PERINMA Bahas Soal Kesetaraan Gender Peringati Hari Perempuan Internasional

this formate

ZURICH, bisniswisata.co.id:Peringati Hari Perempuan Internasional 2025, Perhimpunan Eropa untuk Indonesia Maju ( PERINMA) mengadakan webinar internasional ber tema “Empower, Inspire, Act: Driving Gender Equality in Every Sphere”.

Azizah Seiger ( Zee), Ketua Departemen
Sosial dan Kemanusiaan PERINMA, mengambil tema itu sebagai bentuk kepedulian terhadap isu kesetaraan gender yang masih relevan hingga hari ini dan pentingnya peran perempuan dalam berbagai sektor kehidupan.

Tema tersebut diangkat untuk mengingatkan bahwa kesetaraan tidak dapat dicapai hanya lewat wacana, melainkan harus dimulai dari keberanian untuk bertindak, saling menguatkan, dan terus menginspirasi satu sama lain.

“Kami berharap kegiatan ini menjadi momentum bagi perempuan untuk lebih percaya diri, berani bermimpi, berani berubah, dan berani menjadi diri sendiri,” ujar Azizah.

Kegiatan yang diselenggarakan pada hari Minggu 23 Maret 2025 pukul 10:30 waktu
Eropa tengah ini dibuka oleh Sakaria Wielgosz, Wakil Ketua Umum yang berharap webinar ini dapat memberikan inspirasi setelah mendengar langsung sepak terjang narsumber sebagai perempuan.

Terutama ditengah persaingan dalam
berbagai industri yang tidak hanya berhadapan dengan kaum Adam, melainkan juga menghadapi kondisi sosial yang masih sering kali menyampingkan peranan perempuan atau bahkan menempatkannya sebagai kaum yang harus tunduk pada nilai sosial.

Hal ini memberikan kesenjangan pada perempuan sehingga menjadi kaum yang tidak bebas, baik dalam berekspresi, cara berpakaian, berperilaku maupun berpendapat.

Begitu pula pada hak untuk memperoleh kesempatan dan meraih kesuksean di segala bidang. Selain itu Sakaria juga menyatakan harapannya agar kegiatan webinar ini dapat memberikan pencerahan kepada semua orang.

Bukan hanya para perempuan, tapi juga setiap individu, agar terus perjuangkan dan memberikan kesempatan yang sama,
bagi setiap orang sesuai dengan hak dan keahlian masing-masing. “Bukan karena perbedaan jenis kelamin semata”,ujarnya.

Webinar ini menghadirkan dua narasumber yang memiliki latar belakang berbeda. Narasumber pertama, Tri Ambar Indriasti-Hafner atau yang akrab dipanggil Ambar, selaku Ketua Departemen Budaya dan Pariwisata PERINMA.

Ambar dikenal sebagai perempuan
Indonesia yang konsisten mengenakan busana tradisional di Eropa dan merupakan sosok
yang membawa semangat pelestarian budaya dalam kehidupan sehari-hari.

Lulusan Sastra UGM ini menjadikan batik, tenun, dan kebaya sebagai bentuk ekspresi identitas dan kontribusi nyata terhadap pelaku UMKM batik di Indonesia.

Alasan lainnya karena adanya kedekatan emosional, adanya keinginan dari dalam diri Ambar sendiri, dan kebanggaan menjadi perempuan Indonesia yang tinggal di Eropa tapi tetap menjaga warisan budaya Indonesia disini.

Salah satu hambatan dalam berbusana Indonesia di Eropa yaitu cuaca, terutama musim dingin. Namun menjadi tantangan tersendiri, ia tetap konsisten mengkampanyekan kebanggaan terhadap warisan leluhur Indonesia.

Aksi yang selalu ia lakukan yaitu Selasa Berkebaya dimana Ambar selalu mengenakan kebaya dan batik di hari Selasa. Ia percaya bahwa mengenakan warisan budaya adalah bagian dari memperkuat identitas dan jati diri bangsa.

Peringati Hari Perempuan Internasional, Ambar berpesan jangan pernah melupakan jati diri kita. Selalu ingatkan diri sendiri tentang asal usul budaya leluhur kita, tutupnya.

Narasumber kedua, Anne Patricia Sutanto, adalah Vice CEO PT Pan Brothers Tbk. Anne adalah sosok pemimpin perempuan yang tidak hanya sukses menakhodai PT Pan Brothers
Tbk sebagai produsen garmen terbesar di Indonesia, tetapi juga menginspirasi lewat
ketangguhan dan integritasnya.

Bagi Anne, kesuksesan tidak diukur dari jabatan atau jumlah penghargaan semata. “Sukses harus dilihat secara 360 derajat. Kebahagiaan juga merupakan faktor dari kesuksesan. Bukan berapa jumlah penghargaan dan pekerjaan yang kita miliki,” ujar Anne.

Dia juga menegaskan bahwa salah satu alasan bagaimana dirinya sukses menjalani tiga peranan dalam hidupnya sebagai seorang istri, seorang ibu, dan seorang pembisnis adalah karena memegang tiga komitmen dalam menjalani kehidupannya.

“Komitmen pertama yaitu ke diri
sendiri, yakni seberapa jauh kita mau melangkah, seberapa tinggi kita mau melompat dan seberapa rendah kita mau untuk duduk. Komitmen kedua yaitu komitmen ke lingkungan mengenai waktu dan kehadiran yang kita berikan kepada orang di sekitar kita.

Komitmen ketiga adalah mengenai tanggung jawab atas apapun yang dipercayakan kepada kita, ujarnya.

Sebagai perempuan, Anne juga berulang kali dihadapkan pada situasi dimana dirinya harus melakukan pengorbanan, untuk memainkan tiga peranan penting yakni sebagai pengusaha, istri dan seorang Ibu.

Pengorbanan ini merupakan hal yang umum dirasakan oleh setiap perempuan yang menjalankan ketiga peran tersebut secara bersamaan. Dukungan dari sang suami lah yang merupakan kunci kesuksesan Anne, sehingga dirinya dapat meraih kesuksesan baik dalam karir, sebagai istri dan ibu bagi anak-anaknya.

“Menjaga komunikasi yang sehat dengan orang-orang terdekat kita juga merupakan kunci utama keberhasilan”, tambahnya. Anne menegaskan bahwa dirinya menjalani hidup dengan sikap positif serta pola pikir yang selalu membangun.

Kepercayaannya kepada Tuhan jugalah yang mengantarkan Anne pada pencapaian hidupnya.

Webinar ini diikuti oleh peserta dari berbagai negara dan latar belakang, yang menunjukkan antusiasme besar terhadap isu kesetaraan gender.

