Kantongi Rp2,4 Triliun, Star Wars Episode IX Puncaki Box Office

this formate

HOLLYWOOD, bisniswisata.co.id: Star Wars: Episode IX – The Rise of Skywalker langsung memuncaki box office Amerika Utara pada pekan perdananya. Melansir Box Office Mojo, Senin (23/12/2019), film ini mengkantongi USD175,5 juta atau sekira Rp2,4 triliun.

Star Wars: The Rise of Skywalker menduduki posisi satu box office setelah menghempas Jumanji: The Next Level dari kursi juara pekan lalu. Pada periode 20-22 Desember 2019, film yang dibintangi Dwayne Johnson ini hanya mampu meraup USD26,1 juta atau senilai Rp365,2 miliar. Meski film yang dibintangi Daisy Ridley itu berkuasa di box office pekan ini, namun penghasilan The Rise of Skywalker berada di urutan terakhir dari dua seri Star Wars sebelumnya.

Melansir Variety, The Force Awakens (2015) mendapatkan USD248 juta, sementara The Last Jedi (2017) meraih USD220 juta di minggu pertama perilisan mereka. Namun sang sutradara, J.J. Abrams optimis film arahannya akan tetap bersinar. “Hal yang hebat dari Star Wars adalah (film) ini sangat dicintai banyak orang dan mereka bersemangat tentang hal itu,” ucap Abrams.

Ketika rilis di pasar internasional, Star Wars The Rise of Skywalker disambut meriah di Inggris Raya dengan pendapatan mencapai US$26,8 juta, dilanjutkan di Jerman dengan US$21,8 juta, dan Prancis dengan US$15,2 juta. Bahkan, The Rise of Skywalker mendapatkan US$14,6 juta di Jepang.

Star Wars: The Rise of Skywalker” secara garis besar melanjutkan cerita dalam “Star Wars: The Last Jedi” (2017). Resistance masih berperang dengan First Order, tapi kondisi Resistance kali ini sangat rentan setelah markas mereka hancur. Kini, First Order dipimpin oleh Kylo Ren (Adam Driver) setelah membunuh Supreme Leader Snoke (Andy Serkis). Ia sangat berambisi membuat First Order sangat kuat sehingga bernafsu menyerang Resistance

Sementara posisi kedua Box Office, ditempati sekuel Jumanji, dan urutan ketiga diduduki Frozen 2 menjadi film di peringkat 3 box office Amerika Utara pekan ini. Film tentang petualangan Elsa dan Anna ini turun satu peringkat dari pekan lalu usai meraup USD12,3 juta atau setara Rp171,9 miliar sepanjang akhir minggu kemarin.

Menyusul di urutan empat, ada pendatang baru lain, yaitu Cats. Film yang tayang bersamaan dengan Star Wars: The Rise of Skywalker ini tak semujur rivalnya setelah hanya mendapatkan USD6,5 juta atau Rp90,8 miliar.

Selain pemaparan film tersebut, telah dirangkum pula 10 besar peringkat film box office Amerika Utara periode 20-22 Desember.

1. Star Wars: Episode IX – The Rise of Skywalker – USD175,5 juta (Rp2,4 triliun)
2. Jumanji: The Next Level – USD26,1 juta (Rp365,2 miliar)
3. Frozen 2 – USD12,3 juta (Rp171,9 miliar)
4. Cats – Rp6,5 juta (Rp90,8 miliar)
5. Knives Out – USD6,1 juta (Rp85,6 miliar)

6. Bombshell – USD5 juta (Rp70,9 miliar)
7. Richard Jewell – USD2,5 juta (Rp35,8 miliar)
8. Queen & Slim – USD1,85 juta (Rp25,8 miliar)
9. Black Christmas – USD1,8 juta (Rp25,1 miliar)
10. Ford v Ferrari – USD1,8 juta ((Rp25,1 miliar)

Megawati: Hidupkan Jalur Rempah Jadi Daya Tarik Wisata

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: China memiliki jalur sutra yang namanya sudah mendunia, sehingga menjadi daya tarik pariwisata di negeri Panda. Kini Jalur Sutra dihidupkan lagi dengan One Belt One Road (OBOR), yang bertujuan untuk menggairahkan kunjungan wisatawan ke Tiongkok. Bagaimana dengan Indonesia?

“Sebenarnya Indonesia juga punya, namanya Jalur Rempah. Nah ini perlu digali, perlu dibangkitkan lagi. Saya mengharapkan menteri Pariwisata, Pak Wishnu perlu mengali dan menghidupkan kembali, sehingga menjadi daya tarik pariwisata Indonesia yang dampaknya meningkatkan kunjungan wisatawan,” papar Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri pada acara penyerahan penghargaan Trisakti Tourism Award 2019 di Grand Sahid Hotel Jakarta, Ahad (22/12/2019) malam.

Presiden RI ke – 5 melanjutkan nusantara ini pernah berjaya bahkan berkiprah di dunia, apalagi keindahan Indonesia sangat luar biasa. “Saya teringat ucapan sang Ayah, Soekarno yang menyebut Indonesia negara kaya raya. Kenapa kita dijajah, karena penjajah sangat senang di sini,” lontarnya.

Untuk itu Megawati mengingatkan akan pentingnya Indonesia memiliki ciri khas wisata dan budaya. “Karena seperti orang Jepang sekarang ini, ketika saya ke Jepang, teman saya mengatakan rakyatnya itu digerakkan, mengapa banyak yang ke Jepang, karena kekuatan keindahannya digerakkan bukan oleh dari mereka yang, mohon maaf, biro-biro tourism saja, tapi juga oleh rakyat Jepang sendiri,” ujar Megawati.

