Forum Tokoh Muslimah; Pemerintah Agar Cabut PP No 24/2024, Berpotensi Legalisasi Sex Bebas

this formate

Aktivis Muslimah Ratu Erma Rachmayanti.            ( kanan/berdiri) bersama para nara sumber lainnya.( foto: bisniswisata.co.id)

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Di tengah maraknya seks bebas, penyimpangan dan kekerasan seksual di kalangan remaja. Presiden Jokowi menandatangani Peraturan Pemerintah  Nomor 28/2024 tentang Peraturan Pelaksanaan UU Nomor 17/23 tentang Kesehatan.

“ PP ini menuai kontroversi. Pasalnya, dalam Pasal 103 ayat (4) tertulis bahwa pelayanan kesehatan  reproduksi—selain meliputi deteksi dini penyakit, pengobatan, rehabilitasi dan konseling—mencakup pula penyediaan  alat kontrasepsi bagi warga usia sekolah dan remaja, “ kata ustazah Reta Fajriah sebagai moderator 

Berbicara pada Bincang Hangat Tokoh Muslimah di seluruh Indonesia secara hybrid, Reta mengatakan bahwa sejumlah pihak menilai Presiden Jokowi kebablasan dalam  mengeluarkan peraturan tersebut.

Ormas Islam PUI (Persatuan Umat Islam) menyatakan penolakannya. Alasannya, PP tersebut mengandung  unsur-unsur pemikiran trans-nasional terkait seks bebas, yang sangat berbahaya. 

Pihak lain berpendapat bahwa  aturan tersebut tidak berarti ditujukan untuk semua remaja. Aturan itu hanya ditujukan untuk remaja usia subur yang sudah menikah dan memang membutuhkan alat kontrasepsi.  Ada  pihak lain juga yang mengatakan pelayanan kontraspsi dikhususkan  bagi  mereka yang menikah dengan kondisi tertentu, untuk menunda kehamilannya.

Apa alasan pemerintah mengeluarkan PP ini, benarkah akan bisa mengatasi persoalan seks bebas, bagaimana tuntunan Islam untuk mewujudkan masyarakat yang bersih, produktif dan jauh dari dominasi seksual? 

Alih-alih menutup pintu-pintu liberalisasi seksual remaja yang makin menggila, pemerintah justru berpotensi memfasilitasi dan melegalisasi seks bebas dan kerusakan perilaku.

Selain akan menghasilkan lebih banyak kemadharatan bagi negeri, kebijakan sejenis ini sangat jelas bertentangan dengan syariat Islam yang sepatutnya menjadi sumber lahirnya aturan yang akan mendatangkan kebajikan dan kesucian kehidupan masyarakat.

Bincang Hangat Tokoh Muslimah  dengan tema : PP Kontrasepsi : Demi Kemaslahatan atau Kehancuran Generasi ?, mengundang nara sumber dari Surabaya, dr Faizatul  Rosyidah  M.Ked. Trop Praktisi Pendidikan Generasi dan acara diikuti sedikitnya 1000 peserta, 100 peserta diantaranya  hadir offline di Hotel Sofyan, Tebet, Jakarta.

Aktivis muslimah Ratu Erma Rachmayanti menegaskan bahwa masyarakat agar menuntut pemerintah mencabut PP No 24/2024. Pemerintah seharusnya membuat generasi bertakwa dan hal itu membutuhkan habitat masyarakat yang bertakwa mulai dari pimpinan tertinggi hingga peran keluarga.

Pembicara lainnya ada Dr Rini Syafri, Pengamat Kebijakan Publik dan ustajah Dedeh Wahidah Achmad dan bincang hangat ini menghasilkan pernyataan sikap Forum Tokoh Muslimah yang diserahkan pada pihak pemerintah.

Tentang Kesehatan (UU Kesehatan). Meski banyak hal yang patut dikritisi dan ditolak, bagian paling kontroversial dari PP ini adalah adanya pasal-pasal yang secara resmi mengatur penyediaan alat kontrasepsi bagi anak usia sekolah dan remaja dan melegalisasi aborsi bagi kehamilan yang tidak diinginkan. 

Diantaranya, pasal 107 ayat (2): Setiap orang berhak memperoleh akses terhadap fasilitas pelayanan kesehatan dan pelayanan kesehatan reproduksi. Frasa “setiap orang” dalam pasal ini berarti mencakup anak-anak usia sekolah dan remaja.

Pemred bisniswisata.co.id, Dra Hilda Ansariah Sabri MM  (kanan) ) bersama Tokoh Muslimah Jatim, dr Faizatul Rosyidah M.Ked. Trop, Praktisi Pendidikan Generasi

Karenanya, sudah selayaknya semua pihak, pemangku kepentingan, komunitas dan seluruh lapisan masyarakat MENOLAK pemberlakuan kebijakan ini dan MENUNTUT pemerintah mencabut PP No 24/2024.

Sebagai wujud pelaksanaan kewajiban terhadap Islam secara kaffah dan tanggung jawab terhadap masyarakat, Forum Tokoh Muslimah (FTM) menyatakan:

  1. Diterbitkannya PP 28/2024 menegaskan makin kuatnya arus liberalisme – sekulerisme dalam kebijakan hari ini. Terkait liberalisasi seksual, arus global penanganan Kesehatan reproduksi yang nyata-nyata memfasilitasi perilaku zina dan penyimpangan seksual pun tak luput diadopsi sebagai kebijakan.
  2. Mendorong kaum muslim, khususnya para tokoh Muslimah di seluruh penjuru negeri agar memperkuat pendampingan dan pembinaan Islam di Tengah masyarakat, mendorong amar makruf nahi munkar untuk mencegah makin luasnya kerusakan perilaku seksual di Tengah masyarakat
  3. Menyerukan agar pemerintah dan para pemangku kebijakan agar menghentikan kebijakan berbasis liberalisme, sekuler yang bertentangan dengan syariat dan akan merusak rakyat termasuk generasi muda. 

