700 Turis Booking Wisata Luar Angkasa Bertarif Rp3 Miliar

this formate

SAN FRANCISCO, Bisniswisata.co.id: Meski Bertarif US$ 250.000 (Rp 3,3 miliar) per kursi, tak menyurutkan para turis untuk melakukan perjalanan wisata ke luar angkasa. Dengan menumpang Virgin Galactic para orang kaya, termasuk para pesohor sangat ingin menikmati wisata unik dan dianggap spektakuler.

Menurut perusahaan Virgin Galatic, hingga kini telah ada lebih 700 orang wisatawan yang memesan kursi mahal tersebut, termasuk para selebritas.

Menurut beberapa laporan yang dilansir laman virgingalactic.com, Senin (15/01/2018) di antara lebih dari 700 orang yang telah mendaftar sejauh ini, termasuk selebritas Brad Pitt, Ashton Kutcher, Angelina Jolie, Tom Hanks dan Paris Hilton.

Pada Kamis (11/1/2018) , Virgin Galactic telah menyelesaikan uji luncur lanjutan dari pesawat luar angkasa VSS Unity. Keberhasilan itu menempatkan perusahaan pada jalurnya untuk mengirim wisatawan ke luar angkasa dalam beberapa bulan ini.

Tes tersebut, yang berlangsung lebih dari tiga tahun sejak kecelakaan fatal yang dialami perusahaan tersebut, memperlihatkan manuver pesawat tersebut dengan aman sampai ke tanah dari ketinggian 50.000 kaki (15 km).

Pendiri Virgin Galactic Richard Branson telah mengklaim VSS Unity, versi kedua dari pesawat SpaceShipTwo, akan membawa orang-orang yang melakukan penerbangan uji coba di suborbital pada bulan April.

Didirikan pada tahun 2010 dengan tujuan untuk membawa pelanggan yang membayar ke luar angkasa dan kembali lagi, tragedi melanda Virgin Galactic pada tahun 2014 ketika kecelakaan penerbangan uji coba SpaceShipTwo menewaskan seorang pilot dan melukai yang lainnya.

Butuh dua tahun bagi perusahaan itu untuk mendapatkan kembali persetujuan dari US Federal Aviation Administration (FAA) untuk menerbangkan SpaceShipTwo lagi.

Uji terbang ketujuh VSS Unity, menunjukkan pesawat itu diterbangkan dari Pelabuhan Udara dan Antariksa Mojave California dengan melekat pada pesawat pembawa White Knight . Begitu mencapai 50.000 kaki (15 km), Unity dilepaskan. (VIRGIN)

PT SRL Belajar Penerapan Community Based Tourism (CBT) Di Nglanggeran

this formate

Sugeng Handoko (kanan) berbagi pengetahuan dengan tamu-tamunya dari Prov. Riau

NGLANGGERAN, GUNUNGKIDUL, Yogyakarta, bisniswisata.co.id: Eksekutif  Perusahaan pengolah limbah B 3 dari Provinsi Riau melakukan studi banding untuk pengembangan desa wisata dengan mengunjungi Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Nglanggeran, Gunung Kidul, Jogjakarta.

“Dalam mengembangkan pariwisata berbasis masyarakat atau Community Based Tourism (CBT) harus ada sinergi yang baik antara pemerintah ( Disprov Pariwisata), Swasta dan masyarakat karena itu inisiatif untuk melakukan studi banding karena ingin pariwisata Riau lebih maju sangat kami hargai ” kata Sugeng Handoko, Sekretaris Pokdarwis Nglanggeran yang menerima tim dari Riau pekan lalu.

Marta Uli Emilia, CEO PT Shali Riau Lestari,didampingi Sahala Sitompul, Zefanya Elisha & Sachio Mazmur Wilbert, mengatakan pihaknya senang traveling dan sudah mengunjungi beragam destinasi wisata dunia dan mengharapkan pengembangan pariwisata Riau meningkat.

“Prov Riau banyak memiliki destinasi yang indah termasuk potensi wisata bahari. Riau tidak identik dengan kebun kelapa sawit dan minyak bumi tapi juga komoditi lainnya seperti lada. Kami akan mengajak pemerintah dan kelompok Tani Lada mengembangkan desa wisata dan homestay,” kata Marta Uli Emmilia.

Sebagai pimpinan perusahaan yang peduli lingkungan, pihaknya telah melakukan pembinaan kelompok tani ( Poktan)  Tani Mandiri Gunung Jati ( MGJ)  di Desa Kota Baru, Kecamatan Tapung Hilir, Kabupaten Kampar, Riau, yang berpotensi menjadi desa wisata sentra lada.

Aktivitas di Nglanggeran, gunung purba yang sarat pengetahuan

Marta ingin perusahaannya memiliki  program Corporate Social Responsibility (CSR) yang berkelanjutan dan berbasis masyarakat.“Pemerintah dan swasta dapat mendorong masyarakat mewujudkan program Nawacita Presiden Jokowi di bidang pariwisata,” tegasnya.

Untuk itu setelah studi banding pihaknya akan mengajak Pemprov Riau untuk bersinergi pentahelix karena pariwisata maju kalau dimulai dengan  masyarakatnya yang sadar wisata, kata Marta Uli Emmilia.

