Pesona Hershey dengan pengalaman cokelat New York di Changi

this formate

SINGAPURA, bisniswisata.co.id: Perusahaan Hershey telah bermitra dengan FNA Group International dan Changi Airport Group (CAG) dalam serangkaian pop-up menarik perhatian di Terminal 3 Bandara Changi.

Dilansir dari Moodiedavittreport.com, aktivasi yang ditampilkan di tiga lokasi di terminal, mengambil inspirasi dari Broadway dan toko Chocolate World Hershey di Time Square New York. Ini dimulai pada 12 Maret – bertepatan dengan liburan sekolah selama seminggu – dan akan berlangsung hingga 3 Mei 2021.

Menurut partner, promosi ini bertujuan untuk memberikan “pengalaman konsumen yang unik” yang akan membuat pengunjung bandara tersenyum.

Bagian tengahnya adalah Mesin Cokelat Luar Biasa, sebuah karya dari delapan jenis rasa favorit Hershey dan yang baru diluncurkan. Hershey’s Bucket of Happiness, dengan dispenser setinggi 3m, menawarkan kepada konsumen kesempatan memilih dan mencampur sementara atraksi lainnya termasuk Hershey’s Penny Press, Stasiun Kustomisasi, dan Hershey’s Chocolate Bar Terbesar di Dunia.

Rasa Hershey’s Kisses juga disorot. Aktivasinya mencakup GWP dan penawaran dengan pembelian termasuk suvenir Hershey’s Penny Press dan tas jinjing bermerek.

Pimpinan Tim Perusahaan Hershey Asia Travel Retail, Stanley Howe mengatakan: “Ketika kesempatan untuk berkolaborasi dengan CAG untuk acara ini pertama kali diusulkan, kami sangat gembira atas kemitraan ini. Ini sejalan dengan apa yang ingin kami capai di saluran ritel perjalanan terkait dengan membangun kedekatan merek dengan konsumen sambil menghadirkan momen kebahagiaan melalui merek ikonik kami.

“Ini adalah kesempatan teladan untuk juga memanfaatkan kemitraan Trinity dari Changi Airport Group, Hershey dan FNA International untuk memberikan aktivasi pengalaman yang kreatif dan inovatif yang juga melayani maksud komersial untuk mendorong pembelanjaan.

“Sejalan dengan pilar strategis ritel perjalanan Hershey dari acara terbuka, acara ini memungkinkan kami untuk memberikan pengalaman yang tak terlupakan selama liburan sekolah di Singapura serta perayaan Paskah.” kata Stanley Howe.

Hershey mengatakan mengadopsi solusi digital telah memungkinkan perusahaan untuk memimpin dalam menawarkan personalisasi dan dalam menciptakan pengalaman yang dipesan lebih dahulu untuk pelanggan. Pelanggan dapat menambahkan pesan ke foto digital yang dicetak sebagai stiker di lengan khusus untuk batang coklat.

“Kami senang bahwa aktivasi dipimpin oleh merek-merek yang kami cintai termasuk, namun tidak terbatas pada, Hershey’s, Hershey’s Kisses, dan Reese’s. Kami berharap untuk belajar dan mengkalibrasi karena acara ini telah berjalan selama enam minggu dan ingin menyampaikan terima kasih yang tulus kepada CAG dan FNA atas kemitraan mereka dalam mewujudkan hal ini, ”tambah Howe.

Vice President Landside Concessions Changi Airport Group,  James Fong berkomentar: “Kami terus meluncurkan kampanye yang menarik, terutama selama liburan sekolah, untuk menghadirkan pengalaman menyenangkan dan baru bagi seluruh keluarga untuk dinikmati di Bandara Changi dan Jewel.

“Liburan sekolah bulan Maret ini, kami bermitra dengan The Hershey Company. Mereka adalah merek rumah tangga dengan suguhan lezat yang sangat disukai oleh semua orang; tua dan muda. Keluarga akan diangkut ke New York Times Square dengan aktivasi yang terinspirasi dari Hershey’s Chocolate World di berbagai lokasi di Terminal 3 untuk pengalaman multi-indera.

“Kaum muda dan berjiwa muda akan dengan senang hati membawa pulang Bucket of Happiness yang berisi hingga delapan rasa cokelat yang berbeda, suvenir penny press, Hershey’s Giant Bar yang dipersonalisasi, dan banyak lagi.”

Direktur Ritel FNA,  Pamela Loo menambahkan: “FNA merasa terhormat dan senang dapat berkolaborasi dengan Hershey’s dan Changi Airport Group dalam menghadirkan pengalaman unik ini kepada pembeli di bandara.

“Dengan perjalanan liburan yang sebagian besar tidak mungkin dan jarak sosial menjadi ‘normal baru’ kami tahun lalu, pengaturan yang lebih besar dari kehidupan ini menawarkan pembeli sekilas tentang pengalaman Dunia Hershey yang banyak dibicarakan di New York.”

