejahteraan. Ya saat wisatawan datang, maka buat ekosistem ekonomi kreatif untuk mendukung masyarakat lokal tersebut dan itu kita lakukan di Labuan Bajo,” katanya.

Menparekraf Wishnutama juga mengharapkan hasil bantuan Bekraf bagi pelaku ekonomi kreatif harus mendatangkan banyak manfaat secara luas bagi ekonomi negara, termasuk dalam hal jual beli, devisa, dan pariwisata. Hasil kreatif berupa barang dan jasa harus bisa mendatangkan keuntungan. Misalnya pelaku ekonomi kreatif membuat barang, harapannya barang-barang bisa dieksport atau dibeli wisatawan sebagai cendera mata.

“Selain itu, program ini bersifat stimulan dan merupakan usulan kebutuhan dari pelaku kreatif (buttom up) sebagai penerjemah atas fungsi Deputi Infrastruktur yaitu pelaksanaan pemberian dukungan kepada semua pemangku kepentingan terkait pengembangan ekonomi kreatif,” sambungnya.

Banper Bekraf yang dimulai tahun 2017 diberikan kepada 45 pelaku ekonomi kreatif di berbagai bidang kreatiftas. Dan tahun 2018 meningkat sebanyak 47 penerima bantuan Bekraf dan tahun 2019 hanya 44 pelaku ekonomi kreatif yang mendapat bantuan. Sejak tahun 2017 hingga 2019, ada sebanyak 59 ruang kreatif direvitalisasi, 9.490 unit sarana serta 1.713 teknologi informasi dan komunikasi (TIK) telah diberikan kepada 136 penerima Banper yang tersebar dari kota Sabang di Provinsi Banda Aceh hingga Kabupaten Asmat di Provinsi Papua.(end)

Toko Kopi Ikut Angkat Citra Kopi Indonesia di Mata Dunia.

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Dunia Kopi, kedai kopi milik Suradi di lantai dasar Pasar Santa, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, nampaknya bukan toko kopi biasa. Buktinya selalu dikunjungi para pembeli setianya. Pembeli yang datang bukan hanya dari dalam negeri. Namun turis mancanegara hingga ekspatriat atau pekerja yang berasal dari luar negeri pun terlihat memenuhi kedai kopi ini.

Apalagi menjelang liburan Natal dan Tahun Baru, Toko Kopi ini kerap didatangi para pencinta kopi dalam maupun luar negeri. “70 persen dari luar negeri. Ada yang dari Eropa, Asia, kemarin dari Amerika,” kata Suradi di kedai kopinya yang sederhana, Senin (16/12/2019).

Para pembeli kebanyakan orang luar negeri membeli kopi dalam jumlah banyak untuk dibawa pulang ke negara masing-masing saat libur Natal dan Tahun Baru. “Sudah seminggu terakhir naik sekali. Naiknya bisa dua kali lipat. Contohnya ini beli sampai 60 bungkus satu orang. Kemarin juga ada beberapa orang belinya juga sampai 40, 50 buat di bawa pulang ke Korea, ke Jepang, ada juga yang bawa ke Amerika, dari Filipina, Australia, hampir seluruh dunia,” kata dia.

Sebagian dari mereka membawa pulang kopi ke negara asalnya bukan untuk dijual kembali, melainkan untuk dinikmati sendiri. “Mereka rata-rata memang sebagai penikmat kopi, bukan untuk dijual lagi. Beberapa ada yang dijual kembali. Tapi ya kebanyakan penikmat,” tambah Suradi seperti dilansir laman Kompas.

Para pelanggan pun punya selera tersendiri ketika membeli kopi dalam suasana Natal dan Tahun baru. Salah satu yang paling laris adalah kopi Luwak khas Indonesia. Banyak pelanggan yang gemar dengan Kopi Luwak dari kedainya karena harga yang cukup murah dan rasanya yang khas.

“Rata-rata mereka senang kopi Luwak juga. Kopi luwak Indonesia luar biasa. Karena kan dijual di sini cuma Rp 500.000 sekilo. Di tempat lain sudah jutaan (rupiah). Makanya kemarin sekarung sehari habis untuk luwak,” kata Suradi.

