Dieng Culture Festival Terganjal Suhu Minus 6 Derajat

this formate

WONOSOBO, bisniswisata.co.id: Akhir pekan awal Agustus, dataran tinggi Dieng, Jawa Tengah menggelar evant tahun bertajuk Dieng Culture Festival yang digelar 3 hingga 5 Agutus 2018 di pelataran candi Dieng, Wonosobo. Festival ini diharapkan meningkatkan kunjungan wisatawan.

Sayangnya kondisi cuaca dingin masih menghantui tiga obyek wisata Dieng. Suhu hingga minus 6 derajat Celcius di dataran tinggi Dieng, Jawa Tengah, dirasakan warga yang tinggal di daerah tersebut sejak beberapa hari terakhir. “Tiga hari ini suhu terendah memang kami rasakan,” kata Humas Dieng Culture Festival, Aprilianto, Selasa (31/07/2018).

Aprilianto mengatakan suhu ini merupakan titik paling rendah daripada hari-hari sebelumnya yang hanya berkisar -2 derajat. Namun, tak semua wilayah di Dieng yang membentang dari Wonosobo hingga Banjarnegara itu bersuhu ekstrem.

Menurut Aprilianto, suhu ekstrem hanya dirasakan di Dieng bagian barat alias Dieng Kulon dan Dieng Timur (Dieng Wetan). Dieng Wetan dan Kulon merupakan wilayah cekungan atau basin. Kawasan itu merupakan lokasi bagi tiga tempat wisata. Di antaranya Candi Arjuna dan Kawah Sikidang di sisi Dieng Kulon dan Telaga Warna di Dieng Wetan.

Suhu ekstrem umumnya dirasakan mulai pukul 14.00 WIB dan mencapai titik terdingin saat dinihari. Pada pagi hari, para warga umumnya dapat menyaksikan sejumlah genangan air membeku menjadi es. “Atap-atap mobil, genting, dan genangan rumah membeku. Embun menjadi bunga es dengan ketebalan 3 sentimeter rata-rata,” katanya seperti dilansir laman Tempo.

Sejumlah tanaman seperti kentang mati di kawasan yang terdampak suhu ektrem. Hanya kayu, kata Aprilianto, yang masih bertahan hidup. Fenomena suhu minus di Dieng sempat menjadi perbincangan menarik di media sosial. Lantaran viral, pihak Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika sempat berkunjung ke Dieng untuk melakukan pengamatan. (NDI)

Korban Gempa Lombok dapat Diskon Hotel & Paspor Baru

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya memberi apresiasi bagi para pelaku industri pariwisata di Lombok, Nusa Tenggara Barat, yang tanggap menangani wisatawan nusantara maupun mancanegara setelah terjadi bencana gempa bumi 6,4 skala Richter pada Minggu (29/7).

Gempa yang menggoyang P Lombok, juga berdampak terhadap aktivitas di area Gunung Rinjani yang tengah dipadati wisatawan pendaki di akhir pekan. Tercatat sebanyak 524 orang terdiri 358 orang wisatawan asing dan 166 orang wisatawan Indonesia. Turis asing dari Malaysia, Prancis, Belanda, Thailand, India, Singapura, Italia, United Kingdom, USA, Spanyol, Belgia, Swiss, China, Canada, Denmark, Swedia, Australia, Kroasia, Myanmar, Jerman, Austria, Jepang, Bahrain dan Pakistan.

Selain pengusaha, Menpar Arief juga mengapresiasi langkah yang dilakukan PHRI (Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia) NTB, ASITA (Association of The Indonesian Tours and Travel Agencies) NTB, INCCA (Indonesian Congress and Convention Association) NTB, IMA (Indonesia Marketing Assosiation) NTB dan ASTINDO (Asosiasi Travel Agen Indonesia).

“Terima kasih atas kerjasama yang bagus antara pelaku industri, asosiasi, Kadispar NTB dan Ketua Poltekpar Lombok yang langsung bergerak, sejak semalam (29 Juli 2018 pukul 21.00 WIB). Termasuk membuat kesepakatan untuk membantu proses tanggap darurat buat wisatawan,” kata Arief, seperti yang dikutip dari keterangan resmi Kementerian Pariwisata pada Selasa (31/7/2018).

Salah satunya, sambung dia, memberikan fasilitas hotel gratis selama sehari (30 Juli 2018) dan selanjutnya memberikan diskon. “Langkah ini sangat luar biasa dan perlu ditiru bagi daerah lain. Memberikan diskon hotel serta Paspor baru akan menimbulkan citra yang baik terhadap pariwisata di mata dunia,” tandasnya.

Selain itu, aksi kemanusiaan ini menjadi investasi jangka panjang bagi pariwisata Lombok. “Saat ini, sudah ada sembilan wisman yang memanfaatkan fasilitas itu. Mereka dari Malaysia di Golden Palace, dan lima wisman di Lombok Plaza,” ucapnya.

