Menyulap Labuan Bajo Jadi Bali Baru

this formate

LABUAN BAJO, bisniswisata.co.id: Percepatan pengembangan kawasan strategis pariwisata nasional Labuan Bajo di Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk menjadikannya “Bali Baru” atau sasaran utama baru wisatawan. Sehingga dapat meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara dan domestik ke Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN).

Kepala Badan Pengembangan Infrastruktur Wilayah (BPIW) PUPR Hadi Sucahyono mengatakan kawasan wisata yang berada di wilayah Indonesia Timur tersebut merupakan bagian KSPN prioritas untuk dikembangkan menjadi “Bali Baru”. Pengembangan terhadap Labuan Bajo, diharapkan dapat meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara dan domestik ke Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) tersebut.

“KSPN Labuan Bajo pada tahun 2019 telah ditargetkan mendapat kunjungan 500 ribu wisatawan mancanegara, kendati pada tahun 2016 Labuan Bajo baru dikunjungi 26 ribu wisatawan mancanegara,” lontar Kepala Badan Pengembangan Infrastruktur Wilayah (BPIW) PUPR Hadi Sucahyono dalam keterangan tertulis yang diterima Bisniswisata.co.id, di Jakarta, Sabtu (18/8/2019).

Peningkatan prasarana dan pelayanan dasar di Labuan Bajo, sambung dia, menjadi hal penting untuk dikembangkan, baik di kawasan menuju destinasi wisata maupun di kawasan dalam destinasi wisata Labuan Bajo itu sendiri.

Untuk mewujudkan Labuan Bajo menjadi destinasi wisata yang digandrungi banyak wisatawan mancanegara, Kementerian PUPR terus melakukan penanganan infrastruktur, seperti pengembangan konektivitas, pengembangan infrastruktur permukiman, pengelolaan sumber daya air serta penyediaan perumahan.

Tahun 2018-2019, kata dia, untuk pengembangan konektivitas ada sejumlah program, yakni pembangunan Jalan Akses Bandara Komodo Labuan Bajo, rehabilitasi minor Jalan Labuhan Bajo-Malwatar. “Juga program rehabilitasi minor Jalan Waemata, rehabilitasi minor Jalan Van Bekkum, rehabilitasi minor Jalan Yohanis Sahadun dan program lainnya,” jelasnya.

Dan untuk pengembangan infrastruktur permukiman, lanjut Hadi, ada program pengembangan permukiman perdesaan kawasan Labuan Bajo, pembangunan tempat pemrosesan akhir (TPA) sampah Kota Labuan Bajo. Bahkan pembangunan permukiman perdesaan prioritas nasional, pembangunan kawasan pariwisata Labuan Bajo, penataan bangunan Puncak Waringin, dan pembangunan jaringan perpipaan Sistem Pengadaan Air Minum (SPAM) Waemese untuk Labuan Bajo. (redaksibisniswisata@gmail.com)

Tabanan Kembangkan Wisata Seni, Budaya & Kuliner

this formate

TABANAN BALI, bisniswisata.co.id: Tabanan terus melakukan inovasi pariwisata agar tidak tertinggal dengan daerah di wilayah Bali lainnya. Kini mulai menggencarkan upaya pengembangan potensi pariwisata daerah dengan memadukan unsur kesenian, kebudayaan, serta kuliner.

“Bali merupakan salah satu destinasi wisata terbaik di Indonesia, sehingga sebagai tuan rumah kami berusaha memberikan kesan menarik kepada setiap pengunjung,” kata Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti pada pernyataan resmi diterima Bisniswisata.co.id, Jumat (17/08/2018).

Beberapa kesenian khas Tabanan yang sering ditampilkan pada kegiatan pariwisata, yaitu Okokan dan Tektekan. Kedua kesenian sakral itu merupakan warisan kebudayaan yang menarik dinikmati dan didapuk sebagai daya tarik wisatawan.

Okokan merupakan kesenian gamelan khas dari Banjar Belong, Desa Baturiti Kerambitan. Sementara, tektekan adalah semacam kentongan yang terbuat dari bambu khas Desa Kerambitan, ditampilkan dengan cara dimainkan 30 sampai 40 orang.

Bupati perempuan pertama di Bali tersebut mengatakan, Okokan mulanya merupakan hiburan musim panen tapi sekarang beralih menjadi alat musik. Meski kuno, kesenian itu disebut Eka tetap memiliki sejarah yang unik untuk diketahui turis domestik dan mancanegara.

Selain itu, Eka telah menggarap tari kreasi baru bernama “Rejang Sandat Ratu Segara” yang mengolaborasikan kesenian dan kebudayaan khas Tabanan. Tari itu menggambarkan rasa syukur terhadap Ibu Pertiwi atau Ratu Segara.

Tarian tersebut rencananya diluncurkan pada 18 Agustus 2018 pukul 18.18 dan dirancang untuk menarik minat kaum millennial. Dalam proses penggarapannya, Eka dibantu dua koreografer andal, yaitu I Wayan Juana Adi Saputra dan I Wayan Muder.

Selain kebudayaan dan kesenian, juga mengembangkan kuliner khas Tabanan untuk disuguhkan kepada para wisatawan. Dia mengatakan bahwa oleh-oleh khas Bali tidak hanya pie susu dan kacang disko, tetapi terdapat aneka kuliner lain. “Di Tabanan ada banyak kuliner unik seperti rujak kuah pindang dan rujak bulung. Bukan hanya enak, kedua makanan khas ini harganya juga sangat murah,” lontarnya.

Tabanan menyimpan objek wisata menakjubkan. Destinasti wisata alam berupa pantai dan air terjun bisa kamu jadikan pilihan menarik dalam agenda liburan kali ini. Selain pantai dan air terjun, ada banyak tempat wisata di Kabupaten Tabanan yang bisa kamu explore dengan berbagai spot foto kece yang instragrammable.

