PPKM-ditutu-sementara-semua-objek-wisata-di-jawa-bali

Penutupan Tempat Wisata Antisipasi Peningkatan Kasus COVID-19

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Surat Edaran No. 15 Tahun 2021 tentang Pembatasan Mobilitas Masyarakat, Pembatasan Kegiatan Peribadatan dan Tradisi selama Hari Raya Idul Adha di Masa Pandemi COVID-19. Kebijakan ini efektif berlaku sampai 25 Juli 2021.

Beberapa pertimbangan ditetapkannya pembatasan kegiatan masyarakat ini yaitu pengalaman libur panjang yang mengakibatkan peningkatan laju penularan, menjamurnya klaster keluarga, optimalisasi fungsi Satgas atau pemerintah daerah setempat dalam mengendalikan kasus sesuai kondisi COVID-19 masing-masing.

“Dan menyediakan payung kebijakan pembatasan aktivitas masyarakat selama Libur Hari Raya Idul Adha 1442 H, sebagai usaha tetap adaptif dengan kondisi saat ini sehingga kondisi COVID-19 dapat terkendali,”jelas Koordinator Tim Pakar dan Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Prof. Wiku Adisasmito.

Terkait pembatasan aktivitas di tempat wisata maka dilakukan penutupan tempat wisata di seluruh Pulau Jawa dan Bali serta wilayah yang menjalankan PPKM diperketat. Sedangkan untuk daerah lainnya yang tidak termasuk dalam cakupan daerah tersebut dapat tetap beroperasi dengan kapasitas maksimal 25 persen dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat.

Satgas meminta kepada seluruh elemen pemangku kepentingan baik tokoh berpengaruh, pemerintah desa/kelurahan, pimpinan instansi pekerjaan, maupun rekan-rekan media untuk dapat melakukan sosialisasi yang masif kepada masyarakat. Selain itu produk hukum yang sudah ada perlu ditindaklanjuti oleh pemerintah daerah sebagai dasar penegakan hukum di lapangan yang konkret.

Surat Edaran Satgas Penanganan COVID No. 15 Tahun 2021 mencakup aspek pembatasan mobilitas masyarakat, pembatasan kegiatan peribadatan dan tradisi selama Hari Raya Idul Adha, pembatasan kegiatan wisata, dan aktivitas masyarakat lainnya. Dengan berlakunya Surat Edaran ini, maka Surat Edaran Satuan Tugas Penanganan COVID-19 No. 14 tentang Ketentuan Perjalanan Orang Dalam Negeri dalam Masa Pandemi Corona Virus Disease 2019 (COVID-19), semua Instruksi Menteri Dalam Negeri, Surat Edaran Kementerian/Lembaga dan Pemerintah Daerah, serta instrumen hukum lainnya tetap berlaku sepanjang tidak bertentangan dengan Surat Edaran ini.

Secara rinci, terkait mobilitas, Surat Edaran ini mengatur bahwa kegiatan bepergian keluar daerah untuk sementara dibatasi hanya untuk pekerja sektor esensial dan kritikal serta perorangan dengan keperluan mendesak seperti pasien sakit keras, ibu hamil dengan jumlah pendamping maksimal 1 orang, kepentingan bersalin dengan jumlah pendamping maksimal 2 orang, dan pengantar jenazah non COVID-19 dengan jumlah maksimal 5 orang. Pelaku perjalanan yang dikecualikan ini wajib menunjukkan STRP atau Surat Tanda Registrasi Pekerja yang dapat diakses pekerja dari pimpinan di instansi pekerjaan dan untuk masyarakat dari pemerintah daerah setempat.

Untuk perjalanan antardaerah, ketentuan dokumen hasil negatif COVID-19 masih sama yaitu wajib PCR maksimal 2×24 jam untuk moda transportasi udara dan PCR/Rapid Antigen maksimal 2 x 24 jam untuk moda transportasi lainnya kecuali di wilayah Aglomerasi. Selain itu ketentuan dokumen tambahan khusus perjalanan dari dan untuk ke Pulau Jawa Bali wajib menunjukkan sertifikat vaksin dosis pertama pun masih berlaku kecuali untuk kendaran logistik dan pelaku perjalanan dengan kategori mendesak.

Anak Dibawah 18 Tahun

“Dalam situasi yang belum cukup terkendali ditetapkan bahwa perjalanan oleh anak atau orang dengan usia di bawah 18 tahun dibatasi terlebih dahulu atau diminta untuk tidak melakukan perjalanan lebih dahulu. Ketentuan ini mulai diberlakukan tanggal 19 Juli setelah Surat Edaran keluar,” jelas Juru Bicara Kementerian Perhubungan Adita Irawati.

Surat Edaran ini juga mengatur pembatasan kegiatan peribadatan dan tradisi selama Hari Raya Idul Adha. Kegiatan peribadatan/keagamaan di daerah yang menerapkan PPKM Darurat, PPKM Mikro diperketat, dan wilayah yang non PPKM Darurat namun berzona merah dan oranye ditiadakan terlebih dahulu dan dikerjakan di kediaman masing-masing.

Sedangkan untuk daerah lainnya yang tidak termasuk dalam cakupan tersebut maka dapat melakukan kegiatan ibadah berjamaah dengan syarat kapasitas maksimal di dalam rumah ibadah sebesar 30 persen dengan penerapan protokol kesehatan secara ketat.

Selanjutnya tradisi silaturahmi dapat dilakukan secara virtual untuk mengurangi penularan baik dari kerabat jauh maupun dekat. Posko Desa/Kelurahan yang telah terbentuk akan dioptimalisasi fungsinya untuk menegakkan imbauan ini di lapangan dengan sanksi yang berlaku. Pemerintah akan terus mengupayakan koordinasi antara pusat daerah dilakukan dengan baik melalui pencatatan dan pelaporan yang aktual.

“Mohon kepada pemerintah daerah untuk dapat melakukan kerjasama yang baik kepada sektor-sektor yang terkait secara langsung maupun tidak dalam implementasi kebijakan seperti lembaga pemerintahan, lembaga swasta, instansi penegakan dan pendisiplinan masyarakat, otoritas penyelenggara transportasi, maupun unsur masyarakat lainnya. Pastikan semua suportif dan menjalankan perannya masing-masing dengan profesional tanpa melupakan sikap humanis, sopan santun tetap harus diutamakan,” tegas Wiku.

