Mindanao Riwayatnya kini

this formate

DAVAO, bisniswisata.co.id: Mindanao adalah pulau terbesar kedua di Filipina dan salah satu dari tiga kelompok pulau utama bersama dengan Luzon dan Bisayak. Mindanao terletak di bagian selatan Filipina, adalah kawasan hunian bersejarah bagi mayoritas kaum Muslim atau suku Moro .

Suku ini terdiri dari etnis Maguindanao, Marano, Iranun, Yakan, Tausug, Kalibugan, Kalagan, Bajau dan Sangir. Islam masuk ke Filipina (khususnya Mindanao dan Sulu) sebelum kedatangan Spanyol pada abad ke-14, dibawa oleh pedagang dan ulama dari Timur Tengah dan Asia Tenggara.

Melalui pedagang dan ulama dari Arab, India, dan Kesultanan Melayu,Kesultanan Sulu dan Kesultanan Maguindanao menjadi pusat pemerintahan Islam, khususnya di wilayah selatan.

Namun kolonialisasi oleh Spanyol sejak 1565 berusaha memaksakan Kristenisasi secara luas. Komunitas Muslim di Mindanao menolak dominasi ini, yang memunculkan istilah “Moro” (dari “Moors”)—awalnya berkonotasi pejoratif, kini menjadi simbol identitas perlawanan dan kebanggaan.

Penjajahan Spanyol dan Kristenisasi
Selama 300 tahun penjajahan Spanyol (1565–1898), Islam ditekan secara sistematis. Pemerintah kolonial memusatkan kekuasaan di Luzon dan Visayas (yang kini mayoritas Katolik), sementara wilayah Mindanao tetap menjadi basis kuat komunitas Muslim (terutama etnis Moro seperti Maranao, Maguindanao, Tausug).

Konflik dan Diskriminasi

Selama era Filipina modern (setelah kemerdekaan tahun 1946), komunitas Muslim Filipina sering menghadapi marjinalisasi ekonomi, sosial, dan politik. Ini memicu konflik bersenjata panjang antara pemerintah pusat dan kelompok separatis Moro.

Perubahan Politik Terbaru, Otonomi dan Perdamaian: Perubahan besar terjadi dalam 20 tahun terakhir, dengan titik balik utama sebagai berikut:

Perjanjian Damai dengan MILF (2014).
Pemerintah Filipina menandatangani Comprehensive Agreement on the Bangsamoro (CAB) dengan kelompok MILF (Moro Islamic Liberation Front). Ini membuka jalan bagi pembentukan daerah otonomi baru.

Bangsamoro Autonomous Region in Muslim Mindanao (BARMM). Pada tahun 2019, wilayah BARMM resmi terbentuk menggantikan ARMM (Autonomous Region in Muslim Mindanao). Wilayah ini mencakup beberapa provinsi dengan populasi mayoritas Muslim Maguindanao, Lanao del Sur, Sulu, Basilan Tawi-Tawi.

Otonomi Lebih Luas untuk Muslim
BARMM kini memiliki pemerintahan sendiri, dengan kontrol lebih besar terhadap sumber daya, pendidikan, hukum syariah terbatas (untuk urusan keluarga), dan juga strategi pembangunan termasuk pariwisata halal.

Mengapa sekarang Filipina menarik wisatawan Muslim?

Perubahan Citra Wilayah, Pemerintah Filipina dan otoritas BARMM ingin mengubah citra Mindanao yang sebelumnya dikenal sebagai zona konflik menjadi destinasi damai, religius, dan menarik secara budaya.

Potensi Pasar Wisata Halal Global
Wisatawan Muslim dunia (dari Malaysia, Indonesia, Timur Tengah) adalah segmen pasar yang berkembang pesat. Filipina ingin mengambil bagian dari potensi ekonomi ini.

Investasi dan Infrastruktur Baru
Dengan bantuan negara-negara seperti Malaysia, Turki, Arab Saudi, dan organisasi seperti IDB (Islamic Development Bank), infrastruktur pariwisata halal kini sedang dikembangkan.

Ya, ini adalah perubahan politik besar. Dari wilayah yang pernah menolak pengaruh Islam secara institusional dan mengalami konflik panjang.

Kini Filipina—khususnya melalui BARMM—aktif mempromosikan Islam sebagai identitas positif, dan menjadikan nilai-nilai Islam sebagai sumber kekuatan ekonomi dan budaya, termasuk melalui wisata halal.

Dalam satu dekade terakhir, peta politik dan sosial berubah signifikan. Dari wilayah konflik bersenjata, Mindanao kini mulai tampil sebagai kawasan potensial untuk wisata halal dan pengembangan ekonomi syariah.

Pemerintahan Marcos bahkan berupaya menarik investasi senilai P230 miliar di industri halal Filipina sebagai bagian dari rencananya untuk menjadikan negara tersebut sebagai “pusat ramah halal” untuk seluruh kawasan Asia-Pasifik.

Departemen Perdagangan dan Industri (DTI) juga berharap dapat menciptakan hingga 120.000 lapangan kerja dalam empat tahun ke depan di industri halal ini dan Pemerintah telah meluncurkan Rencana Strategis Pengembangan Industri Halal Filipina.

Program ini bertujuan menjadikan Filipina sebagai “tujuan gerbang halal yang kolaboratif, berpusat pada pelanggan, dan kompetitif” dan menjadi pilar industri global senilai US$7,3 triliun yang sedang berkembang pada tahun 2025.

Menjelajahi Permata Tersembunyi Mindanao

this formate

Oleh : Rod Fernandez

DAVAO,bisniswisata.co.id: Sering kali terluputkan karena riwayat historisnya, bagian selatan pulau Mindanao di Filipina penuh dengan pemandangan yang serba memukau. Membuat Anda dapat lebih dekat dengan alam.

Kita akan mempelajari beberapa tempat favorit setempat yang tidak banyak orang tahu dari Rod Fernandez, penduduk asli Mindanao.
Mindanao sarat dengan keindahan alam yang sangat luas.

Dilansir dari snapshot.canon-asia.com, akibat masalah kerusuhan dengan pemberontak dan teroris di masa silam, Mindanao memiliki reputasi sebagai tempat yang berbahaya. Akibatnya, banyak lanskap alam nan indah permai terluputkan oleh para wisatawan asing maupun turis lokal.

Saya bertekad untuk menjelajahi berbagai tempat yang berbeda-beda di pulau ini dan menunjukkan keindahan alam pulau ini kepada dunia.

Situasi politis dan keamanan telah jauh lebih baik selama beberapa tahun ini, dan sekarang terbilang aman untuk berkelana ke berbagai wilayah di pulau ini.

Inilah beberapa tempat favorit saya dan saran pemotretannya.

1. Danau Leonard, Davao de Oro
Warna-warni matahari terbit setelah badai berlalu

Gambar ini dibidik saat kunjungan saya yang pertama ke danau seluas 200 hektare, yang sesungguhnya adalah kawah Gn. Leonard, gunung api yang aktif. Badai baru saja berlalu, dan gambar ini dibidik ketika suasana langit tampak jernih sesaat, sehingga surya pagi dapat menembusnya.

Untuk bidikan ini, saya memutuskan untuk menunggu sampai cahayanya tepat dan mengambil gambar dengan pencahayaan yang sangat lama agar setidaknya, saya bisa memiliki foto dini hari yang sangat beraneka-warna dengan Gn. Leonard, danau, dan langit matahari terbit dalam satu gambar.

Air danau tampak tenang: ideal untuk fotografi refleksi!. Kalau berkunjung ke sini, jangan terburu-buru. Nikmati dan syukuri kerimbunan tumbuhan nan hijau, bunga, dan keragaman hayati.

Puluhan tahun silam, Danau Leonard ini dianggap sebagai danau “mati”, dibunuh oleh limbah pertambangan nikel. Waktu itu danau ini merupakan kolam besar atau bendungan yang menyimpan pasir, lumpur, tanah liat, dan air yang tersisa setelah proses penambangan untuk perusahaan pertambangan dari tahun 1984 hingga 1992.

Melalui upaya rehabilitasi yang berkesinambungan, kini danau ini dikelilingi oleh rumpun hijau yang rimbun dan subur dengan keragaman hayati.

Tapi, suatu hari kelak, bisa saja tempat ini menjadi satu dari sedikit pegunungan hijau yang masih berdiri. Banyak gunung yang diaspal untuk menciptakan kawasan pemukiman, meninggalkan tanah datar tandus yang dulunya dipenuhi tumbuhan nan rimbun.

Tahukah Anda: Danau Leonard pernah dijuluki “Danau Buaya”. Nama danau dan gunung Leonard diambil dari nama seorang penambang yaitu, Leonard Kniazeff, yang menemukan danau tersebut.

Sebelumnya, danau itu disebut “Danau Buaya” oleh penduduk asli Mansakan, yang memiliki banyak legenda rakyat tentang buaya Filipina yang pernah menghuni daerah tersebut. Anda beruntung kalau dapat melihat buayanya sekarang karena populasi buaya saat ini terancam punah.

Blue hour di pagi hari nan jernih

Goto Ini dibidik pada kunjungan saya yang ke dua ke danau, hanya selang satu minggu saja. Cuaca saat ini sangat jernih, dan saya pun sudah lebih mengenal tempatnya dan tahu ke mana harus pergi untuk dapatkan komposisi yang ideal bagi saya.

