Gunung Agung Kembali Erupsi

this formate

JAKARTA, Bisniswisata.co.id: Gunung Agung kembali erupsi. Padahal belum lama ini, terjadi penurunan status dari Awas (level IV) menjadi Siaga (level III). Erupsi terjadi pada Selasa (13/2) pukul 11.49 WITA dengan tinggi kolom asap dan abu sekitar 1.500 meter di atas puncak.

Pos Pengamatan Gunung Agung PVMBG di Rendang melaporkan asap kawah bertekanan sedang teramati berwarna kelabu, dengan intensitas sedang dan tinggi 1.500 meter di atas puncak kawah, condong ke timur-timur laut. Erupsi berlangsung sesaat saja yaitu 140 detik dan tidak ada erupsi susulan. Status tetap Siaga dengan zona berbahaya adalah di dalam radius 4 kilometer dari puncak kawah.

Juga terjadi hujan abu tipis menerjang Dusun Pandan Sari, Desa Dukuh, Kecamatan Kubu Kabupaten Karangasem. Meski demikian, aktivitas masyarakat berjalan dengan normal. Meski demikian, Bali tetap aman meski erupsi kembali terjadi untuk kesekian kalinya. Tidak ada dampak merusak dan penerbangan dari erupsi tadi.

“Namanya gunung api status Siaga dapat berpotensi erupsi kapan saja. Tetapi dengan erupsi yang tidak besar,” kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho, dalam siaran persnya di Jakarta, Selasa (13/02/2018).

Hingga saat ini masih terdapat 15.445 jiwa yang masih mengungsi tersebar di 146 titik pengungsian. Sejak Gunung Agung diturunkan status Siaga pada 10/2/2018, semua pengungsi boleh pulang ke rumahnya.

Meski demikian, masih ada beberapa pengungsi yang memilih bertahan di posko-posko pengungsian, mereka beralasan telah terjadi kerusakan jembatan, jalan, rumah, sampai keterbatasan modal untuk memulai bekerja di lahan pertaniannya setelah ditinggal selama 5 bulan mengungsi.

Selain itu ada yang khawatir Gunung Agung meletus kembali seperti November 2017 pasca diturunkan status Siaga saat itu. Sebanyak 33 KK (132 jiwa) warga sekitar Gunung Agung dari Desa Adat Bukit Galah Dusun Sogra Desa Sebudi mengungsi di Dusun Tegeh Desa Amerta Bhuana Kecamatan Selat masih mengungsi karena rusaknya jembatan.

“Mereka tidak dapat kembali ke rumahnya karena jalan satu-satunya menuju desanya rusak. Perlu perbaikan darurat agar warga dapat pulang ke rumahnya,” ungkap Sutopo.

Sutopo mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak perlu khawatir Gunung Agung akan meletus besar. Sebab, gunung selalu memberikan tanda-tanda alam jika akan meletus, yang ditangkap oleh instrumentasi yang ada di sekitar Gunung Agung. “PVMBG telah memasang peralatan canggih di Gunung Agung sehingga dapat memberikan peringatan dini kepada masyarakat.” lontarna. (Redaksibisniswisata@gmail.com)

Kunjungan Wisman ke Sabang Tak Berkembang

this formate

SABANG, Bisniswisata.co.id: Menyedihkan memang. Sabang sebagai pintu gerbang wisatawan dari arah Barat, malah belum berkembang sesuai target. Buktinya jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke Sabang, Provinsi Aceh selama Januari hingga Desember 2017 mengalami penurunan signifikan yakni 39,91 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

“Jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke Sabang tahun 2016 tercatat 10.038 orang dan tahun 2017 hanya 6.031 orang,” kata Plt Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Sabang M. Ali Taufik di Sabang, Selasa (13/2/2018)

Taufik mengakui, data kunjungan wisatawan tersebut diperoleh dari Departemen Perhubungan Derektorat Jendera Perhubungan Laut Kantor Administrasi Pelabuhan Sabang. “Hampir 100 persen wisatawan berkunjung ke Sabang masih menggunakan jasa transportasi laut, dan kami sangat berharap para pihak dapat meningkatkan pelayanan di pelabuhan agar para wisatawan nyaman berkunjung ke Sabang,” katanya lagi.

Dilanjutkan seperti dilansir laman Antara, merosotnya kunjungan wisatawan asing maupun wisatawan domestik ke Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) diantaranya disebabkan oleh faktor cuaca yang kurang bersahabat.

