Dubes RI untuk Swedia & Latvia Sapa WNI & Duduki Pos Barunya

this formate

STOCKHOLM, bisniswisata.co.id: Dubes RI untuk Kerajaan Swedia merangkap Republik Latvia, Kamapradipta Isnomo beserta keluarga berkenalan dengan WNI dan silaturahmi online menggunakan media Zoom dan Youtube, dikarenakan adanya batasan berkumpul oleh Pemerintah Swedia, oleh karena pandemi COVID-19.

Dalam masa penugasannya, pria yang akrab disapa Dubes Kama ini mengatakan terdapat beberapa prioritas dalam peningkatan hubungan bilateral, yaitu dalam bidang perekonomian, perlindungan WNI, kerjasama riset dan pendidikan tinggi, serta kerjasama kesehatan, baik itu terkait dengan penanganan pandemi COVID-19 dan juga potensi kerjasama kesehatan lainnya.

Selain itu juga terus melanjutkan Diplomasi Kebudayaan dan secara khusus siap untuk terlibat secara aktif dengan WNI di Swedia dan Latvia serta penguatan kerjasama antar-parlemen dan interfaith-relations antara Indonesia, Swedia dan Latvia, ungkapnya.

“Penugasan ini merupakan amanah bagi kami. Segala sesuatu yang baik akan diteruskan dan semoga dengan penugasan ini, dapat terus semakin mempererat dan meningkatkan hubungan bilateral, antara Indonesia dengan Swedia dan juga dengan Latvia” ujar Dubes Kama.

Dia juga memperkenalkan Istri, Ria Rafika Sari, beserta ketiga putrinya yang akan mendampingi dalam penugasan sebagai Duta Besar.

WNI di Swedia dan Latvia berkenalan dengan Dubes Kama yang baru menempati pos nya di Swedia dan Latvia. ( Foto: Fajar)

Dalam kesempatan tersebut, Dubes Kama juga mengingatkan WNI di Swedia dan Latvia untuk terus meningkatkan kewaspadaan terhadap pandemi golbal dengan tetap mengikuti rekomendasi serta protokol kesehatan yang dianjurkan oleh Pemerintah setempat.

“Jika memungkinkan agar Work from Home, hindari kepadatan di transportasi umum dan ruangan tertutup, seperti toko, mall, museum, perpustakaan, dan menghindari berbagai kegiatan pertemuan maupun perkumpulan di luar anggota keluarga inti.,” ujarnya mengingatkan.

KBRI juga siap membantu WNI yang mengalami masalah kesehatan maupun masalah lainnya yang terkait dengan pandemi COVID-19 melalui hotline KBRI” ujar Dubes Kama.

Dalam kesempatan tersebut, sejumlah wakil masyarakat Indonesia di Swedia dan Latvia juga turut menyapa Dubes Kama, yaitu No Limit Ministry, Komunitas Katolik Indonesia di Swedia (KKIS).

Begitupula Persekutuan Reform Injili Indonesia (PRII), Pengajian Al-Ikhlas, Perkumpulan Banjar Bali, Indonesiska KulturFöreningen Göteborg, Svensk-Indonesiska Sällskapet (SIS), Indonesiska Föreningen Göteborg, Svensk-Indonesiska Bagusföreningen Malmö, perwakilan WNI di Latvia, dan perwakilan Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) di Swedia.

Sebelum dilantik menjadi Dubes RI di Swedia dan Latvia, Dubes Kama menjabat sebagai Direktur Sosial Budaya dan Organisasi Internasional Negara Berkembang, Direktorat Jenderal Kerja Sama Multilateral, Kementerian Luar Negeri. Pada penugasan di luar negeri sebelumnya, Dubes Kama pernah ditempatkan di New York, Jenewa, dan Melbourne.

Peringati Hari Wayang Dunia, 20 Dalang DIY Pentas Selama 20 Jam  

this formate

YOGYAKARTA, bisniswisata.co.id: Setiap Tanggal 7 November diperingati sebagai Hari Wayang Dunia.  Sejak UNESCO telah memberikan perhatian yang luar biasa terhadap seni budaya wayang yaitu dengan menganugerahkan kepada pemerintah Indonesia bahwa wayang sebagai Masterpiece of The Oral and Intangible Heritage of Humanity pada tanggal 7 November 2003 di Paris.

Pemerintah Indonesia sendiri juga telah menetapkan tanggal 7 November sebagai Hari Wayang Nasional sesuai dengan Keppres No 30 tahun 2018 tentang Hari Wayang Nasional.

 Keppres ini terbit karena wayang telah tumbuh dan berkembang menjadi asset budaya nasional dan memiliki nilai yang sangat berharga dalam pembentukan karakter dan jati diri bangsa.

Daerah Istimewa Yogyakarta, sebagai bagian dari NKRI dan sebagai daerah yang menjunjung tinggi nilai-nilai budaya wayang telah melakukan berbagai upaya strategis untuk melakukan aksi-aksi pemeliharaan dan pengembangan wayang Dalam berbagai upaya tersebut.

