Penawaran MICE Berkelanjutan New World Saigon Hotel

this formate

HO CHI MINH, bisniswisata.co.id: Transformasi properti bintang lima yang ikonik ini telah mengungkap pusat acara berkelanjutan yang berdampak tinggi dan menarik perhatian dari seluruh wilayah.

Vietnam tampaknya semakin kuat sebagai destinasi global bagi para pelancong bisnis dan libura dan Ho Chi Minh dengan ekonominya yang berkembang pesat, infrastruktur komersial yang luas, dan lokasinya yang mudah diakses di kawasan Asia Pasifik, menjadi pilihan utama untuk acara bisnis lokal dan internasional.

Di sinilah New World Saigon Hotel hadir, akomodasi yang cantik dan menarik, fasilitas kelas atas, dan lebih dari 2.000 meter persegi ruang pertemuan dan acara, properti mewah ikonik ini adalah salah satu hotel MICE (Meetings, Incentives, Conferences & Exhibitions) terbaik di negara ini.

Alamat acara yang bergengsi ini bahkan telah diakui oleh UNESCO sebagai Hotel Terkemuka untuk MICE di Vietnam dan oleh World MICE Awards sebagai Hotel MICE Terbaik Vietnam 2025.

Tidak heran mengapa New World Saigon Hotel sangat populer di kalangan penyelenggara MICE. Dengan 530 kamar dan suite tamu yang dirancang dengan indah, properti ini dengan mahir memadukan desain modern yang mewah dengan keramahan tradisional Vietnam.

Hasilnya adalah ruang-ruang yang memikat dengan suasana damai dan santai yang terasa jauh dari hiruk pikuk perkotaan di bawahnya.

Tipe kamar hotel berkisar dari Premier, seluas 29 m², hingga Residence Club Premier, seluas 30 m², Deluxe dengan Balkon, seluas 31 m², dan Executive Suite yang mewah, mulai dari 70 hingga 181 m².

Semua kamar dan suite dilengkapi dengan internet berkecepatan tinggi, meja kerja khusus, linen dan perabotan mewah, serta TV layar datar, kamar mandi marmer, dan jendela dari lantai hingga langit-langit yang menghadirkan cahaya alami dan menciptakan latar belakang metropolitan yang dramatis untuk setiap kunjungan.

Selain ruang yang bergaya dan nyaman, tamu Residence Club mendapatkan fasilitas tambahan, seperti akses ke Residence Club Living Room, lounge eksklusif yang menyajikan sarapan gratis, teh sore, dan camilan serta koktail saat matahari terbenam di malam hari.

Dengan pengalaman berkualitas tinggi bagi wisatawan yang berlibur maupun pebisnis, sulit untuk membayangkan bahwa kesadaran lingkungan adalah inti dari filosofi hotel ini — tetapi memang demikian.

Melalui kemitraan inovatif dengan XSolar, properti ini dilengkapi dengan 54 panel surya pada April 2024. Panel-panel ini hasilkan hampir 162.000 kWh listrik dan mengurangi emisi karbon dioksida sebesar 109,5 ton.

Hotel New World Saigon memiliki delapan ruang acara serbaguna dengan kapasitas maksimal lebih dari 1.000 tamu. Ruang utama Ben Thanh Grand Ballroom adalah aula tanpa pilar seluas 422 m² yang dapat dengan mudah dibagi menjadi tiga bagian kedap suara terpisah.

Ruang Indochine dan Mekong, masing – masing seluas 200 dan 300 m², menawarkan suasana yang lebih intim namun sama-sama berkesan.

Ruang Rapat Klub di lantai sepuluh adalah ruang eksekutif seluas 81 m² yang terang, ideal untuk rapat perusahaan, perayaan berukuran sedang, dan negosiasi penting.

Garden One, seluas 55 m², adalah ruang pertemuan di lantai dasar yang dipenuhi cahaya matahari keemasan dan pesona, sementara interior minimalis Garden Two, dan luasnya 30 m², adalah ruang yang tepat untuk sesi brainstorming dan kerja fokus.

Semua ruang MICE (Meetings, Incentives, Conferences, and Exhibitions) di hotel ini dilengkapi dengan teknologi terkini, termasuk layar LED beresolusi tinggi, proyektor HD, dan peralatan audio profesional mutakhir.

Untuk kebutuhan multibahasa, hotel menyediakan bilik penerjemahan simultan dan alat konferensi video, dan tentu saja, Wi-Fi berkecepatan tinggi dan pusat bisnis untuk pencetakan, bantuan sekretaris, dan layanan kurir juga termasuk di dalamnya.

Ruang Acara Luar Ruangan Teras

Hotel ini juga memiliki beberapa ruang acara luar ruangan terbesar di Distrik 1, ideal untuk resepsi sosial dan acara di udara terbuka. Teras adalah ruang terbuka yang indah dengan kapasitas hingga 850 peserta.

Sebagai tempat acara luar ruangan hotel terbesar di kota, tempat ini ideal untuk pernikahan mewah dan acara bisnis besar yang perlu memberikan dampak maksimal.

Taman adalah area terbuka yang cantik dengan kapasitas maksimal 250 orang, sempurna untuk pertemuan sosial, pesta ulang tahun, acara networking, dan pertemuan profesional kasual.

Luar Biasa dan Berkelanjutan

Cita Rasa yang Lahir dari Tanah dan Jiwa Mekong New World Saigon Hotel dengan bangga bermitra dengan Le.Fruit

Lebih lanjut memantapkan posisinya sebagai destinasi MICE premium untuk pengunjung internasional dan regional, New World Saigon Hotel merupakan bagian dari inisiatif Rosewood Impact Trailblazer.

Hotel ini menggunakan fasilitasnya untuk berinvestasi dalam masa depan komunitas lokal melalui pelatihan kejuruan bagi pemuda Vietnam serta menyediakan ruang dan staf untuk mendukung badan amal lokal dan meningkatkan kesadaran akan pekerjaan mereka.

Hotel ini juga secara bertanggung jawab mendapatkan bahan dan produk yang digunakan dalam operasinya, menjalin hubungan dengan produsen Delta Mekong, perkebunan buah bebas pestisida, dan produsen kertas beras tradisional di Phú Hòa Đông.

Kemitraan penting ini membantu melestarikan warisan budaya unik Vietnam, menghormati masa lalu, dan merangkul generasi berikutnya.

Tamu yang memesan 20 kamar atau lebih akan menerima satu kamar gratis dan satu peningkatan kamar Residence Club Premier, dengan batasan empat kamar per pemesanan.