“Penyebab menurunnya kunjungan wisatawan salah satunya cuaca, bahkan akibat cuaca buruk tahun lalu ada kapal cruise dari Singapura yang membatalkan sandar atau merapat di Pelabuhan Sabang,” tutur Plt Kepala Disparbud Kota Sabang.

Pemerintah Pusat melalui Kementerian Pariwisata Republik Indonesia tahun 2009 lalu telah menetapkan pulau terluar paling ujung barat Indonesia sebagai Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN).

Bahkan untuk mendongkrat kunjungan wisatawan ke Sabang, Pemerintah Pusat bersama sejumlah kementerian, dan pemerintah daerah telah menyelenggarakan iven internasional yakni, “Sail Sabang” yang berlangsung sejak 28 November sampai 5 Desember 2017 mengangkat tema “Menuju Sabang Gerbang Destinasi Wisata Bahari Dunia”. (NDHYK)

19 – 25 Februari 2018, Festival Makanan Pontianak

this formate

PONTIANAK, Bisniswisata.co.id: Melestarikan dan mengenalkan berbagai macam kuliner khas Pontianak Kalimantan Barat (Kalbar), terus digelorakan. Gelora itu bukan hanya promosi dan publikasi, namun disatukan dalam Festival Makanan Pontianak atau Pontianak Food Festival 2018. Ajang pameran sajian makanan terbesar di Kalbar ini, digelar di halaman parkir Mal A Yani Pontianak, pada 19-25 Februari 2018.

Beraneka sajian kuliner menggugah selera tersaji di Festival Makanan Pontianak, mulai kuliner tradisonal sampai yang telah dimodifikasi. Wisatawan maupun pengunjung bebas mencicipi berbagai menu makanan khas Kalbar. Tersedia pula beraneka kuliner asli Indonesia. Dalam kegiatan ini, panitia juga mendaulat chef Marinka sebagai tamu kehormatan.

Ratusan stan food bazaar digelar mulai Kwe Cap, Chai Kwe, Mie Gunting, Ketan Susu, sampai Mie Raong. Total ada 120 stan kuliner yang dibatasi karena permintaan ikut bergabung terus membludak.

Menambah kemeriahan, berbagai macam acara disiapkan. Ada lomba tari tradisional serta kontemporer, talent show abang-adek, game show, lintas duta, dan fruit and vegetables zumba. Ada juga aneka lomba untuk anak seperti lomba mewarnai, lomba model cilik, dan permainan rakyat.

Di tahun kedua Pontianak Food Festival ada upaya pemecahan Rekor MURI, yakni jumlah pemasak ikan asam pedas terbanyak. Tahun lalu, sudah pecahkan Rekor MURI untuk goreng pisang terbanyak.

Kalimantan Barat memiliki beragam potensi pariwisata, mulai wisata sejarah, seni dan budaya, hingga wisata alam. Anda yang suka sejarah, bisa menyambangi peninggalan Kesultanan Pontianak, seperti Keraton Kadriah, dan Makam Kesultanan Batu Layang. Juga bisa mengunjungi Museum Kalimantan Barat.

Kalimantan Barat juga sangat kental dengan budaya Dayak dengan filosofi menjaga alam sekitar. Wisatawan yang ingin mengenal suku ini, bisa mengunjungi Rumah Betang, rumah tradisional suku Dayak, sambil berburu souvenir khas suku Dayak.

Ditambah lagi wisata alam, Kalbar memiliki wisata bahari, hutan, pegunungan atau air terjun. Yang mau hunting foto, coba berkunjung ke Danau Biru Singkawang. Pemandangannya instagramable. Tempat itu dikenal dengan airnya yang biru terang dan dikelilingi batu-batu tinggi berwarna putih.

Di sekitarnya terdapat padang pasir dan hamparan rumput hijau. Sedangkan bagi mereka yang suka berpetualang, tinggal menuju Taman Nasional Gunung Palung. Taman nasional seluas 90.000 hektare itu memiliki keanekaragaman yang luar biasa. Taman Nasional Gunung Palung memiliki ekosistem terlengkap di Indonesia. Hutan mangrove, hutan rawa air tawar, hutan tropis, dan pegunungan, semuanya di dalam satu lokasi wisata.

Menjelajahi Bukit Bahu atau melayang di atas awan di Bukit Jamur bisa jadi pilihan. Pemandangannya keren, pas buat yang hobi foto. Berkunjung ke Air Terjun Mananggar juga tak kalah seru. Air terjun ini sering juga disebut Niagara mini dari Borneo.