Megawati mengharapkan agar sektor pariwisata semestinya tidak hanya digerakkan pemerintah, melainkan juga masyarakat sebagaimana di Jepang. Dicontohkan, makanan yang disajikan Jepang, seperti tempura dibuat dari bahan-bahan sendiri yang diambil dari hutan atau diproduksi sendiri. “Pak Wishnutama, saya titip, tolong gerakkan masyarakat itu, untuk mereka tahu daerahnya itu punya potensi besar untuk destinasi pariwisata,” kata dia.

Menyinggung soal budaya, puteri mantan Presiden pertama Ir. Soekarno menilai Indonesia harus memperhatikan untuk mematenkan warisan budaya Indonesia. Mengingat, orang asing lebih tertarik belajar gamelan ketimbang pemuda-pemudi dalam negeri. “Saya sudah bicara dengan Pak Laoly (Menkumham Yasonna Laoly), ayo sosialisasikan, betapa pentingnya kita patenkan hasil budaya seni kita. Kalau tidak, betapa prihatinnya saya, orang asing sekarang, bukan saya anti-asing, tidak tapi saya menjaga kelestarian budaya dan kesenian yang namanya rakyat Indonesia,” ungkapnya

Kenapa? Karena mereka, umpamanya, orang asing sekarang, selain menggemari gamelan, banyak mereka jadi pesinden. Mana anak-anak kita? Hanya beberapa yang belajar. “Jadi masalah paten menjadi penting. Jika tidak, hak kekayaan intelektual (HAKI) seseorang akan dicomot begitu saja oleh pihak lain,” sambungnya.

Masalah paten, sambung Megawati, karena kalau bicara dengan UMKM, koperasi, mereka katakan “ibu, untuk buat paten mahal sekali”. Tapi saya jawab, “kamu lebih baik bayar mahal tetapi hasilmu tidak diambil orang. Kalau diambil, kerugian kamu makin besar”,” jelasnya.

Penggagas Trisakti Tourism Award, Wiryanti Sukamdani, menjelaskan pemberian penghargaan Trisakti Tourism Award 2019 ini, untuk mendorong kemajuan industri pariwisata Indonesia, terutama di daerah-daerah. “Indonesia adalah mutiara khatulistiwa yang wajib kita kelola dan dijaga sebaik-baiknya. Kita tidak boleh meninabobokan atas sumber daya alam yang melimpah karena pariwisata Indonesia sebagai salah satu ujung tombak pertumbuhan ekonomi nasional,” jelasnya

Melalui Trisakti Tourism Awards, ia mengharapkan para kepala daerah semakin terpacu dan bekerja keras membangun destinasi dan industri pariwisatanya. “Kita harus bergerak cepat, pariwisata harus menjadi motor penggerak devisa dan memberikan ‘multiplier effect’ yang mendorong perekonomian kita lebih tinggi,” ujarnya.

Mantan Ketua Umum PHRI optimistis pariwisata juga dapat menyejahterakan masyarakat, menghapus kemiskinan, memajukan budaya, dan melestarikan alam lingkungan. Ketua Dewan Juri Trisakti Award Sapta Nirwandar menyatakan pemenang didapat dari 60 lebih kabupaten/lkota yang mendaftar sebagai peserta.

Trisakti Tourism Award ini diharapkan diselenggarakan setahun sekali sehingga industri pariwisata di daerah semakin tergerak mambangkitkan pariwisata di daerahnya masing-masing. “Untuk saat ini penghargaan itu terbagi dalam lima kategori, yakni wisata bahari, wisata alam, wisata petualangan, wisata sejarah dan budaya, serta wisata kuliner dan belanja. Ke depannya bisa bertambah jumlah kategori hal ini tergantung dengan kondisi yang ada,” tambahnya.

Sementara Ketua Dewan Juri Trisakti Award Sapta Nirwandar menyatakan pemenang didapat dari 60 lebih kabupaten/lkota yang mendaftar sebagai peserta. Pemenang Trisakti Award 2019 untuk kategori wisata bahari, juara pertama Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat, diikuti Kabupaten Sumbawa, NTB, dan Kabupaten Belitung, Babel.

Juara satu kategori ekowisata diraih Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur diikuti Kabupaten Kulonprogo, D.I. Yogyakarta, dan Kota Batu, Jawa Timur. Kategori wisata warisan budaya dan sejarah diraih Kabupaten Tabanan, Bali, Kabupaten Sumba Barat Daya, NTB, dan Kabupaten Payakumbuh, Sumatera Barat.

Kategori wisata kuliner dan belanja diraih Kota Semarang, Jawa Tengah, Kota Surakarta, Jawa Tengah, dan Kota Medan, Sumatera Utara. Penghargaan khusus diraih Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro, Sulawesi Utara, dan Provinsi Sumatera Selatan.

Hadir dalam acara itu, Presiden ke-5 RI sekaligus Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri dan sejumlah pejabat lainnya, di antaranya Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio , Menteri Hukum dan HAM Yasona Laoly, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, dan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, I Gusti Ayu Bintang Darmawati.