         Karena penguasa adalah rain (pelayan rakyat) seharusnya melayani kesehatan masyarakat sesuai ketentuan syariat Islam dan penguasa adalah junnah (perisai/pelindung) yang seharusnya melindungi rakyat dan generasi muda dari paham sekularisme dan liberalisme yang merusak.

Dari kontroversi kebijakan ini hendaknya kita semua menyadari bahwa merupakan kewajiban negara untuk memberlakukan syariat secara kaffah dan akan terwujud dalam naungan system khilafah

 Ingat lah Rasul SAW bersabda, “Jika zina dan riba tersebar luas di suatu negeri, maka sungguh mereka telah menghalalkan atas diri mereka sendiri azab Allah (HR al-Hakim, al-Baihaqi dan ath-Thabrani).

 

Kemah Pemuda Lintas Agama Sulut Berakhir, Peserta Berkomitmen Jadi Agen Moderasi Beragama

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Kegiatan Kemah Pemuda Lintas Agama Sulawesi Utara Tahun 2024 selama tiga hari, 14-16 Agustus 2024 resmi berakhir di Area Camping Hotel Sutanraja Minahasa Utara, setelah selama tiga hari mereka berinterkasi, saling mengenal, berkomunikasi dan bekerjasama,.

Hari ini, Jumat, mereka harus berpisah untuk kembali ke tempat asal masing-masing. Namun demikian, semangat untuk terus menghidupi nilai-nilai positif yang diperoleh selama camping bersama tidak padam bahkan terus berkobar.

Dilansir dari kanwil Kemenag Sulut, hal tersebut ditandai dengan komitmen bersama yang diikrarkan satu persatu dengan penuh kesadaran dan tanggung jawab pada malam penyalaan api unggun di lapangan area perkemahan, Kamis malam.

Bahkan beberapa dari antara mereka berinisiatif untuk menentukan koordinator-koordinator di tingkat kabupaten/kota untuk tetap menjaga semangat dan tekad mereka dalam mengimplementasikan nilai-nilai moderasi beragama yang telah mereka peroleh selama kegiatan melalui hal-hal sederhana seperti saling mengunjungi, bersilaturrahmi dan bekerjasama.
Mereka akan sesering mungkin berjuma dan duduk bersama untuk menentukan agenda mereka ke depan. Dalam kesempatan ini juga, peserta diberikan kesempatan untuk memberikan evaluasi, usul, saran dan perbaikan yang berguna untuk kegiatan serupa di tahun-tahun mendatang.
Peserta sangat antusias dan berharap semoga ke depan kegiatan seperti ini terus dilaksanakan bagi generasi muda, termasuk di tingkat kabupaten/kota untuk lebih membumikan gerakan moderasi beragama.
Panitia Pelaksana berterima kasih atas partisipasi dan antusiasme peserta yang tetap setia dan penuh semangat selama tiga hari mengikuti kegiatan ini sekaligus menyampaikan permohonan maaf kepada peserta sekiranya ada yang kurang berkenan.
Panitia berharap semoga ilmu dan bekal yang didapat dari narasumber serta proses interaksi sosial yang dialami peserta selama kegiatan bisa memperkuat tali silaturrahmi dan melahirkan sinergi dan kolaborasi antara peserta dalam menjaga dan merawat kerukunan di Sulawesi Utara.

Thailand Ingin Tngkatkan Daya Tarik Bagi Wisatawan Muslim

this formate

Orang-orang keluar dari aula kedatangan di bandara Suvarnabhumi setelah turun dari penerbangan Saudi Arabian Airlines, SV846, dari Jeddah melalui Riyadh pada 28 Februari 2022.

Saudia Arabian Airlines adalah penerbangan komersial langsung pertama dari Arab Saudi dalam 32 tahun, menyusul normalisasi hubungan diplomatik baru-baru ini. (Foto: Varuth Hirunyatheb)

BANGKOK, bisniswisata.co.id: Pemerintah akan terus mengembangkan strategi untuk mengubah Thailand menjadi pusat pariwisata halal di kawasan itu, menurut juru bicara Chai Wacharonke.

Dia menambahkan Perdana Menteri Srettha Thavisin telah memerintahkan semua lembaga terkait pariwisata untuk mempromosikan negara itu sebagai destinasi ramah Muslim.

Pernyataan Chai pada muncul setelah Thailand berada di posisi kelima di antara negara-negara non-OKI (Organisasi Kerja Sama Islam) pada Indeks Perjalanan Muslim Global (GMTI) yang diterbitkan oleh Crescent Rating dan Mastercard.

Perusahaan ini memberi peringkat negara berdasarkan kemudahan yang mereka tawarkan kepada wisatawan Muslim — termasuk pilihan makanan halal, lingkungan perjalanan, dan kemudahan mengakses tempat ibadah.

Secara keseluruhan, Thailand berada di peringkat ke-32 dari 145 negara, dengan Indonesia dan Malaysia berada di posisi teratas.

Industri pariwisata halal tumbuh secara eksponensial, dengan setidaknya 168 juta Muslim diperkirakan akan bepergian ke seluruh dunia tahun ini, meningkat 15% dibandingkan dengan tingkat sebelum pandemi, ungkap Chai.

Thailand menarik bagi wisatawan Muslim karena suasananya yang multikultural dan berbagai pilihan fasilitas yang ramah Muslim serta pilihan tempat makan halal, katanya.

Pasar Halal yang Menguntungkan Ciptakan Peluang Besar Bagi Ekspor Vietnam

this formate

Produk organik kini jadi andalan Vietnam 

HANOI, bisniswisata.co.id: Pasar Halal senilai miliaran dolar AS, didorong oleh populasi Muslim global yang melonjak, dianggap sebagai salah satu pendorong ekspor Vietnam di masa mendatang.

DDA Vietnam, yang mengkhususkan diri dalam produk organik, adalah salah satu perusahaan Vietnam yang mencari peluang di pasar tersebut.

Nguyen Thi Anh Nguyet, perwakilan perusahaan, menyatakan bahwa pihaknya sedang menyelesaikan sertifikasi Halal untuk mengekspor produk kalsium organik yang terbuat dari kulit telur ayam ke negara-negara Timur Tengah.