Seiring dengan meningkatnya kebutuhan industri MICE akan acara yang ramah lingkungan dan reputasi Vietnam sebagai destinasi yang wajib dikunjungi, New World Saigon Hotel adalah properti mewah pemenang penghargaan dan berwawasan ke depan yang dibutuhkan.

Hotel ini menempatkan keberlanjutan, kesadaran sosial, dan tanggung jawab perusahaan di garis depan pendekatan uniknya terhadap keramahan bintang lima.

 

DOT Berjanji Mendorong Pembangunan Pedesaan dan Pariwisata Pertanian

this formate

Sawah di Balagtas, Bulacan ( foto: wikipedia)

MANILA, bisniswisata.co.id: Departemen Pariwisata Filipina (DOT) mengatakan pemerintah akan mendukung program pariwisata pertanian yang tidak hanya mengamankan kedatangan wisatawan tetapi juga mendukung mata pencaharian dan pembangunan pedesaan.

Sekretaris Pariwisata Christina Frasco menyampaikan jaminan tersebut selama Konferensi Pariwisata Pertanian Internasional ke-9 di Kota Baguio

“Ukuran keberhasilan selanjutnya bukanlah sekadar pertumbuhan, tetapi kedalaman—pertumbuhan yang memperkuat mata pencaharian pedesaan, melestarikan lanskap alam, dan memastikan kemakmuran mencapai komunitas yang mendukung pariwisata,” katanya.

“Pariwisata pertanian mengingatkan kita pada sesuatu yang penting: tanah harus dijaga, orang-orang yang mengolahnya harus dihargai, dan kemajuan tidak boleh pernah mengorbankan keduanya,” tegasnya.

Konferensi tersebut, mengumpulkan operator pertanian, pembuat kebijakan, mitra pembangunan, dan pemangku kepentingan pariwisata asing dan lokal lainnya, menekankan potensi pariwisata pertanian dalam menciptakan peluang mata pencaharian dan mendekatkan wisatawan dengan makanan, budaya, dan lanskap Filipina.

“Gastronomi dimulai dari pertanian kita, perikanan kita, dan komunitas yang menghasilkan makanan yang mendefinisikan meja makan nasional kita,” kata Frasco.

Menurut dua, pariwisata pertanian memperkuat pilar ini dengan memperkuat rantai pasokan pertanian, memungkinkan pengadaan langsung, dan memastikan bahwa komunitas pedesaan tertanam dalam rantai nilai pariwisata,” tambahnya.

Komitmen Frasco ini menyusul peluncuran Rencana Aksi Strategis Pariwisata Pertanian (FTSAP) 2026–2031 baru-baru ini, yang bertujuan untuk memperkuat standar, infrastruktur, pengembangan usaha, dan integrasi pasar untuk destinasi wisata pertanian di seluruh negeri.

Berdasarkan data terbaru dari DOT, setidaknya 17,1 persen pengeluaran wisatawan mancanegara di Filipina dialokasikan untuk layanan makanan dan minuman.

Secara global, agrowisata diproyeksikan mencapai US$ 197 miliar pada tahun 2032, didorong oleh wisatawan yang mencari tradisi makanan otentik, pengalaman budaya, dan pengalaman yang berakar pada komunitas lokal.

Wali Kota Baguio City, Benjamin Magalong, menyatakan bahwa inisiatif agrowisata yang bertanggung jawab dapat mendukung petani sekaligus melindungi lanskap dan memperkuat ketahanan iklim di wilayah tersebut.

“Pertanian dan pariwisata berjalan beriringan dan dapat menjadi alat yang ampuh untuk membangun komunitas yang tangguh,” katanya.

Inisiatif Pemerintah

Departemen Pariwisata (DOT) menyelaraskan pengembangan pariwisata dengan pertanian melalui beberapa inisiatif, termasuk nota kesepakatan dengan Departemen Pertanian.

Kerjasama itu untuk mengkoordinasikan jalan penghubung pertanian ke pasar, sistem irigasi, fasilitas pasca panen, logistik rantai dingin, dan pengembangan produk, yang menghubungkan pertanian secara langsung dengan tempat-tempat wisata.

Program infrastruktur juga memperluas akses ke destinasi pedesaan.

Di bawah Program Tantangan Juara Pariwisata (Tourism Champions Challenge), DOT telah memberikan dana sebesar PHP 255 juta pada siklus pertama dan hampir PHP 400 juta pada siklus kedua kepada pemerintah daerah yang melaksanakan proyek pariwisata, yang sebagian besar memperkuat destinasi pedesaan dan berbasis pertanian.

Sirkuit pariwisata yang dikurasi di bawah Program Pengalaman Filipina (Philippine Experience Program) kini juga mengintegrasikan lanskap pertanian, gastronomi, dan warisan budaya di berbagai wilayah seperti Iloilo, Pampanga, Cordillera, Bukidnon, Davao, dan Sultan Kudarat.

Hingga saat ini, DOT juga telah melatih lebih dari 412.000 individu melalui program Filipino Brand of Service Excellence dan lebih dari 127.000 melalui Program Keterampilan Industri Pariwisata, banyak di antaranya berasal dari komunitas pedesaan tempat pertanian dan pariwisata beririsan.

“Mempersiapkan destinasi untuk pertumbuhan membutuhkan lebih dari sekadar promosi. Ini membutuhkan investasi pada sumber daya manusia, penguatan usaha lokal, dan perlindungan lanskap alam yang menopang pariwisata,” kata Frasco. (PNA)

Kondisi Pariwisata Bali Stabil di Tengah Dinamika Global

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Kementerian Pariwisata menyampaikan bahwa kondisi pariwisata Bali dalam beberapa minggu terakhir tetap berada dalam kondisi stabil meskipun situasi geopolitik global, termasuk dinamika di Timur Tengah, terus menjadi perhatian dunia.

Menteri Pariwisata menyatakan bahwa pemerintah terus memantau perkembangan situasi internasional secara cermat, khususnya terhadap potensi dampaknya pada mobilitas wisatawan global. Namun demikian, data terkini menunjukkan bahwa aktivitas pariwisata di Bali masih berjalan dengan baik dan tingkat hunian hotel tetap berada pada level yang sehat.

Data yang kami kumpulkan dari Industri per tanggal 4 Januari 2026, di Kabupaten Badung, yang menjadi pusat utama pariwisata Bali, sekitar 52 persen hotel berada pada tingkat hunian 41–69 persen, sementara 36 persen hotel telah mencapai tingkat hunian 70–80 persen.