Beberapa tempat wisata hits di Tabanan yang kerap dikunjungi wisatawan nasional dan internasional, antara lain:

#. Wisata Pantai

Tabanan memiliki tiga pantai yang menakjukan. Pantai Belian (Di Selemadeg Barat), Pantai Soka (Jl. Raya Denpasar-Gilimanuk, Antap) dan Pantai Kelating (Kerambitan). Ketiga pantai ini memiliki keunikan tersendiri. Bahkan Eksotisme pantainya memang tidak ada habisnya. Rata-rata pantai dengan pemandangan asri dan alami menyajikan keindahan yang luar biasa. Hamparan pasir hitam di sekitar pantai terlihat eksotis di bawah sinar mentari. Gulungan ombak cukup besar membuat wisata pantai selalu dilirik para wisatawan hingga peselancar.

#. Wisata Air Terjun

Ada dua wisata air terjun di Tabanan. Air terjun Yeh Ho (Jalan Batu Luwih Kawan) dan air terjun Blemantung (Pujungan Pupuan). Hawa sejuk pegunungan dan hamparan sawah bertingkat menambah keindahan air terjun alami setelah menempuh perjalanan sekitar 20 menit dengan menyusuri jalan setapak yang berkelok. Di lokasi air terjun kamu bisa bermain air dan berburu spot foto kece untuk menambah koleksi galerimu.

#. Wisata Air Panas

Ada dua wisata air panas di Tabanan. Air Panas Penatahan dan Air Panas Angseri. Namun nama air panas Penatahan yang paling hits dikunjungi wisatawan. Berendam air hangat sembari menikmati keindahan alam sekitar didominasi area persawahan dan pepohonan. Udara di kawasan pemandian air panas ini cukup sejuk karena berada di daerah pegunungan. Uniknya, pemandian ini didesign menyerupai kolam private sehingga momen liburanmu semakin nyaman. Air Panas Angseri juga sama dengan Penatahan, namun di Angseri ada spot air terjun di tepi kolam. Beberapa sudutpun bisa kamu jadikan sebagai backround foto untuk melengkapi traveling di Tabanan.

#. Tanah Lot

Keindahan Tanah Lot di desa Beraban Kediri sebagai salah satu spot wisata unggulan sudah sangat populer hingga ke mancanegara. Di tepi Pantai Tanah Lot terdapat Pura Luhur Tanah Lot berdiri di atas batu karang yang kokoh. Pura ini merupakan tempat suci Agama Hindu dengan pemandangan laut yang begitu menakjubkan. Tempat ini juga terkenal sebagai salah satu spot terbaik untuk menikmati sunset di Bali. Tak heran jika obyek wisata ini sangat ramai diserbu wisatawan setiap harinya.

#. Danau Beratan

Danau Beratan di kawasan Bedugul, Desa Candikuning menjadi daya tarik bagi wisatawan karena keberadaan Pura Ulun Danu di tengah danau sehingga membuat pemandangan di tempat ini semakin mempesona dengan suasana asri di sekitarnya. Kawasan ini memiliki hawa yang sejuk, suasana tenang dengan taman yang asri.

#. Pura Alas Kedaton

Pura Alas Kedaton, hutan lindung alami yang dihuni ribuan kera dan ratusan kalong atau kelelawar berukuran besar yang bergelantungan pada dahan pohon. Kawanan kera di kawasan hutan ini cukup jinak dan bisa menerima kehadiran manusia dengan baik. Meski begitu, kharus tetap waspada dan jangan mengganggu keberadaannya, karena mereka cenderung menyerang jika merasa terganggu. Di dalam Alas Kedaton juga memiliki sejumlah pura yang dipercaya sebagai pura yang keramat sehingga sangat dihormati oleh masyarakat setempat.

#. Kebun Raya Bedugul

Kebun Raya ini berada di kawasan pegunungan Bedugul yang mengkombinasikan konsep konservasi, tempat penelitian, pelestarian tanaman langka, sarana edukasi, tempat rekreasi bagi wisatawan. Dengan luas area mencapai kurang lebih 157,5 hektar, bisa menikmati keanekaragaman tumbuhan hutan hujan tropis yang asri juga kicauan burung yang bikin adem ayem. Area kebun ini terkadang dijadikan alternatif lokasi prewedding murah. Menjelang pagi, pemandangan di tempat ini juga terlihat view sunrise di antara Gunung Batur dan Gunung Agung. Juga ada pasar tradisional Candi Kuning. (redaksibisniswisata@gmail.com)

Wisatawan Milenial Tumbuh, Angin Segar bagi Dunia Startup

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Tren jalan ke luar negeri selama beberapa tahun belakangan kian meningkat khususnya di kalangan milenial. Bepergian ke berbagai negara di Asia Tenggara sampai Eropa, kini bukan lagi menjadi barang mewah dan hanya bisa dinikmati kalangan tertentu saja.

Riset dirilis World Travel and Tourism Coucil tahun 2018 menyebutkan, Asia kini menjadi benua dengan pertumbuhan sektor travel and tourism tercepat dibanding negara-negara lainnya. Dalam riset ini disebutkan Indonesia termasuk salah satu negara dengan pertumbuhan traveler tercepat mencapai 7,7 persen. Dampak peningkatan perjalanan ke luar negeri tidak hanya dirasakan industri berkaitan langsung, tetapi juga bisnis industri pendukung lainnya.

Menurut Managing Partner – Ideosource VC Edward Ismawan Chamdani, pertumbuhan bisnis traveling memberikan angin segar bagi pengusaha perusahaan rintisan (startup) di Indonesia. Menyasar karakter generasi milenial yang tech savvy dan gemar memilih pengalaman ketimbang materi, kini semakin banyak bermunculan penyedia jasa yang menopang kebutuhan traveler di luar negeri.

Misalnya untuk urusan akomodasi, transportasi, tiket atraksi dan wahana, paket tur privat dan terbuka, sampai jasa dokumentasi dan penyewaan modem internet guna menopang konektivitas selama berada di negara lain. Dari perspektif investor, kondisi seperti ini berpeluang untuk menumbuhkan bisnis-bisnis pendukung tren traveling ke luar negeri.

