Wouw, Seekor Buaya Berkeliaran di Pantai Wisata Nambung

this formate

LOMBOK BARAT, bisniswisata.co.id: Seekor buaya dilaporkan terlihat di perairan pantai Nambung, Desa Buwun Mas, Kecamatan Sekotong, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat. Hewan preadtor itu terlihat pada Jumat (15/6) dan Senin, (18/6).

“Kemunculan seekor buaya tersebut dilaporkan Kepala Dusun Bange dan didukung info warga yang sempat mengambil gambarnya,” kata Kepala Desa Buwun Mas Rochidi, di Lombok Barat, seperti dilansir laman Antara, Rabu (20/06/2018)

Selain sebagai ajang mencari ikan bagi nelayan dan penanaman rumput laut, pantai Nambung juga menjadi destinasi wisata cukup populer. Menurut dia warganya resah karena sehari-hari mereka beraktivitas di perairan laut. Belum lagi keselamatan wisatawan yang juga terancam.

Kemunculan buaya tersebut sudah dilaporkan ke pihak terkait. Rochidi berharap Balai Konservasi Sumberdaya Alam (BKSDA) NTB segera turun tangan untuk menangkap hewan predator tersebut. “Saya sudah koordinasikan dengan pihak terkait untuk penangkapan dan tindakan lain,” kata Rochidi.

Humas BKSDA NTB Ivan Juhanda, mengaku belum mendapatkan laporan resmi, dan hanya tahu dari awak media. “Kalau melihat foto yang saya terima, seperti itu buaya muara. Kami segera tindaklanjuti informasi tersebut,” ujar Ivan.

Lombok Barat kaya wisata pantai yang indah. Memang soal pantai seakan sudah menjadi jati di Pulau Lombok sebagai pulau yang memiliki banyak sekali pantai indah, tak terkecuali di wilayah Kabupaten Lombok Barat. Di kabupaten ini terdapat banyak pantai yang indah, mulai dari yang populer dan ramai dikunjungi, sampai yang jarang pengunjung namun tak kalah indahnya. Inilah beberapa pantai di Lombok Barat, antara lain:

#. Pantai Senggigi

Pantai Senggigi merupakan pantai yang paling populer di Lombok Barat, bukan hanya di kalangan wisatawan lokal saja, Pantai Senggigi sudah sangat terkenal sampai ke mancanegara. Dengan fasilitas saranan dan prasaran penunjang yang sangat lengkap, tidak heran pantai ini selalu menarik wisatawan untuk berkunjung. Ada berbagai hotel berbintang, akses yang mudah, spot snorkling serta penyewaan alat-alatnya dan masih banyak lagi. Kamu akan dimanjakan dengan berbagai fasiliatas wisata ketika berkunjung ke Pantai ini, selain daripada keindahan alamnya yang selalu menjadi primadona.

#. Pantai Sekotong

Pantai Sekotong terletak di Kecamatan Sekotong Kabupaten Lombok Barat. Pantai ini memiliki keindahan pasir yang putih dan air laut yang masih terjaga kebersihannya. Letak yang cukup jauh dari ibu Kota Provinsi menjadikan awalnya tidak banyak yang mengetahuinya, namun berkat keindahannya yang alami menjadikan semakin banyak wisatawan yang berkunjung untuk melihat keeksotisan pantai ini.

#. Pantai Batu Bolong

Yang menjadikan namanya Batu Bolong adalah karena adanya Batu Besar yang berlubang di tengahnya. Keunikan ini menjadikan banyak wisatawan tertarik untuk mengunjunginya, terutama saat matahari terbenam. Pantai ini memiliki kelebihan saat matahari terbenam, karena saat ini kamu akan menyaksikan pemandangan yang luar biasa.

#. Pantai Gili Kedis dan Gili Nanggu

Kedua gili ini terletak berdekatan, berlokasi di Kecamatan Sekotong Kabupaten Lombok Barat. Bisa dikatakan kedua gili ini merupakan pantai dengan lokasi yang tersembunyi dan belum banyak orang yang mengetahuinya. Meskipun begitu, kami bisa menjamin bahwa datang ke Gili ini kamu akan disuguhi pemandangan luar biasa yang tiada duanya dengan pasir putih, laut yang bersih, terumbu karang yang terjaga serta keindahan alamnya. Selain itu kamu tentu saja bisa merefresh otak dari kepenatan aktivitas perkotaan

#. Pantai Ampenan

Pantai ampenan merupakan pantai yang sejalur ke arah Pantai Senggigi. Kalau dar Kota Mataram, kamu bisa singgah terlebih dahulu di pantai ini sebelum menuju pantai Senggigi. Pantai ini cenderung tidak cocok untuk dijadikan tempat berenang atau bermain air, namun begitu kamu masih bisa menghabiskan waktu untuk nongkrong atau aktifitas santai lainnya di sini.

#. Pantai Kerandangan

Tidak hanya mempesona masyarakat kota Mataram, namun beberapa lapisan masyarakat lombok maupun turis mancanegara sangat memukau wisatawan. Saat liburan, lokasi wisata ini akan banyak dikunjungi olehh wisatawan. Pantai ini lokasinya berada di sebelah utaranya Pantai Senggigi. Namun lokasi wisata ini sudah jatuh ke tangan investor, namun sangat terbengkalai. Oleh karena itu, pengelola pantai mulai mengurusi pantai tersebut dengan memungut retribusi kepada pengunjung yang akan berkunjung ke lokasi wisata ini. Pedagang yang ada di sana pun juga ditarik retribusi sebesar 5 ribu rupiah setiap bulannya. Namun saat hari libur retribusi dinaikkan mengingat banyaknya warga yang ingin berkunjung ke lokasi wisata ini.

#. Pantai Batu Bolong

Pantai ini memiliki batu besar yang dijadikan sebagai bolongan di dalamnya. Pantai ini terletak dari kuil Hindu yang ada di atas puncak. Jika memandang ke bawah, wisatawan akan melihat selat lombok yang berada di gunung Agung. Lokasi wisata ini juga sering digunakan wisatawan untuk berjemur dan bersantai. Sunset jika dilihat dari lokasi wisata ini akan sangat indah dan menarik.

#. Batu Layar

Batu Layar merupakan lokasi wisata yang sangat terkenal, hal ini dikarenakan batu layar merupakan tempat wisata di Lombok Barat yang merupakan tempat suci bagi penganut agama Islam.