Data ini menunjukkan bahwa mayoritas properti masih berada pada kategori hunian menengah hingga tinggi, yang menandakan performa pasar yang relatif kuat.

Sementara itu, di Kabupaten Gianyar, sekitar 53,8 persen hotel juga berada pada tingkat hunian 41–69 persen, dengan 23,1 persen berada pada kisaran 70–80 persen, dan sebagian kecil mencapai tingkat hunian 81–100 persen.

Meski terdapat variasi tingkat hunian antar properti, secara umum aktivitas pariwisata masih menunjukkan dinamika yang stabil.

“Situasi global tentu kami pantau dengan sangat serius. Namun data di lapangan menunjukkan bahwa kinerja pariwisata Bali dalam beberapa minggu terakhir masih berada pada kondisi yang stabil, dengan tingkat hunian hotel yang tetap terjaga.”

Ini menunjukkan bahwa Bali tetap menjadi destinasi yang dipercaya dan diminati wisatawan dunia. Pemerintah juga terus melakukan koordinasi dengan pelaku industri pariwisata serta memperkuat strategi pemasaran di berbagai pasar utama guna memastikan keberlanjutan kinerja sektor pariwisata nasional.

Kementerian Pariwisata optimistis bahwa dengan daya tarik destinasi, kualitas pengalaman wisata, serta kerja sama erat antara pemerintah dan industri, Indonesia tetap berada pada posisi yang kuat sebagai destinasi pilihan wisatawan global di tengah dinamika global yang terus berkembang.

 

TAT Soroti koleksi SIRIVANNAVARI Musim Gugur-Dingin 2026/2027 yang terinspirasi oleh Jalur Alam Kew Mae Pan di Chiang Mai

this formate

Presentasi perdana di Milan Fashion Week 2026 membawa kisah mode, budaya, dan pariwisata Thailand ke khalayak internasional melalui koleksi SIRIVANNAVARI terbaru yang terinspirasi oleh lanskap Doi Inthanon

BANGKOK, bisniswisata.co.id: Otoritas Pariwisata Thailand (TAT) menyoroti kehadiran Thailand yang semakin meningkat di panggung budaya global melalui presentasi koleksi SIRIVANNAVARI Musim Gugur-Dingin 2026/2027 di Milan Fashion Week 2026.

Dipimpin oleh Yang Mulia Putri Sirivannavari Nariratana Rajakanya, koleksi ini “Echoes of Altitude” diluncurkan akhir bulan lalu di Circolo Filologico Milanese di Milan, Italia.

Gubernur TAT, Thapanee Kiatphaibool, turut hadir sebagai tamu untuk mendukung peragaan busana yang menghubungkan kreativitas, warisan, dan pariwisata Thailand dengan salah satu platform mode terkemuka di dunia.

“Presentasi SIRIVANNAVARI di Milan Fashion Week 2026 mencerminkan kekuatan bakat kreatif Thailand dan kekuatan budaya untuk meningkatkan profil global Thailand, “ ungkapnya.

Koleksi ini, tambahnya, menunjukkan bagaimana inspirasi, keahlian, dan identitas Thailand dapat diekspresikan dengan relevansi internasional sekaligus menciptakan minat yang bermakna pada destinasi dan kisah di balik desainnya.

“Echoes of Altitude” menghadirkan visi kontemporer yang kuat ke panggung peragaan busana sekaligus mencerminkan keahlian yang halus, penjahitan yang disiplin, dan reinterpretasi identitas Thailand yang percaya diri untuk audiens global.

Terinspirasi oleh Kew Mae Pan Nature Trail di Doi Inthanon, Chiang Mai, koleksi ini mengambil inspirasi dari lanskap pegunungan, angin sejuk, dan semangat perjalanan, menerjemahkannya ke dalam ekspresi keanggunan kontemporer yang berakar pada identitas Thailand.

Koleksi ini mencerminkan visi kreatif Yang Mulia dalam membawa inspirasi Thailand ke dunia dengan relevansi modern dan kedalaman budaya.

TAT juga menggarisbawahi hubungan erat antara presentasi mode internasional ini dan Kew Mae Pan Nature Trail, yang menjadi sumber inspirasi kreatif utama.

Dikenal dengan pemandangan pegunungannya, lautan kabut, hutan hijau abadi, dan ekosistem dataran tinggi, jalur ini mencerminkan keindahan alam dan suasana kontemplatif yang membentuk bahasa visual dan kedalaman emosional koleksi ini.

Hubungan antara mode dan tempat ini semakin menunjukkan bagaimana aset pariwisata Thailand dapat menginspirasi ekspresi kreatif kelas dunia.

Terletak sekitar 2.000 meter di atas permukaan laut di Taman Nasional Doi Inthanon, Kew Mae Pan adalah salah satu jalur alam paling terkenal di Thailand.

Keindaham alam dengan punggung bukit, jalan setapak di hutan, dan titik pandang panorama yang memperkuat nilai warisan alam Thailand sebagai sumber imajinasi artistik dan resonansi budaya internasional.

Melalui sorotan pada SIRIVANNAVARI di Milan Fashion Week 2026, TAT menegaskan kembali posisi Thailand sebagai destinasi di mana mode, budaya, kerajinan tangan.

Pengalaman wisata terhubung secara bermakna, memperkuat daya tarik negara ini di kalangan audiens global yang mencari keaslian, kreativitas, dan inspirasi.

Pengunjung dapat menikmati Kew Mae Pan melalui jalan-jalan berpemandu di sepanjang jalur alam sepanjang kurang lebih tiga kilometer, di mana hutan hijau abadi, padang rumput terbuka, dan punggung bukit yang tinggi memperlihatkan pemandangan pegunungan yang luas dan kabut pagi.

Populer di kalangan pecinta alam dan pendaki, jalur ini menawarkan cara yang indah dan reflektif untuk menikmati keindahan tenang Thailand utara.

Nokor Sangkranta di Phnom Penh untuk Promosikan Identitas Khmer dan Tingkatkan Ekonomi

this formate

Orang-orang sedang mempersiapkan alat musik tradisional Khmer untuk Tahun Baru Khmer pada April 2024.( Foto]: Top Vannara)

PHNOM PENH, bisniswisata.co.id:  Persatuan Federasi Pemuda Kamboja akan menyeleng-garakan perayaan Nokor Sangkranta selama enam hari pada bulan April yang bertujuan untuk mempromosikan budaya Khmer dan meningkatkan ekonomi nasional.

