Sukabumi Selatan Potensial Kembangkan Agrowisata

this formate

SUKABUMI, bisniwisata.co.id: Wilayah selatan Kabupaten Sukabumi Jawa Barat dianggap potensial untuk dikembangkan sebagai kawasan agrowisata. Terlebih kawasan ini ditetapkan UNESCO sebagai geopark dunia.

“Potensi angrowisata di selatan cukup besar tinggal dikelola dengan baik,” ujar Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kecamatan Surade H Sahlan seperti dilansir laman Republika, Selasa (17/4).

Pasalnya di selatan Sukabumi banyak dihasilkan produk pertanian lokal selain padi yang kualitasnya tidak kalah bila dibandingkan dari daerah lain. Di sisi lain banyaknya wisatawan berkunjung ke selatan karena kehadiran geopark bisa menjadi peluang untuk pengembangan kawasan agrowisata.

Para pengunjung bisa diarahkan ke kawasan pertanian untuk memetik hasil panen pertanian secara langsung seperti buah-buahan blewah, semangka, melon dan produk pertanian lainnya. “Nantinya produk itu bisa dilangsung dikonsumsi para wisatawan maupun menjadi oleh-oleh bagi para pengunjung. Konsep tersebut memerlukan dukungan dari pemerintah dan elemen masyarakat lainnya,” sambungnya.

Bila kawasan agrowisata ini dikembangkan, roda perekonimian warga khususnya petani akan terus berkembang dengan baik. Harapannya tingkat kesejahteraan masyarakat di selatan akan semakin meningkat dibandingkan sebelumnya.

Bupati Sukabumi Marwan Hamami mengakui bidang pertanian dan pariwisata merupakan dua sektor unggulan di Sukabumi. “Ke depan kedua hal ini akann terus dikembangkan untuk mendorong perekonomian warga,” cetus dia. (REP)

Kebaya kontemporer Indonesia Curi Perhatian Warga Hungaria

this formate

BUDAPEST, bisniswisata.co.id: Kreasi busana kebaya kontemporer rancangan desainer Mira Indria melenggang sempurna, elegan dan cantik diiringi lagu Cintaku dari Chrisye, sehinggga mencuri perhatian, decak kagum dan memukau penonton pada peragaan busana tahunan di Budapest, Hongaria.

Pagelaran busana ini sebagai bagian dari Global Sustainable Week yang berlangsung sejak 11 April 2018. “Sesuai tema Global Fashion Week tahun ini yaitu Sustainable Fashion, rancangan busana khas Indonesia karya Mira Indria dibuat spesial dari bahan ramah lingkungan,” demikian keterangan Pensosbud KBRI Budapest yang diterima, Selasa (17/4/2018).

Busana Mira juga mendapatkan apresiasi tinggi dari para pegiat dunia mode karena busana tersebut dalam pembuatannya melibatkan penyandang disabilitas.

Sementara dalam akun instagramnya Mira memperlihatkan berbagai busana buatannya. Berlatar belakang sebagai desainer couture, Mira pun menghadirkan kreasi busana yang penuh detail rinci. Dengan siluet yang menampilkan lekuk tubuh, Mira menghadirkan busana dengan paduan bahan sheer berbagai warna termasuk merah dan hitam. Siluetnya dibuat sedikit seksi dengan garis leher lebar dan high slit.

Mira juga memadukannya dengan outerwear senada dengan bahan kain Indonesia. Selain menggunakan berbagai bahan yang ramah lingkungan, busana buatan desainer Indonesia ini juga diapresiasi pegiat mode karena melibatkan penyandang disabilitas dalam proses pembuatannya.

Mengutip laman Global Sustainable Fashion Week, dalam fashion show ini, Mira tampil bersama dengan beberapa desainer lain dari berbagai negara. Mira berbagi panggung dengan Kalina Kuzmanova dan Elena Alexy dari Bulgaria, Christina Omollo dari Kenya, Juliya Neva dari Rusia, Krivanics Agnes dan Szepligeti Agi (orang Hungaria dari London), dan Kortvely Adrienn dari Hungaria.

Duta Besar Indonesia untuk Hongaria, Wening Esthyprobo yang mewakili Mira Indria dalam wawancaranya salah satu TV Nasional Hongaria, menjelaskan partisipasi Indonesia, membuktikan perancang busana Indonesia diakui dunia mode international dan tidak kalah bersaing dengan rancangan para perancang dunia lainnya.

Kegiatan Global Sustainable Fashion Week yang berlangsung sejak tanggal 11 April tersebut sangat unik, karena mengutamakan sustainabilitas dan bagaimana produk busana dapat membantu lingkungan sekitar.