Dia memperkirakan jika fase membeludaknya pelanggan kopi akan terus berlangsung hingga masa liburan natal dan tahun baru habis. Dia berharap pengunjung di dalam dan luar negeri bisa terus berdatangan ke tempatnya untuk mencicipi kopi asli Indonesia yang tidak kalah dengan kualitas dunia. Hal tersebut sekaligus bisa mengangkat citra kopi di mata dunia. (*)

Pertama di Indonesia, NTB Rilis Wisata Medis

this formate

MATARAM, bisniswisata.co.id: Nusa Tenggara Barat (NTB) merilis wisata medis pertama di Indonesia. Mengingat, keindahan alam yang memikat didukung jasa pelayanan medis dengan sistem kekeluargaan dapat memberikan rasa nyaman, aman dan bahagia kepada pasien, sehingga mendorong optimisme untuk segera sembuh.

“Harapan hidup dan sembuh itu lahir karena adanya kenyamanan,” papar Gubernur NTB, H. Zulkieflimansyah saat peluncuran di Mataram, pada Sabtu (14/12) seperti dikutip dari Antara, Senin (16/12/2019).

Dilanjutkan, di era kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang kesehatan sekarang ini, hampir tidak ada sesuatu yang tidak bisa direkayasa. Termasuk tidak ada penyakit yang tidak dapat dicarikan obatnya atau disembuhkan. “Hanya kematian saja yang tidak dapat kita cegah,” katanya.

NTB, lanjut dia, memang sudah selayaknya menjalankan wisata medis. Selain karena alamnya yang indah, juga kesiapan pelayanan medis di hampir semua rumah sakit di kawasannya sudah sangat mendukung. Peluncuran program wisata medis tersebut juga diramaikan dengan gelar pameran produk-produk obat-obatan produksi IKM, seperti berbagai jenis jamu dan beragam obat herbal serta peralatan medis dan terapi berbasis kearifan lokal lainnya.

Rumah Sakit Umum Daerah Provinsi (RUSDP) NTB sebagai rumah sakit terbesar milik masyarakat NTB sendiri menawarkan produk unggulannya berupa pengobatan radioterapi. Layanan radioterapi itu didukung peralatan canggih dengan kapasitas layanan bisa mencapai 80 pasien sehari.

Bahkan CT Scan Simulator milik RSUD NTB tersebut merupakan yang pertama kalinya di Indonesia. Selain itu pesawat sinar radioterapinya pun merupakan versi yang paling baru. Rumah sakit lainnya di Lombok tidak mau kalah. Seperti Rumah Sakit Harapan Keluarga yang menawarkan layanan unggulan berupa ‘treatment cuci darah’. Demikian juga RS Risa Centra Medica dengan layanan ‘baby spa’.

Sementara Direktur RSUD Provinsi NTB, dr. H. Lalu Hamzi Fikri, menjelaskan diluncurkannya wisata medis ini merupakan langkah awal bagi Pemprov NTB. Bekerjasama dengan Dinas Pariwisata, Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia ASITA, dan berbagai rumah sakit pemerintah dan swasta di Mataram, diharapkan dapat menjadikan pariwisata di NTB semakin kuat.

Promosi akan gencar dilakukan di berbagai belahan dunia di bantu oleh stake holder terkait. Terlebih keberadaan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika sebagai destinasi super prioritas nasional. Apalagi di tahun 2021 nanti balap motor paling bergengsi di dunia, MotoGP akan digelar di Lombok, NTB. “Ini menjadi salah satu langkah kita untuk mewujudkan NTB Gemilang,” katanya.

Dijelaskan, tak hanya produk medisnya saja, produk wisata yang ditawarkan juga telah dipersiapkan para pemandu wisata untuk mendampingi para pasien yang sedang berkunjung ke NTB untuk perawatan. Setelah menyandang predikat World Best Halal Tourism Destination dan World Best Halal Honeymoon Destination, kini NTB memulai langkah pertamanya mengembangkan wisata medis.

Peluncuran NTB medical tourism ini mengambil tempat di Graha Mandalika RSUD Provinsi NTB. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Dinas Kesehatan NTB, dr. Nurhandini Eka Dewi serta disaksikan pejabat dari Kementerian Kesehatan dan Kementerian Pariwisata serta ratusan pelaku industri jasa kesehatan dan pariwisata lainnya di NTB.

