Be My Guest: Episode Cloud

this formate

Perjalanan naik minibus otonom, sebuah kendaraan sepenuhnya otomatis tanpa bagian tradisional seperti kursi pengemudi, setir, pedal, atau kaca spion.

GUIYANG, Tiongkok, bisniswisata.co.id: Sejak 2014, Guizhou, sebuah provinsi yang indah di barat daya Tiongkok, telah muncul sebagai pusat perintis untuk pengembangan data besar, yang terkenal dengan sebutan “Lembah Data Tiongkok”.

Cuaca yang sejuk di musim panas, udara yang bersih, kondisi geologi yang stabil, perpaduan energi hidro dan panas yang unik, serta biaya listrik yang rendah menjadikan Guizhou sebagai lingkungan yang ideal untuk mengembangkan industri big data.

Sebagai zona percontohan big data pertama di Tiongkok, Guizhou telah mendorong dirinya menjadi yang terdepan dalam inovasi, terus menantang persepsi dan menetapkan tolok ukur baru di era digital.

Serial video pendek “Be My Guest • Fokus Guizhou”, yang diproduksi oleh TV Satelit Guizhou dan Pusat Komunikasi Internasional dari Stasiun Radio dan Televisi Guizhou, menampilkan fotografer internasional yang menjelajahi Guizhou yang dinamis dan beragam.

Dalam episode ini, vlogger asal Thailand Nalada Sungkitboon, yang dijuluki Labu, menerima undangan dari temannya Zhao Zehua-seorang mahasiswa jenius dari Sekolah Big Data dan Teknik Informasi di Universitas Guizhou-untuk mengungkap misteri “Cloud Guizhou”.

Perjalanan mereka dimulai saat mereka naik minibus otonom yang menggemaskan, sebuah kendaraan sepenuhnya otomatis tanpa bagian tradisional seperti kursi pengemudi, setir, pedal, atau kaca spion.

Inovasi mutakhir ini memberikan mereka pengalaman perjalanan yang segar, futuristik, dan aman. Mereka kemudian mengunjungi Grup Fosfat Guizhou, di mana mereka bertemu dengan “Wang Linlin” anjing robot yang kompak namun sangat mampu.

Dilengkapi dengan 5G, AI, dan navigasi otonom, Wang Linlin melakukan tugas seperti inspeksi cerdas dan deteksi gas beracun, memasuki area berbahaya untuk memastikan keselamatan di tempat kerja.

Setelah itu, mereka merasakan teknologi pencitraan digital, menciptakan figur digital unik mereka sendiri, dan kemudian berjalan-jalan di Pinggiran Pusat Data Cloud Huawei yang mirip dengan negeri dongeng di Gui’an.

Di sini, Song Qing, seorang ahli lokal, mengungkapkan teknologi cloud canggih yang menggerakkan transformasi digital cepat di Guizhou.

“Sebagai gadis Thailand yang mengunjungi Guizhou untuk pertama kalinya, saya sangat terkesan,” kata Labu. Kesan pertamanya tentang Guizhou adalah inovasi yang dinamis dan integrasi teknologi yang mulus.

Visi tentang “gaya hidup cloud” yang cerdas membuatnya terinspirasi, dan dia ingin untuk kembali ke provinsi luar biasa ini untuk lebih banyak pengalaman dan pemahaman yang lebih dalam tentang “Cloud Guizhou.”               (PR Newswire)

 

Kisah Inspiratif Kecintaan Sandy Agustinus pada Kain Sasirangan

this formate

BANJARMASIN, bisniswisata co.id: Mitos dan kutukan yang sudah tersebar dalam buku-buku kuno ternyata tidak menyurutkan niat Sandy Agustinus untuk mendalami proses pembuatan kain sasirangan Banjarmasin.

Anak SMA dari Kediri, kota di Jawa Timur ini ketika hijrah ke Banjarmasin mengikuti kedua orang tua yang berprofesi sebagai kontraktor, sudah langsung fokus pada kain tradisional khas Kalimantan Selatan , Sasirangan.

Apalagi Sasirangan yang berasal dari Kalimantan Selatan ini telah ditetapkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan sebagai salah satu dari 33 kain tradisional warisan budaya tak benda di Indonesia.

Sasirangan berasal dari kata sirang atau manyirang yang dalam bahasa banjar berarti menjelujur atau teknik menjahit menggunakan tangan. Motifnya dibuat dengan jahitan dengan teknik jelujur. Kainnya dari sutera, satin, santung, balacu, kaci, polyster, hingga rayon.

Di wikipedia tertulis bahwa awalnya, kain sasirangan diyakini dapat mengobati penyakit dan mengusir roh jahat sehingga pembuatannya dibatasi. Namun sekarang, produksi kain sasirangan sudah diperluas dalam berbagai kebutuhan, salah satunya adalah kebutuhan fashion meski secara umum, pembuatannya masih menggunakan cara tradisional.

Sejak tahun 2010, tradisi Sasirangan secara resmi diakui sebagai salah satu Warisan Budaya Tak benda khas Indonesia dalam bidang Keterampilan dan Kemahiran Kerajinan Tradisional yang berasal dari Kalimantan Selatan.

Sandy yang sudah mencintai wastra nusantara  Indonesia langsung bertekad mengangkat sasirangan ke dunia internasional. Wastra nusantara adalah kain tradisional Indonesia yang kaya akan makna budaya. Batik adalah salah satu wastra nusantara yang sudah diakui dunia.

Anak kedua dari lima bersaudara ini setelah lulus kuliah sebagai alumni S1 FISIP Universitas Lambung Mangkurat, Banjarmasin bahkan tidak kembali ke Kediri tapi terus menetap di Banjarmasin untuk mendalami proses pembuatan Sasirangan secara otodidak.

Ya betul, Sandy bisa dibilang belajar secara otodidak karena sebagai pendatang maka dia dianggap tidak berhak belajar tentang kain tradisional ini. Selain kain sakral untuk penyembuhan, dalam buku-buku lama yang dibacanya tertulis bahwa pendatang yang belajar sasirangan tangannya bisa ‘kuntung’       ( buntung).

Tak gentar dengan mitos dan kutukan, Sandy tetap ikhtiar bahwa pembuatannya tidak terbatas keluarga kerajaan di Kalsel itu. Pasti ada jalan untuk melestarikannya pada generasi penerus bukan hanya pada pemilik brand-brand sasirangan yang sudah ada.

Berbekal pada keyakinan itulah dia mulai keliling di 13 Kabupaten di Kalsel untuk melatih para perajin sasirangan menggunakan pewarna asli dari tumbuh-tumbuhan seperti Secang, Daun Pepaya, Daun Jati, Daun Rengat, daun Tarum, Kunyit, Pinang, kulit manggis, angsana dan akar mengkudu

Secang, kata Sandy, menghasilkan warna kuning kemerahan, daun jati warna ungu kemerahan dan abu-abu. Sedangkan manggis hasilkan warna biru, ungu, dan merah, daun pepaya untuk waprna hijau alami.

Daun rengat hasilnya hitam, daun tarum hasilkan warna biru, biasa digunakan untuk batik dan pewarnaan kain ulos juga. Untuk kayu angsana hasilnya adalah warna merah dan akar mengkudu jadi warna merah kecoklatan.

Sandy ( kiri)  menggunakan jacket jeans dipadukan dengan ecoprint

 

Salah satu karya Sandy

Saya pelajari ecoprint dan tekhnik pewarnaan alam . Dari dulu saya sudah suka berinteraksi sosial jadi saya ajarkan para perajin soal pewarnaan dengan bahan alami,”

Di usir dengan siraman air panas

Maksud hati ingin mengajarkan pewarnaan alam pada perajin tapi apa daya ada juga orang yang tidak suka diberikan informasi kebenaran. Di pedalaman dia bertemu dengan perajin sasirangan yang memakai pewarnaan kimia dan membuang limbahnya di sungai.

Sandy lalu mengajarkan pewarnaan alam agar si perajin tidak membuang air limbahnya ke sungai karena sungai dan segala makhluk ciptaan tuhan di dalamnya akan tercemar dari limbah tersebut.