Melalui kisah dan pesan inspiratif dari
para narasumber, PERINMA berharap dapat terus mendorong kesadaran, aksi nyata, dan kolaborasi lintas gender serta lintas generasi.

Pendaftaran SAF Akan Dioperasikan oleh Organisasi Dekarbonisasi Penerbangan Sipil

this formate

JENEWA, bisniswisata.co.id: Asosiasi Transportasi Udara Internasional (IATA) telah membentuk Organisasi Dekarbonisasi Penerbangan Sipil (CADO) untuk mengelola Pendaftaran Bahan Bakar Penerbangan Berkelanjutan (SAF) yang dikembangkan IATA saat diluncurkan.

“CADO akan segera meluncurkan Pendaftaran SAF yang dikembangkan IATA. Mandatnya adalah mengelola Pendaftaran SAF sebagai entitas terpisah dari IATA dengan pendekatan terbuka dan global yang mendukung pengawasan yang diperlukan untuk membangun kepercayaan di antara semua pemangku kepentingan,”kata Marie Owens Thomsen, Wakil Presiden Senior Keberlanjutan dan Kepala Ekonom IATA

Menurut dia, pintu terbuka bagi semua pemangku kepentingan dalam rantai nilai SAF, termasuk pemerintah, untuk bergabung dengan CADO. Pendekatan inklusif ini juga harus menjadi kekuatan untuk harmonisasi prinsip-prinsip yang menjadi dasar pengoperasian semua pendaftaran SAF.

“SAF Registry merupakan bagian penting dari infrastruktur pasar yang sangat diperlukan dalam membangun pasar global yang transparan dan likuid untuk SAF. Komitmen industri untuk membangun Registry dan mendirikan CADO untuk mengelolanya harus menginspirasi pemerintah, produsen bahan bakar fosil, dan investor untuk terlibat dalam pasar SAF dengan semangat yang sepadan.

Meningkatkan produksi SAF merupakan tujuan bersama dan struktur yang kami terapkan dengan CADO merupakan langkah penting dalam memajukan dekarbonisasi,” kata Willie Walsh, Direktur Jenderal IATA.

Tentang CADO

CADO didirikan sebagai organisasi nirlaba di Kanada dengan kantor pusat di Montreal. IATA merupakan anggota pendiri CADO dan perannya dalam CADO akan mencakup dukungan teknis dan operasi yang berkelanjutan. Keanggotaan CADO terbuka untuk:

• Organisasi yang beroperasi atau berkontribusi langsung pada rantai nilai SAF, atau yang mewakili asosiasi atau kelompok peserta dalam rantai nilai SAF

• Negara atau organisasi kuasi-negara yang memiliki kepentingan langsung dalam operasi dan manfaat dari Registri SAF

• Kelompok kepentingan terkait yang secara tidak langsung mendapatkan manfaat dari SAF yang diterapkan dalam sistem penerbangan.

Tentang Registri SAF

IATA tengah mengembangkan Registri SAF yang akan segera diluncurkan sebagai sistem global untuk mencatat transaksi SAF dengan cara yang terstandarisasi dan transparan.

Sistem ini memastikan bahwa manfaat lingkungan dari SAF dapat dilacak saat bergerak melintasi rantai nilai SAF dan memungkinkan klaim manfaat ini terhadap kewajiban regulasi dan skema sukarela oleh maskapai penerbangan dan pelanggan korporat.

Registri SAF membantu memecahkan tantangan pasokan SAF yang terbatas —yang sangat langka dan hanya tersedia di beberapa lokasi di seluruh dunia— dengan menghubungkan maskapai penerbangan dengan produsen dan pemasok SAF, terlepas dari lokasi geografis mereka.

Selain itu, program ini memberikan akses kepada pelanggan korporat maskapai penerbangan untuk melakukan pengurangan emisi di sektor tersebut dan memanfaatkan kapasitas perusahaan untuk ikut membiayai biaya dekarbonisasi.

Partisipasi dalam SAF Registry akan gratis hingga April 2027, setelah itu program ini akan dioperasikan berdasarkan pemulihan biaya.

WTTC: Pemimpin Perjalanan Mewah Classic Vacations Bergabung dengan World Travel & Tourism Council

this formate

LONDON, bisniswisata.co.id: World Travel & Tourism Council (WTTC) dengan senang hati menyambut Classic Vacations sebagai Anggota Regional. Kemitraan baru ini menyoroti komitmen Classic Vacations untuk bekerja sama dengan para pemimpin industri guna meningkatkan pengalaman perjalanan mewah dan mendukung pertumbuhan sektor ini yang berkelanjutan.

Julia Simpson, Presiden & CEO WTTC, mengatakan: “Kami sangat senang menyambut Classic Vacations di WTTC sebagai Anggota Regional.

Dilansir dari breakingtravelnews.com, berdiri pada tahun 1978 dan berkantor pusat di San Jose, California, Classic Vacations adalah perusahaan perjalanan mewah global terkemuka yang bekerja secara eksklusif dengan penasihat perjalanan untuk menyusun dan memfasilitasi liburan dan pengalaman perjalanan yang dipersonalisasi bagi para pelancong bernilai tinggi.

Perusahaan ini menyediakan berbagai akomodasi kelas atas global, tur eksklusif, dan layanan serta alat perencanaan perjalanan yang disesuaikan, yang memenuhi peran mendasar bagi industri ini.

Diakui sebagai mitra tur Virtuoso yang paling produktif di AS selama dua tahun berturut-turut, Classic Vacations terus menetapkan standar tinggi dalam perjalanan mewah.

Classic Vacations bergabung dengan WTTC untuk berkontribusi dan berkolaborasi dengan para pemimpin industri global dalam membentuk masa depan perjalanan.

Sebagai mitra tepercaya bagi para penasihat perjalanan, perusahaan ini berkomitmen untuk mendorong inovasi yang digerakkan oleh teknologi dan manusia, mengadvokasi inisiatif industri yang bermakna, dan berkontribusi pada diskusi penting tentang evolusi perjalanan mewah.

WTTC berfungsi sebagai suara global Perjalanan & Pariwisata, menyatukan tokoh-tokoh industri terkemuka untuk mendorong pertumbuhan berkelanjutan, mengadvokasi perubahan positif, dan mengembangkan kebijakan yang meningkatkan dampak ekonomi dan sosial sektor ini.

“Dedikasi mereka untuk memberikan pengalaman perjalanan mewah yang luar biasa sejalan dengan misi kami untuk membina industri Perjalanan & Pariwisata yang lebih kuat dan lebih berkelanjutan. Kami berharap dapat berkolaborasi untuk membentuk masa depan sektor ini.”

Melissa Krueger, CEO Classic Vacations, mengatakan dii Classic Vacations, pihaknya percaya pada kekuatan kolaborasi untuk mendorong perubahan positif dalam industri perjalanan.