“Partisipasi Indonesia membuktikan bahwa perancang busana Indonesia diakui dunia mode internasional dan tak kalah saing dengan rancangan para perancang dunia lainnya,” ungkap Duta Besar Hungaria, Wening Esthyprobo. Pagelaran busananya ini dilakukan sebagai bagian dari Global Sustainable Week yang berlangsung sejak 11 April 2018 lalu.

Dalam keterangannya, Pensosbud KBRI Budapest yang diterima Antara London, sesuai dengan tema Global Fashion Week 2018 yang mengangkat tentang sustainable fashion, Mira Indria pun menghadirkan kreasi kebaya kontemporer berbahan ramah lingkungan. (NDY)

PT Hotel Mandarin Jual Aset Goodway Hotel Batam

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: PT Hotel Mandarin Regency Tbk (HOME) menyepakati lagi penjualan Goodway Hotel Batam senilai Rp158 miliar dan penjualan 99,99% saham PT Warga Tri Manunggal senilai Rp87 miliar. Setelah transaksi tersebut perseroan akan telah menjadi pengelola Goodway Hotel Batam dengan PT Nieltha Tama. Keduanya telah sepakat pada 2 April 2018.

Artinya, seperti dilansir laman Inilah.com, Selasa (17/04/2018) perseroan akan tetap dapat menerima pendapatan dan hasil dari Goodway Hotel Batam sebagai pengelola hotel. Sementara perseroan memiliki anak usaha bernama PT Warga Tri Manunggal yang memiliki tanah kosong dengan luas kotor 101.626 meter persegi i Jalan Hang Lekiu, Sambau Nongsa, Batam.

PT Nieltha Tama selaku pembeli akan membayar segera bertahap dengan pembayaran masing-masing transaksi sebesar Rp30 miliar sejak kesepakatan penjualan Goodway Hotel Batam dan Rp30 miliar untuk pengikatan transaksi saham PT Warga Trim Manunggal. Pelunasan sisa pembayaran dengan jangka waktu 12 bulan.

Penjualan tersebut karena tingkat profitabiitas perseroan rendah. Hal ini karena beban penyusutan bangunan hoel dan juga beban bunga yang menggerus porlsi laba operasional perusahaan.

Untuk itu dengan transaksi penjualan dan penyewaan kembali atau sale and leaseback Goodway Hotel Batam. Perseroan juga akan mendapatkan tambahan dana segar untuk penulasi utang, untuk ekspansi, modal kerja dan mengeluarkan beban penyusutan dari laporan rugi-laba berseroan.

Alasan lain adalah perseroan melihat adanya peluang yang positif untuk bisnis hotel dan pariwisata di daerah-daerah lain. Artinya yang memiliki potensi pengembangan pariwisata sangat baik. Dengan demikian perseroan akan memiliki modal kerja yang cukup untuk mewujudkan impian ekspansi tersebut. (INI)

Menyedihkan, Taman Mini Cuma Dikunjungi 50.000 Turis Asing

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Ketua Tim Percepatan Pengembangan Wisata Bahari Kementerian Pariwisata (Kemenpar) Dwisuryo Indroyono Soesilo mengaku sedih dengan tingkat kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Taman Mini Indonesia Indah (TMII) hanya 50.000 orang. Padahal, kunjungan wisman ke Jakarta tahun lalu mencapai 2,5 juta orang.

“Lho kok Taman Mini nggak kecipratan. Apa kurang promosinya, apa travel agent di Jakarta tidak memasukkan dalam daftar kunjungan. Terus terang saya sedih membaca kecilnya kunjungan wisman. Ini harus dicarikan solusinya,” lontar Indroyono Soesilo saat jumpa pers Expo ke-2 PUTRI di Kantor Kemenpar Jakarta, Senin (16/4/2018).

Salah satu solusinya, lanjut Indroyono, TMII dijadikan sebagai destinasi wisata budaya untuk kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) kapal pesiar (cruise ship) yang singgah di pelabuhan Tanjung Priok Jakarta. Dengan kata lain, turis kapal pesiar yang singgah di Jakarta, salah satu sasaran kunjungannya ke TMII.

“Saya pikir ke TMII itu, sangat layak karena potensinya sebagai destinasi wisata budaya dan miniatur Nusantara menjadi daya tarik wisman. TMII sebagai destinasi wisata budaya memiliki banyak keunggulan terutama tampilkan seni budaya dari 34 paviliun yang menggambarkan sebagai miniatur Nusantara,” jelasnya.