Kadispar NTB Lalu Faozal, dari hasil rapat bersama Asosiasi Industri Pariwisata di Golden Palace bersama lima ketua asosiasi mereka sepakat untuk menggunakan standar prosedur Kemenpar yang diterapkan saat gejolak Gunung Agung di Bali.

Sejumlah hotel yang memberikan kamar gratis dan diskon tarif setelah gempa Lombok ialah Golden Palace, Lombok Plaza, Lombok Raya, Idoop, Santika, Fave, Puri indah dan Grand Legi. Faozal lanjut mengatakan bahwa wisman yang kehilangan paspor akan dibantu pengurusannya.

Kantor Imigrasi Mataram bakal memberikan Emergency Passport setelah ada konfirmasi dari kedutaan negara mereka di Jakarta. Mengenai pemulangan jenazah wisman asal Malaysia, Faozal lanjut mengatakan kalau ada rencana dari asosiasi untuk ikut mengantarkannya ke Malaysia. Namun rencana tersebut belum terkonfirmasi lebih lanjut.

“Masih ada beberapa wisman Malaysia yang sedang dirawat di RSU Provinsi NTB. IMA Mataram memfasilitasi peti jenazah buat korban yang akan diterbangkan ke Kuala Lumpur. Lalu GIPI NTB dan ASTINDO NTB mengumpulkan dana dan memberi asistensi secara maksimal,” ujar Faozal.

Di tempat terpisah, Tim gabungan Basarnas mengevakuasi 543 pendaki yang terjebak gempa Lombok di Gunung Rinjani. “Semua korban dievakuasi dalam kondisi sehat dan selamat.” Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho menyampaikan dalam keterangan tertulis, Selasa, 31 Juli 2018.

Para pendaki yang selamat itu terdiri 189 orang wisatawan asing, 173 orang pendaki lokal, 31 orang pemandu, serta 150 porter. Hingga pagi ini masih ada beberapa orang lagi yang masih berada di gunung itu. “Masih terdapat 6 orang dan 1 jenasah.” jelasnya.

Tiga di antara enam orang itu, kata Sutopo, adalah pegawai Pusat Pendidikan dan Latihan Pendidikan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP). Selain itu, ada 2 porter serta 1 pemandu. “Satu jenazah adalah Muhammad Ainul Muksin, pendaki asal Makassar yang tertimpa material longsor di Gunung Rinjani saat gempa.”

Evakuasi terhadap 6 orang dan satu jenazah korban gempa Lombok sudah mulai dilakukan sejak Senin malam. Tim berhasil menemukan mereka Selasa pukul 06.51 dalam keadaan selamat. Enam orang itu berada di Danau Segara Anak dan dievakuasi menggunakan helikopter.

Hingga saat ini jumlah pelancong di Gunung Rinjani yang turun sampai 29-31 Juli pukul 10.13 sebanyak 1.090 orang. Wisatawan itu terdiri dari 723 warga negara asing dan 367 wisatawan Indonesia. Tidak ada korban meninggal dunia dan luka-luka dari pengunjung warga negara asing saat terjadi gempa terjadi kemarin. “Semuanya dapat dievakuasi.” tambahnya. (redaksi@bisniswisata.co.id)

Berwisata ke Abu Dhabi, Jangan Lakukan Ini Jika Tak Ingin Dibui

this formate

ABU DHABI, bisniswisata.co.id: Pariwisata di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, kian berkembang pesat dan memiliki sederet destinasi favorit pelancong. Namun, ada sejumlah aturan yang barangkali dianggap biasa di negara lain tetapi bisa berujung penjara di kota ini.

Turis yang datang perlu mengetahui bahwa video, buku, dan majalah yang masuk ke wilayah tersebut melalui sensor ketat. Membawa konten pornografi dalam bentuk apapun adalah hal ilegal yang dianggap setara dengan mengimpor daging babi.

Pemerintah UEA juga memberikan hukuman berat untuk pelanggaran terkait narkoba. Turis yang diketahui terlibat perdagangan narkoba bisa terancam hukuman mati, sementara kepemilikan dalam jumlah sekecil apapun diancam penjara minimal empat tahun.

Konsumsi alkohol di destinasi wisata ini juga tidak sebebas di Amerika dan Eropa. Minum minuman keras dan mabuk di tempat umum termasuk perbuatan ilegal. Penjualan alkohol di hotel pun hanya diperbolehkan untuk tamu berusia 21 tahun ke atas.

Hal lain yang bisa berujung penjara adalah menunjukkan kemesraan berlebihan di depan umum. Mengumpat, membuat isyarat tangan atau gerakan tubuh kasar di ranah publik pun dikategorikan dalam tindakan cabul yang membuat pelaku dipenjara atau dideportasi.

Berbagi kamar hotel dengan lawan jenis yang bukan suami/istri dilarang keras oleh pihak berwenang. Apabila turis diketahui melakukan hubungan seksual di luar pernikahan, mereka bisa diancam denda, deportasi, bahkan hukuman penjara.