Sementara itu Kakorlantas sudah mendiridkan pos dan lokasi penyekatan dengan pola ring 1, 2,3 baik tingkat Provinsi, Kabupaten maupun Kecamatan. Penyekatan utamanya diprioritaskan di wilayah Lampung, Jawa, dan Bali, tersebar baik di jalur tol, non-tol maupun pelabuhan.Total penyekatan ada 1038 pos. *

hari-es-krim-se-dunia-beramal-bagi-pengembangan-umkm

Hari Es Krim se Dunia

this formate

BALI, bisniswisata.co.id: Di Amerika Serikat tahun 1984, masa pemerintahan Presiden AS Ronald Reagen, mencanangkan minggu ke-3 bulan Juli sebagai Hari Es Krim Nasional AS.  Popularitas Hari Es Krim pun mendunia saat ini, termasuk di Indonesia. Tahun 2021 HEK se Dunia jatuh pada Minggu 18 Juli, ditengah masa pandemi dan pelaksanaan PPKM Darurat.

Dalam situasi apapun, es krim tetap diminati untuk dinikmati, terbukti sejumlah komunitas masih tetap melaksanakan aktivitas HEK se Dunia 2021.

Pilihan pribadi ya?

Yang jelas es krim merupakan salah satu makanan penutup tertua –konon—pasalnya sudah ada di masa kekaisaran Achaemenid Iran, sekitar 500 SM. Kemudian sekitar 400 SM, orang Persia menciptakan makanan dingin khusus —merupakan campuran vermiseli dan air mawar –, sajian untuk keluarga kerajaan selama musim panas.

Sepanjang era 500 SM sampai saat ini, varian rasa es krim berkembang pesat. Mulai dari rasa  umum seperti vanilla, cokelat, dan stroberi, hingga ke varian rasa aneh seperti daging kuda hingga kepiting, wow.

Bantu UMKM

Es krim, kudapan mewah dan mahal? Tergantung kita memandangnya, karena tidak hanya varian rasanya yang beragam, harga jualnya pun variatif, dari yang murah meriah, sampai yang eksklusif mahal. Jadi sesuaikan dengan kemampuan jika ingin merasakannya.

Dengan mengkonsumsi es krim pun kita bisa membantu kalangan lainnya ditengah masa pembatasan mobilitas yang berdampak secara ekonomis ini. Seperti yang dilaksanakan manajemen produsen es krim nasional Aice Group di hari Eskrim se Dunia 2021, Aice memulai program membagikan es krim, susu telur serta masker medis ke berbagai lapisan masyarakat.

Menurut Juru bicara Aice Group, Sylvana, Aice juga mendukung langkah pemerintah meningkatkan pertumbuhan usaha kecil menengah dan mikro (UMKM) dengan inovasi menghadirkan es krim berkualitas, bisa dinikmati oleh semua lapisan masyarakat.

UMKM menjadi porsi utama penjualan Aice dibandingkan dengan jaringan ritel modern misalnya. Melalui jalur reseller pedagang ritel –UMKM– upaya memudahkan konsumen menikmati es krim, karena tersebar hingga ke wilayah perumahan mereka. Selain membantu UMKM dapat berkembang dan berdaya dengan program reseller.

“Jika dulu es krim diposisikan oleh produsen sebagai barang yang “cukup mewah” dan hanya dekat dengan momen khusus,  Aice membongkar kemapanan tersebut dengan strategi volume massal dan harga jual yang terjangkau,” papar Sylvana.

Ditengah pandemi, jelasnya lebih lanjut jaringan reseller  di segmen pedagang ritel tradisional tetap tumbuh positif dan mendorong optimize pemulihan ekonomi yang makin kuat. Tercatat  lebih dari 250 ribu jaringan warung  reseller produk Aice.

Produk-olahan-makanan-dan-minuman-Indonesia-di-foodex-jepang

Produk Pangan Olahan Indonesia di Ajang Foodex Kansai 2021

this formate

OSAKA, Jepang, bisniswisata.co.id:  Ekspor makanan dan minuman Indonesia ke Jepang pada tahun 2020 naik sebesar 15,14% dibanding tahun sebelumnya. Menunjukkan bahwa ekspor produk makanan dan minuman sangat penting bagi perekonomian nasional. Oleh karena itu, ​di tengah keprihatinan situasi pandemi Indonesia kembali berpartisipasi pada pameran International Food and Beverage Exhibition (Foodex) pada 14 – 16 Juli 2021 di Intex Osaka.

“Foodex merupakan pameran makanan dan minuman terbesar di Jepang. Kesempatan baik untuk akses pasar tidak hanya di Jepang tapi juga di Asia,” ujar Konsul Jenderal RI Osaka, Diana ES Sutikno saat membuka secara resmi booth Indonesia.

Ada total 35 pelaku usaha produk makanan dan minuman Indonesia yang berpartisipasi di Foodex Kansai 2021. Jepang dikenal menerapkan syarat kualitas sangat ketat bagi produk makanan dan minuman yang dipasarkan di dalam negeri. Menurut Konjen Diana, jika para pelaku usaha makanan dan minuman Indonesia telah berhasil meraih akses masuk ke pasar Jepang, peluang untuk masuk ke pasar lainnya akan terbuka lebih lebar.

“Saya berharap rekan-rekan pelaku usaha dapat terus meningkatkan kualitas produksinya, salah satu caranya dengan memastikan produk-produk makan minuman sudah terdaftar dan tersertifikasi,” kata Konjen Diana.

Sertifikasi dari BPOM RI dapat meningkatkan daya saing produk makanan dan minuman Indonesia di pasar ekspor. Partisipasi Indonesia pada Foodex Kansai 2021 didukung oleh GAPPMI, Goorita, Ditjen PEN Kemendag, dan Badan POM RI.