Diakuinya, ketika kapal pesiar (cruise) dari Singapura Genting Dream atau Dream Cruises yang membawa sekitar 6.000 wisman merapat di Tanjung Priok Jakarta, belum lama ini dibawa mengunjungi TMII. “Ternyata mereka sangat kagum, dan tak percaya Indonesia memiliki obyek wisata yang menarik di kota Jakarta. Dan mereka tak tahu jika Jakarta punya TMII. Jadi TMII ideal untuk destinasi budaya wisman kapal pesiar yang sangat ideal,” lontarnya.

Selain kunjungan wisman cruise, sambung dia, upaya lain menjadikan sebagai destinasi wisata budaya untuk kegiatan MICE (Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition/Event) di Jakarta. “Banyak kegiatan MICE di Jakarta kita coba tawarkan paket TMII baik untuk pre dan post meeting. Sehingga lama tinggal wisatawan di Jakarta semakin bertambah,” kata Indroyono Soesilo.

Karena itu, tahun 2018 target kunjungan wisatawan asing ke TMII bisa tembus 1,5 juta wisman dari 2,5 juta wisman yang ke Ke jakarta. Sejak Januari hingga Maret 2018 sudah mencapai 100.000 orang turis asing ke TMII. “Ini kan sudah naik 100 persen dibandingkan setahun sebelumnya. Kita terus menggejot kunjungan ke TMII dengan target sebanyak-banyaknya,” tandasnya.

Solusi lainnya, mengajak 34 Pemerintah provinsi agar mengaktifkan kembali keberadaan paviliun di TMII. Membangun kembali kondisi paviliun yang lebih modern, karena ada yang menilai paviliun setiap propunsi sudah jadul, membosankan sehingga perlu sentuhan baru, penambahan ornamen, mengaktifkan seni budaya setempat hingga sentehan teknologi, sarannya.

Ketua Tim Percepatan Wisata Sejarah, Religi, Tradisi, dan Seni Budaya Kemenpar Tetty Arianto mengatakan, TMII  merupakan destinasi wisata budaya paling lengkap di Indonesia, yang dalam tujuh tahun ke depan akan memasuki usianya ke-50 atau menjadi cagar budaya Indonesia. “Fokus kita saat ini adalah mempromosikan dan menjual paket TMII agar banyak dikunjungi wisman,” papar Tetty .

Salah satu upaya mempromosikan dan menjual paket TMII antara lain dengan menggandeng para pengelola taman rekreasi yang tergabung dalam PUTRI untuk berjualan bersama yang dikemas sebagai Expo ke-2 PUTRI dan akan berlangsung di Sasono Adiguno TMII pada 19-22 April 2018 mendatang.

Selain itu dengan menggundang para tour operator, diantaranya belum lama ini dari Malaysia, berkunjung ke TMII ,”Para tour operator Malaysia terkagum-kagum. Mereka menyebut kampoeng budaya TMII. Mereka akan membuat paket kunjungan ke TMII,” tambahnya.

Ketua Umum Perhimpunan Usaha Taman Rekreasi Indonesia (PUTRI) Bambang mengatakan, kegiatan utama dari Expo ke-2 PUTRI berlangsung di Sasono Adiguno TMII adalah table top yang mempertemukan 100 tour operator (buyers) dengan 30 pengelola taman rekreasi anggota PUTRI sebagai sellers.

“Kita harapkan melalui kegiatan ini TMII semakin dikenal oleh tour operator serta mereka mau menjual paket kunjungan wisata budaya ke TMII. Kita berupaya keras menghidupkan TMII agar bergairah dikunjungi wisatawan,” kata Bambang.

Dijelaskan, dibangunnya TMII ini atas prakarsa Ibu Negara Tien Soeharto dengan tujuan ketimbang wisatawan asing ke Bali, Yogya dan Sumatera yang butuh waktu lama, lebih baik datang ke TMII karena seluruh seni budaya di Indonesia ada di TMII. “TMII pernah berjaya dikunjungi turis asing, namun sejak 10-15 tahun terakhir jumlah kunjungan wisman terus merosot,” ungkapnya.

TMII memiliki replika rumah adat tradisional dari seluruh Tanah Air dari Aceh hingga Papua yang mengambarkan seni budaya dan tradisi dari setiap provinsi di Indonesia. Selain itu memiliki taman flora dan fauna berupa; taman anggrek, herba, taman bunga dan taman burung serta beberapa museum. TMII menjadi salah satu tujuan wisata keluarga dan menjadi destinasi utama bagi wisatawan yang berkunjung ke Jakarta. (NDY)

22 Yacht Semarakkan Sabang Marine Festival 2018

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Sebanyak 22 kapal yacht dari berbagai negara ikut menyemarakkan Sabang Marine Festival (SMF) 2018, Event wisata bahari keempat kalinya, kini mengusung tema Sabang-Golden Marine Tourism Triangle yang bakal digelar di Pelabuhan CT 1 dan 3 Teluk Sabang, pada 26 hingga 30 April 2018.

