Mendesak, Penambahan Pemandu wisata Berbahasa Mandarin

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Duta Besar Tiongkok untuk Indonesia Xiao Qian mendesak pemerintah Indonesia menambah pemandu wisata berbahasa Mandarin mengingat kunjungan wisatawan mancanegara asal Cina terus meningkat secara signifikan setiap tahunnya.

“Kita juga menginginkan penambahan petunjuk atau keterangan tempat wisata menggunakan Bahasa Mandarin, pemandu wisata yang mampu menguasai bahasa tersebut dan peningkatan fasilitas,” ujar Duta Besar Tiongkok untuk Indonesia Xiao Qian seperti dilansir laman Antara Rabu (18/4/2018).

Selain itu, Dubes Xiao Qian meminta pemerintah untuk menghadirkan lebih banyak restoran yang menyediakan masakan Tiongkok di tempat-tempat wisata di Indonesia. “Meskipun wisatawan Tiongkok menyukai masakan Indonesia, mereka juga kangen akan masakan asal negara mereka,” ujar dia.

Selama 2017, jumlah wisatawan mancanegara asal Tiongkok yang berkunjung ke Indonesia mencapai 2,06 juta orang. “Kalau Gunung Agung tidak meletus, jumlah turis Tiongkok akan meningkat,” kata dia.

Bali merupakan destinasi pariwisata yang paling banyak dikunjungi oleh wisatawan asal Tiongkok. “Bali paling banyak dikunjungi karena daerah tersebut menawarkan seni budaya, musik dan kuliner yang khas,” ujar dia.

Pemerintah juga perlu lebih giat membangun infrastruktur yang memadai seperti jalan, jalan tol, listrik, dan air. Itu semua demi kenyamanan para wisatawan yang berkunjung. “Begitupun dengan fasilitas pendukung seperti agen perjalanan, akomodasi, jadwal penerbangan dan lainnya,” kata dia.

Selain itu, Dubes Xiao Qian mendorong wisatawan Tiongkok untuk mengunjungi 10 destinasi wisata baru yang dikenalkan oleh Presiden Joko Widodo. Kesepuluh destinasi wisata baru yang sedang dikembangkan yakni Danau Toba, Tanjung Lesung, Tanjung Kelayang, Kepulauan Seribu, Borobudur, Bromo Tengger Semeru, Mandalika, Labuan Bajo, Wakatobi, dan Morotai. (NDY)

Daniel Sahuleka & Sandhy Sondoro Ramaikan Medan Master Jazz

this formate

MEDAN, bisniswisata.co.id: Musik Jazz kian menggema di Medan. Gelaran musik Medan Master Jazz bakal menghibur masyarakat Kota Medan pada Kamis (19/4/2018) besok. Pertunjukan musik jazz yang digelar di Hotel JW. Marriott Medan ini akan dimeriahkan penampilan musisi jazz lokal, nasional hingga internasional.

Musisi mancanegara yang akan tampil adalah Daniel Sahuleka. Musisi asal Belanda berdarah Sunda-Ambon ini sengaja datang jauh-jauh dari negeri Kincir Angin untuk mengibur penggemar jazz di Medan.

Selain pemilik hit “Don’t Sleep Away”, musisi lokal yang akan tampil dalam gelaran musik persembahan World Event Management (MEM) itu adalah Sandhy Sondoro, Erucakra Planet 9, dan de Professor USU Band. Sebagai artis nasional yang lebih dahulu dikenal di dunia musik internasional, Sandhy adalah nama yang tak diragukan lagi kemampuan olah vokalnya.

“Medan Master Jazz ini akan kita laksanakan setiap tahun dan merupakan program untuk mengembangkan bakat-bakat muda musisi Jazz, khususnya di Medan,” kata General Manager WEM, Rio Tambunan, dalam keterangan tertulisnya, Rabu (18/4/2018).

Rio menambahkan, pemilihan Medan sebagai gelaran festival bukan hanya terkait statusnya sebagai ibukota provinsi. Medan dipilih karena merupakan pusat kreatifitas anak muda dan musik di Sumatera Utara.

“Harapan kami, next acara ini bisa kami laksanakan juga,” ujarnya sembari menyampaikan WEM pernah ikut partisipasi kolaborasi festival Musik Internasional di Moskow, partisipasi kolaborasi festival di Yongin Music Festival di Korea.