Tidak sedikit wisatawan yang tersandung aturan tersebut karena tidak mengetahuinya. Kantor Luar Negeri dan Persemakmuran (FCO) Inggris juga menginformasikan, pada Februari 2015 terdapat tiga turis asal Inggris yang ditangkap saat mengamati pesawat di bandara UEA.

“Mereka ditahan selama dua bulan di penjara. Hobi mengamati burung dan pesawat amat mungkin memicu salah paham, terutama di dekat lokasi militer, gedung-gedung pemerintah, dan area bandara,” tulis FCO pada situs resminya, dilansir dari laman Express UK, Selasa (31/07/2018). (NDY)

Sanur Food Festival, Solusi Perkuat Wisata Kuliner

this formate

SANUR BALI, bisniswisata.co.id: Yayasan Pembangunan Sanur menyiapkan sebuah festival makanan untuk memperkuat posisi wisata kuliner yang mulai digelar bersamaan dengan berlangsungnya Pertemuan Tahunan IMF-World Bank, Oktober 2018. Rencananya Sanur Food Festival digelar selama 3 hari dan pada malamnya disinergikan dengan Sanur Mostly Jazz Festival yang mulai digelar sejak 2017.

Ketua Yayasan Pembangunan Sanur Ida Bagus Gde Sidharta Putra mengatakan dalam skala kecil, potensi kuliner memang sudah diangkat menjadi bagian dari Sanur Village Festival yang telah 12 kali digelar dan kini menjadi festival terbesar di Bali.

“Beberapa tahun terakhir industri kuliner sangat berkembang dan yayasan ingin menambah suatu atraksi wisata yang bisa menjadi andalan selain Sanur Village Festival yaitu food festival,” lontar Sidharta seperti dilansir laman Bisnis, Selasa (31/07/2018).

Menurut Sidharta Putra yang akrab disapa Gusde, Sanur Food festival bakal dikemas lebih besar dengan sejumlah acara menarik di antaranya long table di sepanjang Jl. Danau Tamblingan dengan minimal 2.000 kursi.

Dalam acara yang mengambil spirit megibung yakni makan bersama itu, wisatawan bisa menikmati aneka makanan yang disajikan oleh sejumlah usaha kuliner, kafe, rumah makan, restoran, dan hotel yang ada di Sanur.

Soal waktu penyelenggaraan yang bersamaan dengan Annual Meeting IMF-World Bank, Gusde menyebutnya sebagai upaya untuk mencuri perhatian saat belasan ribu orang berduit dari berbagai negara berkumpul di Bali.

Acara lain yang tak kalah penting dalam Sanur Food Festoval adalah adu kepiawaian juru masak atau chef war yang bakal menampilkan juru masak profesional dan yang telah terkenal di dunia masak memasak nasional maupun internasional.

Ada pula acara seru yang lebih dari seminar atau diskusi yang lazim yakni debat tentang makanan berdasarkan pengalaman, temuan, atupun penelitian terkini. “Lebih dari itu, kami juga ingin mengupas dan menampilkan lebih mendalam masakan asli Bali yang telah dikenal wisatawan seperti sate lilit dan sambal matah,” kata Gusde yang juga Ketua Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Kota Denpasar.

Sanur memiliki menu makanan yang telah melegenda seperti nasi Men Weti dan sup ikan Mak Beng, di samping aneka masakan dan jajan tradisional yang terdapat di berbagai wilayah Sanur. Selain itu, sebagai destinasi wisata memiliki restoran dengan masakan internasional yang lengkap mulai kawasan Asia dan masakan Barat lainnya.

Gusde berharap dengan adanya festival makanan ini bakal lebih menggugah pengusaha kuliner untuk kian memperbaiki tampilan restoran atau kafenya, juga menarik investasi baru di bidang kuliner. Upaya mendorong industri kuliner ini, agar mendorong Sanur menjadi salah satu pusat destinasi kuliner.

Seminyak misalnya, dulu daerah sepi namun berkat kuliner kini menjadi destinasi utama dan menjadi kunjungan wisatawan pemburu restoran mewah yang terkenal. Lokasi Sanur yang sangat strategis dan mudah dijangkau memungkinkan menjadi pilihan bagi wisatawan maupun warga Denpasar dan sekitarnya yang belakangan mulai berburu makan di luar rumah terutama saat akhir pekan atau liburan. (NDY)

31 Juli 2018, Fun Touristic Festival

this formate

KOTA RANAI NATUNA, bisniswisata.co.id: Pariwisata Natuna Kepulauan Riau tak ingin tertinggal dengan daerah lain. Kini menggelar event atraksi wisata bertajuk Fun Touristic Festival 2018. Event yang menjadi kalender wisata tahunan ini dihelat di Pantai Kencana, Kota Ranai, Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau, pada 31 Juli 2018.