“ Tiba-tiba saya diusir ketika menyampaikan kebenaran padahal sudah sehati-hati mungkin menjelaskan biota sungai dengan bahaya limbah kimia. Karena saya tidak langsung pergi, air rebusan sasirangan coba disiramkan ke saya,” kata Sandy yang bisa menghindar tapi sempat membuatnya syok dan sangat sedih karena menyadari niat baik saja tidak cukup.

Padahal niat melakukan personal social responsibility ( PSR) itu dilakukan dari niat hati yang tulus dan paling dalam secara mandiri. Tapi siraman air panas itu menantangnya untuk membuka usaha Kantan Sasirangan pada tahun 2015.

Tak hanya membangun start-up, Kantan Sasirangan, Sandy yang mendalami proses pembuatan lewat teori dan melakukan berbagai uji coba dengan mendobrak mitos dan ancaman kutukan hingga akhirnya terus mengembangkan karyanya. Melihat kiprahnya ini, salah seorang rekannya justru memaksanya untuk ikut kompetisi Pemuda Pelopor tingkat daerah dan dilanjutkan ke tingkat pusat.

Kemenangannya di daerah ini seolah membuka pintu-pintu keberuntungan lainnya dimana pada 2022 dia memenangkan lomba motif sasirangan memeriahkan harijadi Kota Banjarmasin ke 496 tahun 2022.

Saat Harijadi Kota Banjarmasin ke 497 tahun 2023 motif kain sasirangan karya Kantan Sasirangan mendapat kehormatan menjadi pakaian resmi para ASN Lingkup Pemko Banjarmasin.

Sesuai dengan kesepakatan yang menjadi juara 1 akan diambil oleh pemerintah kota menjadi seragam hari jadi kota Banjarmasin dan event event lain yang ada di pemerintah kota Banjarmasin. Wali Kota Banjarmasin, H Ibnu Sina yang menyampaikan langsung pada para undangan.

Kain sasirangan dengan menggunakan zat pewarna alam tersebut, dinyatakan juara 1 dalam lomba motif sasirangan dalam rangka memeriahkan harijadi Kota Banjarmasin ke 496 tahun 2022 dan setahun kemudian motif itu menjadi seragam resmi Pemkot Banjarmasin.

Saat itu, Ibnu Sina yang masih menjadi orang nomor satu di kota berjuluk seribu sungai ini menyatakan rasa bangga, dan apresiasinya atas maha karya yang telah diciptakan para pengrajin kain sasirangan Kota Banjarmasin.

“Lomba motif sasirangan kali ini mengambil tema dari ukiran di rumah Banjar. Luar biasa ukiran-ukiran yang ada di rumah adat Banjar ini, motif yang dipilih untuk dijadikan motif sasirangan diambil dari plang ataupun juga ukiran-ukiran lain yang ada di bangunan Banjar, kemudian dituangkan ke sehelai kain, “ kata Sandy mengutip ucapan Ibnu Sina.

Setelah lolos menjadi Pemuda Pelopor tingkat daerah, Sandy Agustinus, pemilik dari Kantan Sasirangan, kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional.

Prestasi tingkat nasional Sandy nyambet juara 1 pemuda pelopor tingkat Nasional, bidang agama, sosial & budaya, Kemenpora, yang diselenggarakan di Jakarta, pada 16-18 Oktober 2023.

Sandy mengaku kemenangan-kemenangan itu menambah percaya diri untuk membuat sasirangan mendunia dan banyak mengajak gen Z yang mau melestarikan kain motif sasirangan.

“Tahun 2023 itu menjadi tahun terbaik dari tahun sebelumnya, yang mana dapat membanggakan untuk warga Kalsel di tingkat nasional,” ucapnya.

Bagaimana tidak di tahun itu khususnya Oktober 2023 Kantan Sasirangan berkibar dan berada di tujuh event berbeda dalam waktu yang bersamaan, mulai dari pameran Apeksi di Ternate, Inacraft di Jakarta, South Borneo Expo di Surabaya, juara pada Dekra Show di Banjarmasin, terpilih dalam A Thousand Masterpiece of Art di Milan, Italia.

“Lolos ke program di Milan membanggakan sekali karena ada 3 kota yang terpilih dari Indonesia untuk show di Italia. Kita harus sediakan 10 kreasi fashion sasirangan, dua kali di kurasi hingga akhirnya ditampilkan fashion show di Milan,” ungkapnya.

Karena acara di Milan bentrok dengan penyerahan penghargaan sebagai Pemuda Pelopor maka karya-karya sasirangan yang ditampilkan di Milan dipasrahkannya pada Dekranas Kalsel. Baginya mimpinya sasirangan mendunia sudah mulai terwujud.

Mendorong gen Z untuk memcintai budaya dan kain tradisional menjadi visinya.

Pilihannya tepat karena Sandy berharap dengan menjadi Pemuda Pelopor maka dia bisa menjadi pemuda yang berkapasitas, berkarakter dan berdaya saing, sehingga karya kepeloporan tersebut akan berdampak pada meningkatnya perekonomian dan kesejahteraan masyarakat serta upaya menumbuhkan rasa cinta tanah air dan kesadaran bernegara.

Upaya sasirangan mendunia

Saat dunia mengalami COVID 19, Sandy justru mencurahkan idenya untuk memadukan sasirangan dengan ecoprint.

Ecoprinting adalah sebuah teknik cetak dengan pewarnaan kain alami yang cukup sederhana namun dapat menghasilkan motif yang unik dan otentik.

Prinsip pembuatannya adalah, melalui kontak langsung antara daun, bunga, batang atau bagian lain yang mengandung pigmen warna dengan media kain tertentu. Teknik ini merupakan hasil perkembangan dari teknik ecodyeing, yaitu pewarnaan kain dari alam.

“Ecoprint sudah lebih dulu mendunia, ada orang namanya Indiana Flint pada tahun 2006 mengembangkannya menjadi teknik ecoprint. Ketika itu, Flint menempelkan tanaman yang mempunyai pigmen warna dan menempelkannya pada kain yang berserat alami.”

Sandy ingin membuat Sasirangan mendunia oleh karena itu dia padu padankan tekhnik ecoprint dengan kain Sasirangannya sehingga bisa menyatu dan saling melengkapi dengan warna-warna yang indah.

“ Ini hikmah dibalik musibah, di saat COVID menjelma menjadi wabah dunia, saya malah bisa mendapatkan ide -ide ini sehingga produk kain ini kami sebut Sacoprint ( sasirangan ecoprint),” jelas Sandy yang kini sudah menjadi mualaf bersama adik bontotnya.

Ketika seseorang mampu memaknai musibah adalah salah satu bentuk ujian yang diberikan Allah kepada manusia. Musibah berlaku pada orang-orang yang lalai dan jauh dari nilai-nilai agama maupun orang-orang yang bertakwa.

Bahkan, semakin tinggi kedudukan seorang hamba di sisi Allah, maka semakin berat ujian dan cobaan yang diberikan Allah. Karena Dia akan menguji keimanan dan ketabahan hamba yang dicintai-Nya.“Percayalah hidup kita bisa berarti untuk umat dan selama kita pantang menyerah selalu ada jalan keluar, “ ungkapnya.

Pemuda pelopor ini punya perjalanan panjang untuk mencintai Sasirangan dengan mendobrak mitos dan kutukan hingga akhirnya berbuah kreativitas dan penghargaan yang terus mengalir. “ Apa sudah punya jodoh Sandy ?,” tawanya langsung berderai sambil berucap  “ belum cariin dong, “.

Minor Hotels Laporkan Laba dan Ekspansi yang Pecahkan Rekor pada 2024

this formate

SINGAPURA, bisniswisata.co.id: Minor Hotels telah membukukan hasil tahun penuh terkuat yang pernah tercatat, melaporkan lonjakan laba bersih sebesar 16% menjadi THB 5,1 miliar dan kenaikan total pendapatan sebesar 9% menjadi THB 134 miliar untuk tahun 2024.