Buat yang hobi pantai, silahkan melangkah ke Pantai Temajuk. Pasir halus berwarna coklat memberi panorama eksotis bersanding dengan luasnya laut biru. Pantai Temajuk juga sering disinggahi penyu untuk bertelur saat malam hari.

Saat sedang wisata di Kalbar, jangan lupa susuri sungai terpanjang di Indonesia, yaitu Sungai Kapuas yang memiliki panjang 1.086 kilometer. Sungai yang berhulu di Kabupaten Putussibau ini tidak pernah kering sepanjang tahun. Menyusuri sungai bakal menjadi pengalaman yang seru. Eksotisme perkampungan suku air dengan rumah apungnya akan menjadimenu utama yang tak boleh dilewatkan. (redaksibisniswisata@gmail.com)

Kate Middleton Gelar Feysen Megah Selama London Fashion Week

this formate

LONDON, Bisniswisata.co.id: Pekan mode London Fashion Week, bakal istimewa juga mencatat sejarah baru di dunia mode. Sejarah itu muncul lantaran Ratu Elizabeth mengutus cucu menantunya, Kate Middleton untuk berpartisipasi dalam gelaran yang digelar pada 16-20 Februari 2018.

Sebenarnya, Istri Pangeran William ini tak punya peran besar dalam London Fashion Week, namun keberadaannya dalam acara tahunan ini terbilang cukup penting, cukup istimewa bahkan cukup menggairahkan dunia model di Inggris.

Berdasarkan laporan Telegraph, Selasa (13/02/2018) Kate Middleton dan Sophie, Countess of Wessex diminta Sang Ratu Inggris menjadi tuan rumah sekaligus menggelar acara fesyen megah selama London Fashion Week. Hal ini merupakan permintaan langsung dari Ratu Elisabeth.

Kate dan Sophie dipilih langsung sang ratu diduga karena mereka dianggap sebagai anggota kerajaan yang mempunyai selera fesyen terbaik. Kate dan Sophie akan jadi tuan rumah Commonwealth Fashion Exchange Reception (CFER) di Istana Buckingham pada 19 Februari mendatang. Pertemuan ini adalah salah satu rencana dalam Queen’s Commonwealth Hads of Goverment Meeting.

CFER berharap dengan adanya fashion week ini dapat mendorong kerjasama antara negara negara persemakmuran untuk berkolaborasi dengan desainer profesional maupun pengrajin lokal untuk membuat busana.

Pasalnya, sebelum London Fashion Week, Desainer seperti Stella McCartney dan Karen Walker sudah terlebih dahulu bekerja sama dengan pengrajin lokal untuk membuat busana.

Mengutip Inquisitr, pertemuan pertukaran mode negara negara persemakmuran di Buckingham ini tidak dibuka untuk publik. Selain London Fashion Week, nantinya juga akan ada London Fashion Week Festival yang diadakan di tanggal 22 Februari sampai tanggal 25 Februari. Di festival ini, pengunjung dapat melihat secara lebih dekat busana busana yang diperlihatkan saat fashion week berlangsung.

Bagi Kate Middleton dunia mode memang tak asing bagi Isteri Pangeran William. Koleksi baju di lemari pakaian sepertinya menjadi hal biasa bagi Duchess of Cambridge. Apalagi Kate Middleton kerap mengenakan pakaian lamanya yang masih up to date. Bahkan menjadi inpirasi baru bagi desainer di Inggris maupun negara-negara mode lainnya.

Saat mengunjungi Katedral Coventry atau Katedral St Michael, di Midlands Barat, Inggris, ia kembali mengenakan mantel fuschia dari Mulberry yang pernah dipakai tiga tahun lalu. Mantel dengan kancing double ini cukup familiar, sebab ia pernah pakai saat perjalanan ke New York. Ini bukan kali pertama, Middleton tampil dengan busana ‘lamanya’. Ia juga pernah mengenakan boot kesayangan, bahkan sejak 2004 lalu hingga kini.

Dilansir dari Vogue, meski mengenakan lagi busana lamanya, Middleton menyempurnakan tampilan dengan layer serba hitam, yakni celana ketat hitam dan blocked-heeled pump suede hitam. Kesan chic muncul berkat envelope clutch hitam sehingga ia bebas bersalaman dan menyapa warga.

Daur ulang busana memang melekat dengan ibu Pangeran George dan Puteri Charlotte ini. Tak hanya kali ini ia membongkar isi almari untuk menemukan busana lawasnya.