“Bergabung dengan WTTC memungkinkan kami untuk berkontribusi pada diskusi utama yang membentuk masa depan pariwisata mewah dan pariwisata yang bertanggung jawab sambil semakin memperkuat kemitraan kami di seluruh ekosistem perjalanan global.” kata Melissa Krueger.

Dia gembira dapat bekerja sama dengan para pemimpin industri lainnya untuk meningkatkan peran konsultan perjalanan dalam membentuk pengalaman yang luar biasa.

Classic Vacations terus memperluas penawarannya, termasuk kemitraan terkini dengan Vrbo, yang menyediakan akses kepada klien ke inventaris persewaan liburan yang dapat dipesan secara instan.

Selain itu, akuisisi perusahaan oleh The Najafi Companies pada tahun 2021 telah memperkuat posisinya di pasar perjalanan mewah, meningkatkan penawaran yang didukung teknologi dan tenaga manusia sekaligus mendukung pertumbuhan lebih lanjut di seluruh platform.

Dengan komitmen yang kuat terhadap inovasi, layanan yang dipersonalisasi, dan kolaborasi industri, Classic Vacations berharap dapat memainkan peran aktif dalam komunitas WTTC.

Rencana ambisius Johor

this formate

JOHOR BAHRU, bisniswisata.co.id: Dengan dukungan kuat dari pemerintah dan pelaku usaha pariwisata setempat, negara bagian Johor di Malaysia selatan semakin menarik perhatian di bidang pariwisata dan perjalanan.

Baru-baru ini, negara bagian ini menjadi tuan rumah Forum Pariwisata ASEAN (ATF), ajang perdagangan pariwisata utama di Asia Tenggara.

Dilansir dari ttgasia.com, ini merupakan pertemuan bergengsi pertama di negara bagian tersebut, yang menarik hampir 300 pembeli internasional dan 100 peserta pameran dari seluruh wilayah.

Ajang ini menampilkan pertemuan menteri blok ASEAN, tur teknis, dan kunjungan lapangan yang memperkenalkan langsung kepada para delegasi tentang berbagai atraksi di Johor, termasuk Legoland Malaysia Resort, Johor Premium Outlets, dan tour keliling kota Johor Bahru, ibu kota negara bagian tersebut.

Sharil Nizam Abdul Rahim, direktur Pariwisata Johor, mengatakan kepada TTG Asia: “Menjadi tuan rumah ATF memungkinkan kami untuk memamerkan penawaran kami dan agar pelaku usaha pariwisata dapat merasakan destinasi wisata tersebut secara langsung,”

Hal Ini juga merupakan peluang jaringan yang berharga untuk membangun hubungan dengan agen perjalanan asing.” Waktu penyelenggaraan ATF sangat strategis, sejalan dengan persiapan untuk Tahun Kunjungan Malaysia 2026.

Kampanye Tahun Kunjungan Johor 2026 milik Johor sendiri akan berjalan bersamaan, memanfaatkan inisiatif nasional yang dipelopori oleh Kementerian Pariwisata, Seni, dan Budaya Malaysia.

Kampanye nasional ini bertujuan untuk menarik 35,6 juta kedatangan internasional, naik dari 31,4 juta pada tahun 2024, dan menghasilkan pendapatan pariwisata sebesar 147,1 miliar ringgit (US$32,7 miliar).

Target ambisius Johor termasuk menyambut 12 juta wisatawan asing dan menghasilkan penerimaan pariwisata sebesar 42,48 miliar ringgit pada tahun 2026, berdasarkan target tahun 2024 yaitu 22 juta wisatawan dan pendapatan sebesar 38,94 miliar ringgit.

Peningkatan infrastruktur merupakan inti dari strategi Johor untuk meningkatkan aksesibilitas. Penyelesaian peningkatan Bandara Internasional Senai pada akhir tahun 2023 secara signifikan meningkatkan kapasitasnya untuk mengakomodasi kedatangan internasional.

Edwin Tay, ketua Asosiasi Pariwisata Tionghoa Malaysia cabang Johor, menyoroti dampak strategis dari penerbangan langsung baru yang diperkenalkan oleh Batik Air pada akhir tahun 2024, termasuk layanan harian dari Johor Bahru ke Bangkok di Thailand dan penerbangan dua mingguan ke Kunming di Tiongkok.

“Penerbangan ini menyediakan akses langsung bagi wisatawan internasional ke Johor Bahru, tanpa perlu melalui Kuala Lumpur atau Singapura. Ini juga akan menarik calon investor bisnis ke negara bagian tersebut,” kata Tay.

Bandara Internasional Senai juga menghubungkan Johor dengan kota-kota besar seperti Guangzhou dan Haikou di Tiongkok; Kota Ho Chi Minh di Vietnam; Jakarta dan Surabaya di Indonesia; Mekkah dan Madinah di Arab Saudi.

Untuk lebih meningkatkan konektivitas, Tourism Johor bekerja sama dengan Senai Airport Terminal Services dan pemerintah daerah setempat untuk menarik lebih banyak maskapai penerbangan internasional, menawarkan dukungan pemasaran dan operasional untuk mengoptimalkan operasi mereka.

Perjalanan lintas batas dengan Singapura, pasar wisata terbesar Johor, juga telah disederhanakan. Kedua negara telah menerapkan sistem kode QR untuk mempercepat pengurusan imigrasi.

Dengan demikian dapar mengurangi kepadatan di darat. Inisiatif ini bermula dari Nota Kesepahaman untuk mengembangkan kerangka kerja bagi Zona Ekonomi Khusus Johor-Singapura, yang mencakup penjajakan pengurusan bebas paspor.

Sharil menyoroti bahwa wisatawan Singapura, yang sering berkunjung untuk berbelanja, bersantap, dan bersantai, memberikan kontribusi yang signifikan terhadap ekonomi pariwisata Johor.

“Orang Singapura biasanya memiliki daya beli yang lebih tinggi dibandingkan dengan wisatawan dari negara-negara anggota ASEAN lainnya,” katanya.

Pasar lain juga tidak kalah berharga, tegasnya, karena wisatawan cenderung bepergian dalam kelompok besar, yang menghasilkan pendapatan substansial bagi sektor perjalanan dan perhotelan.

Daya tarik Johor didukung oleh beragam atraksinya, untuk menarik wisatawan dengan beragam minat. Desaru Coast Adventure Waterpark menampilkan Kraken’s Revenge, wahana air pertama di Malaysia, dan Tidal Wave Beach, yang menghasilkan ombak setinggi empat meter, ideal untuk berselancar.

