Mahasiswa Bulgaria Belajar Memasak Kuliner Indonesia

this formate

BULGARIA, bisniswisata.co.id: Kuliner Indonesia semakin dikenal di kalangan masyarakat bahkan pelajar dan mahasiswa di negara di Eropa Tenggara. Sebut saja, gado-gado, ikan bumbu kuning, nasi goreng dan mie goreng. Memang mie goreng salah satu makanan pokok para mahasiswa Indonesia, yang saat ini sudah tersedia di pasar Bulgaria. Mie intans ini ternyata sudah melekat di kalangan mahasiswa Bulgaria.

KBRI Sofia di Bulgaria belum lama ini menggelar workshop serta demo masak masakan kuliner Indonesia. Ternyata mendapat sambutan luar biasa dari kalangan mahasiswa Universitas Sofia, Bulgaria jurusan Asia Timur, Selatan dan Tenggara. Selama ini, mahasiswa yang tertarik dengan kuliner Indonesia ini juga para peserta kelas Bahasa Indonesia di Universitas Sofia, Bulgaria

Juru masak KBRI Sofua dengan sabar dan telaten melatih 30 orang murid kelas Bahasa untuk membuat gado-gado, ikan bumbu kuning, nasi goreng dan mie goreng. “Setelah demo memasak berakhir makanan langsung habis disantap para mahasiswa. Mereka menilai masakan Indonesia sangat enak, higinis dan sangat berbeda dengan masakan Bulgaria,” papar Mahesa Abby, Mahasiswa Magang KBRI Sofia dalam keterangan tertulis yang diterima Redaksi Bisniswisata.co.id, di Jakarta, Selasa (24/04/2018).

Acara ini, sambung Mahesa Abby, sebagai bentuk kerjasama KBRI Sofia dengan Pusat Pengembangan Strategi dan Diplomasi Kebahasaan, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kemendikbud RI, dalam memperkenalkan kebudayaan serta kuliner Indonesia.

Dikatakan, tujuan dilaksanakan kegiatan workshop serta demo masak masakan Indonesia ini sebagai upaya untuk terus memperkenalkan Indonesia, melalui berbagai ciri khas yang dimilikinya dimana salah satunya adalah kulinernya. “Diharapkan pengetahuan dan kecintaan masyarakat Bulgaria mengenai Indonesia akan terus meningkat,” lontarnya.

Dipandu Guru Bahasa Indonesia dan Juru Masak KBRI Sofia, makanan Indonesia yang dipresentasikan adalah Gado-gado dan mie goreng seafood. Dipilihnya makanan tersebut karena bahan-bahannya dapat dengan mudah diperoleh di Bulgaria, sehingga sangat mungkin untuk mahasiswa memasak makanan tersebut dirumahnya masing-masing. (Redaksibisniswisata@gmail.com)

Garuda Indonesia Rute Mumbai-Bali Resmi Beroperasi

this formate

DENPASAR, bisniswisata.co.id: Garuda Indonesia resmi membuka rute penerbangan baru Mumbai-Denpasar pulang-pergi untuk memperluas jaringan internasional di kawasan Asia Selatan. Rute dilayani dua kali seminggu, yakni pada Senin dan Kamis menggunakan Airbus A330-200 diharapkan meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) dari India ke Indonesia.

Penerbangan perdana dibuka pada Senin (23/4/2018) dilayani menggunakan pesawat berkapasitas 222 penumpang dengan konfigurasi 36 kelas business dan 186 kelas ekonomi. Ikut dalam penerbangan perdana ini Menpar Arif Yahya dan Dirut Garuda Indonesia Pahala N. Mansury.

Dirut Garuda Indonesia Pahala N.Mansury mengatakan penerbangan dari Mumbai, India menuju Denpasar juga akan menjadi “hub” untuk rute-rute domestik lainnya, di antaranya kota Yogyakarta, Ujung Pandang (Makassar), Menado, Labuan Bajo, dan berbagai destinasi wisata domestik lainnya yang saat ini terus dikembangkan oleh pemerintah.

“Pembukaan rute baru ini juga merupakan upaya Garuda Indonesia untuk mendukung program Kementerian Pariwisata untuk meningkatkan jumlah wisatawan ke Indonesia, khususnya wisatawan India,” kata Pahala dalam keterangan tertulis, Selasa (24/4/2018).