Dirayakan setiap tahun dari tanggal 14 hingga 16 April, Tahun Baru Khmer menandai periode penting untuk reuni keluarga, karena para pekerja kembali ke kampung halaman mereka. Lebih dari sekadar hari libur nasional, festival ini mewakili perayaan warisan, pembaharuan, dan identitas nasional.

Presiden Persatuan Federasi Pemuda Kamboja (UYFC), Hun Many, yang juga menjabat sebagai wakil perdana menteri, mengatakan acara yang dijadwalkan dari tanggal 14 hingga 19 April ini bukan hanya perayaan tradisi nasional.

Tetapi juga upaya untuk memperkuat identitas nasional melalui upacara keagamaan, makanan, permainan tradisional, dan kegiatan budaya lainnya.

Di lansir www.tourismcambodia.com
berbicara kepada wartawan pekan lalu, dia mengatakan Kamboja dapat menggunakan kesempatan ini untuk memperkuat semangat Khmer sekaligus merangsang aktivitas ekonomi.

Ia menambahkan bahwa perayaan ini bertujuan untuk menyampaikan pesan persatuan kepada warga Kamboja di dalam dan luar negeri bahwa Tahun Baru Khmer bukan hanya sekadar perayaan, tetapi juga cerminan identitas nasional.

Lebih dari itu merupakan simbol persatuan, ketahanan ekonomi, dan solidaritas dengan personel garda depan dan warga sipil yang mengungsi.

Acara akan berlangsung di lokasi-lokasi utama di Phnom Penh, termasuk Wat Phnom, Jalan Pejalan Kaki Chaktomuk, Vattanac Capital, Pasar Malam, Taman Wat Botum, Gang Bassac, dan Pasar Toul Tompoung.

Tahun lalu, hampir 24 juta orang melakukan perjalanan ke seluruh negeri selama liburan Tahun Baru Khmer selama tiga hari.

Malaysia Luncurkan Panduan Spa Pertama di Dunia untuk ‘wisatawan yang Junjung Kesopanan’

this formate

Panduan kesehatan dari Pusat Pariwisata Islam dapat diadaptasi secara global. (Foto: Adobe Stock/Pixel-Shot).

KUALA Lumpur, bisniswisata.co.id: Pusat Pariwisata Islam (ITC) di Malaysia telah menandatangani perjanjian dengan Asosiasi Spa Malaysia (AMSPA) untuk meluncurkan panduan dan program pelatihan spa dan kesehatan ramah Muslim pertama di dunia.

Dengan populasi Muslim global mencapai dua miliar, ITC mengatakan permintaan akan kesehatan kelas atas yang peka terhadap budaya “meledak” seperti dilaaansir dari www.travelweekly-asia.com

Mereka menambahkan bahwa panduan tersebut “merupakan kelas master dalam hal privasi, kesopanan, dan kenyamanan pribadi – tren yang saat ini mendominasi gerakan perjalanan lambat dan kesehatan”.

Dikembangkan di Malaysia, kerangka kerja ini merupakan model yang dapat diadaptasi untuk operator spa bintang 5 internasional yang ingin menarik segmen “wisatawan Muslim”, kata ITC.

Program ini merupakan bagian dari inisiatif jaminan dan pengakuan pariwisata dan perhotelan ramah Muslim ITC yang menetapkan ‘standar emas’ untuk penyediaan layanan pariwisata dan perhotelan bagi pasar wisatawan Muslim yang sedang berkembang.

Maher Zain dan lagu Rahmatun Lil Alameen yang Mendunia Setiap Ramadhan 

this formate

Maher Zain (Foto: dok/universal)

Oleh Sri Darmastuti Sahlin

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Saat ngabuburit di restoran, cafe, mall maka lagu “Rahmatan Lil Alameen” dari Maher Zain termasuk salah satu nasyid yang paling banyak diputar dan terpopuler di dunia.

Mengapa lagu dengan tema cinta kepada Nabi Muhammad SAW yang judulnya “Rahmatun Lil ‘Alameen” ini begitu pupuler ? berasal dari Al-Qur’an yang menggambarkan Nabi Muhammad sebagai “rahmat bagi seluruh alam.”

Di Spotify tercatat sekitar 158 juta lebih stream. Lagu ini juga menjadi lagu Maher Zain yang paling banyak didengarkan di platform tersebut. Sementara di YouTube, video resminya sudah mencapai sekitar 280 juta lebih penonton. Jadi secara keseluruhan (Spotify + YouTube + platform lain), lagu ini sudah didengar ratusan juta kali di seluruh dunia.

Pesan universalnya memang menyentuh hati umat Islam. Selain mudah dinyanyikan dalam bentuk sholawat modern, liriknya lagunya sangat emosional bagi banyak orang. Apalagi aransemennya modern tapi tetap religi membuat nasheed dengan musik pop modern dengan melodi mudah diingat
dan bisa isa dinikmati oleh segala usia, anak muda, keluarga bahkan non-Muslim yang menyukai world music.

Tak heran saat ‘Ngabuburit’ di mall di tanah air misalnya, lagu Rahnatan Lil Alameen sering diputar. Maher Zain punya basis penggemar global sebagai penyanyi Muslim internasional dari Swedia yang sangat populer di Indonesia, Malaysia, Turki, Timur Tengah, Afrika, bahkan di kalangan Muslim diaspora di Eropa lagunya cepat menyebar lintas negara.

Penyanyi, penulis lagu, dan produser musik *Swedia* berdarah Lebanon yang terkenal dengan lagu-lagu religi Islam (nasyid) kontemporer R&B. Lahir pada 1981, Dia merilis album debut sukses Thank You Allah (2009) dan  dikenal luas, terutama di Indonesia dan Malaysia, dengan lagu hits seperti “Insha Allah“.

Lahir di Lebanon tapi keluarganya pindah ke Swedia saat ia berusia delapan tahun. Sebelum menjadi penyanyi religi, ia adalah produser musik di Swedia dan pernah bekerja di Amerika Serikat.

Genrenya mengusung musik pop/R&B kontemporer dengan lirik bernuansa Islami, sering disebut sebagai Islamic Nasheeds.
Karya Terkenalnya selain Album Thank You Allah (2009), Forgive Me (2012), dan One (2016).