Tiket konser Medan Master Jazz sudah bisa dipesan sejak 11 sampai 17 April 2018 dengan penawaran menarik Double Disc 35% tiket + Kaos MMJ senilai Rp60.000. Sedangkan bagi penonton yang ingin membeli langsung bisa memperoleh di HABITAT, Jalan Abdullah Lubis, Medan. (redaksibisniswisata@gmail.com)

Syariah Hotel Solo Bagi-bagi Voucher Nginap Gratis, Mau?

this formate

SOLO, bisniswisata.co.id: Ingin menginap gratis di hotel berbintang? Cobalah untuk mengikuti program yang baru diselenggarakan Syariah Hotel Solo. Salah satu hotel berkelas di Solo ini menawarkan voucher menginap gratis bagi masyarakat yang dapat mengabadikan moment terbaiknya pada Hari Kartini yang jatuh pada 21 April mendatang.

Anda hanya perlu membagikan moment menarik bisa bersama ibu, istri, putri, atau saudara perempuan, teman, maupun sosok yang anda nilai sebagai kartini masa kini di lingkungan sekitar anda. Caranya, unggah hasil foto lengkap dengan deskripsinya melalui jerjaring sosial seperti Facebook, Twitter dan Instagram. Sertakan juga tagar dan akun media sosial Syariah Hotel Solo pada foto yang anda bagikan.

Public Relations Manager Syariah Hotel Solo, Paramita Sari Indah menjelaskan program bagi voucher menginap gratis diselenggarakan untuk memeriahkan peringatan Hari Kartini. Selain itu untuk mengapresiasi jasa besar Kartini yang berjuang membangkitkan emansipasi wanita. Pembagian voucher menginap gratis tersebut merupakan bagian dari Program Wonderful Kartini 2018.

“{Wonderful Kartini juga merupakan program yang dibuat untuk mengapresiasi masyarakat luas, khususnya para follower di media sosial Syariah Hotel Solo yang selama ini setia mengikuti berbagai perkembangan informasi hotel yang dikeluarkan oleh pihak manajemen,” ujar Paramita dalam keterangan tertulis, pada Rabu (18/4).

Dilanjutkan, Wonderful Kartini ini dikemas pula dengan tujuan untuk meningkatkan eksistensi Syariah Hotel Solo di media online, khususnya di media sosial. Hal ini diharapkan dapat memberikan dampak positif pada peningkatan jumlah follower akun media sosial Syariah Hotel Solo.

Sementara itu, pemenang voucher menginap gratis akan diumumkan pada 30 April mendatang. “Sebagai bentuk apresiasi ini, kami ingin memberikan secara cuma-cuma satu voucher menginap gratis di hotel syariah terbesar di Indonesia ini,” katanya. (redaksibisniswisata@gmail.com)

Jokowi Apresiasi Bandara Kertajati Cepat Selesai

this formate

MAJALENGKA, bisniswisata.co.id: Presiden Joko Widodo mengatakan pengerjaan Bandara Kertajati di Majalengka berlangsung sangat cepat dengan model kolaborasi yang melibatkan berbagai pihak dengan baik. Pembangunan bandara ini berjalan dengan baik, sesuai target yang ditentukan. Dalam kurun waktu dua tahun sejak pemancangan, bandara tersebut diperkirakan dapat mulai diuji coba pada Mei mendatang.

“Pengerjaannya sangat cepat sekali. Ini yang kita senang. Insyaallah bulan depan sudah kita coba mulai tanggal 24 Mei. Nanti kita lihat apakah masih ada hal-hal perlu diperbaiki di sini. Airport Kertajati bisa nampung kurang lebih 5,6 juta penumpang (tahap pertama) ini merupakan airport terbesar setelah Soekarno-Hatta,” kata Jokowi saat meninjau Bandara Kertajati yang masih dalam proses penyelesaian di Majalengka Jawa Barat, Selasa (17/4/2018) sore.

Ia mengatakan pembangunan bandara yang terbentang di lahan seluas 1.800 hektar itu sudah menghabiskan anggaran yang tak sedikit. Khususnya untuk pembebasan lahan hingga konstruksi terminal serta landasan pacu. “Dan yang saya senang ini kerja sama Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Pemerintah Pusat, swasta ini bisa bergabung,” katanya.