Dibukanya rute penerbangan Jakarta – Mumbai tersebut diharapkan dapat semakin memperkuat hubungan bilateral antara Indonesia dan India melalui pengembangan basis konektivitas kedua negara.

Selain itu, dapat mendukung peningkatkan aktivitas perekonomian, pariwisata, serta sosial budaya – terlebih mengingat bahwa Bali memiliki kesamaan latar belakang budaya dan keagamaan.

Pahala menegaskan Mumbai dipilih karena keberadaan Bandara Internasional Mumbai – Chhatrapati Shivaji International Airport (CSIA) merupakan salah satu bandara dengan tingkat trafik penerbangan tertinggi di India.

Dengan kapasitas penumpang yang mencapai lebih dari 32 juta penumpang setiap tahunnya, Chhatrapati Shivaji International Airport melayani lebih dari 90 destinasi penerbangan di seluruh dunia.
“Kami optimistis dengan potensi trafik di Bandara Internasional Mumbai tersebut, kami dapat semakin memaksimalkan pasar Garuda Indonesia,” jelasnya.

Menurutnya, tingkat keterisian penumpang dari Mumbai sudah menunjukkan hasil positif dengan capaian sebesar 80%. Setelah dibuka secara rutin pihaknya mengharapkan tingkat keterisian minimal berada pada angka 70%. Maskapai pelat merah ini akan menambah frekuensi penerbangan menjadi 4 kali seminggu pada akhir tahun. (redaksibisniswisata@gmail.com)

ASITA: UNESCO Soroti Sampah di Taman Nasional Komodo

this formate

KUPANG, bisniswisata.co.id: Ketua Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (ASITA) Nusa Tenggara Timur Abed Frans mengemukakan, masalah sampah di Taman Nasional (TN) Komodo sudah disoroti UNESCO, lembaga kebudayaan resmi milik PBB, karena belum dituntaskan.

“Selama ini wisatawan asing memang paling mengeluh soal sampah di TN Komodo, masalahnya sekarang belum teratasi juga sehingga lembaga internasional UNESCO pun sudah mulai menyoroti,” kata Abed Frans seperti dilansir laman Antara di Kupang, Selasa (24/4/2018)

Para wisatawan, lanjut dia, mengutarakan pengalaman mereka menyelam di perairan TN Komodo pada tahun-tahun sebelumnya mendapati pemandangan yang berbeda dengan kondisi saat ini. “Kasihan wisatawan yang spesialis menyelam dan berselancar, bukannya pemandangan bawah laut indah yang mereka dapati tapi malah sampah dan dampak kerusakan ekosistem yang dijumpai,” katanya.

Abed Frans mengaku khawatir jika persoalan ini tidak ditangani lebih serius oleh pemerintah daerah maupun otoritas terkait, maka kerusakan lingkungan laut di kawasan wisata yang terkenal sebagai habitat satwa purba Komodo (varanus komodoensis) itu akan mencapai titik kritis.

Untuk itu, ia meminta agar pengawasan intensif terhadap kawasan perairan serta penerapan aturan yang tegas terhadap aktivitas nelayan yang tidak ramah lingkungan. “Karena ini bukan lagi persoalan sepele mengingat dunia pun sudah menyoroti, jika tidak diatasi maka dampak selanjutnya wisatawan akan berpindah ke lokasi selam atau berselancar lainnya,” katanya.

ASITA sebagai bagian dari pelaku wisata siap membantu otoritas terkait untuk penanganan masalah sampah di Taman Nasional Komodo. “Melalui perwakilan kami di Manggarai Barat bersama himpunan pramuwisata setempat siap membantu penanganan sampah ini,” katanya. (NDI)

Kopi Merapi Tembus Helsinki Coffee Festival 2018

this formate

SLEMAN, bisniswisata.co.id: Kopi merapi asal Sleman Daerah Istimewa Yogyakarta melakukan promosi internasional dengan berpartispasi dalam Helsinki Coffee Festival 2018, yang digelar pada 20-22 April 2018 di Kaapelitehdas, Helsinki, Finlandia.

