Menteri Pariwisata Ungkap Strategi untuk Tingkatkan Industri Pariwisata Kamboja

this formate

PHOMPH PENH, bisniswisata.co.id: Menteri Pariwisata Huot Hak telah menguraikan strategi komprehensif untuk memperkuat sektor pariwisata Kamboja, dengan menekankan kolaborasi di tingkat nasional dan sub-nasional, keterlibatan sektor swasta, kerja sama internasional, promosi media, dan partisipasi individu.

“Saya telah menetapkan enam pilar untuk mempromosikan pariwisata di Kamboja,” kata Hak saat upacara penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Pacific Asia Travel Association (PATA) Cabang Kamboja dan GTVC Import Export Co Ltd di Preah Sihanouk seperti diilansir dari khmertimeskh.com.

“Kementerian Pariwisata sendiri tidak dapat mencapai tujuan ini, meskipun kita hidup di bawah bayang-bayang perdamaian. Kita membutuhkan enam pemangku kepentingan terkait untuk bekerja sama,” jelasnya.

Hak menegaskan kembali komitmen pemerintah untuk memperluas sektor pariwisata Kamboja dengan mendorong koordinasi yang lebih erat di tingkat nasional, meningkatkan inisiatif pariwisata provinsi, mendorong investasi sektor swasta, dan memperkuat kemitraan diplomatik dengan pemangku kepentingan internasional.

“Samdech Techo Hun Sen (Presiden Senat) menganggap pariwisata sebagai ‘emas hijau’, sementara Perdana Menteri Samdech Hun Manet melihat sektor pariwisata sebagai tulang punggung ekonomi negara. Ini sangat penting,” imbuhnya.

Dia juga menekankan pentingnya media dan influencer dalam melawan misinformasi sembari mempromosikan aset pariwisata Kamboja dan mendorong partisipasi individu.

Negara ini diperkirakan akan menyambut hingga 7,5 juta wisatawan internasional pada tahun 2025, menyusul kinerja yang kuat pada tahun 2024, ketika negara tersebut menerima 6,7 juta pengunjung asing – meningkat 23% dibandingkan tahun sebelumnya.

Sektor pariwisata menghasilkan pendapatan kotor sebesar $3,63 miliar pada tahun 2024, yang mencerminkan pertumbuhan 18% dari tahun ke tahun.

Hak menyoroti transformasi provinsi tersebut menjadi “Zona Ekonomi Khusus (KEK) Multiguna Model”. Ia menekankan bahwa perkembangan ini merupakan hasil dari evaluasi cermat pemerintah terhadap “potensi pariwisata yang kuat.”

Dia mengatakan Sihanoukville menjadi pintu gerbang ke wilayah pesisir Kamboja, destinasi wisata pesisir berstandar internasional, dan tempat wisata terkenal dengan daya tarik tinggi di ASEAN.

Berdasarkan rencana induk pemerintah, pariwisata akan memainkan peran kunci dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, yang selanjutnya memposisikan provinsi tersebut sebagai “koridor pariwisata berstandar internasional”.

Menteri juga mencatat bahwa Preah Sihanouk menonjol di antara empat provinsi pesisir Kamboja, dengan pantai berpasir putih, kanal alami, dan objek wisata ekologis yang menarik bagi pengunjung lokal dan internasional.

Dia juga menggarisbawahi pentingnya perdamaian dan stabilitas dalam memungkinkan Kamboja mengembangkan potensi pariwisatanya, dengan menyatakan bahwa perang sebelumnya telah menghambat upaya untuk memamerkan objek wisata negara tersebut.

Mendorong semua warga negara untuk mengambil bagian dalam mempromosikan sektor tersebut dan menyatakan, “Kita harus berpikir positif,” menyoroti pencapaian dan keberhasilan pemerintah baru dalam menjaga perdamaian dan stabilitas politik yang langgeng.

Selama acara tersebut, Presiden PATA Kamboja Thuon Sinan merefleksikan peran asosiasi tersebut sejak didirikan 11 tahun lalu, menekankan bahwa Kamboja memiliki banyak lokasi wisata potensial yang perlu disebarluaskan dengan baik.

Dia menggambarkannya Kamboja sebagai “berlian” dan “pengantin yang cantik” dan
mendesak upaya promosi yang lebih besar untuk menarik lebih banyak pengunjung.

Sementara itu, Neak Oknha Tea Vichet, CEO GTVC Import Export Co Ltd perkenalkan usaha pariwisata perusahaan tersebut, termasuk resor di distrik Prey Nop dan Pulau Koh Kong, antara lain.

Gubernur Preah Sihanouk Mang Sineth menegaskan kembali komitmen provinsi tersebut terhadap pertumbuhan pariwisata, menggambarkannya sebagai pendorong utama pembangunan ekonomi dalam kerangka Kawasan Ekonomi Khusus (KEK).

Pejabat Senior ASEAN-India ke-27 di Manila Perkuat Hubungan Strategis

this formate

MANILA, bisniswisata.co.id: Pertemuan Pejabat Senior ASEAN-India (AISOM) ke-27 berlangsung di Manila pekan lalu diketuai bersama oleh Jaideep Mazumdar, Sekretaris (Timur), Pemerintah India, dan H.E. MA. Theresa P. Lazaro, Pemimpin SOM Filipina dari Kementerian Luar Negeri.

Dilansir dari https://ddnews.gov.in/, Filipina saat ini menjabat sebagai Koordinator Negara untuk Hubungan Dialog ASEAN-India. Pejabat senior dari semua Negara Anggota ASEAN, Timor Leste sebagai Pengamat, dan Wakil Sekretaris Jenderal ASEAN turut hadir.