Bentuk simetris dan pantulan langit di danau, menonjolkan warna biru lazuardi nan indah, dipertegas oleh warna hijau tumbuhan.

Apa lagi yang bisa diperoleh di Danau Leonard? ;
– Suhu Dingin: Danau Leonard berada sekitar 800m di atas permukaan laut, sehingga udaranya akan sangat dingin, terutama menjelang matahari terbit.

– Embun dan kabut: Terdapat secercah halimun dan kabut pada dini hari ketika saya pergi ke sana selama musim kemarau. Seluruh danau akan diselimuti oleh embun dan kabut saat kondisi menjadi semakin lembap!

– Serangga: Termasuk nyamuk. Sebaiknya Anda mempersiapkan diri.
Saran perjalanan: Sebaiknya berkunjung pada musim kering (November hingga Mei). Risiko tanah longsor lebih tinggi selama musim hujan.

2. Tagbibinta Falls, Maragusan, Davao de Oro

Mindanao terkenal memiliki banyak air terjun, dan beberapa di antaranya digunakan sebagai sumber listrik untuk kota-kota kecil. Salah satu yang paling terkenal dan mudah diakses juga ada di Davao de Oro: Tagbibinta Falls.

“Bagi saya, foto adalah sarana saya untuk berbagi perasaan yang saya alami tentang suatu tempat dengan mereka yang tidak bisa mengunjunginya, karena alasan apa pun”

Air terjun adalah subjek favorit saya. Air terjun memiliki kekuatan yang menggelegar, namun juga memiliki efek yang menenangkan.

Saya tidak akan pernah bosan mendengar suara air jeram yang mengalir deras, dan suara gemercik air yang mengalir di antara bebatuan menuju ke hilir.

Fotografi juga merupakan cara saya berbagi kesan saya tentang suatu tempat dengan mereka yang tidak bisa berada di sana. Fotografi lanskap selalu memengaruhi orang dalam berbagai cara.

Saya senang setiap kali orang memberi tahu saya, bahwa foto saya membuat mereka merasa seperti berada di tempat yang sama dan mereka berharap untuk melakukan sendiri perjalanan ke sana.

Mudah diakses: hanya 5 menit berjalan kaki dari pintu masuk

Menurut masyarakat adat Mansaka Maragusan, kawasan Air Terjun Tagbibinta dulunya merupakan tempat perdagangan berbagai suku. Nama “Tagbibinta” berasal dari kata Mansaka yang berarti “kecil”, karena aliran yang mengalir dari situ dulunya kecil!

Tinggi air terjun seluruhnya 700 kaki, dan terdiri atas setidaknya tujuh kaskade, tetapi saat ini hanya yang terendah yang dibuka untuk umum.

Saran untuk memotret dari jarak dekat ke air terjun

1. Jangan mengganti lensa dekat air terjun
Kabut dari air terjun dapat masuk ke dalam kamera dan meningkatkan risiko kerusakan akibat kelembapan. Saya biasanya hanya menggunakan satu lensa andalan saya

2. Lensa zoom sudut lebar sangat berguna
Dengan rentang zoom lensa RF15-35mm f/2.8L IS USM yang saya miliki, saya dapat menangkap seluruh ketinggian air terjun ke mana pun arahnya, dan melakukan zoom-in untuk bidikan yang agak sempit.

3. Selalu bawa kain lap lensa
Anda akan sering menyeka lensa dan filter apabila memotret air terjun, terutama saat Anda berada di dekat dasarnya.

4. Pertimbangkan berinvestasi dalam perlengkapan tahan cuaca
Terutama jika Anda sering memotret di luar ruangan. Dengan begitu, Anda tidak perlu khawatir tentang debu dan kelembapan (seperti percikan dari air terjun) yang masuk ke kamera.

5. Gunakan tripod dengan kaki penopang yang tangguh

Tripod tipis tidak cocok untuk tanah lunak atau sungai yang mengalir. Dengan tripod yang saya miliki, saya dapat mengganti kaki karet tripod dengan paku yang menancap ke dalam tanah agar lebih stabil.

6. Hindari pengambilan gambar pada siang hari
Silau sulit dihindari bahkan dengan CPL, dan juga sulit untuk diperbaiki dalam pasca-pemrosesan.

Apa yang diharapkan di Air Terjun Tagbibinta?

– Lingkungan pedesaan terpencil: Anda tidak akan menemukan banyak kenyamanan dan fasilitas yang umum didapatkan di daerah perkotaan.

– Air terjun ini mudah dicapai: Sekarang ada jalur beton yang menuju ke air terjun dari gerbang masuk taman, hingga mencapai bebatuan karang di kolam air terjun.

– Cuaca yang lebih dingin: Maragusan berada hampir 1km di atas permukaan laut. Suhu rata-rata 24°C.

– Biaya masuk: 30 PHP (warga lokal), 70 PHP (warga asing) pada saat berita ini dipublikasikan

– Jam buka: 07.00 hingga 18.00
Saran perjalanan: Menginap semalam di Maragusan. Ada banyak area yang memungkinkan Anda dapat melihat gumpalan awan di pagi hari.

3. Dila Falls, Impasugong, Bukidnon

Anda lihat “lidah air terjunnya”?
“Dila” berarti lidah dalam dialek Bisaya setempat. Ternyata, itu karena bentuk air terjun yang menyerupai lidah manusia yang sedang menjulur keluar dari batu karang!

Tempat ini sempurna bagi mereka yang senang mendaki gunung di area perhutanan. Dila Falls atau Air Terjun Dila, terletak di dalam taman ekologi CEDAR (Pusat Pengembangan dan Rekreasi Ekologis) seluas 1703 hektare, yang dikelola oleh Departemen Lingkungan dan Sumber Daya Alam Filipina.

Berjarak 960 meter (sekitar 20 menit berjalan kaki) dari pintu masuk, ini adalah yang terjauh di dalam taman dari tiga air terjun yang dapat diakses di area tersebut.

Itu juga satu-satunya air terjun yang bisa Anda dapatkan tepat di depannya.
Saran: Hati-hati menuruni jalan terjal dan licin menuju anak sungai Air Terjun Dila. Tongkat hiking akan berguna di sini.

Saran Pro untuk pendakian yang panjang

– Pakai alas kaki yang sesuai
Alas kaki dapat membuat perbedaan penting antara menikmati pendakian dan sengsara sepanjang perjalanan.

– Periksa tali sandang tas Anda
Jika Anda membawa banyak perlengkapan melintasi perjalanan jarak jauh, bahu Anda lama-lama akan pegal dan mati rasa kalau tali sandangnya tidak dilapisi bantalan yang empuk.

Tentu saja, yang terbaik adalah mengemas bawaan seringan mungkin—terkadang, hanya lensa superzoom yang Anda perlukan.

Horizontal atau Vertikal?

Mengubah orientasi foto menekankan aspek pemandangan yang berbeda. Meski diambil dari tempat yang sama, gambar horizontal membuat air terjun dan cekungannya terlihat luas; versi vertikal menarik perhatian pada jarak dan ketinggiannya.

Anda akan menemukan beberapa sungai di taman CEDAR dalam perjalanan menuju air terjun. Sangat menyegarkan untuk duduk di dekatnya dan bersantai!

Hal lainnya yang perlu diketahui tentang Taman CEDAR dan Air Terjun Dila

– Biaya masuk: 20 PHP pada saat publikasi

– Pemandu (opsional): sekitar 200 PHP. Pemandu tidak diperlukan kecuali Anda membutuhkan bantuan saat melintasi jalur yang sulit.

4. Pine Ridge, Malaybalay, Bukidnon

Berhenti sejenak di sini dalam perjalanan Anda ke/dari taman CEDAR. Seperti banyak pengunjung lainnya, saya melewati Kota Malaybalay dalam perjalanan menuju taman CEDAR, berhenti untuk mengagumi pemandangan di Pine Ridge, tempat perkemahan di dataran tinggi yang dikelilingi panorama pohon pinus.

Nyaris tidak ada sinyal ponsel di sini, dan ini memberikan peluang sempurna untuk keluar dari jaringan dan terhubung kembali dengan alam.

Saya berencana kembali ke sana untuk berkemah. Menginap semalam. Anda mungkin bisa melihat bintang-gemintang, dan pemandangan matahari terbit serta kabut di pagi hari.

Saran: Lensa yang lebih panjang berguna.Lensa telephoto saya membantu menangkap detail spesifik di Pine Ridge, di mana bidikan yang lebih lebar terlihat terlalu “ramai”.

Salah satu kabin yang tersedia untuk disewa di Pine Ridge, dengan ayunan kayu di luar. Pemandangan dan fasilitas yang indah menjadikan area ini lokasi yang populer, tidak hanya untuk liburan singkat, tetapi juga untuk pemotretan keluarga dan pre-wedding.

Catatan akhir: Saran untuk keselamatan
Sejumlah daerah yang diperkenalkan dalam artikel ini umumnya aman untuk dilalui kecuali wilayah bekas ARMM yang lebih rawan konflik. Namun, beberapa negara masih memiliki saran perjalanan di Mindanao—Anda mungkin ingin memeriksanya sebelum pergi ke sana.

Kalau tidak, seperti bepergian ke tempat asing lainnya, lakukan tindakan pencegahan yang wajar untuk keselamatan pribadi. Hindari mengenakan apa pun yang mencolok, dan kenakan pakaian praktis untuk penjelajahan dan petualangan.