“Namun yang perlu diperhatikan bagi pelaku start up adalah, mereka perlu kreatif dalam memilih segmen. Jangan sampai keliru dan justru malah berhadapan dengan pemain horizontal (consumer apps travel) yang sudah besar,” tutur Edward lewat keterangan resmi yang diterima Bisniswisata.co.id, Jumat (17/08/2018).

Edward menambahkan, tren bisnis start up yang fokus pada kebutuhan travel ini sangat menjanjikan. Khususnya jika dilihat dari kalangan milenial yang menjadikan traveling sebagai gaya hidup, tentunya akan membuat ceruk pasar travel makin besar. Secara kompetisi, kolaborasi juga bisa menjadi pilihan bagi pelaku start up.

Pemain horizontal dengan layanan paling lengkap bisa berkolaborasi dengan pemain ceruk (niche) agar tercipta layanan one-stop transaction portal. “Inisiatif yang kreatif semacam ini sangat menarik, terutama bagi para investor,” sambung Edward.

#. Biaya Tinggi

Perjalanan atau traveling diperkirakan akan menjadi lebih mahal pada 2019. Menurut Perkiraan Perjalanan Global edisi tahunan kelima yang diterbitkan oleh GBTA dan CWT, biaya penerbangan dan hotel diperkirakan akan meningkat.

Penerbangan jarak jauh akan menjadi tren perjalanan udara lainnya pada 2019. Tetapi, faktor-faktor, seperti kenaikan harga minyak dan kurangnya pilot, diperkirakan akan meningkatkan harga tiket pesawat tahun depan di hampir semua kawasan global.

Dilansir laman Malay Mail, Kamis (26/7), di Eropa Barat, misalnya, biaya perjalanan udara meningkat 4,8 persen. Peningkatan terlihat jelas di Norwegia (11,5 persen), Jerman (7,3 persen), Prancis (6,9 persen), dan Spanyol (6,7 persen). Namun, Eropa Timur dan negara-negara Timur Tengah dan Afrika kemungkinan akan mengalami penurunan biaya masing-masing sebanyak 2,3 persen dan dua persen.

Di kawasan Asia Pasifik, harga penerbangan diperkirakan naik 3,2 persen dengan permintaan perjalanan ke Cina tetap tinggi. Pada 2020, Cina diprediksi menjadi pasar perjalanan udara terbesar di dunia.

Pada 2019, penerbangan negara diperkirakan naik 3,9 persen. Demikian pula, perjalanan udara kemungkinan akan lebih mahal di India, dengan harga diperkirakan naik 7,3 persen, sementara tarif di Selandia Baru dapat meningkat sebesar 7,5 persen.

Kenaikan harga cenderung lebih sederhana di seluruh Amerika Utara, yaitu naik sebesar 1,8 persen. Di Amerika Latin, Cile adalah satu-satunya negara yang diperkirakan mengalami kenaikan signifikan sebesar 7,5 persen, sementara harga di semua wilayah diperkirakan turun dua persen secara keseluruhan.

Ketika menginap di hotel, kenaikan harga didorong oleh meningkatnya peran teknologi dalam mempersonalisasi pengalaman tamu dan pertumbuhan perjalanan udara. Harga hotel di Prancis dan Jerman diperkirakan naik 6,8 persen, sedangkan Norwegia naik 11,8 persen.

Di seluruh kawasan Asia Pasifik, harga hotel diperkirakan naik 5,1 persen, kecuali Jepang yang menurun 3,2 persen. Harga hotel diperkirakan naik lima persen di Kanada dan 2,7 persen di Amerika Serikat.

#. Sewa Modem

Studi dari World Economic Forum menunjukkan konektivitas merupakan salah satu kebutuhan primer generasi milenial dalam bepergian ke luar negeri. Selain untuk kebutuhan dasar komunikasi, kebutuhan untuk berbagi informasi lokasi dan penggunaan media sosial menjadi alasan mengapa konektivitas berbasis internet menjadi penting.

Salah satu cara termudah untuk mengakses internet di luar negeri tentu adalah membeli kartu SIM di negara masing-masing atau membeli paket data roaming dari negara asal. Namun, tingginya biaya di kedua opsi ini kerap menjadi penghambat para traveler untuk tetap up-to-date dengan lingkungannya.

Melihat tantangan di atas, salah satu perusahaan teknologi penyedia jasa sewa modem wifi Passpod memberikan solusi bagi calon traveler. Sewa modem ini berguna menjaga konektivitas selagi bepergian ke negara-negara yang menjadi destinasi favorit seperti Singapura, Malaysia, Bangkok, dan Hong Kong.

CEO Passpod Hiro Whardana menyatakan traveler milenial kerap mengandalkan banyak sumber untuk menentukan layanan, jasa transportasi dan lokasi-lokasi yang ingin mereka kunjungi di suatu negara. “Terlalu banyak informasi dampaknya justru akan membuat dan kehilangan waktu saat traveling,” tutur Hiro.

Maraknya bisnis traveling ke luar negeri diyakini Hiro juga berdampak positif bagi bisnis Passpod. “Semakin tech savvy dan terkoneksi seseorang, maka kebutuhan untuk berkomunikasi secara real time lewat beragam media juga menjadi penting bagi mereka,” imbuhnya.

Menurut Hiro Passpod menawarkan biaya internet dengan sistem rental yang juga mudah dengan tiga opsi pengambilan produk. Penyewa bia memilih kurir antar jemput gratis, pengambilan mandiri di toko, atau pengambilan di bandara yang bermitra dengan Passpod. Passpod berkomitmen untuk memberikan jaringan internet 4G yang bisa diakses ke lebih dari 68 negara seperti AS, Singapura, Hongkong, Thailand, Jepang, Korea, serta negara-negara Eropa dan Timur Tengah. (redaksibisniswisata@gmail.com)

Sejarah Panjang Hotel Bersejarah di Indonesia

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Sejarah pariwisata di bumi nusantara tak lepas dari peran kolonial Belanda. Salah satunya ditandai munculnya hotel-hotel di Pulau Jawa. Apalagi sejak dibukanya terusan Suez, makin memudahkan kapal dari benua Eropa menuju nusantara. Di abad ke-19, kapal pesiar yang membawa turis dengan dominasi kulit putih asal Eropa datang ke Indonesia untuk berwisata.

