PATA dan Tourism Seasonality Summit Tandatangani MoU Tangani Tantangan Musiman Pariwisata Regional

this formate

Peter Semone, Ketua, PATA; Ged Brown, CEO, World Tourism Seasonality Summit; dan Noor Ahmad Hamid, CEO, PATA

BANGKOK, bisniswisata.co.id: Pacific Asia Travel Association (PATA) mengumumkan kolaborasi strategis dengan Tourism Seasonality Summit (TSS), yang berfokus pada penanganan tantangan musiman di destinasi pariwisata di seluruh kawasan Asia Pasifik.

Nota Kesepahaman (MoU) secara resmi ditandatangani oleh CEO World Tourism Seasonality Summit Ged Brown dan CEO PATA Noor Ahmad Hamid selama Forum Pengetahuan PATA pada tanggal 27 Agustus, yang merupakan bagian dari program PATA Travel Mart 2024.

“PATA senang dapat memperkuat hubungan kami dengan Tourism Seasonality Summit dan mengatasi salah satu tantangan paling mendesak di industri kami,” kata CEO PATA Noor Ahmad Hamid. 

Menurut dia, kolaborasi ini sejalan dengan misi Asosiasi untuk menyatukan anggota sektor swasta dan publik guna meningkatkan nilai, kualitas, dan pertumbuhan perjalanan dan pariwisata yang berkelanjutan. 

‘Dengan bekerja sama, kami bertujuan untuk mengembangkan strategi yang akan mengelola dan mengurangi dampak musiman pariwisata secara efektif,” 

Perjanjian ini menandakan komitmen bersama untuk mengatasi tantangan pariwisata musim puncak, yang sering kali berkontribusi terhadap pariwisata yang berlebihan.

Kedua organisasi berdedikasi untuk menjaga, melestarikan, dan memperkaya pengalaman pariwisata bagi generasi pelancong masa depan dan masyarakat tuan rumah.

“Tourism Seasonality Summit adalah satu-satunya acara perjalanan dan pariwisata yang difokuskan sepenuhnya untuk menyelesaikan masalah musiman yang dihadapi destinasi pariwisata, bandara, dan maskapai penerbangan, “ kata Ged Brown, CEO World Tourism Seasonality Summit.

Dengan Asia yang memimpin pertumbuhan pariwisata masa depan di seluruh dunia, kami senang bermitra dengan PATA sebagai komunitas industri perjalanan paling berpengaruh di Asia dan kami berharap dapat menyambut anggota PATA di acara perdana di Routes World di Bahrain pada tanggal 8 Oktober dan di acara mendatang kami pada tahun 2025, ujarnya

 Kolaborasi ini juga akan memberikan keuntungan bersama, seperti pengenalan merek yang lebih baik dan kesempatan untuk berbicara di acara masing-masing organisasi, dan masih banyak lagi.

 

UN Tourism dan FIA Perkuat Kemitraan untuk Memajukan Pariwisata Olahraga Berkelanjutan0

this formate

MADRID, bisniswisata.co.id: Nota Kesepahaman (MoU) yang baru menandai langkah maju dalam kemitraan aantaraUN Tourism dan FIA  yang menyoroti dedikasi bersama mereka untuk memajukan praktik berkelanjutan dan meningkatkan kesadaran tentang dampak positif Pariwisata Olahraga pada destinasi wisata.

Dengan menggabungkan keahlian dan pengaruh, MoU ini bertujuan untuk memanfaatkan kekuatan acara olahraga kelas dunia untuk mendorong pariwisata, pertumbuhan ekonomi, dan keberlanjutan.

MoU tersebut ditandatangani oleh Presiden FIA Mohammed Ben Sualyem dan Sekretaris Jenderal Pariwisata PBB Zurab Pololikashvili selama akhir pekan Grand Prix Formula 1 di Monza, Italia.

Sekretaris Jenderal Pariwisata PBB Zurab Pololikashvili mengatakan persinggungan antara olahraga dan pariwisata menawarkan potensi besar bagi pembangunan berkelanjutan, pertumbuhan ekonomi, dan promosi pertukaran budaya.

“Kemitraan kami dengan Anggota Afiliasi FIA merupakan langkah maju yang penting dalam mewujudkan potensi ini.”

Bergabung dengan Sekretaris Jenderal dalam penandatanganan perjanjian tersebut, Presiden FIA Mohammed Ben Sulayem. “Kemitraan dengan UN Tourism ini merupakan bukti komitmen FIA yang teguh terhadap pariwisata berkelanjutan dan tanggung jawab sosial.” ujarnya.

Dengan menyelaraskan inisiatif global kami dengan misi UN Tourism, kami tidak hanya mempromosikan perjalanan yang bertanggung jawab tetapi juga menetapkan tolok ukur baru untuk keberlanjutan di semua acara FIA, tambah Mohammed Ben Sulayem.

“Dedikasi kami melampaui advokasi, kami secara aktif menerapkan praktik berkelanjutan, mendidik generasi mendatang, dan mendorong perubahan yang berarti dalam dunia olahraga dan pariwisata,” ungkapnya.