Ia menambahkan model pembangunan dan pengembangan wilayah dengan kerja sama antara daerah, pusat, dan swasta terbukti patut diapresiasi. “Ini sebuah model, kita ingin mencari sebuah model bisnis yang mempercepat, model bisnis untuk pembiayaan, model bisnis agar infrastruktur-infrastruktur cepat diselesaikan,” katanya.

Presiden sendiri mengapresiasi pembangunan bandara yang menurutnya cepat itu dimana ia yang menancapkan tiang pancang pertamanya pada Januari 2016. Tercatat Bandara Kertajati yang nantinya akan dipakai secara umum sebagai bandara internasional baru di wilayah Jawa Barat itu kini telah 95 persen rampung.

Bandara ini memiliki landas pacu atau runway berukuran 2.500×60 meter dan akan diperpanjang menjadi 3.000×60 meter. Ke depannya, pemerintah juga akan mengembangkan bandara dan kawasan sekitarnya hingga terintegrasi dengan moda transportasi lain seperti kereta api yang langsung menuju ke bandara tersebut. “Ini juga nanti akan dikoneksikan dengan tol. Bisa masuk ke Cipali,” tutur Presiden.

Selain itu, Presiden mengatakan, Bandara Kertajati ini nantinya juga akan menjadi bandara keberangkatan jemaah haji yang rencananya akan dimulai pada musim haji tahun ini. “Tadi saya tanya ke Angkasa Pura siap, ke Garuda juga siap. Arus mudik juga sudah dipakai,” ucapnya.

Turut mendampingi Presiden dalam peninjauan ini antara lain, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko, Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan dan Bupati Majalengka Sutrisno.(NDY)

Launching Jember Fashion Carnaval Diwarnai 10 Defile

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Launching Jember Fashion Carnaval (JFC) 2018 di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona Jakarta, kantor Kementerian Pariwisata (Kemenpar), Selasa (17/4/2018) malam, benar-benar meriah, heboh dan menakjubkan. Kehebohan itu lantaran Presiden JFC Dynand Fariz mempersembahkan 10 defile terpilih mewakili Benua Asia.

Menteri Pariwisata (Menpar)  Arief Yahya bersama Bupati Jember dr. Hj. Faida, MMR. didampingi founder sekaligus sebagai Presiden Jember Fashion Carnaval (JFC) Dynand Fariz dan dua duta besar dari Iran dan India me-launching  JFC-17 ASIALIGHT. Penyelenggaraan JFC ke-17  yang kali ini mengangkat tema “ASIALIGHT” ( Cahaya Asia ) akan berlangsung di Jember, Jawa Timur pada 7 -12 Agustus 2018.

“Penyelanggaraan JFC-17 kali lebih istimewa karena sebagai bagian dalam mempromosikan dan menyemarakan event Asian Games 2018 yang akan berlangsung pada 18 Agustus hingga 2 September di Jakarta dan Palembang,” lontar Menpar Arief Yahya dalam kata sambutannya.

Mengingat, sambung Menpar, kemeriahan JFC-17 berdekatan dengan tagline Asia Games 2018: Energy of Asia akan menjadi promosi yang efektif untuk event pesta olahraga terbesar Asia tersebut.

Dilanjutkan, JFC-17  masuk diantara 10 event nasional dari 100 CoE 2018 yang berlangsung dalam satu tahun penuh di seluruh provinsi di Indonesia. Juga, JFC yang berkiprah selama 17 tahun dan menginspirasi banyak karnaval di Tanah Air serta memiliki sederet prestasi internasional menjadi event fashion carnival kelas dunia sejajar dengan  event carnival yang ada di kota Rio de Janeiro Brazil. “Atas prestasi ini Kemenpar telah menetapkan Jember sebagai Kota Karnaval”, kata Arief Yahya.

Penetapan sebagai kota karnaval ini, kata Menpar Arief Yahya, dalam rangka  mengangkat Jember go international “Dari sisi cultural value,  kreativitas JFC sudah layak dijadikan magnit untuk mendatangkan wisatawan mancanegara (wisman), namun dari commercial value atau financial value harus terus ditingkatkan agar sustain”, kata Menpar Arief Yahya.  

Presiden JFC Dynand Fariz mengatakan, tema utama JFC-17 ASIALIGHT (Cahaya Asia) sebagai proses kebangkitan negara negara Asia di tingkat dunia akan dipresentasikan dalam 10 defile. “Selain menyelenggarakan JFC-17 ASIALIGHT, JFC bersama Kemenpar mendapatkan kepercayaan dari Presiden Joko Widodo untuk mempersiapkan karnaval 3 tahunan Indonesia yakni Grand Karnaval Indonesia yang direncanakan akan dimulai tahun 2018 ini”, kata Dynand Fariz.