Pemerintah DIY tentu saja bekerjasama dengan berbagai organisasi dan paguyuban wayang seluruh DIY diantaranya Pepadi, Pepadang dan paguyuban Sukrokasih, Wayang Wong dan seterusnya.

Bertempat di Pendopo Dinas Kebudayaan DIY,  semalam berlangsung Gelegar Dalang Yogya Umbul Donga Pakeliran sambut Hari Wayang Dunia. Kegiatan ini dihadiri 

Ketua Pepadi DIY sebagai Mitra dan pelaksanaan acara di dukung oleh  Paguyuban Dalang Muda Sukrokasih, pengamat wayang seluruh DIY, dhalang, pengrawit dan para pelaku seni wayang.

Kepala Dinas Kebudayaan DIY, Aris Eko Nugroho mengatakan ucapan terima kasih dan memberikan apresiasi yang tinggi atas dedikasi budaya yang telah ditunjukkan kepada para pelaku-pelaku budaya yang terus aktif mendedikasikan diri mereka pada warisan budaya wayang ini.

Perayaan Hari Wayang Dunia DIY Tahun 2020 diawali dengan adanya pementasan lima belas pergelaran wayang di lima Kabupaten/kota dan puncak penyelenggaraan menyajikan Gelegar Dalang Jogja Umbul Donga Pakeliran dengan 20 Dalang. 

Selama 20 jam pentas pakeliran padat pergelaran yaitu lima dalang anak, lima dalang remaja, lima dalang muda, dan lima dalang sepuh. Tentu ini menjadi sebuah kebanggaan sekaligus optimisme yang harus terus dijaga.

“Regerenasi peletarian wayang akan menjadi bagian dari fokus kita bersama Sajian lakon lakon yang dimainkan juga akan beragam dan tentunya membentuk satu sajian cerita yang diharapkan mampu memberikan tontonan dan tuntunan bagi masyarakat penikmat wayang ” kata Aris Eko Nugroho.

Atas dasar spirit untuk terus mempertahankan, melestarikan, dan mengembangan wayang sebagai bagian dari kreasi budaya Yogyakarta, Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta akan terus berkomitmen untuk melakukan kerja-kerja kebudayaan khususnya pada bidang pelestarian wayang.

 

Ambisi Arab Saudi Jadi Tujuan Wisata Utama di Timur Tengah

this formate

Arab Saudi berharap menjadi hub destinasi wisata di Timur Tengah (foto: traveldailynews)

ARAB SAUDI, bisniswisata.co.id: Arab Saudi memperkirakan jumlah kunjungan turis asing akan mencapai 100 juta pada 2030. Target yang menurut sejumlah pengamat terlalu ambisius, terutama saat dunia masih menghadapi pandemi COVID-19.

Menurut data dari perusahaan data & analitik terkemuka GlobalData, jumlah kunjungan wisatawan asing ke Arab Saudi pada 2019 mencapai 17 juta.

Dengan target 100 juta turis asing, berarti akan ada peningkatan hampir enam kali lipat dalam kurun waktu 11 tahun ke depan. Masih realistiskah target itu?

Sejumlah pengamat menilai target peningkatan jumlah turis asing itu terlalu ambisius. Apalagi sektor perjalanan dan pariwisata global termasuk sektor yang paling terdampak parah karena pandemi COVID-19.

GlobalData memperkirakan pada 2024 jumlah turis asing yang datang ke Arab Saudi akan mencapai 21 juta. Target 100 juta turis asing pada tahun 2030 akan menghadapi banyak tantangan dengan iklim saat ini.

Meski demikian, menurut Ben Cordwell, analis di GlobalData, hal itu bukan mustahil untuk diwujudkan. Arab Saudi bisa saja menjadi kekutan dominan destinasi wisata di Timur Tengah.

“Kerajaan Arab Saudi saat ini tengah mengembangkan Proyek Laut Merah yang merupakan proyek pengembangan tujuan wisata mewah,” kara BEn Cordwell.

Mereka berharap dapat menarik minat para wisatawan yang setiap tahun berkunjung ke Dubai, terutama dari Inggris dan China yang terkenal dengan pengeluaran tinggi, tambahnya.

Dilansir dari TravelDailyNews, Ben Cordwell juga menilai ibu kota Riyadh berpotensi menyaingi Dubai sebagai destinasi wisata premium.

Sejumlah atraksi dan perayaan keagamaan [Islam] sudah lama menjadi sumber utama pariwisata negara penghasil minyak terbesar di dunia itu. Selama ini Arab Saudi menjadi tujuan perjalanan haji dan umrah bagi kaum Muslim.

“Arab Saudi juga merupakan rumah bagi situs-situs bersejarah berusia ribuan tahun. Negara ini bisa menjadi hub atau pusat wisata budaya ke Timur Tengah. Dengan cara itu, mereka dapat mendiversfikasi daerah-daerah tujuan wisata yang berpotensi menarik minat turis asing.”

Selain itu, wisata olah raga yang tengah digarap serius Kerajaan Arab Saudi dapat menjadi alternatif atraksi baru.