Produk-produk Indonesia yang ditampilkan adalah keripik tempe, keripik Nangka, keripik ikan, produk madu, produk kopi, mie godhog instan, mie goreng instan, teh Tarik, tepung mocaf, ikan asin, crispy salad, kacang mete, permen kopi, wafer/biscuit, selai coklat, minuman herbal, minuman sari kelapa, instant seasoning, jelly/nata de coco, kari ayam kemasan dan tempe.

profil

Ketika Estafet Nilai-Nilai Akhlak di BUMN Itu Mulai Membuahkan Hasil

this formate

Dalam dua belas bulan terakhir, BUMN menyelenggarakan berbagai program budaya di organisasinya masing-masing untuk mensosialisasikan dan menginternalisasikan Core Values AKHLAK agar menjadi perilaku sehari-hari.

Pemberian Award berdasarkan hasil riset pengukuran indeks kesehatan budaya kerja AKHLAK yang telah dilakukan oleh ACT Consulting selama periode September 2020–Juli 2021 terhadap 62 BUMN dan Anpernya.

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Manusia berencana Allah SWT yang  Maha Menentukan. Tepat setahun Menteri BUMN Erick Thohir menekankan pentingnya nilai inti AKHLAK sebagai bagian dari upaya transformasi menyeluruh di Kementerian dan semua perusahaan BUMN, mantan Menteri BUMN Sugiharto yang mengawali ‘menanamnya’ wafat kemarin.

Erick Thohir dalam acara daring AKHLAK Awards 2021 di Jakarta, kemarin yang fihadiri lebih dari 1000 orang secara daring mengatakan satu tahun sudah keluarga besar BUMN disatukan nilai-nilai yang sama yaitu sebagai core values AKHLAK (Amanah, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif dan Kolaboratif)

“Misi dan nilai-nilai tersebut adalah bagian dari upaya transformasi menyeluruh BUMN yang juga menjadi arah dan pijakan langkah kita untuk naik kelas, berkompetisi, dan tentunya kita harus berkompetisi secara global,” ujarnya seperti dilansir dari Antara News.

Menurut Menteri BUMN, memang masa penuh tantangan ini membuat semua pihak harus merefleksikan diri, pandemi Covid-19 mengajarkan bahwa cara-cara lama serta melimpahnya pasar dan sumber daya alam Indonesia tidak lagi cukup untuk membuat Indonesia kebal dari gejolak ekonomi dan tantangan sehebat ini. 

“Tadi seperti yang disampaikan oleh President ACT Consulting Ary Ginanjar Agustian dan disampaikan secara transparan karena kita tahu masukan-masukan ini adalah hal yang sangat baik, karena apa kita perlu transformasi menyeluruh. Tidak hanya model bisnis operasionalnya, tetapi yang terpenting juga transformasi SDM atau human capitalnya,” katanya.

AKHLAK juga menjadi pijakan supaya BUMN adaptif, keluar dari zona nyaman serta meninggalkan mindset BUMN akan selalu diselamatkan negara kalau berkinerja buruk atau berkasus.

“Mindset ini harus kita bongkar, harus kita tinggalkan, tidak lagi di zona nyaman karena kalau BUMN ini roboh maka banyak kehilangan public services yang selama ini membantu rakyat Indonesia pada kondisi kritikal,” ujar Menteri BUMN.

BUMN mendapatkan amanah untuk mengelola kekayaan negara yang jumlahnya sangat besar, menjadi penopang dan lokomotif ekonomi bangsa serta agen pembangunan.

Karenanya nilai inti AKHLAK Kementerian BUMN bukan lagi perkara individu melainkan persoalan bangsa. “Jangan sia-siakan masa usia emas atau golden age yakni masa pertumbuhan optimal manusia di tahun pertama kehidupannya. Jangan sia-siakan usia emas ini agar transformasi AKHLAK terjadi, harus terjadi,” kata Erick.

AKHLAK juga dibutuhkan agar bisa keluar dengan selamat dari pandemi Covid-19. Dengan berlandaskan filosofi AKHLAK sebagai pemerintah berprinsip agar jangan pernah lelah melayani rakyat. BUMN jangan pernah lelah melayani semua.

“Pola pikir kita harus diubah, jangan menjadi bagian birokrat yang  mempersulit, tapi kita harus menjadi bagian yang melayani,” ujar Erick Thohir.

 

Setelah pensiun menjadi Menteri, kiprah Sugiharto tidak pernah berhenti bersama FKA ESQ maupun ESQ LC dan istiqomah menerapkan nilai-nilai Akhlak dalam 7 Budi Utama. ( Foto: dok ESQ)

Di lingkungan komunitas FKA ESQ, Mantan Menteri BUMN Sugiharto adalah sosok yang konsisten menjakankan 7 Dasar Budi Utama: Bersikap jujur, bertanggungjawab, visioner, disiplin, mampu bekerja sama, bersikap adil dan peduli.

Ketua Dewan Kehormatan FKA ESQ sejak tahun 2005 berjasa dalam menanamkan akhlak dengan mewajibkan BUMN ikut training ESQ.

Setelah pensiun menjadi Menteri, kiprahnya tidak pernah berhenti  antara lain menjadi Preskom Menara 165 Tbk, gedung pusat training tanpa mau dibayar gaji, kata Ary Ginanjar Agustian bersaksi.

“ESQ punya visi mewujudkan Indonesia Emas 2045 dan beliau kita catat dalam tinta emas dalam proses perjalanan itu dan berhak berada dalam doa kita  warga ESQ setiap hari,” tambahnya.

Berikut adalah tulisan lengkap alm Sugiharto saat Ary Gijanjar berulang tahun Mei lalu dikutip dari ESQ News yang  berjudul:

                       “Lincah di Era Vuca”

 Selamat Milad, Pak Ary Ginanjar Agustian. Sungguh saya beruntung  dan bersyukur kepada Allah SWT karena dalam rentang waktu hidup saya telah dipertemukan dengan seorang hamba Allah, Pak Ary Ginanjar. Dan Alhamdulillah, silaturahmi ini masih terjaga dengan baik selama hampir 20 tahun terakhir ini.

Atas izin Allah, ESQ Way 165 yang digagas Pak Ary telah menjadi sumber inspirasi pendulum bagi peningkatan corporate culture di wilayah kerja kementerian BUMN dan seluruh stakeholder-nya ketika saya dipercaya oleh Presiden RI ke-6, DR. Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menjadi menteri negaranya. 