Pertemuan tersebut meninjau kemajuan keputusan-keputusan utama dari KTT ASEAN-India terkini dan Pertemuan Menteri Luar Negeri ASEAN-India (PMC+1), dengan fokus pada tiga pilar utama keterlibatan ASEAN-India: kerja sama politik-keamanan, ekonomi, dan sosial-budaya.

Para pejabat memuji keberhasilan implementasi Usulan 10 Poin yang disampaikan oleh Perdana Menteri India Narendra Modi pada KTT ASEAN-India ke-21 di Republik Demokratik Rakyat Laos pada tahun 2024.

Khususnya, salah satu inisiatif utama adalah usulan untuk menetapkan tahun 2025 sebagai Tahun Pariwisata ASEAN-India. Sekretaris (Timur) menyoroti peran ASEAN sebagai landasan Kebijakan Bertindak ke Timur India dan visinya yang lebih luas untuk kawasan Indo-Pasifik.

Diskusi berpusat di sekitar bidang-bidang utama seperti memperkuat kerja sama pariwisata, mempercepat peninjauan Perjanjian Perdagangan Barang ASEAN-India (AITIGA), meningkatkan konektivitas digital dan maritim, dan membina kemitraan dalam kesehatan, inovasi, dan pembangunan.

Isu-isu regional dan global yang menjadi perhatian bersama juga dibahas. Persiapan untuk KTT ASEAN-India mendatang dan Pertemuan Menteri Luar Negeri ASEAN-India, yang akan berlangsung akhir tahun ini di Malaysia, juga dibahas.

Perwakilan ASEAN menyampaikan apresiasi mereka atas dukungan India yang konsisten terhadap ASEAN dan kontribusinya terhadap kerangka kerja yang dipimpin ASEAN di kawasan tersebut.

Di sela-sela pertemuan tersebut, Menteri Mazumdar bertemu dengan Menteri Luar Negeri Filipina, Y.M. Enrique A. Manalo, untuk membahas hasil AISOM dan menjajaki cara-cara untuk lebih memperkuat hubungan bilateral antara India dan Filipina.

Menteri Mazumdar juga menyampaikan rasa terima kasih kepada Menteri Manalo karena telah menerima undangan untuk berpartisipasi dalam Dialog Raisina ke-10, yang diselenggarakan di New Delhi pada tanggal 17-19 Maret lalu.

ETIAS Akan Jadi Wajib untuk Perjalanan ke UE Tahun 2027

this formate

SINGAPURA, bisniswisata.co.id: Pelancong asing yang diizinkan masuk ke Uni Eropa ( UE) tanpa visa tidak akan diminta untuk memperoleh otorisasi perjalanan – ETIAS (Sistem Informasi dan Otorisasi Perjalanan Eropa) – paling cepat hingga April 2027.

Menurut Direktorat Jenderal Migrasi dan Urusan Dalam Negeri UE, ETIAS diharapkan akan berlaku pada kuartal terakhir tahun 2026. Namun, karena akan ada masa transisi dan tenggang waktu, persyaratan untuk mengajukan ETIAS sebelum bepergian ke blok tersebut tidak akan menjadi wajib hingga tahun 2027 sebagaimana diinformasikan oleh laporan berita di Schengen.News.

Penerapan ETIAS terkait dengan Sistem Masuk/Keluar (EES). Setelah beberapa kali mengalami penundaan, UE telah sepakat untuk meluncurkan EES secara bertahap pada bulan Oktober tahun ini.

Penerapan EES secara bertahap berarti bahwa negara-negara anggota akan dapat meluncurkan sistem perbatasan baru secara bertahap dalam jangka waktu enam bulan.

Jika UE memutuskan untuk meluncurkan EES pada Oktober 2025, negara-negara anggota harus mendaftarkan sepuluh persen pelancong yang melintasi perbatasan setelah bulan pertama.

Selama 60 hari pertama, sistem dapat dioperasikan tanpa fungsi biometrik. Namun, setelah tiga bulan, pada Januari 2026, semua negara anggota harus mengoperasikan EES dengan fungsi biometrik dan pada April 2026, peluncuran EES harus selesai.

Setelah EES sepenuhnya diterapkan, ETIAS akan mulai berlaku. Seperti yang telah dijelaskan oleh otoritas UE, ETIAS akan diterapkan enam bulan setelah EES, yaitu sekitar Oktober 2026.

Meskipun ETIAS mungkin akan diberlakukan pada Oktober 2026, ETIAS akan bersifat opsional selama enam bulan pertama, yang merupakan masa transisi.

Selama masa transisi, yang berlangsung dari Oktober 2026 hingga April 2027, pelancong yang dibebaskan dari visa harus mengajukan permohonan ETIAS, tetapi mereka akan diizinkan masuk ke Wilayah Schengen selama periode ini bahkan tanpa otorisasi perjalanan asalkan mereka memenuhi kriteria masuk lainnya.

Setelah masa transisi enam bulan, pada April 2027, ETIAS akan menjadi wajib bagi semua orang, kecuali bagi mereka yang memasuki UE untuk pertama kalinya sejak berakhirnya masa transisi. Kelompok pelancong ini akan memiliki masa tenggang selama enam bulan, hingga Oktober 2027.

Dengan mempertimbangkan perhitungan ini, berarti bahwa ETIAS akan menjadi wajib bagi mayoritas pada April 2027 dan sepenuhnya wajib bagi semua pelancong yang dibebaskan dari visa pada Oktober 2027.