Bupati Jember Faida menjelaskan, bagi wisatawan luar negeri, yang diingat dari Jember adalah Jember Fashion Carnival. Padahal, Jember sudah memiliki 5C. Yaitu coffee, cacao, cigarette, culture, carnaval

10 defile terpilih mewakili Benua Asia memiliki keelokan sejarah dan budaya yang dilambangkan dengan Kujang yang menjadi Pusaka Nusantara, Stars simbol dari cahaya, Thailand negara kerajaan Seribu Pagoda, Silla salah satu dari tiga kerajaan besar di Korea yang memiliki gendang tradisional bernama Seyogo berbentuk jam pasir, dan Shogun pemimpin para pejuang Samurai di era kekaisaran kuno Jepang.

Selain itu  ada pula Bian lian, seni mengubah wajah dalam opera China yang luar biasa, Babilonia yang pernah menjadi negara kuno paling makmur dalam sejarah Irak, Ottoman (Turki) kekaisaran yang memiliki kekuasaan lintas benua dan menjadi pusat interaksi antara dunia Barat dan Timur, Saudi Arabia negara yang memiliki Tanah Suci, dan India yang dikenal dengan negeri penari.

Sederet penghargaan internasional diraih JFC antara lain; sebagai Best National Costume dengan inspirasi dari berbagai daerah di Tanah Air  antara lain; Bali (Best National Costume Mister International 2010 di Indonesia);  Toraja Karembau (Best National Costume Man Hunt International 2011 di South Korea); Papua  (Best National Costume Mister Universe Model di  Dominican Republic); Borneo (Best National Costume Miss Supranational 2014 di Polandia).

Selain itu Lampung  (Best National Costume Miss International 2014 di Tokyo- Jepang dan Best National Costume Miss Grand International 2016 di Las vegas – USA); Toraja Tongkonan (Best National Costume Miss Supranational 2015 di Polandia); Borobudur (Best National Costume Miss Universe 2015 di Florida,USA); Betawi (Best National Costume Miss Tourism International 2016 di Malaysia); dan Garuda (Top 5 National Costume Miss Universe 2016 di Philipina).

Dan rangkaian event JFC-17 meliputi : Opening JFC International Event (7 Agustus 2018); Pets Carnival (8 Agustus 2018); JFC  International Conference (9 Agustus 2018); JFC International Exhibition (9–12 Agustus 2018); JFC Kids Carnival (10 Agustus 2018);  JFC Rhythm Artwear Carnival (11 Agustus 2018); dan Wonderful Archipelago Carnival Indonesia (WACI) pada 12 Agustus 2018. (NDY)

18-22 April 2018, Festival Langkisau

this formate

PESISIR SELATAN SUMBAR, bisniswisata.co.id: Festival Langkisau kembali digelar. Gelaran bernuansa seni budaya dan pariwisata ini berlangsung di Pantai Carocok Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatra Barat (Sumbar) pada 18-22 April 2018.

Langkisau merupakan sebuah bukit yang menjadi andalan wisata kota Painan. Terletak di pantai barat pulau Sumatera, Painan terkenal dengan bukit Langkisau yang indah dan pulau-pulau di dekatnya seperti Pulau Cingkuak (atau Pulau Monyet), Pulau Carocok, Pulau Karabak, dan Pulau Cubadak.

Festival Langkisau 2018 yang diselenggarakan Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan untuk memeriahkan hari jadi Kabupaten Pesisir Selatan yang ke-70 dan mempromosikan pariwisata setempat sehingga diharapkan lebih banyak wisatawan yang berkunjung ke Kabupaten Pesisir Selatan. Acara ini sudah digelar selama 15 tahun dan mampu memberikan dampak positif terhadap peningkatan jumlah wisatawan setiap tahunnya.

Event Festival Langkisau 2018 akan diisi dengan berbagai kegiatan antara lain bazar wisata, pameran, atraksi budaya, kerajinan masyarakat, permainan tradisional, paralayang, lomba kicauan burung, pemilihan uda-uni.