Di Bukidnon sering turun hujan, jadi melihat pelangi dalam perjalanan pulang merupakan hal yang menyenangkan dan hal yang satu ini sungguh menggetarkan!

Penulis: Rod Fernandez
Lahir dan dibesarkan di Mindanao, Filipina, Rod pulang ke tanah air pada tahun 2021 setelah bertugas di luar negeri. Dia berharap dapat menggunakan fotografinya untuk menunjukkan keindahan Mindanao yang luas kepada dunia.Instagram: @rod_dafourth

Indonesia Bersama Penjaga Hutan Dunia Satukan Suara Bela Hak Alam dan Manusia

this formate

Pengurus dan anggota Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) peserta Three Basins Summit. ( Foto: AMAN)

Brazzaville, Kongo, bisniswisata.co.id: Perwakilan masyarakat adat dan komunitas lokal dari kawasan hutan tropis terbesar dan paling vital di dunia, termasuk 22 orang delegasi dari Indonesia, berkumpul dalam Kongres Global Pertama Masyarakat Adat dan Komunitas Lokal dari daerah Aliran Sungai Hutan (Three Basins Summit) yang digelar di Brazzaville, Republik Kongo, pada 26-30 Mei 2025.

Kongres bersejarah ini diselenggarakan oleh Global Alliance of Territorial Communities (GATC) dan bekerjasama dengan Rights and Resources Initiative (RRI). Acara ini menjadi pertemuan pertama yang menyatukan penjaga hutan dari Amazon,Kongo,Borneo-Mekong-Asia Tenggara, dan Mesoamerika.

Wilayah yang selama ini dijaga dan dirawat oleh masyarakat adat dan komunitas lokal sebagai benteng terakhir keanekaragaman hayati dan penyeimbang iklim global.

Kongres global ini adalah tonggak sejarah bagi persatuan masyarakat di kawasan hutan tropis. Kami hadir sebagai koalisi hidup, membawa kearifan leluhur dan desakan untuk membela hak-hak alam dan masyarakat kami.

“COP30 (Konferensi Iklim PBB yang akan digelar pada November 2025 di Brasil) hanya satu titik dalam perjalanan panjang perjuangan ini,” ujar Juan Carlos Jintiach, Sekretaris Eksekutif GATC.

Sekretaris Jenderal Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) Rukka Sombolinggi, juga turut menyampaikan refleksi atas perjuangan panjang komunitas Masyarakat Adat dalam forum Internasional ini.

Rukka menyebut GATC telah dibentuk sepuluh tahun lalu. Seiring perjalanan waktu, aliansi ini menyaksikan perempuan adat di Afrika mulai memanen hasil kerja kolektif.

Namun, Rukka berharap komunitas masyaraat adat jangan terlalu banyak dibebani administrasi. “Jika itu terjadi, maka kita justru sedang melemahkan para penjaga bumi itu sendiri,” ungkapnya.

Kongres diawali dengan perayaan gerakan perempuan GATC melalui workshop interaktif yang menyoroti pentingnya akses langsung perempuan adat dan komunitas lokal terhadap pendanaan iklim.

Menteri Ekonomi Kehutanan Republik Kongo, Rosalie Matondo, membuka kegiatan ini pada Selasa (27/5/2025) dan menekankan pentingnya sinergi antara perlindungan lingkungan, pertumbuhan ekonomi, dan partisipasi aktif masyarakat adat dan komunitas lokal dalam pembangunan global.

“Saya sangat menghargai kepemimpinan perempuan adat dan komunitas lokal yang merawat komunitas, wilayah, dan keluarga kita demi keberlanjutan bumi lintas generasi,” ujar Menteri Matondo.

Mengapa Kongres Ini Penting?

Di tengah krisis iklim dan ancaman terhadap keanekaragaman hayati, wilayah yang dikelola oleh masyarakat adat terbukti memiliki tingkat deforestasi yang jauh lebih rendah.

Namun, pengakuan global terhadap peran penting mereka belum sepenuhnya diiringi oleh perlindungan hukum dan pendanaan langsung yang memadai.

Kongres ini hadir sebagai wadah untuk menyuarakan strategi bersama yang dipimpin masyarakat adat agar hak, pengetahuan, dan sistem kehidupan mereka menjadi pusat dari tata kelola lingkungan global.

“Ini bukan semata soal pendanaan atau keadilan iklim. Sudah saatnya proses-proses kebijakan dibuat lebih manusiawi. Wilayah, budaya, dan suara kami telah sejak lama memperingatkan dunia tentang titik-titik krisis yang tidak bisa dipulihkan.

Kini dunia harus mendengar, dan komunitas dari seluruh kawasan hutan harus terus memimpin dengan harapan dan tekad untuk masa depan,” ujar Joseph Itongwa, Koordinator REPALEAC (The Network of Indigenous and Local Communities for the Sustainable Management of Forest Ecosystems in Central Africa), anggota GATC.

Kongres ini juga melanjutkan semangat dari forum perempuan adat pertama di Afrika Tengah dan Cekungan Kongo yang digelar di Brazzaville pada 2023.

Dalam forum tersebut, REPALEAC, GATC, RRI, dan Central African Forests Commission (COMIFAC) merumuskan roadmap untuk memperkuat peran perempuan adat dalam ketahanan iklim dan pelestarian hutan.

Sebagai bagian dari workshop pra-Kongres, CLARIFI (mekanisme pendanaan RRI untuk proyek masyarakat adat dan komunitas) mengumumkan dukungan sebesar US$270.000 untuk sejumlah inisiatif perempuan adat di delapan negara Afrika.

“Dana ini akan mendukung pelatihan dan penguatan teknis perempuan adat dalam regenerasi tanah, pengembangan ekonomi lokal, restorasi keanekaragaman hayati, dan advokasi hak wilayah,” ungkap Deborah Sanchez, perempuan Moskitia dari Honduras dan Direktur CLARIFI.

Membangun Koalisi Global untuk Keadilan Hutan

“Membela Bumi berdasarkan pengetahuan leluhur kami adalah bentuk perlawanan. Kongres ini membuka jalan untuk memperkuat suara dan peran perempuan adat dalam tata kelola wilayah yang adil,” ujar Sara Omi Casama, pengacara Emberá dari Panama dan perwakilan gerakan perempuan GATC.

Para pemimpin politik mulai mengakui bahwa pengetahuan kami memiliki dasar ilmiah. Perubahan iklim tidak bisa disederhanakan, semua saling terkait.

”Pertemuan ini menjadi langkah penting untuk memperlihatkan aksi nyata dari wilayah kami dan membangun aliansi yang menempatkan kehidupan dan keseimbangan planet sebagai prioritas,” kata Levi Sucre Romero, warga masyarakat adat Bribri dari Kosta Rika dan Direktur Aliansi Masyarakat Hutan Mesoamerika (AMPB).

Selama lima hari, kongres menghadirkan diskusi tingkat tinggi tentang situasi kawasan hutan, sesi khusus perempuan dan pemuda, serta kelompok kerja tematik tentang ancaman, hak, penghidupan, dan pendanaan.

Di akhir, peserta menyepakati Deklarasi Kongres dan Rencana Aksi. Upacara penutupan akan melibatkan kepala negara, donor, dan mitra global.

Tentang GATC:

Global Alliance of Territorial Communities (GATC) mewakili lebih dari 35 juta masyarakat di 24 negara yang melindungi 958 juta hektar wilayah adat di Asia, Afrika, dan Amerika Latin.

Anggotanya meliputi AMAN (Indonesia), AMPB (Mesoamerika), APIB (Brasil), COICA (Amazon), dan REPALEAC (Afrika Tengah).

Tentang RRI:

Rights and Resources Initiative (RRI) adalah koalisi global yang mendukung pengakuan dan perlindungan hak tanah dan sumber daya bagi masyarakat adat, komunitas lokal, dan masyarakat keturunan Afrika, termasuk perempuan di dalamnya

Penerima hibah CLARIFI:

*Unissons-nous pour la Promotion des Batwa (Burundi)

*Indigenous Peoples and Sustainable Development (Kamerun)

*Association des Femmes Peuples

*Autochtones du Tchad (Chad)

*Association Gabonaise d’assistance aux Femmes Indigènes (Gabon)

*Action Communautaire des Femmes

*Autochtones (Republik Kongo)

*Association des Femmes Paysannes de Loumo (Republik Kongo)

*Communauté des Potiers du Rwanda (Rwanda)

*Fédération Congolaise des Femmes et *Filles Autochtones (Republik Demokratik Kongo)

Permata Tersembunyi di Thailand – 8 Tempat untuk Pengalaman Unik

this formate

Oleh : Sophia

BANGKOK, bisniswisata.co.id: Saya baru-baru ini menghabiskan sebulan penuh di Thailand, dan saya benar-benar mengerti kehebohan tentangnya. Penduduk setempat, pantai, suasana, agama, dan makanannya menjadikannya salah satu tempat terbaik untuk dikunjungi di seluruh dunia.

Dilansir thealwayswanderer.com, karena popularitas Thailand, tempat – tempat seperti Krabi dan Phuket dibanjiri oleh wisatawan. Jadi, saya secara aktif mencari tempat-tempat unik di Thailand untuk menghindari keramaian.

Dalam panduan perjalanan ini, saya mengumpulkan 8 Permata Tersembunyi di Thailand tanpa banyaknya wisatawan. Saya mengunjungi semua tempat ini dan saya berbagi pengalaman saya sendiri dengan Anda. Tetaplah bersama saya.