Sejumlah daerah yang mendapat Trisakti Tourism Award. Mereka adalah:

A. Penghargaan khusus bidang petualangan: Provinsi Sumatera Selatan

B. Penghargaan khusus bidang bahari: Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro

C. Warisan budaya dan sejarah:
1. Tabanan
2. Sumba Barat Daya
3. Payakumbuh

D. Wisata kuliner dan belanja
1. Semarang
2. Surakarta
3. Medan

E. Wisata bahari
1. Raja Ampat
2. Sumbawa
3. Belitung

F. Ekowisata
1. Banyuwangi
2. Kulonprogo
3. Batu (end)

2019, Penumpang Udara Anjlok

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Sepanjang 2019, jumlah penumpang pesawat diprediksi menurun 21,5 juta penumpang dan diperkirakan hanya mencapai 90,5 juta atau turun 18% jika dibandingkan dengan tahun 2018 yang mencapai 112 juta penumpang.

“Perjalanan 2019, situasi industri sedang mengalami turbulensi. Itu sudah terasa dari angkutan Natal 2018. Sampai akhir 2019 nanti, kita perkirakan ada penurunan penumpang 18% atau menjadi 90,5 juta orang,” papar Direktur Utama PT Angkasa Pura II (persero) Muhammad Awaluddin di Jakarta, seperti diunduh Antara, Senin (23/12/2019).

Penurunan jumlah penumpang itu terjadi di 16 bandara milik AP II. Bandara Soekarno-Hatta (Soet­ta), hingga awal Desember 2019, baru mencatat jumlah penumpang sebesar 54,2 juta orang. Padahal, periode yang sama tahun lalu mencapai 65,6 juta orang. “Bandara Soetta itu salah satu bandara terpadat yang biasanya menyumbang jumlah penumpang total terbanyak jika dibandingkan dengan bandara lainnya,” tambahnya.

Penyebab penurunan karena pengaruh harga tiket mahal dan banyaknya infrastruktur transportasi lain yang sudah terbangun, yakni Tol Trans-Jawa dengan Tol Trans-Sumatra. “Di dalam industri penerbangan, tidak hanya satu penyebabnya. Di seluruh dunia pun pergerakan turun. Kita kena imbas karena adanya isu yang diembuskan terkait harga tiket dan bagasi berbayar,” katanya.

Padahal, sejak dahulu dalam penerbangan berbiaya murah (LCC), bagasi memang tidak termasuk komponen harga tiket. Juga daya beli masyarakat terpengaruh karena adanya tiket mahal dan bagasi berbayar itu. Faktor lainnya membaiknya infrastruktur transportasi lain, seperti tol terutama untuk penerbangan di wilayah Jawa. “Di Jawa, infrastruktur darat yang cukup membaik. Tol saat ini cukup tinggi. Di udara justru rendah. Di satu sisi kondisi memang bergerak,” katanya

Meskipun mengalami penurunan, Awaluddin menyatakan pihaknya tetap optimistis di tahun depan kondisinya akan menjadi lebih baik. Kejadian serupa pernah terjadi pada 2008 sehingga AP II sudah bisa mengantisipasinya. Pihaknya juga memaparkan AP II beserta BUMN sarana dan prasarana transportasi udara serta transportasi lainnya akan tergabung dalam satu klaster di bawah holding ekosistem pariwisata.

Pembagian klaster itu, lanjutnya, berdasarkan kebutuhan pada pengembangan ekosistem itu. Dalam pariwisata, dibutuhkan aksesibititas, amenitas, dan juga atraction sehingga dibentuklah klaster berdasarkan kebutuhan tersebut. “Kami sangat mendukung kebijakan Menteri BUMN. Dan, bicara ekosistem berarti bicara target yang lebih komprehensif dimulai dari rencana pembangunan, investasi, penataan kawasan, dan lain-lain,” sambungnya. (*)

Kado Akhir Tahun Terbaik Buat Anak, Ya Liburan….

this formate

NEW YORK. bisniswisata.co.id: Para orang tua kerap memberikan mainan baru untuk menyenangkan anak. Namun, berdasarkan riset Journal of Social and Personal Relationships tahun 2017, hadiah terbaik untuk anak bukanlah mainan, melainkan liburan.

Dalam riset ini, peneliti melakukan survei terhadap 500 perempuan berumur 18 hingga 93 tahun mengenai sikap terhadap sebuah hadiah. Kebanyakan dari mereka tidak menyebutkan mainan maupun benda-benda mahal.

“Peneliti kami menemukan, pengalaman positif mikro seperti kasih sayang, berbicara hal-hal positif dan menghabiskan waktu bersama anak menduduki tingkat teratas,” ujar Dr. Zita Oravecz, profesor human development and family studies dari Universitas Pennsylvania State pada NPR.

Dilansir Travel and Leisure, Senin (23/12/2019) menurut Oliver James, penulis buku psikologi, jika seorang anak umur dua tahun diberikan sebuah kado atau hadiah, mereka akan terfokus dengan kotak hadiahnya. “Sama halnya dengan mengajak anak liburan, kita harus mengizinkan anak untuk eksplorasi dan mengenal sekitarnya lebih lagi,” tambah James.

Mengajak anak-anak untuk mendapatkan pengalaman baru akan lebih berdampak positif terhadap jiwa dan pikiran sang buah hati. Selain membuat rasa bahagia dalam jangka panjang, mengajak liburan dapat mengembangkan dan mengasah otak anak.