#. Pantai Sekotong

Pantai ini terletak di kecamatan Sekotong sehingga disebut sebagai Pantai Sekotong. Letaknya sekitar 60 km dari ibukota, memang sangat jauh dari ibukota Mataram namun pemandangan yang akan didapatkan wisatawan terbayarkan meski jarak tempuh yang jauh.(NDY)

Liburan Lebaran, Pulau Untung Jawa Beruntung Diserbu Wisatawan

this formate

KEPULAUAN SERIBU, bisniswisata.co.id: Selama liburan Lebaran, membawa berkah bagi Pulau Untung Jawa di kawasan Kepulauan Seribu, Jakarta. Pulau yang dapat dijangkau dengan perahu bermotor dalam waktu setengah jam perjalanan dari Pantai Tanjung Pasir, Tangerang, Banten ini memang menjadi destinasi wisata bagi wisatawan lokal.

Data kunjungan wisatawan dari Pusat Informasi Wisata Kelurahan Pulau Untung Jawa, Jakarta, Rabu (20/6/2018), menunjukkan kunjungan wisatawan lokal mencapai puncaknya pada Ahad (17/6) atau hari ketiga Lebaran dengan total jumlah pengunjung mencapai 6.098 orang. Jadi total selama empat hari libur Lebaran telah diserbu sebanyak 16.046 orang.

Hari pertama Idul Fitri, Jumat (15/6), Desa Wisata Untung Jawa yang hanya berjarak sekitar 7,4 kilometer dari Pantai Tanjung Pasir itu hanya dikunjungi 736 orang wisatawan. Mereka umumnya datang dari Jakarta, Bogor, Tangerang, Bekasi, dan beberapa daerah di Provinsi Banten.

Hari kedua Idul Fitri, jumlah wisatawan yang tiba di pulau yang terkenal dengan pantai berpasir putih Sakura dan Amiterdam ini meningkat menjadi 3.604 orang serta 6.098 orang pada hari ketiga. Pada Senin atau hari keempat libur Lebaran, jumlah mereka yang berkunjung menurun menjadi 5.612 orang.

Memasuki hari kelima Lebaran, Selasa, pulau yang ditumbuhi pepohonan bakau menghijau di beberapa sisinya ini masih ramai dengan wisatawan lokal, namun jumlah totalnya dicatat otoritas pariwisata setempat. Menurut Haji Rodi, pedagang makanan dan minuman di area dermaga utama desa wisata ini, kunjungan wisatawan selama lima hari libur Lebaran ini membawa berkah bagi jualannya.

“Selama libur Lebaran ini, omzet penjualan kedai saya naik sekitar 30 sampai 35 persen dibanding akhir pekan biasa,” kata pedagang kelahiran Pulau Untung Jawa pada 1969 sambil menambahkan pada Sabtu dan Ahad di luar libur Lebaran, omzet penjualan kedainya hanya mencapai Rp 1,5 juta, namun selama libur Idul Fitri ini meningkat menjadi Rp 2 juta.

Sementara kunjungan wisatawan ke Kepulauan Seribu selama Lebaran yang dimanfaatkan warga untuk liburan ke sejumlah objek wisata di Kepulauan Seribu, cukup menggembirakan. Tercatat sebanyak 51.763 wisatawan menyebrang melalui pelabuhan-pelabuhan ke beberapa pulau.

Kepala Suku Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kepulauan Seribu, Cucu Kurnia mengatakan wisatawan masuk melalui Marina Ancol, Kali Adem, Tanjung Pasir, Rawa Saban dan Sunda Kelapa. “Tercatat dari tanggal 9 – 17 Juni 2018 ada 51.763 wisatawan. Rinciannya 50.709 wisatawan nusantara dan 1.054 wisatawan mancanegara,” kata Cucu.

Menurut Cucu, peningkatan kunjungan wisatawan terjadi pada H+2 lebaran, banyak wisatawan menghabiskan liburan lebaran bersama keluarga di wisata pulau permukiman. “Sabtu jumlah wisatawan yang datang ke pulau permukiman cukup membludak. Para wisatawan tidak hanya ke pulau resort melainkan ke objek wisata pantai pulau permukiman seperti Pulau Tidung, Pari, Pramuka dan Harapan,” tandasnya.

Lonjakan pengunjung ini tambah Cucu, sudah diantisipasi dengan menyiagakan ratusan petugas gabungan guna cipta kondusif. Ratusan petugas ini disebar di sejumlah titik dan posko pengamanan. (NDY)

Tips Nikmati Kuliner Saat Liburan di Luar Negeri

this formate

NEW YORK, bisniswisata.co.id: Kuliner menjadi salah satu bagian penting saat berkunjung ke daerah, kota atau negara lain. Sebagai pelancong, Anda harus dapat memastikan makanan yang disantap tidak akan mengecewakan.

Untuk itu, dalam upaya untuk membantu Anda mendapatkan hasil maksimal dari makan di negara lain, tanpa harus memaksimalkan anggaran perjalanan, Lauren Shockey, penulis buku Four Kitchens berbagi cerita tentang pengalamannya memasak di seluruh dunia. Berikut beberapa tips yang disampaikan Shockey, dilansir dari laman Time, Rabu (20/6/2018).

#. Dapatkan intel orang dalam

Sebelum melakukan perjalanan, Shockey biasanya meneliti blog makanan lokal dan Yelp. Ia menemukan foto-foto hidangan di Yelp yang sangat membantu. Kemudian ia juga anggota LokaPack, yang menawarkan panduan tujuan yang dikurasi dari pakar industri dan saran yang dipersonalisasi, namun harus membayar keanggotaan terlebih dahulu. Namun, jika ada seseorang dalam hidup Anda yang menyukai makanan dan bepergian, tanyakan pada mereka. Tidak ada yang lebih baik daripada saran gratis.

#. Memiliki pertanyaan tajam

Jika Anda menggunakan concierge hotel, sebaiknya gunakan pertanyaan yang sespesifik mungkin, daripada mengatakan, “Saya ingin makanan Spanyol atau apa pun terdengar hebat,” kata Shockey. Hal yang sama berlaku untuk siapa pun yang Anda temui. Jika menyukai paella dan itu yang Anda inginkan, nyatakan bahwa Anda menginginkan restoran dengan harga menengah yang melayani paella terbaik. Bersikap jernih dan jujur tentang apa yang Anda inginkan adalah cara terbaik untuk mendapatkan bantuan.