Taman air ini merupakan bagian dari Desaru Coast, destinasi terpadu premium pertama di Malaysia. Desaru Coast yang berusia kurang dari satu dekade ini menawarkan merek hotel internasional bintang lima yang terkenal, pusat konferensi, dua lapangan golf kejuaraan, dan pantai berpasir putih bersih di sepanjang Laut Cina Selatan.

Arokia Das Anthony, direktur eksekutif The Essence of Asia Tours & Travel, menekankan semakin menonjolnya Desaru Coast. “Desaru Coast merupakan pengembangan premium yang dengan cepat menjadi destinasi yang dicari baik untuk wisata rekreasi maupun acara bisnis,” katanya.

“Tujuh tahun lalu, kami memasukkan Johor sebagai bagian dari program multi-destinasi dengan Singapura, Melaka, dan Kuala Lumpur. Kini, Johor berdiri sendiri sebagai destinasi tunggal bagi wisatawan regional, berkat penawaran kelas dunianya.”

Evolusi pariwisata Johor mencerminkan kemitraan dinamis antara sektor publik dan swasta. Saat negara bagian tersebut bersiap untuk Tahun Kunjungan Johor 2026, negara bagian tersebut memposisikan dirinya sebagai pemain kunci dalam strategi pariwisata Malaysia yang lebih luas.

Dengan infrastruktur yang ditingkatkan, rute penerbangan baru, dan portofolio objek wisata yang terus bertambah, negara bagian tersebut siap menarik lebih banyak pengunjung internasional, mengamankan tempatnya sebagai destinasi utama di Asia Tenggara.

TAT Memimpin Masa Depan Pariwisata Berkelanjutan Thailand dengan Inovasi

this formate

Wat Phumin, Nan Chiang Khan Walking Street, Loei

BANGKOK, bisniswisata.co.id: Otoritas Pariwisata Thailand (TAT) tengah membentuk masa depan pariwisata Thailand dengan fokus pada keberlanjutan, inovasi, dan transformasi digital, sebagaimana yang ditunjukkan di ITB Berlin 2025.

Bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, Riset, dan Inovasi (MHESI) dan Dana Promosi Sains, Riset, dan Inovasi Thailand (TSRI), TAT memimpin inisiatif Pariwisata Netral Karbon dan Nol Emisi, yang memperkuat peran Thailand sebagai pemimpin global dalam pariwisata yang bertanggung jawab.

Gubernur TAT, Thapanee Kiatphaibool, menyatakan, “Masa depan pariwisata Thailand terletak pada keberlanjutan, inovasi digital, dan solusi berbasis sains.

Dengan komitmen kuat untuk menyeimbangkan ekspansi pariwisata dengan tanggung jawab lingkungan, Thailand menetapkan tolok ukur global di bawah visi ‘Tahun Pariwisata & Olahraga Thailand yang Menakjubkan 2025’ dan konsep Soft Power Thailand yang Berkelanjutan, tambahnya.

Di ITB Berlin, TAT dan para mitra menyoroti peran sains, riset, dan teknologi dalam membangun industri pariwisata yang lebih berkelanjutan. Diskusi difokuskan pada pengurangan jejak karbon sektor ini, memanfaatkan Soft Power Thailand, dan mengembangkan pengalaman perjalanan yang bernilai tinggi dan ramah lingkungan.

Dengan menggabungkan tanggung jawab lingkungan dengan peluang ekonomi, Thailand bertujuan untuk menarik wisatawan berkualitas sekaligus memastikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat dan bisnis lokal.

Kolaborasi untuk Pariwisata Netral Karbon dan Nol Karbon

TAT memajukan Pariwisata Netral Karbon dan Nol Karbon di seluruh 77 provinsi, dengan fokus pada kota-kota besar dan destinasi utama. Inisiatif ini didukung oleh lembaga pemerintah, sektor swasta, dan akademisi—baik di Thailand maupun internasional.

Strategi keterlibatan multilevel mendorong upaya ini. Kolaborasi antarnegara (N2N) difasilitasi melalui Kementerian Luar Negeri, sementara kemitraan antarorganisasi (O2O) memperkuat kerja sama kelembagaan. Di tingkat bisnis, inisiatif antarorganisasi (O2B) menghubungkan operator pariwisata dengan solusi berkelanjutan.

Upaya ini diperkuat oleh kemitraan penelitian yang melibatkan Asosiasi Ekowisata dan Perjalanan Petualangan Thailand (TEATA), 20 universitas, dan 200 pakar, yang menjadikan Thailand sebagai pusat terkemuka Pariwisata Berkelanjutan di Asia sekaligus meningkatkan daya saing global.

Panel Thailand TOGETHER Net Zero di ITB Berlin 2025

Momen penting di ITB Berlin 2025 adalah diskusi panel “Thailand Together Net Zero: Memajukan Pariwisata Netral Karbon”, yang menampilkan Assoc. Prof. Dr. Thammasak Yimin (Universitas Ramkhamhaeng), Dr. Parichat Sunthararaks (TEATA), Mr. Nipatpong Chuanchuen (Jaringan Ekowisata Asia), dan Mr. Richard Peter (Koordinator Thailand Together Net Zero).

Diskusi tersebut membahas strategi praktis untuk mencapai Pariwisata Net Zero, termasuk teknologi ramah lingkungan, perjalanan tanpa limbah, dan solusi kompensasi karbon. Para ahli menekankan keterlibatan masyarakat dan kolaborasi lintas sektor, yang menyoroti keberlanjutan sebagai prioritas ekonomi dan lingkungan.

Soft Power dan Pengembangan Pariwisata Berkelanjutan

TAT, bermitra dengan Dana Peningkatan Daya Saing Nasional (NCEF) TSRI, mengintegrasikan Soft Power Thailand ke dalam strategi pariwisata berkelanjutan untuk memenuhi permintaan yang meningkat akan perjalanan yang sadar lingkungan.

Dengan menggabungkan gastronomi Thailand, minuman beralkohol lokal, seni pertunjukan, musik, mode, tekstil, Muay Thai, dan festival budaya, TAT mengembangkan pengalaman siap pasar yang meningkatkan nilai ekonomi pariwisata sekaligus melestarikan warisan budaya.

Kolaborasi yang didukung penelitian dengan pemangku kepentingan sektor swasta memastikan elemen-elemen ini terintegrasi secara efektif ke dalam industri pariwisata Thailand.

Pariwisata Gastronomi memposisikan masakan Thailand sebagai pengalaman budaya yang berkelanjutan, sementara Pariwisata untuk Semua meningkatkan aksesibilitas bagi wisatawan senior, penyandang disabilitas, dan mereka yang membutuhkan bantuan khusus.

Pariwisata Kereta Api berkembang untuk mendorong perjalanan rendah karbon, yang menghubungkan situs warisan budaya dan alam utama. Rute utara menghubungkan Chiang Mai, Lamphun, Lampang, Phrae, Uttaradit, dan Phitsanulok, menawarkan akses ke kota-kota bersejarah dan desa-desa budaya.