Dilansir dari www.traveldailynews.asia, angka yang memecahkan rekor tersebut menggarisbawahi meningkatnya permintaan pariwisata global, khususnya di pasar asal grup tersebut di Thailand serta di Eropa tempat ia mengoperasikan lebih dari 280 properti.

Pemilik dan operator hotel global, yang memiliki portofolio lebih dari 560 properti di 58 negara, mengakhiri tahun dengan catatan yang kuat dengan laba kuartal keempat sebesar THB 2,2 miliar, yang mewakili peningkatan 14% dari tahun ke tahun.

Hasilnya mencerminkan strategi penetapan harga yang disiplin, daya ungkit operasional yang kuat, dan ekspansi berkelanjutan di bawah strategi ‘hak aset’ grup – keseimbangan yang disengaja antara model aset-berat dan aset-ringan – sambil menyiapkan panggung untuk keuntungan lebih lanjut pada tahun 2025.

Momentum Kuat di Thailand dan Eropa
Minor Hotels melanjutkan momentum globalnya yang kuat, diuntungkan oleh pemulihan perjalanan yang berkelanjutan dan pelaksanaan strategis yang sukses di seluruh pasar utama.

Pada tahun 2024, okupansi grup Minor Hotels mencapai 68%, menandai kenaikan dua poin persentase dari tahun sebelumnya, dengan Thailand memimpin dengan kenaikan lima poin menjadi 70%.

Tarif harian rata-rata (ADR) di seluruh portofolio global juga naik 6% tahun-ke-tahun, sementara pendapatan per kamar yang tersedia (RevPar) naik 9% secara keseluruhan.

Portofolio grup di Thailand, yang memiliki 30 properti, merupakan perusahaan yang berkinerja menonjol dengan peningkatan RevPar sebesar 17% yang didorong oleh perluasan rute penerbangan dan upaya pemasaran yang terarah, yang menarik wisatawan berkualitas tinggi dari Amerika Utara, Asia, Eropa, dan Timur Tengah.

Kinerja di Eropa dan Amerika juga tetap kuat, didukung oleh perjalanan bisnis dan rekreasi yang tangguh dari pasar utama seperti Amerika Serikat, Inggris Raya, dan Meksiko.

Strategi penetapan harga yang dijalankan dengan baik menghasilkan peningkatan ADR sebesar 6% di wilayah tersebut pada tahun 2024, yang berkontribusi pada pertumbuhan RevPar sebesar 9% yang dipimpin oleh properti di Spanyol, Eropa Tengah, Benelux, dan Italia.

“Minor Hotels berada pada posisi yang tepat untuk memanfaatkan pemulihan perjalanan global yang sedang berlangsung dan mempercepat pertumbuhan pada tahun 2025 dan seterusnya,” kata Dillip Rajakarier, CEO Minor Hotels dan CEO Grup Minor International.

“Strategi aset yang tepat dan manajemen keuangan yang disiplin akan terus mendorong pertumbuhan dan menciptakan nilai bagi para pemangku kepentingan kami.

Dengan posisi keuangan yang diperkuat, kami siap berinovasi, berekspansi secara menguntungkan, dan menangkap peluang baru – sebagian besar tanpa modal – seiring kami terus meningkatkan jejak global kami.”

Ekspansi global mendapatkan momentum
Minor Hotels mempercepat ekspansi globalnya dengan menambahkan 30 properti baru dan lebih dari 3.000 kunci pada tahun 2024, mendorong portofolio globalnya melampaui 560 hotel dan 81.000 kunci.

Pembukaan yang menonjol termasuk NH Collection Helsinki Grand Hansa di Finlandia dan Anantara Stanley & Livingstone Victoria Falls Hotel di Zimbabwe, sementara merek Anantara juga memulai debutnya di India dengan pembukaan Anantara Jewel Bagh Jaipur Hotel, yang semakin memperkuat jejak internasional perusahaan.

Ke depannya, Minor Hotels mengantisipasi peningkatan berkelanjutan dalam okupansi dan RevPar di seluruh portofolionya, didukung oleh permintaan perjalanan yang berkelanjutan, pasar pengumpan baru, dan peluncuran properti di Singapura, Jepang, dan Arab Saudi.

Perusahaan mengharapkan peningkatan lebih lanjut dalam pariwisata Thailand menyusul penayangan musim ketiga serial HBO The White Lotus yang sangat dinanti-nantikan, yang difilmkan di Thailand – termasuk di beberapa properti yang dimiliki atau dioperasikan oleh Minor Hotels – dan ditayangkan perdana pada 16 Februari.

Pada akhir tahun 2027, Minor Hotels akan memperluas portofolionya di seluruh dunia menjadi 850 properti, yang menyoroti komitmennya terhadap inovasi, diversifikasi geografis, dan penciptaan nilai.

Asian Institute of Hospitality Management: Membangun Pemimpin Perhotelan Masa Depan

this formate

BANGKOK, bisniswisata.co.id: Pada tahun 2025, industri perhotelan berkembang pesat dengan kembalinya perjalanan dan pengalaman. Bagi mahasiswa manajemen perhotelan, keahlian yang beragam dalam operasi bisnis, pemasaran, dan sumber daya manusia sangat penting untuk memanfaatkan kebangkitan industri ini.

Dilansir dari https://studyinternational.com/, pelatihan praktis adalah kunci bagi mereka yang berambisi untuk sukses. Seperti yang ditunjukkan oleh berbagai penelitian, mereka yang memiliki pengalaman dunia nyata yang tidak dapat dipelajari di kelas saja yang akan menonjol di pasar kerja.

Baik itu layanan pelanggan, perencanaan acara, atau manajemen risiko, pelatihan semacam itu membangun kepercayaan diri yang dibutuhkan untuk menangani situasi apa pun — memastikan lulusan siap untuk unggul dalam berbagai peran perhotelan.

Pendidikan Asian Institute of Hospitality Management (AIHM) mencapai hal itu. Di dalam kampusnya, para mahasiswa dilibatkan dan terlibat dalam lingkungan belajar yang mencerminkan sifat dinamis industri ini.

Bagaimanapun, ini adalah sekolah yang didirikan oleh Minor Hotels, sebuah perusahaan dengan lebih dari 560 hotel, resor, dan tempat tinggal di 58 negara.

Minor berafiliasi dengan Les Roches, sebuah lembaga QS bintang lima yang diakreditasi Komisi Pendidikan Tinggi New England yang secara konsisten berada di peringkat empat teratas di dunia dalam pendidikan perhotelan.

Kombinasi unik ini menawarkan kepada para mahasiswa AIHM yang terbaik dari banyak hal: pendidikan bergaya Swiss dengan perspektif internasional, dipasangkan dengan akses ke jaringan global Minor Hotels dan lebih dari 35.000 profesional dan pengusaha di industri perhotelan dan pariwisata.

Menjembatani teori dan praktik, cara AIHM
Mengikuti model pembelajaran eksperiensial Les Roches, AIHM menggabungkan pengetahuan teoritis dengan pembelajaran melalui praktik.

Para mahasiswa berlatih dengan para profesional perhotelan yang berpengalaman, menerapkan keterampilan mereka dalam lingkungan dunia nyata, dan memperoleh koneksi industri yang berharga — semuanya sambil tetap dekat dengan rumah.

Dalam manajemen perhotelan, filosofi intinya adalah bahwa untuk menjadi seorang manajer yang hebat, seseorang membutuhkan penguasaan praktis.

Itulah sebabnya sejak hari pertama, mahasiswa AIHM langsung terjun ke lapangan — menjadi ahli dalam segala hal mulai dari memasak dan merapikan tempat tidur hingga keterampilan layanan pelanggan dan pramutamu.

Idenya sederhana: bahkan sebagai manajer umum, memahami tantangan harian tim Anda membantu Anda berkomunikasi secara efektif dan menemukan solusi.

Peluang magang unik di lebih dari 560 properti Minor Hotels di seluruh dunia — yang mencakup beragam portofolio dari delapan merek hotel: Anantara, Avani, Elewana Collection, NH, NH Collection, nhow, Oaks, dan Tivoli — memberi mahasiswa AIHM pengalaman yang berharga.

