Pasca Gempa, Wisata Gunung Rinjani Belum Maksimal

this formate

MATARAM, bisniswisata.co.id: Kepala Dinas Pariwisata Nusa Tenggara Barat (NTB) Lalu Muhammad Faozal mengatakan, objek wisata pada jalur pendakian Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) masih ditutup. Berbeda dengan kawasan tiga gili di Kabupaten Lombok Utara dan Pantai Senggigi di Lombok Barat yang sudah mulai didatangi wisatawan, objek wisata di TNGR masih belum bisa beroperasi secara normal.

“Sejak gempa pada Juli, atraksi kita seperti TNGR yang sampai hari ini belum normal lewat dua jalur pendakian utama (Sembalun dan Senaru),” ujar Faozal di Mataram, NTB, Jumat (4/1)

Jalur pendakian Sembalun di Lombok Timur dan Senaru di Lombok Utara memang ditutup sementara waktu akibat gempa. Balai TNGR belum dapat memutuskan pembukaan kembali jalur pendakian Senaru dan Sembalun. Selain dampak gempa, penutupan jalur pendakian Gunung Rinjani merupakan hal yang rutin dilakukan Balai TNGR pada Januari hingga Maret karena faktor cuaca.

Meski begitu, kata Faozal, Balai TNGR bersama Pemprov NTB membuka jalur pendakian Aik Berik di Lombok Tengah sebagai upaya alternatif bagi para pendaki. “Desember kemarin ada rekomendasi dari Balai TNGR untuk menggunakan jalur Aik Berik walau belum maksimal dan belum sepopuler dua jalur pendakian Senaru dan Sembalun,” kata Faozal menambahkan.

Sementara itu dari Manado dilaporkan, Wisatawan mancanegara (wisman) yang berkunjung ke Sulawesi Utara (Sulut) pada November 2018 menurun. “Wisman yang datang ke Sulut melalui pintu masuk bandara Sam Ratulangi November 2018 sebanyak 5.735 orang atau turun 31,26% dibandingkan dengan Oktober 2018 yang 8.343 Orang,” kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sulut Ateng Hartono di Manado, Jumat (4/1/2019).

Seperti dilansir Antara, Dia mengemukakan dibandingkan dengan kunjungan wisman bulan yang sama tahun sebelumnya November 2017 sebanyak 6.433 orang terhadap bulan November 2018, terdapat penurunan 10,85%.

Perkembangan wisman kumulatif sampai November 2018 mencapai 113.256 orang, meningkat dibandingkan dengan jumlah wisatawan mancanegara pada bulan yang sama 2017 yaitu 70.790 orang.

Wisman yang datang didominasi warga China sebanyak 64.644 orang (80,98%), diikuti Jerman 195 orang (3,40%), Singapura 132 orang (2,30%), Amerika 97 orang (1,69%), Inggris 82 orang (1,43%), Prancis 58 orang (1,01%), Malaysia 50 orang (0,87%), Australia 44 orang (0,77%), Belanda 39 orang (0,68%), Jepang 31 orang (0,54%). (EP)

AirAsia Indonesia Terbitkan Obligasi Rp 1,17 Triliun

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: PT AirAsia Indonesia Tbk (CMPP) melalui anak usahanya PT Indonesia AirAsia menerbitkan perpetual bond atau surat berharga dengan bunga abadi senilai USD 80 juta atau sekitar Rp 1,17 triliun.

Proses penerbitan surat berharga tersebut ditandai dengan penandatanganan conditional perpetual capital security purchase agreement pada 31 Desember 2018.

Penandatanganan itu dilakukan antara Indonesia AirAsia sebagai penerbit dan AirAsia Berhad (AAB) sebagai pemegang sekuritas perpetual. Demikian mengutip laman keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 3 Januari 2019 seperti ditulis, Jumat (4/1/2019).

Penerbitan perpetual bond itu agar total ekuitas dalam laporan keuangan perseroan 2018 menjadi positif secara konsolidasi. Ini seperti yang diwajibkan berdasarkan kebijakan internal Kementerian Perhubungan.