Duta Besar Republik Indonesia untuk Finlandia merangkap Estonia, Wiwiek Setyawati Firman mengatakan Helsinki Coffee Festival merupakan festival kopi terbesar di kawasan Skandinavia, Nordik dan Baltik, Eropa yang diadakan rutin setiap tahun, keikutsertaan kopi merapi dalam Helsinki Coffee Festival 2018 untuk mempromosikan kopi kepada warga Finlandia.

“Melalui pameran Helsinki Kopi Festival yang telah dilakukan semenjak tahun 2016 ini merupakan salah satu platform yang efektif untuk mempromosikan kopi Indonesia di kawasan ini,” apar Wiwiek berdasarkan keterangan rilis, pada Senin (23/4/2018).

Selain kopi merapi, kopi dari Indonesia yang dipasarkan dalam Helsinki Coffee Festival 2018 yaitu kopi gayo. Promosi kopi merapi adalah hasil kerja sama KBRI Helsinki dengan Pemkab Sleman.

Bupati Sleman Sri Purnomo mempromosikan langsung kopi Merapi dalam even tersebut. Dipilihnya Sleman untuk mengikuti kegiatan ini bukan tanpa alasan. Selain Finlandia merupakan negara dengan tingkat konsumsi kopi tertinggi di dunia, juga untuk mengenalkan langsung jenis kopi Nusantara, yaitu kopi Merapi di Finlandia dan negara Eropa lainnya.

“Ini penting, sebab meski kopi Nusantara, termasuk kopi Merapi sudah diterima di pasar Eropa, namun untuk pemasarannya masih dari pihak ketiga di Jerman, Belanda, dan Inggris,” kata Sri Purnomo dalam keterangan tertulis, Senin (23/4/2018).

Menurut Sri Purnomo, secara umum produk kopi Indonesia sudah beredar di pasar Finlandia melalui perusahaan pemasok kopi terbesar di Finlandia, Paulig dengan nama produk Indonesian Coffee, Sumatra Coffee, dan West Java Coffee.

Roaster-roaster skala medium seperti Warrior Coffee, Kaffa dan Mokkamestarit juga telah mengenal dan menjual kopi Indonesia, dan Kopi Merapi termasuk produk kopi Nusantara yang diterima pasar Finlandia dan kawasan Eropa.

“Dengan langkah ini, Pemerintah Indonesia mengharapkan agar pembelian dapat dilakukan secara langsung dari petani kepada para roaster dan reseller. Dengan tercipta direct trade dan fair trade, tentunya akan menguntungkan petani kopi. Termasuk dapat meluaskan penetrasi pasar, tidak hanya di Finlandia juga negara sekitar,” paparnya.

Selama tiga hari, booth kopi Indonesia ramai dikunjungi para penggila kopi. Pengunjung sangat menikmati Kopi Merapi single origin jenis arabika yang memiliki aroma bunga dan rempah-rempah. “Seluruh kopi yang dipromosikan pada Helsinki Coffee Festival merupakan produk organik dengan kelas premium,” jelasnya.

Kepala Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Sleman Heru Saptono mengatakan, kopi Merapi dari sisi rasa masuk kelas Eropa dan memiliki kualitas internasional. Selain mengantongi Sertifikat Standar Nasional Indonesia (SNI) Kopi Merapi juga mendapat sertifikat Indikasi Geografis (IG). “Dengan begitu, produksi dan distribusi Kopi Merapi layak dipasarkan ke mancanegara,” ungkapnya.

Kopi Merapi sendiri dikembangkan di kawasan lerang Merapi mulai Tempel, Turi, Pakem hingga Cangkringan. Daerah tersebut memilki ketinggian lebih dari 500-999 mdpl. Ketiga wilayah ini memiliki luas 6.538 hektare atau 11,38% dari total luas wilayah.

Juga ada lahan seluas 1.495 hektare yang masuk pada kategori ketinggian lebih dari 1.000 mdpl. Sehingga kondisi ketinggian di lereng Merapi dinilai cocok untuk tanaman kopi, baik jenis arabika maupun robusta. (redaksibisniswisata@gmail.com)

Pembangunan Bandara Jenderal Besar Soedirman Dimulai

this formate

PURBALINGGA, bisniswisata.co.id: Di Jawa Tengah bagian selatan dan barat ini, tidak ada bandar udara (bandara) yang memadai untuk masyarakat. Oleh sebab itu, hari ini sudah dimulai pembangunan Bandara Jenderal Besar Soedirman di Kabupaten Purbalingga, seluas 115 hektare.