Maher sangat populer di kalangan pemuda Muslim di Timur Tengah, Barat, serta Asia Tenggara, khususnya Indonesia dan Malaysia. Media sosial mempercepat viralitas dan potongan lagu Rahmatun Lil’Alameen yang sering dipakai untuk video dakwah, konten Ramadan, reels / TikTok religi, video perjalanan umrah hingga di putar masjid, TV Islam dan acara keagamaan. Fenomena ini membuat lagu ini terus “hidup kembali” setiap tahun.

Tah heran banyak orang menyebut Maher Zain sebagai “ikon musik Ramadhan dunia.” Lagu-lagunya seperti, Ya Nabi Salam Alayka
Baraka Allahu Lakuma, For The Rest of My Life selalu kembali populer setiap tahun.

Lagu Rahmatun Lil Alameen sebenarnya bukan hanya tentang Nabi Muhammad, tetapi juga tentang pesan rahmat untuk seluruh manusia, bukan hanya umat Islam. Itulah sebabnya lagu yang artinya “Rahmat bagi seluruh alam” ini mengisahkan keindahan akhlak dan kasih sayang Nabi Muhammad yang membawa cahaya Islam ke dunia dan menjadi teladan bagi seluruh umat manusia.

Liriknya menggambarkan kehadiran Nabi membawa rahmat, cinta, dan kebaikan bagi semua makhluk. Setiap Ramadhan umat Muhammad serasa bisa menumpahkan kerinduan kepada Nabi Muhammad, sehingga banyak orang merasa emosional ketika mendengarnya. Alfatihah untuk Maher Zain Ya Rabb, sukses selalu karirnya.

Penulis: Diaspora Indonesia tinggal di Stockholm, Swedia.

Bukber Sambil Kupas Buku ‘Jejak Jiwa’ Mariana Amiruddin

this formate

Mariana Amiruddin ( kanan) saat menjelaskan bukunya di Power Space Indonesia

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Jalan yang paling sulit dilalui sering kali adalah jalan yang paling mendewasakan jiwa. Memang faktanya yang paling susah dilalui adalah jalan ke dalam diri sendiri dan tidak banyak orang mau melewatinya.

Mengapa ? karena di sana kita harus
mengakui luka yang belum sembuh, mengakui kesalahan yang pernah kita lakukan, melepaskan ego yang selama ini kita pertahankan, berdamai dengan takdir yang tidak selalu sesuai harapan.

Sering kali lebih mudah berjalan jauh ke luar negeri, menembus gunung dan lautan, daripada menembus dinding hati sendiri untuk melewati Jalan ikhlas, Jalan sabar dan
Jalan percaya.

Untuk itulah menyambut International Women’s Day yang diperingati setiap 8 Maret acara Bukber bersama kali ini sekaligus peluncuran buku “Jejak Jiwa” karya Mariana Amiruddin di Power Space Indonesia di Jln Lamandau IV no : 18,

Geng Waras sang penyelenggara mengundang untuk memahami lebih dalam bahwa Perempuan tidak melawan, tapi diam- diam menjadi manusia yang tidak mudah marah, patah arang, dan selalu bisa mencintai makhluk lainnya.

Buku Jejak Jiwa berisi kumpulan 24 fiksi dimana mereka lahir dari perjalanan panjang penulisan sejak awal 2000-an. Cerita-cerita di dalamnya menyingkap dunia batin perempuan yang dipenuhi ingatan, kehilangan, dan luka, tetapi juga menyimpan harapan dan daya juang.

“ Jejak Jiwa ini salah satu cara saya mengungkap luka-luka yang dalam dari kaum wanita. Sebagian berdasarkan kisah nyata yang harus saya ungkapkan menjadi fiksi, suatu cara berempati pada luka-luka batin pada diri maupun orang lain,” kata sang penulis, Mariana Amiruddin.

Dalam satu kisah ada seorang wanita dari negeri jiran yang ternyata dijebak dan dimanfaatkan oleh kekasihnya untuk membawa narkoba dan dijatuhi hukuman mati. Cinta buta membawanya tidak menyadari telah menjadi korban seorang pria yang sepenuhnya dipercayai sebagai orang yang mencintai dan melindunginya.

Di Pulau Nusa Kambangan untuk menjalani eksekusi, wanita yang menjadi korban ini menunggu vonis untuk ditembak mati. Ternyata dia juga bukan hanya korban gombalan pria tetapi juga korban perdagangan manusia.

Pergulatan batin, upaya menyembuhkan luka hati menjadikannya kuat dan taat sebagai umat kristiani. Sementara di luar sana keluarganya justru hancur memikirkan anaknya bernasib sial dan menjadi korban.

Seperti lirik lagu grup Bimbo:
Aku jauh Engkau jauh
Aku dekat Engkau dekat
Hati adalah cermin
Tempat pahala dosa bertaruh

Dipenjara, Merry_sebut saja nama korban perdagangan manusia dan korban cinta itu terus mendekatkan diri pada Tuhannya, dia justru lebih sehat dari kondisi keluarga dan akhirnya lolos dari hukuman mati karena para saksi mampu meringankan hukumannya dan detik-detik terakhir pelaku sebenarnya tertangkap.

Kepiawaian sang penulis adalah mengolah trauma personal dipertautkan dengan sejarah, spiritualitas, politik, dan feminisme, membentuk narasi yang intim sekaligus universal.

Tokoh-tokohnya bergerak dalam bayang-bayang masa lalu, berusaha mencari makna di tengah kerentanan, tanpa sekadar meratapi nasib. Bahasa yang digunakan puitis, kadang metaforis, kadang lugas, menghadirkan lapisan jiwa perempuan yang rapuh namun tetap menyala.

Mariana bercerita dalam kurun waktu
2005-2018 sebagian fiksinya pernah dimuat di berbagai surat kabar, karya fiksi dalam bentuk cerita dan tulisan pendek yang terkumpul menjadi sebuah buku.

“penulisannya, terdapat beberapa perubahan yang disesuaikan Saya mengumpulkan tulisan-tulisan ini sebagai cermin seorang perempuan. Konteks sejarah dan politik menjadi jejak jiwa manusia yang terus mencari makna kehidupan,” ujarnya.

Tentang Penulis
Untuk orang-orang yang menghargai Keheningan. Mariana Amiruddin, lahir di Jakarta, 14 Maret 1976, adalah seorang penulis dan aktivis perempuan yang konsisten mengangkat isu- isu kesetaraan gender dan hak asasi manusia dalam karyanya.