Selain itu, membayar tagihan-tagihan penting yang sudah jatuh tempo dan tertagih berdasarkan surat peringatan dari beberapa vendor. Sejumlah vendor itu kepada Pertamina dan PT Angkasa Pura II. Jika tak dibayar dapat berdampak secara material dan signifikan terhadap kelangsungan operasional dan usaha Indonesia AirAsia.

Dana penerbitan surat berharga itu diberikan dalam tiga tahap. Pada tahap pertama, sebesar 37,5 persen dari nilai perpetual pada 31 Desember 2018. Tahap kedua sebesar 37,5 persen dari nilai perpetual pada 31 Januari 2019. Kemudian tahap ketiga sebesar 25 persen dari nilai perpetual pada 28 Februari 2019.

Sekuritas perpetual dikenakan bunga atas saldo pokok. Indonesia AirAsia membayar distribusi tersebut setiap setengah tahun dengan tingkat bunga sebesar dua persen per tahun selama 12 bulan yang efektif sejak perjanjian ditandatangani. Sebelumnya, PT Rimau Multi Putra Pratama Tbk mengubah namanya menjadi PT AirAsia Indonesia Tbk terhitung sejak Rabu 3 Januari 2018.

Mengutip keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), yang diunduh dari Liputan6.com, meski ada perubahan nama, perdagangan efek PT AsirAsia Indonesia Tbk tetap menggunakan kode CMPP di BEI. Perseroan juga mengubah kegiatan usaha kini bergerak di usaha penerbangan yang sebelumnya dari bidang usaha pengangkutan, bengkel, industri dan perdagangan umum.

Soal perubahan nama tersebut, PT Rimau Multi Putra Pratama Tbk telah menyampaikan surat No:S-AAI/Corsec/XII-2017/002 pada 29 Desember 2017 kepada BEI. Perubahan tersebut juga telah mendapatkan persetujuan pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) dan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB).

Perseroan juga sudah mendapatkan persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia berdasarkan surat keputusan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Nomor AHU-0027936.AH.01.02 pada 29 Desember 2017.

Pemegang saham usai pelaksanaan rights issue atau penawaran umum terbatas (PUT) antara lain PT Rimau Multi Investama sebesar 1,54 persen, PT Fersindo Nusaperkasa sebesar 49,66 persen, AirAsia Investment Ltd sebesar 47,71 persen, dan masyarakat di bawah kepemilikan lima persen sebesar 1,09 persen.

PT Fersindo Nusaperkasa (FN) dan AirAsia Investment Ltd selaku pembeli siaga dalam penawaran umum terbatas atau rights issue telah mengambilbagian saham baru dalam perseroan sebanyak 5.306.040.000 oleh FN yang mewakili 49,66 persen dari saham yang dikeluarkan dan ditempatkan dalam perseroan.

Sebanyak 5.097.960.000 oleh AirAsia Investment Ltd yang mewakili 47,71 persen dari saham yang dikeluarkan dan ditempatkan dalam Perseroan melalui penyertaan dalam bentuk non tunai (inbreng) sekuritas perpetual yang dimiliki FN dan AirAsia Investment Limited.

Setelah penyelesaian pengambilbagian saham baru dalam Perseroan oleh FN dan AirAsia Investment Limited sebanyak 241.066 saham yang mewakili sebesar 57,25 persen dari saham yang dikeluarkan dan ditempatkan dalam Indonesia AirAsia. (EP)

8 Januari, Lion Air & Wings Air Hapus Free Bagasi

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Grup Lion Air mengeluarkan kebijakan penghapusan kebijakan bagasi cuma-cuma alias gratis atau (Free Allowance Baggage/FBA) mulai 8 Januari 2018 untuk penerbangan Lion Air dan Wings Air. Kebijakan ini sudah disampaikan menejemen masing-masing perusahaan ke seluruh agen travel.

Dalam surat tersebut dinyatakan kebijakan penghapusan free baggage 10 kg tersebut berlaku untuk seluruh penerbangan domestik. “Bagi penumpang yang membawa bagasi dapat melakukan pembelian voucher bagasi melalui travel agent, website Lion Air atau kantor penjualan Lion Air Group,” tulis surat resmi bagi agen travel, Jumat (4/1/2018).