Festival Langkisau selain sebagai ajang untuk mempromosikan pariwisata, selama bertahun –tahun telah menjadi wadah bagi pemerintah dan masyarakat untuk memperkenalkan produk andalan Kabupaten Pesisir Selatan ke konsumen dari berbagai daerah .

Wisatawan dapat menikmati keindahan karang, ikan kecil, serta permainan air di Pantai Carocok. Wisatawan juga akan dimanjakan dengan pemandangan Samudera Hindia dari Puncak Langkisau.

Sebanyak 15 kecamatan akan menampilkan kebudayaan tradisionalnya. Seperti tradisi Babako yang dibawakan Nagari Lumpo Kecamatan IV Jurai, dan Tradisi Batandang Ka Omah Matuo, yang berarti silaturahmi ke rumah mertua. Sedangkan sport tourism voli pantai tingkat nasional akan diiikuti puluhan atlet dari berbagai daerah.

Pengunjung juga masih bisa menikmati berbagai wisata alam ikon Pesisir Selatan. Seperti Jembatan Akar, Bukit Langkisau, Pantai Cerocok, hingga area wisata Mandeh. (redaksibisniswisata@gmail.com)

Cinta Busana Tradisional, Yuni Shara Unggah Kenakan Kain Ulos

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Penyanyi Yuni Shara menujukkan kecintaannya dengan pakaian tradisional. Pelantun tembang lawas ini mengunggah foto saat mengenakan kain ulos, tenun khas Sumatera Utara melalui akun Instagram-nya. “Photo hunting… Perempuan Batak,” tulis Yuni Shara sebagai keterangan pada salah satu foto yang diunggahnya.

Penampilan Wahyu Setyaning Budi, nama asli Yuni Shara mengenakan kain ulos tersebut memancing komentar warganet. Sebagian warganet memberikan penilaian terhadap kulit tangan dan dada Yuni Shara yang mulai tampak keriput. Mereka menyoroti busana yang digunakannya dianggap terlalu terbuka.

Menjawab komentar itu, perempuan berusia 45 tahun ini mengatakan dia memang tidak mencoba untuk menyembunyikan keriput, dan busana yang digunakan adalah pakaian tradisional. “Terima kasih atas perhatiannya ibu yang baik, saya sedang memakai ulos Batak, jadi justru kebanyakan kain ini,” tulis kakak kandung dari Krisdayanti.

Seperti dilansir laman Tempo, Selasa (17/04/2018), tak hanya memberikan komentar negatif, beberapa warganet juga memuji penampilan Yuni Shara yang terlihat cantik dan segar di usia menjelang 46 tahun. Mereka bahkan berharap bisa memiliki kulit yang kencang dan halus seperti dia.

Wanita kelahiran Kota Batu, 3 Juni 1972 mengenakan kain ulos dari desainer Merdi Sihombing. Dalam beberapa foto di Instagram, busana ulos Batak yang dia gunakan menunjukkan kombinasi penampilan tradisional dan modern. Ulos yang terlihat dalam busana ini adalah hasil kerajinan tangan.

Paduan berbagai motif dalam busana tersebut dilengkapi oleh perhiasan emas yang cukup besar. Seperti anting besar berbentuk lingkaran, gelang besar di setiap tangan, dan sebuah cincin emas besar. (TMP)

20 – 22 April 2018, Wisata Budaya Seba Baduy

this formate

SERANG, bisniswisata.co.id: Dinas Pariwisata Provinsi Banten kembali menggelar Prosesi budaya Seba Baduy. Event wisata budaya yang digelar setiap tahun, untuk tahun ini digelaar di Kota Serang Banten, pada 20 sampai 22 April 2018.

Seba Baduy tahun ini tidak akan kalah istimewa dengan tahun-tahun sebelumnya. Tidak hanya even seba saja yang bisa dinikmati, potensi alam Banten dan wisata sejarahnya menjadi paket lengkap bagi wisatawan ketika turut serta dalam prosesi budaya tahunan itu. Dengan Festival Exciting Banten on Seba Baduy, Banten akan mengangkat itu semua dan mengemasnya dengan baik.

Ribuan warga Baduy luar dan dalam berjalan kaki dari kampung halamannya memadati jalan-jalan utama menuju kota Serang. Rombongan disambut jajaran Muspida Pemkot Serang untuk melaksanakan tradisi Pesona Seba Baduy ke Kantor Bupati Lebak, Banten.