Wisata medis bukan hal yang baru di industri pariwisata. Selama ini Singapura, Thailand, Jepang, sampai Korea Selatan sudah lebih dulu mengembangkannya. Bedah plastik masih menjadi prosedur utama yang diminati oleh turis yang datang ke negara-negara tersebut. (*)

Destinasi Wisata Kepulauan Seribu Diperindah Ikon Seni

this formate

KEPULAUAN SERIBU, bisniswisata.co.id: Menjelang liburan tutup tahun, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Sudin Parbud) Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu terus mempercantik kawasan wisata yang ada di Kepulauan Seribu. Sejumlah ikon baru juga telah terpasang untuk semakin mempercantik pantai di pulau-pulau wilayah Kepulauan Seribu. Pemasangan ikon seni dilakukan untuk memperindah pantai di Kepulauan Seribu sekaligus sebagai pembeda dengan pantai lainnya di Indonesia.

“Dengan adanya ikon seni ini diharapkan menarik wisatawan untuk menghabiskan liburan akhir tahun di Kepulauan Seribu. Pemasangan ikon-ikon seni baru ini, atas kerja sama dengan Asosiasi Pematung Indonesia cabang Jakarta,” papar Kepala Sudin Parbud Kepulauan Seribu Cucu Ahmad Kurnia dalam keterangan pers, Senin (16/12/2019).

Dijelaskan, sejumlah ikon seni baru dipasang di beberapa pulau yang memang menjadi tujuan wisata. Terdapat delapan ikon baru yang dipercayakan kepada tim perencana, terdiri atas Arief Timor, Adityayoga, Agoes Salim, Nicholas Willa, Anindyo Widito. Sementara itu, pematung dipercayakan kepada Yani Mariani dan Agus Widodo.

Empat ikon karya Yani Mariani di antaranya ikon Jiwa Samudera ukuran 3x3x4,5m berbentuk biota laut di Pulau Pari, ikon Persembahan Cinta ukuran 2x2x3m berbentuk telapak tangan dan bunga mawar di Pulau Tidung, ikon Derai Embun ukuran 3,5×3,5×5,5m di Pulau Pramuka dan ikon Nyala Samudera ukuran 4×5,5x4m di Pulau Karya.

Sedangkan empat ikon karya Agus Widodo, yaitu ikon Generasi Pelaut ukuran 5x3x3m berbentuk perahu di Pulau Tidung, ikon Ombak Menari ukuran 7×2,5x3m berbentuk ombak di Pulau Karya, ikon Tangan Lestari ukuran 1,6×1,6x3m berbentuk dua tangan di Pulau Pramuka dan ikon Sakura ukuran 3x3x3m berbentuk bunga di Pulau Untung Jawa.

Sang kurator, Benny Ronald, mengatakan, sebuah karya seni yang tampil atau hadir di ruang publik sebagai entitas yang mampu memberikan dan menggugah rasa bagi siapa pun yang melihat atau berinteraksi dengannya. “Dengan adanya seni ruang publik, banyak tempat atau spot yang semula sepi/mati/kosong menjadi memiliki nilai yang lebih dan cukup signifikan memberikan daya tarik tersendiri,” ujarnya.

Menurut Benny, kehadiran ikon-ikon baru tersebut dapat menjadikan wisata Kepulauan Seribu memiliki daya tarik yang berbeda dari wisata pantai lain di luar Jakarta, terutama dalam penyediaan lokasi berswafoto untuk wisatawan. Dengan adanya penambahan landmark atau keindahan artificial berupa ikon baru, dapat memberikan nilai tambah pula untuk setiap pulau di Kepulauan Seribu.

“Rasanya diperlukan juga sebuah program branding Pulau Seribu yang lebih agresif dengan mengedepankan penambahan landmark atau keindahan artificial yang bisa memberikan nilai tambah pada tiap pulaunya,” kata dia.

“Kebutuhan dasar manusia yang biasa mengabadikan sebuah tempat dengan berfoto yang seolah-olah sebuah statement bawah sadar mengenai penaklukan ruang dan waktu adalah hal yang sangat lazim sekali dewasa ini. Hal ini rasanya sangat umum dilakukan dan merupakan sebuah progres aktif seiring dengan kemajuan teknologi dan gencarnya pewartaan melalui media sosial,” pungkasnya. (redaksibisniswisata@gmail.com)