Tahun 1910, Belanda bikin biro wisata dengan menerbitkan buku panduan wisata dan promosi via brosur wisata Pulau Jawa tersebar di Eropa tahun 1920-an. Awal abad ke-20 menjadi kejayaan pariwisata Hindia Belanda. Eksotisme bumi nusantara ditampilkan di brosur dan buku yang ditulis para penjelajah nusantara sebelumnya, membawa para pelancong Eropa mengarungi lautan untuk berwisata di nusantara.

Untuk memenuhi kebutuhan wisatawan, hotel pun dibangun di kota-kota besar dan daerah tujuan wisata. Walaupun berbagai penginapan peristirahatan sudah berjamur di akhir abad ke-19. Hotel-hotel mewah pertama di Hindia Belanda untuk kebutuhan para wisatawan berada di Pulau Jawa, Medan, dan Makassar.

Di era kemerdekaan, sebagian besar hotel ini diambil alih oleh pemerintah Indonesia. Beberapa masih bertahan sampai saat ini. Seperti Hotel Mij De Boer di Medan yang kini telah menjadi Natour Dharma Deli. Era Orde Lama, Soekarno membangun hotel berbintang berstandar internasional pertama di Indonesia. Saat itu, terdapat empat hotel yang dibangun dalam periode berdekatan.

Bung Karno membangun hotel di Pelabuhanratu Sukabumi, Jawa Barat lahannya sempat dirampas Jepang. Tujuannya ingin menikmati nuansa Laut Selatan. Akhirnya tahun 1962 hotel itu dibangun dan rampung tiga tahun kemudian. Sayangnya Presiden Soekarno tak sempat menikmatinya karena persoalan politik yang membuatnya ia lengser dari tampuk kepemimpinan. Hotel dikenal dengan nama Inna Samudra Beach Hotel. Bahkan sebuah legenda mengatakan di salah satu kamar hotel ini merupakan tempat bermalam sang Ratu Kidul.

Hotel lainnya Hotel Indonesia jakarta yang didirikan merupakan bangunan peninggalan kolonial di berbagai daerah yang sudah difungsukan sebagai penginapan komersil.

Hotel bersejarah yang masih ada di Indonesia saat ini bisa dibagi ke beberapa tipe. Tipe pertama adalah peninggalan dari masa kolonial Belanda, masa Orde Lama, maupun masa Orde Baru. Beberapa sudah melewati masa kejayaannya. Juga hotel bangunan sejarah seperti Hotel Ibis Surabaya yang menempati bangunan cagar budaya. Dulunya bangunan tersebut merupakan kantor perusahaan gula yang dibangun tahun 1916 dan dijuluki sebagai Gedung Cerutu.

Contoh lain adalah Hotel Niagara di Malang. Bangunan yang ditempati hotel tersebut merupakan bangunan yang dibangun di akhir abad ke 19. Awalnya, bangunan itu merupakan vila keluarga.

Kisah sejarah panjang hotel-hotel di Indonesia memiliki beragam cara untuk membedahnya, mulai dari sudut pandang sejarah, arsitektur, hingga hal supranatural. Jika bertanya tentang hotel pertama di Indonesia sebagian orang akan menunjuk Hotel Indonesia. Nah, jika ingin merasakan sensasi sejarah saat menginap, bagaimana kalau mencoba menginap di salah satu hotel ini. Hotel-hotel berikut merupakan hotel mewah bersejarah di awal berdiri maupun di masa kini.

#. Hotel Sriwijaya, Jakarta

Sejarah Hotel Sriwijaya bermula dari sebuah restoran yang dimiliki oleh Conrad Alexander Willem Cavadino, yang dibangun pada tahun 1863. Melihat usahanya berkembang, Cavadino memutuskan untuk membuat Hotel Cavadino sembilan tahun kemudian. Hotel ini dibangun persis di pojokan Rijswik (sekarang Jalan Veteran) dan Citadelweg (kini Jalan Veteran I). Hotel Cavadino sempat bertahan sampai tahun 1898, namun sejak 1899 hotel itu berubah nama menjadi Hotel du Lion dOr. Tahun 1941 nama hotel tersebut menjadi Park Hotel, dan akhirnya pada pertengahan tahun 1950-an hotel tersebut berganti nama menjadi Hotel Sriwijaya.

#. Hotel Majapahit, Surabaya

Hotel Majapahit adalah sebuah hotel mewah bersejarah di Jalan Tunjungan, Surabaya, Jawa Timur. Dahulunya hotel ini bernama LMS, lalu Hotel Oranje. Pada zaman penjajahan Jepang hotel ini berganti nama menjadi Hotel Yamato dan Hotel Hoteru. Hotel yang dibangun pada tahun 1910 oleh Sarkies Bersaudara dari Armenia ini menjadi saksi bisu insiden perobekan bendera Belanda oleh banteng-banteng revolusi di Surabaya.

#. Hotel Dibya Puri, Semarang

Sebelum bernama Dibya Puri, hotel yang dibangun pada tahun 1847 ini bernama Du Pavillon. Sejak dulu hotel ini adalah yang termewah di Semarang. Tahun 1913 hotel ini mengalami perombakan besar-besaran untuk menyambut perhelatan Koloniale Tentoonstelling tahun 1914, sebuah pameran yang dianggap terbesar di Asia Tenggara saat itu. Hotel ini juga pernah terdampak Pertempuran Lima Hari Semarang, sehingga mengakibatkan kerusakan yang dahsyat. Sayangnya saat ini hotel yang telah menjadi Cagar Budaya itu terbengkalai.