Di Timur Laut, satu rute menghubungkan Khon Kaen, Udon Thani, dan Nong Khai, dengan fokus pada warisan Mekong dan wisata kuliner, sementara yang lain menghubungkan Surin, Si Sa Ket, dan Ubon Ratchathani, dengan menekankan tradisi lokal dan pariwisata berbasis masyarakat.

Di Selatan, rute Truly South menghubungkan Teluk Thailand ke Laut Andaman, menawarkan alternatif berkelanjutan untuk perjalanan udara.

Kota Tua Nan dan Chiang Khan Diakui untuk Pariwisata Berkelanjutan

Komitmen Thailand terhadap pariwisata berkelanjutan ditegaskan kembali di ITB Berlin 2025, dengan Kota Tua Nan menerima Penghargaan Emas Green Destinations, yang menandai pengakuan emas pertama untuk Thailand di ASEAN dan satu-satunya di Asia tahun ini.

Chiang Khan, Provinsi Loei, menempati posisi ke-2 dalam Green Destinations Top 100 Story Awards untuk model pariwisata yang digerakkan oleh masyarakat.

Penghargaan ini menyoroti kepatuhan Thailand terhadap standar keberlanjutan internasional, yang didukung oleh Designated Areas for Sustainable Tourism Administration, Departemen Pariwisata, dan TAT.

Pengakuan Kota Tua Nan dan Chiang Khan, bersama dengan destinasi Thailand lainnya yang ditampilkan dalam Green Destinations Top 100, menggarisbawahi komitmen Thailand untuk menyeimbangkan konservasi lingkungan, pelestarian budaya, dan inklusivitas ekonomi.

Strategi Pasca ITB Berlin dan Ekspansi Global

Setelah ITB Berlin 2025, TAT dan TSRI akan memperluas strategi Nation to Nation mereka bekerja sama dengan kedutaan besar Thailand di seluruh dunia, mengintegrasikan penelitian dan inovasi pariwisata ke dalam sektor MICE (Pertemuan, Insentif, Konferensi, dan Pameran).

Strategi yang didorong oleh penelitian akan memandu pengembangan infrastruktur MICE dan wisata olahraga yang ramah lingkungan, sejalan dengan tujuan Pariwisata Nol Emisi Bersih Thailand.

Dengan keberlanjutan, inovasi digital, dan solusi berbasis sains sebagai intinya, Thailand menetapkan tolok ukur global untuk pertumbuhan pariwisata yang bertanggung jawab di bawah visi “Tahun Pariwisata & Olahraga Thailand yang Menakjubkan 2025” dan inisiatif Soft Power Thailand yang Berkelanjutan.

Vietnam Manfaatkan Pariwisata Pernikahan untuk Pertumbuhan dan Promosi

this formate

HO CHI MINH CITY, bisniswisata.co.id: Dalam beberapa tahun terakhir, pariwisata pernikahan telah muncul sebagai kontributor yang terus berkembang bagi ekonomi lokal di beberapa wilayah di Vietnam.

Dilansir dari en.vietnamplus.vn, melihat permintaan pasar, pemerintah dan pelaku bisnis didorong untuk berinvestasi dalam pengembangan segmen pariwisata ini guna meningkatkan pendapatan sekaligus mempromosikan destinasi, khususnya bagi wisatawan internasional.

Tren pasar yang meningkat

Sektor pariwisata Vietnam bertujuan untuk menyambut 22-23 juta kedatangan internasional dan 120-130 juta wisatawan domestik pada tahun 2025.

Untuk mencapai target ini, diperlukan pemanfaatan tren dan segmen pengunjung baru. Pariwisata pernikahan, meskipun masih relatif baru, menghadirkan potensi yang signifikan bagi ekonomi pariwisata negara tersebut.

Menurut Nguyen Quang Vinh, seorang pakar dari Institut Penelitian Pengembangan Pariwisata, pariwisata pernikahan telah menjadi fokus strategis bagi banyak negara Asia, khususnya di Asia Tenggara.

Negara-negara seperti Thailand, Indonesia, dan Vietnam telah memanfaatkan pantai tropis, nilai-nilai budaya yang semarak, dan biaya acara yang terjangkau untuk menarik pasangan yang mencari pengalaman pernikahan yang berkesan.

Wisata pernikahan, sebuah konsep yang melibatkan pasangan yang bepergian ke suatu destinasi untuk menyelenggarakan atau menghadiri upacara pernikahan dan acara terkait seperti lamaran, pertunangan, pemotretan pra-pernikahan, bulan madu, atau perayaan ulang tahun pernikahan, muncul sebagai ceruk yang menguntungkan dalam industri perjalanan.

Vietnam, dengan bentang alamnya yang indah, pantai-pantai yang masih alami, resor-resor mewah, dan layanan yang terjangkau namun berkualitas tinggi, memiliki potensi besar untuk mengembangkan sektor ini.

Latar negara yang beragam menyediakan berbagai latar belakang untuk pernikahan, memastikan setiap upacara menawarkan suasana dan dekorasi yang unik. Vinh mengatakan beberapa destinasi di Vietnam memiliki potensi yang kuat untuk pertumbuhan wisata pernikahan.

Tempat-tempat populer seperti Phu Quoc, Da Nang, Phan Thiet, Ninh Binh, dan Quang Ninh disukai tidak hanya karena keindahan alamnya dan layanan keramahtamahan premium, tetapi juga karena pengalaman mendalam yang mereka tawarkan.

Meskipun masih merupakan konsep yang relatif baru di Vietnam, wisata pernikahan berpotensi memberikan manfaat ekonomi yang signifikan. Perayaan pernikahan sering kali melibatkan ratusan tamu, banyak di antaranya yang memperpanjang masa tinggal mereka untuk menjelajahi destinasi tersebut, sehingga meningkatkan permintaan akan akomodasi, tempat makan, belanja, dan pengalaman lokal.

Selain itu, saat tamu pernikahan membagikan foto dan pengalaman mereka secara daring, mereka secara tidak sengaja mempromosikan budaya, masyarakat, dan keindahan alam Vietnam kepada khalayak global.

Dalam beberapa tahun terakhir, destinasi populer seperti Phan Thiet (provinsi Binh Thuan), pulau Con Dao (provinsi Ba Ria – Vung Tau), pulau Phu Quoc (provinsi Kien Giang), dan Ha Long (provinsi Quang Ninh) telah menyelenggarakan banyak acara pernikahan, yang mencerminkan minat yang meningkat di pasar ini.

Tren ini menggarisbawahi potensi Vietnam yang besar untuk menjadi destinasi wisata pernikahan yang disukai, berkat pantainya yang masih alami, situs warisan budaya, resor kelas atas, kuliner yang lezat, dan keramahtamahan yang hangat.