Margot Sunderland, psikolog anak asal Inggris juga mengungkapkan hal serupa kepada The Telegraph pada 2017. “Berlibur bersama keluarga membantu mengasah sistem genetik yang tertanam dalam limbik, struktur otak yang mendukung berbagai fungsi seperti emosi, perilaku dan motivasi,” paparnya.

Dilanjutkan, terdapat dua sistem yang akan diasah, yaitu sistem bermain dan sistem mencari. Untuk sistem bermain, maka akan diasah ketika anak merasakan pasir pantai di kakinya, atau ketika bermain di pundak orangtuanya. Dan untuk sistem mencari dapat ditemui ketika anak melakukan eksplorasi bersama kedua orangtuanya, seperti di hutan, pedesaan atau pantai.

Karena itu, saat orang tua mengajak sang anak berlibur, maka sebenarnya tengah mendukung keinginan eksploratif, atau sistem pencarian. Hal ini bisa membantu anak untuk menjalankan hidup yang baik, dan mendukung kemampuan mereka untuk belajar. Ketika beranjak dewasa, hal tersebut dapat diartikan sebagai kemampuan untuk menggali dan mengeksplorasi ide. Sebagai contoh, menjadikan pengusaha yang sukses. (*)

November 2019, Penumpang Singapore Airlines Naik SilkAir Turun

this formate

SINGAPURA, bisniswisata.co.id: Sepanjang November 2019, jumlah penumpang Singapore Airlines (SIA) mengalami kenaikan sebesar 10,2 % dibandingkan November 2018. Naiknya berbanding peningkatan kapasitas sebesar 6,6%. Dan Tingkat Keterisian Penumpang (PLF) meningkat pada seluruh rute selama periode peak season akhir tahun. Berbagai upaya dilakukan untuk tetap berfokus pada RASK (pendapatan per tempat duduk yang tersedia – kilometer). PLF Singapore Airlines mengalami peningkatan sebesar 2,8 poin persentase dibandingkan dengan tahun sebelumnya menjadi 84,7%.

Sementara, jumlah penumpang yang diangkut SilkAir, anak perusahaan SIA mengalami penurunan sebesar 4,5% seiring dengan penurunan kapasitas sebesar 8,7%. Hal ini menyebabkan pertumbuhan sebesar 3,6 poin persentase pada PLF menjadi 80,5%. Kapasitas menurun dikarenakan sepuluh rute SilkAir telah dialihkan kepada Scoot. Pertumbuhan kapasitas yang kuat pada rute-rute di wilayah Australia diimbangi oleh pertumbuhan lalu lintas udara.

“Jadi penumpang yang diangkut SIA Group (diukur dalam pendapatan penumpang per kilometer) naik 8,3% dibandingkan 2018 atau melampaui pertumbuhan kapasitas (diukur dalam jumlah kursi yang tersedia per kilometer) sebesar 4,4%. Tingkat keterisian penumpang (PLF) mengalami peningkatan sebesar 3,1 poin persentase menjadi 84,9%,” papar Kartika Honggono mewakili Singapore Airlines dalam siaraan pers yang diterima Redaksi, Ahad ( 22/12/2019)

Sedangkan, PLF Scoot mengalami peningkatan sebesar 3,5 poin persentase menjadi 86,7% seiring dengan jumlah penumpang yang diangkut juga tumbuh sebesar 5,5%, berbanding dengan peningkatan kapasitas sebesar 1,1%. Peningkatan kinerja Scoot di wilayah Asia Tenggara serta rasionalisasi kapasitas pada rute-rute di China yang mengalami pelemahan menyebabkan PLF lebih tinggi pada wilayah Asia Timur. Asia Barat mencatat adanya peningkatan permintaan, sementara wilayah lainnya diuntungkan dengan adanya lalu lintas penghubung yang lebih kuat.

Tingkat keterisian kargo (CLF) mengalami penurunan sebesar 3,9 poin persentase, yang disebabkan oleh penurunan lalu lintas kargo (diukur dalam ton beban kargo per kilometer) sebesar 7,2%, melebihi pertumbuhan kapasitas sebesar 1,5%. CLF di seluruh wilayah rute mengalami penurunan kecuali Amerika. (redaksi@bisniswisata.co.id)

Liburan Tutup Tahun: Wisata Murah di Jakarta, Bandung, Jogya & Malang

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Liburan penutup tahun 2019, sudah tiba. Momen ini bagi sebagian orang, digunakan untuk berkumpul bersama keluarga maupun orang terdekat. Ada banyak cara untuk menghabiskan liburan akhir tahun, salah satunya mengunjungi tempat wisata tentunya berbagai destinasi wisata di dalam negeri.

Siapa bilang tiket masuk ke tempat rekreasi sangat mencekik, ternyata masih ada tempat wisata murah di Jakarta, Bandung, Yogyakarta, dan Malang, dengan harga tiket masuk bervariasi, dari Rp 5.000 hingga Rp 10.000. Beberapa rekomendasi tempat wisata murah di Jakarta, Yogyakarta, dan Malang, yang dilansir laman Kompas, Ahad (22/12/2019), antara lain:

JAKARTA

Kota Tua
Ada banyak aktivitas yang bisa dilakukan di Kota Tua, yakni naik sepeda onthel, memberi makan burung, dan keliling museum. Jika hanya ingin berkeliling museum, Anda cukup membayar tiket masuk seharga Rp 5.000 untuk dewasa, Rp 3.000 untuk mahasiswa, dan Rp 2.000 untuk pelajar dan anak-anak. Jika ingin naik sepeda onthel, Anda dapat menyewanya dengan harga Rp 20.000. Ada banyak museum yang dapat dikunjungi, yakni Museum Sejarah Jakarta atau Museum Fatahillah, Museum Wayang, Museum Seni Rupa, dan Museum Bank Mandiri.