“Jumlah peserta bisa membengkak disaat event Sabang Marine Festival akan digelar. Kami masih membuka kesempatan untuk bergabung dalam event tahunan ini, target kami pesertanya sebanyak-banyaknya,” papar Kepala Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Sabang (BPKS) Sayid Fadhil dalam jumpa pers di Gedung Sapta Pesona Jakarta, kantor Kemenpar, Senin (16/4/2018).

Dibanding tahun-tahun sebelumnya, sambung Sayid, jumlah ini mengalami kenaikan. Bahkan yang menggembirakan lama tinggal atau long stay mengalami peningkatan. “Kami optimis Sabang Marine Festival diminati para yachter karena Sabang memiliki kelebihan keindahan alam, keramahtamaan, sambutan yang hangat dari warga Sabang sehingga menjadi daya tarik yang tak ada di Langkawi dan Phuket,” paparnya.

Peningkatan kunjungan yacht ini merupakan dampak dari SMF yang merupakan ajang promosi wisata bahari sekaligus memperkenalkan potensi wisata di Kawasan Sabang (Kota Sabang dan Kecamatan Pulo Aceh Kabupaten Aceh Besar).

Apalagi telah ditunjuknya Pelabuhan Sabang sebagai salah satu pintu masuk kapal wisata cruise dan yacht di Indonesia, sesuai Peraturan Presiden No. 105 tahun 2015, telah menunjukkan perkembangan yang signifikan terhadap kunjungan kapal Cruise dan kapal wisata Yacht ke Sabang.

Pada SMF 2015, jumlah peserta sebanyak 17 yacht, meningkat menjadi 20 yacht pada 2016, dan 2017 sebanyak 23 yacht yang berasal dari berbagai belahan dunia. Negara-negara yang berperan serta di antaranya Selandia Baru, Jepang, Belanda, Australia, Filipina, Amerika Serikat, Denmark, Inggris, Kanada, Australia, Thailand, Swiss dan Spanyol.

Deputi Komersial dan Investasi BPKS Sabang, Agus Salim menambahkan, sejumlah persiapan sudah dilakukan melalui sosialisasi di dalam dan luar negeri. BPKS juga telah melakukan roadshow ke Langkawi dan Pangkor Malaysia bersama tim dari Kementerian Pariwisata pada 3-8 April lalu. Roadshow dilakukan untuk mempromosikan event SMF 2018 dan juga memperkenalkan keindahan wisata bahari kawasan Sabang kepada para pelayar (yachties) di Langkawi dan Pangkor Malaysia.

“BPKS juga telah mempersiapkan tempat yang akan diresmikan yaitu Sabang Marina Club yg dipusatkan di CT 1 dan memiliki akses yang baik serta fasilitas yang baik berupa WIFI, TV Cable dan fasilitas pendukung lainnya,” jelas Agus Salim.

Ketua Tim Percepatan Pengembangan Wisata Bahari Kemenpar Dwisuryo Indroyono Soesilo mengatakan, Sabang Marine Festival 2018, menempuh jalur pelayaran meliputi, Sabang (Indonesia), Phuket (Thailand), Langkawi (Malaysia). Sehingga menjadi momentum yang tepat untuk mendorong kerjasama tiga negara (Indonesia, Malaysia, dan Thailand) dalam kerangka IMT GT.

“Kerjasama IMT GT dapat dimulai dari kerjasama marine tourism, antara lain diwujudkan dalam Sabang Marine Festival 2018. Apalagi Indonesia mempunyai potensi yang luar biasa dibidang wisata bahari, sehingga pemerintah memberi perhatian serius untuk pengembangan, di antaranya melalui deregulasi serta peningkatan fasilitas pendukungnya,” jelasnya

Ditargetkan wisata bahari akan memberikan kontribusi sebanyak 4 juta wisatawan mancanegara (wisman), 500 ribu di antaranya wisman kapal pesiar (cruise) dari target 20 juta wisman pada 2019, kata Indroyono Soesilo.

Kemudahan perijinan masuknya kapal yacht dan cruise sebagai salah satu yang mendorong meningkatnya kunjungan wisman. Marine tourism di Indonesia, termasuk yang memperoleh kemudahaan pelayanan karantina, pelabuhan, imigrasi, bea dan cukai, serta administrator pelabuhan (QICP). “Pelayanan QICP untuk event SMF 2018 dilakukan dalam kantor layanan satu pintu supaya lebih cepat,” kata Indroyono.