Sugeng mengatakan Desa Nglanggeran beruntung karena memiliki magnet pesona Gunung Api Purba Nglanggeran, suatu gunung api purba yang terbentuk sekitar 60-70 juta tahun lalu. Sekarang gunung ini dinyatakan sudah tidak aktif lagi. Batuannya berbentuk bongkahan batu andesit raksasa membentang sekitar 800 meter dan setinggi 300 meter.

“Saat ini pengunjung terbesar ke Nglanggeran adalah untuk studi  banding. Setiap hari kami melayani tamu-tamu dari berbagai daerah maupun dari desa-desa lainnya untuk study banding. Sekarang desa memiliki dana dan ada Badan Usaha Milik Desa,” kata Sugeng.

Paket outbound, trekking, flyng Fox dan aktivitas yang menantang lainnya tersedia dengan harga paket mulai Rp 75.000 hingga Rp 3,5 juta untuk paket berayun diantara dya tebing.

“Pengunjung tahun 2016 mencapai 255 ribu orang dengan penghasilan Rp 1,8 miliar/ tahun. Tahun 2014 pengunjung memang lebih tinggi sampai 325 ribu orang tapi penghasilan hanya Rp 1, 4 miliar sehingga target pengunjung dikurangi namun produk beragam sehingga penghasilan naik “ kata Sugeng.

Studi banding selain dalam hal pengelolaan dan menyiapkan masyarakat menjadi entrepreneur, juga terutama berkaitan dengan penghargaan Desa Wisata Terbaik Asean 2016 dalam pengembangan Community Based Tourism (CBT) yang diterima Nglanggeran awal Januari 2017

Menurut Sugeng pihaknya sangat mengapresiasi sikap pro aktif yang dilakukan pimpinan PT Shali Riau Lestari serta niat mulianya belajar langsung dari keberhasilan Nglanggeran hingga menerima penghargaan utama di tingkat Asean itu.

“Kami belajar pengelolaan homestay dengan studi banding ke Desa Pentingsari di Kab. Sleman, Jogja dengan membawa 2 bus anggota Pokdarwis. Masyarakat Riau nanti juga bisa dibina untuk membuka homestay di pedesaan jika desa wisatanya dikembangkan,” kata Sugeng.

Marta ingin pariwisata Riau lebih dioptimalkan pengembangannya agar masyarakat bisa hidup tambah sejahtera dan anak-anak para petani yang dikembangkan jadi desa wisata bisa sekolah lebih tinggi.

Embung di puncak Nglanggeran

“ Lewat CSR kami ingin membuat program pemberdayaan seperti di Nglanggeran dan desa wisata Pentingsari serta desa wisata lainnya di Jogjakarta ini yang terbukti sudah memiliki omzet miliaran rupiah. Pariwisata bisa jalan jika kordinasi, sinergi pentahelix dapat berjalan dengan baik,” tegasnya.

Selain berdiskusi mengenai pemberdayaan masyarakat, Marta dan tim juga banyak bertanya mengenai langkah awal yang dilakukan Sugeng merintis Nglanggeran.

Dia juga melihat homestay yang dikembangkan di Nglanggeran serta Griya Coklat Nglanggeran, suatu  upaya menggerakkan masyarakat untuk menghidupkan desanya dengan membuatkan beragam produk coklat  menggunakan pula susu kambing etawa milik petani setempat.

Obyek wisata di Nglanggeran selain gunung api juga Embung (tampungan air) Kebun Buah Nglanggeran yang memiliki luas 0,34 Ha, digunakan sebagai pengairan kebun buah durian dan kelengkeng. Jenis durian yang ditanam adalah jenis durian Monton.

Selain itu juga ada air terjun Kedung Kandang yang musiman  terletak di selatan Gunung Api Purba dengan hamparan terasiring persawahan milik petani masyarakat Desa Nglanggeran.

Keunikan air terjun ini adalah berada ditengah terasiring sawah dan berbentuk undak-undak batuan vulkanik. Aliran air dengan pemandangan yang bagus hanya didapati ketika musim penghujan saja.

Marta berharap Pemprov Riau dan pihak terkait fokus pada pengembangan SDM pariwisata terutama dalam pelatihan hospitality termasuk studi banding poktan untuk belajar ke desa wisata yang ada di Jogja ini.



Wisata Heritage PG Colomadu Dibuka bagi Wisatawan

this formate

KARANGANYAR, Bisniswisata.co.id: Kemegahan bangunan Pabrik Gula (PG) Colomadu di masa lampau dalam waktu dekat bakal kembali hadir. Namun, bukan sebagai pabrik gula, melainkan tempat wisata bernuansa heritage yang menawan.

Setelah berhenti beroperasi tahun 1997, bangunan bekas pabrik gula di Kecamatan Colomadu, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah tersebut terkesan mangkrak. Hingga 20 tahun berlalu, secara perlahan bangunan menjadi rusak. Bahkan mesin-mesin dan besi-besi bangunannya juga banyak yang hilang.

Seolah bereinkarnasi, bangunan megah eks PG Colomadu bakal kembali hadir dan dapat dilihat publik. Melalui sinergi sejumlah Badan Usaha Milik Negara (BUMN), yakni PT Perumahan (PP), PT Taman Wisata Candi, dan PT Jasa Marga Properti, bangunan lawas tersebut diubah fungsi menjadi tempat wisata bernuansa heritage.