Dalam perjalanan, Warga Baduy luar dan dalam membawa aneka hasil bumi yang dipersembahkan kepada kepala daerah. Ini Tradisi tahunan milik adat yang berasal dari daerah Selatan di Kabupaten Lebak. Tahun ini tergolong Seba Gede (besar), diikuti lebih dari 2.000 lebih orang masyarakat suku Baduy baik dari Baduy Dalam maupun Luar.

Perayaan Seba sampai sekarang masih dipertahankan secara turun-temurun oleh masyarakat Baduy. Perayaan Seba tersebut merupakan bentuk silatuhrahmi masyarakat Baduy dengan kepala daerah yakni Bupati dan Gubernur sebagai “Bapak Gede” atau kepala pemerintah daerah.

Seba Baduy dilakukan setelah warga Baduy menjalani ritual kawalu selama tiga bulan. Ritual Kawalu berlangsung selama tiga bulan dan pada kurun waktu tersebut kawasan Baduy tertutup bagi wisatawan.

Seba Baduy merupakan upacara tradisi sakral warga Baduy yang tinggal di Desa Kanekes, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak. Seba ini merupakan budaya yang sudah dilaksanakan secara turun temurun sejak zaman Kesultanan Banten.

Pesan moral yang disampaikan dari masyarakat baduy yakni menitipkan pesan kepada pemerintah untuk menjaga kelestarian alam, hutan dan lingkungan. Tentunya ini juga merupakan pesan moral untuk kita sebagai masyarakat Banten agar tetap menjaga kelestarian alam supaya terhindar dari bencana.

Tradisi seba baduy merupakan salah satu destinasi wisata budaya favorit yang dimiliki Provinsi Banten. Budaya itu semakin dilestarikan, semakin mensejahterakan. Selaras dengan itu, keunikan masyarakat Baduy yang menjaga kuat tradisinya justru menjadi kekuatan bernilai jual wisata tinggi.

Malam harinya, semua masyarakat Baduy yang datang di kantor Bupati melakukan makan bersama dengan seluruh masyarakat yang hadir. Mereka duduk bersila dan makan ramai-ramai beralaskan daun pisang. Keunikan ini menjadi suatu momen tersendiri bagi masyarakat dan wisatawan yang hadir di lokasi acara.

Seusai ritual makan malam bersama, mereka berkumpul di aula untuk memberikan simbolis aneka hasil bumi. Acara dilanjutkan dengan dialog antara Pemkot dan warga Baduy yang lebih berisi penyampaian pendapat atau aspirasi warga Baduy kepada kepala daerah.

Warga Baduy atau disebut Orang Kanekes. Hidup di pedalaman lebak. Berprinsip meneguhkan adat istiadat warisan leluhur. Menentang modernitas lewat 1001 pantangan yang bertahan pun tidak banyak.

Mereka kini dikenal sebagai Baduy Dalam dan bermukim tiga kampung di Desa Kanekes, Kecamatan Leuwidamar, Rangkasbitung, Banten, Cibeo, Cikesik dan Cikertawana. Tanpa listrik, tanpa deru mesin dan tetap setia membentengi diri dari pengaruh dunia luar hingga saat ini.

Bagi yang tidak kuat harus menyingkir. Mereka dikenal sebagai Baduy Luar. Hidup berdampingan dengan Baduy Dalam dan masih menjalankan sebagian adat istiadat yang telah diwariskan oleh para leluhurnya.

Bagi orang Baduy tidak mengenal olahraga, bahkan bagi Baduy Dalam, kegiatan ini terlarang menurut adat. Namun bukan berarti fisik dan kesehatan orang Baduy meragukan. Apalagi untuk urusan jalan kaki, orang Baduy, utamanya Baduy Dalam mampu melakukannya berhari-hari.

Upacara Seba menjadi salah satu pembuktian ketangguhan fisik suku Baduy, terutama suku Baduy Dalam. Sebab dalam acara menjadi tradisi sejak Kesultanan Banten ini, mereka harus berjalan puluhan kilometer untuk bersilaturahmi dengan para pimpinan pemerintahan di provinsi Banten.

Seba merupakan tradisi kuno sama tuanya dengan suku Baduy sendiri. Menurut Kepala Desa Kanekes, Jaro Saija, dalam acara ini warga Baduy akan keluar kampung untuk bertemu dengan Bapa Gede. Dalam acara ini, mereka juga membawa hasil bumi berupa pisang, gula aren, beras, hingga laksa.