#. Makan masakan daerah, tapi pilih-pilih

Shockey suka mencicipi masakan lokal semaksimal mungkin, dan akan mencoba mencari potongan tarif lokal yang menakjubkan. Ketika ia tinggal di Hanoi, Vietnam, ia membuat misi untuk menemukan bun cha terbaik. Lupakan makanan yang sudah biasa, kecuali Anda sangat membutuhkannya. “Saya akan mengatakan menghindari makanan yang dapat Anda miliki di rumah, hanya karena Anda tidak memiliki pengalaman kuliner yang unik,” kata Shockey. Namun jika Anda tahu bahwa Anda menyukai hamburger dan itu akan membuat Anda paling bahagia saat bepergian, maka tentu saja makanlah.

#. Makan di tempat ramai itu bagus

Shockey mengatakan, aturan praktisnya adalah makan di restoran yang sangat sibuk, dan terlihat seperti memiliki omset tinggi. Meskipun mungkin tampak dangkal, indikator-indikator itu penting.

#. Persediaan air kemasan

Jika kebersihan air menjadi salah satu poin penting, lebih baik untuk membelinya dalam jumlah banyak di pasar atau toko kelontong. Daripada membelinya di hotel yang biasanya mematok harga lebih tinggi. (*)

Potensi Luar Biasa, Sayang Pariwisata Kalteng Jauh dari Promosi

this formate

PALANGKA RAYA, bisniswisata.co.id: Pariwisata Kalimantan Tengah (Kalteng) memiliki potensi yang luar biasa. Mulai wisata alam, budaya, bahari, Taman Nasional hingga kuliner yang ngehits. Sayangnya, promosi dan publikasi sangat minim sehingga kurang optimal dalam menarik kunjungan wisatawan nusantara maupun mancanegara.

“Selain pengelolaan yang belum terlalu optimal, promosinya juga kita lihat masih relatif minim. Bagaimana bisa dikenal kalau promosinya saja masih sangat lemah,” lontar Ketua Komisi C DPRD Kalteng seperti dilansir laman Antara, Rabu (20/06/2018).

Dilanjutkan, mempromosikan pariwisata Kalteng relatif sulit karena adanya keterbatasan anggaran. Meski begitu, Pemerintah Provinsi bersama Kabupaten/kota se-Kalteng harus berani membuat terobosan dan iovasi dalam mempromosikan potensi berbagai pariwisata Bumi Tambun Bungai ini.

Komisi C yang salah satu tugas, pokok dan fungsinya di bidang pariwisata pun ke depannya akan berupaya keras mendorong Pemerintah Provinsi melalui satuan organisasi perangkat daerah (SKPD), agar lebih serius mengurus dan mengoptimalkan pengelolaan serta promosi objek wisata.

“Upaya mengembangkan dan meningkatkan potensi pariwisata Kalteng, belum lama ini ada mengunjungi Taman Mini Indonesia Indah (TMII). Kunjungan tersebut untuk melihat sejauh mana program kepariwisataan yang telah dikembangkan, dan dijalankan terutama rumah Betang di TMII,” beber Syamsul.

Wakil rakyat dari daerah pemilihan (Dapil) Kalteng II, yang meliputi Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) dan Seruyan ini menyebut, Provinsi Kalteng yang luasnya satu setengah kali Pulau Jawa memang memiliki potensi pariwisata yang sangat menjanjikan, selain dibidang pertambangan, perkebunan, pertanian maupun berbagai bidang lainnya.

Kalteng mempunyai potensi wisata alam, budaya dan berbagai bidang lainnya. jika potensi pariwisata Kalteng ini bisa dikembangkan dengan maksimal, maka daerah ini akan menjadi daerah yang maju dan pariwisatanya bisa bersaing dengan daerah lainnya di Indonesia.

“Pariwisata memang harus dikembangkan dan butuh dukungan semua pihak, karena bagaimana pun potensinya sangat menjanjikan dalam membangun daerah ini,” demikian legislator dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ini.

Provinsi ini memiliki berbagai flora dan fauna menarik yang terbaik di Indonesia. Juga memiliki pemandangan menarik juga karakteristik dengan hamparan hutan hujan tropis beriklim yang panas dan lembab. Bahkan, memiliki tempat wisata yang indah jika dieksplorasi dengan baik, inilah beberapa destinasi yang ngetop seperti dilansir laman obyekwisataterlengkap.blogspot.com:

#. Taman Nasional Tanjung Puting

Taman Nasional ini terletak di semenanjung barat daya tepatnya di Kecamatan Kumai. Tahun 1936, daerah ini adalah cagar alam dan suaka margasatwa, kemudian ditetapkan sebagai taman nasional pada tahun 1984. Juga memiliki beberapa jenis ekosistem hutan hujan tropis, dataran rendah, hutan tanah kering, hutan rawa air tawar, hutan bakau, hutan pantai, dan hutan sekunder. Taman nasional ini juga rumah bagi spesies yang dilindungi endemik orangutan, bekantan, monyet merah, beruang, rusa, dan kucing liar. Taman Nasional Tanjung Puting adalah pusat rehabilitasi orang utan pertama di Indonesia. Ada beberapa tempat yang dapat Anda kunjungi termasuk Tanjung Harapan, Pondok Tanggui, Camp Lakey, Natai Lengkuas, Danau Burung dan Sungai Buluh. Untuk melihat seluruh area Taman Nasional Tanjung Puting, kunjungi pada bulan Juni-September setiap tahun.

#. Kumkum Park

Kumkum Taman bisa disebut kebun binatang kecil, karena ada beberapa hewan yang buaya, beruang, burung enggang dan monyet. Ada home theater sebagai tempat untuk menikmati aliran air KAS.

#. Taman Nasional Bukit Raya

Bukit Raya Taman Nasional, kawasan konservasi di perbatasan antara Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah. Daerah ini memiliki peran penting dalam fungsi hidrologis hutan dan Bukit Raya merupakan perwakilan tipe ekosistem hutan hujan tropis pegunungan. Mencatat 817 spesies tanaman, ada tanaman untuk obat-obatan, kerajinan, bahan bangunan, konsumsi, dan berbagai jenis anggrek hutan, dan bunga dari tanaman parasit yang terbesar / dunia bunga bangkai. Bukit Raya juga merupakan tempat penelitian baik dari dalam dan luar negeri. Bukit Raya merupakan gabungan dari Bukit Baka Nature Reserve di Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah, pengaturan bahkan daerah ini mengalami banyak perubahan. Beberapa tempat menarik untuk dikunjungi adalah karpet SII Jeram (River Ella), Climbing (G. Puncak Bukit Raya dan Puncak Bukit Raya), dan Hot Air Sepan POI (Desa Batu Panahan).