Hal tersebut diungkapkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) menjawab pertanyaan wartawan usai meninjau pembangunan Bandara Jenderal Besar Soedirman, di Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah, Senin (23/4/2018).

“Dan kita harapkan nanti untuk tahapan pertama run away akan sepanjang 1.600 meter, tahap kedua nantinya 2.500 meter. Dan kita harapkan ini, nantinya juga dengan terminal seluas 3.000 meter persegi akan bisa menampung penumpang kurang lebih 300.000 penumpang dalam setahun,” ujar Presiden Jokowi.

Presiden Jokowi menargetkan Bandara Jenderal besar Soedirman ini akan selesai akhir tahun 2019. “Selesai, insyaallah selesai,” tegas Presiden Jokowi.

Kepala Negara juga berharap bahwa nantinya bandara ini dapat memberikan manfaat tidak hanya kepada Kabupaten Purbalingga, tetapi juga kabupaten/kota lainnya yang berdekatan seperti Banjarnegara, Kebumen, Banyumas, Pemalang, Tegal, Brebes, Kota Tegal dan Wonosobo.

“Dan kita harapkan nantinya juga akan muncul titik-titik pertumbuhan ekonomi yang baru di Purbalingga dan sekitarnya. Harapan kita itu,” tambah Kepala Negara.

Mengenai potensi dari bandara yang dibangun, Presiden menyampaikan bahwa di Purbalingga sekarang ini sudah ada investasi-investasi yang semua hampir orientasinya ke ekspor. Ia juga mencontohkan ada industri bulu mata yang terbesar, ini termasuk terbesar karena menyangkut kurang lebih 60.000 tenaga kerja.

“Nah, kalau bandara ini ada investasi-investasi seperti itu akan bisa lebih membesar, bisa ekspansi, dan kita harapkan tidak hanya bulu mata saja, investasi-investasi di bidang lainnya juga akan bisa berkembang dengan cepat,” pungkas Presiden seraya mengucap, “Bismillahirrahmanirrahim,” sebagai tanda resmi dimulainya konstruksi Bandara Jenderal Besar Soedirman.

Dalam acara kali ini, Presiden Jokowi turut didampingi oleh Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menteri PU dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Kepala Sekretariat Presiden Heru Budi Hartono, Sekretaris Militer Presiden Marsda TNI Trisno Hendradi dan Komandan Paspampres Mayjen TNI (Mar) Suhartono. (SETKAB)

Sambut Jokowi, Warga Bersihkan Pantai Pangandaran

this formate

PANGANDARAN, bisniswisata.co.id: Sejumlah warga Pangandaran, Jawa Barat, menggelar aksi membersihkan kawasan Pantai Pangandaran maupun di sekitar lingkungan permukiman penduduk. Aksi ini dilakukan untuk menciptakan suasana yang nyaman guna menyambut kedatangan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi), Selasa (24/4).

“Ratusan orang melakukan aksi bersih-bersih di Pangandaran, ini dalam rangka menyambut Presiden Jokowi,” kata Ketua Forum Koordinasi Tagana Kabupaten Pangandaran Nana Suryana di sela-sela aksi bersih-bersih sampah di Pantai Pangandaran, Ahad (22/4).

Menurut Nana, aksi bersih-bersih itu melibatkan sukarelawan dari berbagai organisasi, komunitas, sejumlah instansi, seperti Dinas Pariwisata dan masyarakat umum yang tersebar seluruh titik kawasan Pantai Pangandaran.

Mereka, kata Nana, memungut seluruh sampah yang tersebar di kawasan pantai, maupun di jalan-jalan, khususnya di tempat yang akan dikunjungi Presiden Jokowi di Pelabuhan Cikidang, Babakan, Pangandaran. “Persiapan bersih-bersih dipusatkan di lokasi yang dikunjungi Presiden di Pelabuhan Cikidang dan daerah-daerah lainnya seperti sepanjang Pantai Pangandaran,” jelasnya.