Baru-baru ini Arab Saudi menggelar perhelatan tinju kelas berat perebutan gelar juara dunia antara Anthony Joshua melawan Andy Ruiz.

“Menjadi tuan rumah acara olahraga bergengsi memberi Arab Saudi peluang besar untuk memasarkan diri sebagai tujuan wisata utama,” kata Cordwell.

Arab Saudi memang menawarkan banyak hal demi menarik pengunjung internasional setiap tahun. Sejumlah inisiatif diluncurkan untuk mencapai target ambisius pada 2030.

Meski demikian, masih harus dilihat apakah faktor pembatasan perjalanan akibat pandemi COVID-19 dapat memengaruhi jumlah kedatangan turis asing pada tahun-tahun mendatang.

 

Anggota CLIA Tegaskan Kembali Komitmen Terhadap Protokol yang Ketat

this formate

Mengikuti proses perencanaan selama berbulan-bulan dengan dukungan dan bimbingan ahli kesehatan masyarakat terkemuka, perusahaan pelayaran bersiap untuk mengoperasionalkan prosedur kesehatan masyarakat yang ditingkatkan.

WASHINGTON, AS, bisniswisata.co.id: Cruise Lines International Association (CLIA), yang mewakili 95% dari kapasitas pelayaran samudra global mengumumkan bahwa anggotanya akan mempertahankan penangguhan sukarela yang sedang berlangsung atas operasi pelayaran di AS hingga Desember 31 Januari 2021.

Para anggota CLIA juga akan menggunakan sisa tahun ini untuk mempersiapkan penerapan langkah-langkah ekstensif untuk mengatasi keselamatan COVID-19 dengan panduan dari pakar kesehatan masyarakat luar dan Pusat Pengendalia dan Pencegahan Penyakit (CDC) AS.

Asosiasi mengeluarkan pernyataan berikut atas nama anggotanya:

* Saat kami terus merencanakan pengembalian operasi pelayaran yang bertahap dan sangat terkontrol di AS, anggota CLIA berkomitmen untuk menerapkan langkah-langkah ketat untuk mengatasi keselamatan COVID-19.

Hal ini termasuk pengujian 100% penumpang dan awak, kemampuan medis di atas kapal yang diperluas, dan uji coba pelayaran, di antara banyak lainnya.

* Kami berbagi tujuan yang sama dengan CDC,  AS untuk melindungi kesehatan masyarakat, yang telah ditegaskan secara konsisten di seluruh respons industri terhadap pandemi global. Saat kami bekerja untuk mengoperasionalkan jalur ke depan, anggota kami telah setuju untuk memperpanjang penangguhan operasi AS yang ada hingga 31 Desember.

Tindakan ini akan memberikan waktu tambahan untuk menyelaraskan persiapan ekstensif protokol kesehatan industri dengan persyaratan implementasi di bawah Kerangka Kerja Bersyarat CDC. Persyaratan Berlayar dan Pengujian COVID-19 Tahap Awal untuk Perlindungan Kru.

Kami menyadari dampak menghancurkan yang terus ditimbulkan pandemi terhadap 421.000 orang Amerika yang mata pencahariannya terkait langsung dengan operasi kapal pesiar.

Kami akan bekerja dengan urgensi untuk memajukan kembali pelayaran yang bertanggung jawab sambil mempertahankan fokus pada tindakan berbasis sains yang efektif untuk melindungi kesehatan masyarakat.

Industri pelayaran adalah urat nadi ekonomi penting di Amerika Serikat, menghasilkan lebih dari US$53 miliar dalam kegiatan ekonomi tahunan dan mendukung 421.000 pekerjaan Amerika yang mencakup hampir setiap sektor.

Setiap hari tanpa operasi kapal pesiar di AS mengakibatkan hampir 1.000 pekerjaan Amerika hilang. Dari pertengahan Maret hingga hari ini, diperkirakan bahwa penghentian operasi kapal pesiar telah mengakibatkan kerugian lebih dari US$25 miliar dalam kegiatan ekonomi dan lebih dari 164.000 pekerjaan di Amerika.

Dalam hampir delapan bulan operasi pelayaran di AS yang telah ditangguhkan, anggota CLIA telah rajin dalam perencanaan dan pengembangan protokol yang ketat untuk kepentingan kesehatan dan keselamatan penumpang, awak, dan komunitas yang dilayani dengan jalur pelayaran.

Protokol kesehatan masyarakat yang telah disetujui oleh anggota CLIA untuk diadopsi telah diinformasikan oleh rekomendasi dari para ahli kelas dunia di bidang kesehatan dan sains publik, serta pengalaman jalur anggota CLIA yang telah kembali berlayar di Eropa dan bagian lain dunia dengan persetujuan dari pemerintah lokal dan daerah.