Sinergi positif dibangun melalui berbagai training eksekutif mulai tingkatan komisaris, direksi, dan karyawan serta keluarganya telah membantu menaikan kinerja BUMN dalam arti yang luas secara keseluruhan dan berkesinambungan.

ESQ Way 165 di masa bakti saya dan sesudahnya dalam dasa warsa pertama terbukti memberikan stimulus efek berkembangnya ESQ. Lembaga yang dipimpin Pak Ary sangat berkembang terbukti dengan alumninya dari dalam maupun luar negeri hingga lebih dari 1 juta alumni.

Modul-modul training baik in house maupun out door termasuk metode training kolosal “Amazing You” dengan lebih dari 10.000 peserta telah mencerahkan sebagian besar masyarakat Indonesia yang terdidik. Dan ini memberikan rasa optimisme bagi terwujudnya “Indonesia Emas” yang menjadi cita-cita Pak Ary dan kita semua.

Sebagai salah satu tokoh perubahan yang sangat diperhitungkan di Indonesia, Pak Ary terus-menerus mengembangkan lembaga training ESQ 165 menjadi adaptif dan agile (lincah) dari waktu ke waktu terutama di era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, dan Ambiguity) seperti dalam satu dasa warsa terakhir ini.

Dengan keuletan, kegigihan, dan istiqamah, Pak Ary bersama[1]sama dream team menjadi ESQ, antara lain yang saya catat adalah sebagai berikut:

  1. Eksekutif training ESQ 165 dan training untuk segala jenjang usia, baik di dalam maupun di luar negeri.
  2. Pembangunan gedung Menara 165 dengan iconic huruf Allah di Rooftop dan Masjid Ar-Rahim yang tercatat sebagai salah satu Masjid tertinggi di Indonesia.
  3. Tujuh Budi Utama sebagai simbol pembangunan karakter bangsa dengan semangat NKRI, kebinekaan tunggal ika serta Pancasila dan UUD ’45 sebagai landasannya.
  4. Pendirian ESQ Business School yang sampai Dies Nataliesnya yang ke-8 pada akhir tahun 2020 telah berhasil meluluskan sarjana[1]sarjana S1 berkarakter terbaik di Tanah Air.
  5. The New Chapter, The Amazing You, dan AKHLAK BUMN adalah 3 dari sebagian hasil karya dan inisiatif murni Pak Ary Ginanjar.

Di tengah pandemi Covid-19, Pak Ary justru memberikan inspirasi-inspirasi yang luar biasa melalui kanal-kanal youtube-nya kepada masyarakat luas untuk memberikan pelajaran berharga, Pak Ary terpapar sebagai penyintas dan wabah ini telah memakan korban jiwa lebih dari 30.000 jiwa di Indonesia dan 2,5 juta jiwa di dunia.

Sesungguhnya dari hasil-hasil karya Pak Ary adalah wujud dari upayanya membumikan Al-Qur’an dan Hadits serta kecintaannya kepada Rasulullah Muhammad SAW dengan segala contoh ajarannya.

Semoga di hari Milad yang ke-56 tahun ini Pak Ary tetap Allah SWT anugerahkan panjang umur, sehat wal’afiat, terus diberikan ilmu serta kekuatan untuk terus ber[1]karya mencerahkan dan men[1]cerdaskan umat dan bangsa. Insya Allah, masyarakat tetap merindukan karya-karya nyata Pak Ary yang inspiratif, inovatif, dan berintegritas.

Happy Milad, Pak Ary.

            Sugiharto

 

 

    

 

penangkaran-lebah-liar-di-cagar-biosphere-tanle-sap

Lebah dan Madu di Cagar Biosfer UNESCO Tonle Sap

this formate

KAMBOJA, bisniswisata.co.id: Anda penikmat manisnya madu? Sudah pernah melihat atau justru ikut memanen madu? Tahu juga kah Anda bahwa populasi lebah di seluruh dunia menurun tajam, sejalan dengan kerusakan ekosistem dunia.

Tentu kehilangan populasi satu jenis khewan dalam ekosistem membawa konsekuensi signifikan bagi mata pencaharian di banyak komunitas terkait khewan tersebut. Lebah contohnya, akan sangat mempengaruhi kehidupan masyarakat pemanfaat produk non kayu di hutan.

Kemudian, apa yang bisa dilakukan untuk membantu lingkungan?

Stop penggunaan produk kimia dalam aktivitas sehari- hari. Di kebun halaman Anda misal, gunakan pupuk, festisida alamiah saja, sehingga khewan yang menguntungkan lingkungan tetap hidup dan berkembang.

Lantas bagaimana dengan madu dan lebah? Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa madu dari lebah liar lebih berkualitas dibanding madu hasil lebah yang dibudi daya pada rekayasa kebun bunga berfestisida, dan fertilizer kimia.

Berkaitan dengan produksi madu lebah liar, UNESCO mengeluarkan laporan hasil survey cepat berjudul Beekeeping Ecosystem at Tonle Sap Biosphere Reserve (Beekeeping Ecosystem di Cagar Biosphere Tonle Sap) dalam upaya mempromosikan pengembangan peternakan lebah yang berkelanjutan. Survey dilaksanakan bekerja sama dengan Civil Society Alliance Forum (CSAF/ Forum Aliansi Masyarakat Sipil) Dewan Menteri, dalam kemitraan dengan Asian Cultural Council (Dewan Kebudayaan Asia) dan Asian Vision Institute (Institut Visi Asia).

Laporan ini merupakan studi pertama tentang ekosistem perlebahan, praktik produksi madu dan status lebah serta aktivitas lebah di Cagar Biosfer UNESCO Tonle Sap. Merupakan praktik baru dengan potensi tinggi dan memberikan rekomendasi serta panduan untuk pengembangan peternakan lebah berkelanjutan di wilayah tersebut.

Laporan ini secara langsung melengkapi Proyek Cagar Biosfer Tonle Sap— sedang berlangsung dari UNESCO–, didanai oleh UE, untuk memperkuat konservasi dan mata pencaharian yang berkelanjutan.