#. Sebangau National Park

Taman Nasional Sebangau memakan waktu sekitar 20 menit dari bandara kecil Riwut Palangkaraya. Diperkirakan 6.500 ke 9.000 populasi orangutan liar tersebar di seluruh hutan gambut. Wilayah Taman Nasional Sebangau sekitar 568 700 ha, juga ada 808 spesies tanaman, 15 jenis mamalia, 182 jenis burung, dan 54 spesies ular. Jenis-jenis flora yang tumbuh subur di daerah rawa gambut sebagai taman nasional memiliki nilai ekonomi yang baik dari produk kayu dan non-kayu. Beberapa jenis kayu komersial seperti Ramin, Meranti Java , Jelutung, Nyatoh, Calophyllum, Kapur Naga dll Adapun spesies fauna yang ada orangutan, Bakantan, Beruang owa, burung enggang, Tiger Daun, Ekor Panjang Monyet dan lain-lain.

#. Danau Tahai

Nama danau berasal dari bahasa Tahai Dayak berarti danau, yang terletak di Desa Danau Tahai Tahai, Kabupaten Batu. Di danau ada sinkronisasi danau jembatan kayu dan hutan. Jembatan ini satu-satunya jalan menuju ke tengah danau untuk menikmati pemandangan alamya. Di hutan ada jalur dari kayu yang bisa dilalui oleh para wisatawan untuk menyusuri kawasan hutan. Jika beruntung, Anda dapat menemukan satwa uwak-uwak sejenis kera. Fasilitas lainnya adalah sepeda angsa, karaoke, perahu dayung, masjid, restoran kuliner khas daerah.

#. Nyaru Menteng Arboretum

Arboretum Nyaru Menteng, daya tarik wisata alam hutan yang banyak spesies flora dan fauna serta koleksi berbagai jenis tanaman. Selain wisata alam dan kawasan lindung, Arboretum Nyaru Menteng terletak penelitian tanaman langka. Kawasan ini juga dilengkapi perkembahan,
Oranutan Reintroduksi Pusat Informasi, Pusat konservasi pendidikan ekosistem, pengenalan ekosistem rawa gambut. Untuk menuju Arboretum Nyaru Menteng Palangkaraya dapat ditempuh dengan kendaraan darat sekitar 30 menit, melalui Jl. Tjilik Riwut menuju Tangkiling dan di Km 28, belok kanan menuju Taman Danau Tahai.

#. Museum Balanga

Museum Balanga berdiri tahun 1973 sebagai distrik museum terletak di Jl. Tjilik Riwut, Palangkaraya. Museum ini memiliki koleksi yang kaya benda budaya dan alam yang ditampilkan di dua bangunan sebagai pameran permanen, sisanya berada di penyimpanan koleksi. Setelah memasuki ruang pameran, pengunjung akan merasakan suasana kehidupan tradisional suku Dayak. Juga dipamerkan 1.000 buah yang digunakan selama konflik etnis di Sampit tahun 2001 sebagai koleksi sejarah.

#. Bukit Tengkiling

Obyek wisata ini sekitar 34 km dari pusat kota Palangkaraya. Di bukit ini pengunjung dapat melakukan beberapa jenis wisata alam, wisata religi, dan menikmati kegiatan outbound. Di antara berbagai pilihan wisata, pesona alam andalan Bukit Tangkiling. Climbing adalah menyenangkan, sepanjang jalan ada pohon-pohon. Sekitar 30 menit memanjat, puncak Gunung Tangkiling dapat dicapai. Juga menikmati Kahayan Bridge. Di sisi lain terlihat Bukit Baranahu, Kalalawit, Tabala, Sole, Bulan, Buhis, Lysine, Liau dan lainnya.

#. City Air Muara Teweh

Muara Teweh, ibukota Kabupaten Barito Utara berasal dari suku Dayak Bakumpai. Sebagai kota air, memiliki rumah apung yang mengatur sepanjang Sungai Barito. Juga memiliki pemandangan hutan hijau subur, menikmati perjalanan klotok menyusuri Sungai Barito, merasakan buah papaken khas Kalimantan, mencicipi ikan saluang, menjelajahi hutan di Muara Teweh, pararawen kudus atau cagar alam kalalawet.

#. Rumah Tradisional Longhouse

Rumah adat ini karya suku Dayak bermukim di pedalaman Kalimantan, yang memiliki konsep hidup dalam kelompok. Rumah adat suku Dayak memiliki panjang sekitar 180 meter, yang terdiri dari 35 pintu di mana setiap gerbang ditempati 1 rumah tangga. Rumah ini dibangun dengan kayu ulin, kayu ulin karena rumah ini dapat menyimpan hingga puluhan dan ratusan tahun anti-rayap. Salah satu kebiasaan dari Dayak memelihara hewan, seperti anjing, burung, kucing, babi, atau sapi. Selain mengobati anjing, suku Dayak juga perlu perannya sebagai teman ketika berburu di hutan.

#. Wisata Pantai

Kalteng juga memiliki wisata pantai yang menarik. Ada Pantai Kubu di kawasan Kubu, Kabupaten Barito Utara, yang memiliki pantai berpasir putih farmasi dan miring coklat coklat dan berair disebabkan oleh hutan gambut. Pantai Benteng merupakan salah satu objek wisata di Pangkalanbun karena lokasi ideal untuk mengisolasi diri dari hiruk pikuk kota. Juga Pantai Ujung Pandaran di Kabupaten Kotawaringin timur, yang terletak 80 km dari pusat Kota Sampit. Pantai ini terekenal akan pantai yang landai dan biota lautnya yang membentang puluhan kilometer dari Kabupaten Kotawaringin Timur ingga perbatasan Kabupaten seruyan. (NDY)

Tak Hanya Piala Dunia, Rusia Tawarkan Atraksi Wisata

this formate

MOSKOW, bisniswisata.co.id: Semangat sepak bola membuat para penggemar di seluruh dunia menuju Rusia. Musim ini menjadi tempat bagi ibu kota Rusia, Moskow, menyelenggarakan FIFA World Cup 2018. Moskow juga memberikan banyak atraksi wisata yang menarik. Kota terbesar di Eropa tersebut menawarkan banyak situs terkenal di dunia, gedung pencakar langit, dan monumen bersejarah.

