M+ (Doc: HKTB)
JAKARTA, bisniswisata.co.id: Berbagi pengalaman tentang penawaran dan rekomendasi ramah Muslim di Hong Kong, Ayudia Bing Slamet menyoroti atmosfer Hong Kong yang ramah terhadap keluarga. Infrastruktur Hong Kong dia nilai sangat ramah untuk para pejalan kaki, khususnya bagi orang tua yang membawa kereta dorong bayi.
“Buat aku pribadi nih, mau bawa bayi, pakai stroller pun bawa, geret-geret, itu aman banget. Jadi kita nggak ribet. Jangan takut bawa bayi, karena seru banget. Baby friendly malah kalau di Hong Kong,” ungkapnya.
Dia menyarankan agar para orang tua memasukkan atraksi wisata yang menarik untuk menjaga anak-anak tetap terhibur sepanjang perjalanan.
Berjalan kaki keliling kota (city stroll) menjadi salah satu aktivitas favorit Ayudia di Hong Kong mengingat fasilitas transportasi umumnya pun sangat mudah diakses dan jarak dari satu obyek wisata satu dan lainnya juga tidak terlalu jauh.
“Di Hong Kong itu kan kita explore tuh dekat ya satu sama lain. Jadi kalau mau shopping, mau ke mana-mana, mau ke taman, itu dekat banget. ” jelasnya.
Menariknya, setiap belokan jalan menawarkan nuansa kota yang berbeda dan estetis. Kondisi trotoar yang sangat ramah kereta dorong (stroller) membuat liburan bersama anak usia 0 hingga 12 tahun terasa mudah.
Taman Nan Lian adalah salah satu permata tersembunyi di HK. Setiap kali pergi ke Hong Kong, kunjungilah Taman Nan Lian. Taman klasik bergaya Tiongkok ini terletak di dekat Stasiun MTR Diamond Hill dan tepat di seberang Plaza Hollywood.
Sebagai hidden gem banyak yang sangat menyukai Taman Nan Lian, bukan hanya karena lokasinya yang strategis, tetapi juga karena desainnya yang estetis dengan gaya Dinasti Tang.
Pilihan wisatanya pun beragam untuk anak, dari outdoor park hingga museum. Hasilnya? Sang anak, Sekala, sama sekali tidak rewel dan sangat menikmati perjalanan.
Dari semua tempat, Central Market adalah spot paling favorit bagi Ayudia. Tempat ini memiliki nuansa “Hong Kong banget” dengan suasana yang sangat meriah.
“Central Market menurut aku best. Kayak itu salah satu area di mana kita bisa men-capture yang Hong Kong banget,” ceritanya dengan antusias melihat ramainya orang berlalu-lalang serta aneka makanan yang dijajakan.

Hunting kopi
Pengalaman Ngopi di Hong Kong
istri dari Ditto Percussion itu juga membagikan pengalamannya tentang budaya ngopi yang unik di Hong Kong. Dia menyoroti perbedaannya yang mencolok dengan budaya kopi di Indonesia.
Budaya kopi masyarakat Hong Kong sangat kontras dengan kebiasaan di Indonesia. Di Indonesia, kedai kopi menjadi tempat populer untuk bersosialisasi dalam waktu lama, sedangkan di Hong Kong, pengalaman tersebut sangat berbeda.
“Rata-rata tempatnya kecil banget. Di Hong Kong tipenya coffee to-go. Jadi bener-bener kayak lewat, beli, orang tuh pergi. Jarang banget aku ngelihat coffee shop yang penuh orang nongkrong dan bersosialisasi” jelas Ayudia.
Sebagai pecinta kopi dan pemilik usaha kopi, menjelajahi berbagai tempat kopi menjadi hal yang wajib dalam itinerary liburannya. Kebiasaan ini sempat memunculkan kejadian lucu saat Ayudia dan rombongannya yang berjumlah 12 orang mampir ke salah satu kedai kopi kecil di Hong Kong.
“Sementara kan kalau aku doyan nongkrong, namanya orang Indonesia ya. Kalau bisa kita minum seteguk sampai habis, nggak habis juga kita masih nongkrong. Pas kemarin coffee hopping, jadinya gerai itu penuh gara-gara kita,” ceritanya.
Sebagai penikmat kopi, agenda coffee hopping memang tidak pernah dia lewatkan. Kultur kopi di Hong Kong dinilainya sangat seru, didukung dengan rasa kopi yang enak dan tempat-tempat yang estetis. Di Hong Kong, Ayudia mampu mengunjungi hingga tiga kedai kopi hanya dalam waktu satu hari.
Memanfaatkan kesempatan libur, Ayudia mengaku selama di Hongkong minum kopi seperti minum obat alias sehari tiga kali. Dia hunting ke coffee shop pagi, siang, sama sore,” ceritanya antusias.
Soal rasa, Ayudia mengaku kopi di Hong Kong sangat cocok dengan lidah Asia-nya. Menu standar seperti Arabica Latte disajikan dengan rasa yang enjoyable dan tidak terlalu strong.
Pilihannya pun beragam, mulai dari hidden gem di ruko-ruko, kedai modern kekinian yang Instagrammable, hingga kedai kopi lokal klasik yang tak kalah seru untuk dijelajahi.
Di sela-sela istirahat minum kopinya, Ayudia berhasil menyempatkan diri untuk makan siang, menjelajahi museum, berbelanja di pasar, dan mencari masjid saat waktu shalat tiba.
Bagi Ayudia, memastikan pengalaman yang nyaman menjadi prioritas utama selama perjalanannya. Di Hong Kong, ia merasakan kenyamanan, karena makanan halal mudah ditemukan dan ia dapat beribadah tanpa khawatir.