1. Kunjungi Koh Kradan, Pantai Terbaik Dunia

 

Pasir Putih di Koh Kradan

Tidak banyak orang yang tahu, tetapi pantai yang secara resmi terpilih sebagai pantai terbaik dunia pada tahun 2025 ada di Thailand! Pantai ini berada di pulau kecil bernama Koh Kradan.

Koh Kradan tidak memiliki jalan atau penduduk tetap. Ada beberapa resor di pulau, pantai, dan terumbu karang, yang dipenuhi dengan satwa liar

Saya tidak percaya dengan apa yang saya lihat, betapa indahnya tempat itu. Jika Anda berkesempatan, kunjungi Koh Kradan.

2. Mengamati Satwa Liar di Taman Nasional Khao Yai

Saat memulai perjalanan ke Thailand, kemungkinan besar Anda akan tiba di Bangkok terlebih dahulu. Hanya berjarak 2 jam dari Bangkok, ada Taman Nasional tempat gajah liar masih berkeliaran. Taman itu disebut yaitu “Taman Nasional Khao Yai” dan merupakan salah satu tempat terbaik di Thailand untuk menyaksikan satwa liar dengan cara yang etis.

Pilihlah pengalaman menjelajah hutan selama sehari penuh untuk mendapatkan kesempatan tertinggi melihat hewan-hewan.

Rekomendasi Akomodasi dan Tur: Greenleaf Guesthouse. Saya menginap di Greenleaf Guesthouse dan hanya dapat merekomendasikan Anda untuk melakukan hal yang sama. Greenleaf Guesthouse terletak di sebuah desa bernama Pak Chong, yang dianggap sebagai titik masuk ke Taman Nasional Khao Yao.

Karena letak wisma tamu yang dekat dengan taman, hanya dengan menginap di sini, kami mendengar begitu banyak suara binatang yang unik di malam hari.

Karena staf di Greenleaf Guesthouse menyelenggarakan wisata hiking ke Taman Nasional Khao Yai, kami memutuskan untuk ikut bersama mereka dalam pengalaman trekking hutan seharian penuh.

Pemandu wisata kami adalah salah satu pemandu paling antusias yang pernah saya temui. Saat itu, lengannya bahkan patah, dan meskipun begitu, ia dengan sigap membawa teleskop besar, dan ia menunjukkan kepada kami berbagai macam satwa liar: siamang, gajah, burung enggang, biawak, dan masih banyak lagi.

Greenleaf Guesthouse juga menyediakan kaus kaki lintah – Saya tahu ini adalah kekhawatiran saya, jadi mungkin Anda bertanya-tanya tentang hal itu.

3. Nikmati Kehidupan Pulau di Koh Yao Noi

Belum pernah mendengar tentang “Koh Yao Noi” yang terletak di Teluk Phang Nga di antara tebing kapur yang terkenal itu?

Saya juga belum pernah mendengarnya sebelumnya, dan saya sangat senang bahwa seorang teman saya dari Thailand memberi tahu saya tentang pulau yang indah ini.

Koh Yao Noi adalah permata tersembunyi yang sesungguhnya, dan menjadi Pulau Thailand favorit saya. Koh Yao Noi memiliki semua yang kami inginkan: pantai yang indah dan sepi, banyak alam, makanan lezat, penduduk setempat yang ramah, dan hanya sedikit wisatawan.

Saya memiliki panduan lengkap untuk mengunjungi Koh Yao Noi.
Rekomendasi Hotel yang Terbaik: TreeHouse Villas.
Kelas Menengah: Annie Meen´s Place
Little Long Beach

4. Jungle Trek dengan Tn. Tan di Koh Chang

Sebelum berkunjung ke Thailand, kami menonton banyak video YouTube tentang berbagai tempat yang ditawarkan Thailand. Ada satu pulau yang menarik perhatian saya karena hutan tropisnya yang rimbun – itulah sebabnya kami menuju Koh Chang.

Hanya ada beberapa hal yang lebih saya sukai daripada berada di hutan; oleh karena itu, saya ingin mencari orang terbaik di Koh Chang untuk memandu kami memasuki hutan.

Setelah pencarian yang ekstensif, saya membaca tentang orang legendaris bernama Tan yang membuat jalur pendakian di hutan sendirian.

Saya mengirim SMS ke agensi tempat dia bekerja, dan untungnya, kami bisa mendapatkan tempat untuk pergi mendaki bersama Tan keesokan harinya.

Perjalanan pendakian itu dengan mudah menjadi pendakian terbaik yang kami lakukan di Thailand karena kami belajar banyak tentang hutan.

Kami bahkan berenang di sungai sebening kristal di hutan lebat, dan itu adalah pengalaman yang sangat berharga – terutama karena tidak ada yang tahu titik masuk ke jalur pendakian ini kecuali Tn. Tan.

Termasuk: penjemputan/pengantaran di hotel, makan siang, air, dan ransel jika diperlukan.

5. Kunjungi Jembatan Bambu Kho Ku So di Pai

 

Pai adalah desa kecil yang santai yang dikelilingi oleh pegunungan yang rimbun di Thailand Utara. Desa itu sendiri menjadi populer dan sekarang menarik minat kaum muda, karena memiliki suasana hippie yang hebat.

Jembatan Bambu Kho Ku So adalah tempat yang indah untuk dikunjungi di dekat Pai. Ada sebuah Kuil Buddha di ujung jembatan. Jembatan bambu dibangun untuk para biksu sehingga mereka dapat mencapai desa terdekat – karena daerah itu ditutupi oleh sawah berlumpur.

Pai patut dikunjungi, terutama pada pagi hari atau sore hari, saat cahayanya paling terang. Biaya masuk ke Jembatan Bambu adalah 30 Baht.

Hotel Rekomendasi:
Yang Terbaik: Reverie Siam
Bungalow Hemat: Pai Homey
Lokasi Jembatan Bambu di Pai

6. Mengejar air terjun di sekitar Chiang Mai

Chiang Mai adalah tempat wisata yang indah karena kuil-kuilnya, para biksu, pasar malam, dan lingkungan sekitarnya yang indah.

Jika Anda ingin meninggalkan Chiang Mai yang sibuk selama sehari dan menikmati alam yang santai, bagaimana dengan mengunjungi air terjun yang ditawarkan daerah tersebut? Saya dapat merekomendasikan dua tempat:

Air Terjun Mae Sa: Meskipun tidak begitu fotogenik, ada jalur pendakian yang indah di sepanjang air terjun – totalnya ada 7. Pilih yang ini jika Anda menyukai suara hutan.

Air Terjun Mok Fa: Mengingatkan saya pada air terjun di Bali. Pilih yang ini jika Anda ingin foto yang bagus!

Rekomendasi Hotel: Yang Terbaik: Desa BanBooLoo, Air Terjun Mae Sa, Air Terjun Mok Fa  Lokasi Air Terjun Mae Sa

7. Pelajari tentang Burma di Mae Hong Son

 

Mae Hong Son adalah nama provinsi sekaligus kota. Provinsi ini berbatasan langsung dengan Myanmar (=Burma) yang beberapa waktu lalu dilanda konflik serius. Akibatnya, banyak orang mengungsi dari Myanmar untuk mencari kehidupan baru di Thailand.

Salah satu tradisi terkenal dari suku Karen Burma dan suku Kayan adalah para wanitanya mengenakan cincin di leher mereka.

Meskipun kami ingin mengunjungi desa seperti itu, kami tidak ingin melakukan kegiatan yang merugikan, di mana para wanita dipandang sebelah mata karena leher mereka yang panjang. Setelah melakukan riset, kami menemukan desa Kayan yang jarang dikunjungi. Kami memutuskan untuk pergi ke sana.

Saat kami tiba, kami menyadari bahwa desa itu sepenuhnya dipisahkan oleh sungai. Setelah beberapa menit berdiskusi apakah kami harus berada di sana atau tidak, seorang penduduk desa datang dengan perahunya dan membawa kami ke desa mereka.

Di desa tersebut, kami melihat orang-orang membuat kerajinan seperti perhiasan dan pakaian. Kami sempat bertukar cerita dengan penduduk setempat yang menceritakan bagaimana mereka sampai di Thailand dan bagaimana kehidupan mereka sekarang. Suku Kayan telah tinggal di desa ini selama puluhan tahun, dan mereka bahkan memiliki sekolah sendiri untuk anak-anak.

Desa ini menghidupi dirinya sendiri dengan sumbangan dan kerajinan yang dijual oleh penduduknya. Jika memungkinkan, silakan menyumbang dan membeli beberapa kerajinan dari suku tersebut. Itu akan menjadi kenangan yang indah.

Tips Menginaplah di tempat Angelina Jolie—pesan kamar di Fern Resort! Kami senang menginap di sana.
Harap hormati suku Kayan dan jangan pernah mengambil foto para wanita tanpa izin mereka. Tiba di Desa Kayan Longneck dengan perahu di Desa Burma

8. Kunjungi Koh Mook, Pulau yang Tidak Dikenal

Koh Mook, yang terletak di provinsi Trang adalah yang paling tidak dikenal di antara semua destinasi ini. Saat kami tiba, kami merasa seperti kembali ke masa lalu. Ini adalah pulau kecil dengan banyak satwa liar baik di darat maupun di laut. Jika Anda beruntung, Anda mungkin dapat melihat duyung di Koh Mook!