Statistik menunjukkan bahwa hampir 60 provinsi dan kota di seluruh negeri telah mengekspor produk ke pasar Halal global, tetapi hanya sekitar 1.000 perusahaan yang telah disertifikasi.

Dengan peraturan standar Halal yang ketat, ekspor Vietnam saat ini sebagian besar adalah hasil pertanian, dan bahan baku untuk beberapa industri.

Oleh karena itu, Vietnam memiliki posisi yang sederhana di antara pemasok global produk-produk ini. Selain itu, pasar Halal masih sangat baru bagi banyak perusahaan domestik, meskipun Vietnam memiliki keunggulan dalam bahan baku dan lokasi geografis.

Menurut Nguyen Minh Phuong dari Departemen Pasar Asia – Afrika di bawah Kementerian Perindustrian dan Perdagangan (MoIT), pasar Halal global memiliki potensi besar, dengan 25% populasi dunia beragama Islam dan total nilai perdagangan produk Halal mencapai sekitar 2,3 triliun USD dan terus tumbuh.

Produk dengan permintaan tinggi meliputi makanan, kosmetik, farmasi, dan barang mode. Harga produk Halal biasanya 5-10% lebih tinggi dan konsumen yang ingin menggunakan produk Halal bersedia membayarnya.

Namun, untuk dapat berhasil menembus dan bersaing dengan pemasok pesaing lainnya di pasar, bisnis perlu mempelajari dan memahami praktik bisnis, budaya konsumsi, dan peraturan pasar, kata para ahli.

Le Chau Hai Vu, konsultan untuk membangun kualitas makanan Halal, mengatakan bisnis perlu memiliki pengetahuan yang akurat tentang tren pasar, praktik keagamaan, budaya bisnis dan konsumsi, dan preferensi, serta memenuhi standar khusus untuk pengemasan dan periklanan.

Konsultan Perdagangan Vietnam di Arab Saudi Tran Trong Kim menyarankan para pelaku usaha untuk melakukan riset pasar dan mencari tahu tentang peraturan negara tuan rumah terkait manajemen mutu dan keamanan pangan.

Untuk transaksi dengan pelaku usaha impor di kawasan ini, perlu menandatangani kontrak pembayaran menggunakan letter of credit (LC) dengan deposit, kata Kim, sambil memperingatkan bahwa eksportir tidak boleh membayar di muka biaya apa pun yang terkait dengan perantara kontrak atau penerbitan faktur karena ini adalah praktik penipuan yang umum.

Kementerian Perindustrian dan Perdagangan sedang membangun proyek untuk mendukung eksportir dan produsen produk Halal, yang bertujuan untuk lebih meningkatkan ekspor. Selain itu, Program Promosi Perdagangan Nasional juga merupakan saluran untuk mendukung para pelaku usaha dalam berpartisipasi dalam kegiatan jaringan dan promosi perdagangan dengan pasar Halal.

Assoc. Prof. Dr. Nguyen Thuong Lang dari Universitas Ekonomi Nasional mengatakan bahwa dengan strategi pengembangan perdagangan luar negerinya, Vietnam harus fokus pada pemanfaatan pasar Halal secara efektif dan berkelanjutan.

Wilayah Otonomi Baru Mindanao Ingin Jadi Pusat Industri Halal

this formate

Murad Ebrahim, kepala menteri Daerah Otonomi Bangsamoro di Mindanao Muslim, berbicara kepada Nikkei Asia di Tokyo pada 6 Agustus. (Montase Nikkei/Sumber foto : Reuters)

Pejabat tinggi mengatakan Mindanao barat daya menarik investasi dari Malaysia dan Timur Tengah

TOKYO, bisniswisata.co.id: Pemerintah otonom yang akan didirikan di pulau Mindanao Filipina tahun depan akan bertujuan menjadi pusat industri halal di Asia Tenggara, sebagian berkat investasi asing dari negara-negara Muslim, pejabat tingginya mengatakan kepada Nikkei Asia.

“Kami bekerja sama dengan beberapa perusahaan dalam industri halal, terutama dari Malaysia dan negara-negara Timur Tengah,” kata Murad Ebrahim, kepala menteri Daerah Otonomi Bangsamoro di Muslim Mindanao (BARMM).

Berbicara dalam wawancara yang diadakan pada hari Selasa di Tokyo. dia mengatakan bahwa pihaknya perlu bermitra dengan negara-negara yang telah terlibat dalam industri halal, pemerintah daerah akan dibentuk tahun depan setelah pemilihan parlemen pada bulan Mei.

Menjelang peluncuran resmi, badan pemerintahan sementara, Otoritas Transisi Bangsamoro, mulai beroperasi pada tahun 2019 setelah Presiden Rodrigo Duterte menandatangani undang-undang yang membentuk pemerintahan baru pada tahun 2018 dan menunjuk Ebrahim sebagai “kepala menteri sementara” BARMM pada tahun 2019.

Selain upaya untuk mengembangkan pertanian, perikanan, dan ekstraksi gas alam dan tembaga, otoritas transisi telah mempromosikan industri pengolahan unggas halal, dengan harapan dapat meningkatkan lapangan kerja dan ekspor ke Timur Tengah, kata Ebrahim.

Sementara beberapa pabrik “masih dalam proses” pembangunan, lebih dari 50 perusahaan telah berinvestasi di wilayah tersebut atau menyatakan minat untuk melakukannya.

“Kami bercita-cita untuk menjangkau setidaknya seratus perusahaan,” tambah Ebrahim.

Untuk menarik lebih banyak investasi dari negara-negara Muslim dan menawarkan opsi pengelolaan aset kepada penduduk Muslim setempat, otoritas transisi juga mempromosikan perbankan Islam melalui kemitraan dengan Bank Investasi Islam Al-Amanah Filipina.

Kepala menteri sementara mencatat bahwa otoritas tersebut telah bernegosiasi untuk mengakuisisi bank tersebut, meskipun ia tidak memberikan rinciannya.