#. Hotel Pelangi, Malang

Hotel ini berdiri pada tahun 1916 dengan nama Palace Hotel. Pada zaman penjajahan Jepang, hotel ini berubah nama menjadi Hotel Asoma. Pada tahun 1953 hotel ini berubah namanya menjadi Pelangi. Pemerintah Malang memutuskan tidak menguah bentuk bangunannya karena ingin menjadikan hotel tersebut sebagai salah satu ikon kota, bersama dengan bangunan-bangunan tua lainnya.

#. Hotel Savoy Homann, Bandung

Savoy Homann adalah hotel bintang empat yang berada di Jl. Asia-Afrika (dahulu Jalan Raya Pos). Awalnya bangunan ini bernama Homan, miliki keluarga Homann, imigran dari Jerman yang tiba di Bandung ada tahun 1870. Bangunan hotel ini bergaya art deco dengan desain gelombang samudera. Arstekturnya adalah seorang warga Belanda bernama Albert F. Aalbers.

#. Hotel Salak Bogor

Hotel peninggalan kolonial Belanda jadi tempat favorit peristirahatan orang Belanda di Batavia. Hotel ini dibangun tahun 1856 diberi nama Bellevue Dibbets Hotel. Sejak awal dibuka, hotel ini bagi kalangan atas kolonial Belanda. Hotel ini dimiliki orang Belanda yang miliki hubungan dengan Gubernur Jendral Hindia Belanda. Bogor dulunya disebut Buitenzorg atau kota beristirahat. Juga fungsi awal Hotel ini dibangun untuk beristirahat. Karena Buitenzorg menjadi pusat penelitian aneka tumbuhan tropis dan perkebunan, hotel ini menjadi tempat pertemuan para pemilik kebun. Era pendudukan Jepang, hotel ini jadi markas militer Jepang. Tahun 1948, hotel ini kembali ke fungsi awalnya dan berubah nama menjadi Hotel Salak.

#. Hotel Ambarrukmo Yogyakarta
Hotel ini berdiri di dalam kawasan Pesanggrahan Ambarrukmo. Pesanggrahan Ambarrukmo dibangun Sultan Hamengku Buwono V. Di tahun 1895-1897, bangunan ini direnovasi Sultan Hamengku Buwono VII. Awalnya untuk tempat menjamu tamu. Saat Sultan Hamengku Buwono VII turun takhta, tempat ini menjadi kediaman Sultan. Presiden pertama Indonesia, Soekarno menggagas pembangunan empat hotel berstandar internasional pertama di Indonesia dari hasil pampasan perang dari Jepang. Salah satunya adalah Hotel Ambarrukmo yang diresmikan pada tahun 1966. Area kebon raja sampai gandok kiwa di masa Sultan Hamengku Buwono VII berubah menjadi area Hotel Ambarrukmo. Sementara area Balekambang sampai Pendopo tidak beralih fungsi dan masih bisa dikunjungi sampai saat ini sebagai bangunan cagar budaya. Saat peresmian tahun 1966, hotel ini menjadi hotel mewah pertama di Yogyakarta.

#. Hotel Indonesia Jakarta

Hotel Indonesia sering disingkat sebagai “HI”. Inilah gedung tertinggi pertama di Jakarta. Hotel ini dibangun dari hasil pampasan perang dengan Jepang. Di masa itu, ada beberapa bangunan yang dibangun dari dana yang sama. Di antaranya adalah 4 hotel mewah berstandar internasional. Salah satunya adalah Hotel Indonesia sebagai hotel bintang lima pertama di Jakarta. Hotel ini diresmikan tahun 1962 dalam rangka Asian Games IV. Hotel ini tak bisa lepas dari sosok Soekarno, presiden pertama Indonesia. Soekarno memang menjadi penggagas hotel tersebut. Di hotel terdapat restoran yang melegenda yaitu Signatures Restaurant. Saat melangkah masuk ke Signatures Restaurant, foto-foto Soekarno dengan tokoh-tokoh dunia terpajang dalam ukuran besar di salah satu sisi dinding. Di satu sudut, terdapat meja panjang yang merupakan tempat favorit Soekarno. Dulu, ia kerap mengajak keluarganya untuk makan di tempat ini. Tepatnya meja yang berada di dekat foto Soekarno dan John F. Kennedy, mantan presiden Amerika Serikat.

#. Hotel Niagara Malang

Hotel di Jalan raya Malang. Dulu sebuah villa pribadi milik Liem Sian Joe, seorang konglomerat Tionghoa. Villa ini dibangun 15 tahun lamanya (Tahun 1903 dan selesai 1918). Desain bangunan ditangani Fritz Joseph Pinedo, arsitek Belanda profesional keturunan Portugis-Brazil. Villa ini hanya difungsikan sebagai tempat peristirahatan keluarga selama dua tahun. Tahun 1920 Liem Sian Joe pindah ke Belanda. Villa dipercayakan ahli warisnya. Karenajarang dipakai, villa ini kurang terurus dan terlantar selama bertahun-tahun sampai sampai tahun 1960. Kemudian dijual kepada seorang pengusaha Surabaya bernama Ong Kie Tjay. Oleh Ong Kie Tjay, bangunan berlantai lima itu dibenahi selama 4 tahun, dan difungsikan sebagai hotel dengan nama Hotel Niagara, yang memiliki arsitektur tempo dulu dengan nuansa seni yang tinggi sebagai kombinasi gaya Brazil, Belanda, Tiongkok, dan Victoria yang menawan. (NDY)

OJK Terbitkan Paket Kebijakan Kredit bagi Pariwisata

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Otoritas Jasa Keuangan (OJK) resmi menerbitkan sejumlah paket kebijakan untuk mendorong pertumbuhan 10 Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN). Salah satu cara yang dilakukan OJK yaitu memberikan kelonggaran pada penyaluran kredit di kawasan Pariwisata Indonesia.

Ketentuan itu tertuang dalam Peraturan OJK tentang Batas Maksimum Penyaluran Dana Bank untuk Mendorong Pertumbuhan Sektor Pariwisata dan Peningkatan Devisa. Ini merupakan penyesuaian terhadap Peraturan Bank Indonesia 7/3/PBI/2015 tentang Batas Maksimum Pemberian Kredit Bank Umum.