 

Salah satu hal terbaik yang dapat dilakukan di Koh Mook adalah menyelam/snorkeling, mengunjungi Gua Zamrud, dan mengunjungi pulau-pulau di dekatnya. Saya menulis panduan perjalanan Koh Mook yang lengkap termasuk semua yang perlu Anda ketahui sebelum kunjungan Anda.

Rekomendasi Hotel:
Yang Terbaik: Sivalai Beach Resort
Kelas Menengah Terbaik: The Tropical Koh

Kesimpulan

Meskipun Thailand menjadi salah satu tujuan wisata paling populer di seluruh dunia, masih banyak tempat autentik yang dapat Anda kunjungi. Saya tidak sabar untuk kembali ke Thailand dan menemukan lebih banyak lagi tempat dinegara yang indah ini.

Tentang penulis:
Saya Sophia, seorang pelancong Hungaria yang selalu mencari tempat-tempat yang jarang dikunjungi.

Mengapa harus tempat-tempat yang jarang dikunjungi? Untuk melihat satwa liar dan menemukan destinasi wisata yang autentik.

Tujuan saya dengan blog perjalanan ini adalah untuk menginspirasi Anda untuk mengunjungi tempat-tempat yang jarang dikunjungi, dan jatuh cinta dengan alam dan alam terbuka.

Logitech Atasi Kompleksitas Pertemuan Bisnis Lewat Rally Board 65

this formate

Solusi konferensi video terpadu dengan fitur-fitur canggih, hadir sebagai solusi simpel dan praktis

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Logitech tekah meluncurkan Rally Board 65, solusi konferensi video terpadu yang menggabungkan audio dan video pintar dengan layar sentuh 65 inci.

Rally Board 65 sangat mudah dibawa dengan troli khusus ke ruang pertemuan, namun dilengkapi berbagai fitur AI, serta fitur deteksi jumlah pengguna ruang pertemuan dan lingkungan kantor.

Berbagai perusahaan setiap hari menemui kendala: membutuhkan sarana konferensi video modern untuk gaya kerja hibrida, namun beban kerja tim TI semakin menumpuk, sebab kebutuhan teknologi bertambah kompleks.

“Para pekerja hibrida membutuhkan ruang kerja–tata letak terbuka, ruang pertemuan kecil, dan area pelatihan–yang setiap saat siap menampilkan video,” ujar Michael Long, Head, Sales (Thailand, Filipina, Indonesia), Logitech for Business.

Pihaknyapun mengembangkan teknologi pintar berstandar perusahaan yang sangat mudah digunakan. Hasilnya, Rally Board 65–sistem konferensi video yang sangat simpel, namun canggih, mampu mengatasi kompleksitas teknologi, tambahnya.

Solusi konferensi video yang canggih dan terpadu ini bisa digunakan dalam hitungan menit dalam sistem operasi Android, PC, dan konsep BYOD. Tim kerja juga dapat memakai Microsoft Teams, Zoom, atau Google Meet.

Pengguna bisa mendorong Rally Board 65 dengan troli menuju ruang terbuka. Lalu, perangkat ini dapat diputar 180 derajat agar kamera berada sejajar dengan mata pengguna.

Pengguna juga dapat memasang Rally Board 65 di ruang pertemuan dengan kamera yang berada di atas atau bawah layar–semuanya dapat dilakukan tanpa harus bergantung pada bantuan tim TI.

Dengan video 4K yang sangat jernih, Rally Board 65 dilengkapi teknologi audio visual AI, RightSight 2 dan RightSound 2, sebagai fitur unggulan video bar Logitech.

Untuk menyempurnakan pengalaman pengguna, fitur Camera Zone membatasi bingkai visual dan fitur Mic Zone menangkap suara di area tertentu.

Teknik Depth Blur terbaru memburamkan latar subjek, efek serupa yang biasa dipakai pengguna ketika melakukan panggilan video pada desktop.

“Anda dapat menganggap tiga fitur tersebut sebagai sarana digital untuk melakukan pertemuan di ruang terbuka,” kata Henry Levak, VP, Product, Logitech for Business.

Menurut dia, Rally Board 65 menggunakan teknologi pemetaan digital 3D yang mengutamakan aktivitas dalam rapat atau pertemuan, bukan gangguan di luarnya.

Sejumlah sensor yang terdapat pada Rally Board 65 mendeteksi kehadiran manusia agar tim TI dapat mengamati bagaimana dan kapan karyawan memakai fasilitas video.

Sensor-sensor ini lalu menganalisis data lingkungan hidup, seperti kelembapan udara, suhu, dan kadar CO2, menilai kondisi kesehatan ruangan, serta memberikan skor energi ruangan untuk mengajukan sejumlah rekomendasi, seperti meningkatkan ventilasi, beristirahat, atau mengurangi jumlah kursi di ruangan.

Analisis dan rekomendasi ini diinput pada Logitech Sync, platform terpusat bagi tim TI untuk mempelajari pola aktivitas di perusahaan masing-masing, menyusun detail tentang kinerja ruangan tertentu, serta secara otomatis melakukan pemesanan dan pengosongan ruangan.

Kelestarian Alam

Berdasarkan prinsip Logitech tentang Desain Produk yang Menjaga Kelestarian Alam, Rally Board 65 mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan hidup dengan menggunakan 41%* plastik yang telah didaur ulang, aluminium rendah karbon, bahan kain yang telah didaur ulang, serta kemasan bersertifikasi FSC.

Manfaat positif terhadap alam tak hanya tercermin dari desain fisik produk. Dengan sistem radar Rally Board 65, produk ini secara otomatis beralih ke moda hemat energi saat tidak ada orang yang berada dalam ruangan pertemuan–fitur yang sangat mengurangi konsumsi energi di gedung perkantoran.

Harga dan ketersediaan produk
Rally Board 65 segera tersedia mulai Juni 2025 melalui distributor dan peritel resmi.
Fitur deteksi jumlah pengguna ruang pertemuan, kesehatan ruangan, dan pemindaian energi juga tersedia dalam produk terpisah, Logitech Spot.

Tentang Logitech

Logitech mendesain solusi perangkat keras yang didukung perangkat lunak. Solusi Logitech membantu berbagai perusahaan untuk mengembangkan bisnis, serta menyatukan para pengguna ketika bekerja, berkreasi, bermain gim dan streaming.

Sebagai penghubung manusia dan dunia digital, Logitech memperluas potensi manusia untuk bekerja dan bermain melalui cara-cara yang bermanfaat bagi manusia dan bumi.

Berdiri pada 1981, Logitech International adalah perusahaan publik asal Swiss yang terdaftar di Bursa Efek SIX Swiss (LOGN) dan Nasdaq Global Select Market (LOGI).
(PRNewswire).

Dunia Hiburan Berkumpul Rayakan Bahrain Sebagai Pusat Global untuk Pengalaman Pariwisata dan Media

this formate

Anthony Mackie dan Hannah John Kamen di Cipriani Bahrain. (Getty Images)

MANAMA, Bahrain, bisniswisata.co.id: Bintang Hollywood dan tokoh berpengaruh berkumpul di Cipriani Bahrain untuk merayakan semakin berpengaruhnya Kerajaan Bahrain sebagai pusat global untuk hiburan, media, olahraga, dan budaya.

Aktor Anthony Mackie, Letitia Wright, Simu Liu dan tunangannya Allison Hsu, Winston Duke, Tenoch Huerta, dan Danny Ramirez menghadiri acara tersebut bersama Shaikh Nasser bin Hamad Al Khalifa, Perwakilan Yang Mulia Raja untuk Pekerjaan Kemanusiaan dan Urusan Pemuda.

Hadir pula para pembuat film terkemuka, eksekutif media, pemimpin bisnis, dan wirausahawan kreatif dari Bahrain dan seluruh dunia. Tamu penting lainnya termasuk aktor Hannah John-Kamen, Mabel Cadena, dan Alex Livinalli; pembuat film Joe Russo dan David Ma; dan produser Chris Castaldi.

Kerajaan ini terus berkembang pesat sebagai pusat investasi bisnis, inovasi teknologi, olahraga global tingkat elit, dan industri kreatif yang meningkatkan reputasi negara kepulauan tersebut sebagai tujuan wisata budaya dan pengalaman olahraga.

Dari Grand Prix Gulf Air Bahrain Formula Satu hingga sorotan budaya seperti Festival Jazz Bahrain dan Spring of Culture, negara ini mengukuhkan dirinya sebagai tujuan yang menawarkan serangkaian acara dan pengalaman kelas dunia yang tak tertandingi yang melayani beragam audiens.

Bahrain merupakan rumah bagi beberapa Situs Warisan Dunia UNESCO, pusat seni pertunjukan canggih, dan ekosistem kreatif yang berkembang pesat yang merayakan keterampilan, penceritaan, dan pelestarian warisan budayanya.

Awal bulan ini, Amazon Prime menampilkan Shaikh Nasser bin Hamad Al Khalifa dalam film dokumenter petualangan “Beyond Borders with Bear Grylls: Bahrain,” yang menyoroti pemandangan alam Bahrain yang menakjubkan dan sensasi luar ruangan bagi khalayak global.