Tujuan penyelenggaraan Sabang Marine Festival 2018 selain meningkatkan kunjungan wisman ke Sabang, juga dalam rangka melahirkan jalur Regatta Yachting Golden Triangle SaPhuLa (Sabang, Phuket & Langkawi), sebagai jalur tiga destinasi dalam satu paket wisata.

Sehingga event ini menjadi momentum untuk melakukan kompetisi free diving kelas dunia, karena Sabang merupakan destinasi diving kelas dunia memiliki lebih dari 22 diving site sebagai salah satu daya tarik.

Sebagai marine tourism kelas dunia, Sabang memproyeksikan tahun ini dikunjungi sebanyak 61 kapal yacht, 9 kapal cruise, dan 6.210 divers, total sebanyak 29 ribu wisman, sedangkan tahun 2019 akan meningkat menjadi 76 kapal yacht, 10 kapal cruise, dan 10.736 divers total sebanyak 38.681 wisman

Event ini dimeriahkan dengan berbagai kegiatan antara lain: Kenduri Laot, Art and Performance, Yachts Parade, Fun Bike, City Tour Sabang dan Banda Aceh, serta Launching Sabang Yacht Club. (END)

Promosi Wisata Indonesia di Venezuela Diacungi Jempol

this formate

CARACAS, bisniswisata.co.id: Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya memberikan dua jempol buat Kedutaan Besar Republik Indonesia di Venezuela. Desain logo Wonderful Indonesia dan gambar penari Bali tampil di kereta bawah tanah di Kota Caracas, Venezuela.

“Terima kasih KBRI Venezuela!” sebut Menpar Arief Yahya yang dimention ke Duta Besar Lufhfie Witto’eng dalam keterangan tertulis yang diterima Redaksi Bisniswisata.co.id, Senin (16/04/2018).

Inilah bentuk konkret dari spirit Indonesia Incorporated yang sejak 3 tahun silam disampaikan Menpar Arief Yahya. Bahkan sebelum berangkat tugas ke negara-negara, Arief Yahya berpesan ke para duta besar, menitipkan promosi pariwisata Indonesia.

Kementerian Pariwisata, lanjut mantan Dirut PT Telkom ini, mengucapkan terima kasih dan apresiasi yang tinggi atas kreativitas KBRI Venezuela. Apalagi ada 2 juta orang yang lalu lalang melalui 4 lines dan 22 stasion di Metro Caracas itu.

Memang, dengan keterbatasan budget, Kemenpar harus berkolaborasi mengajak seluruh KBRI untuk bersama-sama promosi. Kemenpar fokus berpromosi di negara-negara pasar utama, seperti China, Singapore, Malaysia, Australia, India, Jepang, Korea, beberapa negara di Eropa Amerika dan Timur Tengah.

Negara-negara yang jauh dari 10 Top Originasi, Menteri Arief Yahya mengajak seluruh komponen bangsa untuk mempromosikan pariwisata Indonesia. Baik instansi pemerintah, maupun swasta, diaspora dan pelajar mahasiswa di seluruh dunia.

“Karena kalau kita kompak, solid, bergerak bersama, berpromosi pariwisata bersama, maka bangsa ini akan cepat dikenal di seluruh penjuru dunia. Sekali lagi, terima kasih KBRI Venezuela,” jelasnya.

Ketiga, kerjasama kreatif yang dilakukan KBRI dengan lembaga atau instansi di negara tempat mereka bertugas itu penting, untuk membuka kerjasama TTI – Tourism Trade Investment ke Indonesia.

Tourism atau pariwisata adalah pintu pembuka kerjasama yang ideal. Semoga di negara lain, akan banyak kerjasama KBRI yang bermanfaat buat bangsa Indonesia. Kereta bawah tanah Metro Caracas itu cukup populer dan menjadi sarana transportasi publik sejak tahun 1983. Metro Caracas memiliki 22 stasiun yang menghubungkan Caracas barat dan timur.

Pemasangan logo dilakukan Jumat (13/4) waktu setempat oleh KBRI Caracas disaksikan Wakil Menteri Pariwisata Venezuela Ali Ernesto Padron Paredes, Presiden Metro Caracas Mayor Jenderal Cesar Vega, serta pejabat Kemlu dan Kementerian Kebudayaan Venezuela.