Nana menyampaikan, masyarakat Pangandaran antusias menyambut kedatangan Jokowi yang baru pertama kalinya datang ke Pangandaran, setelah Presiden RI sebelumnya, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) meninjau bencana tsunami di Pangandaran.

Nana berharap, kedatangan kepala negara itu dapat memberikan manfaat bagi masyarakat Pangandaran terutama guna memperhatikan pembangunan di Kabupaten Pangandaran yang masih membutuhkan bantuan dari pemerintah pusat. “Pembangunan di Kabupaten Pangandaran ini sangat membutuhkan perhatian dari pemerintah pusat, karena kalau mengandalkan dari anggaran Pemkab Pangandaran sangat terbatas,” katanya.

Tokoh masyarakat Pangandaran, Dadang Gunawan menyatakan, masyarakat Pangandaran dan berbagai organisasi, termasuk pemerintah daerah selalu berupaya menjaga daerahnya tetap bersih dari sampah. Sebelumnya, kata dia, aksi bersih-bersih itu agenda rutin yang sering dilaksanakan setiap Jumat sebagai bentuk kepeduliaan masyarakat Pangandaran dalam menjaga kebersihan daerah.

Presiden Jokowi dijadwalkan akan meresmikan Karamba Jaring Apung Lepas Pantai di PPI Cikidang, Desa Babakan, Kecamatan Pangandaran, Kabupaten Pangandaran, Selasa (24/4). (ANT/END)

Presiden Jokowi Ngerap Bareng Konten Kreator

this formate

BOGOR, bisniswisata.co.id: Presiden Joko Widodo (Jokowi) diketahui menyukai musik beraliran metal. Bagaimana jadinya, jika diminta untuk menyanyi rap. Permintaan itu terjadi saat saat berdialog dengan konten kreator XYZ 2018 di Istana Bogor, Jawa Barat, Minggu (22/4/2018).

Pada sesi terakhir, pembawa acara, Jflow, meminta Jokowi mengucapkan sejumlah kata-kata dengan nada rap. “Nanti temen-temen bisa bantuin kita tepuk tangan buat ngasih beat. Pak Jokowi rap sedikit aja pak. Boleh ya pak,” pinta Jflow.

Jflow pun mencontohkan. “Hmmm, ini zaman digital era teknologi, selamat berkarya salam dari Jokowi. Udah segitu aja pak,” ucap Jflow.
“Boleh iya pak. Ini pesan buat generasi muda. Kita shoot nanti saya rekam suaranya. Cuma gitu aja pak,” timpal dia lagi. “Boleh,” jawab Jokowi.

Microphone lalu dipegang Jokowi. Sementara Jflow mengiringi dengan musik beatbox. “Ini zaman digital. Eranya, eranya teknologi. Selamat berkaya dari saya. Salam Jokowi,” lontar Jokowi.

Tak pelak aksi Jokowi mengundang tepuk tangan dari para konten kreator. Saat itu, Jokowi mengaku rapnya tidak terlalu bagus. “Masih jelek banget,” ujar dia. “Ini harusnya dua minggu,” ungkapnya.

Disisi lain, Presiden Jokowi mengungkapkan keinginannya memiliki follower yang banyak di YouTube. Ia pun meminta tips untuk meningkatkan subscribe. “Gimana membikin konten yang baik, sehingga follower semakin banyak,” tanya Jokowi.

Jokowi mengaku saat ini subscribe di YouTube hanya sedikit. Tak kurang dari 430 sub. “Masih kalah sama Gen Halilintar,” ucap dia.

Jokowi lalu bertanya kepada sejumlah kreator konten ihwal membuat video blogging atau Vlogging yang baik supaya bisa menambah pengikutnya di youtube.

Seorang peserta Jennifer Bachdim lalu menjelaskan kepada Jokowi. Ia mengatakan, vlog yang baik durasinya antara 5 sampai 10 menit.
“Kalau mau vlog yang bagus. Saya selalu coba edit vlog 10 menit. Vlog saya selalu positif dan follower dapat pesan yang disampaikan,” papar Jennifer.