Perusahaan-perusahaan pelat merah itu selanjutnya membentuk konsorsium yang diberi nama PT Sinergi Colomadu. “Kami mulai menggarap pada April 2017,” ujar General Manager (GM) Konstruksi PT Sinergi Colomadu, Edison Suardi seperti dilansir laman SINDOnews, Senin (15/01/2018).

Tak tanggung-tanggung, dana Rp2 triliun digelontorkan dalam tiga tahap. Tahap pertama guna menggarap bangunan utama, nilainya sekitar Rp200 miliar di lahan seluas 6,4 hektare dari total luas bekas PG Colomadu yang mencapai 22 hektare.

Bangunan utama yang merupakan bekas pabrik, disulap menjadi museum heritage, convention hall, merchandise, food and beverage. “Saat ini realisasinya sudah mencapai sekitar 70%,” katanya.

Pembangunan terus dikebut karena awal Maret diproyeksikan harus selesai. Pada 24 Maret mendatang, rencananya diresmikan serta digelar konser musik bertaraf internasional. Proyek dilembur hingga pukul 22.00 WIB dengan melibatkan 400 pekerja.

Kendala yang dihadapi dalam penyelesaian adalah persoalan cuaca yang sulit diprediksi. Ketika hujan, para pekerja harus turun karena licin, dan menghindari bahaya petir. Selain bangunan utama, di sisi baratnya terdapat bekas rumah pesanggrahan besaran Mangkunegaran atau rumah dinas kepala PG Colomadu.

Bangunan itu bakal disulap menjadi royal restoran, serta tempat transit tamu agung, dan VVIP. Kedua bangunan itu kini tengah didaftarkan sebagai Benda Cagar Budaya (BCB).

Agar kemegahan bangunan nampak dari luar, tembok pagar lama dibongkar dan diganti dengan tembok yang rendah. Tembok baru dibuat lebih mundur karena di depannya akan dibuat trotoar dengan lebar 9 meter di pinggir jalan Adisutjipto. Selain itu juga dilengkapi tempat duduk agar menjadi publik area. “Sehingga masyarakat dapat selfie atau foto foto dengan latar belakang bangunan pabrik,” bebernya.

Sementara museum heritage di bagian bangunan utama menampilkan mesin-mesin yang dahulu dipakai untuk proses giling tebu. Termasuk jalur rel yang ada di dalamnya tetap dipertahankan. Mesin-mesin tua yang sudah berkarat kini telah dicat dasar warna abu abu. “Semua yang ada di dalam pabrik tetap kami pertahankan. Nantinya dilengkapi display videotron sejarah pabrik gula, dan ilustrasinya,” ucap Edison.

Sedangkan gedung convention hall berkelas internasional, akan dijadikan tempat konser dengan kapasitas 3.000 penonton. Panggung dibuat kedap suara serta berkaca agar rangkaian mesin-mesin pabrik tetap nampak dari dalam gedung pertunjukan. Agar suaranya tidak memantul dari kaca, dilengkapi alat penangkap suara.

Untuk memperbaiki kembali bangunan yang sudah tua dan masuk peninggalan sejarah tingkat kesulitan lebih tinggi dan membutuhkan waktu lama. Sejumlah bagian sudah banyak yang hancur dan mengelupas. Bagian yang telah rusak diakui terpaksa yang yang diganti, seperti bagian atapnya karena sudah jebol semuanya. Sementara, tembok bangunan dan besi penyangga tetap dipertahankan.

Pihaknya bersama Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo telah mengkaji struktur bangunan dan kondisinya masih baik. Selain convention hall, di luar bangunan sisi timur dibuat sedemikian rupa agar bisa dipakai pertunjukan outdoor dengan background bangunan utama pabrik dan cerobongnya. Listrik dengan kapasitas 1.300 KVA bakal dipasang guna menunjang operasional. Dua genset yang masing-masing memiliki kekuatan 1.000 KVA juga disiapkan. “Saat ada konser nantinya juga ditambahi dengan suplai genset sendiri.”

Bekas rumah rumah tua di bagian utara eks PG Colomadu nantinya juga akan garap. Rumah-rumah kuno yang dahulu bagian yang tak terpisahkan dari PG Colomadu, rencananya dijadikan pusat bisnis. Rumah-rumah kuno itu kondisinya juga terlihat tak terawat dan terkesan terbengkalai. (SIN)

Pengelolaan Desa Wisata Perlu Adil Dan Transparan

this formate

Doto Yogantoro ( kanan) bersama tim PT Shali Riau Lestari yang tengah studi banding di Desa Pentingsari, Jogjakarta.

JOGJAKARTA, bisniswisata.co.id: Pengelolaan desa wisata membutuhkan komitmen untuk memberikan keadilan, bersikap transparan dan seimbang pada masyarakat desa, kata Doto Yogantoro, Ketua Kelompok Sadar Wisata                       ( Pokdarwis) Desa Pentingsari, hari ini.

“Mengurus desa wisata harus adil, bersikap transparan dan merata (seimbang) karena melibatkan hampir seluruh warga desa. Oleh karena itu Pengurus dan warga setempat harus bisa saling bersinergi agar  dapat menggerakkan perekonomian desa dengan baik,” ujarnya.