Kampung Main Cipulir
Tempat wisata ini terletak di daerah Cipulir, Jakarta Selatan. Tiket masuk objek wisata yang petualangan berkonsep desa ini sangat murah. Tempat wisata ini buka setiap hari dari jam 08.00-16.00 WIB. Harga tiket masuk Kampung Main Cipulir dipatok dengan harga Rp 7.000/ orang di hari Senin-Jumat dan Rp8.000/ orang di hari Sabtu-Minggu. Jika ingin mencoba wahana yang tersedia di sana, Anda harus merogoh kocek lagi. Tiket terusan Kampung Main Cipulir dijual dengan harga Rp 65.000 yang sudah termasuk tiket kolam renang, flying fox, dan permainan outbond.

Monumen Nasional
Monumen Nasional (Monas) menjadi simbol kemerdekaan Indonesia. Digagas presiden pertama Indonesia Ir. Soekarno, Monas memiliki mahkota lidah api yang terbuat dari lapisan emas murni. Salah satu tempat liburan murah di Jakarta ini beroperasi setiap hari mulai pukul 8 pagi hingga pukul 3 sore. Harga tiket masuk cukup terjangkau Rp. 5.000 untuk dewasa, Rp. 3.000 mahasiswa, dan Rp. 2.000 anak-anak. Jika ingin menggunakan lift untuk sampai ke puncak akan dikenakan biaya tambahan dimana Rp. 10.000 untuk dewasa dan Rp. 5000 untuk anak dan mahasiswa.

Museum Fatahillah
Jakarta memang menyimpan berbagai peninggalan sejarah seperti peninggalan masa lalu yang tersimpan rapi di museum-museum. Salah satu museum yang ada di jakarta adalah Museum Fata hillah yang berlokasi di Jalan Taman Fatahillah, Jakarta Barat. Museum ini awalnya merupakan markas besar VOC di jaman penjajahan Belanda. Museum ini tergolong pada tempat wisata murah di Jakarta dimana cukup dengan membayar tiket seharga Rp. 5000 (dewasa, Rp. 3.000 (mahasiswa), dan Rp. 2.000 (anak-anak) bisa menjelajah sejarah.

BANDUNG

De Ranch Bandung
Pengin bergaya ala cowboy seperti di film Django? Kamu bisa mewujudkannya dengan berlibur ke De Ranch Bandung. Suasana peternakan bergaya Amerika benar-benar dihadirkan di De Ranch Bandung. Gak cuma disuguhkan pemandangan peternakan, kamu juga berkesempatan menunggangi kuda. Pokoknya, kalau mau merasakan jadi cowboy, di sini tempatnya. Tempat wisata di Bandung ini berada di Jalan Maribaya No. 17 Lembang. Kamu bisa mengunjunginya dari Selasa – Jumat mulai pukul 09.00 – 17.00 serta Sabtu, Minggu, dan hari libur dari pukul 08.00 – 18.00. Tiket masuknya sendiri dikenakan harga Rp 5.000.

Kebun Begonia Lembang
Tempat ini diberi nama Taman Begonia karena di taman bunga yang ada di dataran tinggi Lembang ini didominasi komoditas unggulan dan primadona taman ini, yaitu Bunga Balinea (varietas Begonia asal Bali). Tak perlu khawatir jika mencari tempat selfie berdua dengan pasangan. Di sini ada spot unik seperti bunga cinta, keong raksasa, gerbang dengan tulisan “Kebun Begonia”, miniatur delman, patung, atau sepeda roda tiga raksasa. Tiket Masuk: Rp10.000

Taman Lembah Dewata
Namanya Taman Lembah Dewata. Pemandangan danau yang indah dengan latar perbukitan yang cantik akan membuat wisata kamu romantis dan intim. Di tepi danau terdapat sebuah dermaga dari kayu yang posisinya condong ke tengah danau. Anda bisa menaiki dermaga kayu ini kemudian duduk di ujungnya, di sinilah salah satu spot berfoto paling favorit di kalangan anak muda. Bahkan saking bagus pemandangannya membuat Taman Lembah Dewata juga kerap menjadi spot foto pre wedding juga. Tiket masuknya hanya Rp10.000,

YOGYAKARTA

Pinus Pengger
Pinus Pengger berjarak sekitar satu jam dari pusat Kota Yogyakarta, tepatnya di Desa Terong, Kecamatan Dlingo, Bantul. Tempat wisata ini terbilang cukup ramai apalagi ketika hari libur tiba. Hal itu karena foto-foto dari Pinus Pengger yang sudah banyak tersebar di media sosial. Dari ketinggian, Pinus Pengger menampilkan keindahannya saat malam hari tiba. Di sisi barat tampak hamparan lampu Kota Yogyakarta. Yang menjadi nilai tambah adalah terdapatnya beberapa ornamen di setiap tempat untuk berfoto. Hal itu tentu saja menjadikannya semakin Instagramable. Bagi Anda yang tidak memiliki perlengkapan foto atau malas untuk membawanya, tidak perlu khawatir. Telah tersedia fotografer yang siap untuk memotret Anda. Hanya perlu membayar Rp 4.000, pengunjung sudah bisa membawa pulang file foto milik mereka. Sedangkan untuk tiket masuk sebesar Rp 3.000.