Bank tersebut mencatat dalam laporan tahunan 2022 bahwa mereka “menunggu keputusan” tentang akuisisi oleh BARMM.

Umat Kristen merupakan mayoritas dari 110 juta penduduk Filipina, sementara sekitar 5% beragama Islam, banyak dari mereka tinggal di Mindanao barat daya.

“Jika situasi damai dan tertib benar-benar membaik, maka kita dapat menarik lebih banyak investor, terutama dari dunia Islam,” kata Ebrahim.

Sejak tahun 1960-an, pemberontak Muslim di Mindanao melancarkan perjuangan bersenjata untuk meraih kemerdekaan. Dengan bantuan upaya perantara oleh Badan Kerjasama Internasional Jepang dan negara-negara lain, proses perdamaian antara pemberontak dan Manila meningkat secara dramatis pada tahun 2010-an, yang menghasilkan undang-undang dasar untuk wilayah tersebut pada tahun 2018.

Peluncuran resmi BARMM awalnya ditetapkan pada tahun 2022, tetapi ditunda hingga tahun 2025 karena pandemi COVID-19. Meskipun otoritas transisi telah mempromosikan pembangunan industri dan keuangannya, masalah keamanan tetap ada.

Carlito Galvez, penasihat presiden untuk perdamaian, rekonsiliasi, dan persatuan, mengatakan kepada Nikkei Asia bahwa dari 40.000 mantan pejuang pemberontak Islam, 26.000 telah dinonaktifkan tetapi lebih dari 10.000 masih perlu dilucuti senjatanya. Galvez mengatakan, “Kami masih yakin” akan mencapai penonaktifan sepenuhnya tahun depan.

Karena kekhawatiran tentang kejahatan dan kerusuhan sipil, Jepang dan AS masih melarang warga negaranya bepergian ke sebagian wilayah BARMM.

“Jika situasi damai dan tertib benar-benar membaik, maka kita dapat menarik lebih banyak investor, terutama dari dunia Islam,” kata Ebrahim.

“Hanya ada sedikit wilayah yang masih bermasalah; secara umum sebagian besar wilayah sudah damai dan aman.”

Meskipun angkatan bersenjata dan polisi Filipina telah meningkatkan situasi keamanan di wilayah tersebut, “kerja sama yang lebih kuat antara pemerintah Filipina dan pihak kami akan mengirimkan pesan bahwa ada perdamaian yang ada antara Muslim dan non-Muslim,” kata Ebrahim.

Digital Travel Summit APAC 2024 Diluncurkan di Sentosa, Singapura, Siap Mendorong Industri Pariwisata Global

this formate

Foto: Govinsider

SINGAPURA, bisniswisata.co.id: Digital Travel Summit APAC 2024 telah dimulai kemarin,14 Agustus 2024, di Sentosa, Singapura. Acara dua hari ini diakui sebagai pertemuan penting bagi para profesional di seluruh industri perjalanan, yang menawarkan platform untuk membahas dan membentuk masa depan perjalanan di kawasan Asia-Pasifik.

Dilansir dari travelandtourworld.com, sektor perjalanan terus mengalami transformasi digital yang signifikan, pertemuan puncak ini berfungsi sebagai forum penting untuk inovasi dan kolaborasi.

Pembicara di Digital Travel Summit APAC 2024 a.l Matt Nicklow Kepala Bidang Digital Global, Tourism Fiji, Anthony Lu Direktur Regional, SEA & China, Booking.com, Michaellyn Gruenewald, Kepala Strategi & Standar Pemasaran B2C, Lufthansa Group

Pembicara lainnya adalah Daniel Koo, VP, Digital, Shangri-La Group, Andrew Hogg
Manajer Umum Eksekutif, Eastern Markets & Aviation, Tourism Australia, Gordon Chu
Kepala Inovasi Digital, Cathay Pacific.

Andrew Kim, Direktur Penjualan Korea & SEA, Delta Air Lines, Amit Garg Direktur Regional, SEA, MakeMyTrip,Mich Goh, Kepala Kebijakan Publik, SEA, India, Hong Kong & Taiwan, Airbnb

Michelle De Guzman, Direktur Pemasaran, Cebu Pacific, Sanket Sasane, Direktur, Akuisisi Digital, Timur Tengah & APAC, Accor, Irvan Bastian Arief VP, Data Science, ML Engineering & Tech Infrastructure Platform, Tiket.com.

Siddhartha Butalia, Chief Marketing Officer, Air India Express, Jensen Tan, SVP Strategy & Corporate Finance, RedDoorz

Richard Kua, VP, Product, Wego, Ru Yi
Assistant Vice President of International Markets, APAC, Trip.com Group serta Olivier Jolidon, Global Head of CRM, Insights & Analytics, AMAN. Gerald Ng, VP, Environment & Sustainability, Changi Airport Group, Nicholas Cocks Founder & Director, Velocity Ventures dan juga Kian Ann Ong Chief Operations Officer, Gardens by the Bay.

Tema dan diskusi utama di KTT

Digital Travel Summit APAC 2024 akan menghadirkan jajaran pembicara dan pakar yang akan membahas topik-topik penting yang membentuk masa depan industri perjalanan.

Di antara pokok bahasan yang akan dibahas adalah kisah sukses dalam pemasaran digital dalam sektor perjalanan, evolusi personalisasi dari awal hingga saat ini, dan peran teknologi canggih seperti ChatGPT dan Generative AI dalam menyusun pengalaman perjalanan dengan presisi.

Selain itu, pertemuan puncak ini akan membahas tren pembayaran digital yang sedang berkembang, dengan fokus khusus pada bagaimana kawasan Asia-Pasifik bergerak menuju masa depan tanpa uang tunai.

Diskusi juga akan menyoroti pentingnya loyalitas pelanggan, menekankan bagaimana pengalaman pelanggan (CX) yang luar biasa dapat mendorong bisnis berulang.

Lebih jauh, acara ini akan menyoroti perjalanan berkelanjutan dan strategi pemasaran yang dapat mendukungnya dalam jangka panjang.