Hal itu diungkapkannya ketika menerima kunjungan pimpinan PT Shali Riau Lestari, Marta Uli Emilia bersama Sahala Sitompul dan tim pada awal Januari lalu untuk melakukan studi banding untuk mengembangkan desa wisata di Provinsi, Riau

Menurut Doto Yogantoro, Desa Wisata Pentingsari ibaratnya adalah sebuah merek produk. Soalnya dusun yang berada di wilayah Umbulharjo, Kecamatan Cangkringan, Kabupaten Sleman ini tidak memiliki keunggulan destinasi.

“Kami menawarkan gaya hidup sehari-hari di desa, berinteraksi langsung dengan warga desa dengan beragam aktivitas. Desa yang jaraknya bisa ditempuh satu jam dari Jogjakarta dan berada di lereng kaki Gunung Merapi ini setiap bulan membatasi diri dengan 3500 tamu,”

Berbagai aktivitas yang bisa dilakukan di Desa Pentingsari

Doto menambahkan bahwa Desa Pentingsari menawarkan gaya hidup di pedesaan yang melibatkan hampir seluruh warga desa. Oleh  karena itu dalam mengelola sebagai desa wisata , azas manfaat yang menjadi prioritas artinya melibatkan  sebanyak mungkin warga lokal.

“ Jika tamu datang maka, semua aktivitasnya akan dilayani oleh masyarakat setempat. Jadi warga desa selain profesinya bertani bisa menambah penghasilan dari kunjungan wisatawan,” kata Doto Yogantara

Insinyur Perikanan IPB yang memilih berkarya di kampung halamannya sendiri ini mengatakan merintis desa wisata ( dewi) Pentingsari 10 tahun lalu bukan hal mudah. Satu tahun pertama  belum ada tamu dan dua tahun pertama adalah masa merintis.

“ Setelah tamu datang maka transparansi sangat penting karena masalah lain yang muncul adalah ada masyarakat desa yang merasa rumahnya sebagai homestay tidak kunjung mendapat tamu. Begitu pula keluhan muncul karena merasa  tidak mendapatkan penghasilan yang sama dengan warga lainnya,”

Itulah sebabnya para pengurus Pokdarwis yang mengelola desa wisata harus adil, transparan dan seimbang membagi pekerjaan kesemua warga yang terlibat sehingga perekonomian desa benar-benar bergerak.

Desa wisata Pentingsari digerakkan oleh masyarakat, dirancang oleh masyarakat, dilaksanakan oleh masyarakat dan hasilnya juga dinikmati oleh masyarakat, tegasnya.

“ Bulan Desember 2017 lalu omzet desa kami mencapai Rp 350 juta padahal kami membatasi tamu dan harus reservasi dulu. Kuncinya adalah di keragaman aktivitas karena dengan banyaknya aktivitas pemasukan bukan hanya dari akomodasi dan kuliner,” jelasnya.

Tim Shali Riau Lestari keliling Desa Pentingsari, Jogja

Mendengar penjelasan Doto Yogantoro, Sahala Sihombing mengatakan optimistis jika ada sinergi yang kuat dari pemerintah, swasta dan masyarakat Riau maka pengembangan desa wisata akan tumbuh.

“Dinas Pariwisata Provinsi Riau misalnya dapat mengirimkan tokoh-tokoh desa yang punya minat dan komitmen mengembangkan desa wisata untuk studi banding ke Desa Pentingsari atau desa lainnya di Jogja, ” kata Sahala.

Sementara Marta Uli Emilia sebagai CEO PT Shali Riau Lestari mengatakan pihaknya sebagai  swasta telah membina kelompok tani ( poktan) budidaya lada di Desa Kota Baru, Kecamatan Tapung Hilir, sebagai bagian dari tangungjawab sosial perusahaan. Desa itu berpotensi untuk dikembangkan sebagai desa wisata.

“Kalau semua pihak di Riau bersinergi mengembangkan desa binaan itu maka untuk week-end kita bisa menjaring wisatawan lokal maupun mancanegara terutama dari negri jiran untuk berakhir pekan di desa,” jelasnya.

Wanita pengusaha yang juga memiliki perhatian penuh pada masalah seni dan budaya Melayu Riau ini juga tengah giat merajut hubungan dengan tokoh Melayu di daerah Riau kepulauan, sebagian besar di Bengkalis, Indragiri Hulu, Gunung Sahilan, Kampar dan wilayah Pekanbaru yang merupakan kekuatan kerajaan Riau pada masa lampau.

“Tamu-tamu saya pribadi selalu saya bekali suvenir kaos yang didesain khusus menonjolkan budaya Riau. Saya berharap Gubernur Prov Riau mendatang juga memiliki visi wisata yang kuat sehingga kita tidak bergantung pada minyak dan mengekspor asap ke negara tetangga akibat kebakaran hutan,”

 

 

2 – 4 Februari 2018, Indonesia International Wedding Festival 2018

this formate

JAKARTA, Bisniswisata.c.id: Weddingku menggandeng Dyandra Promosindo, kembali menggelar Indonesia International Wedding Festival (IIWF) 2018 di Jakarta Convention Center Jakarta, pada 2-4 Februari 2018. IIWF 2018 memfokuskan diri sebagai sebagai pameran perlengkapan pernikahan dan honeymoon terbesar di awal tahun.