Dilansir laman Indian Express, Rabu (20/06/2018), berdiri selama kurang lebih 800 tahun, Moskow memiliki banyak benteng dan katedral besar. Kota terpadat di Rusia tersebut juga menjadi pusat politik, ekonomi, budaya, dan ilmiah. Bila berkesempatan mengunjungi Rusia untuk menyaksikan Piala Dunia, tidak ada salahnya mengunjungi banyak tempat bersejarah lain.

Banyak fakta unik terkait Moskow, Rusia. Salah satunya, perpustakaan negara Rusia yang berada di Moskow berdiri pada 1862 dan menjadi perpustakaan terbesar di Eropa. Perpustakaan juga menjadi yang terbesar ke dua di dunia setelah Library of Congress di Amerika Serikat (AS). Kemudian Moscow State University merupakan gedung universitas terbesar di dunia.

Kereta bawah tanah di Moskow merupakan angkutan terbanyak di dunia. Jeda antara satu kereta dan lainnya hanya sekitar satu setengah menit. Moskow juga mempunyai metro tersibuk di dunia. Berdasarkan catatan Forbes, jumlah miliarder terbanyak terdapat di Moskow. Nama Moskow sendiri diambil dari sungai Moskva yang mengalir di sepanjang kota.

Wisatawan bisa menikmati atraksi di Katedral St Basil. Terletak di Red Square, Katedral menampilkan kubah berbentuk bawang yang dirancang khusus. Bangunan akan terlihat seperti api unggun. Katedral St Basil merupakan menara lonceng besar yang berdiri sejak 1600.
Selain itu, destinasi Mausoleum Lenin atau Makam Lenin yang terletak di Lapangan Merah. Makam tersebut merupakan tempat Vladimir Lenin dikembumikan sejak 1924. Hingga saat ini jasadnya disimpan di Makam Lenin sehingga bisa dilihat secara umum.

Kremlin juga menjadi benteng terbesar di Eropa yang terletak di jantung kota Moskow. Kremlin mempunyai 20 menara dan lonceng, serta meriam terbesar di dunia. Museum Sejarah Negara juga menarik dikunjungi. Museum menyimpan koleksi koin terbesar negara, manuskrip abad ke-6, hingga karya seni yang dikumpulkan dinasti Romanov.

Bila ingin menghabiskan waktu berbelanja, GUM merupakan tempat yang tepat. Pusat perbelanjaan paling penting di Rusia ini memiliki dekorasi indah dengan atap kaca. GUM menampilkan produk fesyen dan restoran kelas atas. Gorky Park juga menarik dikunjungi. Wisatawan bisa mendapatkan fasilitas lapangan voli, skateboard, kelas yoga dan kebugaran. Gorky Parj juga memiliki teater terbuka. (NDY)

Bandara Lampung, Arus Balik Penumpang Naik

this formate

LAMPUNG SELATAN, bisniswisata.co.id: Jumlah penumpang arus balik libur Lebaran 2018 pada H+2 dari Bandara Radin Inten II Lampung Selatan mencapai 4.811 orang. Sedangkan H+2 tahun 2017 mencapai 4.092, atau artinya mengalami kenaikan 18 persen di tahun ini.

“Pada H+2 ini jumlah penumpang yang berangkat dari Bandara Radin Inten II Lampung Selatan untuk pulang ke daerah asal masing-masing usai Lebaran lebih banyak dari H+1 kemarin,” ujar Wahyu Aria Sakti Humas Bandara Radin Inten II Lampung Selatan, Selasa (19/6) malam. Menurut dia, jumlah ini lebih banyak dari tahun lalu.

Selain itu, bila dilihat dari jumlah penumpang yang berangkat pada H+1 dan H +2, jumlah penumpang lebih dominan pada H+2. “Jumlah penumpang yang menggunakan Bandara Radin Inten II ini masih akan terus mengalami kenaikan,” katanya pula.

Pada hari pertama Lebaran memang tercatat kenaikan jumlah penumpang di bandara lain. PT Angkasa Pura (AP) I mencatat arus penumpang di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai tercatat paling tinggi pada hari pertama Lebaran 2018.

Corporate Secretary AP I Israwadi mengatakan penumpang tertinggi di bandara tersebut mencapai 74.931 orang pada hari pertama Lebaran (15/6). “Angka ini (jumlah penumpang di Bandara Ngurah Rai Bali) naik 12,03 persen dari 66.884 orang pada H1 Lebaran 2017,” kata Israwadi, dalam keterangan tertulis

Sedangkan trafik penumpang tertinggi kedua terjadi di Bandara Internasional Juanda Surabaya. Israwadi menjelaskan total penumpang di Bandara Surabaya sebanyak 51.812 orang atau turun 3,03 persen dari 53.430 orang pada H1 Lebaran 2017. (redaksibisniswisata@gmail.com)

Libur Lebaran, Puluhan Wisatawan Tersengat Ubur-ubur

this formate

GUNUNG KIDUL, bisniswisata.co.id: Libur Lebaran bukannya bikin hati riang, malah puluhan wisatawan meriang. Nasib sial itu dialami saat berwisata di sejumlah pantai di Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, akibat tersengat ubur-ubur. Kejadian ini terjadi karena diduga mereka tidak memperhatikan imbauan petugas.

Koordinator SAR Korwil II Gunung Kidul Marjono di Gunung Kidul, Selasa, mengatakan wisatawan yang tersengat ubur-ubur saat sedang bermain air di Pantai Sepanjang, Pantai Drini, dan Pantai Krakal. “Hari ini (Selasa) jumlah wisatawan yang disengat ubur-ubur ada 27 orang,” kata Marjono dikutip Antara, Rabu (20/6).

Ia mengimbau wisatawan untuk tidak menyentuh hewan berumbai berwarna biru itu. Biasanya, anak-anak menyentuh hewan yang tergolong unik dan warnanya menarik untuk dipegang tersebut. “Kalau menemukan lebih baik dihindari saja,” imbaunya.