Fun Touristic Festival 2018 digelar dengan tujuan mengangkat dan mempromosikan potensi pariwisata di Natuna. Juga memiliki tujuan penting lainnya. Yakni memberikan multiplier effect yang besar terhadap perekonomian dan kesejahteraan masyarakat serta pelaku usaha.

Natuna kaya wisata bahari. Mengingat, Natuna memiliki garis pantai sepanjang 460 kilometer (km) dan lebih dari 150 pulau. Kondisi bawah laut Natuna juga masih terjaga. Airnya bening. Dengan kekayaan terumbu karangnya, Natuna menyimpan spot selam yang indah.

Natuna juga memiliki ragam budaya yang kental dengan nuansa Melayu. Hal ini selalu menjadi daya tarik terkuat wisatawan. Terutama wisatawan mancanegara. Ini sekaligus menunjukkan Natuna sebagai salah satu daerah terluar, menjadi gugusan terdepan dalam memajukan pariwisata tanah air.

Lokasi Natuna berada di ujung utara Indonesia, langsung berbatasan dengan Vietnam dan Kamboja serta perairannya menjadi rute pelayaran internasional Hongkong, Jepang, Korea hingga Taiwan. Sehingga sangat potensial untuk mendatangkan wisman, harus terus banyak acara yang bisa mendatangkan Wisman.

Fun Touristic ini, merupakan acara yang terdiri dari banyak rangkaian kegiatan. Penyelenggaan event ini juga sekaligus memperingati hari jadi Kota Ranai ke-147, sekaligus yang menandai momen mulai menggeliat dan berkembang pesatnya Kota Ranai sebagai ibu kota Kabupaten Natuna sejak dahulu hingga sekarang.

Rangkaian kegiatan yang dihadirkan adalah festival band remaja, lomba menyanyi lagu Melayu, permainan gasing, lomba nyuluh/bekarang dan festival burung berkicau. Sebagai puncak acara adalah festival layang-layang tradisi, kreasi, lollipop, electric light, hingga layang-layang grande yang spektakuler karena dibawakan oleh pelayang internasional yang berasal dari tujuh negara. (redaksibisniswisata@gmail.com)

Maha Karya Adibusana Nusantara Menjelajah Kanada

this formate

OTTAWA, bisniswisata.co.id: Sebanyak 30 orang model Indonesia melenggak-lenggok di panggung catwalk sepanjang 20 meter. Dengan gaya berjalan yang memikat ditambah beragam busana nusantara, menjadi sorotan utama dalam pagelaran Festival Indonesia 2018, ajang promosi dagang, pariwisata, dan investasi tahunan, yang diselenggarakan KBRI Ottawa di Horticulture Building, Lansdowne Park, Ottawa, Kanada.

Festival yang memboyong tema “Indonesian Fashion in Ottawa”, dibuka secara resmi Duta Besar RI untuk Kanada, Dr. Teuku Faizasyah, dan Walikota Ottawa, Mr. Jim Watson, pada 27 Juli 2018. Hadir dalam acara pembukaan sejumlah pejabat pemerintahan Kanada serta korps diplomatik negara sahabat di Kanada. Festival berlangsung selama tiga hari hingga 29 Juli 2018.

Duta Besar Teuku Faizasyah mengharapkan agar Festival ini mampu membuka peluang masuknya busana tradisional maupun rancangan modern nusantara ke pasar Kanada. Juga mempromosikan Indonesia agar semakin dikenal luas oleh warga Kanada.

“Indonesia kaya dengan kreasi busana tradional hingga modern, dan sudah saatnya menjelajah penjuru dunia agar busana Indonesia semakin dikenal pencita busana di berbagai mancanegara,” papar Teuku Faizasyah dalam keterangan tertulis yang diterima Bisniswisata.co.id di Jakarta, Selasa (31/07/2018).

Walikota Ottawa, Mr. Jim Watson, mengutarakan rasa bangganya atas peran aktif KBRI Ottawa dalam mempromosikan khasanah seni budaya tradisional Indonesia bagi masyarakat Ottawa dan Kanada. Kegiatan promosi seni, budaya dan pariwisata ini juga dinilai mampu menjembatani saling pemahaman atas kekayaan dan keberagaman budaya di antara kedua negara.

Berbeda dengan penyelenggaraan Festival Indonesia sebelumnya, pada pagelaran Festival Indonesia ke-12 ini, KBRI Ottawa secara khusus menyoroti industri fashion Indonesia bagi masyarakat Kanada yang pada gilirannya diharapkan mampu membantu industri fashion Indonesia merambah pasar Kanada.

Sebanyak 15 perancang busana Indonesia yang berbasis di Jakarta, Bali, Montreal, New York dan Chicago turut mengambil peran aktif dalam promosi busana nusantara. Sederet nama brand fashion Indonesia, seperti Entin Gartini, Handi Hartono, Joko SSP, Batik Kartini, Gee Batik, Amdiskastara, My Nuclo, Avy Loftus, Be Management, Monchie Batik, By Vero, Ning Zulkarnain, Sekar Kedaton, Alleira & Bellena, dan LuTro, menampilkan deretan kreasi maha karya adibusana nusantara.