Paguyuban Dhalang Mudha Sukrakasih Tampilkan Jumenengan Parikesit

this formate

YOGYAKARTA, bisniswisata.co.id: Dinas Kebudayaan Daerah Istimewa Yogyakarta kembali menggelar Pagelaran Wayang Kulit berjudul  Jumenengan Parikesit  dengan Dalang Ki  Sunu Prasetyo dari Kotagede di iringi oleh Sanggar Kademangan Yogyakarta. 

Kegiatan yang berlangsung Jumat 6 November  di siarkan live streaming di Channel Youtube Taste of jogja fari Disbud DIY  dan channel Sukrakasih yang kisah singkatnya menceritakan Perang Bharatayuda.

Negara Ngastina membutuhkan pemimpin baru, karena keamanan negara memerlukan perhatian khusus. Pemberontakan terjadi karena berbagai hasutan terus bermunculan.

Demikian juga tedhak turun Pandhawa yang tersebar dan butuh pengakuan, sehingga timbul berbagai konflik di Negara Ngastina.

Sesepuh darah Barata yang masih tersisa pun harus turun tangan untuk menyelesaikan berbagai urusan pelik yang melanda Negara Ngastina, hingga puncaknya adalah Jumenengan Parikesit, naik tahta memegang tampuk kepemimpinan Negara Ngastina.

Siapa yang bikin bakalan memakai, siapa yang salah bakal kalah, Intinya siapa yang berlaku baik akan dapat kebaikan, siapa yang jahat bakal hancur, karena apapun yang di jalankan itu ada balasannya (Sapa gawe bakale nganggo, sapa salah bakale seleh. hangundhuh wohing pakarti.) 

Pagelaran kali ini yang ke 14 kalinya di  tahun 2020. Paguyuban Dhalang Mudha Sukrakasih dengan Dalang Ki Sunu Prasetyo dari Kotagede, Yogyakarta ini berdiri 1Maret 2011, di resmikan di Tembi Rumah Budaya Sewon Bantul Ngayogyakarta.

Berdirinya Paguyupan Sukrakasih yaitu buat wadhah kiprah para Dalang Muda di Yogyakarta, buat inovasi pakeliran  klasik. Anggota Sukrakasih yaitu  para Dalang muda di  DIY baik Sleman, Bantul, Gunungkidul. Kulonprogo dan Kota Yogyakarta.

Menariknya, paguyuban ini mempunyai tujuan dan arah untuk meningkatkan SDM para dalang, khususnya dalang-dalang muda, dalam berkreasi, berinovasi dam berimprovisasi agar didalam setiap penampilanya bisa menyajikan sebuah pertunjukan yang berkualitas.

Terbentuknya paguyuban ini berangkat dari kegelisahan para dalang muda DIY terhadap perkembangan seni pedalangan, khususnya gagrak Ngayogyakarta, yang mengalami stagnasi, minim kreaifitas, dan cenderung terkotak-kotak.
Maka berkumpulah beberapa dalang muda yang mempunyai pandangan kedepan untuk menyatukan visi, kebersamaan dan keguyuban dengan nama Paguyuban dalang Sukrakasih, nama diambil karena pertemuan tersebut berlangsung pada malam kliwon legi dengan ketua Ki Suharno.
Motto paguyuban ini adalah: Bersama Memacu Daya Kreatifitas sedangkan semboyanya : Menjalin dan Berbagi, Hilangkan Fanatisme dan Egoisme.
Sifat paguyuban ini adalah terbuka bagi siapa saja.
Mereka yang peduli pada perkembangan seni pedalangan, baik berasal dari pelaku yaitu dalang, pengrawit, waranggana, pemerhati seni, budayawan, pecinta wayang dan terkait lainnya.

 

 

Pernyataan bersama  IMO- UNTO Dukung Dimulainya Kembali Operasi Kapal Pesiar Setelah Pandemi COVID-19

this formate

MADRID, Spanyol, bisniswisata.co.id: Organisasi Pariwisata Dunia (UNWTO) dan Organisasi Maritim Internasional (IMO) membuat pernyataan bersama menyoroti pentingnya sektor pelayaran bagi perekonomian dunia.

Menurut data industri, sektor pelayaran dukung 1,2 juta pekerjaan dan menyumbang US$150 miliar bagi ekonomi global setiap tahun.  Pariwisata sangat penting bagi Negara-negara Kepulauan Kecil, yang menopang jutaan mata pencaharian dan membawa manfaat sosial-ekonomi yang besar.

Kedua badan PBB tersebut juga mengakui upaya yang dilakukan oleh industri, negara dan organisasi internasional untuk melindungi keselamatan, kesehatan dan kesejahteraan penumpang dan awak, serta kesehatan penduduk pelabuhan negara tujuan kapal pesiar.

Sejak operasi kapal pesiar ditangguhkan di seluruh dunia karena pandemi COVID-19, industri telah meninjau dan meningkatkan protokolnya untuk mengidentifikasi cara melangkah lebih jauh dalam melindungi kesehatan penumpang, awak, dan masyarakat umum.

Pernyataan bersama tersebut mengundang pemerintah untuk menggunakan panduan tentang dimulainya kembali operasi kapal pesiar secara bertahap dan aman di Uni Eropa sehubungan dengan pandemi COVID-19 (dibagikan oleh IMO dalam Surat Edaran No 4204 / Add.26).