#IIWF2018, demikian hashtag pameran pernikahan awal tahun ini, diadakan untuk menjadi barometer dan juga penentu tren pernikahan di tahun ini. Di samping itu, awal tahun merupakan momen terbaik bagi para pasangan untuk mempersiapkan pesta pernikahan mereka yang biasanya diselenggarakan di akhir tahun.

2018, IIWF 2018 mengambil tema “A New Path of Love” yang terinspirasi dari pasangan pengantin yang penuh cinta dan inspirasi untuk memulai hidup baru mereka.

Selama pameran, pengunjung terutama pasangan calon pengantin beserta orang tua mereka dapat melihat, memilih, dan menentukan berbagai keperluan pesta pernikahan dari lebih 300 eksibitor terpercaya yang turut serta di pameran ini yang terdiri dari vendor bridal, wedding venue, fotografer, dekorasi, wedding cake, wedding organizer, MC & entertainment, souvenir, undangan, katering, cincin kawin, bulan madu dan lainnya.

Bahkan, Pengunjung berkesempatan untuk melihat dan mencoba desain-desain gaun pengantin terbaik, melihat dan booking wedding venue, berkonsultasi dengan para fotografer pernikahan terbaik, serta mencicipi berbagai kreasi menu industri katering yang kesemuanya menjadi bagian dari pameran IIWF 2018.

IIWF 2018 akan ditutup dengan acara yang spektakuler berupa pengundian berbagai macam hadiah-hadiah yang menarik. Dan, tentu saja, acara puncaknya yaitu pengundian grand prize berupa 1 (satu) unit mobil Volkswagen Golf dan 3 (tiga) unit motor Honda Scoopy bagi pasangan-pasangan yang beruntung.

Terdapat 2 pilihan paket untuk mengunjungi IIWF 2018, yaitu Paket 1 yang terdiri hanya 1 tiket masuk saja untuk 3 hari sebesar Rp25.000 dan Paket 2 yang terdiri 2 tiket masuk untuk 3 hari beserta 1 majalah Weddingku sebesar Rp60.000. Tiket dapat dibeli di www.indonesiainternationalweddingfestival.com dan on the spot.

Dengan infrastruktur yang semakin baik untuk menunjang event internasional di tahun 2018 ini, Indonesia International Wedding Festival 2018 tentunya akan menjadi pameran pernikahan dan bulan madu terbesar di awal tahun yang akan ditunggu-tunggu oleh pasangan calon pengantin di Tanah Air. (redaksibisniswisata@gmail.com)

Pegasus Airlines Terpelosok ke Lereng Curam

this formate

TRABZON, Bisniswisata.co.id: Pesawat jenis Boeing 737-800 milik Pegasus Airlines tergelincir di landasan pacu bandara Trabzon Turki. Pesawat yang mengangkut 168 penumpang kehilangan kendali dan jatuh menuruni lereng curam di tepi Laut Hitam, hanya beberapa meter dari tepi air laut.

Sebanyak 168 orang penumpang dan dua pilot serta empat kru kabin, dinyatakan selamat dan tidak ada yang terluka sama sekali, dalam insiden ini. Para penumpang hanya panik karena hidung pesawat mengarah ke arah laut, persisnya di tepi pantai.

Pesawat itu baru melakukan penerbangan dari Ankara dan mendarat di Kota Trabzon. Pendaratan tidak berjalan mulus karena pesawat tergelincir di landasan pacu bandara.

“Kami miring ke samping, sementara bagian depan pesawat turun dan bagian belakang naik. Ada kepanikan besar, orang-orang berteriak,” ujar salah seorang penumpang, Fatma Gordu, dikutip kantor berita Turki, Anadolu, Senin (15/01/2018).

Saat pesawat berhenti meluncur di atas lumpur tebal lereng, penumpang mencium bau bahan bakar. “Kami pikir akan ada kebakaran. Orang panik, ada ibu hamil dan anak-anak,” kata Gordu.

Video insiden yang diunggah di media sosial menunjukkan petugas pemadam kebakaran memompa air di atas pesawat pada Sabtu (13/1) malam. “Ini adalah keajaiban. Kita bisa saja terbakar, kita bisa saja meledak atau kita bisa terjun ke laut,” kata seorang penumpang lain, Yuksel Gordu.

Gubernur Trabzon, Yucel Yavuz, mengatakan semua penumpang selamat dari pesawat dan beberapa di antaranya telah dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan. “Semuanya baik-baik saja,” ungkapnya.

Pegasus Airlines telah memberikan pernyataan resmi terkait kecelakaan ini. Pesawat Boeing 737-800 mendapat masalah di landasan pacu saat mendarat, tetapi 162 penumpang, dua pilot, dan empat awak kabin dinyatakan tidak terluka.

Salah satu penumpang pesawat tersebut, Fatma Gordu, menceritakan kepanikan di dalam pesawat saat mendarat. “Bagian depan pesawat turun dan bagian belakang terangkat. Penumpang panik, mereka berteriak ketakutan,” kata Fatma. (AND)

Turis Australia ke Bali Merosot

this formate

DENPASAR, Bisniswisata.co.id: Wisatawan Australia yang berlibur ke Bali mencapai 1.015.752 orang selama sebelas bulan periode Januari-November 2017, menurun 31.644 orang atau 3,02 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat 1.047.396 orang.