Seluruh pakaian khas nusantara diperagakan oleh 30 orang model di atas catwalk, setelah melalui proses seleksi ketat oleh KBRI Ottawa.
Selain mengusung promosi busana nusantara, Festival Indonesia 2018 juga turut mempromosikan produk agrikultur dan kuliner nusantara, dalam hal ini dengan melibatkan pihak Indofood, PTPN VIII, serta komunitas masyarakat Indonesia di Ottawa.

Para pengunjung Festival Indonesia juga dapat menikmati kuliner khas nusantara, seperti rendang, satay, ketoprak, nasi uduk, siomay, bahkan teh botol sosro, sembari menikmati penampilan peragaan busana dan seni budaya Indonesia di panggung utama Festival.

Komunitas Indonesia yang tinggal menetap di Ottawa dan Montreal serta mahasiswa Papua yang tengah menimba ilmu di sejumlah perguruan tinggi di Toronto juga menampilkan kemahirannya dalam bermain musik dan tarian tradisional Indonesia. Kedelapan mahasiswa Papua tampil membawakan beberapa lagu, salah satunya yakni Aku Papua, sedangkan pelajar Indonesia yang menetap di Ottawa menampilkan Tari Saman.

Pengunjung Festival Indonesia dalam inter-sesi peragaan busana juga disajikan sejumlah video promosi pendek yang mengetengahkan beberapa tema, diantaranya mengenai teknologi pengembangan minyak sawit yang ramah lingkungan, promosi beberapa pusat tujuan pariwisata nusantara, serta kemajuan pembangunan infrastruktur dan transportasi tiga matra di Indonesia.

Hingga hari terakhir penyelenggaraan, panitia mencatat terdapat kurang lebih 4000 pengunjung yang hadir dan menikmati beragam kegiatan Festival Indonesia 2018, mulai dari peragaan busana nusantara, penampilan seni tari dan musik tradisional serta kuliner dan jajan pasar khas Indonesia. (redaksibisniswisata@gmail.com)

Menpar: Kontribusi Wisata Belanja Belum Menggembirakan

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya menegaskan Indonesia hingga kini belum menjadi salah satu negara tujuan wisata belanja dunia. Terbukti kontribusi devisa dari shopping tourism atau wisata belanj terhadap perolehan devisa pariwisata nasional belum menggembirakan, masih jauh tertinggal dibandingkan negara lain.

“Kontribusi wisata belanja di negara-negara maju, seperti Singapura capai 30% hingga 40% dari perolehan devisa pariwisata. Sementara Indonesia jauh dari angka itu sehingga kita belum menjadi destinasi wisata belanja dunia,” kata Menpar Arief Yahya saat press conference Jelang Hari Belanja Diskon Indonesia 2018 (HBDI) di Gedung Sapta Pesona, kantor Kementerian Pariwisata (Kemenpar) Jakarta, Senin (30/07/2018).

Padahal, sambung Menpar, potensi wisata belaja Indonesia sangat besar, beragam dan kualitasnya tidak kalah. “Ada dua penyebab shopping tourism tidak berkembang. Pertama masalah deregulasi atau penghapusan peraturan yang menghambat. Kedua harus melakukan perbaikan teknologi jika tidak kita akan tertinggal. Deregulasi dan teknologi ini menjadi kunci menuju destinasi wisata belanja kelas dunia,”.

Dilanjutkan, deregulasi untuk mendukung wisata belanja perlu disesuaikan agar bisa bersaing secara regional dan global. Seperti tax refund. Pasalnya, sistem pengembalian pajak bagi para wisatawan mancanegara (wisman) perlu dikaji bersama dengan Kementrian Keuangan dan harus diikuti dengan komitmen semua anggota Himpunan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (HIPPINDO) untuk mendaftar sebagai pengusaha kena pajak dan toko kena pajak.

Tax refund yang perlu dikaji, Pertama: relaksasi peraturan dari nilai belanja Rp 5 juta dalam satu faktur diturunkan menjadi Rp 1 juta dalam stu faktur. Kedua: menyederhanakan proses pengembalian pajak. Ketiga: Memperpanjang waktu klaim. “Saat ini satu bulan setelah pembelian, padahal negara lain bisa 3 bulan dan bisa diurus ketika berkunjung kembali untuk berbelanja,” ucapnya sambil menambahkan Keempat: Meningkatkan jumlah PKP (Pengusaha Kena Pajak) toko retail sehingga jumlah peserta tak refund makin banyak.

Selain itu harus diterapkan duty free serta usaha belanja di bandara internasional di Indonesia. “Langkah perbaikan kebijakan tax and refund juga mendukung bagi wisman untuk berwisata belanja di destinasi wisata unggulan di Tanah Air,” lontarnya.