Spriadi Menularkan ‘Virus’ Ceria, Melukis Mobil & Menghibur Anak-anak

this formate

YOGYAKARTA, bisniswisata.co.id: Suatu destinasi wisata membutuhkan daya tarik wisata dan kreativitas dari para pelakunya. Begitu pula yang dilakukan oleh seniman muda Spriadi  yang tetap semangat berkarya di tengah pandemi.

Tak tanggung-tanggung, sebagai pelukis maka dalam berkarya dia memakai berbagai media media yang bukan hanya kanvas tetapi juga body dari kendaraan roda empat.

Saat ditemui di Studio Art Munggur 99, Jalan Plemburan no;1, Yogyakarta,  dia tengah melukis di media mobi pribadinya. Spriadi sebelumnya memang pernah melukis mobil juga. Kali ini mobil pribadi BMW seri lama dengan tema anak-anak.

Salah satu mobil kesayangan ini dipotong menjadi mobil terbuka lalu dilukis dengan aktivitas anak-anak yang ceria plus warna-warni cerah karena dia ingin menularkan nuansa cerah  dari obyek yang dilukisnya.

Hasilnya, dalam kondisi statispun mobil itu menjadi magnet, membuat orang untuk mendekat dan melakukan selfie dengan berbagai gaya. Apalagi jika mobil meluncur di jalan Raya ?Pastinya akan menarik perhatian orang.

Spriadi melukis Mobil kesayangan untuk menghibur anak-anak dan sesama pelukis

” Idenya menularkan ‘virus’ ceria, bahagia bagi yang melihatnya karena dimasa pandemi global anak-anak kehilangan keceriaan karena semua dikerjakan dari rumah saja, tidal boleh ke sekolah, berkumpul bermain yang entah sampai kapan,” kata Spriadi.

Ditemani seniman muda S. Irvan dan Dimas Firdaus, dia melukis mobil yang diselesaikan dalam seminggu.

“Kondisi saat ini memang memprihatinkan sekali karena orang tua harus menjadi guru. Harus mengajarkan anak-anaknya di rumah secara daring, ” ujar Spriadi.

Oleh karena itu untuk menghibur anak maupun orangtua, tema anak-anak menjadi daya tarik dan dia melukisnya untuk menggerakkan hati para seniman lukis agar terus semangat berkarya dan berpameran bersama di galery  99.

“Tiga bulan kedepan di Galery 99 ini mau di adakan event  pameran Jogjak art’s yang sudah lama fakum,” katanya bersemangat.

 Spriadi, 46, kerap mendapatkan berbagai  penghargaan bahkan meski pamerannya sistem online, dia dapat penghargaan. Jadwal pameran lainnya pertengahan tahun ini berpartisipasi pada kegiatan pameran seni rupa di Balikpapan  Super Block ( BSB), tambahnya.

Sedangkan pameran di luar negri yang pernah diikutinya a.l Singapura, Malaysia, Belgia, Belanda, Prancis, Eropa, China, Hongkong, dan Korea. ” Saya mengkondisikan diri untuk terus semangat berkarya, patuh pada protokol kesehatan dan optimistis,” katanya mengakhiri obrolan.

 

Kakek Artis Ashanty Dicalonkan Jadi Tokoh Pahlawan dari Bengkulu

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Kakek artis tanah air Ashanty Siddik Hasnoputro diusulkan menjadi Pahlawan Nasional oleh Pemerintah Provinsi Bengkulu. Pengusulan  kali ini mencuat melalui sosial media.

Nama kakeknya adalah Prof Dr KH Abdullah Siddik SH yang memiliki riwayat hidup dekat dengan Presiden Pertama Soekarno yang diusulkan sebagai pahlawan nasional bersama AM Hanafi, Indra Cahya dan Abdul Rifai seperti dilansir dari ewarta.co.

Sayangnya Ashanty yang tengah disibukkan oleh rencana akad nikah putrinya Titania Aurelie Nurhermansyah dan Atta Halilintar tak bisa dimintai komentar atas usulan mengenai kakeknya ini. Untunglah salah satu kakaknya Gangsar Sambodo mau mengungkapkannya.

” Mewakili keluarga tentu saja kami senang adanya usulan dari masyarakat Bengkulu ,” ungkapnya singkat.

Sosok Abdullah Siddik memang bukan orang sembarangan. Kakek Ashanty ini juga pernah menjadi Residen diperbantukan kepada Gubernur Sumatra di Bukittinggi 1947 Sedangkan sang nenek bernama H Sutimah Siddik, juga berasal dari keluarga bangsawan, anak dari Louis de Buys seorang berkebangsaan Belanda. 

Edward Coles merupakan ayah Abdullah Siddik atau kakek buyut Ashanty. Edward Coles menikah dengan seorang putri keturunan mantan penguasa Pangeran Ing Alaga (nenek buyut Ashanty), di kerajaan Silebar yang berada di wilayah Bengkulu, Sumatra Selatan kala itu.

Ashanty ( kanan) Dan kakeknya Prof Dr KH Abdullah Siddik SH

Edward Coles menjadi gubernur terakhir Benteng Marlborough Bencoolen (Bengkulu), pada 14 Oktober 1781 hingga 28 Februari 1785. 