Cosmopolitan bahkan mencatat beberapa busana yang ia kenakan lebih dari dua kali. Pada Juni 2012, ia mengenakan dress merah dari Alexander McQueen dalam acara menyusuri Sungai Thames. Dress kembali dikenakan pada Februari 2014 saat acara seni di Istana Buckingham, dan pesta Natal di Anna Freud Centre Family School.

Masih dengan nuansa merah, sesaat setelah pertunangannya dengan Pangeran William, ia mengenakan blazer dan rok merah dari Luisa Spagnoli saat mengunjungi almamaternya, St. Andrews in Scotland pada 2011. Busana ini kembali ia kenakan pada 2014 saat kunjungan ke Christchurch, Selandia Baru dan pada 2015 saat ia menerima buku dari Komodor Udara, Dawn McCafferty, di London. Akankah dalam gelaran fesysen show di Istana Buckingham juga akan menampilkan busana lamanya yang masih keren dan menjadi trend mode? (NDHYK)

Kuliner Nusantara Semakin Asing Dilidah & Telinga Warga Indonesia

this formate

JAKARTA, Bisniswisata.co.id: “Gabus Pucung”, “Bubur Ase”, “Sayur Besan”. Apa Anda mengenal nama kuliner ini? Beruntung jika Anda mengenalnya. Namun, apakah Anda pernah mencicipinya? Jangan sedih, makanan ini diprediksi akan punah dari Tanah Betawi.

Satu per satu kuliner nusantara mulai menjadi asing tidak hanya di lidah, namun juga di telinga penikmat kuliner. Keterbukaan teknologi yang jaringannya kian cepat, tak lantas membuat kuliner nusantara menjadi santapan sehari-hari kaum millennials, yang disebut-sebut sebagai the next biggest consumer di Indonesia.

Perkembangan on-demand services seperti Go-Food memang menjadikan konsumen kian mudah memperoleh makanan favoritnya. Namun, tidak bagi makanan nusantara. Hal ini bisa dilihat dari restoran apa yang paling banyak dipesan di Go-Food. Menurut sumber Marketeers, dua kategori food & beverage yang paling bayak dipesan di aplikasi tersebut adalah fast food dan kopi 20.000an.

Bukan sesuatu yang kebetulan jika makanan nusantara tergerus oleh arus zaman. Sebab, kuliner asing yang hadir dalam bentuk sistem waralaba, menjangkau kaum millennials dengan sentuhan gaya hidup negara mereka. Lihat saja, bagaimana restoran Korea yang menawarkan bimbimbap hadir dengan memboyong tema K-pop.

Masalah lainnya adalah soal pendataan. Entah siapa yang mesti bertanggung jawab, namun pemerintah lalai untuk mendata jumlah penjaja kuliner nusantara. Seharusnya, setiap pemerintah daerah memiliki data, mengembangkan dan mematenkan kuliner yang ada di daerahnya itu.

Selain itu, pertumbuhan mal juga kian tak ramah pada kuliner lokal. Porsi tenan food & beverage yang ada di mal didominasi oleh makanan asing. Restoran Jepang merupakan yang terbesar dari segi ekspansi. Jika dulu, konsumen domestik hanya mengenal sushi dan ramen, kini mereka bisa menikmati beragam kuliner Jepang yang kian spesifik. Misalnya, restoran yang khusus menyajikan toridoll yakitori, donburi, soba, udon, takoyaki, dan lainnya.

Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) menyadari akan potensi kuliner sebagai penopang bisnis masyarakat Indonesia. Menurut lembaga independen pemerintah itu, subsektor kuliner berkontribusi 41,49% dari total kontribusi ekonomi kreatif. Namun, entah berapa persen dari torehan itu yang benar-benar disumbang dari kuliner nusantara.

Belum selesai sampai di situ, kendala lain yang jauh lebih berat adalah mewariskan makanan tradisional ke generasi penerus. Banyak penjaja kuliner tradisional mengaku anak mereka enggan untuk melanjutkan usaha yang telah mereka rintis sejak dulu.

Unilever, raksasa konsumer yang membawahi merek kecap Bango, yakin bahwa salah satu poin penting dari misi memajukan kuliner nusantara adalah adanya upaya untuk melanjutkan pewarisannya kepada generasi penerus. Tanpa regenerasi yang kuat, kuliner nusantara bisa hilang tergerus waktu dan era globalisasi.

“Hal ini menjadi sebuah tantangan namun juga peluang bagi generasi muda, khususnya mereka yang menekuni bidang wirausaha kuliner nusantara,” ujar Thomas Agus Pamudji, Managing Director Unilever Foods Solution seperti dilansir laman marketeers.com, Selasa (13/02/2018).