Marjono mengatakan sebelumnya ubur-ubur sempat diprediksi tidak akan merapat di kawasan pantai. Namun mulai Senin (18/6) cuaca berubah serta arus angin berpindah. Di sepajang pantai selatan di Gunung Kidul berpotensi muncul ubur-ubur. Hanya satu pantai, yakni Pantai Baron yang tidak ada ubur-ubur karena terdapat air tawar di sekitar pantai.

Juli hingga Agustus merupakan siklus munculnya ubur-ubur atau impes. Ubur-ubur yang biasa muncul merupakan binatang laut yang tergolong dalam kelas Scyphozoa. Tubuhnya yang berbentuk payung berumbai dan bisa menyebabkan gatal di kulit jika disentuh, bahkan jika tidak kuat bisa menyebabkan sesak napas.

“Biasanya korbannya anak hingga dewasa. Ada yang sesak napas, karena kami kekurangan tabung oksigen dan langsung dilarikan ke puskesmas terdekat,” ujarnya. “Semoga tak muncul lagi. Persedian obat sudah dipersiapkan dari Puskesmas Tanjungsari dan Klinik Multazam, obat penghilang rasa sakit sudah tercukupi,” sambungnya.

Salah seorang korban yang tersengat ubur-ubur di Pantai Sepanjang Resi (17) warga Jambu Kidul, Ceper, Klaten, Jawa Tengah. mengatakan tubuhnya merasa gatal dan sakit perut terkena sengatan ubur-ubur. “Saya pegang sesuatu berwarna biru, tetapi setelah dipegang tangan gatal,” katanya.

Selain tersengat ubur-ubur, lanjut Marjono, ada lima orang wisatawan terseret ombak pantai selatan. Adapun lokasinya, yakni seorang di Pantai Baron, tiga orang di Pantai Kukup, dan seorang di Pantai Pulangsawal atau Indrayanti. “Gelombang laut cukup tinggi. Kami mengimbau wisatawan memperhatikan peringatan petugas,” ungkapnya. (NDY)

Daya Pikat Cilember Dan Serunya Halalbihalal Bersama Keluarga Besar Siswoyo

this formate

Keluarga besar Siswoyo berfoto dengan army look di depan villa

CISARUA, Bogor, bisniswisata.co.id: Perjalanan menuju Villa Purnama 72, Cilember, Cisarua terasa panjang karena ditempuh hampir lima jam perjalanan dari kawasan Bintaro sektor 3 yang seharusnya cukup di jalani satu setengah jam saja.

Jalan mengular untuk keluar di pintu tol Ciawi, Jagorawi membuat konvoi rombongan tiba sebelum shalat dhuhur.  Hari Senin yang menjadi hari ke empat paska Hari Raya Idul Fitri 1439 H menjadi moment untuk mengikuti Halal Bi Halal keluarga Siswoyo yang kompak untuk bersilaturahim.

Meski sekitar 50 orang anggota datang dari Jakarta dan Tangerang Selatan, semua akhirnya merasakan nuansa Mudik Lebaran saat jelang Hari Raya Idul Fitri lalu dimana kesabaran dan keikhlasan menjalani kemacetan menjadi ujian di sepanjang jalan.

Villa di kawasan Cilember menjadi pilihan karena alamnya yang masih asri dan  mengarah ke Curug Cilember, salah satu obyek wisata di kawasan Cisarua. Meski dalam jadwal sudah banyak lomba-lomba untuk meramaikan kegiatan silaturahim ini, waktu luang bisa dimanfaatkan berkunjung ke curug.

Salah satu daya pikat dari kawasan curug ini adalah kawasan yang  terlihat tetap asri dengan airnya yang mengalir jernih serta hutan-hutan pinus dan pepohonan serta bunga-bunga yang tumbuh menghiasi sekitarnya.

Air terjun dalam bahasa sunda di sebut sebagai curug. Sekitar setengah jam dari villa terdapat Curug Cilember dan air terjun yang ada di kawasan wana wisata Curug Cilember jumlahnya sebanyak 7 air terjun yang letaknya terpisah. Air terjun curug ini sebenarnya berasal dari aliran air sungai yang sama kemudian terpecah menjadi 7 bagian.

Untuk sementara kunjungan ke Curug Cilember di tunda dulu karena setelah berkeliling villa Purnama sejenak,  maka rasa lapar dan haus yang mendera sejak dari jalan tol makin terasa. Untunglah rasa kelaparan langsung teratasi dengan santapan Soto ayam dengan menu komplit.

Menu yang disiapkan Dewi Stalini, anak ke tiga dari 8 bersaudara pasangan alm Siswoyo dan Mufti ini langsung ludes di mangkok bahkan perlu diisi kembali dengan kuah soto yang segar karena rasa jeruk nipis dan sambal.

Kegembiraan berkumpul bersama ibunda Mufti yang kini berusia 88 tahun bersama anak, menantu, cucu, cicit dan anggota keluarga lainnya menjadi kesempatan berharga disaat libur Lebaran yang menjadi libur nasional bersama mulai 10-19 Juni 2019.

                   Curug Cilember, Cisarua, Jabar

Usai menjalankan ibadah puasa sebulan penuh di bulan Ramadhan, umat Islam di seluruh dunia merayakan Idul Fitri pada 1 Syawal. Perayaan diwarnai dengan takbir, tasbih dan tahmid sepanjang hari. Setelah melaksanakan shalat Id, masyarakat saling bermaafan dengan anggota keluarga maupun kerabatnya.

Tradisi yang khas di Indonesia pada momen Idul Fitri ini yaitu tradisi Halal bihalal yang tidak bisa dimaknai secara bahasa melainkan dimaknai segi kulturalnya yaitu budaya saling memaafkan atau dengan saling berkunjung ke rumah saudara (silaturrahim) guna memohon dan memberi maaf yang diteruskan dengan saling berjabat tangan

Sejarah yang paling populer mengenai asal-usul tradisi halalbihalal ini mengutip islami.co adalah  sebuah tradisi yang dimulai oleh Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya Mangkunegara I, atau dikenal dengan Pangeran Sambernyawa, yang ketika itu memimpin Surakarta mengumpulkan para punggawa dan prajurit di balai istana untuk melakukan sungkem kepada Sang Raja dan Permaisuri setelah perayaan Idul Fitri.