Ketua Departemen Pariwisata PWI Pusat, Hilda Ansariah Sabri yang juga Pemimpin Umum/ Pemimpin Redaksi portal berita wisata ini yang berasal dari Bengkulu juga mengatakan bahwa salah satu pamannya yang memiliki kedekatan dengan Presiden Soekarno, saat diasingkan di Bengkulu, alm.Hasanudin Sabri, masih menyimpan foto dan buku karangan kakek Asyanti.

“Gelar Pahlawan Nasional untuk Abdullah Siddik sangat pantas diberikan, meski kesan saya malah terlambat baru diusulkan di era tahun 2020 an ini. Datuk Abdullah Siddik juga menulis tentang Hukum Adat Rejang dan Sejarah Bengkulu 1500 – 1990, keduanya terbitan Balai Pustaka,” ungkap Hilda.

Prof Dr KH Abdullah Siddik SH lahir di Muara Aman, Bengkulu pada 13 Juni 1913. Beliau aktif di dalam Jong Islamietan Bond bersama Agus Salim. Dia pernah menjabat sebagai Ketua Pengadilan Tinggi Sumatera Selatan. Selain itu juga merangkap sebagai Mahkamah Tentara Republik Indonesia. Pada tahun 1948 diangkat menjadi Pemimpin Sektretarian Komisaris Pemerintahan Pusat di Bukittinggi.

Selanjutnya ia menjadi Duta Besar luar biasa dan Menteri berkuasa penuh di Bangkok, Thailand. Dia memimpin delegasi Indonesia pada Konperensi UNECAFE (United Nations Economic Commission for Asia and Far East) dan juga pernah menjadi Duta Besar Indonesia di Rangoon Burma.

Hilda berharap setelah hajatan besarnya, artis Asyanti mau berkunjung dan ikut mempromosikan pariwisata Bengkulu terutama Benteng Marlborough,  peninggalan Inggris di Kota Bengkulu.

Benteng yang didirikan oleh East India Company (EIC) tahun 1714-1719 di bawah pimpinan gubernur Joseph Callet sebagai benteng pertahanan Inggris. Apalagi leluhur Asyanti, Edward Coles, pernah in charge di benteng itu.

Asyanti dengan jutaan follower di media sosialnya pastinya tidak keberatan untuk mengunjungi tanah leluhur dan mempromosikan lewat tayangan Pulang Kampung, misalnya, tegas Hilda Ansariah Sabri. Dia berharap Pemda Provinsi Bengkulu pro-aktif dan segera merespons usulan-usulan masyarakatnya.

“Tahun 2010 saya pernah diundang diskusi dengan jajaran Pentahelix oleh Dinas Pariwisata setempat membahas daya tarik Benteng Marlborough. Semoga kehadiran Asyanti bisa memberikan dampak berganda bagi pariwisata Bengkulu khususnya benteng yang jadi andalan,” tambahnya.

 

Di Training Vaksin Hati ESQ, Ary Ginanjar Bahas Gelar Barunya Sebagai Lulusan COVID

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: ESQ hadirkan kembali Training Online Vaksin Hati Angkatan 4 “Bangkit di Era Pandemi” bersama Dr. (H.C) Ary Ginanjar Agustian (Founder ESQ Group) dan Coach Bramanto Wibisono (trainer ESQ) pada Sabtu (20/3/2021) pukul 08.00 – 16.00 WIB via Zoom Meeting secara cuma-cuma.

Dilansir dari esqnews.id, pelatihan tersebut diikuti oleh 1.600 orang yang berasal dari Indonesia, Malaysia, Abu Dhabi, Singapura. Ribuan peserta terbagi menjadi 2 link zoom meeting.

Di Vaksin Hati ESQ, Ary Ginanjar Bahas Gelar Barunya sebagai Lc atau Lulusan COVID -19: Selama 20 Tahun Saya Menantikan Ini

Ary Ginanjar bersama tim ESQ memberikan dua  metode sebagai solusi hadapi pandemi yakni Neuro Linguistik Program, Hypnotheraphy serta kisah-kisah nyata tentang kehidupan kepada peserta training.

Tak hanya itu, Tokoh Pembangunan Karakter membagikan kisahnya setelah mendapat gelar baru sebagai Penyintas Covid-19. “Saya punya gelar baru yaitu Ary Ginanjar Agustian, LC atau Lulusan COVID -19. Saya terkena covid dari tanggal 4 sampai 18 Januari 2021. Bukan covid kaleng-kaleng tapi dengan gejala menengah berat,” katanya dari Studio lantai 23, Menara 165.

Dia menunjukan keadaannya saat pengobatan dan pemulihan paska covid. Ary mengaku bahwa dokter Kusnanto-lah (Kepala RSUD Bekasi) yang selama ini memberikan arahan atau protokol kesehatan untuk menangani covid pada dirinya.