Saat Bahrain membentuk era baru tempat olahraga, budaya, pariwisata, dan hiburan bertemu, visinya jelas: untuk terus memimpin inovasi di persimpangan tradisi dan modernitas, tempat peluang berkembang, dan kreativitas tumbuh subur.(PRNewswire)

Agoda: Kalegowa Jadi Destinasi Slow Travel Terbaik di Indonesia

this formate

Rayong, Thailand

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Platform perjalanan digital Agoda mengungkap destinasi terbaik di Asia untuk menikmati seni perjalanan dengan santai (slow travel), dengan kota pesisir Rayong di Thailand menjadi pilihan utama bagi wisatawan yang ingin memperlambat langkah dan menghabiskan waktu lebih lama.

Sementara beberapa wisatawan memilih jadwal perjalanan yang padat untuk mengunjungi sebanyak mungkin tempat dalam waktu singkat, wisatawan lain justru menemukan kebahagiaan dengan tinggal lebih lama dan menikmati pesona lokal.

Slow travel menjadi kesempatan ideal untuk benar-benar meresapi destinasi,membangun koneksi yang lebih dalam dengan budaya, kuliner, dan masyarakat setempat.

Dari sembilan market di Asia, data Agoda menunjukkan bahwa wisatawan yang melakukan perjalanan santai memesan masa terlama di Rayong (Thailand), Kalegowa (Indonesia), Seoul (Korea Selatan), Tokyo (Jepang), Nha Trang (Vietnam), Pulau Boracay (Filipina), Taipei (Taiwan), Kuala Lumpur (Malaysia), dan Chennai (India).

Di Indonesia, Kalegowa, Bali, dan Jakarta menjadi destinasi utama untuk menginap lebih lama. Sementara itu, wisatawan dari Indonesia yang bepergian ke luar negeri menghabiskan waktu paling banyak di Tokyo untuk pengalaman slow travel.

Mulai dari pantai yang tenang hingga jalanan kota yang ramai, tempat-tempat ini membuktikan bahwa terkadang, cara terbaik untuk bepergian adalah dengan menikmati perjalanan secara santai.

1. Rayong, Thailand

Surga pesisir ini adalah tempat yang ideal bagi mereka yang mencari kedamaian dan ketenangan, dengan pantai-pantai yang masih alami, menawarkan pelarian sempurna dari keramaian.

Wisatawan dapat menikmati hidangan laut segar langsung dari kapal nelayan, menjelajahi pulau-pulau seperti Koh Samet, atau sekadar bersantai di bawah naungan pohon kelapa.

Keindahan alami dan suasana santai Rayong menjadikannya pilihan sempurna untuk wisatawan yang ingin berisitrahat sejenak dan kembali menyatu dengan alam.

2. Kalegowa, Indonesia

Kalegowa adalah permata tersembunyi yang mengundang wisatawan untuk melambat dan menikmati keindahan alam serta kekayaan budaya Bugis.

Daerah ini terkenal dengan hamparan sawah hijau, arsitektur tradisional Bugis, dan keramahan penduduk lokal. Pengunjung dapat meluangkan waktu untuk menjelajahi pasar lokal, mencicipi masakan Indonesia autentik, atau melakukan pendakian santai melalui jalur-jalur alami yang indah.

Pesona Kalegowa terletak pada kesederhanaannya, menjadikannya tempat yang sempurna bagi mereka yang mencari pengalaman perjalanan yang lebih santai dan bermakna.

3. Seoul, Korea Selatan

Seoul mungkin dikenal sebagai kota metropolis yang sibuk, namun tetap menjadi tempat yang ideal untuk menikmati slow travel.

Wisatawan dapat menyusuri jalanan bersejarah di Bukchon Hanok Village, beristirahat di rumah teh tradisional, menjelajahi gang-gang tersembunyi, hingga menikmati kelezatan barbeque Korea.

Seoul menawarkan banyak cara untuk menikmati kota ini dengan santai dan dalam ritme yang lebih tenang.

4. Tokyo, Jepang

Dengan perpaduan tak terhingga antara sejarah, inovasi, dan budaya, tidak mengherankan jika wisatawan dapat menghabiskan berhari-hari di Tokyo dan tetap menemukan banyak hal baru untuk dijelajahi.

Mulai dari hiruk-pikuk Shibuya, pesona tenang di kawasan Yanaka, hingga beragam kuliner yang menggoda, Tokyo menawarkan banyak alasan untuk tinggal lebih lama, menjadikan destinasi sempurna bagi mereka yang ingin mengeksplorasi kota ini dengan ritme mereka sendiri.

5. Nha Trang, Vietnam

Dikenal dengan garis pantai yang menawan dan atmosfernya yang santai, Nha Trang menjadi destinasi favorit bagi pecinta pantai.

Selain menikmati keindahan laut, wisatawan dapat menjelajahi Menara Po Nagar Cham yang bersejarah atau relaksasi dengan mandi lumpur. Suasana santai Nha Trang menjadikannya destinasi ideal untuk slow travel.

6. Pulau Boracay, Filipina

Pantai berpasir putih dan air laut jernih Boracay menjadi tempat ideal untuk bersantai dan menikmati keindahan alam pulau ini.

Selain pantai-pantainya yang terkenal, Boracay juga menawarkan pengalaman menarik bagi wisatawan dengan konsep slow travel, seperti snorkeling, menyelam untuk menjelajah kehidupan bawah laut yang berwarna-warni, atau berlayar menikmati matahari terbenam dengan perahu tradisional paraw.

Suasana hangat dan pemandangan menakjubkan di Boracay membuat siapapun mudah terlena dan melupakan waktu.

7. Taipei, Taiwan

Taipei menghadirkan perpaduan harmonis antara modernitas dan tradisi, dengan pasar malam, pemandian air panas, hingga jalur pendakian indah yang mengundang wisatawan untuk berlama-lama dan mengeskplorasi.

Wisatawan slow travel dapat menyusuri jalanan bersejarah Dadaocheng, mencicipi hidangan lokal seperti xiao long bao, atau melakukan perjalanan sehari ke Taman Nasional Yangmingshan yang tenah.

Keramahan penduduk lokal dan kekayaan budaya Taipei menjadikannya kota yang layak dinikmati perlahan, satu momen dalam satu waktu.

8. Kuala Lumpur, Malaysia

Para wisatawan dengan konsep slow travel dapat menikmati waktu mereka menjelajahi berbagai kawasan di Kuala Lumpur, mulai dari jalanan berwarna-warni di Little India hingga pasar-pasar ramai di Chinatown.

Keajaiban arsitektur kota ini, seperti Menara Kembar Petronas dan Gedung Sultan Abdul Samad, menawarkan banyak momen yang layak diabadikan.

Para pencinta kuliner pun dapat menikmati santapan santai di kedai kaki lima maupun restoran mewah, mencicipi beragam hidangan seperti nasi lemak hingga char kway teow.

Perpaduan tradisi dan modernitas menjadikan Kuala Lumpur destinasi yang menarik untuk dijelajahi lebih dalam.

9. Chennai, India

 

 

 

 

 

Warisan budaya yang kaya, kehidupan seni yang semarak, dan pesona pesisir menjadikan Chennai destinasi ideal bagi para wisatawan yang ingin melambat dan meresapi budaya India Selatan.

Pengunjung dapat mengunjungi kuil-kuil bersejarah, berjalan santai di sepanjang Marina Beach, atau menghadiri pertunjukan musik klasik Karnatik.

Keramahan hangat dan kekayaan budaya Chennai membuat kota ini sangat berkesan bagi mereka yang meluangkan waktu untuk menjelajahinya.

Senior Country Director Agoda untuk Indonesia, Gede Gunawan mengatakan,
dii tengah ritme hidup yang semakin cepat, destinasi seperti Kalegowa di Sulawesi Selatan mulai menarik perhatian sebagai pilihan utama wisatawan Indonesia yang mencari pengalaman slow travel.

Gaya perjalanan ini bukan lagi sekadar tren, melainkan cara berpikir yang mengajak wisatawan untuk lebih dekat dan terhubung dengan setiap tempat yang mereka kunjungi.

“Di Agoda, kami senang bisa mendukung gaya perjalanan ini dengan menghadirkan penawaran menarik untuk akomodasi dan aktivitas sehingga perjalanan bisa lebih santai dan bermakna,” kata Gede Gunawan

Dengan begitu banyak destinasi unik di Asia, inilah saat yang tepat untuk meluangkan waktu, mengeksplorasi lebih dalam, dan menikmati setiap detiknya, tambahnya.

Dengan lebih dari 5 juta akomodasi liburan, 130.000 rute penerbangan, dan 300.000 aktivitas, Agoda memudahkan wisatawan untuk merencanakan petualangan slow travel mereka. Kunjungi Agoda.com atau unduh aplikasi mobile Agoda untuk menemukan penawaran terbaik (PRNewswire)

Perkuat Kerja Sama Bilateral AS-Indonesia, BPJPH Teken LoI dengan Lembaga Halal di Amerika

this formate

WASHINGTON DC, bisniswisata.co.id: Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH), Ahmad Haikal Hasan, tandatangani Letter of Intent (LoI) dengan dua lembaga halal asing (di Indonesia dikenal sebagai ‘LHLN’) asal Amerika Serikat, yaitu ISA Inc Dba Islamic Services of America, dan USA Halal Chamber of Commerce Inc Dba ISWA Halal Certification Department.

Penandatanganan LoI dilakukan di Kantor Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Amerika Serikat di Washington DC, disaksikan oleh Kuasa Usaha Kedutaan Besar Republik Indonesia Sade Bimantara, atase pertanian, atase perdagangan, dan staf Kedutaan Besar Republik Indonesia lainnya.