Nikmatnya Mabit di Mesjid Jami Ar-Rahim Menara 165 Berharap Lailatul Qadar

this formate

Ketua Lembaga Kemanusiaan ESQ Lea Irawan ( tengah) di dampingi Ibunda Ary Ginanjar Oma Anna Rohim menyerahkan gerobak pada penyandang disabilitas

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Malam Bina Iman dan Taqwa ( Mabit) di Mesjid Jami Ar-Rahim, di rooftop Menara 165, Jakarta berlangsung dengan tema Reset Hati & Healing Spiritual diikuti sedikitnya 500 jemaah untuk menemukan makna hidup di 10 akhir Ramadhan, Sabtu ( 22- 23 Maret ).

Kajian oleh Dr. KH. Nashirul Haq, Lc, MA mengingatkan pentingnya fokus dalam melaksanakan ibadah-ibadah di bulan Ramadhan dimana godaan makin kuat datang di tengah persiapan Mudik Lebaran, merencanakan Open House, mempersiapkan THR dan rencana lainnya.

“Keistimewaan 10  hari terakhir Ramadhan seharusnya fokus ibadah tapi umumnya umat Muslim di sibukkan oleh persiapan mudik Lebaran dan kegiatan duniawi lainnya yang menyibukkan” kata ustad Nashirul Haq.

Padahal satu-satunya ibadah umat Muslim untuk Allah SWT adalah berpuasa di bulan Ramadhan sehingga Nabi Muhammad beritikaf di mesjid untuk mempertebal keimanan, beribadah, berzikir, berdoa kepada Allah dengan maksimal.

Suasana Mabit di mesjid Ar-rahim tertinggi di dunia.

“Di periode ini umat Muslim akan menguatkan niatnya untuk meningkatkan keimanannya dengan maksimal dan berharap mencapai puasa hingga akhir Ramadhan seperti yang dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW,”.

Hati dan keimanan umat kecendrungannya selalu berubah-ubah karena itu di bulan suci ini di reset dengan healing spiritual sehingga mampu menemukan makna hidup terutama di sepuluh hari terakhir Ramadhan, ungkap Nashirul Haq.

Setiap umat Rasululah SAW tak pernah tahu apakah bisa mencapai babak final yaitu berpuasa penuh hingga akhir Ramadhan atau masih bisa bertemu Ramadhan dan Idul Fitri di tahun 2026 ?.

Oleh karena itu saat itikaf berdoa, berzikir dan membaca Al-Quran dilakukan karena
menjadi obat bagi jiwa yang gersang bahkan 97% bacaan Al-quran bisa menyembuhkan penyakit.

Kegiatan Mabit ini dikordinasi oleh Forum Komunikasi Alumni ( FKA) ESQ Jabodetabek dan mahasiswa Ary Ginanjar University (UAG) dan setelah diawali berbuka bersama maupun sholat magrib dilaksanakan penyerahan bantuan yaitu zakat & santunan peduli disabilitas dari ESQ Peduli Kemanusian dan ESQ Corporat.

Lina Aryani, kordinator kegiatan mengatakan minat masyarakat untuk mengikuti Malam Bina Iman dan Taqwa ( Mabit) di Mesjid Jami Ar-Rahim ini besar sekali sehingga pihaknya harus membatasi undangan.

“Jumlah panitia dari alumni ESQ dan mahasiswa UAG saja sudah 60 orang,” ungkap Lina Aryani yang melibatkan putrinya, Vinka, seorang dokter muda untuk melakukan cek kesehatan seperti kadar gula, kolestrol dan lainnya.

Shalat Tarawih dipimpin Imam. Ust. Ghiza Fiqri lalu disambung kajian oleh Dr.KH. Nashirul Haq, Lc..MA. Qiyamullail dipimpin oleh Imam KH. Akhyar Al Hafidz, Dzikir & Muhasbaha oleh Coach Iman G. H dilanjutkan sahur bersama diikuti shalat sunnah Shalat Subuh dan shalat Shubuh. Sedangkan ceramah Subuh, oleh ust Izzuddin Qassam, Lc

Kuliah subuh yang disampaikan Ust Izzuddin Qassam mengungkapkan bahwa itikaf itu dilakukan Rasululah Saw baik siang dan malam dan itikaf di 10 hari terakhir Ramadhan hukumnya sunah sedangkan mengurus dan mengutamakan keluarga hukumnya adalah wajib.

“ Jadi meski mengejar malam Lailatul Qadar, jangan sampai mengabaikan urusan keluarga. Ridho istri dibutuhkan karena itikaf itu sunnah,” jelasnya.

Semua umat Muslim pasti melewati momen Lailatul Qadar, namun saat momen itu tiba baik di siang hari atau di malam hari sebaiknya dalam kondisi sedang beribadah, berdoa, berzikir. Jadi di tengah kesibukkan tetaplah berzikir sehingga ketika momen itu melewati Indonesia,misalnya, itikafnya lagi maksimal

Mesjid Jami Ar Rahim dibangun di rooftop Menara 165 dimana atapnya bertuliskan lafal Allah. Nama gedung sendiri  makna angka 1 adalah ihsan, angka 6 adalah rukun iman dalam Islam, yang juga diwujudkan dalam bentuk mahkota persegi enam sebagai atap masjid Ar Rahim. Lalu angka 5, bermakna rukun islam yaitu Syahadat, Shalat, Zakat, Berpuasa, dan Berhaji bagi yang mampu.

Selain dari sisi agama, 165 juga dapat dilihat dari sisi nasionalis. Di mana Pancasila lahir pada tanggal 1 Juni 1945 sehingga ada dua makna nama menara 165 itu yaitu simbol Agamis dan simbol Nasionalis.