Ha ini  untuk memfasilitasi pemulihan  sektor dalam kondisi aman, serta tiga dokumen kerangka kerja (kerangka operator, kerangka penumpang dan kerangka pelaut) yang dikembangkan United Kingdom’s Chamber of Shipping bersama Cruise Line International Association ( CLIA).

IMO dan UNWTO menekankan bahwa dimulainya kembali operasi kapal pesiar juga akan menguntungkan komunitas maritim yang lebih luas, karena kapal penumpang berpartisipasi dalam penyelamatan kapal bantuan timbal balik otomatis (AMVER) dan sering diminta oleh Pusat Koordinasi Penyelamatan untuk menawarkan bantuan kepada kapal dalam kesulitan di  laut.

IMO dan UNWTO mengulangi seruan mereka kepada Pemerintah untuk menunjuk semua pelaut dan personel kelautan sebagai pekerja kunci dan menghilangkan hambatan apapun terhadap perubahan awak.

 

Film Daya, Kisah Ibu dan Anaknya Dalam Situasi Pandemi di Kota Wisata Yogyakarta

this formate

YOGYAKARTA, bisniswisata.co.id: Film Daya, sebuah film pendek berdurasi 22 menit  dengan produser, sutradara, dan pemain utama perempuan yang berkisah tentang relasi ibu dan anak perempuannya dalam situasi pandemi di kota wisata Yogyakarta dalam balutan romansa.

Dari seorang perempuan yang mengawali kariernya di film sebagai aktris, Annisa Hertami kini mulai mencoba sebagai seorang sutradar dalam produksi film pendek berjudul Daya dengan durasi 22 menit, ini merupakan sebuah film pendek bergenre romantis yang lahir dari buah pikirannya. 

Film ini mengangkat kisah romansa dalam balutan kota wisata Yogya dalam situasi pandemi. Karakter utama Daya yang diperankan oleh Sekar Sari yang hadir sebagai seorang perempuan Jawa modern.

Dia berpendidikan tinggi namun masih memiliki karakter Jawa yang peduli, melayani ibunya, dan santun terhadap orang tua.

Produser dari film ini, Yetti Martanti mengatakan bahwa ide awal film yang dia kembangkan berhasil diterjemahkan dengan baik oleh Annisa sebagai sutradara.

“Film ini juga menyoroti tentang sosok perempuan yang tangguh dan semua tokoh diperankan dengan baik oleh seluruh pemeran. Senangnya kru film ini adalah tim yang solid dan bekerja dengan baik,” kata Yetti Martanti.

Menurut dia, dalam film ini, penonton juga akan melihat bagaimana dalam situasi pandemi ini Kota Yogyakarta telah beradaptasi dan berbenah diri berkaitan dengan  penerapan protokol kesehatan yang terutama untuk mendukung kegiatan pariwisata.

Film Daya juga mengangkat tentang relasi ibu dan anak di situasi pandemi, bagaimana Daya si anak perempuan memiliki kepedulian yang tinggi terhadap ibunya, sebaliknya, ibunya pun memberi nasihat-nasihat kehidupan kepada anak gadis satu-satunya.

Sosok ibu diperankan oleh Watie Wibowo. Karakter Adi juga dimainkan dengan begitu apik oleh Denta Aditya. Denta berhasil menghadirkan karakter laki-laki baik yang peduli dan mendukung tokoh perempuan utama.

Film berdurasi 22 menit ini sudah bisa ditonton di channel Youtube

Meski sebentar, karakter Sari dimainkan dengan sangat natural oleh Yanti Lemu menjadi symbol kepedulian hidup bertetangga yang masih langgeng di Kota Yogyakarta.

Sekar Sari,  pemeran Daya mengungkapkan, bahwa dirinya sangat senang terlibat dalam film ini. Terlebih Sekar Sari dan Denta Aditya pemeran Adi, juga dengan sutradara Annisa Hertami dahulu sama-sama berasal dari Paguyuban Dimas Diajeng di kota Yogyakarta di bawah asuhan Yetti Martanti.

Baginya produksi film ini adalah reuni yang manis selaras dengan jalan cerita yang manis dalam film Daya yang juga mengusung lagu tema yang sangat apik dari sebuah band asal Yogyakarta, yakni Langit Sore dengan judul Petualang.

Lagu yang diciptakan oleh Arman Harjo dan Kakung Triadmojo ini semakin menghidupkan suasana romansa dalam film Daya. Pihak Langit Sore mengatakan senang bisa berkolaborasi dalam film ini, karena sama-sama memiliki visi untuk bisa berkarya Bersama untuk Jogja. Lagu Petualang sendiri juga sudah bisa dinikmati di spotify.

Sementara itu, goal yang diharapkan dari film Daya adalah pesan-pesan dalam film tersebut bisa sampai ke khalayak yang lebih luas.