“Terimakasih kepada dokter Kusnanto dan semua yang turut mendoakan. Saya ingat waktu itu dalam 3 – 9 hari pertama badan terasa ditusuk-tusuk besi panas. Kulit seperti melepuh dan sakit kalau disentuh. Pandangan mata semua serba kelabu. Saat itulah saya hanya mengingat Allah dan Rasul saja.”

Baginya, saat-saat terkena COVID itulah ia merasa semakin dekat dengan Allah, semakin merasa dicintai dan disayang Allah, merasa ditemani oleh Allah.

“Itulah saat terindah dalam hidup saya. Selama 20 tahun saya menantikan hal ini. Saat itu juga saya berjanji ketika sembuh akan melanjutkan training. Saya akan menceritakan kemuliaanmu. Menceritakan kisah Rasulullah,” kenangnya sambil menundukkan kepala dan menangis.

Semua partisipan yang hadir merasakan atmosfer yang sama dengan Ary Ginanjar, terlihat dari layar zoom dan kolom chat. Dari wajah mereka nampak ada kesedihan bahkan sampai ikut meneteskan air mata.

Pada saat training Vaksin Hati yang ketiga, ada salah satu peserta dinyatakan positif COVID -19 dan harus di karantina. Wanita tersebut bernama Sarah dari Turki.

Awalnya ia memutuskan untuk tidak ikuti training Vaksin Hati karena duduk pun terasa sulit. Tapi akhirnya ia mengikuti training hingga selesai.

“Entah kenapa dan kekuatan darimana saya bisa mengikutinya sampai selesai. Seolah-olah suara pak Ary, Coach Iman, Coach Rudi, dan Coach Bram memanggil-manggil saya. Kekuatan yang diberikan pak Ary dan tim sangat luar biasa, lebih dari obat dokter yang diberikan kepada saya.” kata bunda Sarah.

 

Tips Aman di Rest Area ketika ‘Workation’

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Workation adalah kombinasi antara bekerja dan rekreasi. Fungsi utama dari workation adalah untuk membangun tim yang kuat, share  ide, dan tujuan dari perusahaan yang ingin dicapai. 

Workation tak cuma menjadi solusi untuk menyeimbangkan antara bekerja dan rekreasi, tapi juga meningkatkan produktivitas. Salah satu cara yang asik buat workation adalah road trip!

Indonesia memiliki banyak destinasi untuk melakukan road trip, sebut saja beberapa destinasi di Pulau Jawa seperti Bandung, Yogyakarta, Solo, Semarang, dan masih banyak lagi. Namun kondisi pandemi COVID -19, seakan memaksa siapa saja yang melakukan perjalanan untuk menerapkan protokol kesehatan berdasarkan CHSE atau Cleanliness (Kebersihan), Health (Kesehatan), Safety (Keamanan), dan Environmental Sustainability (Kelestarian Lingkungan).

Lewat aksi #InDOnesiaCARE Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno, menekankan penerapan protokol kesehatan berbasis CHSE secara ketat dan disiplin menjadi kunci utama dalam upaya membangkitkan kembali sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

“Proyeksi pemulihan pariwisata ini akan bergantung sekali pada kasus COVID-19. Jika kita bisa single atau double digit (angka penularan kasus COVID-19) tentu akan sangat luar biasa sehingga akan membangun confidence to travel dari wisatawan,” kata Menparekraf Sandiaga Uno.

Nah biar tetap aman selama road trip, khususnya saat harus singgah di kawasan rest area, berikut hal yang patut dilakukan: 

Patuhi protokol kesehatan

Di mana saja kita berada, tetap disiplin untuk menerapkan protokol kesehatan seperti memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan dengan sabun. Selain itu, jika hendak ke toilet jangan lupa bawa disinfektan atau tisu basah yang mengandung alkohol agar kebersihan dalam toilet tetap terjamin.

Hindari tempat ramai

Biasanya cafe atau pujasera menjadi tujuan utama ketika singgah di rest area. Jika melihat tempat tersebut cukup ramai, sebaiknya tunggu sejenak hingga situasi agak kondusif. 

Tapi jika perut sudah tak bisa kompromi, mintalah seorang perwakilan dari rombongan untuk memesan kuliner untuk disantap dalam kendaran. Ingat, pandemi COVID -19 masih belum berakhir. Jangan lengah apalagi ceroboh!

Buang sampah pada tempatnya

Biasanya ketika melakukan perjalanan darat, tempat sampah menjadi bagian yang tidak bisa diabaikan. Nah, ketika tiba di rest area sebaiknya lekas buang sampah yang ada dalam kendaraan ke tempat yang telah disediakan. 

Setelah itu, bersihkan kembali wadah sampah yang ada dalam kendaraan dengan alkohol sebelum dimasukkan lagi ke dalam kendaraan. Gak masalah dibilang lebay, yang penting road trip aman dan kita tetap sehat.

Berwisata di tengah pandemi bukanlah hal yang menakutkan, asal kita selalu patuh pada protokol kesehatan. Selain kebersihan objek wisata, kesehatan selama berwisata adalah hal yang perlu dijaga.