Tak ayal, Bango terus mencoba untuk mendongkrak kembali popuaritas kuliner nusantara lewat serangkaian aktivitas maketingnya. Kali ini, merek ini mencoba menarik minat anak muda untuk tidak hanya hunting kuliner, tetapi juga terlibat dalam mengembangkan usaha kuliner nusantara itu.

Tentu ada motivasi bisnis dari misi sosial tersebut. Pasalnya, para penjaja kuliner adalah market potensial bagi pertumbuhan bisnis kecap seperti Bango. Terlebih, kulier lokal sangat identik dengan penggunaan kecap manis. Beda dengan kuliner Jepang atau China yang lebih akrab dengan cita rasa kecap asin.

Sejatinya, makanan adalah makanan. Di mana pun mereka berada, makanan dibuat untuk membuat manusia kenyang. Akibatnya, mereka dapat melanjutkan kehidupannya sehari-hari. Akan tetapi, makanan memiliki nilai lain ketika ada sejarah di balik kelahiran makanan itu.

Itulah yang menjadi tujuan invasi makanan asing ke sejumlah negara. Bukan hanya memasyarakatkan cita rasanya, tapi juga memberikan simbol pengaruh suatu negara di negara lain. Lewat makanan, pemasaran biasanya menjadi lebih mudah. Jika ingin tahu soal sushi lebih dalam, pergilah ke Jepang. Jika ingin paham soal tom yum, datangah ke Thailand. Pariwisata pun terdongkrak hanya dari semangkuk makanan yang Anda santap. (MAK)

Bandros, Transportasi Resmi Wisata Keliling Kota Bandung

this formate

BANDUNG, Bisniswisata.co.id: Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung meresmikan beroperasinya Bandung Tour On Bus (Bandros) untuk layanan transporatasi wisata masyarakat, Selasa (13/2/2018). Bandros melayani masyarakat berkeliling titik-titik wisata di Kota Bandung.

Peresmian beroperasinya Bandros dilakukan oleh Wali Kota Bandung Ridwan Kamil dan Kepala Dinas Perhubungan Kota Bandung Didi Ruswandi di Alun-Alun Kota Bandung. Ridwan Kamil menuturkan Kota Bandung merupakan kota wisata.

Banyak titik-titik wisata mulai dari peninggalan sejarah, taman, dan pusat-pusat perbelanjaan. Oleh karenanya, kendaraan warna-warni dan desain unik ini dihadirkan untuk masyarakat umum agar dapat menikmati berwisata Kota Bandung tanpa menggunakan kendaraan pribadi.

“Sekarang turisnya 7 juta naik 2 juta dari tahun 2013. Supaya Kota Nandung ini nyaman maka pusat kotanya kita kasih tanda yang gerbang-gerbang monumen itu, itulah batas kota kolonial. Nah harapan kita di dalam batas kota kolonial itu para wisatawan atau warga yang berinteraksi kurangilah naik mobil motor,” katanya.

Menurutnya, Bandros bisa menjadi alternatif berwisata dari satu titik ke titik lainnya. Apalagi infrastruktur Kota Bandung seperti trotoar sudah ditata untuk memudahkan pejalan kaki. Ditambah penyediaan layanan sewa sepeda yang membantu wisatawan turun dari Bandros menuju lokasi wisata yang dituju.

Emil, sapaan akrabnya, berharap kehadiran Bandros dapat menjadi ciri khas Bandung sebagai kota wisata. Serta menarik wisatawan untuk jalan-jalan di Kota Bandung. “Naik Bandros kalau jalannya (berwisata) agak jauh tapi masih di pusat atau wilayah kota lama atau kota heritage. Itu sebenarnya tujuannya. Sehingga kota ini akan lestari sebagai kota wisata tanpa terlalu banyak kemacetan kemacetannya,” tutur Emil.

Ia pun menambahkan naik Bandros akan lebih mudah dengan sistem non tunai menggunakan uanh elektronik dari bank. Berbagai perbankan juga sudah bekerjasama dalam layanan Bandros ini.

Kadishub Didi Ruswandi mengatakan Bandros saat ini berjumlah 18 unit. Sebanyak 12 di antaranya merupakan pengadaan dari APBD Kota Bandung yang akan digunakan untuk masyarakat sementara enam merupakan Bandros sewa.