Misalnya, pada tahun 2019, pasangan miliarder India memilih Phu Quoc sebagai tempat pernikahan mereka, menjamu 700 tamu dalam perayaan yang megah. Sejak saat itu, resor mewah Phu Quoc terus menarik pasangan internasional yang mencari pengalaman pernikahan yang tak terlupakan.

Pengakuan yang konsisten terhadap pulau ini di berbagai penghargaan pariwisata global yang bergengsi semakin memperkuat posisinya sebagai tujuan pernikahan papan atas.

Meningkatkan pasar wisata pernikahan
Untuk lebih mengembangkan pasar yang menjanjikan ini, para ahli menyarankan agar pemerintah daerah dan pemangku kepentingan pariwisata mengadopsi strategi yang disesuaikan.

Memahami preferensi pasangan internasional, seperti pernikahan di tepi pantai di Phu Quoc, Da Nang, atau Ha Long, atau upacara bertema tradisional di pusat budaya seperti Hoi An dan Hue, akan membantu membentuk paket wisata pernikahan yang menarik.

Selain itu, bisnis harus memperhitungkan perbedaan budaya dalam tradisi pernikahan untuk menciptakan pengalaman yang dipersonalisasi dan tak terlupakan bagi pasangan internasional.

Memperluas upaya promosi melalui media sosial dan memamerkan pernikahan destinasi yang sukses di Vietnam juga akan meningkatkan daya tarik negara tersebut di pasar asing.

Yang sama pentingnya adalah berinvestasi pada personel terampil yang mengkhususkan diri dalam layanan pernikahan. Pelatihan dalam perencanaan acara, dekorasi, fotografi, videografi, dan gaya busana akan meningkatkan kualitas layanan, memastikan industri wisata pernikahan Vietnam berkembang pesat.

Dari perspektif bisnis, Dinh Duc Quang dari APEC Mandala Wyndham Mui Ne mengatakan wisatawan pernikahan sering kali kaya, bersedia menghabiskan banyak uang untuk layanan premium.

Daftar tamu mereka yang panjang menciptakan permintaan tambahan untuk layanan perhotelan, yang memberikan peluang yang sangat baik bagi bisnis pariwisata untuk meningkatkan pendapatan.

Dengan menawarkan pengalaman menarik untuk mendorong masa tinggal yang lebih lama, destinasi dapat lebih memanfaatkan pasar yang menguntungkan ini.

Tran Thi Mai Huong, seorang pakar dari Otoritas Pariwisata Nasional Vietnam, menyoroti perlunya memenuhi sifat wisata pernikahan yang bersifat personal.

Pasangan sering mencari elemen yang khas seperti tempat yang unik, dekorasi yang kreatif, dan aktivitas yang disesuaikan. Dengan tamu yang sering bepergian dari berbagai negara, penyedia layanan harus merancang pengalaman yang berkesan yang sesuai dengan latar belakang budaya yang beragam, kata Huong.

Menteri Pariwisata Ungkap Strategi untuk Tingkatkan Industri Pariwisata Kamboja

this formate

PHOMPH PENH, bisniswisata.co.id: Menteri Pariwisata Huot Hak telah menguraikan strategi komprehensif untuk memperkuat sektor pariwisata Kamboja, dengan menekankan kolaborasi di tingkat nasional dan sub-nasional, keterlibatan sektor swasta, kerja sama internasional, promosi media, dan partisipasi individu.

“Saya telah menetapkan enam pilar untuk mempromosikan pariwisata di Kamboja,” kata Hak saat upacara penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Pacific Asia Travel Association (PATA) Cabang Kamboja dan GTVC Import Export Co Ltd di Preah Sihanouk seperti diilansir dari khmertimeskh.com.

“Kementerian Pariwisata sendiri tidak dapat mencapai tujuan ini, meskipun kita hidup di bawah bayang-bayang perdamaian. Kita membutuhkan enam pemangku kepentingan terkait untuk bekerja sama,” jelasnya.

Hak menegaskan kembali komitmen pemerintah untuk memperluas sektor pariwisata Kamboja dengan mendorong koordinasi yang lebih erat di tingkat nasional, meningkatkan inisiatif pariwisata provinsi, mendorong investasi sektor swasta, dan memperkuat kemitraan diplomatik dengan pemangku kepentingan internasional.

“Samdech Techo Hun Sen (Presiden Senat) menganggap pariwisata sebagai ‘emas hijau’, sementara Perdana Menteri Samdech Hun Manet melihat sektor pariwisata sebagai tulang punggung ekonomi negara. Ini sangat penting,” imbuhnya.

Dia juga menekankan pentingnya media dan influencer dalam melawan misinformasi sembari mempromosikan aset pariwisata Kamboja dan mendorong partisipasi individu.

Negara ini diperkirakan akan menyambut hingga 7,5 juta wisatawan internasional pada tahun 2025, menyusul kinerja yang kuat pada tahun 2024, ketika negara tersebut menerima 6,7 juta pengunjung asing – meningkat 23% dibandingkan tahun sebelumnya.

Sektor pariwisata menghasilkan pendapatan kotor sebesar $3,63 miliar pada tahun 2024, yang mencerminkan pertumbuhan 18% dari tahun ke tahun.

Hak menyoroti transformasi provinsi tersebut menjadi “Zona Ekonomi Khusus (KEK) Multiguna Model”. Ia menekankan bahwa perkembangan ini merupakan hasil dari evaluasi cermat pemerintah terhadap “potensi pariwisata yang kuat.”

Dia mengatakan Sihanoukville menjadi pintu gerbang ke wilayah pesisir Kamboja, destinasi wisata pesisir berstandar internasional, dan tempat wisata terkenal dengan daya tarik tinggi di ASEAN.

Berdasarkan rencana induk pemerintah, pariwisata akan memainkan peran kunci dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, yang selanjutnya memposisikan provinsi tersebut sebagai “koridor pariwisata berstandar internasional”.

Menteri juga mencatat bahwa Preah Sihanouk menonjol di antara empat provinsi pesisir Kamboja, dengan pantai berpasir putih, kanal alami, dan objek wisata ekologis yang menarik bagi pengunjung lokal dan internasional.

Dia juga menggarisbawahi pentingnya perdamaian dan stabilitas dalam memungkinkan Kamboja mengembangkan potensi pariwisatanya, dengan menyatakan bahwa perang sebelumnya telah menghambat upaya untuk memamerkan objek wisata negara tersebut.

Mendorong semua warga negara untuk mengambil bagian dalam mempromosikan sektor tersebut dan menyatakan, “Kita harus berpikir positif,” menyoroti pencapaian dan keberhasilan pemerintah baru dalam menjaga perdamaian dan stabilitas politik yang langgeng.