Dua magang diperlukan: yang pertama, magang praktis selama enam bulan di bidang yang mereka minati, diikuti oleh yang kedua, magang yang berfokus pada bisnis/manajemen setelah satu tahun belajar akademis.

Mahasiswa dapat mengkhususkan diri dalam pemasaran, PR, SDM, akuntansi, atau operasi.

“Jadi, ini semua tentang pengalaman langsung dan mempersiapkan mahasiswa untuk karier masa depan mereka,” kata Chris Meylan, COO AIHM.

“Untuk memastikan mereka siap kerja, kami mengintegrasikan banyak pengalaman praktis selama masa studi mereka,”

Misalnya, pihaknya mengundang para profesional industri untuk berbagi wawasan tentang tren terkini dan menugaskan proyek perhotelan dunia nyata kepada mahasiswa.

Setelah menyelesaikan semester praktik dan magang, mahasiswa beralih ke fase kurikulum yang lebih akademis.

Meskipun kegiatan yang menarik seperti laporan, presentasi, dan penelitian merupakan bagian dari tahap ini, masih ada kebutuhan untuk pengembangan keterampilan manajemen yang nyata.

Di sinilah Proyek Perhotelan Terpadu (IHP) memainkan peran penting — menjembatani kesenjangan dengan membenamkan mahasiswa dalam pengalaman kepemimpinan dan pemecahan masalah yang mempersiapkan mereka untuk tantangan dunia nyata.

IHP berfokus pada manajemen di lapangan — mengajarkan mahasiswa cara memecahkan masalah, mengelola tim, berkomunikasi dengan klien, dan menyelesaikan proyek dalam jangka waktu tertentu.

Selama tiga semester, dosen membimbing mahasiswa saat mereka mengerjakan studi kasus, sebelum secara bertahap mengerjakan proyek aktual dengan hotel.

“Di akhir semester, mahasiswa mengerjakan proyek akhir yang menantang secara mandiri dan mempresentasikan hasil kerja mereka kepada klien,” kata Meylan.

“Mempresentasikan hasil kerja kepada manajer umum hotel sungguhan memberi mahasiswa kesempatan untuk mengesankan dan membangun jaringan, yang berpotensi membantu mereka mendapatkan pekerjaan.”

Peluang karier eksklusif
Mahasiswa AIHM memiliki keuntungan unik dalam mengamankan peluang kerja global setelah lulus.

Sebagai bagian dari Minor Hotels, perusahaan perhotelan terbesar di Asia, mereka menikmati status pekerjaan istimewa, yang berarti mereka mendapatkan kesempatan pertama untuk mendapatkan peran pekerjaan dan magang.

Minor Hotels memprioritaskan mahasiswa AIHM, menawarkan mereka kesempatan untuk wawancara untuk posisi sebelum peran ini tersedia untuk pasar yang lebih luas.

“Pendekatan ini memungkinkan kami untuk secara efektif mendukung mahasiswa kami sambil menyelaraskan dengan aspirasi karier mereka,” kata Bree Creaser, Wakil Presiden Pembelajaran dan Pengembangan serta Manajemen Bakat di Minor Hotels.

Minor Hotels berdedikasi untuk memahami profil setiap mahasiswa dan menyesuaikan peluang berdasarkan kebutuhan dan ambisi mereka.

Apakah mahasiswa tertarik pada makanan dan minuman, penjualan, pemasaran, atau bidang lainnya, Minor Hotels bekerja sama erat dengan AIHM untuk menemukan kecocokan terbaik.

Di pihak AIHM, mereka mempersiapkan para mahasiswa untuk peran-peran ini melalui kombinasi keunggulan akademis dan potensi kepemimpinan.

Ukuran sekolah yang intim memungkinkan terjalinnya hubungan yang kuat dengan para mahasiswa, yang memungkinkan Minor Hotels untuk menyesuaikan magang dan tawaran pekerjaan dengan preferensi mereka.

Lokakarya dan ceramah lebih lanjut membantu para mahasiswa untuk menyelaraskan diri dengan nilai-nilai perusahaan dan mengeksplorasi berbagai peran dalam industri perhotelan.

Sebagai bagian dari Program Manajemen Pascasarjana Ascent Minor Hotels, para lulusan menjalani pengalaman mendalam selama 18 bulan.

Mereka akan berpindah-pindah melalui enam departemen perhotelan utama selama fase pertama, mempelajari berbagai aspek operasi perhotelan. Pada fase kedua, mereka akan mendalami dua departemen pilihan mereka, untuk memperoleh pengetahuan dan keterampilan yang lebih spesifik.

Terakhir, fase ketiga program ini berfokus pada spesialisasi, di mana para lulusan berkonsentrasi pada satu departemen, mengasah keahlian mereka, dan mempersiapkan diri untuk peran kepemimpinan.

“Hal ini sering kali membantu para lulusan menyempurnakan preferensi karier mereka,” kata Creaser. “

Banyak yang mengikuti program ini dengan gagasan yang jelas tentang jalur mereka, tetapi melalui pengalaman yang beragam ini, mereka menemukan minat baru dan peluang karier potensial yang belum pernah mereka pertimbangkan sebelumnya.

Pemasaran Influencer Dapat Bantu industri Pariwisata Kurangi Limbah dan Polusi

this formate

       Universitas Negeri Pennsylvania, AS

MAASTRICHT, bisniswisata.co.id: Influencer yang bersemangat tentang isu lingkungan dapat membantu industri pariwisata menginspirasi wisatawan untuk terlibat dalam perilaku pro-lingkungan guna membantu mengurangi limbah dan polusi, menurut sebuah studi baru dari para peneliti di Sekolah Manajemen Perhotelan Penn State.

Tim peneliti menemukan bahwa influencer yang sangat bersemangat tentang gaya hidup berkelanjutan — disebut “influencer hijau” — dapat meningkatkan dukungan lingkungan wisatawan melalui pesan media sosial.

Para peneliti juga menemukan bahwa dukungan lingkungan, atau dukungan terhadap upaya pengurangan limbah dan konservasi satwa liar, dapat diteruskan kepada wisatawan melalui media sosial ketika influencer menunjukkan lebih sedikit semangat tetapi menyampaikan tujuan yang kuat dan spesifik.

Dipimpin oleh Asisten Profesor Manajemen Perhotelan Penn State Anni Ding, tim peneliti menerbitkan temuannya di Jurnal Pariwisata Berkelanjutan.

“Influencer hijau adalah orang-orang yang sangat berkomitmen dan bersemangat tentang isu lingkungan,” kata Ding.

Polusi dan penumpukan limbah dapat menyebabkan kerusakan lingkungan di destinasi wisata. Perusahaan dan destinasi pariwisata dapat memanfaatkan influencer hijau dalam upaya pemasaran mereka untuk mempromosikan pesan ramah lingkungan guna membantu mencegah kerusakan ini, tambahnya.

Untuk menentukan dampak influencer hijau terhadap dukungan lingkungan bagi wisatawan, para peneliti menyelesaikan dua eksperimen dengan peserta yang direkrut melalui Prolific, platform data panel crowdsourcing.

Dalam eksperimen pertama, para peneliti mengeksplorasi dampak semangat — atau intensitas ekspresi — influencer hijau terhadap dukungan wisatawan terhadap inisiatif lingkungan, menggunakan data dari 322 peserta survei yang secara acak ditugaskan untuk melihat serangkaian unggahan media sosial yang menggambarkan pembersihan pantai fiktif.

Satu rangkaian unggahan media sosial menyampaikan emosi yang terkait dengan semangat dan menggunakan bahasa yang bersemangat, sedangkan rangkaian lainnya berisi ringkasan langsung tentang pembersihan tanpa menampilkan citra atau terminologi emosional.

Setelah melihat unggahan tersebut, peserta menjawab pertanyaan tentang semangat yang digambarkan dalam unggahan tersebut serta tentang efikasi diri hijau mereka sendiri, atau keyakinan seseorang tentang kemampuan mereka sendiri untuk bertindak dalam mendukung lingkungan.