Prosesi upacara Seba suatu kewajiban yang harus dilaksanakan dan menjadikan ketetapan Lembaga Adat Masyarakat Baduy yang diterapkan dalam kehidupan bernegara dan berbangsa. (redaksibisniswisata@gmail.com)

Peringatan Hari Kartini Bersama Persatuan Wanita Palembang Sumsel ( PWPSS)

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Para pengurus dan anggota Persatuan Wanita Palembang Sumsel ( PWPSS) berkumpul menghadiri acara tahunannya memperingati Hari Kartini 2018 dengan tema: Cita-cita Kartini, terwujud dalam era globalisasi dan modernisasi.

Kegiatan yang berlangsung di hotel Amoz Cozy Melawai, Kebayoran Baru ini hasil kolaborasi dengan pengembang properti Padmayana dan dihadiri oleh Riri Harry Sohar, Ketua PWPSS, Pendiri dan Pembina Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia ( IWAPI) Kencana, Dewi Motik Pramono dan tokoh organisasi Sumsel lainnya.

“Ada lima organisasi lainnya untuk memajukan wanita Palembang di Indonesia ini karena itu kita harus selalu bersatu sehingga menjadi kekuatan untuk memberdayakan umat,” kata Riri Haarry Sohar, hari ini dihadapan seratusan undangan.

Kegiatan yang sekaligus menperingati Perayaan Isra Miraj yang baru lalu dan arisan bulanan ini diisi dengan tausiah pula yang mengingatkan bahwa  RA Kartini semasa hidupnya juga setiao hari membaca Alquran dan menpelajari tafsirnya hingga dia tertegun di Surat Albaqarah ayat 257.

Allah Pelindung orang-orang yang beriman; Dia mengeluarkan mereka dari kegelapan (kekafiran) kepada cahaya (iman). Dan orang-orang yang kafir, pelindung-pelindungnya ialah syaitan, yang mengeluarkan mereka daripada cahaya kepada kegelapan (kekafiran). Mereka itu adalah penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya,”

Ayat inilah yang konon memotivasi RA Kartini menyusun bukunya yang mendunia Habis Gelap Terbitlah Terang. Intinya harus ada optimisme di kalangan PWPSS untuk terus memberdayakan umat dan menjadikan usahanya memiliki masa depan cerah.

Sementara itu, Dewi Motik Pramono yang hadir bersama suami tercinta,  Pramono mengatakan bahwa siapapun tidak bisa maju juga tanpa mau bekerjasama dengan pihak lain dan tidak saling dukung.

“Oleh karena itu kita harus bersatu, bersinergi dan saling dukung seperti yang dilakukan oleh RA Kartini sehingga cita-citanya terwujud,” kata Dewi Motik.

Dia mencontohkan penyelenggaraan Festival Putri Bumi Sriwijaya ke dua yang baru dilakukan oleh para perempuan Sumatra Selatan yang bermitra dengan pemerintah dan menjadi event yang menguntungkan.

Sebagai Ketua Dewan Pertimbangan Putri Bumi Sriwijaya, Dewi mengatakan jika perempuan menghilangkan sifat egoistis dan bertekad maju bersama maka apapun yang dilakukan menghasilkan hal yang positif

Dia lalu mencontohkan penyelenggaraan Festival Putri Bumi Sriwijaya yang mengangkat budaya Sumatera Selatan sebagai bentuk apresiasi ragam budaya kekayaan seni yang dimiliki.

Festival ini sendiri diselenggarakan dari tanggal 29 Maret hingga 1 April 2018 lalu dengan sejumlah rangkaian kegiatan menarik, seperti Talk Show, pameran UMKM, tranformasi penggunaan dan pecinta songket dari masa ke masa serta pamerandan lomba kontes budaya.

Dewi menambahkan bahwa Tanah Sriwijaya atau Sumatera Selatan memiliki sejarah besar lantaran mempunyai perekembangan budaya yang tinggi. “Warisan budaya tinggi inilah yang sangat potensial untuk diapresiasi dan dikembangkan,” ujarnya

Tidak hanya itu, kata dia, Tanah Sriwijaya juga mempunyai pengaruh di mata dunia karena memiliki komunikasi dengan bangsa – bangsa lainya di dunia.