Implikasi di Seluruh Industri

Diskusi di Digital Travel Summit APAC 2024 diharapkan memiliki implikasi yang luas bagi industri perjalanan global. Saat para pemimpin industri dan inovator berbagi wawasan dan strategi mereka, kemungkinan akan ada efek berantai di berbagai pasar, yang mendorong adopsi teknologi dan model bisnis baru.

Meningkatnya adopsi pemasaran digital dan teknologi AI

*Pertumbuhan transaksi non-tunai di kawasan APAC

*Peningkatan fokus pada praktik perjalanan berkelanjutan

Tren ini diantisipasi tidak hanya memengaruhi bisnis perjalanan di kawasan Asia-Pasifik tetapi juga wisatawan global, yang mungkin mengalami pilihan perjalanan yang lebih personal, efisien, dan berkelanjutan di masa mendatang.

Seiring berkembangnya industri, wisatawan di seluruh dunia dapat memperoleh manfaat dari kemajuan ini, yang mengarah pada pengalaman perjalanan yang lebih disesuaikan dan lancar.

Masa Depan Perjalanan

Seiring berlanjutnya Digital Travel Summit APAC 2024, industri perjalanan kemungkinan akan menyaksikan percepatan dalam upaya transformasi digital, dengan penekanan yang lebih kuat pada keberlanjutan dan strategi yang berpusat pada pelanggan.

Acara ini menjadi bukti inovasi dan kolaborasi yang berkelanjutan dalam industri ini, yang membuka jalan bagi masa depan yang lebih terhubung dan berkelanjutan dalam perjalanan global.

 

Dampak kegiatan MICE terhadap PDB

this formate

HYDERABAD, India, bisniswisata.co.id:  Pariwisata MICE memiliki dampak signifikan terhadap ekonomi dunia. Pariwisata ini dikenal sebagai penghasil uang utama bagi industri perjalanan dan pariwisata. 

Industri pariwisata internasional menghadapi tantangan yang unik, dan aktivasi serta pengembangan layanan dalam pariwisata MICE dapat membantu menghidupkan kembali industri tersebut.

Dilansir dari bizzbuzz.news, Pariwisata MICE berkontribusi terhadap pertumbuhan dan perkembangan ekonomi dunia, bertindak sebagai sumber devisa yang signifikan, pertumbuhan lapangan kerja, dan peningkatan struktur neraca pembayaran negara.

Pariwisata MICE juga memiliki efek berganda terhadap ekonomi, dengan akomodasi, perjalanan, dan industri terkait lainnya yang diuntungkan oleh acara MICE. 

Pariwisata MICE dapat mempercepat pembangunan daerah dan kota, membentuk citranya, dan memperluas jangkauan teknologi dan informasi. 

Pariwisata MICE dianggap sebagai pendorong utama pembangunan ekonomi regional dan perkotaan, dan sebagai penerima lapangan pekerjaan bagi para praktisi. 

Potensinya untuk berkontribusi pada keseluruhan pembangunan ekonomi negara dan kawasan di seluruh dunia.

Pasar industri MICE global bernilai $782,80 miliar pada tahun 2023 dan tumbuh pada CAGR sebesar 5,5 persen dari tahun 2024 hingga 2033. Pasar ini diperkirakan akan mencapai $1.337,14 miliar pada tahun 2033. 

Dukungan dan insentif pemerintah yang semakin besar untuk industri ini akan mendorong pertumbuhan globalnya. Meningkatnya ekspansi bisnis juga mendorong pasar ini. 

Kawasan yang sedang berkembang akan menciptakan peluang masa depan bagi industri ini, karena akan ada peningkatan kegiatan bisnis. Meningkatnya investasi di sektor pariwisata juga akan menarik acara-acara MICE.

Industri pameran berkontribusi $325 miliar terhadap ekonomi global dan sekitar 32.000 pameran diadakan dalam setahun di seluruh dunia.

Acara MICE menguntungkan masyarakat, perusahaan, dan kota tuan rumah selain diri mereka sendiri. MICE mempromosikan kemitraan, pembelajaran, jaringan, dan pertukaran pengetahuan. 

Selain itu, pertumbuhan sektor MICE mendorong pembangunan daerah yang berkelanjutan, menciptakan lapangan kerja, dan mempromosikan tempat-tempat tersebut sebagai tujuan wisata yang diminati. 

Sektor ini menghasilkan devisa dan memperluas perdagangan dan investasi. Acara MICE menawarkan peluang pengembangan bisnis melalui seminar, sesi pelatihan, dan lokakarya. 

Kegiatan-kegiatan ini membantu karyawan meningkatkan keterampilan, menambah pengetahuan, dan memperoleh wawasan baru tentang industri mereka. MICE dapat mempertemukan orang-orang dari berbagai budaya, yang dapat meningkatkan pemahaman dan berbagi pengalaman budaya.

Pemerintah semakin berfokus pada pengembangan industri MICE – sebelumnya, acara-acara tingkat tinggi dan paling dinanti yang bersifat penting terbatas di Eropa dan Amerika Utara, mengingat dominasi pemangku kepentingan dari wilayah-wilayah ini dan ketersediaan infrastruktur yang tepat untuk menyelenggarakan pertemuan dan acara ini. 

Namun, seiring dengan perubahan zaman, India, Brasil, Indonesia, UEA, Arab Saudi, dan negara-negara berkembang lainnya telah memperoleh signifikansi mengingat kontribusi yang mereka berikan terhadap PDB global, tenaga kerja, pasar konsumen, rantai pasokan, dan ekonomi secara keseluruhan. 

Oleh karena itu, pemerintah negara-negara ini semakin berfokus pada pengembangan industri MICE mereka dengan sikap dan pendanaan yang tepat untuk menarik peluang guna mengangkat kehidupan warga negara mereka. 

Meningkatnya fokus pemerintah dalam mengembangkan industri MICE untuk menarik peluang dalam meningkatkan perekonomian akan mendorong pertumbuhan pasar industri MICE global.

Meskipun India memiliki keunggulan alam dan budaya serta statusnya sebagai salah satu negara dengan pertumbuhan ekonomi tercepat di dunia, sektor MICE masih belum banyak dimanfaatkan, dengan pangsa pasar global kurang dari satu persen. 