 

 

Menparekraf Pastikan Kepri Siap Membuka ‘Safe Travel Corridor’

this formate

BATAM, bisniswisata.co.id: Menparekraf Sandiaga Salahuddin Uno melakukan rapat koordinasi dengan kementerian/lembaga, Pemprov, Pemkot/Pemkab  dan pelaku usaha sektor pariwisata terkait, untuk memastikan bahwa Kepulauan Riau siap membuka kembali perbatasan melalui safe travel corridor.

Rencananya, Pemerintah Daerah Kepri buka safe travel corridor pada 21 April 2021. Ada dua zona yang akan disiapkan yaitu Nongsa dan Bintan Lagoi. Sandiaga menilai bahwa Kepulaan Riau telah memenuhi syarat dari segi fisibilitasnya.

Hal ini mencakup pintu masuk utama, orbitasi yang hanya 20 km dari Singapura dengan waktu tempuh 40 – 60 menit khusus ke Batam dan Bintan. Lalu direct access, terdapat rute langsung yang menghubungkan dari pelabuhan ferry Singapura menuju Pelabuhan Nongsapura di Batam dan Bandar Bintan Telani di Lagoi Bintan.

“Saya sudah mencoba semua rute dan ini bisa segera kita persiapkan untuk pembukaan _safe travel corridor_ dengan Singapura,” ujar Menparekraf.

Selain itu, Nongsa dan Bintan Lagoi juga memiliki aksesibilitas, amenitas, dan atraksi yang lengkap dan penerapan protokol CHSE (Cleanliness, Health, Safety, and Environment Sustainability) sudah dijalankan dengan ketat dan disiplin.

“Meskipun begitu, 3M (memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak) tetap ditingkatkan, dan 3T (testing, tracing, and treatment) diperkuat. Pelaku usaha hotel dan restoran juga harus dipastikan sudah tersertifikasi CHSE, terlebih lagi pada zona prioritas, yaitu Nongsa dan Bintan Lagoi. Dengan hal ini, kita dapat memberikan rasa confident kepada wisatawan,” kata Menparekraf.

Untuk wisatawan asing yang nantinya masuk ke dua zona tersebut, diharapkan melakukan PCR-test terlebih dahulu. Lalu, pada saat kedatangan wisatawan akan melalui proses testing genose.

“Setelah itu akan ada aplikasi dimana kita bukan hanya bisa mentrace, tapi juga mentracking movement wisatawan,” ujarnya.

Ia juga menjelaskan bahwa akibat pandemi terjadi penurunan terdalam pada industri akomodasi, makanan, dan minuman hingga minus 41,01 persen. Kunjungan wisatawan mancanegara ke Kepri pada 2020 terkontraksi hingga minus 85,6 persen.

Oleh karena itu, Menparekraf juga mendorong Pemprov Kepri untuk mempersiapkan paket-paket wisata menarik jelang pembukaan safe travel corridor.

Untuk, kebijakan pemberian akses Bebas Visa Kunjungan dan Visa Kunjungan bagi WNA masih dalam proses konsolidasi dengan Kementerian Hukum dan HAM. Diharapkan, pihak Kemenkumham dapat segera memberikan akses tersebut untuk keperluan pilot project safe travel corridor.

Kunci keberhasilan dalam program ini adalah vaksinasi. Percepatan vaksinasi untuk pekerja dan penduduk sekitar kawasan Nongsa Batam dan Bintan Lagoi yang dilakukan perdana pada Sabtu (20/3/2021) bisa berjalan dengan baik. Sehingga _herd immunity_ penduduk dan pekerja pariwisata di kawasan tersebut dapat terbentuk sebelum tanggal pembukaan safe travel corridor.

“Kita harapkan bisa bergerak cepat untuk menyiapkan safety travel corridor, terutama dari segi pengetatan kepatuhan terhadap protokol kesehatan yang ketat dan disiplin, 3M, 3T, dan vaksinasi.

Ini kita lakukan atas kolaborasi semua pihak, ada Kemenlu, Kemenkes, Kemenkumham, Dirjen Imigrasi, Pemprov, Pemko, Pemda, semua instansi dan kementerian/lembaga terkait kita libatkan. Untuk bangkitnya Kepri khususnya di sektor pariwisata,” ujar Menparekraf.

Turut hadir Gubernur Batam Ansar Ahmad, Walikota Batam Muhammad Rudi, serta Deputi Bidang Kebijakan Strategis Kemenparekraf /Baparekraf R. Kurleni Ukar, Staf Ahli Bidang Sosial Budaya dan Pemberdayaan Masyarakat Kemenlu Siti Nugraha Mauludiah, serta perwakilan dari sejumlah kementerian/lembaga terkait, dan sektor swasta.

 

bw-roadtrips-siapka-peralatan-ini

Ingin Road Trip? Siapkan Dulu Barang-barang Ini!

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Banyak cara untuk menuju destinasi wisata #DiIndonesiaAja, salah satunya adalah lewat jalan darat atau yang lebih dikenal dengan istilah road trip. Infrastuktur yang dibangun oleh pemerintah seperti Jalan Tol Trans Jawa, yang kini sudah mencapai Probolinggo, menjadi solusi untuk memudahkan dan mempersingkat waktu perjalanan.