Menurutnya, perhelatan HBDI merupakan sebuah atraksi bagi wisatawan kuliner dan belanja. Bukan saja untuk wisatawan nusantara, namun HBDI juga mampu menarik wisatawan mancanegara khususnya negara tetangga. Karena itu, ada rencana untuk tahun depan, HBDI akan dimasukkan dalam program Kemenpar yakni paket wisata Hot Deals pada tahun 2019. Asalkan HBDI digelar secara rutin setiap tahunnya.

Paket wisata Hot Deals ini bertujuan untuk mendorong percepatan bisnis di sektor pariwisata serta upaya meningkatkan wisatawan mancanegara (wisman) di Indonesia. Tujuannya untuk menguatkan tiga unsur penting bagi para wisatawan, yaitu aksesibilitas, atraksi, dan amenitas. Tiga unsur tersebut dipaketkan menjadi berbagai suatu paket lengkap yaitu Hot Deals yang murah, nyaman, dan menarik bagi wisatawan. “Saya kira wisata belanja juga bisa dimasukkan dalam program hot deals,” tambahnya.

Gubernur Sumsel Alex Noerdin mengapresiasi acara HBDI digelar di Palembang, apalagi tahun ini Palembang menjadi tuan rumah Asian Games. Untuk itu disiapkan 25 paket wisata dengan menawarkan wisata alam, city tour, wisata budaya, termasuk songket sebagai kain khas Palembang yang siap diburu wisatawan.

Ketua Umum HIPPINDO Budihardjo Iduansjah mengatakan, Hari Belanja Diskon Indonesia 2018 akan dimulai pada 8 Agustus hingga 2 September 2018 yang diikuti para pengusaha ritel berskala nasional. HBDI 2018 akan dibuka di Benteng Kuto Besak, Palembang, Sulsel dan menjadi bagian dari rangkaian acara menyambut Asian Games ke-18 yang berlangsung di Jakarta dan Palembang pada 18 Agustus hingga 2 September 2018.

“HBDI merupakan hadiah istimewa bagi HUT Kemerdekaan RI dari para pelaku industri ritel yang bergabung dalam Himpunan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (HIPPINDO). Kehadiran HBDI 2018 merupakan kali kedua untuk merayakan kemeriahan HUT RI ke-73. Acara ini bukan hanya berpotensi untuk menjangkau konsumen lokal, melainkan juga para olahragawan, officials serta wisatawan mancanegara,” kata Budihardjo Iduansjah.

Beragam program diskon menarik, sebagian menggunakan angka-angka istimewa seperti 17, 8 dan 73, akan mewarnai penawaran khusus selama HBDI 2018 berlangsung, antara lain discount 73% all items _dan _selected items, additional discount 17% + 8%, discount 73% untuk KTP 73 tahun, hanya bayar 73% minimal transaksi senilai tertentu, clearence sale up to 73%, dan masih banyak lagi lainnya.

Ketua Pelaksana HBDI 2018 Fetty Kwartati mengatakan bahwa HBDI tahun ini akan lebih meriah dan lebih baik dari tahun sebelumnya. “Tahun 2017, kami mendapat omset 20 Triliun di tahun ini kami berharap ada peningkatan omset sebesar 15-20%, karena bertepatan dengan momen Asiam Games 2018”, jelas Fetty.

Seperti diketahui penyelenggaraan HBDI 2018 di Palembang yang mengangkat tema “Sriwijaya Great Sale” akan disemarakan dengan penyelenggaraan Diaspora Sriwijaya Festival – pawai budaya (tari, musik dan kostum) khas Sumatera Selatan di area pusat kota; Pempek Expo & Festival Kuliner Khas Palembang yang hadir dengan konsep pasar kaget pempek dan kuliner di berbagai pusat perbelanjaan; Songket & Designer Expo; Pameran Kebesaran Sriwijaya; Festival Sriwijaya XVII, Rekor Muri Pempek Terbanyak (18.818 buah); serta aneka lomba dan hiburan rakyat.

Acara ini diharapkan menjadi ajang atraksi pariwisata serta memberikan dampak positif untuk meningkatkan konsumsi daerah, menciptakan peluang lebih besar untuk perkembangan serta kemajuan UMKM termasuk para pelaku bisnis kreatif. (END)

Travel & Leisure: Ubud Bali Kota Terbaik Kedua di Asia

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Travel and Leisure kembali memilih kota terbaik di Asia, yang kerap disambangi wisatawan mancanegara (Wisman). Dan, setiap tahun Travel and Leisure rutin meminta pembacanya untuk memilih kota favorit dengan mempertimbangkan pengalaman perjalanan di seluruh dunia. Salah satu program wajib mereka adalah mengadakan polling untuk memilih kota terbaik di Asia.

Ukuran yang digunakan sangat beragam, mulai dari adanya tempat wisata dan landmark di kawasan tersebut, kekayaan budaya, kuliner, destinasi wisata belanja, hingga keramahan penduduknya. Tak tertinggal kota itu memiliki daya tarik serta menjaga lingkungan.