Dalam siaran pers, UNESCO mengatakan lebah memainkan peran sentral sebagai penyerbuk, dalam mempertahankan lingkungan alam. Sangat penting, melestarikan lebah dan ekosistemnya dengan mempromosikan pendekatan inovatif untuk pembangunan ekonomi yang sesuai secara sosial, budaya dan berkelanjutan secara lingkungan.

Namun, populasi lebah di seluruh dunia sedang menurun, yang menyebabkan konsekuensi signifikan bagi mata pencaharian di banyak komunitas, terutama mereka yang bergantung langsung pada sumber daya alam seperti hasil hutan non-kayu.

Setelah peluncuran laporan tersebut, UNESCO bekerja sama dengan pemerintah dan mitra pembangunannya, mempromosikan dialog kebijakan untuk mendorong ekosistem peternakan lebah yang berkelanjutan dan pengembangan komunitas praktik peternak lebah di Kamboja. Dan kewajiban pemangku kepentingan terkait dalam upaya ini, memberikan pelatihan pedagogis, dukungan pengetahuan dengan kampanye peningkatan kesadaran untuk menyadarkan peternak lebah dan pemburu madu tentang praktik peternakan lebah dan perburuan madu yang berkelanjutan.

Sardar Umar Alam, perwakilan UNESCO untuk Kamboja, mengatakan bahwa rantai nilai madu liar menyediakan sumber penghidupan penting bagi banyak masyarakat Kamboja yang bergantung pada sumber daya alam. Kamboja memiliki potensi tinggi dalam mengembangkan rantai nilai madu liar dan meningkatkan akses ke pasar bernilai tinggi dari negara lain.

Wakil Perdana Menteri Yim Chhaily, yang juga Ketua Komite antar Kementerian, Koordinator pelaksana proyek Techo Village 100, mengatakan laporan tersebut menjadi dasar untuk konservasi dan pengembangan peternakan lebah di Kerajaan Kamboja.

“Fokus dalam laporan ini merupakan kontribusi berharga bagi pemanenan madu liar yang berkelanjutan dan industri perlebahan liar di Kamboja dan untuk pengembangan lebah liar lokal,” katanya.

Boleh juga kita belajar tentang perlebahan di Cagar Biosfer Tonle Sap, Kamboja.

kenangan-masa-bersama-sama-sesama-sale-marketing-dalam-sebuah-pertemuan

Hotelier Stories :Untold Stories Salesmanship dengan Faktor X

this formate

jeffrey-wibisono-penulis-bukuSAYA menulis hal “Sales Personil Hotel Bisa Dibuat, Marketing Harus Dipelajari pada bulan Maret tahun 2014. Inti maknanya adalah untuk membangun kepercayaan klien, kita harus penuh percaya diri/confident.

Ketika berhadapan dengan orang lain, kita mampu tampil berkepribadian sempurna. Baik itu pada saat berbicara verbal via telepon, pertemuan tatap muka secara pribadi maupun melalui komunikasi tertulis.

Ingatlah bahwa kita —-pada kenyataannya menjual produk–, salesman sebagai bagian dari departemen penjualan suatu perusahaan adalah “wajah” dari produk tersebut. Kita perlu belajar dengan mengamati bahwa setiap perusahaan memanfaatkan departemen penjualan dalam cara berbeda meski tujuan keseluruhan ada kemiripan dalam pola kinerja.

Mari kita perhatikan bagaimana cara orang lain dalam membuat kesepakatan dengan klien sampai mampu mengubah situasi menjadi akrab. Setelah kita melihat proses tersebut dalam tindakan nyata, kita akan memiliki pemahaman yang lebih baik tentang bagaimana sebaiknya harus bersikap terhadap klien.

Sampai  saat ini di era milenium, salesman adalah salah satu profesi paling dicari. Kualifikasi seseorang untuk bisa direkrut menjadi salesman adalah bisa diandalkan untuk menjadi “mesin uang” perusahaan. Menghasilkan revenue menaikkan omzet penjualan dan mengejar target yang dibuat.

Kualifikasi keilmuan praktis dan teoritis untuk salesman hotel (terutama di Bali) yang mencakup daring dan luring antara lain

  1. Menguasai bahasa asing, minimal Inggris
  2. Networking, selalu up-datedengan tren bisnis dan pengetahuan umum
  3. Mempunyai pengetahuan kultur bangsa-bangsa
  4. Paham geografi, demografi dan GDP / Income per capitapenduduk di negara-negara pangsa pasar untuk mengetahui daya beli dan segmentasi.
  5. Sales attitude dan personalityyang win the heart termasuk menguasai etika makan, grooming dan hygiene
  6. Komunikasi lisan dan tulis
  7. Analytical mind– mampu menganalisa data
  8. Presentation / public speaking
  9. Prospecting
  10. Understanding customer
  11. Negotiation technique
  12. Handling objection
  13. Offering solution
  14. Contracting and closing
  15. Upselling
  16. E-Commerce & Social-Commerce
  17. Dan banyak lagi

COVID-19 2020 vs Perang Teluk 1990

Saya adalah generasi sales & marketing di Bali pada masa Gulf War 1990/91.  Saya hadir sebagai undangan pada bulan Maret 1991, saat peresmian 75 hotel bintang 4 dan 5 ditambah industri pendukungnya — termasuk perusahaan water sport. Pada tahun itu kawasan BTDC Nusa Dua baru mulai dioperasikan.

Bisa dibayangkan, destinasi baru dibuka dan tiba-tiba bisnis terpuruk terutama dari Eropa dan Amerika yang transportasinya harus melintasi kawasan Timur Tengah. Strategi penjualan kemudian hanya tergantung dengan tetangga terdekat, yaitu Australia. Untuk bisa win the market, hotel-hotel besar pada jor-jor-an dengan paket Pay Stay misalnya Pay 5 Stay 7 bahkan banyak yang memberlakukan 2 for 1 yaitu paket mulai bayar 5 malam dan menginap 10 malam.

Lalu dalam perjalanan karir saya selama tiga (3) dasawarsa, pada tahun 2020 dunia terimbas dengan pandemi 2019 novel coronavirus (SARS-CoV-2) yang kemudian disebut COVID-19.