Untuk menikmati momen road trip, ada baiknya wisatawan membekali diri dengan beragam kebutuhan. Mulai dari kuliner hingga ke berbagai kebutuhan yang bersumber dari sektor ekonomi kreatif, yang kini sedang dimaksimalkan lewat gerakan #BanggaBuatanIndonesia.

Berdasarkan data yang dihimpun dalam Opus Creative Economy Outlook tahun 2019, sektor ekonomi kreatif memberikan kontribusi sebesar Rp 1.105 triliun terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia.

Untuk itu Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno, mengimbau seluruh pihak yang terlibat di sektor ekonomi kreatif, berkolaborasi dalam memanfaatkan kekuatan ekonomi kreatif sehingga tujuan agenda pembangunan berkelanjutan dapat tercapai.

“Semua orang harus memiliki andil dalam membantu menggeliatkan kembali industri ekonomi kreatif di Indonesia bahkan global,” ujar Menparekraf Sandiaga Salahuddin Uno, dalam acara “International Year of Creative Economy 2021 (IYoCE 2021)” bertajuk “Creative Economy for Inclusive Development and Global Recovery” akhir Januari 2021.

Jadi, sebelum berangkat road trip mari kita penuhi kendaraan dengan beragam produk buatan lokal agar perjalanan makin aman, nyaman, dan menyenangkan. Tapi barang-barang apa saja sih yang perlu dibawa? Ini dia daftarnya:

Obat-obatan dan hygiene kit

Hal apapun yang tidak diinginkan dalam perjalanan dapat terjadi seperti sakit, pusing, mabuk di perjalanan, ataupun terluka. Obat-obatan pribadi dan hygiene kit seperti masker, hand sanitizer, dan disinfektan wajib tersedia di dalam kendaraan.

Konsumsi

Setiap daerah di Indonesia pasti punya kuliner khas yang mudah ditemui di sepanjang jalan. Tapi hal ini bukan penghambat untuk membawa beragam jenis kuliner dalam kendaraan. Makanan ringan seperti keripik, buah, bumbu andalan, hingga minuman dalam kemasan buatan lokal adalah menu wajib untuk masuk dalam kendaraan ketika road trip.

Pakaian

Untuk urusan fesyen, jelas tidak mau kan kalau tiba di lokasi wisata tapi salah kostum atau stoknya sudah habis? Nah, itu sebabnya pakaian juga harus diperhitungkan. Jangan sampai udah niat main ke pantai, tapi gak bawa busana pantai buatan lokal yang kece banget. Rugi banyak!

Perlengkapan makan

Jangan lupakan juga bawa perlengkapan makan buatan lokal seperti piring, gelas, sendok, dan garpu yang bisa digunakan berkali-kali untuk mengurangi sampah plastik.

Kalau semua barang di atas sudah lengkap, road trip pasti akan terasa aman dan nyaman. Selain itu semua, usahakan untuk disiplin menerapkan protokol kesehatan yaitu pakai masker, jaga jarak, dan cuci tangan dengan sabun. Mari sebarkan energi positif untuk kebangkitan pariwisata Indonesia! *

 

Terima Dubes Azerbaijan, PWI Pusat Sepakat Lombakan Kisah Laila Majnun

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id:  – Ketua Umum PWI Pusat Atal S. Depari menerima kunjungan H.E Jalal Mirzayev, Duta Besar Azerbaijan untuk Republik Indonesia merangkap untuk Singapura, Filipina, dan Timor Leste)di Kantor PWI Pusat, Jakarta pada Jumat petang (19/3/2021).

“Kami membahas beberapa hal strategis dalam hal kerjasama antara PWI dengan Pemerintah Azerbaijan,’’ kata Atal, yang pada kesempatan itu didampingi oleh Sekjen PWI Pusat Mirza Zulhadi, Ketua Bidang Pendidikan PWI Pusat Nurjaman Mochtar, dan Direktur Sekolah Jurnalisme Indonesia Ahmed Kurnia.

Duta Besar Mirzayev dalam kunjungan itu didampingi oleh Konselor Kedubes Azerbaijan Ms. Gultakin Habibli dan staf lokal Kedubes Azerbaijan di Jakarta Ms. Annisa.

“Kami berharap program kerja sama ini dapat mempererat hubungan antar kedua negara, khususnya di bidang media,’’ ujar Duta Besar Mirzayev.

Menurut dia, media adalah mitra strategis yang dapat menyampaikan informasi dari masing-masing negara secara komprehensif. Pada kesempatan itu, Duta Besar Mirzayev menawarkan kerjasama dalam bentuk pertukaran kunjungan wartawan.

“Kami akan mengundang sejumlah wartawan Indonesia untuk berkunjung ke Azerbaijan. Sebaliknya, kami akan mendatangkan wartawan asal Azerbaijan ke Indonesia,’’ katanya lagi.