“Isi vlog saya belajar tentang lifestyle, belajar memasak. Saya tidak akan membikin pendek atau panjang, pas-pas saja,” sambung dia seperti diunduh laman Liputan6.com, Ahad

Selain itu, Ata Gen Halilintar menyarankan agar Jokowi membuat konten challenge (tantangan). Menurut dia, saat ini konten seperti itu paling banyak dinikmati pecinta YouTube. “Saran saya Pak Jokowi bikin tantangan. Contohnya makan pedes bareng atau main game dengan kita,” ucap dia.

Jokowi mengungkapkan pertama kali belajar vlog dari anaknya yang bernama Kaesang Pangarep. Saat itu, video yang diunggah disambut warganet. “Saya harus ngomong apa adanya. Saya belajar dari generasi milenial. Saya selalu bertanya kepada mereka karena vlog pertama banyak dapat komentar, kok editing jelek, kok goyang. Jadi saya memperbaiki terus,” ungkap mantan Gubernur DKI Jakarta itu.

Hanya saja, ia mengaku terus memperbaiki vlognya dari waktu ke waktu. Terakhir dirinya membuat vlog saat berkunjung di Papua. “Sekitar seminggu lalu,” lontar kepala negara.

Diapun menjelaskan, dalam membuat vlog selalu dengan perencanaan yang matang. Juga terkait dengan pesan yang akan disampaikan. “Mesti kita ukur semua,” tandasnya.

Namun demikian, kata-kata dalam vlognya selalu diucapkan secara spontan. “Tidak ada script nanti malah lupa semua. Spontan aja di lapangan seperti apa,” sambungnya. (NDIK)

Ujian Nasional Beri Berkah bagi Hotel di Jogya

this formate

YOGYAKARTA, bisniswisata.co.id: Ujian Nasional ternyata memberi berkah tersendiri bagi bisnis perhotelan di Yogyakarta. Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Daerah Istimewa Yogyakarta menyebutkan momentum ujian nasional baik SMA maupun SMP memiliki pengaruh dalam mendongkrak okupansi atau tingkat hunian hotel berbintang di Yogyakarta.

“Selama ujian nasional (UN) okupansi hotel berbintang rata-rata melonjak seperti saat ini yang menjadi 70%,” kata Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DIY Istijab M Danunagoro di Yogyakarta, Minggu (22/4/2018).

Meski saat ini dalam masa low season atau musim sepi pengunjung, kenaikan okupansi selama musim UN baik SMA maupun SMP cukup menjadi pelepas dahaga bagi pengusaha perhotelan sebelum memasuki Bulan Ramadhan. “Alhamdulillah okupansi sudah membaik menjelang puasa. Kebanyakan didongkrak rombongan-rombongan sekolah karena banyak siswa yang libur selama kakak kelasnya mengikuti UN,” kata dia.

Saat Bulan Ramadhan pada Mei okupansi biasanya kembali mengalami penurunan. Seperti tahun-tahun sebelumnya okupansi hotel saat bulan puasa rata-rata hanya mencapai 40%. “Sehingga okupansi saat ini sangat menolong sebelum memasuki bulan puasa,” kata Istijab.

Hingga saat ini terdapat 166 hotel berbintang dan 1.030 hotel nonbintang. Sekitar 60% hotel berada di Kota Yogyakarta dan sisanya berada di kabupaten lain di DIY. “Program Meeting, Incentive, Converence, and Exhibition atau MICE masih menjadi andalan kami untuk menjaga stabilitas tingkat kunjungan,” kata dia.

Public Relations Hotel Tentrem Yogyakarta, Venta Pramusanti mengatakan bahwa momentum UN atau liburan sekolah tidak terlalu berpengaruh terhadap okupansi Hotel Tentrem. Kendati demikian, menurut dia, okupansi Hotel Tentrem saat ini terbilang tinggi yakni mencapai 71% sejak awal April.

Tamu-tamu yang menginap di Hotel Tentrem, menurut Venta, rata-rata berasal dari korporasi ataupun pemerintahan. “Jadi rombongan sekolah yang saat ini memadati Yogyakarta tidak berdampak langsung pada tingkat hunian Hotel Tentrem,” kata dia. (ANT)

Hijabers Mom Community Unjuk Kreasi di Muffest 2018

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Empat ibu pendiri Hijabers Mom Community (HMC) yakni Hannie Hananto, Irna Mutiara, Najua Yanti, dan Monica Jufry unjuk kreasi pada gelaran Muslim Fashion Festival (Muffest) 2018, di JCC, Senayan, Jakarta Pusat.