Dia pernah menjabat sebagai Pemimpin Redaksi Jurnal Perempuan sekaligus Direktur Eksekutif Yayasan Jurnal Perempuan pada periode 2008-2012. Selepas itu, Mariana melanjutkan kiprahnya dengan menjadi Komisioner Komnas Perempuan selama dua periode, yakni sejak 2015 hingga Maret 2025.

Peran tersebut memperkuat posisinya sebagai salah satu suara penting dalam gerakan yang membela hak-hak perempuan di Indonesia.

Mariana menempuh Sarjana Sosial di Universitas Jayabaya Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik jurusan Hubungan Internasional. Ia kemudian meraih gelar Magister Humaniora pada Program Pascasarjana Universitas Indonesia melalui Program Kajian Wanita (Kajian Gender).

Pemikirannya tentang kesetaraan, sastra, politik, dan hak asasi manusia tidak hanya hadir dalam forum-forum akademik, tetapi juga terpatri kuat dalam tulisan-tulisannya― baik berupa esai, artikel, maupun karya sastra.

Tulisan-tulisan tersebut kerap memadukan ketajaman analisis sosial dengan sensitivitas artistik, menjadikannya relevan dibaca lintas generasi.

One Human Family

this formate

Petugas terlihat mencoba mengevakuasi korban reruntuhan di Tel Aviv, Israel pascaserangan balasan Iran. (Foto: Tasnim News).

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Masih ingat ucapan Presiden Prabowo Subianto di sebuah panggung internasional yang mengingatkan seluruh dunia bahwa mau agamanya apa, maka semua umat manusia di dunia itu adalah One Human Family, kita semua keluarga besar, bersaudara bro, manusia ciptaan tuhan !.

Tiba-tiba supir ojol melambatkan deru mesin motornya di tengah kemacetan saat adzan isya di jalan Fatmawati Raya, Jakarta dan dengan suara keras bertanya. “ Bunda nggak ikutan panic buying, nimbun bahan makanan di rumah. Sudah pecah perang dunia ke tiga nih di belahan dunia sono ‘,” ucapnya jelas terdengar.

Kami berdua langsung tergelak, tawanya makin keras saat saya mengatakan mau borong uangnya dari mana? wong uang pensiun juga belum diambil dan belum ada kenaikan apa-apa. Buat apa panik, Gen Z Indonesia malah menanggapi perang Iran VS Amrik dan Israel dengan mengeluarkan meme yang lucu-lucu di aplikasi digital.

Kelebihan supir ojek online ( Ojol) di Indonesia memang tidak tertandingi bahkan banyak yang sarjana sehingga baik supir dan penumpang topik bahasannya bisa nyambung layaknya ibu dan anak yang ngobrol usai buka puasa bersama.

Sepanjang perjalanan ke kawasan dekat rumahnya Sultan Andara, kami berdua juga menyoroti popularitas Indonesia di media sosial global yang sedang naik daun. Terutama fenomena seperti lagu-lagu Nasyid RI yang diputar di mesjid di China, Taiwan dan negara lainnya.

Lagu-lagu daerah seperti Tabolabale sudah lama viral dan mendunia, belum lagi gerakan Jumat Berkah, gotong royong bangun mesjid di mancanegara, gerakan dakwah digital hingga kiprah positif diaspora promosikan budaya RI di luar negeri.

Temanku di Swedia, wartawan senior Nina Mussolini Hanson yang dikenal sebagai bundanya para mahasiswa Indonesia di Swedia punya Organisasi Swedish-Indonesia Bagus, kumpulan diaspora Indonesia dan Swedia. Dia kerap mempromosikan budaya Indonesia secara mandiri dan ikut festival seperti tampilkan sepasang ondel-ondel dalam pawai Landskrona Karnevalen di Swedia maupun di negara tetangga di sana.

Puluhan kali membuat acara menonjolkan pakaian pengantin Minang, lalu mengusung tema Betawi dan daerah-daerah lainnya di Indonesia, namun kiprahnya belum pernah dilirik apalagi dibantu pemerintah via Kemenpar.

Diaspora dan popularitas serta diplomasi seorang presiden Prabowo Subianto bisa membantu meningkatkan panggung global Indonesia. Tapi tak terbantahkan peran media sosial global dari YouTube, TikTok, X, Facebook, Instagramlah yang membuat Indonesia kini lebih sering dibicarakan di media internasional.

Kembali soal himbauan Presiden Prabowo agar warga dunia menjadi One Human Family maka inilah saat yang tepat karena Iran baru saja menghantam Tel Aviv, ibukota Israel dengan sekitar 700 rudal hibrida yang meluluh lantakannya hingga puing-puing berserakan.

Karma yang belum apa-apa ketimbang kota Gaza, Palestina yang bertahun-tahun di kuasai dan nyaris seluruh kotanya diratakan dengan tanah oleh kekejaman Israel. Sekarang TV internasional menayangkan nyungsepnya semua bangunan fisik dan mental warga Israel.

Ingatan saya kembali pada Kunjungan Paus Fransiskus ke Indonesia tahun 2024, sebuah kunjungan kenegaraan dan pastoral yang dibuat oleh Paus Fransiskus, dalam kapasitasnya sebagai pemimpin tertinggi Gereja Katolik sedunia dan kepala negara Vatikan.

Mesranya gestur tubuh ketika tangan imam mesjid Istiqlal Nasaruddin Umar yang kini menjadi Menteri Agama RI dicium oleh Pastur Fransiskus yang duduk di kursi roda sangat mengharukan dan menyejukkan karena membawa pesan global mau agama apapun kita semua keluarga, Rukunlah !

Pemandangan ini sejalan dengan pernyataan Presiden Prabowo di panggung internasional bahwa Indonesia contoh toleransi yang kuat dimana orang Arab, Yahudi, Muslim, Kristen, Budha-Hindu hidup berdampingan dengan damai.

Saat itu media internasional juga meliput khusus Istiqlal sebagai mesjid terbesar di Asia Tenggara bahkan lokasinya berhadapan dengan Gereja Katedral berusia ratusan tahun dan ada terowongan khusus untuk saling mengunjungi.

Kepemimpinan nasional dan soft power
Prabowo Subianto yang dikenal memiliki gaya diplomasi aktif dan percaya diri di forum internasional seharusnya bisa mencegah pecahnya perang dunia ke tiga ini.

Kehadiran Prabowo yang membawa narasi Indonesia sebagai negara Muslim moderat
mempromosikan budaya dan kemanusiaan
maka perhatian dunia terhadap Indonesia kontan meningkat. Namun yang penting diingat pemimpin membuka pintu, tetapi rakyat dan budaya yang mengisi panggungnya.