Selama acara tersebut, Presiden PATA Kamboja Thuon Sinan merefleksikan peran asosiasi tersebut sejak didirikan 11 tahun lalu, menekankan bahwa Kamboja memiliki banyak lokasi wisata potensial yang perlu disebarluaskan dengan baik.

Dia menggambarkannya Kamboja sebagai “berlian” dan “pengantin yang cantik” dan
mendesak upaya promosi yang lebih besar untuk menarik lebih banyak pengunjung.

Sementara itu, Neak Oknha Tea Vichet, CEO GTVC Import Export Co Ltd perkenalkan usaha pariwisata perusahaan tersebut, termasuk resor di distrik Prey Nop dan Pulau Koh Kong, antara lain.

Gubernur Preah Sihanouk Mang Sineth menegaskan kembali komitmen provinsi tersebut terhadap pertumbuhan pariwisata, menggambarkannya sebagai pendorong utama pembangunan ekonomi dalam kerangka Kawasan Ekonomi Khusus (KEK).

Pejabat Senior ASEAN-India ke-27 di Manila Perkuat Hubungan Strategis

this formate

MANILA, bisniswisata.co.id: Pertemuan Pejabat Senior ASEAN-India (AISOM) ke-27 berlangsung di Manila pekan lalu diketuai bersama oleh Jaideep Mazumdar, Sekretaris (Timur), Pemerintah India, dan H.E. MA. Theresa P. Lazaro, Pemimpin SOM Filipina dari Kementerian Luar Negeri.

Dilansir dari https://ddnews.gov.in/, Filipina saat ini menjabat sebagai Koordinator Negara untuk Hubungan Dialog ASEAN-India. Pejabat senior dari semua Negara Anggota ASEAN, Timor Leste sebagai Pengamat, dan Wakil Sekretaris Jenderal ASEAN turut hadir.

Pertemuan tersebut meninjau kemajuan keputusan-keputusan utama dari KTT ASEAN-India terkini dan Pertemuan Menteri Luar Negeri ASEAN-India (PMC+1), dengan fokus pada tiga pilar utama keterlibatan ASEAN-India: kerja sama politik-keamanan, ekonomi, dan sosial-budaya.

Para pejabat memuji keberhasilan implementasi Usulan 10 Poin yang disampaikan oleh Perdana Menteri India Narendra Modi pada KTT ASEAN-India ke-21 di Republik Demokratik Rakyat Laos pada tahun 2024.

Khususnya, salah satu inisiatif utama adalah usulan untuk menetapkan tahun 2025 sebagai Tahun Pariwisata ASEAN-India. Sekretaris (Timur) menyoroti peran ASEAN sebagai landasan Kebijakan Bertindak ke Timur India dan visinya yang lebih luas untuk kawasan Indo-Pasifik.

Diskusi berpusat di sekitar bidang-bidang utama seperti memperkuat kerja sama pariwisata, mempercepat peninjauan Perjanjian Perdagangan Barang ASEAN-India (AITIGA), meningkatkan konektivitas digital dan maritim, dan membina kemitraan dalam kesehatan, inovasi, dan pembangunan.

Isu-isu regional dan global yang menjadi perhatian bersama juga dibahas. Persiapan untuk KTT ASEAN-India mendatang dan Pertemuan Menteri Luar Negeri ASEAN-India, yang akan berlangsung akhir tahun ini di Malaysia, juga dibahas.

Perwakilan ASEAN menyampaikan apresiasi mereka atas dukungan India yang konsisten terhadap ASEAN dan kontribusinya terhadap kerangka kerja yang dipimpin ASEAN di kawasan tersebut.

Di sela-sela pertemuan tersebut, Menteri Mazumdar bertemu dengan Menteri Luar Negeri Filipina, Y.M. Enrique A. Manalo, untuk membahas hasil AISOM dan menjajaki cara-cara untuk lebih memperkuat hubungan bilateral antara India dan Filipina.

Menteri Mazumdar juga menyampaikan rasa terima kasih kepada Menteri Manalo karena telah menerima undangan untuk berpartisipasi dalam Dialog Raisina ke-10, yang diselenggarakan di New Delhi pada tanggal 17-19 Maret lalu.

ETIAS Akan Jadi Wajib untuk Perjalanan ke UE Tahun 2027

this formate

SINGAPURA, bisniswisata.co.id: Pelancong asing yang diizinkan masuk ke Uni Eropa ( UE) tanpa visa tidak akan diminta untuk memperoleh otorisasi perjalanan – ETIAS (Sistem Informasi dan Otorisasi Perjalanan Eropa) – paling cepat hingga April 2027.

Menurut Direktorat Jenderal Migrasi dan Urusan Dalam Negeri UE, ETIAS diharapkan akan berlaku pada kuartal terakhir tahun 2026. Namun, karena akan ada masa transisi dan tenggang waktu, persyaratan untuk mengajukan ETIAS sebelum bepergian ke blok tersebut tidak akan menjadi wajib hingga tahun 2027 sebagaimana diinformasikan oleh laporan berita di Schengen.News.

Penerapan ETIAS terkait dengan Sistem Masuk/Keluar (EES). Setelah beberapa kali mengalami penundaan, UE telah sepakat untuk meluncurkan EES secara bertahap pada bulan Oktober tahun ini.

Penerapan EES secara bertahap berarti bahwa negara-negara anggota akan dapat meluncurkan sistem perbatasan baru secara bertahap dalam jangka waktu enam bulan.

Jika UE memutuskan untuk meluncurkan EES pada Oktober 2025, negara-negara anggota harus mendaftarkan sepuluh persen pelancong yang melintasi perbatasan setelah bulan pertama.

Selama 60 hari pertama, sistem dapat dioperasikan tanpa fungsi biometrik. Namun, setelah tiga bulan, pada Januari 2026, semua negara anggota harus mengoperasikan EES dengan fungsi biometrik dan pada April 2026, peluncuran EES harus selesai.

Setelah EES sepenuhnya diterapkan, ETIAS akan mulai berlaku. Seperti yang telah dijelaskan oleh otoritas UE, ETIAS akan diterapkan enam bulan setelah EES, yaitu sekitar Oktober 2026.

Meskipun ETIAS mungkin akan diberlakukan pada Oktober 2026, ETIAS akan bersifat opsional selama enam bulan pertama, yang merupakan masa transisi.

Selama masa transisi, yang berlangsung dari Oktober 2026 hingga April 2027, pelancong yang dibebaskan dari visa harus mengajukan permohonan ETIAS, tetapi mereka akan diizinkan masuk ke Wilayah Schengen selama periode ini bahkan tanpa otorisasi perjalanan asalkan mereka memenuhi kriteria masuk lainnya.