Keempatnya membawa tema berbeda. Namun dibungkus dalam gimmick yang sama. Lewat lini busana Anemone, Hannie mengusung tema Muslima United. Ia berkata muslimah tetap bersaudara meski memiliki pilihan busana berbeda. “Mau panjang atau pendek kerudung kita, muslimah itu bersaudara, harus bersatu,” papar Hannie.

Nerdy but fun, Hannie seolah ingin menghadirkan busana-busana kekinian dengan unsur digital life. Print berukuran cukup besar merupakan hasil ilustrasi Hannie yang dituangkan ke dalam gambar digital. Selain big print berupa wajah wanita, ia juga bermain dengan motif geometris berupa garis. Soal warna, Hannie mengaku mengambil warna kuning dan hijau yang sedang tren saat ini.

“Kalau di warna saya memang kebanyakan warna hitam putih dan memang harus ada warna yang keluar, yang pop. Kuning sama ijo di-pop kan tapi jangan semata-mata warna itu nanti jadi kayak kampanye,” katanya seperti dilansir laman CNNIndonesia.com, Ahad (22/04/2018).

Ia menghadirkan jumpsuit plus detail cape menutup dada, gamis, tunik dan celana panjang. Sablon bentuk polkadot menambah unik tampilan. Seakan tak cukup meramaikan dengan print dan motif, ia menambahkannya dengan aksesori berupa kalung besar.

Meski tampak berat berkat kehadiran motif, permainan warna dan aksesori, tapi Hannie memastikan bahan-bahan yang digunakan adalah bahan yang ringan seperti scuba, foal, dan sifon.

Diawali dengan sesuatu yang fun dan unik, fase kedua penikmat fashion diajak sedikit kalem. Irna Mutiara menghadirkan warna monokrom nan lembut lewat label Im Syari. Meski tampak lembut, ada unsur kekuatan dan ketangguhan wanita sehingga tema diambil tema Utsubo-sei (toughness). “Bajuku sebenarnya simpel banget kan aku ambilnya zen. Trennya itu zen, segala sesuatu yang menenangkan,” tuturnya.

Unsur ketenangan ini tampak lewat warna-warna kalem seperti ash white, dusty pink dengan sentuhan warna hitam. kerudung-kerudung ia yang ia gunakan rata-rata kerudung panjang dan terdapat beberapa look dengan unsur cadar hitam. Kerudung tampak berlapis-lapis tapi tidak tampak ‘berat’ berkat bahan-bahan ringan seperti foal dan polymicrofiber.

Aliran ketenangan ini terhapus lewat gimmick para model yang melepaskan gulungan tali hitam di tangan mereka. Di sini unsur ketangguhan terlihat. Tak hanya itu, tali hitam ini menjadi detail busana, baik pada kerudung atau sebagai obi pada terusan. “Inspirasinya dari Jepang, itu kayak senjata ninja,” ujarnya.

Setelah menurunkan tensi sejenak, penikmat fashion kembali dihentak dengan koleksi busana Najua Yanti. Membawa aroma kota metropolitan New York, Najua mengusung tema ‘Going Baby Going to New York’ lewat label Bellabaric miliknya.

Koleksi kental dengan warna abu-abu baik abu gelap maupun terang, serta sentuhan warna kuning dan navy blue. Aneka siluet gamis dengan berbagai modifikasi seperti kerah yang cukup tinggi menutup leher, tali yang disematkan menyilang di bagian depan serta plastic coat yang edgy. Unsur Anerika Serikat terasa lewat ornamen bangunan di New York, patung Liberty serta taksi. Sangat urban tapi unik.

Sementara itu, koleksi lini busana Sessa milik Monica Jufry menutup peragaan busana ibu-ibu hijabers ini. Tema Splash, kata Monica, terinspirasi dari tanaman terarium. Terarium adalah tanaman yang biasa ditanam di pot-pot yang artistik.

Warna navy blue, abu-abu dan beidge mendominasi koleksi Monica. Percikan air tertuang dalam ornamen busana berupa embroidery. Selain itu juga terdapat 3D embroidery yang menggambarkan serabut akar tanaman. Ia berkata ‘serabut’ ini adalah detail buatan tangan menggunakan benang yang diikat.