“OJK melonggarkan BMPK (Batas Maksimum Pemberian Kredit) kepada BUMN menjadi 30 persen dari modal bank bagi kredit yang disalurkan untuk pembangunan KSPN,” kata Ketua Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Heru Kristiyana dalam keterangan tertulis yang diterima Bisniswisata.co.id, Jumat (17/08/2018).

OJK juga meringankan persyaratan pembukaan jaringan kantor-kantor bank di KSPN ini. Pertama, pembukaan jaringan kantor di KSPN dikecualikan dari persyaratan ketersediaan alokasi modal inti. Kedua, pembukaan jaringan kantor juga dikecualikan dari persyaratan perimbangan penyeberangan jaringan di daerah lain.

Pelonggaran aturan ini terjadi karena OJK melihat sektor pariwisata telah menyumbang 5,8 persen dari Pendapatan Domestik Bruto (PDB) Indonesia pada 2017. Selain itu, sektor ini mampu menyerap 12,2 juta lapangan pekerjaan dan menyumbang devisa negara sebesar US$ 12,4 juta atau setara Rp 181 miliar miliar pada 2016.

Untuk memperbesar kue di Pariwisata, pemerintah kemudian menetapkan 10 KSPN. Di antaranya yaitu Tanjung Kelayang (Bangka Belitung), Candi Borobudur (Jawa Tengah), Morotai (Maluku Utara), Pulau Komoso-Labuan Bajo (Nusa Tenggara Timur), Taman Nasional Wakatobi (Sulawesi Tenggara), Kepulauan Seribu (DKI Jakarta), Danau Toba (Sumatera Utara), Bromo-Tengger-Semeru (Jawa Timur), Mandalika Lombok (Nusa Tenggara Barat), dan Tanjung Lesung (Banten).

Hanya saja, nilai investasi pengembangan 10 KSPN tidak main-main. OJK mencatat total dana yang dibutuhkan mencapai US$ 20 miliar setara Rp 292 triliun, atau 17 persen dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara yang hanya sekitar Rp 1.700 triliun. Untuk itulah, pelonggaran kredit ini dilakukan demi mendorong keterlibatan yang lebih besar bagi swasta.

Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso melanjutkan ada empat poin yang diatur dalam kebijakan OJK:

Pertama, pemberian insentif bagi lembaga jasa keuangan untuk menyalurkan pembiayaan ke industri yang berorientasi ekspor, penghasil barang substitusi impor dan pariwisata melalui penyesuaian ketentuan prudensial, seperti: aktiva tertimbang menurut risiko (ATMR), batas maksimum pemberian kredit (BMPK) dan Penyediaan Modal Inti dan Kualitas Aktiva.

Kedua, merevitalisasi peran Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) melalui refocusing peran LPEI agar lebih fokus pada pembiayaan industri berorientasi ekspor, meningkatkan peran LPEI dalam penyedia instrumen hedging untuk transaksi ekspor dan penyedia reasuransi untuk asuransi terkait ekspor.

Ketiga, memfasilitasi penyediaan sumber pembiayaan dari pasar modal untuk pengembangan 10 Kawasan Strategis Pariwisata Nasional selain Bali.

Keempat, memfasilitasi KUR Klaster untuk pengembangan UMKM di sektor pariwisata bekerja sama dengan Kementerian Koordinator Perekonomian.

“Paket kebijakan ini, diarahkan untuk memacu kredit dan pembiayaan ke sektor produktif. Agar terjadi multiplier effect terhadap pertumbuhan sektor riil dan penciptaan lapangan kerja serta mendorong pariwisata bisa berkembang lebih bagus lagi di masa mendatang,” sambungnya.

Berikut 8 poin paket kebijakan yang dikeluarkan OJK:

Kebijakan dalam mendorong ekspor dan industri penghasil devisa, yaitu:
1. OJK memberikan insentif bagi lembaga jasa keuangan untuk menyalurkan pembiayaan ke industri yang berorientasi ekspor, industri penghasil barang substitusi impor dan industri pariwisata, di antaranya AMTR, BMPK, Penyediaan Modal Inti dan Kualitas Aktiva.
2. Merevitalisasi lembaga pengembangan ekspor. Hal ini dengan fokus ke industri ekspor yang meningkatkan peran dalam menyediakan instrumen hedging ekspor asuransi dan reasuransi ekspor.
3. Memfasilitasi pasar modal untuk mendorong pengembangan 10 kawasan pariwisata selain Bali.
4. Penyediaan KUR kluster untuk pengembangan UMKM di sektor pariwisata bekerja sama dengan Kementerian Koordinator Perekonomian.

Kebijakan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional yaitu:
1. Melakukan penyesuaian ketentuan prudensial di industri perbankan seperti penyesuaian ketentuan Aktiva Tertimbang Menurut Risiko (ATMR) untuk pembiayaan sektor perumahan, termasuk di dalamnya menghapus larangan pemberian kredit pengolahan tanah bagi pengembang rumah tinggal dan meringankan persyaratan kewajiban penilaian agunan sebagai pengurang Penyisihan Penghapusan Aset (PPA).
2. Mendorong lebih berkembangnya startup financial technology, termasuk equity crowdfunding, karena peran mereka yang besar dalam membuka akses permodalan bagi UMKM yang besar kontribusinya pada PDB nasional, dengan tetap mengedepankan aspek perlindungan konsumen.
3. Memfasilitasi pemanfaatan pasar modal melalui pengembangan instrumen seperti sekuritisasi aset, obligasi daerah, green bonds, blended finance dan instrumen bersifat syariah serta hedging instrument. OJK juga akan meningkatkan cakupan investor domestik, di antaranya melalui Perusahaan Efek Daerah.
4. Mewajibkan lembaga pembiayaan untuk mencapai porsi menyalurkan pembiayaan ke sektor produktif. (redaksi@bisniswisata.co.id)

Empat Pesawat Mendarat Darurat di Chile & Peru, Ada Apa?

this formate

LIMA, bisniswisata.co.id: Empat pesawat terpaksa mendarat darurat di Chile dan Peru, Kamis (16/8/2018), karena ada ancaman bom. Ancaman bom tersebut disampaikan ke Direktorat Jenderal Penerbangan Sipil (Directorate General of Civil Aviation/DGAC) Chile. Dua pesawat dioperasikan oleh LATAM Airlines dan dua lainnya oleh Sky, maskapai penerbangan murah dari Chile.