“Meskipun masyarakat negeri kangguru ke Bali berkurang, namun menempati peringkat kedua terbanyak memasok turis ke Bali setelah China,” kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali Adi Nugroho di Denpasar, Senin (15/1/2018).

Dilanjutkan, masyarakat Australia sangat bergairah untuk menikmati panorama alam serta keunikan seni budaya Bali yang diwarisi secara turun temurun. Bahkan mereka menganggap Bali sebagai “rumahnya yang kedua”, disamping perekonomian negeri tersebut semakin membaik serta didukung situasi keaman daerah ini semakin mantap.

Masyarakat Australia ke Bali sebagian besar melalui Bandara Ngurah Rai dengan menumpang pesawat yang terbang langsung dari negaranya dan 11.517 orang yang melalui pelabuhan laut dengan menumpang kapal pesiar.

Australia yang menempati peringkat kedua terbanyak memasok turis ke Bali setelah China itu mampu memberikan kontribusi sebesar 18,87 persen dari total wisman berliburan ke Bali sebanyak 5,38 juta orang selama sebelas bulan periode Januari-November 2018.

Kunjungan wiman ke Bali itu meningkat sebanyak 896.691 orang atau 19,99 persen dibanding periode periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat 4,48 juta orang.

Menurutnya, dari sepuluh negara terbanyak memasok wisatawan ke Bali, dua di antaranya mengalami penurunan, selain Austalia juga Malaysia 2,66 persen dari 159.101 orang pada sebelas bulan pertama 2016 menjadi 154.874 orang pada periode yang sama 2017.

Delapan negara yang masyarakatnya semakin banyak ke Bali meliputi China meningkat 51,52 persen, diikuti India 48,25 persen, Jepang 9,85 persen, Inggris 12,29 persen, Amerika Serikat 16 persen, Perancis 8,60 persen, Jerman 17,03 persen dan Korea Selatan 23,05 persen.

Ketua Asita Bali Ketut Ardana dalam kesempatan terpisah mengatakan, pascaerupsi Gunung Agung di Kabupaten Karangasem destinasi wisata di Bali umumnya masih aman untuk dikunjungi, kecuali dalam radius enam kilometer dari gunung tertinggi di Pulau Dewata yang berjarak sekitar 95 km timur kota Denpasar.

Hingga saat ini pelayanan pariwisata masih berlangsung normal apalagi sebagian besar objek wisata hingga akomodasi wisata berada di Kabupaten Badung, Gianyar dan Denpasar yang jauh dari kawasan rawan bencana itu, ucapnya seperti diunduh laman Wartaekonomi.co.id. (WEO)

Tari Pendet Disabilitas Massal Raih Muri

this formate

SINGARAJA BALI, Bisniswisata.com: Sebanyak 130 penari Bali tampil sangat memukau, mengharukan. Mereka adalah penari disabilitas merupakan binaan mahasiswa Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) Singaraja. Kampus ternama ini menggandeng beberapa pelatih tari Bali.

Hasilnya, tari pendet disabilitas massal ini encatat rekor di Museum Rekor Indonesia (Muri) untuk tari pendet disabilitas massal terbanyak yang baru pertama kali dilaksanakan.

“Ini pertama kali Undiksha mengelar tari massal dengan menggerakkan kaum disabilitas. Dan pari penari tampil dengan sangat memukau, menyentuh hati dan ini bagian dari pelestraian tari Bali sekaligus menunjukkan penari disabilitas bisa tampil menari yang luar biasa,” lontar Rektor Undiksha, I Nyoman Jampel, di Singaraja, Ahad (14/01/2018).

Jampel mengatakan anak berkebutuhan khusus adalah aset yang sama nilainya dengan anak-anak pada umumnya. Menurut dia, anak berkebutuhan khusus harus diberikan kedudukan yang sama. Dalam bidang pendidikan pun harus dilibatkan dalam berbagai jenis program, baik seni maupun pendidikan.

“Dengan berkesenian, anak berkebutuhan khusus merasakan nilai positif yang tertinggi, yaitu kebahagiaan. Mereka akan merasakan hidupnya tetap berarti dan diperlukan sehingga semangat menjalani kehidupan dapat terus dilalui meskipun dengan berbagai keterbatasan,” kata Jampal.

Koordinator Muri Tari Pendet massal, Made Agus Dharmadi mengatakan para penari disabilitas dilatih secara intensif bersama sejumlah instruktur yang berpengalaman.

Para penari ketika melakukan gerakan dituntun oleh satu orang derigen yang memperagakan beberapa jenis gerakan sebagai simbol beberapa bagian tari. “Kami lumayan bekerja keras agar mereka paham beberapa gerakan tari pendet. Selain untuk Muri, kami juga meneliti dalam hal pendidikan disabilitasnya,” kata dia.

Tari pendet pernah diklaim sebagai milik Malaysia yang tayangkan pada sebuah stasiun televisi sebagai upaya promosi pariwisata bagi negara tetangga. Padahal yang sesungguhnya, tari pendet terlahir dan berkembang di Bali.

Tari ini tercatat telah cukup memasyarakat sejak lebih dari setengah abad silam. Tari ini diciptakan dua seniman Bali pada tahun 1950, tari pendet langsung memasyarakat sehubungan kerap dipakai menyambut kehadiran tamu-tamu penting yang datang ke Pulau Dewata.