Selain pertukaran kunjungan wartawan, Duta Besar Mirzayev juga mengajak PWI Pusat untuk bekerja sama dalam penyelenggaraan perayaan 880 tahun penyair asal Azerbaijan yaitu Nizami Ganjavi yang membuat kisah epik Laila Majnun, cerita cinta legendaris yang memengaruhi sejarah kesusastraan dunia.

Penyair yang memiliki nama lengkap Jamaluddin Abu Muhammad Ilyas ini, lahir di kota Ganja yang saat ini masuk bagian Republik Azarbeijan.

Cerita Laila Majnun ini sangat dikenal di Indonesia, ‘’Namun banyak yang tidak tahu, pengarangnya berasal dari Azerbaijan,’’ kata Duta Besar Mirzayev.

Dalam pertemuan itu disepakati akan dibuat lomba penulisan esai tentang kisah Laila Majnun karya Nizam Ganjavi. “Kami akan mengundang para wartawan seluruh Indonesia untuk ikut lomba penulisan esai ini. Dan pemenangnya akan mendapatkan hadiah menarik,’’ kata Atal.

 

Apkasi Laporkan Persiapan Munas V 2021 di Jakarta pada Mendagri Tito Karnavian

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Jajaran Pengurus Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi) menemui Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian melaporkan persiapan kegiatan Musyawarah Nasional (Munas) V yang rencananya akan diselenggarakan pada 25 Maret 2021 di Jakarta.

Pertemuan di Gedung A Kementerian Dalam Negeri Jakarta, Jum’at pagi (19/03/2021) dan usai diterima Mendagri , Ketua Umum Apkasi, Abdullah Azwar Anas  bahwa kepengurusan yang dipimpinnya telah usai melakukan tugas di masa baktinya, yakni 2015-2020 sehingga perlu diselenggarakan Munas V Apkasi yang salah satu agenda utamanya adalah memilih kepengurusan yang baru.

“Kami meminta ke Bapak Mendagri untuk memfasilitasi agar Bapak Presiden berkenan membuka acara Munas Apkasi pada 25 Maret 2021,” ujar Azwar Anas didampingi Sekjen Apkasi Najmul Akhyar, Wakil Ketua Umum Sokhiatulo Laoli dan Sutan Riska Tuanku Kerajaan, Wakil Bendahara Umum Ratu Tatu Chasanah serta Direktur Eksekutif Apkasi Sarman Simanjorang.

Azwar Anas menambahkan kegiatan Munas V Apkasi 2021 mengusung tema “Penguatan Kapasitas Daerah Dalam Rangka Percepatan Pemulihan Ekonomi Di Masa Pandemi Covid – 19 Melalui Kolaborasi Pusat, Daerah dan Swasta dengan Dukungan Kebijakan yang Berpihak” akan diselenggarakan secara hybrid di Hotel Indonesia Kempinski dan virtual yang bisa diikuti dari daerah masing-masing.

Apkasi, imbuh Anas, bermaksud mengundang Mendagri dalam kegiatan Munas V 2021 sekaligus mengukuhkan kepengurusan Apkasi yang baru masa bakti 2021-2026. Mendagri memanfaatkan  lebih dari dua jam untuk mendiskusikan berbagai masalah penting di daerah.

“Di antaranya isu turunnya dana transfer ke daerah dan masalah refokusing anggaran yang berpengaruh terhadap kinerja pemerintah daerah,” tutur Azwar Anas sambil menambahkan,  beberapa rekan-rekan bupati merasa galau.

Di satu sisi masyarakat di daerah berharap tinggi dengan terpilihnya para bupati baik yang petahana maupun yang baru terpilih, namun di sisi lain kondisi di lapangan cukup menantang dikarenakan PDB ngepres akibat dana transfer pusat berkurang dan banyak PAD di beberapa daerah yang tidak memenuhi target karena kondisi pandemi yang masih kita rasakan hingga saat ini, tambah Anas.

Hal lain yang juga didiskusikan bersama Mendagri adalah upaya peningkatan layanan Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD). “Kami memandang layanan SIPD ini harus terus ditingkatkan baik dari sisi kualitas SDM serta infrastruktur jaringan internet yang lebih stabil lagi di daerah,” tukasnya.

Azwar Anas juga menyampaikan sebelum dilangsungkannya Munas, Apkasi juga telah menyelenggarakan kegiatan Pra Munas yang diisi dengan diskusi panel menghadirkan narasumber Dirjen Perimbangan Keuangan – Kementerian Keuangan dan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif pada Kamis (18/03/2021) secara virtual.

“Kami berharap anggota Apkasi bisa memberikan masukan-masukan terkait persoalan daerah maupun substansi organisasi yang nanti dibahas dan disahkan di Munas V Apkasi sebagai rekomendasi Apkasi ke pemerintah pusat,” katanya.

 

Arie Untung & MKTV yang Menyasar Keluarga Muslim Indonesia

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Sektor Media & Recreation yang naik daun di era pandemi global COVID-19 membuahkan bisnis baru bagi aktor, presenter Arie Untung, CEO Garis Sepuluh dengan membidik pasar keluarga Muslim Indonesia.