Faktor demografi dengan generasi Muslim Muda Indonesia yang memiliki karakter
religius tetapi modern, aktif di media sosial
kreatif dalam dakwah digital, terbuka terhadap dunia global juga sudah terbukti tidak bisa dipandang sebelah mata.

Terutama kasus rasisme netizen Korea (Knetz) di dunia maya dengan netizen Indonesia di dukung bangsa Asean lainnya ( Seablings) yang dalam sekejab menghancurkan industri hiburan Korea yang bukan perang senjata tapi perang kata.

Inilah sebabnya banyak konten Islam dari Indonesia sekarang viral di dunia digital.
Fenomena ini sering disebut para peneliti sebagai digital Islam Indonesia. Gerakan sedekah, dakwah damai, budaya gotong royong hingga kegiatan Jumat Berkah yang menular ke AS, Jepang, Eropa.

Dalam refleksi spiritual, saya melihatnya ini sebagai tanda bahwa ketika sebuah bangsa masih menjaga nilai rahmah (kasih sayang), Allah sering mengangkat bangsa itu menjadi contoh bagi yang lain. Bukan karena kekuatan militernya, tetapi karena akhlaknya.
Bukan tidak mungkin ke depan Indonesia berpotensi menjadi pusat peradaban Islam masa depan.

Jika kita benar-benar menyadari bahwa bumi ini hanya satu rumah, maka perbedaan tidak lagi menjadi alasan untuk bermusuhan, tetapi justru alasan untuk saling menjaga. Bagaimana ? setuju ?

 

Hongkong, Destinasi Ramah Muslim, Ramah Keluarga dan Ramah Kantong

this formate

M+ (Doc: HKTB)

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Berbagi pengalaman tentang penawaran dan rekomendasi ramah Muslim di Hong Kong, Ayudia Bing Slamet menyoroti atmosfer Hong Kong yang ramah terhadap keluarga. Infrastruktur Hong Kong dia nilai sangat ramah untuk para pejalan kaki, khususnya bagi orang tua yang membawa kereta dorong bayi.

“Buat aku pribadi nih, mau bawa bayi, pakai stroller pun bawa, geret-geret, itu aman banget. Jadi kita nggak ribet. Jangan takut bawa bayi, karena seru banget. Baby friendly malah kalau di Hong Kong,” ungkapnya.

Dia menyarankan agar para orang tua memasukkan atraksi wisata yang menarik untuk menjaga anak-anak tetap terhibur sepanjang perjalanan.

Berjalan kaki keliling kota (city stroll) menjadi salah satu aktivitas favorit Ayudia di Hong Kong mengingat fasilitas transportasi umumnya pun sangat mudah diakses dan jarak dari satu obyek wisata satu dan lainnya juga tidak terlalu jauh.

“Di Hong Kong itu kan kita explore tuh dekat ya satu sama lain. Jadi kalau mau shopping, mau ke mana-mana, mau ke taman, itu dekat banget. ” jelasnya.

Menariknya, setiap belokan jalan menawarkan nuansa kota yang berbeda dan estetis. Kondisi trotoar yang sangat ramah kereta dorong (stroller) membuat liburan bersama anak usia 0 hingga 12 tahun terasa mudah.

Taman Nan Lian adalah salah satu permata tersembunyi di HK. Setiap kali pergi ke Hong Kong, kunjungilah Taman Nan Lian. Taman klasik bergaya Tiongkok ini terletak di dekat Stasiun MTR Diamond Hill dan tepat di seberang Plaza Hollywood.

Sebagai hidden gem banyak yang sangat menyukai Taman Nan Lian, bukan hanya karena lokasinya yang strategis, tetapi juga karena desainnya yang estetis dengan gaya Dinasti Tang.

Pilihan wisatanya pun beragam untuk anak, dari outdoor park hingga museum. Hasilnya? Sang anak, Sekala, sama sekali tidak rewel dan sangat menikmati perjalanan.

Dari semua tempat, Central Market adalah spot paling favorit bagi Ayudia. Tempat ini memiliki nuansa “Hong Kong banget” dengan suasana yang sangat meriah.

“Central Market menurut aku best. Kayak itu salah satu area di mana kita bisa men-capture yang Hong Kong banget,” ceritanya dengan antusias melihat ramainya orang berlalu-lalang serta aneka makanan yang dijajakan.

Hunting kopi

Pengalaman Ngopi di Hong Kong
istri dari Ditto Percussion itu juga membagikan pengalamannya tentang budaya ngopi yang unik di Hong Kong. Dia menyoroti perbedaannya yang mencolok dengan budaya kopi di Indonesia.

Budaya kopi masyarakat Hong Kong sangat kontras dengan kebiasaan di Indonesia. Di Indonesia, kedai kopi menjadi tempat populer untuk bersosialisasi dalam waktu lama, sedangkan di Hong Kong, pengalaman tersebut sangat berbeda.

“Rata-rata tempatnya kecil banget. Di Hong Kong tipenya coffee to-go. Jadi bener-bener kayak lewat, beli, orang tuh pergi. Jarang banget aku ngelihat coffee shop yang penuh orang nongkrong dan bersosialisasi” jelas Ayudia.

Sebagai pecinta kopi dan pemilik usaha kopi, menjelajahi berbagai tempat kopi menjadi hal yang wajib dalam itinerary liburannya. Kebiasaan ini sempat memunculkan kejadian lucu saat Ayudia dan rombongannya yang berjumlah 12 orang mampir ke salah satu kedai kopi kecil di Hong Kong.

“Sementara kan kalau aku doyan nongkrong, namanya orang Indonesia ya. Kalau bisa kita minum seteguk sampai habis, nggak habis juga kita masih nongkrong. Pas kemarin coffee hopping, jadinya gerai itu penuh gara-gara kita,” ceritanya.

Sebagai penikmat kopi, agenda coffee hopping memang tidak pernah dia lewatkan. Kultur kopi di Hong Kong dinilainya sangat seru, didukung dengan rasa kopi yang enak dan tempat-tempat yang estetis. Di Hong Kong, Ayudia mampu mengunjungi hingga tiga kedai kopi hanya dalam waktu satu hari.

Memanfaatkan kesempatan libur, Ayudia mengaku selama di Hongkong minum kopi seperti minum obat alias sehari tiga kali. Dia hunting ke coffee shop pagi, siang, sama sore,” ceritanya antusias.