UN Tourism dan FIA: 40 tahun kolaborasi

Selama lebih dari 40 tahun menjadi Anggota Afiliasi dengan UN Tourism, FIA telah menjadi entitas terkemuka di bidang olahraga bermotor global dan pariwisata berkelanjutan.

Di bawah kepemimpinan Ben Sulayem, Federasi mengawasi beberapa acara balap motor paling bergengsi di dunia, termasuk Formula 1, yang menarik jutaan penggemar internasional dan secara signifikan meningkatkan pariwisata lokal di kota-kota tuan rumah.

Sebagai bentuk pengakuan atas kontribusinya, Presiden FIA, Mohammed Ben Sulayem telah ditunjuk sebagai Duta Pariwisata Berkelanjutan PBB untuk kategori “Olahraga”.

Penunjukan ini menyoroti dedikasinya dalam mengintegrasikan keberlanjutan ke dalam acara dan aktivitas olahraga bermotor, mempromosikan inisiatif yang sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), dan meningkatkan lanskap pariwisata global.

“Saya merasa terhormat atas nama FIA untuk ditunjuk sebagai Duta Pariwisata Berkelanjutan PBB. FIA telah menjadi penentu tren di bidang ini dalam bidang olahraga, mobilitas, dan pariwisata. Bersama dengan mitra kami di UN Tourism, saya akan memastikan bahwa federasi terus berfokus pada penyediaan solusi keberlanjutan yang penting bagi semua.

Pariwisata Olahraga: Meningkatnya Relevansi

Kolaborasi antara UN Tourism dan FIA akan berkontribusi untuk memajukan pemahaman tentang potensi Pariwisata Olahraga. Dengan perkiraan nilai sebesar $609 miliar, dan dengan tingkat pertumbuhan tahunan sebesar 17,5%

Sektor ini merupakan salah satu sektor yang tumbuh paling cepat dalam pariwisata, dengan sektor pariwisata dan olahraga yang saling terkait erat melalui dampaknya secara sosial dan budaya serta perannya dalam diversifikasi ekonomi dan pembangunan sosial.

Seiring dengan terus dipromosikannya bidang yang dinamis ini oleh UN Tourism, Kongres Pariwisata Olahraga Dunia ke-3 yang akan datang (Madrid, Spanyol, 28-29 November 2024) akan menjadi platform utama untuk memajukan diskusi ini.

FIA diharapkan untuk memainkan peran aktif, membawa keahliannya ke garis depan perdebatan tentang keberlanjutan, pembangunan ekonomi, dan kolaborasi global dalam Pariwisata Olahraga.

Tentang FIA

Didirikan pada tahun 1904, dengan kantor pusat di Paris dan Jenewa, FIA adalah organisasi nirlaba. Organisasi ini menyatukan 243 anggota klub otomotif dan olahraga motor dari 147 negara di lima benua.

Klub-klub anggotanya mewakili jutaan pengendara, pengguna mobilitas, dan profesional serta relawan olahraga motor. Dalam olahraga bermotor, FIA mengatur peraturan dan regulasi untuk semua olahraga roda empat internasional, termasuk Kejuaraan Reli Dunia FIA dan kejuaraan reli regional, untuk memastikan penyelenggaraan acara yang adil, diatur dengan baik, dan aman di seluruh penjuru dunia. Dalam bidang Mobilitas, FIA bertujuan untuk memastikan bahwa sistem transportasi yang aman, terjangkau, dan bersih tersedia untuk semua orang.

Kemenparekraf Siap Dukung Penyelenggaraan “Bali International Air Show 2024”

this formate

NUSA DUA, BALI, bisniswisata.co.id:  Kemenparekraf siap mendukung event spektakuler “Bali International Air Show 2024” yang akan berlangsung di South Apron, I Gusti Ngurah Rai Bali International Airport pada 18 – 21 September 2024.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf/Kabaparekraf), Sandiaga Salahuddin Uno, dalam Rakor bersama Menko Marves terkait persiapan Bali Air Show 2024, di Renaissance Hotel Nusa Dua, Bali, Selasa (3/9/2024), mengatakan Bali International Air Show 2024 akan menjadi daya tarik yang luar biasa utamanya wisata dirgantara.

“Dan ini adalah wisata yang berkualitas karena yang datang itu tinggalnya lebih lama dan juga pengeluarannya jauh lebih besar,” kata Menparekraf Sandiaga.

Menparekraf Sandiaga berharap perhelatan Bali International Air Show yang kembali digelar setelah 20 tahun absen dapat menarik 3.000 wisatawan pada trade days  (18-20 September 2024) dan 2.500 wisatawan selama dibuka untuk umum (21 September 2024).

“Ada satu hari nanti untuk umum bisa mencapai 3.000 kunjungan. Ini menjadi daya tarik yang perlu kita siapkan,” ujar Sandiaga.

Sandiaga menyatakan pihaknya siap mendukung sehingga event ini dapat lebih dikenal oleh masyarakat luas dan mendorong peningkatan jumlah kunjungan wisman dan pergerakan wisnus.

“Kita juga akan hadirkan nanti paket-paket wisatanya bekerja sama dengan industri agar tidak sia-siakan peluang ini,” ujar Sandiaga.