Malioboro
Malioboro menjadi lokasi yang selalu ramai baik siang maupun malam. Di Malioboro saat malam hari, wisatawan bisa menikmati beragam kuliner yang ada di sana. Malioboro menjadi lokasi favorit orang-orang yang ingin menikmati Jogja sambil berjalan-jalan di sepanjang pedestriannya sembari mengambil foto di sudut-sudut jalannya yang instagramable. Tempat wisata ini tidak menggunakan tiket masuk, hanya cukup membayar parkir bagi Anda yang menggunakan sepeda motor untuk datang ke sana.

Alun-Alun Kidul
Alun-Alun Kidul Yogyakarta ramai saat malam hari. Di sini, pengunjung bisa menikmati Alun-Alun Kidul sembari mengelilingi Alun-Alun dengan menggunakan odong-odong dengan tarif tertentu. Bisa juga menikmati Alun-Alun Kidul Yogyakarta sembari membeli aneka rupa kulinernya seperti bakso bakar, dan sebagainya. Untuk menikmati objek wisata ini, Anda tak perlu mengeluarkan kocek untuk tiket masuk.


MALANG

Batu Flower Garden
Obyek wisata Batu Flower Garden terletak di Kota Batu, Malang, Jawa Timur. Wisata ini adalah taman bunga warna-warni. Awal mulanya, obyek wisata ini merupakan kawasan air terjun yang diberi nama Coban rais dan bumi perkemahan. Namun, saat ini terdapat 31 wahana permainan yang dapat dinikmati. Tarif setiap bermainan berbeda-beda dengan kisaran harga Rp 10.000-Rp 65.000.

Ngukir Wisata Alam (NWA)
Ngukir Wisata Alam (NWA) dahulunya adalah lahan pertanian yang digunakan untuk menanam jeruk dan cengkeh. Namun, hasilnya tak begitu bagus hingga akhirnya ditanami pohon kayu suren agar dapat dimanfaatkan untuk membuat gubug, rumah susuh, rumah kayu, dan ayunan. Obyek wisata ini menyediakan hamparan lahan strawberi, durian, sawo hutan, cempedak, dan semua itu disiapkan untuk pengunjung. Tempat wisata ini berada di Dusun Ngukir, Torongrejo, Junrejo. Tiket masuk ke area ini sebesar Rp 10.000.

Goa Pinus
Goa Pinus berada di Gunungsari, Bumiaji, Kota Batu. Goa ini adalah salah satu favorit wisata bagi warga Malang. Suasana yang sejuk dibalut hutan pinus disekitarnya menjadi daya tarik utama tempat ini. Dahulunya, lokasi ini digunakan untuk pertambangan. Apabila ingin mengunjungi Goa Pinus, Anda akan dikenai Rp 5.000 per orang untuk sekali masuk. (*)

Bolu Kukus, Oleh-oleh Khas Pasundan Paling Hits

this formate

BANDUNG, bisniswisata.co.id: Industri kuliner dan oleh-oleh terus berkembang di Bandung, Jawa Barat. Ide kreatif juga lahir dari Siliwangi Bolu Kukus (SBK) yang menjadikan, sejarah dan kearifan lokal dijadikan senjata utama. Siliwangi adalah nama yang khas di Bumi Pasundan dan produk-produknya pun menggunakan bahan baku asli tanah Sunda.

“SBK sangat disukai masyarakat karena beberapa bahan baku yang digunakan adalah produk lokal. Misalnya, Susu Lembang, Stroberi Ciwidey, Kopi Bogor, Ubi Cilembu, Ketan Kelapa, Alpukat Mentega, Brownies Coklat, dan Talas Bogor. Inilah oleh-oleh khas Bumi Pasundan,” papar Direktur CV Boga Karya Siliwangi, Muhammad Faizal Chaniago, dalam siaran persnya, Sabtu (21/12/2019).

SBK membuka store pertamanya di Stasiun Bogor pada hari Jumat, 25 Oktober 2019 lalu. Meskipun dibuka pada hari yang tidak umum alias terbilang hari yang sempit (karena berbarengan dengan jadwal Shalat Jumat), antrian pengunjung untuk membeli produk SBK begitu panjang.”Hingga hari ini, permintaan produk SBK di kota-kota besar di Jawa Barat (termasuk Jakarta) terus mengalami kenaikan yang signifikan,” katanya.

Bahkan, beberapa mitra dan reseller pun tumbuh dengan subur di mana-mana. Dari yang awalnya merasa khawatir jualannya tidak laku, mereka kemudian berani memesan produk SBK minimal 50 boks sehari. Namun, permintaan agar di tiap kota juga ada store resmi terus berdatangan.

Hal ini sangat wajar, kata dia, karena harga mitra dan reseller tentu berbeda dengan harga resminya. Oleh karena itu, CV Boga Karya Siliwangi terus menyiasati, melakukan studi banding, dan pengujian di lapangan. “Akhirnya kami memutuskan, untuk mendekatkan diri dengan konsumen pada akhir pekan ini kami akan sekaligus membuka 3 store resmi lagi di Bogor dan Puncak,” paparnya.

