Potensi Luar Biasa, Sayang Pariwisata Kalteng Jauh dari Promosi

0
355
Wisatawan asing selvie dengan orangutan di Taman Nasional, Tanjung Puting Kalteng , Bikin Iri?? (Foto: .pedomanwisata.com)

PALANGKA RAYA, bisniswisata.co.id: Pariwisata Kalimantan Tengah (Kalteng) memiliki potensi yang luar biasa. Mulai wisata alam, budaya, bahari, Taman Nasional hingga kuliner yang ngehits. Sayangnya, promosi dan publikasi sangat minim sehingga kurang optimal dalam menarik kunjungan wisatawan nusantara maupun mancanegara.

“Selain pengelolaan yang belum terlalu optimal, promosinya juga kita lihat masih relatif minim. Bagaimana bisa dikenal kalau promosinya saja masih sangat lemah,” lontar Ketua Komisi C DPRD Kalteng seperti dilansir laman Antara, Rabu (20/06/2018).

Dilanjutkan, mempromosikan pariwisata Kalteng relatif sulit karena adanya keterbatasan anggaran. Meski begitu, Pemerintah Provinsi bersama Kabupaten/kota se-Kalteng harus berani membuat terobosan dan iovasi dalam mempromosikan potensi berbagai pariwisata Bumi Tambun Bungai ini.

Komisi C yang salah satu tugas, pokok dan fungsinya di bidang pariwisata pun ke depannya akan berupaya keras mendorong Pemerintah Provinsi melalui satuan organisasi perangkat daerah (SKPD), agar lebih serius mengurus dan mengoptimalkan pengelolaan serta promosi objek wisata.

“Upaya mengembangkan dan meningkatkan potensi pariwisata Kalteng, belum lama ini ada mengunjungi Taman Mini Indonesia Indah (TMII). Kunjungan tersebut untuk melihat sejauh mana program kepariwisataan yang telah dikembangkan, dan dijalankan terutama rumah Betang di TMII,” beber Syamsul.

Wakil rakyat dari daerah pemilihan (Dapil) Kalteng II, yang meliputi Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) dan Seruyan ini menyebut, Provinsi Kalteng yang luasnya satu setengah kali Pulau Jawa memang memiliki potensi pariwisata yang sangat menjanjikan, selain dibidang pertambangan, perkebunan, pertanian maupun berbagai bidang lainnya.

Kalteng mempunyai potensi wisata alam, budaya dan berbagai bidang lainnya. jika potensi pariwisata Kalteng ini bisa dikembangkan dengan maksimal, maka daerah ini akan menjadi daerah yang maju dan pariwisatanya bisa bersaing dengan daerah lainnya di Indonesia.

“Pariwisata memang harus dikembangkan dan butuh dukungan semua pihak, karena bagaimana pun potensinya sangat menjanjikan dalam membangun daerah ini,” demikian legislator dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ini.

Provinsi ini memiliki berbagai flora dan fauna menarik yang terbaik di Indonesia. Juga memiliki pemandangan menarik juga karakteristik dengan hamparan hutan hujan tropis beriklim yang panas dan lembab. Bahkan, memiliki tempat wisata yang indah jika dieksplorasi dengan baik, inilah beberapa destinasi yang ngetop seperti dilansir laman obyekwisataterlengkap.blogspot.com:

#. Taman Nasional Tanjung Puting

Taman Nasional ini terletak di semenanjung barat daya tepatnya di Kecamatan Kumai. Tahun 1936, daerah ini adalah cagar alam dan suaka margasatwa, kemudian ditetapkan sebagai taman nasional pada tahun 1984. Juga memiliki beberapa jenis ekosistem hutan hujan tropis, dataran rendah, hutan tanah kering, hutan rawa air tawar, hutan bakau, hutan pantai, dan hutan sekunder. Taman nasional ini juga rumah bagi spesies yang dilindungi endemik orangutan, bekantan, monyet merah, beruang, rusa, dan kucing liar. Taman Nasional Tanjung Puting adalah pusat rehabilitasi orang utan pertama di Indonesia. Ada beberapa tempat yang dapat Anda kunjungi termasuk Tanjung Harapan, Pondok Tanggui, Camp Lakey, Natai Lengkuas, Danau Burung dan Sungai Buluh. Untuk melihat seluruh area Taman Nasional Tanjung Puting, kunjungi pada bulan Juni-September setiap tahun.

#. Kumkum Park

Kumkum Taman bisa disebut kebun binatang kecil, karena ada beberapa hewan yang buaya, beruang, burung enggang dan monyet. Ada home theater sebagai tempat untuk menikmati aliran air KAS.

#. Taman Nasional Bukit Raya

Bukit Raya Taman Nasional, kawasan konservasi di perbatasan antara Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah. Daerah ini memiliki peran penting dalam fungsi hidrologis hutan dan Bukit Raya merupakan perwakilan tipe ekosistem hutan hujan tropis pegunungan. Mencatat 817 spesies tanaman, ada tanaman untuk obat-obatan, kerajinan, bahan bangunan, konsumsi, dan berbagai jenis anggrek hutan, dan bunga dari tanaman parasit yang terbesar / dunia bunga bangkai. Bukit Raya juga merupakan tempat penelitian baik dari dalam dan luar negeri. Bukit Raya merupakan gabungan dari Bukit Baka Nature Reserve di Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah, pengaturan bahkan daerah ini mengalami banyak perubahan. Beberapa tempat menarik untuk dikunjungi adalah karpet SII Jeram (River Ella), Climbing (G. Puncak Bukit Raya dan Puncak Bukit Raya), dan Hot Air Sepan POI (Desa Batu Panahan).