“Film ini memang sengaja diberi subtitle yang fungsinya tidak hanya menerjemahkan dialog Bahasa Jawa tapi juga sekaligus memudahkan teman-teman berkebutuhan khusus untuk dapat menikmati film ini ”  kata Annisa Hertami selaku sutradara.

Annisa mengaku bahwa sebagai seorang yang mengawali karier berkeseniannya di Jogja terlebih lagi dia pernah dinobatkan sebagai Diajeng kota Yogyakarta tahun 2013 dan Diajeng provinsi Yogya 2014, ia merasa memiliki hutang budi terhadap Yogya.

Karenanya melalui film pendek berjudul Daya, dia ingin memberikan sesuatu sebagai wujud cinta dan balas budinya untuk Yogya.Film Daya sendiri dapat dinikmati melalui kanal youtube Film Daya Official mulai tanggal 3 November 2020.

Acara Ngobrol Bareng Daya #1 yang diselenggarakan di Kedai Kolega Yogyakarta memang bertujuan agar terjadi dialog antara pembuat film dan pemeran dengan penonton.

Acara Ngobrol Bareng Daya #2 juga akan kembali digelar pada Jumat mendatang tanggal 13 November 2020 di jam yang sama 18.30-20.30 bertempat di Sua Coffee Palagan.

Dalam acara ini penonton tidak hanya dapat menikmati filmnya, tetapi sekaligus berdiskusi langsung Bersama Yetti Martanti selaku produser, Annisa Hertami sutradara dan pemeran Daya: Sekar Sari, serta pemeran Adi: Denta Aditya. Acara ini terbuka untuk umum, gratis dan terbatas melalui reservasi.

 

Giliran Pelaku Usaha Kopi di Bengkulu Mendapat Penguatan HKI

this formate

BENGKULU, bisniswisata.co.id:  Sedikitnya 60 orang pengusaha kopi dan perwakilan komunitas pencinta kopi yang berasal dari sekitar Bengkulu telah mendapatkan Penguatan Kekayaan Intelektual Industri Kopi dari 2 -6 November 2020, kata Robinson Sinaga, kemarin.

Direktur Fasilitasi Kekayaan Intelektual Kemenparekraf/Baparekraf ini mengatakan pentingnya mendorong perlindungan hak kekayaan intelektual (HKI) bagi produk-produk pariwisata dan ekonomi kreatif termasuk kopi sebagai upaya untuk memperkuat pengembangan pariwisata di suatu wilayah.

Untuk itu pihaknya mengatakan telah menggelar kegiatan Penguatan Kekayaan Intelektual Industri Kopi di Bengkulu pada 2-6 November 2020 sebagai upaya mendorong potensi kekayaan ekonomi kreatif yang ada di Bengkulu khususnya kopi.

“Bengkulu memiliki dua kopi indikasi geografis, yaitu Kepahiang dan Rejang Lebong. Produk-produk indikasi geografis ini perlu didaftarkan dan dikomersialisasikan oleh masing-masing daerah asalnya.

Namun di banyak daerah, anak muda tidak mengerti bagaimana mengolah kopi dengan baik dan benar. Untuk itu kami mendorong peran anak muda untuk mengembangkan kekayaan intelektual khususnya berbasi kopi sehingga bisa memberi nilai tambah,” ujarnya.

Kepala Bidang Ekonomi Kreatif, Koordinator Fasilitasi Kekayaan Intelektual II, Muhammad Fauzy, Dinas Pariwisata Provinsi Bengkulu Samsul Hidayat, serta Anggota DPR Komisi X Dewi Coryati.

Kopi, lanjut Robinson, tergolong ke dalam salah satu bagian dari subsektor ekonomi kreatif yang didukung oleh Kemenparekraf/Baparekraf, yakni subsektor kuliner.

Dia juga menuturkan bahwa setiap kopi yang dihasilkan di berbagai wilayah di Indonesia memiliki ciri khas yang berbeda baik dari segi rasa maupun aroma.

Sehingga, perlu ada pemahaman bagi para pelaku wisata yang memiliki usaha kedai kopi maupun produsen kopi untuk memahami HKI, terutama indikasi geografis dari produknya.

“Jadi baik produsen dan pengusaha kedai kopi tak hanya harus paham memproduksi kopi, tapi mereka juga perlu paham HKI terutama indikasi geografis produknya supaya mereka bangga akan hasil produksinya dan menjadikan produknya suatu ciri khas dari Bengkulu dan sekitarnya,” katanya.

Pada kesempatan yang sama anggota DPR Komisi X Dewi Coryati berharap para pelaku dan pengusaha Kopi diharapkan memiliki improvisasi baik dalam pembuatan dan penyajiannya. Kesempatan yang sangat baik ini jangan sampai disia-siakan dan harus dimaksimalkan untuk belajar.

“Kegiatan ini diharapkan ada rencana tindak lanjut, misalnya mendirikan kedai kopi, fokus pada proses roasting kopi atau yang lainnya, bagaimana memberikan nilai tambah pada kopi indikasi geografis Bengkulu sendiri,” ujarnya.