Pembelian voucher tersebut dapat dibeli sebelum dan sesudah issued tiket. Selain itu, disebutkan biaya pembelian voucer bagasi lebih murah jika dibandingkan biaya kelebiham bagasi. “Voucher bagasi ini dapat dibeli paling lambat 6 jam sebelum jam keberangkatan,” tulisnya.

Manajemen Lion Air membenarkan ada surat pemberitahuan tersebut. Penumpang Lion Air dan Wings Air rute domestik yang membeli tiket per 8 Januari 2018 sudah tidak bisa menikmati FBA. Sebelumnya, maskapai masih memberikan FBA bagi penumpang sebesar 10 kilogram (kg) untuk Lion Air dan 5 kg untuk Wings Air.

Dalam surat tersebut, perusahaan mengimbau calon penumpang untuk yang membawa bagasi bisa membeli voucher bagasi (prepaid baggage) melalui agen perjalanan, situs, maupun agen penjualan tiket Lion Group. Sementara itu, bagasi kabin gratis maksimal sebesar 7 kg per penumpang masih diberlakukan.

Prepaid baggage bisa dibeli saat dan setelah tiket diterbitkan dengan biaya yang lebih murah dibandingkan dengan biaya kelebihan bagasi (excess baggage) di bandara. Adapun prepaid baggage bisa dibeli mulai 6 jam sebelum keberangkatan.

Sementara itu, Corporate Communications Strategic Lion Air Group Danang Mandala Prihantoro belum memberikan komentar terkait informasi tersebut. Pesan singkat maupun panggilan telepon tidak direspons.

Jika pembelian tiket dilakukan sebelum 8 Januari 2019, penumpang masih mendapatkan FBA sesuai ketentuan yang berlaku sebelumnya. Pembelian prepaid baggage, lanjut Igor, minimal seberat 5 kg dan maksimal 30 kg. Apabila penumpang memiliki bagasi dengan berat kurang dari 5 kg, maka akan diterapkan tarif sesuai berat minimal. (EP)

Waspada, Boarding Pass Rentan Diretas Hacker

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Media sosial kerap jadi instrumen penting pada masa liburan. Berbagai platform media sosial seperti Instagram, Twitter, Facebook, dan semacamnya kerap menjadi instrumen berbagi momen liburan. Tak terkecuali boarding pass. Sayangnya, masih ada yang membagikan boarding pass ke media sosial adalah langkah buruk.

“Contoh membagikan boarding pass di media sosial adalah hal yang sangat sering kita temui bahkan di Indonesia sendiri,” ujar Territory Channel Manager Kaspersky Lab APAC Dony Koesmandarin, dalam keterangan resminya, Jumat (4/1/2019).

Banyak orang memasang foto di media sosial di bawah pengaturan publik, termasuk boarding pass. Selain dari nama dan tujuan, boarding pass juga mencakup beberapa informasi sensitif, yang jika dilihat sekilas tampaknya tidak bermanfaat bagi siapa pun, kecuali staf bandara.

Informasi pada boarding pass juga termasuk dalam screenshot tiket, konfirmasi pemesanan yang diperoleh melalui aplikasi seluler dan terlebih lagi, e-mail. Apabila pengguna cenderung menggunakan kata sandi yang lemah, siapa saja yang secara diam-diam membaca e-mail tersebut dapat memperoleh akses ke data ini.

Dalam beberapa kasus, banyak orang-orang yang senang membagikan boarding pass mereka di media sosial sebagai pemberitahuan secara publik dalam merayakan momentum besar. “Ini memang dilakukan dibawah kesadaran pengguna, yang awalnya mungkin hanya berniat untuk menunjukkan kepada orang bahwa mereka sedang berpergian.” paparnya.

Lalu adakah data lain yang termasuk dalam boarding pass? Untuk permulaan, bisa seperti informasi mengenai seberapa loyalitas pemesan pada maskapai penerbangan atau kartu frequent flyer. Nomor atau nama pemegang kartu, dalam beberapa kasus, memungkinkan bagi orang asing untuk masuk ke profil pribadi di situs web maskapai untuk melakukan check-in online.