Dari catatan yang ada, tari pendek digagas dua seniman kelahiran Desa Sumertha, Kota Denpasar, yakni I Wayan Rindi dan Ni Ketut Reneng. Kedua seniman itu yang pertama kali mencetuskan tari pendet dengan menampilkan empat orang penari wanita. (TMP)

2017, Turis Prancis ke Bali Meningkat

this formate

JAKARTA, Bisniswisata.co.id: Strategi pemasaran dan promosi ke negara Eropa, sukses besar. Sebut saja, turis Prancis yang jumlahnya terus meningkat. Data Visit Indonesia Tourism Office (VITO) Prancis menyebutkan, tingkat kunjungan wisman Prancis ke Bali menempati peringkat ke tujuh dari sejumlah negara.

Selama tahun 2017, jumlah kunjungan wisman Prancis mencapai 162.288 wisman. Lebih besar dari tahun 2016 yang berjumlah 147,413 wisman. “Peningkatanya sebesar 10,09 persen,” ujar Eka Moncare selaku perwakilan VITO Prancis dalam keterangannya yang diterima Redaksi Bisniswisata.co.id, Ahad (14/01/2018).

Faktor apa saja yang mempengaruhi peningkatan kunjungan wisman Prancis ke Bali? Soal ini Eka punya jawaban. Pertama adalah popularitas Bali yang memang menjadi favorit wisatawan Prancis. Masyarakat Prancis dikatakanya sangat menyukai kultur dan budaya. Dan Bali memiliki semua itu dan menawarkannya kepada wisman Prancis secara lengkap.

Bali, menurut Eka, sangatlah unik. Bahwa meskipun menjadi tujuan wisatawan dunia, namun kekuatan tradisionalnya masih sangat terjaga. “Dan hal tersebut ditunjang dengan penerbangan langsung (Direct Flight) dari Paris ke Bali yang menjadi salah satu faktor sukses kunjungan wisman Prancis,”  kata Eka.

Selain itu “hospitality” masyarakat dan industri di Bali sudah sangat baik. Masyarakat Bali mampu berbicara bahasa Inggris bahkan Prancis dengan baik dan semakin baik. Bali sangat menyambut wisatawan dan telah memiliki pengalaman yang baik dalam hospitality.

“Dan banyak sekali pilihan hotel di Bali yang harganya kompetitif. Sehingga membuat Tour Operator semakin mudah membuat paket untuk dijual,” ujarnya.

Bali memiliki amenitas dari kelas guest house hingga hotel kelas bintang tujuh yang semuanya memiliki standar yang baik. Bali dipromosikan sejak awal dan sampai sekarang. Mereka selalu siap untuk promosi dibandingkan daerah lain. Banyak brosur dan artikel tentang Bali. “Semua itu membuat Bali semakin mudah dijual dan menarik wisatawan,” kata Eka.

Belum lagi strategi promosi yang dijalankan Kementerian Pariwisata dan VITO Prancis sendiri. Bahwa setiap saat sepanjang 2017, VITO Prancis bekerja kers memberikan presentasi dan training ke Tour Operator (TO)/Travel Agent (TA) tentang Indonesia.

VITO Prancis memiliki office open to public yang buka setiap Senin hingga Jumat. Dimana orang bisa datang untuk bertanya dan berdiskusi langsung untuk mempersipakan trip mereka ke Indonesia. “Dan orang Prancis senang jika ada assistant tourism office yang membuat mereka penuh confidence untuk travelling ke Indonesia,” jelasnya.

Pertanyaan-pertanyaan melalui email atau sosial media juga direspons secara cepat dan lengkap mengenai destinasi di Indonesia. Vito Perancis mengeluarkan newsletter setiap bulan dikirim ke media dan partner agents untuk update informasi apa saja hal yang baru dari Indonesia. Mulai dari destinasi, pembukaan airport, rute penerbangan, sistem transportasi, hotel, dan lain-lain.

Bicara soal Bali, sebagai destinasi wisata memang tidak perlu diragukan. Popularitas dan keindahannya sudah tersohor ke berbagai belahan dunia. Pesona dan eksotisme Bali tidak akan pernah luntur.

Coba saja sebut Pantai Kuta. Bayangan akan keindahan, suasana yang nyaman sudah langsung membuai. Maka jangan heran jika banyak pesohor dunia sudah menginjakkan kakinya disini.

Deretan nama dunia seperti Christina Aguilera, Katy Perry, Paris Hilton, David Beckham, Jorge Lorenzo, Ashton Kutcher, Mila Kuni, Justin Bieber dan Selena Gomez, tak ragu memposting momen keseruan liburan mereka di akun media sosial masing-masing.

Dilanjutkan, depannya VITO Prancis akan semakin kuat dalam mempromosikan Bali. Berbagai langkah akan dilakukan. Mulai dari memperbanyak event-event Busines to Costumer (BtoC). Dikatakan Eka, B to C sangat baik untuk menciptakan demand.

“Jika B to C naik, B to B pasti akan mengikuti,” ujarnya.Selain itu juga memperkuat hubungan dengan partner di Prancis dan melakukan media famtrip. Juga yang tak kalah penting, mempromosikan Indonesia lewat gastronomi, massage dan spa.