Didi menuturkan Bandros hanya khusus melayani rute-rute wisata. Para penumpang juga hanya bisa turun di shelter naik. “Ini cuma berhenti di tempat sign in. Kenapa nggak bisa bebas berhenti di mana saja? Supaya nggak mematikan angkot,” kata Didi seperti dikutip laman Republika.co.id

Ia menyebutkan untuk tarif ditetapkan Rp 20 ribu untuk sekali perjalanan. Sementara jika ingin lebih murah yakni Rp 40 ribu untuk multi trip selama satu hari dari satu titik ke titik lainnya. Dengan tarif karcis itu, ia meyakini minat masyarakat cukup tinggi untuk naik Bandros. “Satu rute kita sediakan dua banros untuk mengakomodir minat yang ingin naik Bandros,” ujarnya.

Rute Bandros akan disesuaikan dengan warnanya. Bandros berwarna kuning akan mengantar wisatawan berkeliling mulai Lapangan Gasibu, Taman Cibeunying, Taman Superhero, Taman Foto, Gedung Merdeka, Alun-alun Bandung dan Braga. Bandros berwarna biru akan berkeliling dari Alun-alun Bandung, Cibaduyut, Leuwipanjang, Museum Sri Baduga, Alun-alun Regol dan Buahbatu.

Bandros warna ungu akan menempuh rute Lapangan Gasibu, Taman Cikapayang, Alun-alun Ujungberung, Museum Geologi, dan terakhir Pusdai. Untuk Bandros hijau akan melewati Chinatown, Pasirkaliki, Alun-alun Cicendo, Karangsetra, UPI dan Gor Padjajaran.

Bandros berwarna merah muda akan menempuh rute Lapangan Gasibu, Taman Jomblo, Teras Cikapayang, Teras Cihampelas dan berakhir di Taman Budaya. Sementara Bandros warna hitam akan digunakan oleh tamu-tamu VIP yang jika tidak ada maka akan mengakomodir wisatawan dari luar Kota Bandung. (REP)

Anggun Ukir Sejarah Tembus Top 10 Billboard Dance Charts

this formate

JAKARTA, Bisniswisata.co.id: Penyanyi Anggun terus naik daun. Karier juga prestasinya kian diperhitungkan di dunia musik. Buktinya,
setelah 7 minggu berturut-turut, lagu Anggun bertajuk ‘What We Remember’ berhasil memasuki tangga lagu 10 most-played Dance songs di Amerika, menurut versi Billboard, sebuah music charts resmi Amerika.

Ini merupakan kali pertama dalam sejarah musik dimana seorang artis wanita kelahiran Indonesia menerima keberhasilan tersebut di Amerika. “Saya sangat senang melihat respon yang menakjubkan atas lagu saya di komunitas dance di Amerika. Saya sangat berterimakasih kepada para DJ yang telah me-remixed lagu saya dan membuatnya menjadi Top 10”, ujar Anggun dalam keterangan tertulis yang diterima Bisniswisata.co.id, Selasa (13/02/2018).

Ini merupakan posisi ke-5 di Amerika yang telah berhasill diraih Anggun sepanjang karirnya dan yang paling tertinggi sejauh ini, setelah lagu ‘Snow on the Sahara’ yang telah bertengger di urutan #16 kurang dari 20 tahun lalu di tangga lalu Billboard.

Wanita kelahiran Jakarta, 29 April 1974, adalah penyanyi Indonesia-Perancis. Ia merupakan putri dari Darto Singo, seorang seniman berdarah Jawa, dan Dien Herdina, seorang perempuan yang masih kerabat Keraton Yogyakarta. Ia mengawali kariernya dengan tampil di panggung Ancol pada usia tujuh tahun, lalu merekam album anak-anak dua tahun kemudian.

Di bawah bimbingan musisi Ian Antono, seperti dilansir Wikipedia, Anggun merekam album studio pertamanya di Indonesia berjudul Dunia Aku Punya pada tahun 1986. Namun, namanya baru melambung sebagai penyanyi rock setelah merilis singel berjudul “Mimpi” pada tahun 1989.

Anggun berhasil meraih sukses selama paruh awal dekade 1990-an melalui sederet singel hits seperti “Tua Tua Keladi”, “Laba Laba”, “Takut”, “Nafas Cinta”, dan “Kembalilah Kasih”. Majalah Popular menganugerahi Anggun sebagai “Artis Indonesia Terpopuler 1990–1991”.

Pada tahun 1994, Anggun meninggalkan Indonesia untuk mewujudkan impiannya menjadi artis bertaraf internasional. Dengan bantuan Erick Benzi, seorang produser besar Perancis, ia berhasil merekam album internasional pertamanya berjudul Snow on the Sahara.