Tahun ini, Udaipur India dinobatkan menemoati posisi teratas. Dan runner up diraih Ubud Bali. Salah satu kota seniman yang ada di Bali, dianggap mampu mempertahankan budaya, keasrian alamnya serta menjaga lingkungan yang kuat. Bukan hanya menjadi keindahan alam dan persawahannya yang dipuji, Ubud juga punya kuil Hindu dan beragam aktivitas seni yang menjadi magnet bagi banyak pelancong.

Tahun 2016 Travel & Leisure menyebut Ubud masuk di posisi 7. Tahun 2017 kota ini menusuk ke posisi 4 sebagai yang terbaik di Asia. Pada 2018, Ubud sudah berada di posisi ke-2 top city di Asia.

Berikut daftar lengkap top 10 kota terbaik di Asia menurut versi Travel and Leisure.

10. Thimpu, Bhutan 86.23
09. Siem Reap, Kamboja, 86.54
08. Bangkok, Thailand 86.71
07. Tokyo, Jepang 86.96
06. Chiang Mai, Thailand 87.93

05. Hoi An, Vietnam 88.09
04. Luang Prabang, Laos 88.20
03. Kyoto, Jepang 88.42
02. Ubud, Bali, Indonesia 88.74
01. Udaipur, India 89.31. (redaksi@bisniswisata.co.id)

Festival Satai Gurita Cetak Rekor MURI

this formate

KAUR BENGKULU, bisniswisata.co.id: Pemerintah Kabupaten Kaur, Provinsi Bengkulu, berhasil mencetak rekor yang dicatat di Museum Rekor Indonesia (MURI) pada Festival Gurita, Senin (30/7). Festival ini mampu menyajikan sebanyak 6.011 tusuk satai.

Ribuan satai gurita itu dihidangkan di atas meja berbanjar sepanjang 200 meter dengan melibatkan masyarakat setempat sebagai juru masak. Festival ini digelar bersamaan dengan peringatan Hari Keluarga Nasional Provinsi Bengkulu yang dipusatkan di Lapangan Merdeka, Bintuhan.

Manajer MURI Andre Purwandono mengatakan, awalnya panitia festival mengajukan 5.000 sajian, tapi setelah dihitung ternyata jumlah satenya justru mencapai 6.011 tusuk. “Festival ini sekaligus sebagai pencetakan rekor dunia karena saat ini sajian satai gurita terbanyak hanya ada di Kabupaten Kaur,” katanya seperti dilansir laman Antara.

Secara astronomis, Kabupaten Kaur memiliki sumber daya kelautan dan perikanan yang besar dengan panjang garis pantai 89,17 kilometer yang berbatasan langsung dengan Samudera Hindia serta merupakan kawasan Zona Ekonomi Eksklusif. Daerah ini memiliki peluang investasi pemanfaatan potensi hayati laut.

Bupati Kabupaten Kaur Gusril Pausi mengatakan, kegiatan ini untuk mempromosikan kuliner satai gurita guna lebih menarik minat wisatawan domestik dan mancanegara.

“Gurita telah menjadi makanan khas masyarakat lokal di Kabupaten Kaur. Melalui festival sekaligus pemecahan rekor dunia ini, kami ingin mengenalkan potensi kekayaan kuliner tersebut kepada masyarakat luas. Wisatawan yang berkunjung ke Kabupaten Kaur tidak hanya menikmati keindahan alam, melainkan juga mencicipi kelezatan satai gurita,” paparnya.

Lebih lanjut, Gusril menjelaskan kegiatan ini sekaligus bentuk kampanye pemerintah agar masyarakat gemar memakan sajian olahan hasil laut karena kaya sumber protein, asam lemak omega 3, vitamin dan juga mineral. “Ke depan satai gurita akan kami kembangkan menjadi pariwisata kuliner,” ucapnya.

Menanggapi pencetakan rekor dunia dalam sajian satai gurita terbanyak tersebut, Pelaksana Tugas Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah, menilai festival ini akan menggerakkan perekonomian Kabupaten Kaur.

“Kegiatan ini diharapkan dapat mendorong percepatan program Wonderful Bengkulu 2020 mendatang, karena Kabupaten Kaur memiliki potensi sumber daya alam perikanan yang melimpah,” imbuhnya. (NDY)

Liburan Bareng Teman Ternyata Banyak Untungnya Lhoo…

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Apakah Anda tipe orang yang suka berlibur sendiran atau bersama teman-teman? Tentunya, menyenangkan atau tidak liburan sendiri atau ramai-ramai banyak faktornya. Pilihan pun tetap ada di tangan Anda.

Tapi ada baiknya, menyimak alasan mengapa Anda harus mengumpulkan teman-teman terbaik dan melakukan petualangan liburan berikutnya bersama-sama dari Agoda, salah satu agen perjalanan online (OTA). Ada lima alasan, apa saja?