Tren jualan di Bali masih dengan pola yang mirip. Menggunakan kata-kata Pay Stay. Tetapi —karena pandemi yang berkepanjangan dan tidak bisa diprediksi tanggal berakhirnya–  kali ini negara-negara di seluruh dunia menutup lintas batas mereka tanpa batas waktu.

Di triwulan ke-2 tahun 2020,  kita bisa melihat peredaran paket-paket dengan masa tinggal minimum 1 malam, separo harga dengan label Pay Now Stay Later. Will you take this advantage as  future travelers?

Untold Stories

Di era milenium, semua orang paham arti kata boost dan organik dalam pengetahuan digital marketing. Sejarah berulang, pada masa COVID-19 ini.

Tahun 2020 terjadi repatriasi besar-besaran. Anak-anak Indonesia yang sedang bersekolah, internship/magang dan bekerja di luar negeri harus pulang ke negaranya. Banyak yang kemudian mendapat kerja di perusahaan-perusahaan besar dan ternama. Kompetisi pencari kerja berkualitas meningkat tajam berbanding dengan ketersediaan lapangan kerja yang kecil.

Sudah tahu siapa yang akan lolos dalam proses rekrutmen terutama di sales & marketing? 

Tentu yang paling siap dengan kualifikasi penguasaan bahasa asing, penampilan personality prima dan meyakinkan, mau digaji seadanya, dan potensi produktif dengan dukungan latar belakang keluarga berada.  Sudah bisa dipahami apa booster dalam rekrutmen ini?

Bagaimana generasi sales & marketing pada masa awal 90-an?

Pada tahun 1990, hotel-hotel bintang 5 di Nusa Dua dan Bali pada umumnya, merekrut sebagian besar salesman lulusan sekolah luar negeri. Mengapa?

Ya! Tepat, jawabannya karena modal bahasa asing mereka mantap. Lancar baca, tulis dan bercakap dalam beragam bahasa. Mulai bahasa Inggris, Jepang, Jerman, Perancis dan Belanda. Di masa itu Bahasa Spanyol dan Italia juga unggulan. Tergantung pangsa pasar hotel-hotel jaringan internasional yang beroperasi di zamannya. Paling tidak seorang salesman dan public relations menguasai verbal 2 bahasa asing.

Kemudian satu lagi! Yaitu sales & marketing adalah company image.

Harus sudah punya modal diri, penampilan high-class bukan orang sembarangan. Konsep ini untuk memenangkan penjualan dari the first-impression.

Jadi kalau ada komen rekan-rekan kerja dari departemen lain, —- melihat praktisi sales & marketing mengatakan hedonis, sebenarnya yang tepat adalah kata mutiara “live luxury with empty pocket” adalah fakta.

Persyaratan untuk bisa menemui klien adalah standar kata “good quality”, mengenakan busana, sepatu dan membawa tas berkualitas bagus, “bukan” ber-merek internasional dan terkenal. Pada kenyataannya untuk “dress to impress”, harus eksklusif untuk bisa setara dengan potential buyers dan berkompetisi dengan teman-teman sales & marketing dari hotel-hotel lain. Inilah faktor X itu. Dan gaji yang diterima standar.

Kemudian para rekruter di awal tahun 90-an itu —dengan jabatan personnel manager rata-rata juga jebolan luar negeri.

Pada saat proses rekrutmen salah satu pertanyaan kunci yang harus keluar adalah “tolong sebutkan 10 supporters yang bisnisnya bisa kamu bawa ke tempat kerjamu ini”. Kemudian personnel manager mengecek latar belakang keluarga kandidat. Poin latar belakang keluarga ini menjadi sangat penting untuk kandidat sales dengan modal “booster”.

Mengapa?

Jawabannya adalah perusahaan mempunyai strategi harus mengejar target omzet. Sehingga sebagai back-up untuk sukses yang mutualisme seorang salesman untuk bisa mencapai target, paling tidak keluarganya mampu membeli produk jualan sang salesman.

Jadi … customer perusahaan ada didalam lingkaran yang saling menguntuntungkan. Apakah sudah bisa dipahami sistem “booster’’ ini?

Kompetisi di zaman saya, katebelece sangat berlaku dan diperhitungkan. Lantas, bagaimana dengan salesman yang organik lulusan dalam negeri?

Tentu saja bisa maju dengan sales promise yang sama.

Tetapi jangan konyol dengan mengajukan pertanyaan “Kalau saya diterima bekerja di sini, kemudian akan dikirim jalan-jalan kemana saja?”.

Kalau tipe ini sudah bisa gagal dalam proses rekrutmen. Karena tidak mempunyai orientasi mencapai target penjualan. Tetapi, mencari profesi sebagai salesman untuk naik kelas lifestyle-nya, dan jalan-jalan ke luar negeri dengan dibayari oleh perusahaan.

Which one are you?

Kemudian satu lagi pertimbangan perusahaan untuk mengirim salesman bertugas ke luar negeri. Selain bisa membawa pulang bisnis sesuai misi tugas, ada pertimbangan kemampuan secara finansiil pada individu salesman. Pertanyaannya “mampukah dia membiayai his/her own leisure and recreation activities disana?”. Cadangan dana untuk membayar gaya hidup dan blanja-blanji selama traveling.

 

Bali, 16 Juli 2021

Hospitality Industry Consultant Indonesia in Bali, Telu Learning Consulting,  Copywriter, Jasa Konsultan Hotel

 

 

Menparekraf Ingatkan Semua Pihak Patuhi Aturan PPKM Darurat

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id:  Menparekraf Sandiaga Salahuddin Uno, mengingatkan semua pihak termasuk karyawan di lingkungan Kemenparekraf/Baparekraf untuk senantiasa mematuhi aturan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat Jawa-Bali yang diberlakukan pemerintah pusat pada 3-20 Juli 2021.

Berbicara pada  acara “Doa Umat untuk Bangsa Memohon Keselamatan Menghadapi Pandemi COVID-19″ yang diselenggarakan bagi umat Islam, Jumat (16/7/2021), Sandiaga mengatakan, pelaksanaan PPKM darurat ini bertujuan untuk mengendalikan angka penyebaran COVID-19 di Indonesia.