Industri MICE diperkirakan mencapai US$800 miliar secara global. Pangsa India diperkirakan kurang dari satu persen. Sektor MICE disebut-sebut memiliki kontribusi langsung dan terkuat terhadap PDB di seluruh sektor pariwisata. Setiap Rs. 100 yang dibelanjakan di India dapat memberikan dampak tidak langsung sebesar Rs. 160. 

Di sektor MICE, output ekonomi global diperkirakan mencapai $1 triliun atau lebih. Oleh karena itu, sangat penting bagi pemerintah pusat dan negara bagian untuk menggandakan pangsa MICE menjadi 2,5 persen dengan menargetkan lebih dari Rs. 

Satu lakh crore dalam bentuk manfaat ekonomi langsung dan Rs. 1,60,000 crore dalam bentuk manfaat tidak langsung bagi semua negara bagian kita. 

Industri MICE yang berkembang pesat didukung oleh beberapa faktor, termasuk infrastruktur yang tepat, yang dilengkapi dengan baik untuk mengakomodasi peserta, menyelenggarakan acara, memiliki perjalanan yang lancar, dan secara estetika menyenangkan serta nyaman tanpa masalah keselamatan yang mendesak. 

Pemerintah menyadari faktor-faktor ini dan telah berinvestasi besar dalam mengembangkan pusat-pusat MICE dengan aula konferensi, ruang pertemuan, ruang virtual yang dilengkapi dengan baik untuk pertemuan melalui layar, dan persyaratan lainnya. 

Konektivitas udara dan infrastruktur jalan sedang ditingkatkan untuk perjalanan yang lancar dan bebas hambatan. Semua faktor ini akan mendukung pertumbuhan industri MICE selama periode perkiraan.

Maladewa Punya Rencana Besar untuk Menarik Lebih Banyak Wisatawan

this formate

MALE, bisniswisata.co.id: Maladewa adalah surga tropis dengan pantai-pantai putih tak berujung, air sebening kristal, dan resor-resor yang menakjubkan.

Jutaan wisatawan berbondong-bondong ke sini setiap tahun untuk mencari istirahat dan pemulihan, dengan tahun 2023 mencatat rekor kedatangan wisatawan, naik 12 persen dari tahun sebelumnya.

Dilansir dari euronews.com, tren ini berlanjut pada tahun 2024, dengan kedatangan wisatawan naik 10 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Ini adalah kabar baik bagi 550.000 warga negara, yang sebagian besar bergantung pada pariwisata untuk pendapatan mereka.

Namun di balik layar resor-resor mewah, mereka menghadapi perjuangan lain: berada di garis depan krisis iklim. Tidak dapat dipungkiri bahwa naiknya permukaan air laut merupakan ancaman eksistensial yang sangat nyata bagi Maladewa. 

Presiden negara itu mengangkat masalah ini dengan PBB sejak tahun 1985 ketika ia memperingatkan tentang kemungkinan “kematian suatu bangsa”. Jadi, bagaimana negara kepulauan ini menyeimbangkan kebutuhan akan pendapatan pariwisata dengan upaya menyelamatkan tanah air mereka?

Menjadi tuan rumah konferensi penerbangan internasional pertama di Maladewa.

Lebih dari 150 delegasi dari seluruh dunia berkumpul di Maladewa pada bulan Juli untuk menghadiri konferensi penerbangan internasional pertama negara tersebut, Kongres Layanan Udara Dunia.

Diselenggarakan oleh Bandara Velana dan resor pulau pribadi Kurumba Maladewa, acara tersebut mempertemukan berbagai maskapai penerbangan internasional dan regional, dewan pariwisata, otoritas bandara, dan konsultan penerbangan.

Ibrahim Shareef Mohamed, CEO dan Direktur Pelaksana Maldives Airports Company, yang mengoperasikan Bandara Internasional Velana, sangat antusias dengan prospek yang akan dibawa oleh acara tersebut ke negara tersebut.

“Acara ini membuka jalan bagi lebih banyak acara yang dapat meningkatkan industri pariwisata dan penerbangan. Kita tidak dapat bekerja sendiri. Kita membutuhkan kemitraan antara maskapai penerbangan dan operator pariwisata untuk mendapatkan manfaat secara bersama-sama,” katanya.

Naiknya permukaan laut dan kekurangan air: Dapatkah pulau-pulau benteng membantu Maladewa bertahan dari krisis iklim? Bandara lalu dibangun dengan infrastruktur yang tahan tsunami.

Velana mengumumkan bahwa pihaknya hampir menyelesaikan tahap pertama proyek perluasannya. Proyek ini melibatkan peningkatan terminal komersial, layanan kargo, dan terminal VIP/CIP.

“Terminal saat ini dibangun untuk melayani sekitar 2.700 hingga 3.000 penumpang maksimum. Namun, kami melayani 12.000 penumpang dari fasilitas yang dibangun untuk menampung 3.000 penumpang. Jadi, saat terminal baru beroperasi, tingkat layanan akan melonjak,” kata Mohamed.

Pembukaan bertahap fasilitas yang ditingkatkan ini diharapkan akan dimulai menjelang akhir tahun, dengan pembukaan kembali penuh ditetapkan pada pertengahan 2025.

Kenangan mengerikan dari tsunami 2004 menjadi pengingat akan kerentanan iklim pulau tersebut. Sebagai rumah bagi lebih dari 1.000 pulau karang dan lebih dari 170 resor, Maladewa sangat rentan terhadap kenaikan permukaan laut dan bencana alam.

 

Acara Penting Bagi Sektor MICE India dan Perjalanan Mewah

this formate

Kongres MICE India & Luxury Travel Congress    ( MILT) Tahunan ke-11, yang diselenggarakan oleh QnA International yang berpusat di Dubai dan diadakan di Hyatt Regency Jaipur Mansarovar pada tanggal 25 dan 26 Juli lalu meraih kesuksesan besar. ( Foto:  QnA International

QnA International Merayakan Keberhasilan Kongres MILT Tahunan ke-11, Menyoroti Perkembangan Lanskap MICE India dan Peluang Masa Depan

DUBAI, bisniswisata.co.id: Kongres MILT Tahunan ke-11, yang diselenggarakan oleh QnA International yang berpusat di Dubai berlangsung di Hyatt Regency Jaipur Mansarovar pada tanggal 25 dan 26 Juli, meraih kesuksesan besar. 