#. Sebangau National Park

Taman Nasional Sebangau memakan waktu sekitar 20 menit dari bandara kecil Riwut Palangkaraya. Diperkirakan 6.500 ke 9.000 populasi orangutan liar tersebar di seluruh hutan gambut. Wilayah Taman Nasional Sebangau sekitar 568 700 ha, juga ada 808 spesies tanaman, 15 jenis mamalia, 182 jenis burung, dan 54 spesies ular. Jenis-jenis flora yang tumbuh subur di daerah rawa gambut sebagai taman nasional memiliki nilai ekonomi yang baik dari produk kayu dan non-kayu. Beberapa jenis kayu komersial seperti Ramin, Meranti Java , Jelutung, Nyatoh, Calophyllum, Kapur Naga dll Adapun spesies fauna yang ada orangutan, Bakantan, Beruang owa, burung enggang, Tiger Daun, Ekor Panjang Monyet dan lain-lain.

#. Danau Tahai

Nama danau berasal dari bahasa Tahai Dayak berarti danau, yang terletak di Desa Danau Tahai Tahai, Kabupaten Batu. Di danau ada sinkronisasi danau jembatan kayu dan hutan. Jembatan ini satu-satunya jalan menuju ke tengah danau untuk menikmati pemandangan alamya. Di hutan ada jalur dari kayu yang bisa dilalui oleh para wisatawan untuk menyusuri kawasan hutan. Jika beruntung, Anda dapat menemukan satwa uwak-uwak sejenis kera. Fasilitas lainnya adalah sepeda angsa, karaoke, perahu dayung, masjid, restoran kuliner khas daerah.

#. Nyaru Menteng Arboretum

Arboretum Nyaru Menteng, daya tarik wisata alam hutan yang banyak spesies flora dan fauna serta koleksi berbagai jenis tanaman. Selain wisata alam dan kawasan lindung, Arboretum Nyaru Menteng terletak penelitian tanaman langka. Kawasan ini juga dilengkapi perkembahan,
Oranutan Reintroduksi Pusat Informasi, Pusat konservasi pendidikan ekosistem, pengenalan ekosistem rawa gambut. Untuk menuju Arboretum Nyaru Menteng Palangkaraya dapat ditempuh dengan kendaraan darat sekitar 30 menit, melalui Jl. Tjilik Riwut menuju Tangkiling dan di Km 28, belok kanan menuju Taman Danau Tahai.

#. Museum Balanga

Museum Balanga berdiri tahun 1973 sebagai distrik museum terletak di Jl. Tjilik Riwut, Palangkaraya. Museum ini memiliki koleksi yang kaya benda budaya dan alam yang ditampilkan di dua bangunan sebagai pameran permanen, sisanya berada di penyimpanan koleksi. Setelah memasuki ruang pameran, pengunjung akan merasakan suasana kehidupan tradisional suku Dayak. Juga dipamerkan 1.000 buah yang digunakan selama konflik etnis di Sampit tahun 2001 sebagai koleksi sejarah.

#. Bukit Tengkiling

Obyek wisata ini sekitar 34 km dari pusat kota Palangkaraya. Di bukit ini pengunjung dapat melakukan beberapa jenis wisata alam, wisata religi, dan menikmati kegiatan outbound. Di antara berbagai pilihan wisata, pesona alam andalan Bukit Tangkiling. Climbing adalah menyenangkan, sepanjang jalan ada pohon-pohon. Sekitar 30 menit memanjat, puncak Gunung Tangkiling dapat dicapai. Juga menikmati Kahayan Bridge. Di sisi lain terlihat Bukit Baranahu, Kalalawit, Tabala, Sole, Bulan, Buhis, Lysine, Liau dan lainnya.

#. City Air Muara Teweh

Muara Teweh, ibukota Kabupaten Barito Utara berasal dari suku Dayak Bakumpai. Sebagai kota air, memiliki rumah apung yang mengatur sepanjang Sungai Barito. Juga memiliki pemandangan hutan hijau subur, menikmati perjalanan klotok menyusuri Sungai Barito, merasakan buah papaken khas Kalimantan, mencicipi ikan saluang, menjelajahi hutan di Muara Teweh, pararawen kudus atau cagar alam kalalawet.

#. Rumah Tradisional Longhouse

Rumah adat ini karya suku Dayak bermukim di pedalaman Kalimantan, yang memiliki konsep hidup dalam kelompok. Rumah adat suku Dayak memiliki panjang sekitar 180 meter, yang terdiri dari 35 pintu di mana setiap gerbang ditempati 1 rumah tangga. Rumah ini dibangun dengan kayu ulin, kayu ulin karena rumah ini dapat menyimpan hingga puluhan dan ratusan tahun anti-rayap. Salah satu kebiasaan dari Dayak memelihara hewan, seperti anjing, burung, kucing, babi, atau sapi. Selain mengobati anjing, suku Dayak juga perlu perannya sebagai teman ketika berburu di hutan.

#. Wisata Pantai

Kalteng juga memiliki wisata pantai yang menarik. Ada Pantai Kubu di kawasan Kubu, Kabupaten Barito Utara, yang memiliki pantai berpasir putih farmasi dan miring coklat coklat dan berair disebabkan oleh hutan gambut. Pantai Benteng merupakan salah satu objek wisata di Pangkalanbun karena lokasi ideal untuk mengisolasi diri dari hiruk pikuk kota. Juga Pantai Ujung Pandaran di Kabupaten Kotawaringin timur, yang terletak 80 km dari pusat Kota Sampit. Pantai ini terekenal akan pantai yang landai dan biota lautnya yang membentang puluhan kilometer dari Kabupaten Kotawaringin Timur ingga perbatasan Kabupaten seruyan. (NDY)

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.