Album ini dirilis pada tahun 1997 di 33 negara di seluruh dunia, termasuk Amerika Serikat yang menjadi kiblat musik global. Sejak saat itu Anggun telah menghasilkan sebanyak lima album internasional yang direkam dalam dua versi, bahasa Inggris dan bahasa Perancis.
Selain itu, ia telah merekam kolaborasi dengan banyak artis mancanegara, termasuk di antaranya Julio Iglesias, Peter Gabriel, Pras Michel (The Fugees), Il Divo, David Foster dan Melanie C (Spice Girls). Anggun merambah ke ajang pencarian bakat televisi lewat X Factor Indonesia (2013), yang menjadikannya juri termahal dalam sejarah pertelevisian Indonesia. Ia selanjutnya juga menjadi juri Asia’s Got Talent (2015) yang diikuti oleh peserta dari 27 negara di Benua Asia.[2]

Anggun penyanyi Indonesia pertama menembus industri musik internasional dan albumnya meraih penghargaan gold dan platinum di beberapa negara Eropa. Penghargaan diraih Anggun atas pencapaiannya: anugerah prestisius “Chevalier des Arts et Lettres” dari pemerintah Perancis dan “World’s Best Selling Indonesian Artist” dari World Music Awards sebagai artis Indonesia dengan penjualan album tertinggi seluruh dunia.

Anggun juga dua kali didaulat jadi duta global Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), yaitu untuk program Mikrokredit pada tahun 2005 dan Food and Agriculture Organization (FAO) pada tahun 2009. (redaksibisniswisata@gmail.com)

Pemilu & Asian Games Dongkrak Permintaan Kamar Hotel di Jakarta

this formate

JAKARTA, Bisniswisata.co.id: Konsultan real estat Colliers International memprediksi, dua agenda utama 2018 akan mendongkrak permintaan kamar hotel di Jakarta. Agenda itu, Asian Games 2018 dan kegiatan partai-partai politik yang menggunakan kamar hotel dan fasilitas meetings, incentives, conferences and exhibitions (MICE).

Kegiatan politik ini meliputi persiapan pemilihan umum (pemilu) dan presiden pada 2019. “Asian Games 2018, proses politik, persiapan pemilihan parlementer dan presiden 2019 diharapkan dapat meningkatkan hunian hotel di Jakarta dan mempertahankan hunian antara 61 persen-63 persen,” tulis Colliers seperti dikutip laman Kompas.com, Selasa (13/2/2018).

Hal tersebut merupakan kabar baik bagi para pengelola hotel, mengingat kinerja hotel di Jakarta secara keseluruhan belum pulih tahun kemarin bahkan dengan persediaan kamar yang terbatas.

Ke depan, setidaknya ada 3.471 kamar hotel baru yang akan beroperasi di Jakarta. Jumlah ini terdiri dari 964 kamar hotel bintang 3, 1.647 kamar hotel bintang 4 dan 860 kamar hotel bintang 5.

Pasokan baru yang akan datang ini, antara lain Hotel Pasar Senen, Dalton Jakarta Hotel, Hotel by Graha Gatsu Lestari, dan Whiz Prime Hayam Wuruk untuk segmen hotel bintang 3. Sementara untuk hotel bintang 4 yang bakal beroperasi salah satunya Aloft Simatupang, Novotel Cikini, dan Aston Titanium Cijantung. Dan untuk bintang 5, antara lain Waldorf Astoria, Rosewood Jakarta, dan The Langham.

Selama 2017, jumlah kamar hotel yang baru beroperasi berkurang secara signifikan dibandingkan pasokan kamar tahunan pada 2016. Namun jumlah ini akan kembali pulih pada 2018. Dari segi kelas, inventaris hotel di Jakarta masih didominasi hotel bintang 4.

Segmen ini cenderung bertahan karena menawarkan fasilitas yang hampir lengkap seperti hotel bintang 5 dengan harga yang sedikit di atas hotel bintang 3 di Jakarta. Umumnya, hunian hotel bintang 4 ini paling sering diincar untuk aktivitas bisnis dan MICE. (NDHYK)

Giliran Gerbang Kereta Bandara Soekarno-Hatta Ambruk

this formate

TANGERANG, Bisniswisata.co.id: Setelah terjadi tanah longsor di underpass parimeter KM 8+6/7 jalur Bandara Soekarno-Hatta (Basoetta) – Batuceper akibat curah hujan yang tinggi pada Senin (6/2) yang menyebabkan seorang tewas dan satu perempuan lainnya masih menjalani perawatan setelah tertimpa potongan beton berjam-jam. Kini tragedi kembali terjadi di Underpass Parimeter Selatan, Kawasan Bandara Soekarno-Hatta (Soetta).