Bagian kedua dari data penting yang tersembunyi pada boarding pass adalah Passenger Name Record (PNR) atau kode reservasi, fungsinya sebagai pengenal unik penumpang dalam sistem reservasi komputer. Ini termasuk data rute dan semua yang bepergian bersama. Jadi, jika perjalanan dilakukan bersama dengan keluarga, pemesan akan berbagi PNR yang sama.

PNR juga termasuk informasi tentang tarif, serta informasi pembayaran (seperti nomor kartu kredit). Dalam beberapa kasus, berikut adalah informasi aktif yang berada di dalam PNR: nomor telepon penumpang, detail akomodasi di negara tujuan, tanggal lahir, dan data paspor. Jika pemesan mempertimbangkan lebih jauh, informasi tersebut adalah data yang sangat berharga.

“Hendaknya jika memang masih ingin membagikannya di media sosial akan lebih baik untuk menyamarkan kode barcode, nama, e-mail dan informasi penting lainnya,” tutur Koesmandarin. “Namun lebih baik lagi jika hanya membagikan momen perjalanan saat tiba di tempat tujuan dan merasakan liburan yang nyaman.” sambungnya.

Kaspersky Lab menjelaskan ada beberapa hal yang mungkin dilakukan oleh para penjahat siber dengan data boarding pass. Berikut tindakan yang mungkin dilakukan pelaku kejahatan dengan data pada boarding pass:

Pertama, Berdasarkan nomor penerbangan, akan terlihat waktu Anda pergi dan kembali. Maka para pelaku kejahatan akan mengetahui kapan rumah Anda tidak berpenghuni dan melancarkan aksinya seperti pencurian mobil dan barang berharga lainnya.

Kedua, Pengaturan tempat duduk Anda pun dapat dikontrol. Ya, hanya dengan data yang tertera pada boarding pass, orang asing yang mengganggu bisa mengacak nomor kursi dan membuat kenyamanan Anda terusik.

Ketiga, Bayangkan setibanya mendarat di tujuan pulang, tiba-tiba nama Anda tidak termasuk dalam daftar penumpang. Ternyata seseorang tidak bertanggung jawab telah menelepon maskapai atas nama Anda, mengkonfirmasi semua data pribadi dan meminta untuk pembatalan tiket.

Keempat, Mirip halnya dengan mengubah kursi, hanya dengan menggunakan data pada boarding pass Anda, mereka dapat mengubah tanggal penerbangan yang sudah dipesan sebelumnya.

Kelima, Dengan semua data Passenger Name Record (PNR) atau kode reservasi, nomor ini dapat digunakan untuk trik rekayasa sosial dan akses menuju profil Anda. Setelah pelaku kejahatan mendapat akses ke profil, ia mungkin menghabiskan semua bonus yang Anda miliki.

Keenam, Jika PNR termasuk nomor ponsel, itu adalah kesempatan bagi para scammer menduplikasi kartu SIM, bahkan memberikan pelakunya kesempatan untuk pembayaran online. (redaksibisniswisata@gmail.com)

2019, Motif Macan Tutul Kembali Gebrak Dunia Mode

this formate

FRANKFURT, bisniswisata.co.id: Motif macan tutul siap menggebrak dunia mode, setelah dianggap murahan dan norak. Bahkan mengkhawatirkan konservasi hewan. Motif ini pada musim sepanjang 2019 ini justru diprediksi akan menjadi tren mode, yang banyak digandrungi pecinta mode masa kini.

“Motif hewan merupakan pernyataan untuk menentang pemusnahan terhadap hewan “kucing besar” (kelompok panthera) dan dengan sadar memilih menggunakan bulu palsu,” ujar konsultan gaya Andreas Rose dari Frankfurt, sebagaimana dilansir DPA, Jumat (4/1/2019).

Kepopuleran motif ini sudah sangat lama. “Kain sutra dicetak dengan motif hewan liar, termasuk kucing besar, yang muncul pertama kali sejak abad ke-18,” kata Rose.

Pada 1980-an, motif hewan liar digunakan oleh bintang rock seperti Steve Tyler Aerosmith. Desainer Italia Roberto Cavalli yang dikenal sebagai ‘Raja Macan Tutul’ membuat dirinya populer di antara kalangan modis.