Bali International Air Show 2024 merupakan event air show dan pameran internasional bergengsi yang sangat menarik. Selain menggunakan special venue yaitu di Tribune Area South Apron I Gusti Ngurah Rai International Airport Bali, event ini juga memiliki rangkaian forum-forum internasional, B2B exhibition, business matching,  serta program sosial yang akan dilaksanakan di beberapa tempat lainnya.

“Profile_peserta di antaranya mereka para pegiat industri dirgantara mulai dari pabrikan dan ini yang datang (seperti) Boeing (juga) Airbus. Mereka ini adalah pebisnis dan ahli-ahli dirgantara. Dan ini juga kesempatan tadi ada PT. Dirgantara Indonesia untuk promosi, menjual lebih banyak produk-produk hasil karya anak bangsa,” kata Sandiaga.

Menko Marves Luhut B. Pandjaitan menyampaikan kesiapan Bali International Air Show 2024 yang akan dimulai pada 18 September 2024 sudah 80 persen. Luhut juga mengapresiasi kinerja panitia mulai dari Gubernur, Pemda, TNI AU, TNI AD, polisi hingga imigrasi.

“Kita lihat banyak pengamanan dilakukan oleh pecalang-pecalang sehingga budaya Bali itu kelihatan. Kemudian tadi ini kan juga airshow yang ada f-35 yang menarik juga. Saya kira orang lihat ini unik,” kata Luhut.

Hadir dalam pertemuan tersebut Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Kabasarnas), Marsdya TNI Kusworo; Pj. Gubernur Bali, Mahendra Jaya; dan seluruh tamu undangan.

Dalam kesempatan tersebut Menparekraf Sandiaga didampingi, Direktur Event Nasional dan Internasional Kemenparekraf/Baparekraf, Frans Handoko.

 

Konferensi Global UN- Tourism tentang Pariwisata Anggur Dorong Armenia untuk Fokus pada Warisan Budaya

this formate

MADRID, bisniswisata.co.id : Konferensi Global Pariwisata PBB tentang Pariwisata Anggur akan kembali berfokus pada tradisi dan warisan budaya. Konferensi edisi kedelapan, yang diselenggarakan bersama oleh Kementerian Ekonomi Republik Armenia, akan diselenggarakan di Yerevan (11-13 September 2024).

Dilansir dari traveldailynews.com, Konferensi tahun ini akan berfokus pada tema “Warisan dalam Setiap Botol: Membuat Pengalaman Wisata Wine yang Otentik,” yang menyoroti pentingnya mengembangkan strategi yang dapat melestarikan tradisi budaya dan memberi manfaat bagi masyarakat setempat.

Fokus utamanya adalah menghidupkan kembali tradisi dalam lanskap pariwisata wine yang terus berkembang, menyeimbangkan modernisasi dengan warisan budaya.

Sekretaris JenderalPariwisata PBB Zurab Pololikashvili mengatakan pariwisata wine terus berkembang, baik dalam popularitas di kalangan wisatawan maupun sebagai pilar pertumbuhan pedesaan dan pelindung warisan budaya.

“Konferensi Global tentang Pariwisata Anggur sekali lagi akan mempertemukan para pemimpin paling menarik di sektor ini, dan saya berharap dapat menyambut mereka semua di Yerevan, Armenia.” kata Zurab Pololikashvili.

“Armenia merasa terhormat menjadi tuan rumah Konferensi Global Pariwisata PBB ke-8 tentang Pariwisata Anggur,” kata Susanna Hakobyan, Penjabat Kepala Komite Pariwisata Republik Armenia.

Dengan tradisi pembuatan wine yang telah berusia ribuan tahun dan warisan budaya yang kaya, Armenia memiliki posisi yang unik untuk memamerkan praktik-praktik inovatif dan budaya wine yang luar biasa, ujarnya⁹ĺpppp

Konfepoorensi ini menawarkan platform unik untuk berkolaborasi, belajar, dan memajukan wacana global tentang pariwisata wine.”

Wilayah anggur ikonik dan para ahli terkemuka diwakili
Konferensi ini akan menampilkan inisiatif yang berhasil dan menyediakan platform untuk bertukar keahlian dan mengembangkan proyek-proyek inovatif. Perwakilan dari wilayah wine ikonik, termasuk Strada del Barolo (Italia); Bourgogne (Prancis), dan Mendoza (Argentina), akan mempresentasikan contoh-contoh praktik terbaik. Iter Vitis – Rute Budaya Dewan Eropa, juga akan berbagi wawasan dari perspektif jaringan.

Para peserta akan mengeksplorasi strategi untuk menarik dan melibatkan pengunjung, serta mendorong upaya terkoordinasi di antara para pemangku kepentingan untuk secara efektif mempromosikan rute dan pengalaman wine serta memaksimalkan dampak positifnya terhadap ekonomi dan komunitas lokal.