Wamen Pariwisata menyatakan, kerja sama pariwisata antara Indonesia dan Venezuela bisa terwujud. “Metro Caracas bangga sudah memberikan ruang promosi budaya dan pariwisata Indonesia dalam upaya meningkatkan hubungan kedua negara,” ungkap Presiden Metro Caracas Cesar Vega yang dikutip media.

Promosi wisata ini bergambar tari Bali, Candi Borobudur, Candi Prambanan, Pulau Komodo, Taman Laut Bunaken dan lainnya. Promosi ini akan berlangsung hingga 3 bulan ke depan. Salam Pesona Indonesia. (redaksibisniswisata@gmail.com)

Pembekuan Penerbangan Garuda Rute Manado-Denpasar Diperpanjang

this formate

MANADO, bisniswisata.co.id: Maskapai Garuda Indonesia memperpanjang masa pembekuan sementara rute penerbangan langsung Manado-Denpasar. Pembekuan yang awalnya dilakukan hingga akhir April 2018, malah diperpanjang menjadi akhir Oktober 2018.

“Iya sementara tidak beroperasi sampai dengan Oktober mendatang,” papar General Manager Garuda Indonesia Branch Office Manado Donald Jerry Rieuwpassa seperti dilansir laman Bisnis.com, Senin (16/04/2018).

Donald mengaku, pertimbangan utama yang membuat pihaknya mengambil langkah ini adalah terkait masalah operasional penerbangan. Padahal, sebelumnya dia mengaku pembekuan sementara sudah direncanakan sejak awal.

Donald sebelumnya pernah memaparkan, tingkat keterisian penumpang Garuda Indonesia rute langsung Manado-Denpasar rata-rata hanya 65 persen sejak dibuka pada 2015. Pihaknya berharap persentase itu naik hingga 70 persen agar menutupi semua biaya.

Dengan dibekukannya rute langsung itu, Garuda Indonesia melakukan pengalihan penerbangan transit ke Makassar dan Jakarta. Hampir semua penumpang yang sudah membeli tiket penerbangan Manado-Denpasar, sambung Donald, sudah diakomodasi. “Hampir semua penumpang sudah kita akomodir di flight lainnya,” ucapnya.

Pada akhir bulan lalu, Garuda Indonesia menggelar Travel Fair (GATF 2018) di Manado. Dalam gelaran itu, rute Manado-Denpasar turut ditawarkan ke masyarakat. Namun, Donald tidak merinci lebih lanjut jumlah pemesanan tiket penerbangan rute tersebut. (NDY)

Dikaji, Pembatasan Kunjungan Wisatawan ke TN Komodo

this formate

KUPANG, bisniswisata.co.id: Pembatasan jumlah kunjungan wisatawan ke berbagai titik dalam kawasan wisata Komodo, hingga kini masih menunggu hasil kajian daya dukung (carrying capacity). Kajian ini untuk menentukan tingkat toleransi sumber daya alam yang ada terhadap jumlah kunjungan wisatawan,”

“Memang Otoritas Taman Nasional Komodo membatasi jumlah pengunjung (wisatawan), guna mencegah stressing yang dihadapi binatang purba raksasa komodo (Varanus komodoensis),” papar Kepala Balai Taman Nasional Komodo Budi Kurniawan seperti dilansir laman Antara di Kupang, Senin (16/4).

Budi menyatakan, kajian daya dukung dilakukan pada lebih dari 40 spot wisata yang berada di dalam kawasan wisata Komodo. Sebelas di antara puluhan spot ini, lanjutnya, sudah dikaji dan teridentifikasi pihak WWF (World Wide Fund for Nature) terutama untuk spot wisata menyelam (dive spot).

TN Komodo bersama pihak Pusat Pengendalian Pembangunan Ekoregion (P3E) Bali dan Nusa Tenggara dan dibantu Bank Dunia sementara mengkaji spot-spot yang belum diidentifikasi WWF termasuk spot wisata di darat. Kajian ini diharapkan tuntas pada tahun 2018, sehingga otoritas terkait bisa mengeluarkan kebijakan menata jumlah arus wisatawan yang berkunjung ke spot-spot yang ada.

“Nanti dari hasil kajian ini akan muncul angkanya, di titik spot tertentu maksimal per harinya ada berada orang,” kata Budi sambil menambahkan toleransi jumlah kunjungan wisatawan di kawasan konservasi tidak bisa diestimasikan karena sifatnya dinamis berkaitan dengan kondisi ekosistem.

Menurutnya, pada saat tertentu dengan pertimbangan pemulihan ekosistem, maka kawasan destinasi tertentu bisa ditutup agar tidak mengancam kepunahan satwa komodo yang keberlangsungan hidupnya sangat tergantung pada dukungan alam.