Tari dari Bekasi, Levi dan Yani dari kawasan Tangsel rela jauh-jauh datang untuk itikaf meraih hidayah Allah. Kunjungan untuk pertama kalinya itu memberi kesan mendalam apalagi shalat di atas ketinggian lantai 27. Saat ibadah tahajud, lampu ruangan masjid dimatikan menambah suasana syahdu untuk berbicara dari hati pada sang penciptanya Allah SWT.

Pengunjung Brunei Melalui Kapal Pesiar Puji Keramahtamahan dan Kekayaan Sejarahl

this formate

BANDAR SRI BAGAWAN, bisniswisata.co.id: Para pengunjung di atas kapal MS Riviera yang tiba di Kesultanan tersebut pada tanggal 13 Maret, memuji keramahtamahan dan kekayaan sejarah Kesultanan tersebut.
Mereka juga bersemangat untuk kembali dan menjelajahi lebih banyak tempat wisata unik di Brunei.

Dilansir dari borneobulletin.com.bn, Ben Morel dari Belgia menikmati suasana bersih dan ramah di negara tersebut sambil mengunjungi masjid-masjid dan singgah sebentar di Istana Nurul Iman.

Shelly Gong dari Austin, Texas, Amerika Serikat (AS) terkesan dengan kekayaan budaya Brunei Darussalam saat mengunjungi Kampong Ayer. Arlene Mirer dari Phoenix, Arizona, AS, terpesona oleh Istana Nurul Iman dan menyatakan minatnya untuk mengunjungi Kesultanan tersebut lagi.

Ini adalah kunjungan kedua ke Brunei tahun ini untuk kapal pesiar tersebut. Sebanyak
1.213 tamu di atas kapal MS Riviera mengunjungi Museum Royal Regalia, Masjid Jame ‘Asr Hassanil Bolkiah, Masjid Omar ‘Ali Saifuddien, dan Istana Nurul Iman.

Mereka juga menikmati pelayaran di sekitar Kampong Ayer yang ikonik.Tour berpemandu ini memberikan pengalaman yang perkaya dan memungkinkan pengunjung untuk menyelami sejarah, budaya, dan keindahan alam negara ini.

Sebelum memulai perjalanan berikutnya, para pengunjung menjelajahi berbagai suvenir lokal asli yang ditawarkan oleh Dewan Permusyawaratan Desa (MPK) terpilih dan bisnis lokal lainnya di Cruise Ship Centre.

Ini tidak hanya menyediakan harta karun Brunei Darussalam bagi para wisatawan, tetapi juga menyoroti keahlian dan warisan budaya para perajin lokal.

MS Riviera tiba di Kesultanan tersebut dari Singapura dan melanjutkan pelayarannya ke Kota Kinabalu, Sabah, Malaysia. Sebagai kapal pesiar keenam yang mengunjungi Brunei Darussalam sejak Januari 2025, pemberhentiannya menyoroti semakin dikenalnya Brunei sebagai pelabuhan persinggahan yang diinginkan.

Departemen Pengembangan Pariwisata mengatakan tetap berkomitmen untuk memperkuat posisi Brunei Darussalam di sektor pariwisata pesiar. Negara ini mengantisipasi kedatangan Oceania Insignia pada tanggal 20 April.

Kemenekraf Ajak Kabinet Merah Putih Nobar Film Animasi Jumbo

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif berkolaborasi dengan Visinema menggelar acara nonton bareng film animasi Jumbo bersama sejumlah menteri Kabinet Merah Putih. Acara yang di gelar pada Kamis, 20 Maret 2025 di Plaza Indonesia XXI ini turut dihadiri pimpinan dan anggota Komisi VII DPR RI.

Kehadiran sejumlah pejabat tinggi negara ini merupakan bentuk komitmen pemerintahan Presiden Prabowo dalam memajukan perkembangan industri film animasi Indonesia.

“Dukungan teman-teman Kabinet Merah Putih malam ini sangat berarti bagi para pegiat industri film animasi nasional, selaras dengan arahan Bapak Presiden untuk terus mendukung kemajuan sektor ini,” jelas Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky.

Riefky melanjutkan, sebagai Intellectual Property (IP) lokal film Jumbo memiliki kualitas cerita, gambar dan audio yang tidak kalah dengan film animasi luar negeri. Film ini rencananya akan ditayangkan serentak di 200-an layar bioskop nasional dan berlanjut di 17 negara.

“Banyak sekali animator dan sineas Indonesia yang mampu membuat film berkualitas dan layak tampil di kancah dunia. Namun, diperlukan dukungan dari berbagai pihak agar ekosistem perfilman Indonesia semakin maju dan berkembang,” ungkap Riefky.

Sepanjang tahun 2024, jumlah penonton film Indonesia mencapai 82 juta orang dan secara persentase, penonton film lokal hampir menyentuh angka 70 persen. Tentu saja capaian ini bukan sekadar angka, tetapi juga menjadi indikasi bahwa ekosistem perfilman di Indonesia semakin kuat.

Menteri Pariwisata Ekonomi Kreatif periode 2011-2014, Mari Elka Pangestu, yang kini menjabat sebagai Utusan Khusus Presiden Bidang Perdagangan Internasional dan Kerjasama Multilateral, turut menyampaikan pendapatnya tentang perkembangan industri film animasi Indonesia usai menonton film Jumbo.

“Saya sangat bangga rasanya melihat Jumbo yang memiliki potensi besar untuk mendunia. Akhirnya ada animasi Indonesia yang go-global dan bisa ada karakter ala Indonesia dengan sifat dan budaya Indonesia yang bisa dinikmati oleh anak-anak kita,” ucap Mari Elka Pangestu.