Musim ini, bagaimana pun, Cavalli bukan satu-satunya yang menggunakan tren tutul karena cetakan seperti itu juga terlihat di panggung peragaan busana oleh Gareth Pugh, Raf Simons, dan Dolce & Gabbana.

“Orang yang sadar model dapat mengunakan desain ini dengan motif lain. Tapi hal itu tidak hanya memerlukan kenyamanan untuk kombinas, tetapi juga memerlukan hasrat untuk menarik perhatian,” ujar penata rambut Ritchie Karkowski.

Motif tersebut dapat dikombinasikan dengan pakaian berwarna polos untuk penampilan lebih bersahaja. “Terlihat sangat elegan dengan hitam atau kecokelatan, misalnya.

Jika Anda menyukai sedikit lebih berwarna, cocok dipadukan dengan merah muda, biru tua atau merah tua. Semua bergantung pada efek yang ingin dicapai. Dengan warna-warna netral terlihat elegan, selama dipadukan dengan warna berani dan modis,” ungkap Karkowski.

Motif macan tutul tidak hanya digunakan pada pakaian. Menurut Claudia Schulz dari German Shoe Institute, motif macan tutul ini sebenarnya dapat mucul di semua jenis sepatu. Yang harus dimiliki musim ini tentu saja adalah sepatu bot dengan tumit sepatu bermotif macan tutul. (EP)

10 Maskapai Paling Tepat Waktu di Asia Pasifik

this formate

HONG KONG, bisniswisata.co.id: Hong Kong Airlines sekali lagi menyabet predikat sebagai maskapai penerbangan yang paling tepat waktu di Asia Pasifik, dan ketiga di dunia, menurut OAG Punctuality League 2019.

Penghargaan itu merupakan daftar on-time performance (OTP) tahunan yang paling komprehensif untuk maskapai penerbangan dan bandara di seluruh dunia. Sayangnya, maskapai Indonesia tidak masuk dalam 10 besar daftar tersebut.

Berikut beberapa poin penting dalam daftar tersebut: Hong Kong Airlines (ketiga), Bangkok Airways (kelima), Qantas Airways (keenam) menempati posisi top 10. Japan Airlines dan ANA masing-masing menempati posisi kedua dan ketiga dalam kategori maskapai mega global

Tokyo Haneda menjadi bandara berukuran mega (melayani lebih dari 30 juta kursi) yang paling tepat waktu. Sementara itu, bandara Osaka menjadi bandara berukuran besar (melayani 10-20 juta kursi) yang paling tepat waktu, dan Sapporo dan Fukuoka berada di peringkat 10 besar.

Tiga maskapai terbesar Cina, China Southern (ke-15), China Eastern (ke-17), dan Air China (ke-19) menunjukkan perbaikan dalam hal ketepatan waktu selama 2018.

Tiga pendatang baru, Bangkok Airways, Air Astana, dan Solaseed, berhasil masuk ke dalam daftar 10 besar OTP di Asia Pasifik.

Maskapai asal India, IndiGo, menempati peringkat ke-7 dalam kategori LCC (maskapai berbiaya rendah) dunia, sebuah pencapaian yang impresif mengingat maskapai ini mengoperasikan penerbangan 28 persen lebih banyak dibandingkan 2017.

Regional Sales Director JAPAC OAG Mayur Patel mengatakan kawasan Asia Pasifik tetap menjadi pasar penerbangan dengan pertumbuhan terpesat di dunia dengan total 12,6 juta penerbangan selama 2018. Jumlah itu merepresentasikan 6,3 persen peningkatan dari 2017.
Menurutnya, sekitar 2,1 juta kursi tersedia selama setahun penuh, naik drastis sebesar 7,3 persen dalam hal kapasitas. Mengingat tingginya tekanan akan peningkatan infrastruktur dan layanan, para maskapai dan bandara terkemuka di Asia Pasifik, berhasil membuktikan keunggulan mereka.