Acara ini mempertemukan lebih dari 150 pembeli yang telah diseleksi dan lebih dari 40 pemasok, memfasilitasi ribuan pertemuan bisnis yang produktif dan 20 jam berjejaring. 

Para peserta mendapatkan manfaat dari sesi-sesi yang mendalam, menjalin banyak kesepakatan, dan merayakan pencapaian yang gemilang di resepsi koktail. 

Baik pengunjung internasional maupun delegasi India melaporkan hasil yang sangat konstruktif, yang memperkuat warisan keunggulan yang telah dibangun oleh acara-acara Kongres MILT sebelumnya di India. 

Kongres tersebut terbukti menjadi pengalaman yang tak terlupakan, menandai tonggak sejarah lain dalam industri MICE dan perjalanan mewah.

Dilansir dari www.zawya.com, di India, pembangunan ekonomi, yang ditandai dengan meningkatnya kemakmuran dan kelas menengah yang berkembang, telah menghasilkan pendapatan yang lebih tinggi dan kecenderungan yang meningkat terhadap perjalanan internasional. 

Pasar pariwisata luar negeri mengalami pertumbuhan yang substansial, didorong oleh beberapa faktor utama. Wisatawan India menunjukkan minat yang semakin besar terhadap destinasi internasional, dengan pilihan populer adalah wilayah terdekat seperti Timur Tengah dan Asia Selatan, serta destinasi jarak jauh seperti Amerika Utara dan Eropa Barat. 

Kota Pink ‘JAIPUR’ terkenal dengan istana, benteng, dan pasarnya yang bersejarah, yang menyediakan latar yang unik untuk industri pariwisata dan perhotelan. 

Infrastrukturnya yang berkembang dengan baik dan pesona kerajaannya menjadikannya tempat yang ideal untuk pertemuan puncak dan konferensi.

Pembicara terkemuka dari bidang perjalanan, pariwisata, dan perhotelan di Kongres MILT tahun ini di Jaipur menjadikannya pertemuan yang luar biasa. 

Wawasan mereka mengungkap tren kuat menuju pengalaman perjalanan yang dipersonalisasi, berkualitas tinggi, dan mendalam secara budaya, yang menjadi latar belakang Kongres MILT 2024 yang dinamis dan menarik.

Varsha Yadav, VP-Sales Promotion Agency Channel, Max Life Insurance Company Limited, berkomentar, “Kongres MILT baru-baru ini menyoroti evolusi signifikan dalam lanskap MICE India, dengan pergeseran menuju acara eksperiensial, integrasi teknologi, dan keberlanjutan. 

Acara hibrida, pengalaman yang dipersonalisasi, dan analisis data membentuk industri, sementara fokus pada kesehatan dan budaya lokal memperkaya pengalaman peserta. 

Partisipasi kami di Kongres MILT menggarisbawahi nilai jaringan, mengeksplorasi peluang baru, dan mengikuti tren. Inovasi teknologi seperti AI, VR, dan AR meningkatkan keterlibatan, dan geografi India yang beragam memungkinkan rencana perjalanan yang unik, meningkatkan daya tarik MICE dan perjalanan mewah, tambah Varsha Yadav.

Mengantisipasi pertumbuhan berkelanjutan di sektor-sektor ini, didorong oleh teknologi, keberlanjutan, dan personalisasi. Sandeep V Dandekar, Direktur Senior, NTT Global Data Centres, setuju mengenai pentingnya Kongres.

“India secara unik mampu menyediakan keragaman tinggi dalam hal pengalaman dan peluang yang seperti beberapa negara berbeda di satu negara, baik itu komponen MICE apa pun, yaitu Rapat, Insentif, Konferensi, atau Pameran. Selain itu, transformasi yang telah terjadi dan terus berlanjut di India terkait dengan infrastruktur & fasilitas terkait perjalanan MICE, membuatnya sangat mudah dan menarik untuk mempertimbangkan India sebagai lokasi/tujuan MICE yang disukai,” ungkapnya.

Peserta MICE India & Luxury Travel Congress    ( MILT) Tahunan ke-11,

Selain itu, untuk ekonomi dengan nilai mata uang yang lebih tinggi, secara alami menjadi pilihan dengan nilai terbaik untuk uang karena keuntungan konversi mata uang yang dimiliki ekonomi tersebut.” kata  Rashmi Chadha.

Menurut dua, sebagai pendiri Wovoyage, partisipasinya dalam Kongres MILT didorong oleh kesempatan untuk terhubung dengan para pemimpin industri, mengikuti tren terkini, dan mendorong kolaborasi. 

Kongres ini terbukti sangat berharga untuk membangun jaringan dengan dewan pariwisata dan hotel, mendapatkan wawasan dari para pembicara terkenal, dan menemukan tren baru. 

Dia sangat antusias dengan kesempatan untuk mengeksplorasi ide-ide inovatif dan mengembangkan paket perjalanan yang unik. Dengan memanfaatkan geografi India yang beragam, dia bertujuan untuk menawarkan pengalaman yang disesuaikan untuk pelancong wanita, dengan fokus pada keselamatan, komunitas, dan rencana perjalanan khusus.

Dushyant Bhalla, Direktur & CEO Aabee Resort & Travel, mengatakan lanskap acara MICE di India telah berkembang pesat, dengan destinasi baru dan unik seperti Maroko, Islandia, dan Jepang yang semakin menonjol, dan lokasi baru seperti Baku dan Almaty yang dapat diakses melalui penerbangan langsung. 