“Dengan usaha dan doa, PPKM darurat ini dapat segera kita terapkan dengan baik dan berakhir serta pandemi bisa terkendali dengan baik,” katanya.

Dia mengajak agar karyawan di lingkungan Kemenparekraf/Baparekraf memberikan kontribusi dan dukungan nyatanya terhadap sektor pariwisata dan ekonomi kreatif dengan mematuhi anjuran pemerintah.

“Kita juga mengingatkan kepada pegawai dilingkungan Kemenparekraf harus memiliki empati karena banyak saudara kita yang mengalami kesulitan akibat pandemi,” katanya.

Kemudian, Menparekraf juga mengajak agar umat Muslim di lingkungan Kemenparekraf/Baparekraf untuk senantiasa mengirimkan doa agar pandemi COVID-19 segera berakhir.

“Mari kita juga selalu berdoa agar yang sakit diangkat penyakitnya dan kita bersama keluarga bisa kembali berjuang untuk menuju Indonesia yang sejahtera, adil, dan makmur,”

Teruntuk saudara-saudara kita yang sudah mendahului kita, mari kita doakan semoga seluruh amal ibadahnya diterima di tempat terbaik di sisi Allah SWT,” tambahnya.

Acara ini diisi dengan tausiyah oleh Wakil Sekretaris Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, KH. Muhammad Zaitun Rasmin yang menyampaikan pandemi COVID-19 ini merupakan suatu ujian dalam kehidupan umat Muslim.

“Untuk itu mari kita hadapi ujian ini dengan sabar dan tawakal. Serta mengikuti petunjuk-petunjuk yang disampaikan oleh ulama, cendikiawan, dan para pemangku kepentingan, dalam hal ini pemerintah,” ucap Zaitun

Acara ini juga dihadiri oleh Sekretaris Kemenparekraf/Sekretaris Utama Baparekraf, Ni Wayan Giri Adnyani; Deputi Bidang Kebijakan Strategis Kemenparekraf/Baparekraf, R. Kurleni Ukar; Deputi Bidang Pemasaran Kemenparekraf/Baparekraf, Nia Niscaya.

Hadir pula Deputi Bidang Produk Wisata dan Penyelenggara Kegiatan (Events), Kemenparekraf/Baparekraf, Rizki Handayani; Deputi Bidang Ekonomi Digital dan Produk Kreatif Kemenparekraf/Baparekraf, Muhammad Neil El Himam; serta Inspektur Utama Kemenparekraf/Baparekraf, Restog Krisna Kusuma.

Selain itu acara ini juga dihadiri oleh sejumlah pejabat Eselon II dan para pegawai di lingkungan Kemenparekraf/Baparekraf dan perwakilan dari Dinas Pariwisata pemerintah daerah di Indonesia.

 

 

suasana bandara

Filipina Perpanjang Larangan Bepergian ke 7 Negara Cegah Varian Delta COVID-19

this formate

MANILA, bisniswisata.co.id: Filipina sekali lagi memperpanjang larangan bepergian untuk mencegah varian Delta COVID-19 yang lebih menular. Larangan perjalanan, yang berakhir kemarin, 15 Juli, akan tetap berlaku hingga 31 Juli, kata juru bicara Istana Harry Roque.

Dilansir dari abs-cbn.com, larangan tersebut mencakup wisatawan dari India, Pakistan, Bangladesh, Sri Lanka, Nepal, Uni Emirat Arab, dan Oman, katanya dalam konferensi pers lalu.

Beberapa pekerja Filipina di luar negeri telah terjebak di luar negeri karena larangan travel. Larangan perjalanan mengecualikan upaya repatriasi. 

Overseas Filipino Workers (OFW) yang ingin pulang ke Filipina harus menghubungi kedutaan atau agen pelindung mereka sehingga penerbangan dapat diatur.

Gugus tugas antar-lembaga untuk COVID-19 minggu lalu menyetujui penerbangan komersial khusus untuk negara-negara yang dicakup oleh pembatasan perjalanan.

Filipina telah mendeteksi di antara para wisatawan yang datang 19 kasus varian Delta COVID-19 yang berasal dari India, di mana ia melepaskan lonjakan besar dalam infeksi virus Corona.

Pemerintah di Asia Tenggara memperketat tindakan, berharap penguncian yang ditargetkan akan bertindak sebagai pemutus sirkuit dalam menangkap lompatan rekor dalam kasus dan kematian yang mulai meningkat sejak Mei.

Dicky Budiman, seorang ahli epidemiologi di Griffith University di Australia, mengatakan kawasan itu sedang berjuang untuk mengatasi varian Delta dan membayar inkonsistensi dalam strategi, pengiriman pesan, dan penegakan protokol.

Dia mengutip perlunya memperluas jangkauan vaksin, mencatat dominasi Sinovac China, karena diplomasi vaksinnya ketika merek Barat tidak tersedia.

“Dalam menangani pandemi skala yang lebih besar, vaksin tidak bisa berdiri sendiri.Vaksin perlu didiversifikasi. Sumber daya perlu didiversifikasi. Indonesia dan Thailand ungkapkan suntikan booster dengan vaksin mRNA akan diberikan kepada petugas kesehatan yang – sebagian besar diberikan vaksin China seperti Sinovac – di tengah kekhawatiran tentang resistensi mereka terhadap varian.

Thailand mengatakan suntikan Pfizer dan BioNTech akan diberikan kepada pekerja medisnya, sementara Indonesia mengatakan vaksin Moderna akan segera tiba untuk digunakan di kalangan staf kesehatan.

Jab Sinovac merupakan bagian terbesar dari pasokan vaksin virus corona Filipina. Para Ahli di Filipina sedang mempelajari penggunaan suntikan penguat mRNA, kata departemen kesehatan, Senin.

Filipina telah sepenuhnya memvaksinasi setidaknya 3,5 juta dari 58 hingga 70 juta populasi target tahun ini. Presiden Filipina, Rodrigo Duterte bulan lalu mendesak orang-orang untuk disuntik.