Maskapai Asia Pasifik Teratas untuk Ketepatan Waktu (OTP), Ranking Maskapai OTP 2018:

1. Hong Kong Airlines 88,11 persen
2. Bangkok Airways 87,16 persen
3. Qantas Airways 85,65 persen
4. All Nippon Airways 84,43 persen
5. Jetstar Asia 84,13 persen

6. Japan Airlines 83,99 persen
7. Air Astana 83,52 persen
8. Singapore Airlines 83,46 persen
9. Solaseed 82,90 persen
10. IndiGo 81,70 persen

Lho kok nggak ada maskapai Indonesia? (EP)

Singapore Airlines, Maskapai Perdana Terapkan Preorder Makanan

this formate

SINGAPURA, bisniswisata.co.id: Singapore Airlines (SIA) meluncurkan layanan terbaru yang memungkinkan para pelanggan Suites, First Class, dan Business Class di seluruh jaringan penerbangan untuk melakukan preorder hidangan utama dari menu dalam penerbangan mereka. SIA menjadi maskapai pertama di dunia yang meluncurkan layanan pemesanan khusus ini untuk semua penerbangan di seluruh jaringannya.

Dalam waktu dekat, seperti dikutip dari keterangan resmi SIA, Jumat (04/01/2019) maskapai yang bermarkas di Singapura ini juga memiliki rencana untuk memperluas layanan ini ke Premium Economy Class.

Setelah peluncuran awal dapat sambutan baik, pada Agustus 2018 untuk penerbangan ke dan dari wilayah Asia Utara, para pelanggan bepergian dengan Suites, First Class, dan Business Class pada penerbangan SIA dapat melihat menu dalam penerbangan untuk perjalanan mereka padasitus web milik Maskapai dan melalukan preorder hidangan utama, untuk memastikan pilihan makanan mereka.

Para pelanggan juga dapat memilih pilihan makanan mereka kapan saja mulai dari tiga minggu hingga 24 jam sebelum keberangkatan. Layanan baru ini melengkapi program Book the Cook yang sudah ada, memungkinkan para pelanggan Suites, First Class, Business Class, dan Premium Economy Class pada penerbangan terpilih untuk melakukan preorder hidangan utama dari menu terpisah, hingga 68 pilihan.

Program Book the Cook milik SIA menyajikan berbagai macam hidangan utama gourmet, termasuk hidangan dengan gaya masakan klasik khas daerah barat, makanan yang lebih sehat dan bermanfaat, pilihan makanan tanpa daging, hidangan populer khas Asia, makanan khas Singapura yang ikonik dan rumahan, dan kreasi eksklusif dari International Culinary Panel dari juru masak SIA yang diakui.

Layanan Book the Cook untuk Premium Economy Class ketika kelas terbaru tersebut diperkenalkan pada tahun 2015. “Respons terhadap peluncuran awal (soft launch) dari layanan pemesanan preorder terbaru ini sangat menggembirakan, dan kami senang dapat menawarkan layanan ini kepada seluruh pelanggan Premium Class yang berpergian dalam jaringan global kami,” ungkap Mr Yeoh Phee Teik, Singapore Airlines’ Senior Vice President Customer Experience.

“Pengenalan layanan terbaru ini merupakan salah satu produk yang pertama dalam industri kami dan mendemonstrasikan komitmen kami terhadap peningkatan penawaran produk dan layanan kami secara konstan, serta fokus kami yang terus meningkat akan personalisasi bagi pelanggan, baik di dalam penerbangan maupun di luar penerbangan.” sambungnya. (EP)

Aquaman Geser Tahta Rekor Wonder Woman

this formate

LOS ANGELES, bisniswisata.co.id: Aquaman baru saja berenang melewati film superhero DC lainnya di box office. Pada Rabu (2/1), film ini melampaui penghasilan Wonder Woman yang rilis tahun 2017 dalam penjualan tiket global. Film arahan James Wan mengantongi 822,9 juta dolar AS dalam penjualan internasional. Penghasilan itu melampaui angka yang diberikan Wonder Woman dengan 821,8 juta dolar AS.

The King of Atlantis telah sangat terbantu oleh antusias penonton internasional. Penjualan tiket global memberikan kontribusi sebesar 75 persen dari total pendapatan film.