Partisipasi kami dalam platform seperti Kongres MILT sangat penting untuk mengikuti tren industri dan bertemu klien. Geografi India yang beragam, dengan infrastruktur dan konektivitas yang ditingkatkan, menawarkan berbagai pengalaman perjalanan, dari taman nasional hingga destinasi pantai, yang melayani semua preferensi dan musim. 

“Ke depannya, pasar perjalanan mewah diproyeksikan mencapai US$200 miliar pada tahun 2030, dengan perjalanan pengalaman dan MICE mewah yang diharapkan tumbuh 3,5 kali lipat dalam lima tahun ke depan.” kata Bhavnesh Sawhney, Co-Founder FB Celebrations.

Lanskap MICE di India telah berubah secara dramatis. Jika dulu para profesional India bepergian ke luar negeri untuk mendapatkan peluang internasional, kini perusahaan global semakin banyak datang ke India, tambahnya.

Menurut dia, berpartisipasi dalam Kongres Tahunan MILT ke-11 terbukti bermanfaat untuk menjalin hubungan yang signifikan dan membangun kemitraan dengan pembeli terkemuka dalam perjalanan mewah. 

Platform ini sangat berharga untuk jaringan profil tinggi, mengakses tren industri terbaru, dan terlibat dalam pertemuan satu lawan satu yang menawarkan pengembalian investasi yang substansial. 

“Kami bersemangat untuk mengeksplorasi solusi inovatif, berkolaborasi dengan para pemimpin industri, dan memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan penawaran kami,”

Dengan geografi India yang beragam, para pemangku kepentingan memiliki peluang unik untuk memamerkan kekayaan budaya, retret kesehatan, dan tur ramah lingkungan, menjadikannya tujuan utama untuk MICE dan perjalanan mewah.

Menambah kegembiraan, Penghargaan Keunggulan MILT 2024 merayakan pencapaian luar biasa di sektor MICE dan perjalanan mewah, mengakui para pemimpin atas program mereka yang inovatif dan berdampak.

Merayakan keberhasilan Kongres Tahunan MICE India dan Perjalanan Mewah (MILT) ke-11, Direktur QnA International, 

Sidh NC menyimpulkan, “Di masa lalu, para profesional bisnis India harus bepergian ke luar negeri untuk mendapatkan peluang bisnis internasional. Saat ini, perusahaan dan korporasi internasional semakin banyak datang ke India untuk terlibat dalam bisnis, yang telah mengubah lanskap acara Pertemuan, Insentif, Konferensi, dan Pameran (MICE). 

Kongres MILT 2024 mempertemukan pembeli dan pemasok, memfasilitasi ribuan pertemuan produktif dan berjam-jam berjejaring. Tingkat keterlibatan yang tinggi dari pengunjung internasional dan delegasi India menegaskan kembali reputasi kongres yang terhormat dan warisan keunggulan yang berkelanjutan.

 Jaipur, dengan pesona bersejarahnya dan infrastruktur yang dikembangkan, memberikan latar belakang yang sempurna untuk acara tahun ini. Kongres tersebut menyoroti lanskap MICE India yang berkembang pesat, ditandai dengan peralihan ke acara pengalaman, teknologi canggih, dan keberlanjutan. 

“Kami menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua mitra, pembicara, dan peserta kami atas kontribusi mereka yang tak ternilai,” kata Sidh NC

Dukungan dan wawasan mereka telah berperan penting dalam menjadikan Kongres MILT 2024 sukses besar. Kami berharap dapat melanjutkan kolaborasi kami dan mendorong keunggulan lebih lanjut di sektor MICE dan perjalanan mewah.”

 

Taipei Dinilai Sebagai Destinasi Asia paling Terjangkau

this formate

Orang-orang berbelanja di Pasar Malam Liouhe di Kaohsiung dalam sebuah foto tak bertanggal. Foto: Ge You-hao, Taipei Times

TAIPEI, bisniswisata.co.id: Tarif hotel yang lebih murah dan makanan kaki lima yang lezat menjadikan Taipei kota paling terjangkau di Asia untuk dikunjungi pada paruh kedua tahun ini, menurut analisis tren perjalanan yang dilakukan oleh majalah Leisure and Travel dan situs web Kayak.com.

Dilansir dari taipeitimes.com, Taipei dan sembilan kota Asia lainnya dipilih sebagai destinasi perjalanan terjangkau berdasarkan “rata-rata harga tiket pesawat ekonomi pulang pergi” dan “rata-rata harga menginap satu malam di kamar hotel standar ganda,” kata mereka.

Hasil analisis mereka, yang dipublikasikan pada Rabu minggu lalu, menunjukkan bahwa biaya rata-rata penerbangan pulang pergi dan satu malam di sebuah hotel di Taipei adalah US$1.141.

“Anda dapat menemukan hotel berperingkat tinggi dengan harga di bawah US$100 per malam; banyak pelancong baru-baru ini ke Taipei di Reddit melaporkan bahwa mereka dapat menemukan kamar hotel yang bagus, tetapi sederhana seharga US$45 per malam, bersama dengan banyak makanan jalanan yang menakjubkan seperti xiao long bao (pangsit kukus Cina), teh susu, dan es serut mangga,” kata mereka.

Banyak pasar malam di kota ini adalah tempat yang bagus untuk menemukan makanan dan suvenir murah, mereka menambahkan.

“Jika sup mi sapi Taiwan dan kue nanas memanggil nama Anda, sekaranglah saatnya untuk memesan,” kata mereka.

Taipei diikuti oleh Kota Ho Chi Minh dan Jakarta, dengan penerbangan pulang pergi dan menginap satu malam masing-masing seharga US$1.452 dan US$1.478, analisis menunjukkan. Tujuan perjalanan terjangkau lainnya di Asia adalah New Delhi, Bangkok, Manila, Tokyo, Kuala Lumpur, Hanoi, dan Osaka.

Pakar tren perjalanan konsumen Kayak.com Kayla Inserra DeLoache menyarankan para pelancong untuk merencanakan perjalanan mereka selama “musim sepi” dari Oktober hingga November, ketika mereka dapat menghemat hingga 12 persen untuk penerbangan dibandingkan dengan musim perjalanan puncak dari Mei hingga Juli.