Konferensi ini akan menghadirkan para pemimpin industri terkemuka, seperti Catena Zapata, yang dinobatkan sebagai Kilang Anggur Terbaik Dunia untuk tahun 2023. Para peserta akan dapat menghadiri kelas master di kilang anggur Armenia yang terkenal, seperti gua Areni-1 yang bersejarah, kilang anggur tertua di dunia. Topiknya akan berkisar dari penerapan strategi e-commerce hingga integrasi teknologi dalam pariwisata wine yang berkelanjutan.

Diskusi juga akan berfokus pada pengembangan strategi komunikasi yang efektif untuk menjangkau audiens global. Pakar digitalisasi Jochen Heussner (Italia) akan terlibat dalam diskusi dengan para pakar pariwisata wine terkenal, termasuk Alder Yarrow, penulis wine terkenal (AS), Paul Wagner, dari Culinary Institute of America dan Napa Valley College (AS), dan Gergely Szolnoki, Profesor Riset Pasar di Geisenheim University (Jerman).

Peningkatan Investasi Energi dan Sektor Bisnis Alternatif

IAF ke-2: Peningkatan Investasi Energi dan Sektor Bisnis Alternatif

this formate

IAF-ke2-HLF MSPBALI, bisniswisata.co.id: Indonesia berhasil mencapai kesepakatan investasi di sektor energi dengan nilai investasi total US$1,5 miliar pada High-Level Forum on Multi-Stakeholder Partnerships (HLF MSP) dan Indonesia-Africa Forum (IAF) ke-2 di Bali, 1—3 September 2024.

Indonesia juga mencapai kesepakatan investasi di sektor bisnis alternatif dengan nilai kesepakatan sekitar US$1,26 miliar. Demikian disampaikan Direktur Afrika, Direktorat Jenderal Asia, Pasifik dan Afrika Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Dewi Justicia Meidiwaty di Nusa Dua, Bali.

Melihat potensi nilai investasi disektor bisnis alternatif yang cukup besar, semakin membuka peluang bagi pelaku industri di Indonesia untuk melakukan ekpansi pasar ke Afrika.

“Salah satu sektor potensial tersebut adalah sektor bisnis kosmetik. Perusahaan asal Indonesia, PT Tirta Ayu misalnya, telah berhasil melakukan penjajakan perluasan pasar ke Zimbabwe dengan membuka franchise yang akan disepakati dalam waktu dekat,” kata Meidiwaty.

Selain dengan Zimbabwe, PT Tirta Ayu juga telah merencanakan pembangunan pabrik kosmetik di Eswatini. Komoditas ekspor utama Indonesia ke Eswatini didominasi oleh sektor manufaktur, tekstil, produk kimia, dan alas kaki. Melalui ekspansi perusahaan Indonesia di sektor kosmetik akan semakin membuka diversifikasi pasar produk Indonesia di negara tersebut.

Indonesia-Africa-Peningkatan-Investasi
Menyongsong masa depan bersama untuk keselarasan visi Indonesia Emas 2045 dan Agenda Afrika 2063

Pada IAF ke-2 dan HSF MSP juga ditandatagani MoU empat perusahaan asal Tanzania dengan Indonesia, yaitu PT Essa Industries, Tanzania Petroleum Development Corporation (TPDC), Tanzania Fertilizer Regulatory Authority (TFRA), dan Tanzania Investment Center (TIC) mengenai rencana pembangunan pabrik pengolahan gas alam menjadi amonia/pupuk.

“Hal ini sejalan dengan upaya kedua negara untuk medukung ketahanan pangan di masa depan,” kata Direktur Meidiwaty.

Nigeria juga tidak luput dari sasaran para pebisnis Indonesia dalam sektor teknologi pangan, salah satunya adalah PT Saputra Global Harvest yang akan melakukan penjualan alat produksi pupuk berbahan bakar batu bara.

Selain kosmetik, pupuk, dan teknologi pertanian, juga terdapat perusahaan Indonesia PT Investasi Cemindo Gemilang yang telah mengakuisisi pabrik semen Alpha Ciment SA di Madagaskar melalui kemitraan dengan Gamma Civic, Mauritius.

Bidang Energi

Kesepakatan bidang energi menjadi capaian yang menjanjikan dari target kesepakatan delebrasi AIF 2024 senilai total US$3,5 miliar,jelas Direktur Meidiwaty.

Lebih jauh dipaparkan bahwa beberapa kesepakatan yang dicapai, antara lain, penandatanganan kontrak training antara PT. Pertamina Training & Consulting (PTC) dengan Petrofound Namibia yang akan dilakukan di Integrated Drilling Training Center (IDTC), Indonesia. Dengan Tanzania, PT Pertamina telah mendapatkan redistribusi 60% saham Wentworth Resources di Blok gas Mnazi Bay.

PT PLN juga telah melakukan kerja sama pengembangan energi panas bumi dengan Tanesco dan Tanzania Geothermal development Company/TGDC dengan target pengembangan sebesar 225 MW di Natron, Luhoi, dan Ngozi.

Berbagai kesepakatan antara Indonesia-Tanzania juga merupakan hasil tindak lanjut kunjungan Presiden RI ke Tanzania pada 21-22 Agustus 2023 yang menghasilkan sejumlah komitmen kerja sama, khususnya di bidang energi.