Persentase tersebut jauh lebih besar daripada judul DC Extended Univers lainnya. Pendapatan global terbesar disumbangkan oleh Cina dengan meraup 275 juta dolar AS. Hasil itu menempatkan Aquaman menjadi film superhero terbesar kedua di Cina sepanjang masa setelah Avengers: Infinity War.

Namun, melihat penjualan tiket di Amerika Serikat, Aquaman masih berjalan baik di belakang Wonder Woman. Film itu berhasil mengumpulkan 189 juta dolar AS hingga 330 juta dolar.

Meski pendapatan Aquaman lebih baik dari Wonder Woman, secara ulasan tidak berjalan sama. Film arahan Patty Jenkins ditinjau terbaik dari judul DCEU dengan peringkat 93 persen sedangkan Aquaman hanya 64 persen.

Aquaman juga berada di jalur yang tepat untuk dengan mudah menjadi pencetak global teratas DCEU, dengan menggeser Batman v Superman: Dawn of Justice sebsar 873,6 juta dolar AS. Film ini sudah melampaui Justice League dengan 657 juta dolar AS pada pekan pertama rilisnya di AS, kemudian melampaui Man of Steel (668 juta dolar AS) dan Suicide Squad ( 746 juta dolar AS). (EP)

Wisata Mendaki Gunung di Jatim Pakai Sistem Tiket Online

this formate

MALANG, bisniswisata.co.id: Pendakian Gunung Argopuro dan Gunung Arjuno khusus jalur Tretes direncanakan akan menggunakan sistem tiket elektronik atau tiket online, yang berlaku mulai 1 April 2019. Nantinya, sistem pembelian tiket akan dilakukan secara daring melalui aplikasi “Ijen Blue Fire” yang dapat diunduh di Android PlayStore.

“Rencana ini didorong oleh sejumlah alasan. Alasan pertama yakni kemudahan bagi pengunjung. Supaya pengunjung dari luar kota atau luar negeri bisa merencanakan perjalanan dengan baik dan sempurna,” papar Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Timur, Nandang Pribadi

Juga menyasar faktor efisiensi. Pasalnya, sistem ini akan memangkas jumlah anggaran cetak blangko/tiket kertas, selain mempercepat penyetoran ke kas negara. “Hari itu transaksi, paling lama keesokannya sudah masuk ke rekening bendahara,” katanya seperti dilansir laman Kompas.com, Jumat (4/1).

Khusus untuk pendakian Gunung Arjuno via Tretes, Pasuruan, sistem tiket elektronik diberlakukan lantaran kawasan TWA Tretes termasuk dalam naungan BBKSDA Jawa Timur, sedangkan jalur-jalur lainnya belum termasuk. Sehingga, pendaki melalui Tretes diharuskan membayar tiket masuk.

Sedangkan untuk pendakian Gunung Argopuro ( Suaka Margasatwa Dataran Tinggi Yang), kedua jalur pendakian resmi, yakni Pos Baderan dan Pos Bremi sama-sama menggunakan sistem tiket elektronik.

Wisatawan menikmati pemandangan danau kawah gunung Ijen, Banyuwangi, Jawa Timur, Sabtu (23/6/2018). Kawah Ijen dengan kedalaman 200 meter menjadi salah satu dari dua lokasi di dunia yang memiliki fenomena api biru selain Islandia, membuat Ijen menjadi tujuan utama pendaki dari berbagai pelosok negeri hingga mancanegara.

Selain dua gunung di atas, kebijakan ini juga berlaku pada objek wisata gunung lainnya di bawah naungan BBKSDA Jawa Timur seperti TWA Kawah Ijen dan TWA Gunung Baung. “Kami tengah menguji coba sistem tiket elektronik ini. Jika masih ada sejumlah kendala hingga pengujung Maret 2019, kami tetap menyediakan tiket manual bagi pengunjung,” paparnya.

Mengenai sistem kuota seperti yang telah diterapkan di beberapa gunung di Pulau Jawa, Nandang mengaku belum bisa memastikan. Pihaknya masih mempersiapkan berbagai kajian sebelum memutuskan apakah akan memakai sistem kuota.