Reuters melansir Jumat (17/8), Sky telah menahan pesawat ketiga untuk terbang karena ancaman bom tersebut. Sebanyak 4 dari 5 penerbangan itu menuju atau terbang dari Santiago, ibu kota Chile.

Berdasarkan hasil inspeksi, 3 dari 5 pesawat tersebut bersih dari bom dan setidaknya 1 pesawat telah diizinkan terbang kembali. “Sesuai protokol, personel keamanan bandara dan polisi operasi khusus memeriksa lokasi, penumpang dan bagasi mereka, untuk mengecek keberadaan bom,” demikian disampaikan DGAC.

Kementerian Transportasi Peru menyatakan tidak ada yang terluka dalam peristiwa tersebut dan tim penjinak bom pun sudah diberangkatkan. “Sekarang situasinya sudah dalam kontrol,” papar Pemerintah Peru.

LATAM mengungkapkan DGAC memberitahu mereka adanya ancaman bom ke beberapa pesawat, di antaranya yang dioperasikan oleh perusahaan. Perusahaan menerangkan penumpang yang terdampak akan dialihkan ke pesawat lain. “Sampai saat ini, otoritas berwajib belum menemukan bukti yang bisa membahayakan penumpang,” tutur LATAM. (NDY)

17- 25 Agustus 2018, Pameran Koleksi Asian Games 1962

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Museum Nasional akan memamerkan koleksi sejarah Asian Games 1962, di mana Indonesia menjadi tuan rumah untuk pertama kalinya. Mengutip dari lama resmi Museum Nasional pada Kamis, menyebutkan koleksi sejarah Asian Games yang dipamerkan berupa foto, majalah, dan surat kabar sejaman, perangko dan benda memorabilia berupa souvenir Asian Games ke-IV tahun 1962 akan dihadirkan pada pameran ini.

Pameran yang dihadirkan diharapkan dapat memotivasi dan membangun semangat tuan rumah penyelenggaraan Asian Games XVIII tahun 2018 yang akan berlangsung di Jakarta dan Palembang.

Pameran Asian Games di dua lokasi, di Plaza Insan Berprestasi Gedung A, Komplek Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Senayan, Jakarta yang berlangsung dari tanggal 17- 25 Agustus 2018 dan Lobby Kaca Gedung B Museum Nasional yang berlangsung dari Tanggal 18-28 Agustus 2018.

Pameran ini untuk mengenang kembali bahwa Indonesia pernah menjadi tuan rumah Asian Games keempat di Jakarta. Mengingat Asian Games tidak hanya sekedar pertandingan olahraga namun juga peristiwa budaya.

Tak hanya di Jakarta, pameran sejarah juga digelar di Museum Negeri Sumatera Selatan, Palembang yang juga menjadi kota digelarnya Asian Games 2018.

Selain itu akan ada bincang dengan atlet senior yang berlaga pada Asian Games 1962. Menurut Hilmar, bincang dengan atlet senior merupakan kesempatan masyarakat untuk mendengar cerita mereka saat bertanding di ajang empat tahun sekali tersebut.

Cerita dari para atlet itu penting sekali untuk berbagi motivasi dan pengalaman, ini bukan sekedar mendengar cerita siapa yang paling cepat di lapangan, cerita dari mereka adalah pelajaran yang berharga. (redaksibisniswisata@gmail.com)

Parwisata Ubud Terancam Akibat Kemacetan Parah

this formate

GIANYAR, bisniswisata.co.id: Kemacetan parah akibat sarana jalan sempit dan tidak bertambah panjang serta lebar untuk menuju dan dari kawasan wisata Ubud, Kabupaten Gianyar, menjadi ancaman pariwisata Ubud di Gianyar Bali. Padahal kunjungan wisatawan asing di Ubud grafiknya semakin naik.

“Saat puncak kedatangan turis seperti sekarang ini. Luar biasa macetnya akses jalan ke Ubud seperti di jalan Peliatan dan Pengosekan. Jika dibiarkan terus ini akan menjadi ancaman pariwisata di Ubud yang terus berkembang pesat,” kata Kadis Pariwisata Gianyar, AA Ari Brahmanta, di Gianyar, Rabu (15/8/2018)

Dilanjutkan, laju pertumbuhan pariwisata, perhotelan dan kendaraan jauh lebih tinggi dibandingkan dengan laju pertumbuhan sarana jalan dan parkir. Akibatnya, saat musim ramai turis (high season) ke Ubud terjadi kemacetan parah di beberapa titik jalan.

“Banyak hal terutama sarana jalan dan parkir di kawasan wisata Ubud memang harus segera dibenahi. Sudah banyak studi yang memberikan solusi untuk sistem transportasi dan jalan ke wisata Ubud namun belum bisa direalisasikan,” katanya.

Bahkan, masyarakat Ubud sudah buat deklarasi siap untuk berkorban demi meningkatkan industri pariwisata, termasuk memberikan lahan untuk sarana jalan dan parkir, kata Ari Brahmanta.

Menurut dia, sudah banyak rapat instansi di kabupaten Gianyar, bahkan sampai tingkat propinsi dan pemerintah pusat tapi masih belum ada keputusan dan realisasinya.

Seorang pengemudi travel, Agung Maya mengakui kemacetan di beberapa titik jalan menuju wisata Ubud belakangan ini sangat parah. “Macetnya bisa sejam hanya karena kepadatan lalu lintas. Apalagi jika bus-bus besar dan sedang masuk ke wilayah Ubud. Pasti macet karena jalannya kecil dan sempit. Turis sudah banyak mengeluh,” tambah dia.