“Kekuatan warisan budaya leluhur sudah terbukti dapat mengangkat martabat dan mempunyai nilai ekonomis bagi masyarakat modern,”

Acara berlangsung dengan bertabur hadiah dan merayakan ulabgtahun bersama pada anggota dan pengurus yang berulangtahun di bulan April dan diakhiri dengan makan siang bersama.

Mudik Lebaran 2018, Bandara Kertajati Siap Layani 5 Rute Baru

this formate

BANDUNG, bisniswisata.co.id: Selama mudik Lebaran 2018, Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) di Kecamatan Kertajati, Kabupaten Majalengka, siap melayani lima rute penerbangan. Layanan ini merupakan tahap uji coba bagi bandara yang baru dibangun.

“Insha Allah, Bandara Kertajati akan dicoba untuk melayani mudik Lebaran tahun ini, itu untuk lima kota,” kata Kepala Dinas Perhubungan Jawa Barat Dedi Mulyadi dalam keterangannya, Selasa (17/04/2018).

Dilanjutkan, Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) atau kondang disebut Bandara Kertajati, bakal melayani penerbangan dari Medan menuju Kertajati. Juga dari Makassar menuju Kertajati, disusul Balikpapan menuju Kertajati, Denpasar menuju Kertajati dan Surabaya menuju Kertajati.

“Maskapai banyak ya sekarang yang sudah menyatakan keberminatan itu ada Sriwijaya Air, ya tinggal nunggu perintah dariMenteri Perhubungan,” kata dia.

Dedi mengatakan, pada akhir Mei terminal Bandara Internasional Jawa Barat sudah siap dan akses dari non-tol menuju bandara sudah bisa digunakan. “Bulan Mei ini kita ada historical flight, nanti diharapkan untuk haji sudah harus bisa diberangkatkan. Sistem haji itu wilayah Sumedang dan Majalengka serta Cirebon berangkat dari BIJB lalu transit ke Soekarno Hatta baru ke Jeddah,” kata dia.

Direktur Utama PT Citilink Indonesia, Juliandra Nurtjahjo, mengatakan, Citilink masih menggodok kemungkinan untuk membuka rute penerbangan dari dan menuju BIJB. “Kami belum bisa menyebutkan secara detil namun rute penerbangan dari dan menuju BIJB diyakini memiliki pasar yang menjanjikan,” kata Juliandra.

“BIJB ini peluangnya bagus karena mengambil pasar masyarakat Jabar dan sebagian perbatasan Jawa tengah yang berada cukup jauh dari Jakarta. Sedang kami evaluasi untuk rute tersebut,” lanjut Juliandra.

Perkembangan proyek Bandara Internasional Jawa Barat di Kertajati dilaporkan sudah mencapai 98%, baik sisi udara maupun sisi darat. Pembangunan sisi udara selesai atau 100%, sisi darat mencapai hampir 96%. Adapun, kalkulasi kedua sisi tersebut sebesar 98%.

“Sisi darat fase pertama sudah selesai 100%, sisi darat atau biasa kita sebut gedung terminal sudah 96%. Tinggal finishing saja,” kata Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Agus Santoso, Selasa (17/4/2018).

Dilanjutkan, masyarakat bisa menggunakan bandara tersebut saat mudik Lebaran. Terlebih, banyak masyarakat asli dari beberapa kabupaten di Tanah Sunda yang bekerja di luar Pulau Jawa. Di sisi lain, bandara tersebut juga dipersiapkan untuk melayani penerbangan haji pada Juni 2018. Jemaah yang diberangkatkan hanya yang beras dari Kabupaten Majalengka dan Kabupaten Sumedang.

Kemenhub telah berkoordinasi dengan Garuda Indonesia untuk memindahkan sebanyak tujuh penerbangan langsung dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Penerbangan tersebut akan menggunakan pesawat jenis Airbus A330 yang memiliki lorong ganda (wide body).

Pendirian BIJB pada awalnya merupakan inisiatif Pemerintah Provinsi Jawa Barat dengan menyiapkan lahan dan kemudian dilanjutkan dengan pembangunan konstruksi runway oleh Ditjen Perhubungan Udara untuk membangun sisi udara. Fasilitas sisi udara yang telah dibangun mencakup landasan pacu (runway) sepanjang 2.500 dan lebar 60 meter, landasan parkir pesawat (apron), dan jalan penghubung landasan (taxiway) dengan menggunakan dana APB. (NDY)