Diakui, tiket daring untuk wisata pendakian kawah Ijen mulai 1 Januari 2019, namun belum bisa dilakukan dan sampai saat ini tetap menggunakan sistem manual (on the spot). “Saat ini sistem pembelian tiket secara online masih dalam tahap uji coba. Dan terdapat beberapa hal yang masih dalam tahap finalisasi. Mudah-mudahan per 1 April 2019 sudah bisa (online),” tuturnya. (EP)

2019, 11 Kapal Pesiar Dijadwalkan Singgahi Lombok

this formate

MATARAM, bisniswisata.co.id: Sepanjang 2019, lebih dari 11 kapal pesiar (cruise) yang mengangkut ratusan hingga ribuan wisatawan mancanegara (wisman) dijadwalkan singgahi Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) untuk mengikuti paket one day tour, selama satu hari di pulau Lombok.

“Tour satu hari ini dengan mengelilingi sejumlah destinasi wisata di Pulau Lombok, menikmati keindahan alam, berwisata budaya dan sejarah, menjelajahi wisata bahari pantai dan pulau Lombok yang indah, mengunjungi kerajinan tradisional serta mencicipi kuliner khas Lombok,” papar Kepala Dinas Pariwisata NTB Lalu Mohammad Faozal di Mataram.

Sejumlah destinasi jadi favorit dikunjungi para wisatawan kapal pesiar itu: taman wisata Narmada, Lingsar, Gili Nanggu dan kerajinan gerabah Banyumulek di Kabupaten Lombok Barat. Juga, Museum NTB di Kota Mataram, dan kawasan wisata Tiga Gili (Trawangan, Air dan Meno) yang berada di Kabupaten Lombok Utara. “Jadi sebelum kembali berlayar mereka ini akan melakukan perjalanan wisata seharian ke destinasi itu,” ucap Faozal.

Faozal mengungkapkan, seperti dilansir Antara, Jumat (4/1/2019) dari 11 kapal pesiar tersebut tiga di antaranya sudah sandar di Pelabuhan Lembar, Lombok Barat pada awal 2019. Dimulai dari tanggal 1 Januari dengan membawa 200 orang penumpang. Tanggal 2 Januari dengan membawa 1.180 penumpang dan tanggal 3 Januari ini dengan membawa kapasitas penumpang 280 orang.

“Nanti pada bulan Pebruari kembali kapal pesiar akan singgah di Lombok dengan membawa penumpang sekitar 3.000 orang. Kedatangan turis asing yang menumpang kapal pesiar ini diharapkan dapat mendongkrak target kunjungan wisman, juga pariwisata Lombok NTB smakin dikenal wisatawan di penjuru lainnya,” katanya.

General Manager PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) III Cabang Lembar, Made Rusli Suniajaya, mengatakan terdapat tiga kapal pesiar yang datang singgahi Lombok di awal 2019. Kapal pesiar itu, antara lain MV Star Legend dengan membawa 200 orang wisatawan mancanegara.

Kapal tersebut tiba di Pelabuhan Lembar pada 1 Januari 2019 setelah sebelumnya singgah di perairan Pulau Komodo, Nusa Tenggara Timur. “Kapal pesiar MV Star Legend sudah berlayar ke Benoa di Bali, dan akan datang lagi ke Lombok pada 3 Januari 2019, tapi dengan penumpang turis mancanegara yang berbeda,” ungkapnya.

Kapal pesiar lainnya, adalah MV Aida Vita dengan membawa 426 orang anak buah kapal dan sebanyak 1.179 wisatawan mancanegara yang usianya rata-rata di atas 60 tahun. Kapal tersebut tiba di Pelabuhan Lembar pada Rabu (2/1), pukul 08.00 Wita, dan akan melanjutkan pelayaran ke Tanjung Perak, Surabaya, Jawa Timur, pukul 20.00 Wita.

Kapal pesiar mewah tersebut juga sempat singgah di Pelabuhan Komodo, sebelum ke Pulau Lombok. “MV Aida Vita adalah kapal berbintang yang pertama kali singgah di Lombok pada 2019. Sebelumnya sudah ada yang tiba pada awal 2018, yakni MV Aida Cara,” ujarnya. (EP)