Hadir dalam acara nonton bareng film animasi tersebut, Menko Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Arifatul Fauzi, Kepala Badan Gizi Nasional, Dadan Hindayana.

Para Wakil Menteri Kabinet Merah Putih, antara lain Komunikasi dan Digital, Tenaga Kerja, Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (BKKBN), UMKM, Pariwisata, dan PPPA. Turut pula hadir perwakilan Komisi VII DPR RI antara lain; Pimpinan Saleh Daulay, Saraswati Djojohadikusumo, Chusnunia Chalim, dan para anggota Komisi.

 

Renovasi SMESCO Bermanfaat untuk Dukung Industri Event

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Direktur Bisnis dan Pemasaran Smesco Indonesia, Rizki Firdaus memperkenalkan *wajah baru SMESCO Indonesia* sebagai bagian dari upaya untuk beradaptasi dengan dinamika industri event yang semakin berkembang.

“Kami paham industri ini tengah
menghadapi tantangan besar, terutama
pasca penerbitan Inpres No.1/2025 tentang
efisiensi belanja dalam pelaksanaan
APBN dan APBD tahun anggaran 2025,
yang berdampak langsung pada sektor
event,” kata Rizki Firdaus

Oleh karena itu, kolaborasi menjadi
kunci utama dalam menjaga keberlanjutan
industri ini, ujarnya saat menjadi tuan rumah buka bersama Dewan Industri Event Indonesia (IVENDO), Kamis

“Kami paham industri ini tengah
menghadapi tantangan besar, terutama
pasca penerbitan Inpres No.1/2025 tentang
efisiensi belanja dalam pelaksanaan
APBN dan APBD tahun anggaran 2025,
yang berdampak langsung pada sektor
event,” ungkapnya prihatin.

Kolaborasi menjadi kunci utama dalam menjaga keberlanjutan industri event dan sebagai bentuk nyata dari komitmen, SMESCO Indonesia hadirkan berbagai pembaruan fasilitas, di antaranya:Convention Hall, ruang luas dan elegan yang dapat menampung berbagai acara skala besar, dari konferensi hingga konser dan pameran.

Ada juga Exhibition Hall, area eksklusif untuk
berbagai jenis pameran, expo, dan showcase produk yang dirancang dengan konsep terbuka dan dinamis. Smesco juga punya ruang Nareswara, ruang serbaguna dengan
nuansa yang lebih intimate dan eksklusif,
cocok untuk acara gala dinner, peluncuran produk dll.

Selain itu, juga telah melakukan renovasi
function room secara menyeluruh guna meningkatkan kenyamanan dan fleksibilitas bagi berbagai jenis event. Tidak hanya itu, dia juga dengan bangga perkenalkan pembangunan Integrated Start-Up Hub, sebuah ekosistem baru yang akan menjadi pusat inovasi dan kolaborasi bagi para pelaku start-up dan UMKM berbasis teknologi.

Melalui acara ini, undangan juga menyimak
hasil Survei Industri Event Nasional 2024-
2025 dan Survei Pembatalan Event 2025,
yang memberikan gambaran mengenai
dinamika industri event saat ini, di awal tahun 2025 ini telah terjadi 638 pembatalan atau
penangguhan event di 32 provinsi, dengan

Nilai bisnis yang hilang mencapai Rp 429,23 miliar. Pembatalan terbanyak terjadi
pada kegiatan meeting (50,64%), diikuti
oleh event incentive (12,82%) dan pelatihan / training (10,90%).

Situasi ini menjadi perhatian bersama,
dan melalui momentum hari ini, SMESCO
Indonesia ingin menegaskan kembali perannya, tidak hanya sebagai penyedia layanan venue, tetapi juga sebagai”business-hub” strategis yang dapat memperkuat ekosistem industri event
nasional.

Kami percaya bahwa kolaborasi dan inovasi adalah kunci untuk menghadapi tantangan ini dan menciptakan solusi yang berkelanjutan bagi industri event di Indonesia.

Sejak berdirinya pada 20 Maret 2007 dan beroperasi di bawah Kementerian Koperasi dan UKM, SMESCO tidak hanya sekadar lembaga pemasaran, tetapi juga ekosistem yang mendukung pertumbuhan bisnis kecil dan menengah di Indonesia.

Di jantung ibu kota, berdiri megah sebuah pusat Ekraf  dengan dome yang menjadi rumah bagi semangat dan kreativitas para pelaku UMKM Indonesia—SMESCO Indonesia.

Dikenal sebagai Lembaga Layanan Pemasaran – Koperasi dan UKM (LLP-KUKM), SMESCO telah menjadi garda terdepan dalam membantu UMKM mengembangkan pasar dan memperluas jangkauan.

Lebih dari sekadar institusi, SMESCO juga mengelola kawasan strategis yang menjadi pusat kegiatan bisnis dan kreatif, yakni SME Tower. Terletak di Jalan Jenderal Gatot Subroto kav. 94, Jakarta Selatan, bangunan ini bukan hanya sekadar kantor, tetapi juga ruang yang menghidupkan ekosistem UMKM melalui berbagai kegiatan pameran, pertemuan bisnis, hingga acara besar berskala nasional.

Terdiri dari tiga bagian utama—Main Building, Promenade, dan Convention Center—SME Tower dirancang untuk mendukung berbagai kebutuhan, baik sebagai ruang kerja maupun sebagai venue penyelenggaraan acara.

Rizki berharap acara Buka Bersama dengan 8 asosuasi penyekenggara event, pejabat Kementrian Ekonomi Kreatif , pers dan kakanfan akademisi menjadi awal kebangkitan kembali industri event di
Indonesia.