#. Teman tahu angle foto terbaik dan terburuk

Jika berencana memiliki foto keren yang akan diunggah ke Instagram, tak ada yang lebih baik menangkap pose terbaik ketimbang teman sendiri. The London Edition menyediakan latar belakang keren, perpaduan desain modern dan arsitektur klasik Eropa. Terletak di pinggir kawasan Soho London yang artistik, hotel mewah ini hanya selangkah dari berbagai galeri dan restoran trendi yang bisa dijadikan inspirasi foto liburan. Lokasi Instagramable lainnya adalah Bambu Indah Hotel di Bali, dengan suasana menenangkan dari pemandangan hamparan sawah yang hijau dan Sungai Ayung. Lalu, The Rucksack Caratel di Melaka, Malaysia, hotel butik mewah yang menawarkan tempat tertutup yang asri dan tersembunyi di tengah kota.

#. Teman bantu wujudkan keinginan berpetualangan

Mencicip makanan baru bersama teman adalah bagian seru dari petualangan perjalanan. Mereka yang berani menguji lidah harus tahu, April hingga Agustus adalah musim durian di Malaysia, tempat durian-durian terbaik tumbuh. Makanan kontroversial ini akan memicu rasa gembira atau jijik. Ingin tahu di sisi mana Anda berada? Penginapan Vortex KLCC terletak di jantung kota Kuala Lumpur dan dekat dengan semua toko, restoran, serta kedai makanan yang tentu saja menjual durian!

Pemburu kuliner sebaiknya ke Osaka untuk mencoba berbagai pilihan makanan di Dotonbori Street. Termasuk diantaranya fugu, ikan buntal lezat yang terkenal dengan racun mematikan mereka. Jangan khawatir, koki Jepang harus menjalani pelatihan bertahun-tahun sebelum menyajikan kelezatan ini! Hanya selangkah, Anda akan menemukan Dormy Inn, hotel butik minimalis yang memiliki onsen (kolam air panas) sendiri.

Anda yang berani mencoba hal baru, cobalah kelezatan balut Filipina, yakni telur bebek yang dibuahi. Balut terbaik di negara ini ada di Pateros, Metro Manila. Di area ini, Anda akan menemukan Seda Bonifacio Global City yang dekat dengan tempat belanja populer Bonifacio High Street, Serendra dan Market Market.

#. Teman selalu memotivasi saat beraktivitas

Sebagai partner maupun lawan kompetitif di lintasan, teman membantu Anda mengeluarkan kemampuan terbaik. Kunjungi kota selancar Siargao di Filipina, tempat ombak Cloud 9 yang terkenal di dunia dan buktikan siapa yang bisa ‘hang ten’ lebih lama. Soultribe Beach Retreat yang elegan menawarkan bungalo di tepi pantai, sehingga Anda bisa langsung bergulung dari tempat tidur ke ombak.

Sungai May Taeng di Chiang Mai adalah lokasi arung jeram di Thailand. Bersiaplah di 9.5 Hotel, yang tidak terlalu jauh dari semua aktivitas di sungai. Jalur berkelok Gunung Luang Prabang menjadi tempat terbaik untuk bersepeda gunung. Jika ingin jalur yang lebih mudah, Anda dapat bersepeda di sepanjang Sungai Mekong. My Dream Boutique Resort adalah tempat yang indah di tepi Sungai Mekong untuk rehat sejenak.

#. Berbagi dan menghemat biaya perjalanan

Bepergian dengan teman berarti Anda bisa menjaga keuangan tanpa kehilangan semua kemewahan. Mulai berbagi tarif kamar hingga biaya naik taksi. Semakin banyak teman, kemungkinan menghemat semakin besar. Tak perlu lagi mengeluarkan ongkos besar untuk menyewa sebuah properti pribadi. Agoda Home Aquila Nova Retreat yang terletak di pinggiran Melbourne merupakan tempat peristirahatan yang tenang di jantung Taman Nasional Dandenong Ranges. Lihat juga Agoda Homes lain untuk grup teman-teman seperti Private Pool Villa by CHATTA di Phuket atau Teega Residence yang luas di Johor Bahru.

#. Teman memotivasi meraih pencapaian baru

Ada yang mengatakan, teman sejati akan melakukan apa pun untuk Anda termasuk melompat keluar dari pesawat. Jika memang itu yang Anda inginkan, kunjungi Dubai dan melompatlah dari pesawat karena skydiving bisa dilakukan sepanjang tahun. Hotel mewah Steigenberger Hotel Business Bay di pusat kota Dubai menawarkan lingkungan tenang yang akan membantu menenangkan diri, setelah skydiving. Anda yang tak suka ketinggian masih tetap bisa bersenang-senang. Coba saja iFly Singapura untuk pengalaman sensasi jatuh bebas tanpa ada jarak! Tepat di sudut adalah Le Meridien, hotel bintang lima modern yang dekat dengan semua atraksi utama Singapura. (redaksibisniswisata@gmail.com)