“Kami menemukan bahwa semangat dapat ditularkan dari influencer kepada pengikut mereka melalui media sosial,” kata Ding. Hubungan antara gairah influencer dan dukungan lingkungan dari wisatawan diperkuat oleh teori penularan emosi, yang menyatakan bahwa emosi dapat ditularkan dari satu orang ke orang lain.

“Karena gairah dapat menular, influencer yang menunjukkan gairah dan komitmen mereka terhadap inisiatif ramah lingkungan dapat melihat hal ini menular ke pengikut media sosial mereka.”

Ding mengatakan tim peneliti juga ingin memahami apakah pemasaran influencer bisa efektif bahkan jika para influencer tidak menunjukkan tingkat gairah yang tinggi dalam unggahan media sosial mereka.

Dalam percobaan kedua, para peneliti menguji bagaimana kekuatan dan spesifisitas sasaran influencer dapat memengaruhi audiens media sosial dalam kasus gairah influencer yang tinggi atau rendah.

Tim peneliti menganalisis data dari 514 peserta survei yang secara acak ditugaskan untuk melihat unggahan media sosial fiktif tentang pembersihan pantai dengan salah satu dari empat kondisi: gairah tinggi dengan spesifisitas sasaran tinggi, gairah tinggi dengan spesifisitas sasaran rendah, gairah rendah dengan spesifisitas sasaran tinggi, atau gairah rendah dengan spesifisitas sasaran rendah.

Mereka juga ingin memahami apakah pemasaran influencer bisa efektif bahkan jika para influencer tidak menunjukkan tingkat gairah yang tinggi dalam unggahan media sosial mereka.

Dalam percobaan kedua, para peneliti menguji bagaimana kekuatan dan spesifisitas sasaran influencer dapat memengaruhi audiens media sosial dalam kasus gairah influencer yang tinggi atau rendah.

Tim peneliti menganalisis data dari 514 peserta survei yang secara acak ditugaskan untuk melihat unggahan media sosial fiktif tentang pembersihan pantai dengan salah satu dari empat kondisi: gairah tinggi dengan spesifisitas sasaran tinggi, gairah tinggi dengan spesifisitas sasaran rendah, gairah rendah dengan spesifisitas sasaran tinggi, atau gairah rendah dengan spesifisitas sasaran rendah.

Tim peneliti menemukan bahwa spesifisitas sasaran dapat mengurangi gairah influencer yang rendah, karena sasaran yang kuat dan spesifik dengan ajakan bertindak dapat menunjukkan bahwa para influencer benar-benar berkomitmen pada tujuan tersebut, menurut Ding.

“Perusahaan dan destinasi pariwisata dapat memanfaatkan influencer ramah lingkungan dalam pemasaran mereka, tetapi perusahaan tidak boleh hanya melihat jumlah pengikut influencer mereka, tetapi juga fokus pada apa yang menjadi minat para influencer,” kata Ding.

Hal itu pada akhirnya dapat membantu bisnis menyelaraskan tujuan mereka dengan influencer yang dapat mengomunikasikan poin-poin pesan utama dengan lebih baik.

Ding mengatakan bermitra dengan influencer yang salah dapat merugikan perusahaan karena perusahaan tidak akan menghabiskan anggaran pemasaran secara efisien jika influencer tersebut tidak sejalan dengan tujuan perusahaan.

Menurut Ding, influencer dan pengikut media sosial mereka yang sejalan dengan target audiens perusahaan sekaligus memiliki hasrat yang tulus terhadap inisiatif lingkungan adalah skenario terbaik.

“Emosi positif seperti hasrat dapat menjadi alat yang sangat ampuh dalam pemasaran atau komunikasi. Dengan memilih duta yang bersemangat untuk komunikasikan pesan yang tepat, perusahaan pariwisata dapat membangun kampanye komunikasi yang efektif.” kata Ding.

Tiffany S. Legendre dari University of Houston dan Harold S. Lee serta Jihye “Ellie” Min dari University of North Texas berkolaborasi dalam penelitian ini.

Tentang Sekolah Manajemen Perhotelan Penn State

Didirikan pada tahun 1937, Sekolah Manajemen Perhotelan Penn State merupakan salah satu yang tertua dan paling dihormati di negara AS. Program sarjana dan doktoralnya menduduki peringkat teratas mempersiapkan para pemimpin global dengan kurikulum yang ketat dan beragam yang berfokus, sejak awal pada beasiswa.

Ini melibatkan banyak pihak, yang menampilkan kemitraan dengan Layanan Perhotelan, Perumahan dan Layanan Makanan Penn State, dan merek perhotelan global terkemuka. Universitas ini juga menjadi rumah bagi kelompok program alumni Penn State tertua, The Penn State Hotel and Restaurant Society.

HOTELEX Shanghai 2025: Dorong Perkembangan Sektor Perhotelan dan Katering

this formate

Festival kopi, ajang lomba di Hotelex

SHANGHAI, bisniswisata.co.id: Kebijakan transit bebas visa 72/144-jam telah meningkatkan “Sektor Bisnis & Pariwisata Tiongkok”. Wisatawan di 54 negara kini bisa berkunjung ke Tiongkok tanpa visa melalui 38 pelabuhan di 18 provinsi.

Wisatawan juga dapat tinggal selama 72 atau 144 jam, bergantung pada kota yang menjadi titik masuk. Maka, pelaku bisnis global yang ingin menjajaki pasar dan sektor katering di Tiongkok dengan opsi makanan sehat dan berkelanjutan, serta teknologi digital dan pintar.

HOTELEX Shanghai Hospitality Equipment & Foodservice Expo kembali hadir pada 2025 setelah sukses besar pada 2024. Sebagai salah satu pameran terkemuka di dunia dalam sektor peralatan perhotelan dan katering, ajang ini telah berlangsung selama lebih dari tiga dekade.

HOTELEX Shanghai juga berpengalaman luas dalam menyelenggarakan berbagai kegiatan di sektor perhotelan. Ajang edisi 2024 dihadiri 283.046 pengunjung, bahkan angka pengunjung internasional mencapai rekor tertinggi dalam sejarah, yakni 15.761 orang–mengalami kenaikan 80% dari tahun sebelumnya.

Event ini menampilkan lebih dari 3.818 merek dan perusahaan ternama di 14 aula pameran. Ajang berikutnya akan mencakup 12 kategori pameran, yakni Peralatan & Perlengkapan Dapur, Alat Makan, Bahan Katering, Makanan, Minuman, Kopi & Teh.

Begitu pula Peralatan & Bahan Es Krim, Peralatan Membuat Kue & Bahan Baku, Minuman Beralkohol, Kemasan Makanan & Katering, Desain & Aksesori Katering, serta Waralaba MErek & Jaringan Gerai.

Selama HOTELEX Shanghai berlangsung pada 30 Maret-2 April mendatang di NECC,
40 kompetisi dan forum internasional juga akan digelar. Beberapa di antaranya, kegiatan bersertifikasi internasional, seperti World Coffee Events, World Bread Competition, dan Catering Industry Summit.

HOTELEX Shanghai International Coffee, Wine & Food Festival akan menjadi ajang unggulan. Menampilkan lebih dari 300 merek, 25 di antaranya berskala internasional, ajang tersebut memadukan pengalaman menikmati kopi, wine, dan berbagai sesi menarik untuk mempromosikan budaya wine. (PRNewswire)

Upaya Memperkuat Kolaborasi untuk Tingkatkan Pariwisata Filipina

this formate

DAVAO, bisniswisata.co.id: Robinsons Hotels & Resorts (RHR), divisi perhotelan dari Robinsons Land Corporation, menegaskan kembali komitmennya untuk mendukung pariwisata Filipina saat para eksekutif puncaknya melakukan kunjungan kehormatan kepada Sekretaris Departemen Pariwisata (DOT) Christina Garcia Frasco awal Febuari 2025 lalu di Kantor Pusat DOT.

Dilansir dari sunstar.com.ph, kunjungan tersebut merupakan bentuk dukungan terhadap inisiatif berkelanjutan DOT yang bertujuan untuk memposisikan Filipina sebagai tujuan utama bagi wisatawan internasional.