“Makanya paling tidak nanti dari kajian ini mengestimasikan maksimum jumlah kunjungan yang masih toleran terkait dampaknya terhadap kondisi sumber daya alam yang ada,” sambungnya. (NDY)

Jennifer Lopez Terjun Bisnis Industri Kecantikan

this formate

NEW YORK, bisniswisata.co.id: Industri kecantikan begitu menggoda para pesohor dunia. Makin banyaknya aktris atau penyanyi yang ikut mencapkan namanya di industri kecantikan. Setelah Rihanna berkolaborasi dengan Fenty Beauty dan Victoria Beckham menggandeng Este Lauder juga Gigi Hadid berkolaborasi di bawah bendera drugstore Maybelline, kini giliran Jennifer Lopez.

Penyanyi yang populer disebut JLo mengonfirmasi dirinya akan segera merilis lini make-up. Dalam proyek ini biduan asal Amerika tak bekerja sendiri karena ada nama produsen kosmetik Inglot yang ikut campur tangan di dalamnya.

Di akun Instagramnya, pelantun lagu No Me Ames itu memposting sejumlah foto yang mengungkapkan rencana peluncuran kosmetiknya. Kolaborasi antara JLo dan Inglot akan melahirkan produk kosmetik anyar yang segera hadir di pasaran dalam beberapa pekan ke depan.

“Ini adalah hal yang ingin aku lakukan sejak lama dengan brand make up asal Polandia ini,” katanya dilansir dari Independent yang mengutip Womens Wear Daily, Senin (16/04/2018).

“Lini make-up terasa seperti kemajuan alami sejak orang-orang bertanya apa produk yang aku gunakan dan bagaimana membuat kulitku bisa cerah,” tambahnya.

Inglot sebenarnya telah lama menghadirkan kelengkapan varian lain yang cukup impresif. Anda bisa menemukan foundation, bedak, pemerah bibir, dan juga false eyelashes di gerai-gerai luksnya yang tersebar di berbagai penjuru dunia.

Karenanya, Jennifer tak mau tanggung-tanggung saat menggarap buah karyanya bersama Inglot. Kali ini, rangkaiannya bahkan mencakup hingga 70 macam makeup. Sebut saja tata rias mata yang meliputi 20 eyeshadow dan maskara.

Selanjutnya, terdapat delapan lipstik eksklusif serta tentu saja resep rahasia untuk meraih kompleksi dan kontur wajah ideal selayaknya seorang Jennifer Lopez yakni empat macam sculpting powder, blusher, dan bronzer! Kabarnya, inspirasi cat kuku juga menjadi salah satu yang dibanggakan dalam rangkaian tersebut.

JLo juga mengklaim produk kecantikan miliknya akan dijual dengan harga terjangkau, namun tetap menjaga kualitas. Itulah prinsip yang membuatnya mau bekerja sama dengan Inglot. Produk make-up besutan JLo ini rencananya akan tersedia di Amerika Serikat mulai 26 April mendatang atau bisa dipesan melalui jenniferlopezinglot.com.

Penyanyi seksi dan cantik ini menggodok konsep produk berdasarkan warna favoritnya pribadi. Impresi sensual yang diwujudkan melalui corak karamel serta rona sampanye menuju keemasan hampir dapat dipastikan menjadi andalan, layaknya gaya riasan khas Jennifer yang senantiasa memesona banyak orang.

Tak hanya itu, Anda diperbolehkan merancang ragam pemulas mata sesuai selera dan kebutuhan melalui kompilasi unik bertajuk Freedom System Palette. Sesuai namanya, palet dengan prinsip personal ini mempersilakan Anda untuk menyusun gradasi pemulas mata yang Anda inginkan sehingga membawa lebih banyak manfaat secara hemat. Harganya pun relatif murah, yakni dijual mulai sekitar 8,50 dolar Amerika atau sekitar 117.000 rupiah saja. (NDY)

Ritual Perang Api, Antara Tuntunan dan Tontonan

this formate

KARANGASEM BALI, bisniswisata.co.id: Terteran atau ritual perang api, suatu ritual yang sakral di Desa Adat Saren, Kabupaten Karangasem, Bali, yang ada sejak puluhan tahun lamanya. Ritual ini sebuah tuntunan diyakini semacam sesembahan yang dihaturkan kepada Ida Sesuhunan (sesuatu yang dipuja).

Sebab tanpa tradisi itu, upacara belum dikatakan lengkap. Tradisi yang merupakan tuntunan yang sudah dipegang teguh, layaknya perang kaum lelaki dengan jarak dekat melalui sarana serabut kelapa yang dibakar.