Seorang petugas keamanan terluka setelah tertimpa pintu kereta api bandara yang roboh karena terpaan angin kencang. Akibat kejadian itu, korban bernama Edi Junaidy (36) mengalami luka serius. Petugas keamanan itu dilarikan rekannya ke RS Mayapada, Kota Tangerang, untuk mendapat perawatan.

Kasubag Humas Polres Bandara Soetta Ipda Prayogo mengatakan, peristiwa Ambruknya pintu kereta api bandara terjadi pada Minggu, 11 Februari. “Piket SPKT menerima laporan yang mengatakan gerbang kereta api bandara posisi di atas underpass Parimeter Selatan terlepas, menimpa seorang petugas,” katanya saat dikonfirmasi, Senin (12/2/2018).

Prayogo menjelaskan, pintu dorong yang roboh itu merupakan pengaman untuk rel Kereta Api Bandara dikerjakan oleh kontraktor PT Waskita Karya (Wika). Waskita Karya merupakan kontraktor yang sebelumnya bertanggung jawab atas ambrolnya dinding beton dan tanah longsor di underpass Jalan Perimeter Selatan, yang jaraknya berdekatan dengan tempat gerbang yang ambruk.

Prayogo menduga penyebab robohnya palang pintu akibat terpaan angin kencang. “Kerusakan palang pintu masih dalam penyelidikan PT Angkasa Pura dan PT Wika selaku kontraktor bangunan, akan dimintai keterangan,” sambungnya. (NDHYK)

Devil’s Breath, Es Krim dengan Sensasi Panas & Pedas

this formate

ITALIA, Bisniswisata.co.id: Es krim selalu identik dengan rasa manis, dingin dan menyegarkan. Namun, berbeda dengan es krim Respiro del Diavolo alias Devil’s Breath. Es krim ini justru memberikan sensasi panas dan rasa pedas.

Es krim Devil’s Breath terbuat dari berbagai macam cabai. Tingkat kepedasan dari es krim ini mencapai 1,5 juta unit pada skala Scoville (SHU), pengukuran untuk tingkat kepedasan cabai. Fakta ini membuat es krim Devil’s Breath menjadi es krim paling berbahaya di dunia, sehingga tidak semua orang bisa mencicipinya.

Tingkat kepedasan es krim Devil’s Breath ini disebut 500 kali lebih pedas dari saus sambal keluaran Tabasco. Selain itu, sebagai perbandingan, lada terpanas di dunia Carolina Reaper Pepper memiliki tingkat kepedasan 1,4 juta hingga 2,2 juta SHU.

“Sangat pedas. Jika Anda suka cabai, Anda akan menyukainya, tapi itu sensasi yang aneh karena es krimnya dingin tapi rasanya pedas,” kata pencipta es krim Devil’s Breath, Martin Bandoni.

Resep es krim Respiro del Diavolo ini dibawa oleh Martin, pemilik Aldwych Cafe and Ice Cream Parlour, Skotlandia dari Italia. Martin menyebut es krim ini dibuat dari bahan-bahan lokal di Inggris dan menggunakan resep cabai khusus dari Italia.

Resep rahasia disebut sudah turun-temurun selama berabad-abad oleh pembuat gelato di Italia. “Resepnya sangat rahasia, sangat sedikit dari kami yang tahu dan kapan waktunya Martin akan memberi tahun anak-anaknya dan mereka akan pergi ke Italia untuk belajar seluk beluknya,” kata saudara Martin, Lee Bandoni.

Es krim ini awalnya dipamerkan dalam pertemuan tahunan para penjual dan pakar es krim dunia tahun lalu. Bandoni lalu mencoba peruntungan dan memasukkan Devil’s Breath dalam daftar menu es krim di cafenya.

Hasilnya, banyak orang dari seluruh Inggris mencoba sensasi dari es krim Devil’s Breath. Namun, tak sembarang orang bisa mencicipi es krim ini. Martin mensyaratkan penikmat es krim ini mesti berusia di atas 18 tahun, dan menandatangani surat kesediaan.

Diberitakan Oddity Central, Senin (12/02/2018) saat ini, Martin hanya membuat es krim ini terbatas hingga Hari Valentine, 14 Februari mendatang. Namun, jika peminatnya terus meningkat, tak menutup kemungkinan Devil’s Breath akan masuk dalam menu tetap es krim di Aldwych Cafe. (OC)