RHR menekankan dedikasinya untuk berkontribusi pada pertumbuhan pariwisata negara tersebut dengan memanfaatkan portofolio strategis merek hotel internasional dan lokal.

Ini termasuk Go Hotels, Summit Hotels, Grand Summit Hotel, Crowne Plaza Manila Galleria, Holiday Inn Manila Galleria, Dusit Thani Mactan Cebu, The Westin Manila, dan Fili Urban Resort Cebu yang mewah di NUSTAR Integrated Resort Complex.

Dipimpin oleh Wakil Presiden Senior dan Manajer Umum Unit Bisnis Barun Jolly, RHR menyatakan antusiasmenya dalam menyelaraskan dengan upaya promosi DOT untuk menarik wisatawan bernilai tinggi ke Filipina.

Khususnya dari pasar berkembang seperti India. Properti unggulan RHR diposisikan dengan baik untuk memenuhi kebutuhan tamu internasional yang cerdas, memastikan pengalaman keramahtamahan kelas dunia.

Selama pertemuan tersebut, Sekretaris Frasco menyoroti potensi besar Filipina sebagai tujuan pernikahan India dan acara MICE (Pertemuan, Insentif, Konferensi, dan Pameran).

Dengan bentang alamnya yang menakjubkan, akomodasi mewah, dan keramahtamahan Filipina yang terkenal, Filipina terus mendapatkan pengakuan internasional sebagai tujuan pernikahan utama, sebagaimana dibuktikan oleh penghargaan Cebu sebagai Tujuan Pernikahan Terkemuka di Asia pada World Travel Awards 2024.

Selain itu, Menteri Frasco menekankan peningkatan berkelanjutan dalam infrastruktur dan aksesibilitas pariwisata, termasuk sistem e-Visa Filipina untuk warga negara India dan penerbangan langsung dari India ke Manila yang diantisipasi pada tahun 2025.

Prakarsa ini diharapkan dapat meningkatkan kemudahan perjalanan bagi para perencana pernikahan dan penyelenggara acara perusahaan India, yang selanjutnya akan meningkatkan daya tarik negara tersebut sebagai destinasi global.

“Kami sangat ingin bekerja sama dengan Departemen Pariwisata untuk memamerkan pesona unik Filipina dan keramah –
tamahannya yang luar biasa kepada dunia.

Properti kami yang berlokasi strategis sangat cocok untuk mendukung visi DOT tentang daya saing global untuk akomodasi wisata,” kata Barun Jolly, Wakil Presiden Senior dan Manajer Umum Unit Bisnis.

Bergabung dengan Tn. Jolly selama kunjungan tersebut adalah Wakil Presiden RHR Annalyn Yap dan Manajer Umum Jose Marie Delgado Ouano III.

Menteri Frasco didampingi oleh Wakil Menteri DOT Shahlimar Hofer Tamano, Verna Buensuceso, dan Maria Rica Bueno; Asisten Menteri Sharlene Batin dan Judilyn Quiachon; dan Direktur Arlene Alipio.

Keterlibatan kolaboratif ini menggarisbawahi komitmen berkelanjutan Robinsons Hotels & Resorts untuk memajukan pariwisata Filipina dengan menyelaraskan dengan tujuan strategis Departemen Pariwisata.

Akankah AI Menjadi Berkah atau Tantangan bagi Ekonomi Halal?

this formate

Oleh Hafiz M. Ahmed

TOKYO, bisniswisata.co.id: Bayangkan ini ; sebuah bisnis makanan Halal kecil di Malaysia menggunakan kecerdasan buatan (AI) untuk memprediksi dengan tepat berapa banyak biryani ayam yang perlu mereka siapkan setiap hari, mengurangi limbah dan menghemat uang.

Dilansir dari halaltimes.com, pada saat yang sama, sebuah bank Islam besar di Dubai memanfaatkan AI untuk mengoptimalkan portofolio investasi yang sesuai dengan Syariah, menarik jutaan pendanaan global.

Keduanya diuntungkan oleh AI—tetapi siapa yang benar-benar diuntungkan? Sementara AI berjanji untuk merevolusi ekonomi Halal, ia juga menciptakan pemenang dan pecundang, sering kali menguntungkan mereka yang memiliki sumber daya dan keahlian sementara meninggalkan pemain yang lebih kecil berjuang untuk mengikutinya.

Janji AI dalam Ekonomi Halal

Ketika alat AI pertama kali mulai mendapat perhatian beberapa tahun yang lalu, banyak orang di komunitas Muslim yang bersemangat tentang potensi mereka untuk menyamakan kedudukan.

Bagi bisnis Halal kecil dan pekerja yang kurang berpengalaman, AI tampak seperti peluang emas. Ambil contoh layanan pelanggan. Agen pemula di platform e-commerce Halal melihat produktivitas mereka meroket saat menggunakan chatbot bertenaga AI.

Alat-alat ini membantu mereka menjawab pertanyaan dengan lebih cepat dan lebih akurat, meningkatkan kepuasan pelanggan tanpa perlu pengalaman bertahun-tahun.

Demikian pula, pengusaha yang menjalankan merek busana sederhana atau perusahaan rintisan makanan bersertifikat Halal menganggap alat analisis pasar yang digerakkan oleh AI sangat berharga.

Alih-alih mempekerjakan konsultan mahal, mereka sekarang bisa mendapatkan wawasan tentang tren konsumen hanya dengan beberapa klik.

Bahkan mahasiswa yang mempelajari keuangan Islam atau perbankan yang sesuai Syariah menggunakan AI untuk menyusun laporan dan proposal, membantu mereka menghasilkan pekerjaan berkualitas tinggi meskipun masih baru di bidang tersebut.

Sekilas, AI tampak seperti akan menjadi penyeimbang yang hebat—alat yang akan memberdayakan bisnis Halal akar rumput dan membantu menutup kesenjangan ekonomi di negara-negara mayoritas Muslim. Namun seiring berjalannya waktu, gambaran yang berbeda telah muncul.

Mengapa Pelaku Berprestasi Tinggi dan Maju Terus

Meskipun AI menawarkan peluang, penelitian terkini menunjukkan bahwa AI lebih menguntungkan mereka yang sudah terampil dan berpengalaman.

Mari kita uraikan: Para Pakar Menggunakan AI Lebih Efektif. Di bidang seperti manajemen rantai pasokan Halal atau fintech Islam, para pakar lebih baik dalam memanfaatkan perangkat AI secara strategis.

Misalnya, peneliti terkemuka yang menangani bahan kemasan makanan Halal yang berkelanjutan dapat menggunakan AI untuk memprediksi bahan mana yang memenuhi standar Halal dan persyaratan lingkungan.

Pengetahuan mendalam mereka tentang subjek tersebut memungkinkan mereka untuk memilah saran yang dihasilkan AI dan memilih yang terbaik.

Di sisi lain, para profesional yang kurang berpengalaman sering kali kesulitan menafsirkan keluaran AI. Tanpa pemahaman yang kuat tentang kepatuhan Halal atau peraturan khusus industri, mereka berisiko membuat kesalahan yang merugikan—atau lebih buruk lagi, kehilangan peluang berharga sama sekali.

Banyak pekerjaan dalam ekonomi Halal melibatkan tugas-tugas berulang, seperti memverifikasi sertifikasi Halal, memproses pembayaran Zakat, atau mengelola inventaris untuk produk Halal.

AI unggul dalam mengotomatisasi berbagai aktivitas ini, sehingga mengurangi kebutuhan akan campur tangan manusia. Misalnya, beberapa lembaga sertifikasi Halal kini menggunakan AI untuk menyederhanakan proses verifikasi dokumen, sehingga mengurangi tenaga kerja manual.

Meskipun hal ini meningkatkan efisiensi, hal ini juga berarti lebih sedikit posisi tingkat pemula bagi pekerja yang sebelumnya melakukan tugas-tugas ini.

Apa yang terjadi pada mereka? Mereka harus beradaptasi dengan mempelajari keterampilan baru atau berisiko tertinggal.