 

Pelaku Industri Halal Dituntut Adaptif dengan Perubahan

this formate

Indonesia mampu menjadi pusat produk halal dunia (foto: Viva)

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Sebagai negara dengan populasi Islam terbesar di dunia, industri halal Indonesia relatif belum banyak berkiprah di tingkat global. Bandingkan misalnya dengan Malaysia, Uni Emirats Arab (UEA), Singapura, Jerman, atau Australia.

Data Islamic Economy Report 2018-2019 yang dirilis Thomson Reuters menyebut ekonomi Syariah Indonesia baru menduduki peringkat 10 dunia.

Untuk urusan produk halal food, Indonesia bahkan tak masuk peringkat atau kalah dengan Australia yang menduduki peringkat 6 top 10 produsen makanan halal. Malaysia dan Uni Emirates Arab masing-masing berada di peringkat pertama dan kedua.

Indonesia unggul di industri fashion dan halal travel. Produk fashion muslim Indonesia saat ini menduduki peringkat ke-2 atau setingkat lebih rendah dari UEA. Sedangkan halal travel, kita berada di urutan keempat.

Meski demikian, Indonesia diyakini mampu mengejar ketertinggalan sehingga tak mustahil dapat mewujudkan mimpi menjadi pusat produk halal terbesar di dunia.

“Saya yakin pada 2034, Indonesia akan mampu menjadi top global halal economy [player],” kata Irshad A Cader, CEO/ Managing Director – Globothink consultants yang berbasis di Australia saat berbicara dalam sebuah konferensi dan forum bisnis bertajuk “Indonesia International Halal Lifestyle”, yang diselenggarakan virtual pada 28 Oktober.

Seturut keyakinan Irshad, Ketua Indonesia Halal Lifestyle Center (IHLC), Sapta Nirwandar mengatakan Pandemi COVID-19 seharusnya dapat menjadi momentum penting bagi kebangkitan industri halal Indonesia. 

“[Pandemi COVID-19] menjadi starting point mengisi permintaan halal food dalam negeri bahkan untuk memenuhi kebutuhan ekspor. Indonesia harus memiliki komitmen kuat untuk menjadi Center of Halal Producer Country pada 2034,” imbuhnya. 

Apalagi, pemerintah terus berupaya memperkuat ekosistem industri produk halal, termasuk memberi instentif kepada para palaku UMKM, misalnya menggratiskan sertifikat halal. Bergabungnya tiga bank syariah BUMN juga diharapkan dapat memperluas akses finansial bagi pelaku usaha produk halal. 

Meski demikian, kesiapan para pelaku usaha untuk beradaptasi dengan keadaan normal baru pasca COVID-19 menjadi kunci keberhasilan. 

“Setelah pandemi, dunia akan menghadapi lingkungan normal baru,” kata Irshad.

Perusahaan yang cepat beradaptasi termasuk bertransformasi selekasnya ke era digital, akan meraih sukses. Perilaku kebanyakan orang kini cenderung berubah.

Atas nama menjaga kesehatan, mereka cenderung memilih bertransaksi online. Hal ini terutama untuk mengurangi kontak sosial yang berpotensi menularkan virus yang belum ada vaksinnya.

Menurut Irshad, industri yang akan berkembang pesat di era dan setelah pandemi COVID-19 adalah e-commerce. Akses pasar terbuka lebih luas. Dia mencontohkan tren yang terjadi di Uni Emirates Arab.

Transaksi e-commerce untuk produk FMCG (produk konsumen seperti peralatan mandi, kosmetik, deterjen, dsb.), fashion, elektronik, pakaian dan aksesoris wanita dalam beberapa bulan terakhir meningkat 4-5 kali.

“COVID-19 telah mengakselarsi transformasi digital hampir di semua bidang. Itulah perlunya beradaptasi sedini mungkin,” imbuhnya.

 

 

 

Jumat Berkah Angkringan Om Kece Makan Sop Sekenyangnya, Bayar Seikhlasnya.

this formate

YOGYAKARTA, bisniswisata.co.id: Pandemi COVID-19 yang menghantam industri pariwisata global bahkan hingga ke desa-desa. membuat pengusaha menutup paksa tempat usahanya.

Hasan Prayogo tergolong pengusaha yang bertahan dengan berbagai cara agar 40 karyawan yang ada bisa tetap bekerja. Pendiri Omah Kecebong, rumah budaya dimana selain lokasinya memang di desa, yang ditawarkan juga kehidupan ala pedesaan.

Di Omah Kecebong, pengunjung bisa menikmati berbagai permainan tradisional serta kehidupan khas pedesaan. Rumah budaya ini dilengkapi dengan rumah kayu khas pedesaan, restoran tradisional, serta kebun hortikulnura.