Event-event gastronomi dan massage akan sangat efektif untuk memperkenalkan Indonesia di publik Prancis. “Dan Prancis adalah pasar potensial. Pengeluaran wisman Prancis rata-rata mencapai 110 dolar AS per hari dengan lama tinggal rata-rata 15 hari,” ujarnya.

Menteri Pariwisata Arief Yahya menyambut baik meningkatnya kunjungan wisman Prancis ke Indonesia. Prancis salah satu negara penyumbang wisatawan terbesar dari Eropa ke Indonesia. Bahkan kunjungan wisman Prancis ke Indonesia mengalahkan Thailand.

“Rata-rata kunjungan mereka itu ke Bali 40 persen, Jakarta 30 persen, Kepulauan Riau 20 persen dan 10 persen sisanya di wilayah lain,” lontarnya.

Indonesia, papar Menpar, memiliki banyak tujuan wisata yang sesuai dengan wisatawan Prancis. Indonesia punya banyak destinasi wisata luxury kelas dunia. “Jadi silakan ke Indonesia. Kami siap menyambut traveller Prancis dengan layanan kelas dunia,” tutur Menpar. (Redaksibisniswisata@gmail.com)

Penyanyi Ed Sheeran Digugat

this formate

SYDNEY, Bisniswisata.co.id: Dua musisi Australia mengajukan pengaduan pelanggaran hak cipta terhadap Ed Sheeran dan penyanyi musik country Tim McGraw serta Faith Hill, di antara sejumlah lainnya, menuduh bintang-bintang itu meniru salah satu lagu mereka.

Sean Carey, mantan gitaris band Thirsty Merc, dan pemain keyboard serta penulis lagu ‘Beau Golden’ mengatakan, lagu berjudul ‘The Rest Of Our Life’ dari Tim McGraw dan Faith Hill serta ditulis oleh Sheeran, secara substansial serupa dengan lagu mereka yang berjudul ‘When I Found You’.

Penyanyi Australia, Jasmine Rae, merilis lagu ‘When I Found You’ atas namanya pada tahun 2015, dan ini adalah lagu yang paling banyak dimainkan di radio musik country Australia, menurut pengaduan, yang diajukan di Pengadilan Distrik AS di New York, tersebut. Rae tidak terdaftar sebagai penggugat.

“Peniruannya, dalam banyak hal, secara verbal, kata demi kata menyalin elemen penting dan asli lagu tersebut, dan begitu jelas untuk pengamat biasa,” kata Richard Busch, pengacara untuk kedua musisi Australia tersebut, dalam berkas pengaduan seperti dilansir laman www.australiaplus.com, Ahad (14/01/2018)

Busch berhasil mewakili keluarga Marvin Gaye pada tahun 2015 dalam gugatan hak cipta atas lagu dari penyanyi Robin Thicke dan Pharrell Williams berjudul ‘Blurred Lines’.

Ia juga pernah menggugat Sheeran sebelumnya, saat bintang pop Inggris tersebut dituduh melakukan penggunan tanpa izin atas lagu berjudul ‘Photograph’. Kasus itu diselesaikan di luar pengadilan.

Ketiga musisi Australia menemukan kesamaan di antara lagu-lagu itu di bulan Desember, ketika seorang penggemar menyapa Rae di Twitter menanyakan apakah ia telah mendengar lagu baru McGraw and Hill “karena itu terdengar seperti When I Found You’.”

Para musisi itu mendengarnya, dan merasa tak senang. Mereka membicarakan langkah-langkah apa yang harus mereka ambil. Pada titik ini, menurut pengaduan tersebut, situasinya semakin rumit.

Gugatan tersebut menuduh Tim Holland, pacar Rae, tahu tentang kesamaan lagu itu sebelum lagu McGraw/Hill merilisnya karena pekerjaannya dengan Sony Music Australia.

“Penggugat menjadi curiga bahwa bukan hanya Holland yang mengetahui peniruan lagu When I Found You oleh Tergugat Penulis jauh-jauh hari sebelum rilis Rekaman Lagu itu, tapi juga bahwa ia berperan penting dalam membawa pekerjaan Penggugat ke perhatian Tergugat dan kemungkinan menyediakan akses terhadapnya,” begitu tulis gugatan tersebut.

“Tentu saja, ini menantang kredibilitas untuk percaya bahwa kebetulan saja Rekaman Suara Yang Melanggar, tiruan kata demi kata dalam lagu, ini dibuat tanpa akses yang diberikan oleh Holland, ketika Holland adalah pacar dari salah satu penulis lagu tersebut. ”

Pengaduan tersebut juga menunjukkan bahwa Ed Sheeran mungkin pernah mendengar lagu itu di radio saat ia sedang tur ke Australia. “Ada sejumlah cara tambahan yang membuat Tergugat Penulis bisa mendengar lagu ‘When I Found You’, paling tidak itu karena popularitas Lagu itu di Spotify dan YouTube,” sebutnya.

Lagu McGraw/Hill itu begitu populer, dengan lebih dari 8 juta pendengar di Spotify. Album dengan nama yang sama masuk ke nomor dua di tangga lagu Billboard. Gugatan tersebut terjadi beberapa hari setelah perselisihan terkait hak cipta antara grup musik Radiohead dan penyanyi Lana Del Ray. (NDHIK)