Peluang Baru Berpihak pada yang Terampil
Seiring AI mengambil alih pekerjaan rutin, peran-peran baru pun bermunculan—tetapi peran-peran ini cenderung membutuhkan keterampilan tingkat lanjut.

Insinyur yang merancang sistem cerdas untuk logistik Halal.

Analis keuangan yang mengoptimalkan portofolio investasi yang sesuai dengan Syariah, dan desainer yang menciptakan koleksi busana sederhana yang inovatif semuanya akan memperoleh manfaat.

Namun, tidak semua orang memiliki pelatihan yang diperlukan untuk menduduki posisi tingkat tinggi ini.

Karyawan junior di bisnis Halal mungkin akan mengalami kendala jika mereka tidak memiliki kreativitas atau pengetahuan teknis untuk beradaptasi.

Misalnya, seorang pengusaha yang menjalankan toko roti Halal kecil mungkin akan kesulitan menerapkan strategi pemasaran yang digerakkan oleh AI kecuali mereka menginvestasikan waktu untuk mempelajari teknologi baru.

Sementara itu, pesaing yang lebih besar dengan kantong lebih tebal dapat dengan mudah mengadopsi alat ini, sehingga memperlebar kesenjangan lebih jauh lagi.

Pelajaran dari Sejarah: Sebuah Kisah Peringatan

Dinamika ini tidak hanya terjadi pada AI—ini adalah pola yang telah kita lihat sepanjang sejarah. Ketika alat-alat baru muncul—entah itu mesin selama Revolusi Industri atau komputer pada akhir abad ke-20—alat-alat tersebut sering kali memperlebar jurang sosial alih-alih mempersempitnya.

Mereka yang memiliki sumber daya dan keterampilan untuk mengadopsi teknologi baru berkembang pesat, sementara yang lain tertinggal.

Dalam konteks dunia Muslim, hal ini menimbulkan pertanyaan penting. Akankah AI memberdayakan bisnis Halal akar rumput dan membantu menutup kesenjangan ekonomi di negara-negara mayoritas Muslim? Atau akankah AI memperkuat ketimpangan yang ada dengan mengutamakan perusahaan besar dan individu yang sangat terampil?.

Pertimbangkan keuangan Islam. Lembaga besar dengan akses ke alat AI mutakhir dapat mengoptimalkan operasi mereka, menarik lebih banyak klien, dan berekspansi secara global.

Namun, bank atau koperasi yang lebih kecil mungkin kesulitan untuk membeli teknologi tersebut, sehingga membuat mereka kurang kompetitif.

Demikian pula, dalam industri makanan Halal, perusahaan multinasional yang memanfaatkan AI untuk pertanian presisi dan kontrol kualitas otomatis dapat melampaui produsen lokal yang tidak dapat melakukan investasi serupa.

Apa Artinya bagi Umat Muslim?
Jadi, bagaimana dengan kita? Meskipun AI menghadirkan peluang besar bagi ekonomi Halal, manfaatnya tidak akan merata.

Untuk memastikan bahwa bisnis dan pekerja Muslim tidak tertinggal, beberapa langkah harus diambil:

Pendidikan dan Pelatihan

Kita perlu memprioritaskan pendidikan di bidang terkait AI, termasuk pengodean, analisis data, dan desain AI yang etis.
Program yang disesuaikan dengan kebutuhan ekonomi Halal—seperti kursus tentang aplikasi AI dalam keuangan Islam atau rantai pasokan Halal—dapat membekali kaum muda Muslim dengan keterampilan yang mereka butuhkan untuk meraih kesuksesan.

Bayangkan masa depan di mana setiap insinyur atau pengusaha Muslim tahu cara memanfaatkan AI untuk kebaikan!

Akses Teknologi yang Terjangkau

Pemerintah dan organisasi swasta harus bekerja sama untuk menyediakan perangkat AI yang terjangkau bagi bisnis Halal skala kecil dan menengah. Subsidi, hibah, dan platform bersama dapat membantu menyamakan kedudukan.

Lagi pula, mengapa hanya pemain besar yang memiliki akses ke teknologi yang mengubah permainan?

Pertimbangan Etis

Seiring AI semakin terintegrasi ke dalam industri Halal, memastikan kepatuhan terhadap prinsip-prinsip Islam akan menjadi sangat penting.

Misalnya, algoritma AI yang digunakan dalam keuangan Islam harus mematuhi pedoman Syariah, menghindari transaksi berbasis bunga atau investasi yang tidak etis.

Cendekiawan dan teknolog harus berkolaborasi untuk mengembangkan kerangka kerja yang menyelaraskan inovasi AI dengan nilai-nilai Islam. Ini bukan hanya tentang mengadopsi teknologi; ini tentang melakukannya secara bertanggung jawab.

Dukungan Komunitas

Program bimbingan yang menghubungkan profesional berpengalaman dengan pendatang baru dapat membantu menjembatani kesenjangan antara mereka yang berkinerja tinggi dan mereka yang masih belajar.

Dengan mendorong kolaborasi, komunitas Muslim dapat memastikan bahwa setiap orang mendapatkan manfaat dari potensi AI. Anggap saja ini sebagai membangun “ekosistem teknologi Halal” di mana tidak ada yang tertinggal.

AI memiliki potensi luar biasa bagi ekonomi Halal, tetapi bukan tongkat ajaib yang akan secara otomatis menyelesaikan semua masalah kita. Jika dikelola dengan bijak, AI dapat meningkatkan produktivitas, menciptakan peluang baru, dan memperkuat posisi global bisnis Halal.

Namun, jika tidak dikendalikan, AI berisiko memperlebar kesenjangan sosial dan ekonomi, sehingga kelompok rentan semakin terpinggirkan.

Saat umat Islam menavigasi lanskap yang berubah cepat ini, kita harus mendekati AI dengan ambisi dan kehati-hatian. Dengan berinvestasi dalam pendidikan, mempromosikan praktik etis, dan mendukung pertumbuhan inklusif.

Kita dapat memanfaatkan kekuatan AI untuk membangun masa depan yang mencerminkan nilai-nilai keadilan, kejujuran, dan kasih sayang yang menjadi inti Islam.

Bagaimanapun, kemajuan sejati tidak diukur dari seberapa banyak teknologi maju, tetapi dari seberapa merata manfaatnya dibagi.

Pikirkan tentang hal ini: Apa gunanya inovasi jika hanya melayani segelintir orang yang memiliki hak istimewa? Ekonomi Halal selalu lebih dari sekadar keuntungan—ini tentang melayani kemanusiaan sambil tetap setia pada prinsip-prinsip Islam.

Saat AI menjadi bagian yang semakin tidak terpisahkan dari kehidupan kita, mari kita pastikan AI mengangkat semua orang, bukan hanya mereka yang berada di puncak.

Apakah Anda seorang pemilik bisnis, pelajar, atau pemimpin masyarakat, pilihan yang kita buat hari ini akan membentuk masa depan dunia Muslim di masa mendatang.

Jadi, apakah Anda siap untuk merangkul AI secara bertanggung jawab—dan membantu orang lain melakukan hal yang sama?

Penulis adalah : Pemimpin Redaksi The Halal Times, dengan lebih dari 30 tahun pengalaman dalam jurnalisme.

Inilah Tips Mudah dan Cepat Raih Sertifikat Halal

this formate

BOGOR, bisniswisata.co.id: LPH LPPOM paparkan regulasi terkait proses sertifikat halal BPJPH kepada 150 profesional di bidang makanan dan minuman bersama IPB University dan IQI (Indonesia Quality Institution).

Dilansir dari , hal ini sebagai bentuk dukungan dalam meningkatkan regulasi wajib halal yang semakin berkembang di Indonesia. Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan, dan Kosmetika (LPPOM) menjelaskan regulasi wajib sertifikasi halal bagi pelaku usaha makanan dan minuman di Indonesia.

Regulasi ini penting untuk memenuhi ketentuan bagi pelaku usaha yang ingin memperdagangkan produk di Indonesia, dimana semua produk yang masuk, beredar, dan diperdagangkan wajib bersertifikat halal, sesuai dengan Pasal 160 Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 42 Tahun 2024.