Soal rasa, Ayudia mengaku kopi di Hong Kong sangat cocok dengan lidah Asia-nya. Menu standar seperti Arabica Latte disajikan dengan rasa yang enjoyable dan tidak terlalu strong.

Pilihannya pun beragam, mulai dari hidden gem di ruko-ruko, kedai modern kekinian yang Instagrammable, hingga kedai kopi lokal klasik yang tak kalah seru untuk dijelajahi.

Di sela-sela istirahat minum kopinya, Ayudia berhasil menyempatkan diri untuk makan siang, menjelajahi museum, berbelanja di pasar, dan mencari masjid saat waktu shalat tiba.

Bagi Ayudia, memastikan pengalaman yang nyaman menjadi prioritas utama selama perjalanannya. Di Hong Kong, ia merasakan kenyamanan, karena makanan halal mudah ditemukan dan ia dapat beribadah tanpa khawatir.

Hongkong Space Museum

Tempat edukatif yang seru

Memikirkan aktivitas buah hati Sekala, bagi Ayudia, mengunjungi museum adalah bagian favorit dari setiap liburannya. Dia bahkan berpendapat, “Nilailah sebuah kota dari museumnya.” Rekomendasi pertamanya adalah M+ di West Kowloon, salah satu museum terbesar di dunia yang berfokus pada budaya visual modern dan kontemporer.

Bangunannya, desainnya, suasananya, semuanya begitu indah dan menginspirasi. Museum ini tidak pernah membosankan karena dipenuhi instalasi interaktif dan pameran musiman. Rasanya modern, artistik, dan sangat hidup. Wajib banget dikunjungi!

Museum M+ merupakan bagian dari kawasan West Kowloon Cultural District (West K), yang juga terdapat Hong Kong Palace Museum. Bagi para pecinta sejarah, tempat ini adalah pilihan terbaik untuk dikunjungi!

Setelah puas menjelajah museum, bersama keluarga dapat berjalan santai di area promenade Art Park untuk menikmati angin sepoi-sepoi dan pemandangan Victoria Harbour yang memukau.

Hong Kong Science Museum,

Rekomendasi lainnya adalah Hong Kong Space Museum dan Hong Kong Science Museum, keduanya wajib dikunjungi bersama anak! Kedua museum ini berlokasi di kawasan Tsim Sha Tsui, Kowloon, Hong Kong. Museum ini menawarkan tiket masuk gratis setiap hari Rabu.

“Kedua museum ini menawarkan lebih dari sekadar seni; mereka menyediakan pengalaman interaktif dan imersif sebagai sarana edukasi untuk anak-anak. Tentu saja Sekala sangat menikmati waktunya di sini!” tambahnya.

Beranjak ke area ruang terbuka dan area taman, Ayudia tak melewatkan kesempatan untuk mengajak putra semata wayangnya, Sekala, berkunjung ke Kowloon Park.

Di sini terdapat Hong Kong Avenue of Comic Stars, yang berlokasi di sepanjang koridor timur Kowloon Park, tempat anak-anak bisa berfoto dengan karakter-karakter komik yang diciptakan para komikus Hong Kong.

Hong Kong Science Museum (Doc: HKTB)

“Hong Kong bukan hanya kota metropolitan, tetapi juga sangat ramah keluarga. Di kota ini, saya bisa mengajak Sekala bermain di taman bermain outdoor dengan pemandangan indah, seperti Quarry Bay Park,” ujarnya.

Quarry Bay Park adalah taman kota yang terletak di kawasan Quarry Bay di Distrik Timur Pulau Hong Kong, dengan luas sekitar 940 m².

Taman ini dirancang bukan hanya sebagai tempat bermain anak-anak, tetapi juga untuk melatih kemampuan motorik kasar dan halus, serta koordinasi tubuh mereka. Fasilitas ini benar-benar menawarkan pengalaman yang seru dan menantang bagi anak-anak.

Hong Kong memiliki berbagai taman bermain bagi anak-anak untuk menyalurkan energi mereka yang tak ada habisnya. Salah satu spot terbaru adalah Go Park Sai Sha, yang menawarkan 3 taman bermain outdoor di area seluas sekitar 40.000 kaki persegi!

Kemudahan mobilitas

Bagi keluarga Indonesia, terutama para orang tua muda, aksesibilitas sering kali menjadi pembeda antara liburan yang “baik” dan liburan yang “luar biasa”. Di Hong Kong, Ayudia menemukan sebuah destinasi yang benar-benar dirancang untuk kemudahan mobilitas.

“Perjalanan ke Hong Kong hanya membutuhkan penerbangan jarak pendek, sistem transportasinya sangat jelas dan efisien, dan Anda bisa berpindah dari satu tempat ke tempat lain dengan cukup cepat. Anda dapat menghemat banyak energi, dan jika kita berbicara tentang bepergian dengan anak, hal demikian adalah sangat berarti” tegasnya.

Dari akses bebas visa hingga tata kotanya yang ringkas serta sistem transportasi publik yang mulus, Hong Kong terasa sangat mudah untuk dijelajahi. Baik saat naik MTR, berjalan di sepanjang tepi laut, menyusuri kawasan ramai seperti Tsim Sha Tsui, maupun menaiki trem ikonik Ding Ding, setiap perjalanan terasa aman dan menyenangkan.

“Bagi Sekala, ia begitu bersemangat karena semuanya terasa seperti petualangan dengan moda transportasi baru. Dan bagi kami sebagai orang tua, semuanya terasa aman dan mudah untuk dinavigasi,” ungkapnya.

Lebih dari tentang kemudahan mobilitas, Hong Kong yang semakin ramah Muslim, mulai dari pilihan kuliner bersertifikat halal, hotel berakreditasi, hingga masjid yang mudah dijangkau, membuat keluarga muslim dapat menjelajah kota dengan leluasa sambil tetap terhubung dengan kebutuhan dan keyakinan mereka.

Ditambah lagi dengan perpaduan museum, taman, lokasi budaya, serta petualangan kuliner, Hong Kong menjadi apa yang disebut Ayudia sebagai “family sweet spot”: destinasi di mana keluarga Muslim modern dapat berlibur dengan nyaman, penuh percaya diri, dan penuh kebahagiaan.

Setelah Jepang menjadi tempat yang begitu favorit bagi wisatawan Indonesia, sekarang adalah waktu yang paling tepat ke Hong Kong yang kini jauh lebih siap dalam menyambut keluarga Muslim Indonesia daripada sebelumnya. Bagaimana ? berani menerima tantangan ?.