Unsur pot atau wadah tanaman yang artistik diwujudkan lewat pertemuan garis-garis secara diagonal. Simpel tapi elegan, Monica tak neko-neko soal siluet. Gamis atau long dress, celana panjang, plus outer dengan material organza, satine crepe, satin serta sifon.

Keindahan terarium terletak pada tatanan tanaman serta unsur-unsur pendukungnya termasuk tanah dan bebatuan. Terarium tak memerlukan banyak air untuk bertahan hidup,cukup percikan saja. Hal ini pula yang menginspirasi Monica untuk menyebarkan filosofi sang tanaman hias.

“Filosofi dari koleksi ini adalah jangan pernah berhenti berbuat baik walau sedikit karena kita enggak tahu bisa jadi perbuatan yang sedikit itu berefek baik pada orang lain dan berefek besar bagi diri kita sendiri,” katanya. (CNN)

Warga Inggris Apresiasi Batik Sebagai Karya Seni

this formate

LONDON, bisniswisata,co.id: Warga Inggris yang mengikuti kelas membatik, diadakan dalam rangkaian pameran “Nusawastra Silang Budaya: Indonesian textiles at the Crossroad of Culture” mengapresiasi batik sebagai karya seni sebagaimana lukisan.

Sekitar 50 warga Inggris mendaftarkan diri mengikuti demo batik, yang dipandu Siti Maimona alias Mai dan Adita Ningsih alias Dita, pengrajin batik asal Madura. Kelas membatik ini diadakan di KBRI London, selama dua hari tanggal 20-21 April.

Pelaksana Fungsi Pensosbud KBRI London, Okky Diane Palma kepada Antara London, Minggu (22/04/2018) mengatakan sebelum acara kelas membatik Siti Maimona dan Adita Ningsih memperkenalkan bahan-bahan yang digunakan untuk membatik mengunakan bahan alami seperti jelaweh, manggis, munduh kulit mengkudu, secang, dan tunjung untuk menciptakan warna merah, biru, kuning, dan indigo.

Disampaikan, bahan alami lainnya seperti gula aren, tawas, dan kapur juga dapat digunakan untuk mengikat warna, melekatkan warna, serta membuat warna tampak lebih pekat.

Seorang peserta yang tinggal di London mengaku baru kali ini ia diperkenalkan dengan bahan alami khas Indonesia menjadi sumber pewarnaan batik Madura. “Saya pernah mewarnai tekstil, tapi menggunakan bahan kimia,” ujarnya sambil tekun mendengarkan penjelasan proses membatik lebih lanjut.

Kolektor wastra Indonesia dan penulis buku Nusawastra Silang Budaya Quoriena Ginting mengakui ada ikatan emosional yang pasti tercipta setiap kali membatik. “Bila ingin membatik harus dalam suasana senang dan berpikiran bersih serta jernih karena akan terlihat hasilnya di kain. Kalau secara emosi tidak pas,” ujarnya.

Meski prosesnya cukup rumit, apalagi hampir semua peserta baru pertama kali mengenal teknik batik, tapi banyak yang langsung luwes juga, puji Dita.

Biasanya, kain putih digunakan untuk membatik harus dicelup dulu ke dalam cairan campuran minyak camplong dan abu tomang (abu sisa kayu bakar). Proses ini berfungsi melembutkan dan mengharumkan kain sehingga memudahkan proses membatik, terutama pada saat pengikatan warna. “Semua alat dan kain sudah disiapkan dan bahkan sudah ada gambar,” tukas Mai.

Batik Madura khususnya dibuat melalui proses yang cukup panjang. Tidak heran jika harga batik tidaklah murah. “Saya jadi tahu kalau menghasilkan satu kain batik multiwarna perlu waktu berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun,” komentar salah seorang peserta yang mendapat penjelasan tentang batik gentongan asal Madura dari Mai.

Pada peserta workshop sepakat batik merupakan sebuah karya seni. Seperti pelukis yang menggunakan cat dan kanvas, pebatik menggunakan malam dan kain sebagai medianya. “Ada ikatan emosional yang pasti tercipta setiap kali membatik,” ujar Quoriena Ginting yang merupakan kolektor wastra Indonesia. (NDY)