Corporate Secretary Manager LPPOM, Raafqi Ranasasmita, menyampaikan hal ini dalam rangkaian Seminar Profesi Nasional 2025 bertema “The Role of Laboratory Management Systems on the Halal Certification Process”.

Kegiatan ini diselenggarakan LPPOM bekerja sama dengan IPB University dan IQI (Indonesia Quality Institution) pada 15 Februari 2025 di Gedung Zeta Sekolah Vokasi IPB University, Bogor.

Pihaknya menjelaskan bahwa kewajiban produk bersertifikat halal oleh Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) mulai diberlakukan sejak 17 Oktober 2019.

Pada tahap pertama, kewajiban ini diberlakukan untuk produk makanan, minuman, serta hasil dan jasa sembelihan. Hal tersebut sekaligus menandai era dimulainya wajib halal di Indonesia sebagai implementasi Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal (UU JPH).

Tahap kedua, kewajiban bersertifikat halal akan mulai diberlakukan bagi produk kosmetik, kimiawi, rekayasa genetika, obat tradisional, suplemen, dan barang gunaan (termasuk kemasan yang akan berakhir pada masa penahapannya pada 17 Oktober 2026.

Hal ini dilanjutkan wajib halal untuk obat bebas yang jatuh tempo di tahun 2029.
“Terakhir, tahun 2034 batas terakhir kewajiban sertifikasi halal obat-obatan, yakni untuk kelompok produk obat keras (kecuali psikotropika) dan alat kesehatan. Ruang lingkup kewajiban sertifikasi halal termasuk jasa yang terkait obat, seperti jasa maklon, logistik, dan retailer (penjualan),” ujar Raafqi.

Meski seluruh kategori produk wajib bersertifikat halal, pihaknya menyadari bahwa ada sejumlah tantangan yang berbeda-beda yang akan dihadapi berbagai pelaku usaha saat melakukan sertifikasi halal.

Oleh karenanya, Raafqi membagikan enam (6) tips mudah dan cepat untuk memperoleh sertifikat halal.
1.Pahami Regulasi dan Proses

Memahami peraturan dan regulasi yang berlaku seperti Sistem Jaminan Produk Halal (SJPH) serta memastikan seluruh dokumen administrasi lengkap sebelum mengajukan sertifikasi halal.

2.Bentuk Tim Manajemen Halal

Menunjuk penyelia halal yang kompeten dan tim khusus manajemen halal untuk mengelola proses sertifikasi halal. Berikan pelatihan berkala kepada tim terkait regulasi dan proses sertifikasi halal.

3.Lakukan Simulasi Audit Internal sebelum Pengajuan

Melakukan simulasi audit halal untuk memastikan seluruh proses produksi yang ada sudah sesuai standar halal dan lakukan identifikasi potensi adanya risiko kontaminasi silang sejak dini.

4.Gunakan Bahan Baku Bersertifikat Halal

Memastikan semua bahan baku memiliki spesifikasi, Material Safety Data Sheet (MSDS), flowchart, pernyataan atau kuesioner bebas bahan haram dan sertifikat halal yang diakui oleh BPJPH dan bekerja sama dengan supplier yang memiliki rekam jejak terpercaya.

5.Melakukan Komunikasi dengan BPJPH dan LPH (LPPOM)
Membangun komunikasi yang baik dengan BPJPH dan LPH (LPPOM) untuk memahami persyaratan sertifikasi halal di Indonesia.

6.Mengikuti Seminar dan Training
Selalu memperbaharui informasi terbaru terkait sertifikasi halal dengan cara mengikuti seminar atau sosialisasi yang diselenggarakan BPJPH atau LPH (LPPOM).

LPPOM melakukan berbagai upaya dalam rangka mendorong terwujudnya wajib halal bagi segala kategori produk sesuai arahan pemerintah.

Hal ini dilakukan mulai dari edukasi pelaku usaha hingga sejumlah program untuk memudahkan pelaku usaha dalam melakukan sertifikasi halal secara cepat dan mudah, termasuk memberikan fasilitasi sertifikasi halal secara gratis.

LPPOM juga senantiasa membuka ruang diskusi bagi setiap pelaku usaha yang produknya belum melakukan sertifikasi halal melalui layanan Customer Care pada Call Center 14056 atau WhatsApp 0811-1148-696.

Selain itu juga dapat mendalami alur dan proses sertifikasi halal dengan mengikuti kelas Pengenalan Sertifikasi Halal (PSH) yang diselenggarakan secara rutin setiap minggunya.

Anda dapat mengecek kehalalan produk melalui website www.halalmui.org atau aplikasi Halal MUI yang dapat diunduh di Google Playstore, serta website BPJPH https://bpjph.halal.go.id/.

Pelaku usaha yang memiliki kosmetik dan belum didaftarkan sertifikasi halal, segara daftarkan untuk melakukan pemeriksaan halal guna memenuhi regulasi yang sudah ditetapkan oleh pemerintah Indonesia.

Thailand Incar Pasar Halal Lewat Pijat dan Produk Herbal.

this formate

BANGKOK,bisniswisata.co.id: Thailand menargetkan pasar halal dengan produk pijat dan herbal. Inisiatif ini sejalan dengan strategi pemerintah untuk mengembangkan Thailand sebagai pusat medis dan kebugaran.

Dilansir dari nationthailand.com, Thailand akan memanfaatkan pasar halal global yang berkembang pesat, yang diperkirakan mencapai lebih dari 77 triliun baht, dengan mempromosikan pijat tradisional dan produk herbalnya.

Kementerian Kesehatan Masyarakat mendorong inisiatif ini, dengan fokus pada pencapaian sertifikasi halal untuk penawaran ini guna menarik minat 1,9 miliar konsumen Muslim di dunia.

Langkah ini sejalan dengan strategi pemerintah untuk mengembangkan Thailand sebagai pusat medis dan kebugaran, meningkatkan pariwisata kesehatan, dan mempromosikan pengobatan tradisional Thailand.

Kunci dari strategi ini adalah memastikan bahwa pijat Thailand dan produk herbal memenuhi standar halal ketat yang diharapkan oleh konsumen Muslim.

Departemen Pengobatan Tradisional dan Alternatif Thailand memberikan pelatihan kepada praktisi pijat dan pembuat produk herbal untuk mempersiapkan mereka menghadapi pasar Arab Saudi.

Ini termasuk panduan tentang pemenuhan persyaratan halal dan penyesuaian produk yang sesuai. Departemen ini juga berencana untuk memamerkan penawaran ini pada ibadah haji di Arab Saudi.

“Kami berupaya untuk memastikan bahwa pijat Thailand dan produk herbal siap bersaing di pasar Arab Saudi. Sertifikasi halal sangat penting untuk mengakses pasar ini, dan kami mendukung para pengusaha kami untuk mencapainya,” kata Somruek Chungsaman, direktur jenderal departemen tersebut.

Inisiatif ini diharapkan dapat meningkatkan citra Thailand, meningkatkan nilai produk herbalnya, dan memfasilitasi distribusinya di seluruh Timur Tengah.

Ini juga bertujuan untuk membangun kepercayaan konsumen yang lebih besar terhadap produk-produk ini dan menghasilkan manfaat ekonomi yang signifikan bagi Thailand.

Pasar halal global mengalami pertumbuhan yang pesat, dengan proyeksi yang menunjukkan bahwa pasar ini akan mencapai 105 triliun baht pada tahun 2027.

Sertifikasi halal merupakan pertimbangan utama bagi konsumen Muslim, sehingga penting bagi bisnis Thailand yang ingin menembus pasar yang menguntungkan ini.

Departemen ini telah mendukung lebih dari 2.000 bisnis produk herbal, yang menghasilkan nilai pasar yang substansial. Ratusan produk ini siap untuk sertifikasi halal, yang menandai langkah signifikan menuju perluasan jangkauan mereka ke Timur Tengah dan sekitarnya.

Inisiatif ini diharapkan dapat meningkatkan reputasi dan pangsa pasar produk herbal Thailand secara global