Ditambahkan Direktur Afrika Kemlu, selain kesepakatan antara Indonesia dengan negara-negara Afrika, IAF ke-2 juga menjadi forum yang memfasilitasi kesepakatan antarnegara Afrika.

“Salah satunya adalah komitmen kerja sama antara Mozambik dengan Afrika Selatan terkait eksplorasi dan komersialisasi gas EPCC Buzi,” katanya.

Selain BUMN, sektor swasta juga berhasil meraih nilai investasi dengan Afrika, antara lain PT Energi Mega Persada (EMP) dengan Vutomi Energy melalui kerja sama komersialisasi Independent Power Plant (IPP) sebesar 500 megawatt.

Sejumlah kesepakatan di bidang energi semakin memperkuat kerja sama Indonesia-Afrika dalam mengamankan pasokan dan ketahanan energi di tengah kondisi geopolitik global yang tidak menentu.

Dengan berbagai komitmen kerja sama yang telah disepakati, diharapkan akan semakin memperkuat hubungan kerja sama antara Indonesia-Afrika untuk menyongsong masa depan bersama untuk keselarasan visi Indonesia Emas 2045 dan Agenda Afrika 2063. *

TTC Travel Mart ke-40 Bidik Potensi Pasar Pariwisata Indonesia Timur di Makassar

this formate

Suasana TTC Travel Mart, saat pertemuan pembeli ( buyer) dan Penjual ( seller) dari  dalam dan luat negri.

JAKARTA, bisniswisata.co.id:  TTC Indonesia tahun ini kembali menggelar TTC Travel Mart International di dua kota; Jakarta dan Makassar. Untuk penyelenggaraan di Jakarta digelar Senin, (2/9/2024) di Hotel Redtop, kemudian di Makassar digelar pada Rabu, (4/9/2024) di Hotel Four Points by Sheraton Makassar, Sulawesi Selatan.

Project Manager TTC Indonesia, Kidung Pascalis, mengatakan tahun ini. TTC Travel Mart International memasuki ke-40 penyelenggaraan dan mencatat antusiasme tinggi dari para pelaku industri pariwisata.

Bursa pariwisata independen yang digelar di Jakarta kali ini berhasil menarik perhatian lebih dari 1.000 buyers yang terdaftar, dengan kehadiran sekitar 538 buyers pada sesi pagi, selebihnya datang pada sesi sore hari.

“Minat besar ini memberikan tantangan baru bagi TTC Indonesia selaku penyelenggara untuk memenuhi harapan para sellers, khususnya yang dari mancanegara dan umumnya dalam negeri,” terang Kidung.

TTC Travel mart di Jakarta, lanjut kidung, terdapat 105 meja untuk sellers, namun jumlah sellers yang hadir mencapai lebih dari 140 karena adanya beberapa sellers yang berbagi meja.

Tahun ini, TTC Travel Mart juga menampilkan peningkatan partisipasi dari negara-negara seperti Vietnam dan Jepang, serta kehadiran sellers baru dari negara-negara Mediterania, Nepal, Slovenia, dan Uzbekistan.

Kidung pun menjelaskan bahwa kehadiran sellers dari Jepang sebagai sesuatu yang menarik, mengingat negeri Matahari Terbit ini selalu konsisten mengikuti TTC Travel Mart sejak tahun 2022.

Pariwisata Makassar Tumbuh Positif

Setelah Jakarta, TTC Travel Mart  melanjutkan perjalanannya ke Makassar. Meskipun jumlah buyers yang terdaftar di Makassar tidak sebesar seperti di Jakarta, sekitar 100 buyers yang sudah mendaftar, Kidung tetap optimis dengan potensi pasar di Indonesia Timur.

Di Makassar, terdapat sekitar 80 sellers yang hadir, termasuk sellers dari negara-negara Asia Tenggara seperti Malaysia, Singapura, Thailand, Vietnam, China, juga Eropa.

Kidung menekankan ke para sellers agar lebih sabar dan memberikan edukasi dalam menghadapi pasar Makassar. Ia mengakui bahwa pasar di Makassar berbeda dari Jawa, baik dari segi kapasitas pasar maupun pengetahuan.

“Oleh karena itu, kami mendorong ke para sellers untuk fokus pada membangun hubungan jangka panjang dengan para buyers, bukan hanya mencari transaksi langsung. Sebab ketika pasar sudah jadi, maka kalian (sellers) yang ikut pasti akan dihubungi oleh buyers Makassar,” urai Kidung.

Makassar dianggap sebagai hub utama untuk Indonesia Timur, dan TTC Travel Mart melihat potensi besar di kawasan ini, terutama dengan dukungan yang kuat dari asosiasi lokal seperti Astindo, ASPPI, dan ASITA.

Para sellers diharapkan dapat memperkenalkan destinasi-destinasi baru dan membantu membuka pasar pariwisata yang lebih luas di Indonesia Timur.

Dengan segala tantangannya, Pascalis tetap yakin bahwa TTC Travel Mart di Makassar akan berhasil, terutama dengan semangat belajar dan dukungan yang besar dari komunitas lokal.