IVENDO Harapkan Kelonggaran pada kebijakan Efisiensi Anggaran & Belanja Pemerintah.

this formate

Dialog interaktif jelang buka puasa Harry D Nugraha (kanan), Dewan Pengawas Ivendo dan pelaku usaha

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Laporan hasil Survei Industri Event Nasional 2024-2025 dan Survei Pembatalan Event 2025 pasca penerbitan Inpres No.1/2025 tentang efisiensi belanja dalam pelaksanaan APBN dan APBD tahun anggaran 2025 mengungkapkan 50% event dipastikan batal dan jumlah pekerja di industri ini mencapai 8,8 juta orang, ungkap Harry D Nugraha, salah satu pengurusnya

Berbicara pada acara Buka Puasa Bersama Industri Event Nasional 2025 dengan tema “Collaboration for Progress!”, Kamis, 20 Maret 2025 di gedung SMesco, Harry mengungkapkan bahwa data terbaru menunjukkan bahwa pada tahun 2024, tercatat 8.777 event tersebar di 34 provinsi dengan total nilai mencapai Rp 84,46 triliun, yang menggerakkan 8,8 juta pekerja.

Namun, sejak penerbitan Inpres No.1/2025 hingga 11 Februari 2025, telah terjadi 638
pembatalan atau penangguhan event di 32 provinsi dengan nilai bisnis yang hilang mencapai Rp 429,23 miliar. Pembatalan terbanyak terjadi pada kegiatan meeting (50,64%), diikuti oleh event incentive (12,82%) dan pelatihan/ training (10,90%).

Survei industri event yang telah berlangsung sejak 2020 oleh Dewan Industri Event Indonesia (IVENDO) kini dikawal bersama oleh 8 asosiasi ternama, yakni IVENDO, ASPPI, PaSKI, ASITA, HASTANA Indonesia, AELI, KADIN Indonesia, dan APMI.

“Kami berharap survei nasional ini dapat semakin melibatkan seluruh ekosistem event di Indonesia sehingga hasilnya dapat dijadikan rekomendasi strategis bagi pengembangan kebijakan pariwisata dan ekonomi kreatif,” ujar Mulkan Kamaludin, Ketua Umum Dewan Industri Event Indonesia (IVENDO).

“Kegiatan ini menggabungkan penyajian data strategis, diskusi interaktif, dan kehangatan
berbuka puasa, membuka ruang kolaborasi untuk menciptakan data komprehensif yang
mendukung perkembangan industri event di masa depan.” tambahnya.

Acara dihadiri oleh 150 undangan, yang meliputi perwakilan pemerintah (Kementerian
Pariwisata, Kementerian Ekraf, Bank Indonesia, BPS), penyelenggara event, supplier, pelaku pariwisata, akademisi, dan media.

Tidak hanya menyajikan data mendalam dan analisis terkini, tetapi juga memfasilitasi diskusi terbuka guna berbagi solusi inovatif dalam menghadapi dinamika industri yang semakin kompleks. Seberapa perkiraan pertumbuhan atau bahkan penurunan event dari bisnis masing-masing anggita ternyata laporan menunjukkan ada penurunan 56.41% Sementara yang masih optimistis ada pertumbuhan 10-15% ada 35.90% usaha.

Dewan Industri Event Indonesia atau IVENDO adalah organisasi nirlaba yang fokus pada pengembangan industri event dan ekosistem penunjangnya di seluruh Indonesia. Dikelola secara independen dan profesional, IVENDO telah membangun jaringan luas dari Sabang hingga Merauke, dengan Dewan Pengurus Daerah di 21 provinsi.

Populasl yang dljadikan acuan dalam survel ini adalah hasil pengukuran jumlah perusahaan dan penggiat industri event di
Indonesia yang dllakuken oleh IVENDO selama kurun waktu 2020-2024.

“Forum ini merupakan momentum penting dalam memperkuat jaringan bisnis dan kolaborasi, serta membuka peluang inovasi demi pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan,” ungkap Dr. Dewi Puspaningtyas Faeni, Deputy Director Postgraduate Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma.

Ekosistem Industri Event Indonesia dengan beberapa asosiasi pendukung lainnya adalah;
*Pertemuan & Konvensi  adalah Asosiasi Kongres & Konvensi Indonesia (INCCA)
• Dewan Industri Event Indonesia (IVENDO)
*Himpunan Perusahaan Penata Acara Pernikahan Indonesia (HASTANA)
•Asosiasi Pembelajaran Eksperiensial
Indonesia (AELI).

• Forum Backstager Indonesia
*Asosiasi Promotor Musik Indonesia (APMI)
dan lainnya,*Komunitas/Paguyuban Industri Event. Insentif: *ASITA, ASTINDO, ASATI, IINTOA

Pameran:

*Perusahaan Pameran Indonesia
*Asosiasi Perhimpunan Perawat Indonesia (ASPERAPI). Profesional:
*Asosiasi Pelaku Pariwisata Indonesia
(ASPPI) •Asosiasi Pekerja Industri Pertunjukan Indonesia (API) • Persatuan Seniman Komedi Indonesia

 

Senangnya Menjadi Tempat Konvensi Terbesar di Jakarta

this formate

Destinasi MICE terbesar di Indonesia, Nusantara International Convention Exhibition, akan dibuka pada September 2025.

Dengan total luas area sewa bersih 130.000 m2, NICE diharapkan beroperasi penuh pada September 2025.

SERPONG, bisniswisata.co.id: Indonesia akan segera membanggakan pusat konvensi dan pameran terbarunya saat Nusantara International Convention Exhibition (NICE) dibuka akhir tahun ini di Pantai Indah Kapuk 2 (PIK 2), kota tepi laut di pinggiran Jakarta.