Hongkong Space Museum
Tempat edukatif yang seru
Memikirkan aktivitas buah hati Sekala, bagi Ayudia, mengunjungi museum adalah bagian favorit dari setiap liburannya. Dia bahkan berpendapat, “Nilailah sebuah kota dari museumnya.” Rekomendasi pertamanya adalah M+ di West Kowloon, salah satu museum terbesar di dunia yang berfokus pada budaya visual modern dan kontemporer.
Bangunannya, desainnya, suasananya, semuanya begitu indah dan menginspirasi. Museum ini tidak pernah membosankan karena dipenuhi instalasi interaktif dan pameran musiman. Rasanya modern, artistik, dan sangat hidup. Wajib banget dikunjungi!
Museum M+ merupakan bagian dari kawasan West Kowloon Cultural District (West K), yang juga terdapat Hong Kong Palace Museum. Bagi para pecinta sejarah, tempat ini adalah pilihan terbaik untuk dikunjungi!
Setelah puas menjelajah museum, bersama keluarga dapat berjalan santai di area promenade Art Park untuk menikmati angin sepoi-sepoi dan pemandangan Victoria Harbour yang memukau.

Hong Kong Science Museum,
Rekomendasi lainnya adalah Hong Kong Space Museum dan Hong Kong Science Museum, keduanya wajib dikunjungi bersama anak! Kedua museum ini berlokasi di kawasan Tsim Sha Tsui, Kowloon, Hong Kong. Museum ini menawarkan tiket masuk gratis setiap hari Rabu.
“Kedua museum ini menawarkan lebih dari sekadar seni; mereka menyediakan pengalaman interaktif dan imersif sebagai sarana edukasi untuk anak-anak. Tentu saja Sekala sangat menikmati waktunya di sini!” tambahnya.
Beranjak ke area ruang terbuka dan area taman, Ayudia tak melewatkan kesempatan untuk mengajak putra semata wayangnya, Sekala, berkunjung ke Kowloon Park.
Di sini terdapat Hong Kong Avenue of Comic Stars, yang berlokasi di sepanjang koridor timur Kowloon Park, tempat anak-anak bisa berfoto dengan karakter-karakter komik yang diciptakan para komikus Hong Kong.
Hong Kong Science Museum (Doc: HKTB)
“Hong Kong bukan hanya kota metropolitan, tetapi juga sangat ramah keluarga. Di kota ini, saya bisa mengajak Sekala bermain di taman bermain outdoor dengan pemandangan indah, seperti Quarry Bay Park,” ujarnya.
Quarry Bay Park adalah taman kota yang terletak di kawasan Quarry Bay di Distrik Timur Pulau Hong Kong, dengan luas sekitar 940 m².
Taman ini dirancang bukan hanya sebagai tempat bermain anak-anak, tetapi juga untuk melatih kemampuan motorik kasar dan halus, serta koordinasi tubuh mereka. Fasilitas ini benar-benar menawarkan pengalaman yang seru dan menantang bagi anak-anak.
Hong Kong memiliki berbagai taman bermain bagi anak-anak untuk menyalurkan energi mereka yang tak ada habisnya. Salah satu spot terbaru adalah Go Park Sai Sha, yang menawarkan 3 taman bermain outdoor di area seluas sekitar 40.000 kaki persegi!
Kemudahan mobilitas
Bagi keluarga Indonesia, terutama para orang tua muda, aksesibilitas sering kali menjadi pembeda antara liburan yang “baik” dan liburan yang “luar biasa”. Di Hong Kong, Ayudia menemukan sebuah destinasi yang benar-benar dirancang untuk kemudahan mobilitas.
“Perjalanan ke Hong Kong hanya membutuhkan penerbangan jarak pendek, sistem transportasinya sangat jelas dan efisien, dan Anda bisa berpindah dari satu tempat ke tempat lain dengan cukup cepat. Anda dapat menghemat banyak energi, dan jika kita berbicara tentang bepergian dengan anak, hal demikian adalah sangat berarti” tegasnya.
Dari akses bebas visa hingga tata kotanya yang ringkas serta sistem transportasi publik yang mulus, Hong Kong terasa sangat mudah untuk dijelajahi. Baik saat naik MTR, berjalan di sepanjang tepi laut, menyusuri kawasan ramai seperti Tsim Sha Tsui, maupun menaiki trem ikonik Ding Ding, setiap perjalanan terasa aman dan menyenangkan.
“Bagi Sekala, ia begitu bersemangat karena semuanya terasa seperti petualangan dengan moda transportasi baru. Dan bagi kami sebagai orang tua, semuanya terasa aman dan mudah untuk dinavigasi,” ungkapnya.
Lebih dari tentang kemudahan mobilitas, Hong Kong yang semakin ramah Muslim, mulai dari pilihan kuliner bersertifikat halal, hotel berakreditasi, hingga masjid yang mudah dijangkau, membuat keluarga muslim dapat menjelajah kota dengan leluasa sambil tetap terhubung dengan kebutuhan dan keyakinan mereka.
Ditambah lagi dengan perpaduan museum, taman, lokasi budaya, serta petualangan kuliner, Hong Kong menjadi apa yang disebut Ayudia sebagai “family sweet spot”: destinasi di mana keluarga Muslim modern dapat berlibur dengan nyaman, penuh percaya diri, dan penuh kebahagiaan.
Setelah Jepang menjadi tempat yang begitu favorit bagi wisatawan Indonesia, sekarang adalah waktu yang paling tepat ke Hong Kong yang kini jauh lebih siap dalam menyambut keluarga Muslim Indonesia daripada sebelumnya. Bagaimana ? berani menerima tantangan ?.