Pameran TTC Travel Mart di Makassar ini bukan hanya tentang mencari bisnis, tetapi juga tentang edukasi dan membangun fondasi untuk masa depan pariwisata yang lebih kuat di Indonesia Timur.

Mausoleum Hồ Chí Minh Sambut Lebih dari 30.500 pengunjung pada Hari Nasional

this formate

Ribuan orang mengunjungi Mausoleum Hồ Chí Minh di Hà Nội pada Hari Nasional. —Foto VNA/VNS

HANOI, bisniswisata.co.id: Mausoleum Hồ Chí Minh di Hà Nội menyambut 30.575 pengunjung, termasuk 231 orang asing, pada Hari Nasional (2 September), menurut dewan manajemennya.

Dilansir dari vietnamnews, dewan tersebut berkoordinasi erat dengan Departemen Keamanan Publik Hanoi dan lembaga, unit, serta otoritas setempat untuk menciptakan kondisi yang menguntungkan bagi masyarakat dan wisatawan internasional untuk mengunjungi makam tersebut dengan nyaman dan aman.

Departemen Pariwisata Hanoi dan dewan pengelola makam menyediakan air, susu, dan kue kering gratis bagi semua pengunjung pada hari itu.

Presiden Ho Chi Minh lahir pada tanggal 19 Mei 1890, di Komune Kim Lien, Distrik Nam Đàn, Provinsi Nghệ An. Ia mengabdikan seluruh hidupnya untuk tujuan pembebasan nasional sambil tanpa lelah berjuang demi perdamaian dan kemajuan di seluruh dunia.

Ia memimpin perjuangan kemerdekaan nasional dan mendirikan Republik Demokratik Vietnam, yang sekarang menjadi Republik Sosialis Vietnam, pada tahun 1945.

Presiden tersebut meninggal pada tahun 1969. Jenazahnya dibalsem dan ditempatkan dalam peti mati kaca di dalam makam granit.

Makam ini telah menjadi landmark penting ibu kota dan merupakan bagian integral dari sejarah politik dan sosial Vietnam.

Setiap tahun, pada tanggal 2 September merupakan momen bersejarah bagi masyarakat Vietnam. Pasalnya, tanggal tersebut diperingati sebagai Hari Kemerdekaan Vietnam dari penjajahan Prancis pada tahun 1945.

Prancis secara bertahap mendominasi Vietnam melalui misionaris serta perdagangan pada abad ke-19. Saat itu adalah pertama kalinya dalam sejarah, bangsa Vietnam harus menghadapi invasi negara Barat.

Perjuangan melawan pemerintahan Prancis yang terjadi menghasilkan Perjanjian Jenewa. Hal itu terjadi pada Juli 1954 yang menandai berakhirnya penjajahan Prancis terhadap Vietnam.

Kemudian, Proklamasi Kemerdekaan dilakukan pada tanggal 2 September 1945. Tanggal itu juga menjadi pertanda bahwa Republik Demokratik Vietnam berdiri secara resmi.

Biasanya, untuk memperingati hari besar kenegaraan ini, tanggal 2 dan 3 September ditetapkan sebagai libur nasional di Vietnam. Dalam merayakan hari besar tersebut diisi dengan pidato kenegaraan hingga karnaval.

 

 

Filipina Jadi Tuan Rumah World Travel Awards 2024 

this formate

MANILA , bisniswisata.co.id:  Filipina akan menjadi tuan rumah World Travel Awards (WTA) Asia & Oceania Gala Ceremony 2024 yang bergengsi pada tanggal 3 September, menurut Departemen Pariwisata (DOT)

Dalam sebuah pernyataan, lembaga tersebut mengatakan penyelenggaraan acara tersebut memperkuat posisi negara tersebut sebagai destinasi utama Pertemuan, Insentif, Konferensi, dan Pameran (MICE) dan menandai semakin populernya negara tersebut sebagai lokasi untuk acara tingkat tinggi.

“Ini tidak hanya menandai tonggak sejarah pariwisata bagi negara kita di bawah pemerintahan Marcos, tetapi juga menjadi bukti semakin menonjolnya Filipina dan kesiapannya untuk menjadi tuan rumah acara internasional berkaliber tinggi,” kata Menteri Pariwisata Christina Frasco.

“Kami senang bahwa organisasi global yang terhormat, seperti World Travel Awards, mengakui kapasitas kami untuk memberikan keramahtamahan kelas dunia, manajemen acara yang unggul, dan pengalaman pariwisata yang tak tertandingi,” tambahnya, melihat gala tersebut sebagai jalan untuk membangun jaringan dengan berbagai pemangku kepentingan pariwisata di kawasan tersebut.

Ini adalah pertama kalinya WTA menyelenggarakan malam penghargaannya di Filipina, yang juga bersaing untuk mendapatkan tujuh pengakuan:
*Destinasi Pantai Terkemuka di Asia

*Destinasi Menyelam Terkemuka di Asia

*Destinasi Pulau Terkemuka di Asia

*Intramuros sebagai Daya Tarik Wisata Terkemuka di Asia

*Boracay sebagai Destinasi Pulau Mewah Terkemuka di Asia

*Cebu sebagai Destinasi Pernikahan Terkemuka di Asia

*Departemen Pariwisata sebagai Badan Pariwisata Terkemuka di Asia

Frasco mengatakan nominasi tersebut menggarisbawahi “upaya tanpa henti dari pemerintah dan pemangku kepentingan pariwisata kami untuk menumbuhkan lingkungan tempat pariwisata dapat berkembang secara berkelanjutan dan inklusif.”