Dilansir dari meetings-conventions-asia.com,
dengan total luas area sewa bersih 130.000 m2, NICE diharapkan beroperasi penuh pada September 2025, menurut Ryan Adrian, direktur pelaksana PT Industri Pameran Nusantara – perusahaan patungan antara Agung Sedayu Group dan Salim Group, yang mengembangkan proyek tersebut.

“Kami hanya akan buka selama empat bulan terakhir tahun 2025 – September hingga Desember – jadi kami melihat ini sebagai peluncuran terbatas, yang memungkinkan kami untuk menyempurnakan operasi,” kata Ryan kepada M&C Asia.

Menjelang pembukaannya, NICE telah mengamankan 11 pemesanan acara hingga saat ini, dengan empat kontrak yang telah dikonfirmasi dan tujuh dalam tahap negosiasi.

Ekspansi besar-besaran untuk sektor MICE di Jakarta

NICE akan menjadi tempat pameran utama keempat di Jakarta, bergabung dengan Jakarta Convention Center, JI-Expo Kemayoran, dan ICE BSD. Bersama-sama, ketiga tempat ini saat ini menawarkan area sewa gabungan di bawah 200.000 meter persegi, dengan tambahan 130.000 meter persegi milik NICE yang diharapkan dapat memperluas kapasitas penyelenggaraan Indonesia secara signifikan.

“Dengan NICE, Indonesia akan memiliki kapasitas yang jauh lebih besar untuk menyelenggarakan acara berskala besar secara bersamaan, sehingga mengangkat negara ini sebagai tujuan acara internasional,” tambah Ryan.

Tempat ini berdiri di atas lahan seluas 40 hektare, dengan total luas bangunan bruto 300.000 m2 dan investasi sekitar Rp4 triliun (tidak termasuk biaya tanah).

Dirancang untuk menampung hingga 200.000 orang sekaligus, NICE juga akan menyediakan 6.340 tempat parkir, termasuk tempat parkir khusus VIP dan tempat parkir yang dapat diakses oleh penyandang disabilitas.

NICE terletak kurang dari 10 menit dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta, sehingga memudahkan akses untuk acara B2B.

Lokasi strategis

NICE terletak kurang dari 10 menit dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta, yang merupakan keunggulan utama untuk acara B2B. Tempat ini juga dilengkapi dengan berbagai fasilitas pendukung, termasuk hotel, jaringan transportasi, dan pilihan hiburan. “Hal ini memudahkan acara B2B untuk mengakses tempat ini,” jelas Ryan.

Selain itu, NICE terletak di dekat Pantai Indah Kapuk (PIK), destinasi wisata terbaru yang menawarkan pantai yang indah dan pusat kuliner dengan berbagai macam makanan dan minuman.

“Dengan hadirnya NICE, kombinasi ini menjadi lebih pas. Kami juga menarik wisatawan berkualitas tinggi, dan acara MICE adalah pendorong utama hal itu,” kata Ryan.

Perbedaan NICE

Salah satu fitur menonjol NICE adalah atrium tengahnya yang luas, yang dirancang untuk meningkatkan konektivitas antarzona dan meningkatkan pengalaman acara secara keseluruhan.

“Karena pernah mengelola tempat sebelumnya, saya memahami tantangan dalam menjelajahi tempat yang besar,” kata Ryan. “Di NICE, kami telah merancang tata letak untuk meminimalkan jarak berjalan kaki sekaligus memastikan peserta dapat dengan mudah melihat kegiatan yang berlangsung di berbagai area. Ini juga akan berkontribusi pada suasana yang lebih dinamis dan meriah.”

Dengan keberlanjutan sebagai fokus utama, NICE sebagian akan menggunakan tenaga surya untuk mengurangi konsumsi listriknya. Selain itu, NICE tidak akan lagi menggunakan tempat parkir bawah tanah, yang jika tidak akan membutuhkan lebih banyak penggunaan energi untuk penerangan bahkan di siang hari. Perawatan dan kontrol juga diminimalkan, terutama untuk penggunaan listrik dan air, kata Ryan.

“Kami tidak hanya membangun pusat konvensi atau fasilitas lainnya – kami sedang membangun masa depan Indonesia sebagai destinasi utama dalam industri MICE global,” katanya.

HKTB Amankan 56 acara MICE Utama Tahun ini dengan perkiraan 170.000 Pengunjung

this formate

HONG KONG, bisniswisata.co.id: ‘The 5th Technology for Change Asia’ berlangsung pada 12-13 Maret di Hopewell Hotel di Wan Chai. Setelah sukses tahun lalu, acara ini telah diperluas untuk mendorong lebih banyak peluang jaringan, dengan partisipasi mencapai 500 peserta, meningkat 10% dari tahun lalu, termasuk perwakilan dari perusahaan multinasional terkemuka.

Pembicara utama tahun ini termasuk fisikawan Inggris terkenal Brian Cox, yang berbagi wawasannya tentang sains, untuk menginspirasi generasi berikutnya. Sebagai profesor fisika partikel di University of Manchester, Cox terkenal dengan serial BBC-nya “Wonders of the Universe” dan telah menulis beberapa buku sains populer, yang membuat konsep ilmiah yang kompleks menjadi mudah diakses dan menarik.

Asif Chaudhury, Managing Director, Asia di The Economist Group, mencatat bahwa pembicara ahli di garis depan inovasi akan berbagi wawasan terperinci tentang peluang investasi dan bisnis yang muncul di kawasan ini dan mengeksplorasi posisi unik GBA dalam menggunakan teknologi untuk dampak bisnis.