Berangkat dari keprihatinan banyaknya konten- konten negatif yang ada di masyarakat terutama di media sosial,  Arie Untung, Teuku Wisnu dan Yuda Wirafianto akhirnya Febuari 2020 lalu bertekad kembangkan konten yang menghibur dan memberikan manfaat lewat pendirian perusahaan Garis Sepuluh Corporation.

Perusahaan yang bergerak dalam bidang pengembangan konten Islami lewat serial animasi Riko The Series dan mengelolanya hingga memiliki traffic tinggi miliki misi mempersiapkan sumber daya manusia yang kompeten dan berakhlak baik dengan meluncurkan MuslimKids TV Indonesia.

Bermitra dengan perusahaan asal Kanada, Milo Production Canada yang memiliki sedikitnya 15.000 konten, MKTV resmi meluncurkan  tayangan streaming digital MuslimKids yang membidik pasar keluarga muslim di Indonesia, Jumat (19/3/2021).

Layanan yang disajikan berupa eBook, games, serta aneka program aktivitas lain seperti program interaktif dengan mengangkat nilai-nilai, keyakinan serta sejarah Islamnya dari sudut pandang anak-anak.

“Peluncuran MKTV di Indonesia ini menjadi tonggak besar bagi kami karena negara ini memiliki jumlah penduduk Muslim terbesar di dunia. Kami sangat berterima kasih kepada para mitra lokal yang memungkinkan ini terjadi,” kata Michael Milo, CEO  MuslimKids TV yang produknya tayang di 60 negara.

Tak kurang dari Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno yang gembira dengan peluncuran konten ramah anak dan berkonten religi ini, sambutan para artis yang memiliki anak juga bergantian muncul dalam video pendek sambut kehadiran MKTV yang diselenggarakan secara hybrid.

” Saya punya anak yang lahir di era digital, Sulaiman, kelahiran 2010 dengan hadirnya MKTV di Indonesia. Sebagai orangtua yang jelas bahagia karena ada TV ramah anak,” ujar Sandiaga.

Hal yang tidak kalah penting adalah kehadiran MKTV diharapkan bisa mendukung perkembangan ekonomi kreatif digital yang sejalan dengan fokus pemerintah termasuk kerjasama pengembangan bagi content creator Indonesia, kata Menparekraf.

“Kerjasama MKTV dengan kreator muda Indonesia diharapkan dapat berkonstribusi pada pertumbuhan anak-anak Indonesia yang mengkonsumsi konten-konten yang sehat dan mendidik akal budi,” ujar Sandi dan menambahkan selama pandemi masyarakat bisa menghabiskan waktu 9 jam di depan TV maupun gadget.

Duta Besar Kanada untuk Indonesia dan Timor Leste, Cameron MacKay juga menyambut gembira kehadiran  platform digital ini yang akan membantu tumbuhnya kreativitas dan inovasi dalam mempromosikan budaya Muslim di seluruh dunia.  

“Kami berharap MKTV bisa memfasilitasi transfer pengetahuan, sekaligus juga menghadirkan hiburan berkualitas tinggi yang ramah bagi anak dan keluarga,” katanya.

Kebebasan beragama dan berekspresi telah membantu mendorong kreativitas dan inovasi yang memungkinkan perusahaan Kanada (Milo Production Inc.), menciptakan sebuah platform untuk mempromosikan budaya Muslim di seluruh dunia. 

Konsul Jenderal RI Toronto, Leonard F. Hutabarat Ph.D mengungkapkan satu hal penting yang perlu dicatat dari kehadiran MuslimKids TV di Indonesia investasinya sebesar US$ 3 juta dałam 2 (dua) tahun ke depan dan kerja sama yang dilakukan MKTV dengan 3 (tiga) mitra lokal untuk memproduksi film-film animasi bermuatan konten-konten lokal terpilih seperti Wali Songo dan Majapahit. 

Selain itu, MKTV juga akan memperluas kerja sama dengan sekolah-sekolah, pesantren, dan lembaga pendidikan Islami lainnya, mengingat konten yang disajikan MKTV bisa menjadi bagian dari proses pembelajaran bagi para siswa dan siswi sekolah.  

Diharapkan juga dapat mengandeng sejumlah Perguruan Tinggi yang memiliki Jurusan animasi terbaik di Indonesia. Keunggulan Kanada di bidang animasi ini, hendaknya dapat dimanfaatkan untuk melakukan transfer teknologi di bidang industri animasi dan memberikan kesempatan dan pengalaman international bagi animator-animator muda Indonesia.

Menjawab pertanyaan pers apakah ada  peluang membuat konten lokal kehidupan desa wisata Muslim Friendly diberbagai wilayah di Indonesia yang memiliki keunikan berbeda-beda,  Michael Milo menjawab pihaknya dengan senang hati membawa cerita lokal  dari Indonesia ke seluruh dunia.

“Tentu saja kami ingin mempelajari keunikan dan kehidupan anak-anak Muslim Indonesia dengan banyaknya desa wisata yang ada ke seluruh dunia,” tegas Michael Milo.