LoI ini merupakan bentuk komitmen bersama untuk memperkuat kerja sama bilateral di bidang jaminan produk halal yang transparan, akuntabel, dan amanah.

“Penguatan kerja sama ini merupakan langkah yang sangat strategis dalam menjawab kebutuhan masyarakat Indonesia akan produk halal yang bermutu, sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam kerja sama ekonomi global yang berbasis pada nilai tambah tinggi, seperti produk halal,” kata Ahmad Haikal Hasan, usai penandatanganan LoI di Washington DC, AS, pada 20 Mei 2025.

Dokumen LoI yang bertajuk “Robust Commitment in Implementation of Halal Quality Assurance” ini bertujuan untuk memperkuat kerangka kerja sama antara BPJPH RI dengan lembaga halal di Amerika Serikat.

Kesepahaman ini muncul seiring dengan meningkatnya permintaan pasar Indonesia terhadap produk halal bermutu tinggi — khususnya produk daging dan barang konsumsi lainnya — dan kapasitas Amerika Serikat untuk memenuhi permintaan tersebut sesuai standar jaminan produk halal (SJPH) Indonesia.

Dalam penandatanganan LoI, para pihak sepakat untuk melakukan sejumlah hal. Pertama, memfasilitasi ekspor produk bersertifikat halal dari Amerika Serikat ke Indonesia, khususnya produk daging dan produk lain yang dibutuhkan.

Kedua, memastikan semua produk yang diekspor ke Indonesia mematuhi Standar Halal Indonesia (SJPH). Ketiga, dukung ketahanan pangan Indonesia melalui diversifikasi sumber impor global.

Keempat, meningkatkan pertumbuhan ekonomi bilateral antara Indonesia dan Amerika Serikat. Dan kelima, membangun sistem sertifikasi halal yang transparan, akuntabel, dan kredibel

Rusia Incar Pelancong Muslim sebagai Pariwisata Global

this formate

Dua orang pelanggan di Bakhetle, supermarket halal pertama dari Kazan, di Staro-Tatarskaya Sloboda.( Foto:Maksim Bogodvid/RIA Novosti)

MOSKOW, bisniswisata.co.id: Seiring dengan semakin ketatnya sanksi Barat dan semakin dalamnya keretakan geopolitik, Rusia mendapati dirinya mengkalibrasi ulang aliansi ekonomi dan arus perdagangannya. Pariwisata, yang telah lama menjadi jembatan simbolis dan ekonomi, tidak luput dari dampaknya.

Menurut data Bea Cukai dan Perlindungan Perbatasan AS dan Airlines Reporting Corporation, kedatangan internasional di bandara AS dan pemesanan penerbangan musim panas dari Eropa telah turun masing-masing sebesar -1,5% dan -2%, dibandingkan dengan tahun lalu. Penurunan tersebut memungkinkan negara-negara lain untuk memposisikan diri mereka sebagai tujuan alternatif.

Salah satu yang paling ambisius di antara mereka adalah Rusia, yang secara aktif mengembangkan pasar baru. Di garis depan poros ini adalah segmen perjalanan Muslim.

Dari memperluas akomodasi bersertifikat halal hingga membingkai ulang warisan budayanya melalui lensa Islam, Rusia memposisikan dirinya sebagai tujuan yang menarik bagi para pelancong dari Timur Tengah, Afrika Utara, dan negara-negara mayoritas Muslim di Asia.

Angka awal dan kerangka kebijakan baru menunjukkan bahwa ini bukan permainan jangka pendek, tetapi bagian dari penataan ulang strategis jangka panjang.

Pendatangan dari Teluk melonjak saat Rusia menggantikan pasar Barat

Menurut laporan Skift pada Maret 2025, Amerika Serikat mengalami penurunan 10,3% dalam kedatangan dari 20 pasar sumber internasional utama. Namun, Rusia mengalami hal yang sebaliknya.

Pada tahun 2023, kedatangan dari Arab Saudi melonjak sebelas kali lipat, Kuwait enam kali lipat, dan Qatar serta UEA empat kali lipat. Menurut Layanan Statistik Negara Federal Rusia, jumlah pengunjung dari Iran naik sepertiga.

Ini bukan lonjakan yang terisolasi—ini menandakan perubahan struktural. Rusia dan Oman baru-baru ini menyelesaikan perjanjian perjalanan bebas visa, dengan penerbangan langsung antara Muscat dan Moskow sekarang beroperasi.

UEA sudah mendapat manfaat dari pengecualian visa 90 hari, dan pengaturan serupa sedang berlangsung dengan Yordania dan Bahrain. Pada awal 2025, setidaknya 150 penerbangan mingguan menghubungkan Moskow dengan pusat-pusat utama Teluk: Dubai, Abu Dhabi, dan Sharjah.

Rusia terapkan standar halal untuk menyambut wisatawan Muslim

Untuk mengakomodasi arus wisatawan ini, diperlukan lebih dari sekadar ruang terbuka. Pada tahun 2023, pemerintah Rusia memperkenalkan standar sertifikasi halal nasional, “Produk dan Layanan Halal,” yang dirancang untuk menyelaraskan sektor perhotelan, makanan, dan kesehatan negara tersebut dengan norma-norma Islam internasional.

Landasannya bahkan sudah diletakkan lebih awal. Aerostar Hotel di Moskow, misalnya, mulai beradaptasi dengan tamu Muslim jauh sebelum standar federal.

“Sekitar 70% tamu kami berasal dari luar negeri, dan 13% di antaranya berasal dari negara-negara Muslim, terutama Iran,” kata Lyubov Shiyan, direktur pemasaran hotel tersebut.

Sebagai tanggapan, hotel tersebut memperkenalkan 20 kamar ramah halal yang dilengkapi sajadah, penunjuk arah kiblat, Al-Quran, dan fasilitas bersertifikat halal.

Dapur terpisah menyiapkan makanan dengan protokol halal yang ketat, sementara staf menyediakan layanan yang bijaksana dan sadar budaya.

Tren ini semakin populer di wilayah lain. Setelah audit selama enam bulan, Hotel Erbelia di Rosa Khutor memperoleh sertifikasi Ramah Muslim di Sochi.

Pendekatan mereka meliputi menu halal dan ruang sholat, seragam staf yang sederhana, dekorasi kamar yang sesuai, dan pelatihan tentang prinsip-prinsip keramahtamahan Islam.

Namun, jumlah hotel bersertifikat masih sedikit: dua di Tatarstan, satu di Sochi, dan beberapa lainnya dalam proses pendaftaran.

Namun, insentif yang didukung negara dan permintaan yang meningkat menunjukkan bahwa perluasan yang cepat sudah di depan mata.

Tatarstan muncul sebagai jangkar spiritual dan budaya

Sementara Moskow dan Sochi menanggapinya dengan peningkatan keramahtamahan, Republik Tatarstan menjadi jangkar bagi dorongan pariwisata berbasis budaya dan agama Rusia.

Sebagai wilayah dengan akar Islam yang kuat, Tatarstan telah mengalami peningkatan pengunjung tahunan sebesar 15% dari negara-negara OKI, menurut Layanan Statistik Negara Federal.

Tempat-tempat seperti kota kuno Bolgar—tempat Islam diadopsi oleh Bangsa Bulgar Volga pada tahun 922—dan Masjid Putih, bangunan modern mencolok yang sering disamakan dengan Taj Mahal, menarik wisatawan Muslim dari seluruh dunia.

Ziarah “Izge Bolgar Zhyeni”, yang diadakan setiap bulan Mei, mendatangkan ribuan pengunjung domestik dan internasional.

Persembahan budaya ini semakin dipadukan dengan keterlibatan tingkat tinggi. Pada tahun 2023, Rusia-Dunia Islam: KazanForum menjamu para pemimpin dari 57 negara OKI.

Acara ini menampilkan kunjungan ke tempat-tempat keagamaan yang dipandu dan pameran yang memamerkan sepuluh relik Nabi Muhammad (saw) yang telah diautentikasi, yang menambah kewibawaan diplomatik dan spiritual.

Tatarstan memperluas pilihan kesehatan dan kebugaran halal

Wilayah ini juga memimpin ceruk yang kurang dikenal tetapi berkembang pesat: wisata medis halal. Sanatorium dan pusat kebugaran bersertifikat kini menawarkan perawatan yang menghormati standar etika dan diet Islami, yang ditujukan untuk menarik wisatawan berpenghasilan tinggi dari Teluk dan pasar OKI yang lebih luas.

Menurut laporan IRNA, upaya ini merupakan bagian dari strategi nasional terkoordinasi untuk mengintegrasikan prinsip-prinsip halal ke dalam wisata kesehatan dan kebugaran. Inisiatif ini memadukan iman dengan perencanaan ekonomi jangka panjang.

Moskow meluncurkan panduan dan layanan perjalanan yang ramah Muslim

Sementara Tatarstan menawarkan kedalaman spiritual, Moskow merangkul perubahan yang lebih kosmopolitan dan berorientasi pada layanan.

Pada tahun 2023, Komite Pariwisata Kota Moskow meluncurkan Panduan Ramah Muslim yang komprehensif bekerja sama dengan RUSQuality dan Pusat Standardisasi Halal di bawah Administrasi Spiritual Muslim Federasi Rusia.