Adapun store-store baru SBK ini, pertama ada di Jalan Baru yang resmi dibuka pada Sabtu, 21 Desember 2019. Store kedua, kata dia, ada di Puncak yang resmi dibuka pada Ahad, 22 Desember 2019. Lokasi tepatnya berada di Jl. Raya Cibogo Puncak No.85, Cipayung Datar, Kec Megamendung, Bogor. store di Baranangsiang, kata dia, akan resmi dibuka pada Senin, 23 Desember 2019. Pembukaan tiga store secara bersamaan ini menunjukkan komitmen yang tulus atas permintaan pelanggan. (redaksi@bisniswisata.co.id)

Tips Liburan Hemat Akhir Tahun buat Pelajar Mahasiswa

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Jika ingin liburan akhir tahun tapi ternyata budget (dana) terbatas, jangan bingung karena semua masih bisa diatur asal kamu niat menjalankannya. Kuncinya adalah dipersiapkan dengan matang, dan dijalankan dengan tanpa beban. Hasilnya, liburanmu pasti bakal lebih berkesan.

Dirangkum dari Rencanamu.id, Sabtu (21/12/2019), mencatat ada 9 tips liburan akhir tahun atau liburan semester ganjil dengan dana terbatas bagi pelajar dan mahasiswa, antara lain:

Buat rencana perjalanan

Pertama harus dilakukan adalah membuat rencana perjalanan dengan niat sepenuh hati. Tentukan tempat-tempat yang ingin dikunjungi dan browsing semua informasi terkait tempat itu. Kalau perlu, catat nomor kontak tempat wisata itu agar sewaktu-waktu bisa dihubungi. Jika buat reservasi hotel atau transportasi via online, maka harus dicatat nomor kontak setiap situs booking itu. Pastikan tanggal dan nama reservasi tercantum dengan benar namamu. Bekali diri dengan peta lokal dan jadwal angkutan umum, atau peta bisa dilihat di Google. Kenali cuaca isaat kamu melakukan perjalanan nanti. Jangan sampai salah bawa kostum.

Harus bisa memanfaatkan semua

Jika kamu punya saudara atau kenalan di suatu destinasi, maka bisa dikontak untuk minta tips-tips traveling dari mereka. Tentu mereka lebih paham disana, yang bisa berimbas pada penekanan budget.

Tak perlu pakai tour guide

Inilah tantangan traveling yang asik, sebab kamu dituntut banyak bertanya pada penduduk lokal tentang cerita-cerita di sekitar objek wisata itu. Hasilnya justru bisa lebih menarik dibanding dengan pemandu wisata yang monoton itu-itu saja.

Pilih hostel, bukan hotel
Ingin murah, maka pilih hostel. Saat ini juga sudah banyak hostel bertebaran dimana-mana. Meski murah, jangan khawatir soal keamanan. Sebab biasanya sudah disediakan loker dengan kunci masing-masing. Tetapi, di hostel sebuah kamar bisa terdiri dari 6-10 tempat tidur untuk berbagi dengan tamu lain. Jadi ya harus bisa saling menghargai privasi masing-masing.

Tak perlu beli peralatan khusus, cukup pinjam

Jika ingin traveling, biasanya ada yang gatal ingin beli peralatan. Tapi kalau bisa cukup pinjam atau sewa saja. Jadi uangnya bisa dialokasikan untuk yang lain.

Bawa bekal sendiri

Soal makanan, semua bisa diatur. Kalau bisa bawa bekal makanan sendiri. Misalnya mie instan cup, roti atau kering kentang. Jika mau beli makan, sebaiknya beli di warung/lapak pinggir jalan yang bersih. Jangan beli di restoran ya. Selain murah, kamu bisa menyicipi makanan khas setempat.

Jangan remehkan jalan kaki

Ketika traveling, kamu tidak harus melulu berkunjung ke objek wisata berbayar. Tapi sekedar jalan kaki keliling kota juga mengasikkan. Manfaatnya, kamu bisa melihat langsung aktivitas kota itu termasuk street performance atau street art serta arsitektur kota itu. Tentunya ini gratis kan.

Pilih naik transportasi umum

Jangan pilih taksi jika ingin hemat, maka pilihlah angkot atau transportasi umum. Tapi kamu juga harus lebih waspada jika naik angkot.

Beli suvenir di pasar saja

Kalau ingin beli suvenir, bisa beli di pasar ketimbang di toko. Tetapi kamu harus lebih jeli memilih barang itu agar barangnya benar-benar bagus. (*)

Gambo Muba, Batik Jumputan Menarik Perhatian Jokowi

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Gambo Muba belakangan ini menarik perhatian para fashionista. Batik khas jumputan Musi Banyuasin berbasis pewarna alami ini juga menarik pehatian Presiden Joko Widodo (Jokowi). Ketertarikan itu usai membuka Export BRILianpreneur 2019 dan mengunjungi stand Gambo Muda di Jakarta Convention Center, 20-22 Desember 2019.

“Tadi Presiden RI Joko Widodo beli jaket Gambo Muba. Presiden bilang sangat senang dengan motifnya. Apalagi setelah batik Gambo Muba berbahan dari limbah getah Gambir untuk warnanya,” ungkap Desainer Gambo Muba, Dovi Rustam.

Dovi menceritakan kepada Kepala Negara bahwa proses pembuatan Gambo Muba menggunakan pewarnaan alami juga dapat mengangkat derajat petani gambir serta kesejahteraan pelaku UMKM di Muba. “Pak Jokowi juga apresiasi kepada ibu Thia Yufada yang sangat getol dengan mempromosikan Gambo Muba. Di tangan Thia, kini Gambo Muba jadi trend dunia fashion,” ucapnya.