Ada lima Rumah Jawa terdiri dari Omah Gladak, Omah Lawas, Omah Antik, Omah Nduwur, dan Omah Mburi. Sedangkan untuk rumah bambu terdiri dari Omah Bamboe dan Omah Barak

Lokasi tepatnya di Jalan Gombang – Cebongan Dusun, Sendari, RT.2/RW.18, Ketingan, Tirtoadi, Kec. Mlati, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta 55287

Belajar cepat dari kondisi pandemi COVID-19 yang membuat semua sisi kehidupan menjadi terpuruk, Hasan mengawali dengan menggilir masuk karyawan. Bersyukur usahanya berhasil bertahan melewati pandemi berkat adanya satu unit usaha restoran yang masih melayani pemesanan makanan ke kantor-kantor.

“Waktu tiga bulan pertama tutup tidak menerima kunjungan tamu, kami kebetulan memiliki resto, cukup menghidupi kita melayani untuk pemesanan antar. Ada beberapa yang kantor masih buka membutuhkan makan siang, kami antar dengan pelayanan yang sama,” ujar Hasan melalui chat WA.

Ketika musibah datang secara menyeluruh dan menimpa seisi dunia agaknya Hasan sangat yakin dengan janji Allah kepada orang-orang yang tetap bersyukur.

 “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.”  Surat Ibrahim 14 :7

Orang yang bersyukur akan cenderung menghargai kenikmatan maupun kesulitan yang dihadapinya dengan cara positif dan  memanfaatkan waktu dan talentanya  untuk kegiatan-kegiatan yang produktif untuk ibadah, dan membagi sebagian dari kenikmatan itu kepada orang lain.

” Saya langsung terfikir membuka angkringan, warung makan dengan harga yang sangat terjangkau apalagi dimasa pandemi dan setiap Jumat memberi peluang bagi kami maupun masyarakat untuk bersedekah. Caranya dengan memasang spanduk makan sop sekenyangnya dan bayar seiklhlasnya masukin langsung ke kotak amal,” kata Hasan.

Kegiatan Jumat Berkah yang dilakukan sejak Oktober lalu ternyata dalam sehari bisa terkumpul uang Rp 1,5 juta dimana pengunjung dilayani makan dari jam 8.00 pagi hingga jam 15.00 WIB.

” Kami pilih menu andalan memang sop karena soto sudah ada dimana-mana, sementara sop ayam bisa sop ceker, sop kepala, sop dada, sop sayap dan setiap jumat sekitar 100 lebih mangkok atau 6 ekor ayam terjual habis. Tentu saja sop ayam sudah termasuk nasi,” kata Hasan Prayogo.

Setiap Jumat Berkah, pengunjung yang datang dari berbagai kalangan, polisi, orang bank, duafa, masyarakat sekitar, anak anak. Di hari kerja lainnya, Hasan berprinsip kuliner untuk masyarakat menengah ke bawah harus terjangkau.

“Pemasarannya pakai konsep langit jadi mohon ridho Allah SWT dan karena diawali dengan berbagi maka makanan lainnya yang tersedia juga harus terjangkau seperti menu lain ada nasi kucing sambel teri, nasi kucing sambel tempe, nasi kucing sambel kikil, sate puyuh, sate uritan, tahu dan tempe bacem serta camilan lainnya mulai harga Rp 1000,-

Padahal harga normal untuk beragam sop itu mulai dari Rp 8000- Rp 25.000/ per porsi plus nasi. Namun di hari Jumat boleh bayar sop itu seikhlasnya saja tidak sesuai harga yang tertera di menu.

Sehari-hari, untuk usaha angkringan/ Cafe Om Kece adalah  singkatan dari Om adalah dari Omah dan Kece  dari Kecebong buka mulai jam 15.00 hingga jam 23.00 WIB dan melihat antusias warga Hasan optimistis bisa buka 10 cabang karena bisnis kuliner di Yogya saat pandemi bisa tetap menghidupi karyawannya untuk tetap bekerja.

Untuk angkringan, selain tersedia kopi, susu dan minuman tradisional juga menu utamanya adalah makanan kekinian yaitu Zuppa Soup mulai dari rasa original, sosis sapi, sosis ayam, udang, tuna  dengan variasi harga Rp 5000 dan termahal 15.000/porsi.

Mengenai usaha utamanya, tempat wisata dan Rumah Budaya Omah Kecebong, Hasan mengatakan sejak buka 15 Juni lalu memang membatasi hanya 100 tamu  dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Padahal sebelum pandemi jumlah tamu per hari  bisa mencapai 600 orang. 

” Alhamdulilah untuk Omah Kecebong kami sudah memiliki tanah untuk dibangun mushola dan diwaqafkan  sehingga pengunjung maupun masyarakat yang lewat ada tempat untuk beribadah. Jika Omah Kecebong dan saya sudah wafat maka mushola akan tetap eksis atas ijin Allah tentunya,” 

Untuk angkringan jika dari 10 tempat punya penghasilan bersih Rp 100.000 per hari maka dari 30 hari dihitung 26 hari karena 4 hari adalah program Jumat Berkah maka penghasilan Rp 26 juta per bulan bisa untuk membayar gaji karyawan dan operasional.

” Uang Jumat Berkah sudah langsung disalurkan ke pembangunan mesjid dan panti-panti asuhan yang mengirimkan permohonan bantuan. ” kata Hasan