Setelah masa transisi enam bulan, pada April 2027, ETIAS akan menjadi wajib bagi semua orang, kecuali bagi mereka yang memasuki UE untuk pertama kalinya sejak berakhirnya masa transisi. Kelompok pelancong ini akan memiliki masa tenggang selama enam bulan, hingga Oktober 2027.

Dengan mempertimbangkan perhitungan ini, berarti bahwa ETIAS akan menjadi wajib bagi mayoritas pada April 2027 dan sepenuhnya wajib bagi semua pelancong yang dibebaskan dari visa pada Oktober 2027.

Nikmatnya Mabit di Mesjid Jami Ar-Rahim Menara 165 Berharap Lailatul Qadar

this formate

Ketua Lembaga Kemanusiaan ESQ Lea Irawan ( tengah) di dampingi Ibunda Ary Ginanjar Oma Anna Rohim menyerahkan gerobak pada penyandang disabilitas

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Malam Bina Iman dan Taqwa ( Mabit) di Mesjid Jami Ar-Rahim, di rooftop Menara 165, Jakarta berlangsung dengan tema Reset Hati & Healing Spiritual diikuti sedikitnya 500 jemaah untuk menemukan makna hidup di 10 akhir Ramadhan, Sabtu ( 22- 23 Maret ).

Kajian oleh Dr. KH. Nashirul Haq, Lc, MA mengingatkan pentingnya fokus dalam melaksanakan ibadah-ibadah di bulan Ramadhan dimana godaan makin kuat datang di tengah persiapan Mudik Lebaran, merencanakan Open House, mempersiapkan THR dan rencana lainnya.

“Keistimewaan 10  hari terakhir Ramadhan seharusnya fokus ibadah tapi umumnya umat Muslim di sibukkan oleh persiapan mudik Lebaran dan kegiatan duniawi lainnya yang menyibukkan” kata ustad Nashirul Haq.

Padahal satu-satunya ibadah umat Muslim untuk Allah SWT adalah berpuasa di bulan Ramadhan sehingga Nabi Muhammad beritikaf di mesjid untuk mempertebal keimanan, beribadah, berzikir, berdoa kepada Allah dengan maksimal.

Suasana Mabit di mesjid Ar-rahim tertinggi di dunia.

“Di periode ini umat Muslim akan menguatkan niatnya untuk meningkatkan keimanannya dengan maksimal dan berharap mencapai puasa hingga akhir Ramadhan seperti yang dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW,”.

Hati dan keimanan umat kecendrungannya selalu berubah-ubah karena itu di bulan suci ini di reset dengan healing spiritual sehingga mampu menemukan makna hidup terutama di sepuluh hari terakhir Ramadhan, ungkap Nashirul Haq.

Setiap umat Rasululah SAW tak pernah tahu apakah bisa mencapai babak final yaitu berpuasa penuh hingga akhir Ramadhan atau masih bisa bertemu Ramadhan dan Idul Fitri di tahun 2026 ?.

Oleh karena itu saat itikaf berdoa, berzikir dan membaca Al-Quran dilakukan karena
menjadi obat bagi jiwa yang gersang bahkan 97% bacaan Al-quran bisa menyembuhkan penyakit.

Kegiatan Mabit ini dikordinasi oleh Forum Komunikasi Alumni ( FKA) ESQ Jabodetabek dan mahasiswa Ary Ginanjar University (UAG) dan setelah diawali berbuka bersama maupun sholat magrib dilaksanakan penyerahan bantuan yaitu zakat & santunan peduli disabilitas dari ESQ Peduli Kemanusian dan ESQ Corporat.

Lina Aryani, kordinator kegiatan mengatakan minat masyarakat untuk mengikuti Malam Bina Iman dan Taqwa ( Mabit) di Mesjid Jami Ar-Rahim ini besar sekali sehingga pihaknya harus membatasi undangan.

“Jumlah panitia dari alumni ESQ dan mahasiswa UAG saja sudah 60 orang,” ungkap Lina Aryani yang melibatkan putrinya, Vinka, seorang dokter muda untuk melakukan cek kesehatan seperti kadar gula, kolestrol dan lainnya.

Shalat Tarawih dipimpin Imam. Ust. Ghiza Fiqri lalu disambung kajian oleh Dr.KH. Nashirul Haq, Lc..MA. Qiyamullail dipimpin oleh Imam KH. Akhyar Al Hafidz, Dzikir & Muhasbaha oleh Coach Iman G. H dilanjutkan sahur bersama diikuti shalat sunnah Shalat Subuh dan shalat Shubuh. Sedangkan ceramah Subuh, oleh ust Izzuddin Qassam, Lc

Kuliah subuh yang disampaikan Ust Izzuddin Qassam mengungkapkan bahwa itikaf itu dilakukan Rasululah Saw baik siang dan malam dan itikaf di 10 hari terakhir Ramadhan hukumnya sunah sedangkan mengurus dan mengutamakan keluarga hukumnya adalah wajib.

“ Jadi meski mengejar malam Lailatul Qadar, jangan sampai mengabaikan urusan keluarga. Ridho istri dibutuhkan karena itikaf itu sunnah,” jelasnya.

Semua umat Muslim pasti melewati momen Lailatul Qadar, namun saat momen itu tiba baik di siang hari atau di malam hari sebaiknya dalam kondisi sedang beribadah, berdoa, berzikir. Jadi di tengah kesibukkan tetaplah berzikir sehingga ketika momen itu melewati Indonesia,misalnya, itikafnya lagi maksimal

Mesjid Jami Ar Rahim dibangun di rooftop Menara 165 dimana atapnya bertuliskan lafal Allah. Nama gedung sendiri  makna angka 1 adalah ihsan, angka 6 adalah rukun iman dalam Islam, yang juga diwujudkan dalam bentuk mahkota persegi enam sebagai atap masjid Ar Rahim. Lalu angka 5, bermakna rukun islam yaitu Syahadat, Shalat, Zakat, Berpuasa, dan Berhaji bagi yang mampu.

Selain dari sisi agama, 165 juga dapat dilihat dari sisi nasionalis. Di mana Pancasila lahir pada tanggal 1 Juni 1945 sehingga ada dua makna nama menara 165 itu yaitu simbol Agamis dan simbol Nasionalis.

Tari dari Bekasi, Levi dan Yani dari kawasan Tangsel rela jauh-jauh datang untuk itikaf meraih hidayah Allah. Kunjungan untuk pertama kalinya itu memberi kesan mendalam apalagi shalat di atas ketinggian lantai 27. Saat ibadah tahajud, lampu ruangan masjid dimatikan menambah suasana syahdu untuk berbicara dari hati pada sang penciptanya Allah SWT.