Panduan ini mencakup restoran halal, masjid, hotel bersertifikat, dan area perbelanjaan dan didistribusikan dalam format cetak dan digital. Berpusat di sekitar bangunan bersejarah seperti Masjid Katedral Moskow yang dibangun kembali—salah satu yang terbesar di Eropa, dengan kapasitas 10.000 jamaah—Moskow mengubah citranya sebagai pusat yang ramah bagi wisatawan yang sadar akan halal.

Festival, lomba membaca Al-Qur’an, tenda Ramadan, dan pameran Islam kini menjadi sorotan utama dalam kalender pariwisata kota ini. Pada tahun 2023 saja, lebih dari 42.000 pengunjung UEA datang ke Moskow—peningkatan delapan kali lipat dari tahun sebelumnya dan 95 kali lebih tinggi dari tahun 2017. Para pejabat memperkirakan pertumbuhan berkelanjutan hingga tahun 2025.

Perhotelan halal menghadapi tantangan peningkatan skala di luar kota-kota besar

Meskipun ada momentum, rintangan tetap ada. Hotel bersertifikat masih jarang di luar pusat kota besar, dan pelatihan staf perhotelan dalam praktik terbaik halal merupakan tantangan yang berkelanjutan.

Dmitry Arutyunov, CEO Art-Tour, menunjukkan bahwa sistem pembayaran adalah titik gesekan lainnya—banyak pengunjung dari Teluk harus bergantung pada uang tunai atau kartu prabayar anonim karena pembatasan perbankan.

Masalah lainnya adalah biaya. Menurut Skift, rata-rata turis Teluk menghabiskan sekitar $1.500 per kunjungan, belum termasuk tiket pesawat. Hal itu membuat segmen tersebut sangat menguntungkan tetapi juga sangat menuntut, khususnya dalam hal standar layanan mewah, penyesuaian, dan privasi.

Strategi pariwisata Rusia memasuki era baru

Penjangkauan Rusia ke pasar perjalanan Muslim bukan hanya tentang menutupi kerugian dari Barat. Hal itu mencerminkan kalibrasi ulang yang lebih luas atas hubungan diplomatik, ekonomi, dan budaya negara tersebut.

Meningkatnya kehadiran investor Teluk, turis medis, dan pelancong berbasis agama menandakan di mana Moskow melihat aliansi masa depan terbentuk.

Dengan meningkatnya kelas menengah Muslim global, mobilitas perjalanan yang lebih besar, dan ekspektasi yang lebih tinggi untuk pengalaman yang sesuai secara budaya, negara-negara yang beradaptasi lebih awal akan memperoleh keuntungan paling banyak.

Meskipun terlambat memulai, Rusia bergerak dengan tujuan. Dari menara masjid Tatarstan hingga jalur pegunungan Sochi, infrastrukturnya mulai bermunculan—begitu pula narasinya.

Malaysia Dorong Standardisasi Ekonomi Halal Melalui Aliansi Asia Tenggara-Timur Tengah

this formate

KUALA LUMPUR, bisniswisata.co.id: Seiring dengan meningkatnya kemakmuran konsumen Muslim di seluruh dunia, permintaan mereka akan produk dan layanan yang mencerminkan nilai-nilai Islam mendorong perluasan “ekonomi halal.”

Sektor ini mencakup barang dan jasa yang sesuai dengan prinsip-prinsip Islam, yang mencakup makanan dan minuman, farmasi, perbankan, asuransi, kosmetik, dan mode.

Dilansir dari halaltimes.com, pertumbuhan pasar yang pesat ini telah menimbulkan tantangan, karena banyak negara mengoperasikan lembaga sertifikasi dan logo halal mereka sendiri, yang berpotensi menimbulkan kebingungan bagi konsumen dan bisnis.

Pada Forum Ekonomi ASEAN-GCC Fortune di Kuala Lumpur pada 28 Mei 2025, Wakil Perdana Menteri Malaysia, Ahmad Zahid Hamidi, menguraikan rencana ambisius untuk menstandardisasi dan memperluas ekonomi halal.

Dia mengumumkan bahwa Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN), yang terdiri dari 10 negara, pada prinsipnya telah sepakat untuk mengadopsi logo halal terpadu di seluruh kawasan. Langkah ini bertujuan untuk menyederhanakan proses sertifikasi dan meningkatkan kepercayaan konsumen.

Selain itu, Ahmad Zahid mengungkapkan rencana untuk membahas kerangka sertifikasi halal global pada pertemuan puncak di Riyadh pada November 2025, yang menandakan niat Malaysia untuk memimpin upaya standardisasi global.

“Halal bukan hanya tentang makanan dan minuman, tetapi juga mencakup farmasi, perbankan, asuransi, dan cara hidup umat Islam. Kami bermaksud untuk berbagi pengetahuan ini secara global,” kata Ahmad Zahid.

Berbicara dalam sebuah panel tentang pengembangan investasi antara ASEAN dan Dewan Kerjasama Teluk (GCC), yang meliputi Arab Saudi, Qatar, Uni Emirat Arab, Bahrain, Kuwait, dan Oman. dia didampingi oleh Jing Guangjun, ketua Guangzhou Industrial Investment Holdings Group, yang menyoroti potensi kolaborasi lintas kawasan.

Pasar halal global mengalami pertumbuhan yang signifikan. Menurut Salaam Gateway, sebuah organisasi yang berbasis di Dubai yang melacak ekonomi Islam, konsumen Muslim menghabiskan US$2,29 triliun untuk produk dan layanan halal pada tahun 2022, dengan proyeksi yang memperkirakan kenaikan menjadi US$3,1 triliun pada tahun 2027.

Malaysia, negara dengan mayoritas Muslim, berada di garis depan sektor ini di Asia Tenggara. Bank terbesar di negara itu, Maybank, adalah penyedia keuangan yang sesuai dengan Syariah terkemuka di kawasan ini, yang menghindari transaksi berbasis bunga sesuai dengan hukum Islam.

Negara-negara ASEAN lainnya, termasuk Indonesia (negara dengan mayoritas Muslim lainnya), Thailand, Filipina, dan Singapura, juga memiliki populasi Muslim yang cukup besar yang mendorong permintaan akan produk halal.

Munculnya negara-negara mayoritas Muslim berpenghasilan menengah telah memicu permintaan akan alternatif halal di sektor-sektor seperti kosmetik dan mode, memacu pertumbuhan perusahaan dan perusahaan rintisan lokal.

Malaysia, sebagai ketua ASEAN saat ini, memanfaatkan posisinya untuk mempromosikan ekonomi halal sambil membina kemitraan ekonomi yang lebih luas.

Di luar ekonomi halal, Ahmad Zahid menekankan visi Malaysia untuk “kemitraan cerdas” yang menghubungkan ASEAN, GCC, dan Tiongkok.

Dia mencatat bahwa ASEAN dan Tiongkok memiliki sejarah panjang kolaborasi, dan mengintegrasikan GCC ke dalam kemitraan ini dapat membuka peluang baru, khususnya dalam kecerdasan buatan (AI).

“Setiap negara dan kawasan harus memanfaatkan peluang untuk berbagi teknologi baru,” katanya, sambil menunjuk pada investasi GCC yang terus tumbuh di ASEAN dan kemajuannya dalam AI, terutama melalui G42 UEA, perusahaan induk investasi AI terkemuka.

Dorongan Malaysia untuk berkolaborasi meluas ke pembangunan berkelanjutan dan berbagi teknologi. Ahmad Zahid menyoroti bahwa ASEAN tidak berorientasi ke dalam tetapi berwawasan ke depan, yang bertujuan untuk memperkuat hubungan dengan GCC dan Tiongkok untuk mendorong pertumbuhan ekonomi bersama.

Area potensial untuk kolaborasi meliputi energi terbarukan, ekonomi digital, dan pembangunan infrastruktur, yang sejalan dengan tujuan ekonomi Malaysia yang lebih luas di bawah Perdana Menteri Anwar Ibrahim.

Pertumbuhan Ekonomi Halal: Ekspansi ekonomi halal didorong oleh tren demografi dan ekonomi. Populasi Muslim global, yang diproyeksikan mencapai 2,2 miliar pada tahun 2030, semakin urban dan makmur, sehingga meningkatkan permintaan untuk produk bersertifikat halal.

Peran Malaysia: Sebagai ketua Dewan Pengembangan Industri Halal, Ahmad Zahid memposisikan Malaysia sebagai pusat global untuk sertifikasi dan inovasi halal. Sertifikasi halal Malaysia sudah dikenal luas, dan logo ASEAN yang terpadu dapat semakin meningkatkan pengaruhnya.

Kepemimpinan AI GCC: G42 UEA telah membuat langkah signifikan dalam AI, bermitra dengan perusahaan teknologi global untuk mengembangkan solusi dalam perawatan kesehatan, keuangan, dan kota pintar, yang dapat melengkapi inisiatif ekonomi digital ASEAN.

Sinergi ASEAN-GCC-Tiongkok: Area potensial untuk kolaborasi meliputi teknologi hijau, keuangan Islam, dan integrasi rantai pasokan, memanfaatkan keahlian energi GCC, basis manufaktur ASEAN, dan sumber daya teknologi dan keuangan Tiongkok.

Dengan memperjuangkan ekonomi halal yang terstandarisasi dan membina kemitraan yang cerdas, Malaysia bertujuan untuk menjembatani Asia Tenggara, Timur Tengah, dan Tiongkok, menciptakan ekosistem ekonomi dinamis yang mencerminkan nilai-nilai bersama dan inovasi teknologi.