“Kesempatan menjadi tuan rumah ini datang pada waktu yang tepat. Setiap nominasi ini menandakan pengakuan atas keunikan dan keragaman yang ditawarkan oleh negara kepulauan kita yang indah—mulai dari pantai-pantai yang masih asli dan lokasi menyelam yang terkenal di dunia hingga budaya dan makanan yang semarak serta keramahtamahan dan keramahan alami masyarakat Filipina,” katanya.

Acara karpet merah yang diselenggarakan oleh DOT akan diadakan di City of Dreams Manila. Selain WTA, negara ini juga meraup banyak nominasi untuk berbagai penghargaan perjalanan, termasuk Wanderlust Travel Magazine’s 23rd Annual Wanderlust Reader Travel Awards.

Filipina dinominasikan untuk Most Desirable Country (Rest of the World), Cebu – Most Desirable Region (Rest of the World), dan Palawan – Most Desirable Island (Rest of the World).

Negara ini juga mengincar penghargaan Best Beach, Best Island Destination, dan Best Wedding Destination di International Travel Awards 2024 – sebuah program tahunan yang mengakui perusahaan-perusahaan dengan kinerja terbaik di industri Pariwisata dan Perhotelan, termasuk dewan pariwisata dan objek wisata.

DOT juga dinominasikan di Asia Best of Best Awards untuk kategori Best in Service – Customer Support, Best Marketing Campaign, dan Best Woman Leader (Frasco).

“Nominasi ini menginspirasi kami yang berkecimpung di sektor pariwisata untuk terus menjalankan misi kami,” imbuhnya.  (PNA)

Wisatawan Thailand Wisata di Dalam Negei Tapi Kurangi Pengeluaran Di tengah Promosi Produk Lokal

this formate

Rata-rata pengeluaran untuk perjalanan domestik adalah sekitar 4.000 baht per orang, yang relatif rendah karena popularitas perjalanan sehari yang tidak memerlukan menginap.

BANGKOK,  bisniswisata.co.id:  Otoritas Pariwisata Thailand (TAT) telah menetapkan target untuk tahun 2024 guna mempromosikan pariwisata dalam negeri, dengan target 200 juta wisatawan Thailand yang bepergian di dalam negeri, dengan target pendapatan sebesar 1,08 triliun baht.

Meskipun jumlah wisatawan dalam negeri berada di jalur yang tepat, dengan 160 juta perjalanan yang dilakukan dalam tujuh bulan pertama tahun ini menghasilkan 582 miliar baht, pengeluaran per perjalanan telah menurun karena ekonomi yang lesu.

Dilansir dari pattayamail.com, Somrudee Chitjong, Deputi Gubernur untuk Pemasaran Domestik di TAT, menyoroti bahwa meskipun orang Thailand terus bepergian, mereka menghabiskan lebih sedikit uang, khususnya untuk berbelanja, karena mereka memasuki mode yang lebih hemat.

Penurunan pengeluaran belanja cukup signifikan, dengan wisatawan merasa bahwa produk yang dijual di destinasi wisata tidaklah unik, sehingga mengurangi insentif untuk berbelanja.

Untuk mengatasi hal ini, TAT tengah menjajaki cara untuk mempromosikan produk lokal yang sulit ditiru, seperti minuman beralkohol khusus daerah seperti minuman beralkohol lokal, anggur buah, dan alkohol berbahan dasar beras.

Barang-barang ini dapat menjadi produk khas bagi wisatawan untuk dibeli dan dibawa pulang sebagai oleh-oleh.

Dalam jangka pendek, Somrudee menunjukkan bahwa masih ada potensi pertumbuhan dalam kategori “aktivitas”.

Biasanya, wisatawan Thailand menghabiskan lebih sedikit uang untuk aktivitas rekreasi saat bepergian, tetapi TAT berencana untuk mengubah persepsi itu dengan kampanye bertajuk “Bepergian dengan Cara Anda, Nikmati Aktivitas yang Anda Sukai.”

Kampanye ini akan mendorong wisatawan Thailand untuk berpartisipasi dalam berbagai kegiatan, termasuk menyelam, arung jeram, berkayak, mengendarai ATV, panjat tebing, pelatihan Muay Thai, pijat ala Thailand, melukis tembikar tradisional, bermain golf, dan menari swing, dan masih banyak lagi.

Saat ini, pengeluaran rata-rata untuk perjalanan domestik adalah sekitar 4.000 baht per orang, yang relatif rendah karena populernya perjalanan sehari yang tidak memerlukan menginap.

Namun, Somrudee yakin tren ini sedang bergeser, dengan semakin banyaknya orang Thailand yang mulai melihat hotel sebagai tujuan wisata, yang berpotensi menyebabkan peningkatan pengeluaran untuk akomodasi dan pengalaman perjalanan secara keseluruhan.