Hal ini dilakukan untuk menghemat tenaga dan biaya. Sejak saat itu, kunjungan terhadap orang yang lebih tua atau berkedudukan lebih tinggi untuk meminta maaf pada perayaan Idul Fitri menjadi tradisi tersendiri.

Adapun asal-usul istilah halal bihalal memiliki beragam versi. Halal bihalal sendiri merupakan istilah bahasa Indonesia yang menggunakan kata berbahasa Arab. Di negara Arab sendiri, baik kata maupun tradisinya, tidak ada sama sekali.

Jadi Ini betul-betul tradisi khas Indonesia yang dibakukan menjadi kata dalam bahasa Indonesia, halalbihalal (ditulis sebagai satu kata tanpa spasi) merupakan acara maaf-memaafkan pada hari Lebaran dan merupakan suatu kebiasaan yang khas Indonesia.

Versi lain menyebutkan bahwa halal bihalal merupakan gabungan kata berbahasa Arab. Ada dua kata halal yang berarti ‘boleh’ atau ‘diizinkan’ digabungkan dengan kata penghubung bi yang berarti ‘dengan’. Sehingga berarti halal dengan halal, artinya saling menghapus segala hal yang dilarang, seperti dosa dan kesalahan terhadap orang lain

             Acara hiburan dari anggota keluarga

Acara bermaaf-maafan dengan nenek ( eyang) Mufti dan anggota keluarga lainnya dilanjutkan dengan foto bersama mengenakan kaos bertuliskan Back 2Gether Siswoyo Family. Acara foto ini cukup heboh karena cicit, cucu, anak, menantu, tante, om dan para keponakan sibuk pula narsis membuat foto per keluarga.

“Subhanalloh, dari pasangan orangtua kita Siswoyo dan Mufti bisa menjadi lebih 50 orang yang hadir di sini,” ungkap Lies anak pertama pasangan itu.

Bersilaturahim dengan keluarga besar Siswoyo yang juga keturunan dari Panembahan Selomanik dari Jogjakarta dan Pangeran Samber Nyowo dari  Solo ini sekaligus syukuran atas keberhasilan dari salah satu cucu, Yudha Racana putra sulung dari Ganesha dan Ratih yang baru menyelesaikan S2, 6 Mei lalu di Ohio State University, AS.

Tentu saja tujuan halalbihalal dan menerapkan budaya silaturrahim ini sesua diperintah Alloh SWT sebagaimana firmanNya: “Dan orang-orang yang menghubungkan apa-apa yang Allah swt perintahkan supaya dihubungkan (Yaitu mengadakan hubungan silaturahim dan tali persaudaraan).” (QS. Ar Ra’du : 21)

Tentang keutamaan silaturrahim Rosul Muhammad SAW juga bersabda: “Barangsiapa ingin dilapangkan rizqinya dan dipanjangkan umurnya, hendaknya ia menghubungkan tali persaudaraan (silaturrahim).” (HR. Bukhori).

Memaknai silaturahim, acara halalbihalal kali ini diisi pula dengan pentas seni yang berlaku bagi seluruh anggota keluarga mulai dari cucu hingga para om dan tante. Tujuannya tentu mempererat rasa persaudaraan dan rasa persatuan.

Pentas seni di selenggarakan ba’da magrib dan besok paginya dilanjutkan dengan fun games dipimpin Iwan Management yang biasa memimpin kegiatan outbound di kawasan Cilember.

Support orangtua dalam pentas seni dan fun games lainnya sangat penting karena memang kegiatan ini melatih kepercayaan diri, kebersamaan, kerjasama tim dan saling dukung yang dibutuhkan dalam kehidupan anak-cucu di masa depan,” tambah Dewi Stalini.

Alhasil kemeriahan malam pertama membuat nenek Mufti menjadi terhibur karena cicitnya seperti Devana dan Danya bisa mengikuti gaya boyband Korea BTS, cucunya Putra yang bisa silat dan tiga “ dara “ Santi, Nus dan Nani yaitu , cucu, anak dan menantunya dapat menghibur dengan tarian topeng dan joget yang lucu.

Menjalin keakraban lewat beragam permainan ( games) di halaman villa

Di hari kedua serangkaian acara sudah dijadwalkan dengan memakai dress code Army Look. Di pandu Iwan Management terdiri dari Lufti, Irvan dan Kiki di lapangan bola di halaman villa. Beragam permainan ( games) yang menuntut peserta untuk fokus dan bisa bekerjasama dengan tim.

Acara hari kedua ini lebih heboh karena ada lomba renang untuk anak-anak, lomba memindahkan belut , tangkap anak ayam yang seru buat para remaja dan semuanya ada hadiah yang menarik tentunya.

Sebelum pulang, rombongan menyempatkan berkunjung ke Curug Cilember. Soalnya konon pada zaman Kerajaan Pajajaran, kolam yang ada di bawah Curug 7 adalah tempat mandinya para putri kerajaan.

Masyarakat percaya dengan mandi di kolam tersebut dapat membuat awet muda dan selalu cantik. Ada juga yang menyebut bahwa dengan mandi di Curug Cilember dapat menghilangkan berbagai penyakit dan memudahkan untuk mendapatkan jodoh karena itu banyak juga pengunjung yang termotivasi untuk itu.

Alhamdulilah Halalbihalal dan berwisata di Cilember menjadi moment berkumpul, bersilaturahim sekaligus ajang bersinergi karena para cucu dan cicit yang masuk generasi milenial ini banyak yang membangun start-up company.

 

 

 

Destinasi Wisata Tematik, Terobosan Bandung Pikat Wisatawan

this formate

BANDUNG, bisniswisata.co.id: Perkembangan pariwisata di suatu daerah, tidak dipungkiri dapat menggenjot perekonomian daerah tersebut. Tak heran, jika masing-masing daerah kini punya cara tersendiri untuk memasarkan pariwisatanya. Kota Bandung misalnya, memilih membuat destinasi wisata tematik guna memasarkan pariwisata sekaligus memikat wisatawan agar datang.

Destinasi wisata tematik diciptakan dengan membuat tema-tema tersendiri (tematik) dari masing-masing lokasi yang ingin dipasarkan. Salah satu kota yang menggunakan cara ini adalah Bandung. Kepala Disbudpar Kota Bandung, Kenny Dewi Kaniasari mengatakan, pariwisata kota ini dibagi ke dalam sejumlah tema, antara lain wisata sejarah dan edukasi, fesyen, budaya, taman, dan alam.