Ketua KPK Muba, Thia Yufada Dodi Reza menjelaskan Gambo Muba sebagai eco fashion yang mampu mengangkat ekonomi petani getah gambir lantaran dikerjakan oleh tangan-tangan terampil para ibu di desa. Hasilnya telah menambah penghasilan keluarga dan meningkatkan kesejahteraan.

Gambo Muba adalah tekstil khas metode jumputan, diwarnai dengan dicelup getah gambir yang awalnya dianggap limbah dan dibuang percuma. Keberadaan batik khas Muba ini, mampu mendorong perajin gambir dengan merubah limbah menjadi pewarna utama kain. Sebagai produk eco fashion, Gambo Muba memakai 100 persen pewarna anti kimia.

Karena itu, Gambo Muba dikenal bukan cuma di nasional tetapi juga dunia internasional. Sebagai prosuk Eco fashion, Gambo Muba memakai 100 persen pewarna anti kimia. “Ini menjawab isu international bahwa lebih dari 50 persen limbah kimia berasal dari limbah tekstil. Gambo Muba adalah aksi alternatif dan sumbangan Muba untuk dunia tekstil. Kami tidak menghasilkan limbah kimia tetapi memanfaatkan limbah kimia getah gambir untuk pewarna Gambo Muba,”.

Kampanye hijau yang melekat pada produk Gambo Muba sudah hinggap beberapa kali di ajang fashion nasional dan internasional. Pecinta fashion memberikan respons positif pada kerajinan tangan Gambo Muba. Bahkan, kehadiran Gambo Muba mampu memberikan warna bagi khasanah batik Indonesia yang selama ini dipenuhi batik Yogyakarta, Solo, Pekalongan dan Bali. Gambo Muba mendudukkan Sumatera Selatan pada peta batik.

Disisi lain, Kain Gambo memiliki keunikan pada warnanya yang kuat, bernuansakan warna-warna bumi seperti cokelat, hijau, dan abu. Metode pewarnaannya pun menggunakan bahan-bahan alami dari getah Gambir, membuat warna yang dihasilkan sangat kuat, kontras, dan tidak akan merusak kain.

Selain dalam bentuk kain, Gambo Muda juga dijadikan jaket bomber, baju batik, payung dan tas yang unik. Cara membuatnya memang tak mudah, pengrajin harus tahu akan tradisi mode perkainan agar dapat mewujudkan hasil yang baik. Terutama teknik penggunaan malam dengan menutup sebagian kain saat proses pewarnaan.

Setelah pewarnaan selesai, pengrajin mulai membuat motif dengan keunikan dan arti tertentu. Motifnya disesuaikan dengan kebutuhan pasaran dan sesuai minat pembeli, termasuk tren kekinian. Untuk pembuatannya sendiri, diperlukan kesadaran dan ilmu pengetahuan untuk melestarikan budaya batik ini. Terutama tingkat pengrajin lokal karena kerajinan ini dikerjakan secara manual alias pakai tangan (batik tulis).

Batik Gambo khas Jumputan, yaitu jenis batik yang dikerjakan dengan teknik ikat celup untuk menciptakan gradasi warna yang menarik. Tidak ditulis dengan malam seperti batik pada umumnya, kain akan diikat lalu dicelupkan ke dalam warna. Teknik celup rintang menggunakan tali, ini untuk menghalangi bagian tertentu di kain agar tidak menyerap warna lain sebelum terbentuk motif. Gambo Muba, menjadi tren mode baru batik Jumputan dengan sentuhan modern. (end)

Nicholas Saputra Merawat Indonesia Lewat Film Dokumenter

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: AKTOR Nicholas Saputra kini terjun menjadi produser untuk sebuah film dokumenter. Film pertama kali diproduseri aktor berdarah Jawa-Jerman ini, berjudul Semesta yang berdurasi 90 menit. Semesta, berkisah tentang mereka yang merawat Indonesia. Para protagonis film ini terdiri atas tujuh sosok yang berasal dari latar belakang berbeda, mulai tempat tinggal, budaya, hingga agama.

Kisah Semesta berasal dari Aceh, Jakarta, Yogyakarta, Bali, Kalimantan, Flores, serta Papua. Kehadiran ketujuh sosok ini memang dipilih dengan saksama untuk mewakili manusia dan alam Indonesia yang beragam.

“Dengan sajian kisah-kisah dari berbagai penjuru Indonesia, film ini membuka wawasan kita dan memberikan inspirasi untuk berbuat sesuatu sekecil apa pun itu. Apa pun latar belakang agama, budaya, profesi, dan tempat tinggalmu, kita tetap bisa berbuat sesuatu untuk alam Indonesia dan dunia yang sekarang tengah mengalami krisis,” papar Nicholas Schubring Saputra seperti dilansir Antara, Sabtu (21/12/2019).

Bersama Mandy Marahimin, pria lajang kelahiran Jakarta 24 Februari 1984 menggarap sedemikian rupa Semesta, agar tidak membosankan. Dari segi produksi, pengambilan gambar, perekaman suara, pembuatan musik ilustrasi, hingga tahap penyuntingan dikemas dengan apik agar nyaman untuk disaksikan di bioskop.

“Kami ingin menghapus stigma bahwa dokumenter adalah tontonan yang membosankan. Makanya kami membuat Semesta dengan suguhan berbeda. Latar belakang saya dan Nicholas Saputra yang sebelumnya berkecimpung dalam produksi film-film fiksi sangat membantu,” timpalnya. (*)