Sebelum ritual perang api, seluruh masyarakat Desa Adat Saren melaksanakan persembahyangan di Pura Sang Sege. Di mana serabut kelapa yang ditumpuk menyerupai benteng tersebut juga diperciki air suci dan dihaturkan canang.

Hal tersebut guna menetralisir sarana tersebut dari unsur leteh (kotor), sekaligus memberikan makna pemberkatan dari Ida Sang Hyang Widhi Wasa.

“Tradisi perang api ini adalah tradisi suci, mengajarkan nilai kesantunan, sportivitas, persaudaraan dan keikhlasan. Karena itu setiap peserta wajib hukumnya menjaga tradisi ini bisa berjalan dengan sakral dan khidmat,”ucap salah seorang pemangku adat di Desa Saren, Mangku Susena, Minggu, 15 April 2018.

Tradisi terteran diakuinya adalah tradisi turun-temurun yang memiliki makna peleburan hawa atau sifat negatif dengan media berupa api. Makna tersebut sifatnya berupa penafsiran. Sebab, leluhur pendahulu di Desa Adat Saren tidak ada yang menceritakan secara pasti tentang makna rangkaian materteran.

“Ada juga yang mengartikan meter-teran itu berasal dari kata teer artinya memperlihatkan. Dalam artian, inilah saatnya bagi kaum laki-laki di Desa Adat Saren untuk memperlihatkan kemampuan, ketangguhannya dalam menghadapi segala tantangan kehidupan,” ucapnya.

Dalam pelaksanaan terteran, kaum lelaki dibagi menjadi dua kutub yang berseberangan, yaitu kutub utara dan selatan. Kutub selatan berada di depan Pura Sang Sege, sementara kutub utara berada di depan Pura Jati dengan pembagian peserta yang seimbang.

Dalam melaksanakan ritual ini masyarakat diwajibkan memakai kamben (kain Bali) dan mengikuti aturan yang berlaku. Mereka tidak diperbolehkan berkata jorok dan kasar, tidak memakai boyongan (serabut basah) yang bisa mengakibatkan memar, tidak mengayunkan serabut api dari bawah bawah ke atas, tidak membawa unsur dengki atau permusuhan.

“Terteran ini menggunakan sarana sambuk yang dibakar, api itu melambangkan semangat yang harus dikobarkan di masing-masing masyarakat dalam melaksanakan yadnya, (sembah bakti),” ujarnya.

Terteran sendiri dipimpin oleh anggota pecalang yang bertugas selaku penengah. Dalam pelaksanaan tersebut kelompok masyarakat dibagi menjadi dua, yaitu terteran dengan peserta anak-anak pada saat menjelang sore hari dan kemudian dilanjutkan terteran dengan peserta remaja dan dewasa. Pelaksanaan terteran sendiri dilakukan dengan pemadaman lampu penerangan jalan dan cahaya lainnya.

Gunanya, antara peserta satu sama lainnya tidak saling mengetahui, untuk mengantisipasi agar bibit permusuhan tidak muncul usai terteran. Namun lampu hanya bisa dinyalakan ketika terjadi insiden, atau peserta dan wasit mengambil tindakan sesuatu untuk memperlancar pelaksanaan kegiatan.

“Melalui momen inilah masyarakat Desa Adat Saren, yang terbagi menjadi empat kelompok yaitu Saren Kauh, Saren Anyar, Saren Kangin, Dukuh-Pesawan, berbaur bersama. Ini sekaligus sebagai sarana perekat silaturahmi,” katanya seperti dilansir laman Liputan6.c0m, Senin (16/04/2018).

Selain itu, dalam pelaksanannya peserta diminta mengindahkan kata “batur” dan “liss”. Kedua kata tersebut adalah aba-aba pemandu tradisi, “liss” artinya serang dan “batur” artinya berhenti sejenak. Dalam pelaksanaannya, tidak pernah ada korban luka dalam terteran.

Terkecuali jika yang bersangkutan “kesisipan” (kekeliruan atau kesalahan), karena mengucapkan sesuatu yang tidak diperkenankan dan melaksanakan hal yang dilarang. Seandainya dalam tradisi perang api ada luka bakar ringan yang ditimbulkan, hal itu bisa diobati dengan bunga pucuk bang yang ada di Pura Dalem.

Kini tuntunan ini menjadi tontonan yang menarik, unik untuk disaksikan, bahkan wisatawan mancanegara bisa menyaksikan keanekargam budaya bangsa Indonesia yang hingga kini masih tetap lestari, masih tetap terjaga, masih tetap dipegang tuguh. Meski budaya asing mulai merasuki republik ini. (NDY)