Dalam catatan Antara, pariwisata Ubud memiliki kelengkapan destinasi wisata karena masih kental kegiatan ritual dan kebudayaan, wisata kuliner terkenal dengan makanan bebek, panorama keindahan alam seperti sawah yang tersusun rapi dengan sistem pengairan Subak, hutan monyet, kegiatan olahraga seperti sepeda dan arung jeram.

Banyak tokoh dunia, bintang film dan musisi dunia berlibur ke Ubud, misalkan belum lama ini mantan presiden Amerika Barack Obama bersama keluarga. (NDI)

Okupansi Hotel di Ubud Mendekati Sempurna

this formate

GIANYAR, bisniswisata.co.id: Tingkat okupansi penginapan dan hotel di kawasan Ubud, Kabupaten Gianyar Bali mencapai 90 persen akibat kunjungan turis mancanegara yang terus mengalir. Apalagi saat ini banyak upacara Ngaben (kremasi) massal hampir di semua desa, yang menjadi tontonan menarik bagi pelancong asing.

“Bulan Agustus ini memang akan banyak upacara Ngaben massal atau pembakaran mayat dari beberapa warga beragama Hindu yang meninggal. Hampir semua banjar akan ada Ngaben massal. ini musimnya Ngaben massal. Kegiatan ritual sekaligus kebudayaan yang akan menjadi tontonan menarik para turis,” kata Kadis Pariwisata Gianyar AA Ari Brahmanta, di Gianyar.

Namun, menurut dia, kunjungan turis asing ke Ubud yang terus meningkat dari tahun ke tahun disebabkan oleh beberapa faktor. Pertama, situasi di negara asal turis yang saat ini sedang musim liburan seperti Eropa Barat dan Eropa Timur. “Kita lihat banyak turis Eropa Barat dan Eropa Timur yang berlibur ke Ubud karena di sana sedang musim liburan,” kata Kadis.

Faktor kedua, adalah citra Ubud dan Bali yang diberitakan media sangat mendorong turis untuk hadir ke sini. Misalnya, kedatangan mantan presiden Amerika Barack Obama, aktor bintang film dan penyanyi dunia seperti John Legend, David Beckham dan lainnya juga mendorong turis datang ke Ubud, Bali.

Ketiga, pelestarian budaya yang kuat di Ubud, Gianyar juga menjadi magnet kedatangan turis asing. Berbagai kegiatan di Pura, nanti banyak kegiatan Ngaben massal, dan kemarin juga berbagai kegiatan ritual dan kebudayaan dilakukan di desa Padangtegal yang banyak menarik kedatangan turis.

Terakhir, destinasi wisata di Ubud itu memiliki wisata yang lengkap, mulai dari kekuatan ritual, kebudayaan, kuliner, keindahan alam seperti air terjun, sawahan bertingkat dengan subaknya, hingga wisata olahraga seperti arung jeram dan lainnya, tambah Anak Agung Ari Brahmanta seperti dilansir laman Antara, Kamis (16/08/2018).

Dinas pariwisata kabupaten Gianyar menargetkan kunjungan turis asing tahun 2018 sebanyak 2,6 juta, sementara target tahun 2017 sebanyak 2,5 juta turis asing realisasinya mencapai 2,63 juta turis. (NDY)

Tulus Peduli Lestarikan Gajah

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Penyanyi dan pencipta lagu Tulus benar-benar mencintai gajah. Peduli melestarikan gajah, Hal itu tidak saja tertuang dalam judul album dan lagu saja, “Gajah”, tetapi juga dibuktikan dengan tindakan. Pelantun Teman Hidup ini, menjadi inisiator gerakan peduli terhadap pelestarian gajah atau yang disebut Teman Gajah.

Teman Gajah sudah berjalan selama tiga tahun. Penyanyi bergenre Pop dan Pop Jazz mengaku melalui gerakan tersebut, dia mengajak masyarakat dunia, khususnya Indonesia untuk peduli dengan keberlangsungan hidup gajah.

“Saya bisa disebut inisiator kali ya karena memang kondisi Gajah sekarang sudah sangat mengkhawatirkan. Jadi, kita bikin kegiatan saja untuk menggalang kepedulian karena populasi gajah terus menurun jumlahnya, apalagi jika kita enggak peduli sama sekali,” kata Muhammad Tulus Rusydi, nama lengkapnya

“Sebenarnya saya ingin sedikit mengajak teman-teman untuk menyadari bahwa sebetulnya gajah itu memiliki peranan besar buat kehidupan kita,” tambah dia seperti dilansir laman Sindonews, Kamis (16/08/2018).

Kegiatan yang dilakukan Teman Gajah antara lain mengadakan kalung pendeteksi. Gerakan ini berfokus dalam pengumpulan dana untuk pengadaan kalung pendeteksi lokasi. Kalung pendeteksi lokasi merupakan kalung yang dipasangkan ke pemimpin-pemimpin gajah liar.

“Karena satu unit kalung itu harganya mahal sekali dan pada saat ini belum diproduksi di Indonesia, jadi pengadaannya sangat sulit. Satu unitnya sekitar Rp40 juta,” kata lelaki kelahiran Bukittinggi, 20 Agustus 1987.

Hingga saat ini, Teman Gajah berhasil memasangkan beberapa kalung kepada gajah-gajah di kawasan Sumatera. Mengingat fokusnya untuk daerah Sumatera, sebelumnya Tulus juga baru saja mengunjungi Taman Nasional Tesanilo di Riau.

“Kalau yang terpasang 3 atau 4 unit karena prosesnya itu lama. Harus dicari dulu, oh ini kelompok gajah ini, harus dipasangkannya juga timnya tidak sembarangan. Kemarin saya di sana lihat kalungnya itu berat sekali, sekitar 50 kilogram. Kita concernnya ke gajah Sumatera, otomatis fokusnya ke daerah Sumatera,” tandas arsitek yang menamatkan studinya di Universitas Katolik Parahyangan, Bandung. (NDY)