Dia bahkan mengancam akan menangkap para penolak vaksin atau penyuntikan paksa obat yang digunakan pada babi, setelah data menunjukkan keengganan untuk divaksinasi atau kesulitan dalam membuat janji.

Filipina dalam beberapa tahun terakhir mengalami kesulitan dalam memerangi ketidakpercayaan pada vaksin yang dikeluarkan pemerintah atas kekhawatiran tentang vaksin demam berdarah.

Tetapi menurut data pemerintah, dari 6,2 juta penerima vaksin COVID-19 pertama, hanya 0,6 persen yang melaporkan reaksi merugikan dan hanya 65 infeksi yang dilaporkan di antara penerima dua dosis, tanpa kematian.

Jumlah orang Filipina yang bersedia disuntik virus Corona naik menjadi 43 persen pada Juni dari hanya 16 persen pada Februari, menurut survei Pulse Asia, saat kekhawatiran atas keamanan vaksin mereda.

Dengan lebih dari 1,47 juta infeksi dan lebih dari 5.200 kematian, Filipina memiliki salah satu beban kasus virus Corona tertinggi di Asia.

 

 

 

koper

APAC Temukan Titik Terang Dalam Pemulihan Perjalanan Domestik

this formate

SINGAPURA, bisniswisata.co.id: Sebuah laporan baru oleh Mastercard telah menemukan bahwa sementara pemulihan perjalanan global tetap tidak merata, seperlima negara telah kembali setidaknya 90 persen dari tingkat pra-pandemi untuk pemesanan penerbangan domestik.

Dilansir dari TTG ASIA, laporan keempat dalam Wawasan Pemulihan Mastercard: Siap untuk Lepas landas? yang meneliti tren utama perjalanan global di udara dan di darat, juga menemukan bahwa dalam hal pemesanan penerbangan domestik, Australia melampaui rata-rata global dengan pemesanan sebesar 116 persen.

Laporan ini mengacu pada aktivitas penjualan agregat dan anonim di seluruh jaringan Mastercard global, bersama dengan kumpulan data pihak ketiga dan analisis kepemilikan oleh Mastercard Economics Institute, untuk lebih memahami fase perjalanan berikutnya, pendorongnya, dan tantangannya.

“Meskipun banyak pasar di Asia-Pasifik belum melihat perbatasan internasional terbuka, ada beberapa titik terang awal dalam pemulihan perjalanan domestik,” kata David Mann, kepala ekonom, AP & MEA dari Mastercard Economics Institute. 

“Ketika koridor perjalanan terus terbuka dan berkembang di seluruh AS dan Eropa, Mastercard percaya permintaan yang terpendam di Asia-Pasifik, diperburuk oleh lockdown yang diperpanjang, akan mengikuti lintasan yang sama dalam perjalanan bisnis dan liburan, karena kawasan ini dengan hati-hati membuka kembali jalur perbatasan.”

Di antara temuan utama dari laporan tersebut adalah bahwa perjalanan bisnis tertinggal dari perjalanan liburan sekitar empat bulan secara global. 

Perjalanan bisnis menunjukkan tanda-tanda pemulihan di seluruh dunia, dengan pemesanan perjalanan bisnis domestik Australia mencapai hampir 80 persen dari tingkat sebelum Covid.

Perjalanan bisnis domestik AS naik lebih dari setengah dari tingkat rata-rata 2019. Australia, Malaysia, dan Filipina semuanya melihat pemesanan perjalanan bisnis melebihi pemesanan liburan, menawarkan secercah harapan untuk pemulihan yang kuat setelah koridor perjalanan dibuka.

Secara global, pengeluaran bahan bakar naik 13 persen dari puncak sebelumnya pada 2019. Perjalanan darat – tren besar tahun 2020 – masih bertahan. Laporan tersebut menunjukkan permintaan yang kuat untuk perjalanan darat domestik

Pengeluaran bahan bakar meningkat di Singapura, Hong Kong, Filipina, dan Australia, di mana daerah-daerah seperti Margaret River dan Dunsborough mengalami peningkatan pengunjung lokal.

 

Survei: Lebih dari 60 persen Orang Jepang Ingin Kunjungi Vietnam Pasca Pandemi

this formate

TOKYO, bisniswisata.co.id: Mayoritas responden Jepang yang berencana bepergian ke luar negeri setelah krisis Covid-19 berakhir mencapai 63,4 persen terutama untuk berkunjung ke Vietnam, ungkap sebuah survei.

Sisanya tidak memiliki rencana untuk mendarat di Vietnam pasca Covid. Demikian menurut survei yang dirilis Selasa oleh organisasi antar pemerintah ASEAN-Japan Center dan Marketing Voice yang bermarkas di Inggris seperti yang dilansir dari vnexpress.net.

Persentase tertinggi responden menjawab ingin mengunjungi destinasi dengan reputasi  “makanan lezat” (28,4 persen), diikuti oleh kaya akan sejarah dan budaya (26,2 persen), tempat wisata dan situs sejarah terkenal (22,6 persen) dan pemandangan alam (22 persen) menurut survei terhadap 10.000 orang Jepang berusia 20-60 tahun.

Sebanyak 20,3 persen responden memilih Vietnam berdasarkan rekomendasi teman dan kerabat sedangkan 20,3 persen ingin berwisata ke Vietnam karena biaya hidup yang rendah.

Sebanyak 18,3 persen lainnya memutuskan untuk mengunjungi Vietnam setelah membaca blog dan ulasan perjalanan online, sementara 8 persen mengikuti saran dari agen perjalanan.

Menurut survei, Kota Ho Chi Minh, Hanoi, Hue, Da Nang dan Hoi An adalah tujuan wisata paling favorit di kalangan orang Jepang yang menjadi sumber pasar terbesar ketiga untuk pariwisata Vietnam, setelah China dan Korea Selatan.

Pada 2019, tahun sebelum timbulnya Covid-19, Vietnam telah menerima 952.000 turis Jepang, naik 15 persen dari tahun ke tahun.

Vietnam menutup perbatasannya dan membatalkan semua penerbangan internasional pada Maret tahun lalu, dan sejak itu hanya mengizinkan kategori pengunjung tertentu dengan persyaratan karantina Covid-19 yang ketat.