Indonesia- Afrika Forum ke-2 : Membangun Masa Depan Bersama

Indonesia- Africa Forum ke-2 : Membangun Masa Depan Bersama

this formate

BALI, bisniswisata.co.id: Perhelatan Indonesia-Africa Forum (IAF) ke-2 di Nusa Dua, Bali pada 1—3 September 2024 dirancang sebagai katalisator perubahan, gagasan dan ide, dapat diwujudkan dalam aksi nyata. Kesepakatan yang dihasilkan dalam Indonesia-Africa Forum bersifat deliverables, kesepakatan yang dapat diimplementasikan dan memberikan dampak langsung.

Sektor-sektor prioritas yang menjadi fokus utama mencakup transformasi ekonomi, energi dan pertambangan, ketahanan pangan, kesehatan, serta kerja sama pembangunan, jelas Wakil Menteri Luar Negeri Republik Indonesia Pahala Nugraha Manshury di Jakarta.

“Untuk sektor swasta dan BUMN, diperkirakan akan ada perjanjian dengan nilai mencapai USD3,5 miliar atau sekitar Rp58 triliun. Kami berharap forum ini tidak hanya membahas rencana-rencana untuk membangun kerja sama antara Indonesia dan Afrika, tetapi juga menghasilkan rencana konkret, mengingat potensi besar yang dapat dikembangkan antara keduanya,” ungkapnya lebih lanjut.

Hal senada dikatakan Duta Besar Rwanda pertama untuk Indonesia, Abdul Karim Harerimana
bahwa IAF ke-2 juga akan berfungsi sebagai forum pertukaran ide dalam mengatasi tantangan pembangunan.

Pada kesempatan ini, Presiden Rwanda, menjadi narasumber dan berbagi pengalaman dalam memperkuat kerja sama pembangunan internasional. Hal itu diharapkan dapat semakin memperkuat hubungan bilateral antara Indonesia dan Rwanda serta negara-negara Afrika secara keseluruhan.

Selain Presiden Rwanda, IAF II juga akan dihadiri oleh enam kepala negara Afrika lainnya, yaitu Presiden Liberia, Presiden Ghana, Perdana Menteri Eswatini; Presiden Zanzibar yang mewakili Tanzania, dan Wakil Presiden Zimbabwe.

IAF merupakan platform utama bagi Indonesia serta negara-negara Afrika untuk memperkuat hubungan bilateral, merumuskan langkah strategis, dan melakukan upaya bersama dalam menghadapi tantangan global yang semakin kompleks.

Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia menegaskan komitmen kuat untuk membangun jembatan kerja sama yang kokoh dengan negara-negara Afrika. IAF ke-2 diharapkan dapat melahirkan kesepakatan dan gagasan baru melalui semangat kebersamaan, guna membentuk masa depan yang lebih baik bagi generasi mendatang.

Side Event

Sebagai langkah konkret untuk memperkuat kerja sama Indonesia-Afrika di berbagai tingkatan dan bidang, Indonesia menyiapkan beberapa side events pada rangkaian kegiatan IAF ke-2 di Bali. Beberapa side events yang disiapkan oleh kementerian/lembaga itu antara lain Indonesia-Africa Parliamentary Forum (IAPF), Country Specific Business Forum, Penandatanganan MoU Artisanal Mining RI-Kenya, Penandatanganan MoU antara EMP dan GUMA, Pertemuan Konsul Kehormatan Indonesia di Kawasan Afrika, Workshop on Downstreaming Mining with Value Added Indonesia-Africa, Diskusi Panel Tony Blair Institute tentang AfCFTA, dan Penandatanganan beberapa MoU dengan perkiraan nilai mencapai USD 3,5 miliar.

Direktur Afrika Kementerian Luar Negeri RI Dewi Justicia Meidiwaty mengatakan kegiatan side events, menjadi ajang memperluas jejaring, melakukan diskusi konstruktif, serta menggali potensi kerja sama, khususnya di bidang ekonomi.

Dengan mengusung tema “Bandung Spirit for Africa’s Agenda 2063”, IAF ke-2 mengundang 54 negara di Afrika untuk bersama-sama membahas potensi kerja sama yang saling menguntungkan di berbagai bidang. Penyelenggaraan IAF ke-2 akan dirangkai dengan High Level Forum on Multi-Stakeholder Partnerships (HLF-MSP).

Penyelenggaraan IAF 2024 merupakan kelanjutan dari kesuksesan IAF pertama yang dilaksanakan pada 2018. Forum ini bertujuan untuk mengimplementasikan modalitas Bandung Spirit yang digagas oleh para pendiri bangsa, dengan fokus pada kemanfaatan ekonomi dan kesejahteraan bagi masyarakat di Indonesia dan Afrika melalui kerja sama pembangunan yang saling menguntungkan. IAF ke-2 di Bali, memperkuat kolaborasi di empat sektor prioritas yaitu ketahanan pangan, ketahanan energi, ketahanan kesehatan, dan ketahanan mineral. * Kemlu