Dilansir dari thestandard.com.hk, dia menyatakan antusiasmenya untuk kembali ke Hong Kong untuk mendorong percakapan tentang bagaimana Asia-Pasifik dapat memimpin dalam menggunakan teknologi untuk perubahan komersial dan sosial. Memfasilitasi acara MICE internasional terkemuka untuk memperluas lanskap acara Maret

Summit by Economist Impact kembali dengan pujian

Pameran dagang pariwisata MICE utama menggunakan HK sebagai batu loncatan ke Asia. Dilansir dari thestandard.com.hk, pada bulan Maret ini Hong Kong menjadi tuan rumah serangkaian acara olahraga, hiburan, dan budaya internasional, yang menunjukkan statusnya sebagai pusat acara utama.

Acara yang menonjol di antaranya adalah ‘The 5th Technology for Change Asia’, yang diselenggarakan oleh Economist Impact dan dijamin bersama oleh Hong Kong Tourism Board (HKTB) dan pemerintah HKSAR.

Penyelenggaraan ini kembali untuk tahun kedua berturut-turut, dan Connect Marketplace Hong Kong yang perdana, pameran dan pameran dagang utama untuk sektor pariwisata MICE (Meetings, Incentives, Conferences and Exhibitions).

Acara penting lainnya, Connect Marketplace Hong Kong, akan diadakan dari 19-21 Maret di AsiaWorld-Expo. Pameran dagang utama untuk industri pariwisata MICE internasional ini telah lama berpusat di Amerika Utara.

Edisi Asia pertamanya di Hong Kong diharapkan dapat menarik 5.000 perwakilan dari 14 negara dan kawasan di APAC, bersama dengan lebih dari 600 pembeli, untuk forum, pameran, dan pertemuan bisnis.

Margaret Ma Connolly, Presiden & CEO Informa Markets Asia, menekankan perpaduan budaya Tiongkok dan Barat di Hong Kong, statusnya sebagai pusat bisnis global, infrastruktur kelas dunia, dan pengalaman luas dalam menyelenggarakan acara MICE internasional berskala besar, menjadikannya tujuan ideal untuk perluasan Connect Marketplace ke Asia.

Acara ini diharapkan dapat memainkan peran penting dalam memajukan industri pariwisata MICE di Hong Kong dan kawasan Asia-Pasifik. Phoebe Shing, Direktur Tim Pengembangan Bisnis MICE HKTB, mengemukakan bahwa Hong Kong telah melaporkan peningkatan yang stabil dalam jumlah pengunjung pameran yang menginap, dengan total 1,42 juta tahun lalu, peningkatan tahunan sebesar 10%.

Para pengunjung ini menghabiskan rata-rata hampir HKD 7.800, jauh lebih banyak daripada pengunjung umum, dengan sekitar setengahnya berasal dari pasar internasional, yang menyoroti nilai pariwisata MICE dalam menarik pengunjung dengan hasil tinggi.

HKTB mengamankan 56 acara MICE internasional di HK tahun ini dimana HKTB telah berhasil mengamankan 56 acara MICE internasional utama, dengan perkiraan total partisipasi mencapai 260.000, termasuk 170.000 dari Tiongkok daratan dan luar negeri.

Mereka menegaskan bahwa pariwisata MICE memperkuat posisi Hong Kong sebagai kota bisnis utama dan merangsang berbagai sektor, termasuk perdagangan perjalanan, layanan MICE, ritel, dan kuliner, yang berkontribusi terhadap ekonomi dan mendukung tenaga kerja.

HKTB akan terus menerapkan berbagai strategi untuk mempertahankan status Hong Kong sebagai “Tempat Pertemuan Dunia.”
Pengunjung memuji HK atas hubungannya dengan daratan, dengan menyebut infrastruktur terbaik dan beragam kuliner sebagai keunggulan bisnis utama.

Bulan lalu, HKTB juga memfasilitasi dua acara MICE internasional utama di Hong Kong untuk pertama kalinya: Consensus Hong Kong 2025 dan Sports Law Mega Event 2025. Para peserta memuji hubungan kuat Hong Kong dengan daratan Tiongkok, sistem hukumnya yang mapan, infrastruktur yang sangat baik, dan beragam kuliner.

Penyelenggara menyoroti semangat kewirausahaan yang dinamis dan budaya inovatif kota ini sebagai daya tarik yang tak tertandingi bagi para profesional di seluruh dunia.

Sports Law Mega Event 2025, yang didukung oleh HKTB dan diselenggarakan oleh Law Society of Hong Kong, merupakan acara berskala besar pertama yang berfokus pada hubungan antara olahraga, hukum, dan bisnis di bawah kerangka kerja “Satu Negara, Dua Sistem, dan Tiga Yurisdiksi”.

Acara ini menampilkan Konferensi Hukum Olahraga, Malam Rekreasi dan Olahraga, dan Pertemuan Pengacara Guangdong-Hong Kong-Makau, yang menarik lebih dari 350 profesional hukum dari 14 yurisdiksi.

Dr. Björn Hessert, Penasihat Pengadilan Arbitrase Olahraga, mencatat lokasi strategis Hong Kong dan signifikansi historisnya dalam arbitrase internasional, menekankan manfaat yurisdiksi hukum umum kota ini dan kumpulan bakat yang beragam. Ia berharap dapat menikmati kuliner lokal dan menyaksikan rekan-rekan hukum dalam kompetisi olahraga.

Profesor Lu Song, Wakil Direktur Komisi Arbitrase Olahraga Tiongkok dan Arbitrator di Pengadilan Arbitrase Olahraga, menegaskan kembali keunggulan Hong Kong dalam arbitrase komersial dan olahraga sebagai pusat penyelesaian sengketa internasional.