“Untuk wisata sejarah dan edukasi, kami mengelompokkan sejumlah museum dan tempat bersejarah di Bandung, seperti Museum Konferensi Asia Afrika, Museum Gedung Sate, Museum Geologi, Museum Sri Baduga, Goa Belanda, Goa Jepang, dan Selasar Sunaryo. Kalau bicara soal wisata budaya, kami punya Saung Udjo,” ungkap Kenny seperti dilansir laman Marketeers, Senin (18/06/2018).

Sementara untuk wisata fesyen, Bandung memasukkan Jalan Sultan Agung-Riau, C59, Kampung Batik Cigadung, serta sentra rajut Binong ke dalam destinasi wisata tematik ini. Pasalnya, jalan ini dikatakan Kenny dapat memenuhi hasrat para wisatawan untuk berbelanja berbagai produk fesyen. Tidak hanya itu, wisatawan pun dapat melihat langsung proses pembuatan baju.

Tak berhenti sampai di situ, Bandung juga membuat destinasi tematik lain dengan memanfaatkan lahan sekitar. Taman-taman disulap menjadi objek wisata sekaligus tempat berkumpul warga.

“Ada 15 taman favorit warga Bandung, seperti Taman Vanda, Pustaka Bunga Cilaki, Fotografi, Pasopati, Film, Lansia, Superhero, Teras Cikapundung, Balaikota, Skywalk Babakan Siliwangi, dan Taman Cibeunying. Kami membangun ini sekaligus sebagai pusat kegiatan masyarakat untuk berkreasi secara gratis,” ujar Kenny.

Terakhir,Bandung juga membuat destinasi wisata tematik alam dengan merekomendasikan wisata Curug Pelangi di Cimahi, Kawah Tangkuban Perahu, Farmhouse, Floating Market, Cikole, di Kabupaten Bandung Barat, dan Kawah Putih, Ciwidey, Situ Pantengang, dan Walini.

Sebenarnya, wisata alam yang ditawarkan Bandung mayoritas berada di luar Kota Kembang tersebut. Namun, para stakeholder telah membuat nota kesepahaman untuk melakukan promosi bersama.

“Jadi saling terkait antara Kota Bandung dengan kota-kota di sekitarnya. Wisatawan menginap di Kota Bandung kemudian pergi ke tempat-tempat wisata alam, dan kembali pulang ke Bandung. Intinya, ini bentuk promosi bersama,” ujar Kenny. (NDY)

19 Juni 2018, Java Balloon Festival Wonosobo

this formate

WONOSOBO, bisniswisata.co.id: Maraknya balon udara yang menghiasi langit sebagian Jawa Tengah, Yogya dan Jawa Timur, mengakibatkan maalah tersendiri bagi dunia penerbangan. Keberadaan balon udara yang sudah dilepaskan tidak akan terdeteksi radar. Dan selama lebaran 2018 ini sudah ada 71 balon udara dilepas berdasarkan laporan dari pilot.

Karena itu, Kementrian Perhubungan bersama Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia (Air Nav) menggelar Java Balloon Festival Wonosobo 2018 atau Festival Balon Udara di beberapa tempat seperti Wonosobo, Banjarnegara, Pekalongan (Jawa Tengah) juga Ponorogo (Jawa Timur). Langkah pertama diawali di lapangan Geo Dipa Energi, Selomerto Wonosobo pada 19 Juni 2018.

Kegiatan selama festival juga diisi dengan sosialisasi pembuatan dan penerbangan balon udara yang aman. Pasalnya, selama ini penerbangan balon kerap membahayakan pesawat terbang. Dalam sosialisasi, masyarakat pecinta balon udara dikenalkan beberapa aturan yang ada, agar tidak mebahayakan penerbangan.

Bahaya bagi penerbangan bisa mematikan mesin bahkan mesin bisa terbakar. Bahkan, balon udara yang mengenai pesawat dapat mengakibatkan terganggunya fungsi primary flight control surfaces, ailerons, elevator, serta rudder pada pesawat sehingga mengganggu fungsi aerodinamika dan kemudi pesawat.

Selain itu, jika balon udara mengenai jendela pesawat, akan menutupi dan mengganggu alat pembaca temperatur dan ketinggian pesawat terbang. Sehingga menganggu penerbangan serta membahayakan keselataman penumpang udara. Jadi festival Balon Udara sebagai upaya untuk memberi contoh bagaimana bermain balon udara dengan aman tanpa mengorbankan keselamatan orang lain.

Berdasarkan Undang-Undang No.1/2009 tentang Penerbangan ada beberapa syarat dalam penggunaan balon udara. Beberapa syarat dalam penggunaan balon udara diantaranya ditambatkan pada tiga tali, ketinggian maksimum pada 150 meter, tidak boleh membawa bahan yang mudah meledak seperti petasan dan tabung gas, tiga hari sebelum penggunaan harus lapor pada Pemda setempat dan juga kepolisian, selain itu penggunaan balon udara harus di luar radius 15 kilometer dari bandara.

Sosialisasi tujuannya bukan untuk melarang, namun jangan sampai penggunaan balon udara tidak sesuai aturan. Dalam aturan balon udara bisa terbang dalam waktu 10 jam dan bebas tanpa awak pada ketinggian 35.000 feet. Seharusnya, balon udara tanpa awak tidak dilepaskan bebas melainkan ditambatkan. Dengan demikian, balon udara tetap bisa dinikmati masyarakat tanpa mengganggu keselamatan penerbangan.

Selama ini, banyak masyarakat masih menjadikan pelepasan balon udara sebagai tradisi seperti yang dilakukan di Wonosobo dan Banjarnegara. Bahkan di Wonosobo pernah digelar Festival Balon Udara, namun sampai 2015 dihentikan karena dianggap membahayakan penerbangan.

Setelah dihentikan terbangkan balon udara, malah yang terjadi pelepasan balon udara secara liar dan dilakukan sembunyi-sembunyi. Balon udara yang diterbangkan di Wonosobo bisa terbang mengikuti arah angin dan bisa menuju jalur penerbangan. Padahal jalur penerbangan di Pulau Jawa merupakan salah satu jalur paling ramai di dunia. (redaksibisniswisata@gmail.com)