Thailand Hadapi Penurunan Tingkat Hunian Hotel, Sementara Vietnam Melihat Pertumbuhan Kuat

this formate

BANGKOK, bisniswisata.co.id: Perlambatan pariwisata di Thailand sebagian disebabkan oleh ketegangan geopolitik, seperti insiden perbatasan baru-baru ini dengan Kamboja, dan tren umum menjauhi Asia Tenggara sebagai destinasi.

Saat para pelancong global beradaptasi dengan norma pascapandemi yang baru, Thailand berjuang untuk mempertahankan posisinya yang dominan di sektor pariwisata Asia Tenggara.

Dilansir dari www.travelandtourworld.com, sementara Vietnam dan destinasi baru lainnya menawarkan harga yang kompetitif dan pengalaman yang beragam, ketergantungan Thailand pada pusat wisata lama seperti Bangkok dan Phuket mungkin harus berubah untuk memenuhi kebutuhan pelancong yang terus berganti.

Lonjakan Pariwisata Vietnam: Pendekatan Strategis untuk Menarik Pengunjung Internasional. Sebaliknya, Vietnam telah melihat pertumbuhan yang kuat di sektor pariwisatanya, dengan peningkatan 23% dalam jumlah pengunjung asing dalam tujuh bulan pertama tahun 2025.

Strategi pariwisata Vietnam berfokus pada penawaran pengalaman budaya otentik, kemewahan yang terjangkau, dan ekowisata, yang menarik pengunjung global yang mencari pilihan perjalanan berkelanjutan.

Reformasi visa yang dilakukan pemerintah Vietnam, termasuk perluasan pembebasan visa untuk beberapa negara, telah memainkan peran penting dalam meningkatkan pariwisata internasional, mempermudah para pelancong untuk menjelajahi kekayaan budaya dan keindahan alam Vietnam.

Peran Reformasi Visa dalam Mendorong Pertumbuhan Pasar Pariwisata Vietnam
Salah satu faktor kunci yang mendorong ledakan pariwisata Vietnam adalah penerapan reformasi visa yang secara signifikan telah membuka negara ini bagi para pelancong internasional.

Pembebasan persyaratan visa baru-baru ini untuk 12 negara Eropa, serta peningkatan akses bagi pelancong dari wilayah lain, telah secara signifikan meningkatkan aksesibilitas dan daya tarik Vietnam.

Reformasi ini telah menyederhanakan proses perjalanan bagi wisatawan, mempermudah pengunjung global untuk menjelajahi situs-situs Warisan Dunia UNESCO, resor pantai, dan destinasi wisata petualangan di Vietnam.

Manfaat Ekonomi dari Ledakan Pariwisata Vietnam: Penciptaan Lapangan Kerja dan Pertumbuhan Infrastruktur. Pertumbuhan pariwisata menghasilkan manfaat ekonomi yang signifikan bagi Vietnam, terutama dalam bidang penciptaan lapangan kerja dan infrastruktur pariwisata.

Seiring dengan peningkatan pengunjung asing, permintaan akan hotel, layanan transportasi, pemandu lokal, dan restoran semakin meluas, yang mengarah pada peluang kerja baru di industri perhotelan dan jasa.

Selain itu, peningkatan pengeluaran wisatawan mendukung pengembangan infrastruktur, termasuk jaringan transportasi, perluasan bandara, dan fasilitas lokal, yang berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi dan kemakmuran regional.

Pariwisata Budaya sebagai Pilar Strategi Vietnam untuk Pertumbuhan Berkelanjutan
Pariwisata budaya telah menjadi pilar utama dalam strategi pariwisata Vietnam, dengan fokus kuat pada promosi warisan, tradisi, dan kerajinan tangan lokal.

Integrasi pengalaman budaya ke dalam paket pariwisata telah menarik berbagai macam pelancong yang tertarik pada liburan otentik yang digerakkan oleh pengalaman.

Sejarah Vietnam yang kaya, yang tercermin dalam kuil-kuil kuno, kota-kota yang terdaftar di UNESCO, dan seni tradisional, menawarkan kesempatan bagi pelancong untuk membenamkan diri dalam budaya negara yang beragam dan bersemangat sambil mempromosikan keberlanjutan melalui praktik pariwisata yang bertanggung jawab.

Menyeimbangkan Pariwisata Tradisional dengan Praktik Berkelanjutan: Pendekatan Vietnam. Seiring dengan pertumbuhan sektor pariwisata Vietnam, fokus pada keberlanjutan sangat penting untuk memastikan keberhasilan jangka panjang negara ini sebagai destinasi global.

Pemerintah dan otoritas pariwisata berkomitmen untuk mempromosikan perjalanan ramah lingkungan melalui inisiatif seperti sertifikasi pariwisata berkelanjutan untuk hotel, kegiatan ekowisata, dan pilihan transportasi hijau.

Peningkatan permintaan akan pariwisata berkelanjutan mencerminkan tren global yang lebih luas, di mana para pelancong menjadi lebih sadar akan dampak lingkungan mereka. Dengan menyelaraskan pembangunan pariwisatanya dengan prioritas global ini, Vietnam memposisikan dirinya sebagai contoh terdepan dalam pariwisata berkelanjutan di Asia Tenggara.

Meningkatnya Permintaan untuk Kemewahan yang Terjangkau: Keunggulan Kompetitif Vietnam. Salah satu keunggulan utama Vietnam dalam menarik wisatawan adalah kemampuannya untuk menawarkan kemewahan yang terjangkau dibandingkan dengan destinasi Asia Tenggara lainnya seperti Thailand.

Seiring dengan semakin banyaknya pelancong yang mencari pengalaman berkualitas tinggi dengan harga yang lebih rendah, hotel-hotel mewah, resor pantai, dan tempat retret kesehatan di Vietnam menyediakan alternatif yang lebih ramah anggaran dibandingkan destinasi premium.

Dengan menawarkan layanan kelas dunia dengan biaya yang jauh lebih murah daripada penawaran kelas atas Thailand, Vietnam telah menjadi pilihan menarik bagi pelancong berduit yang ingin mendapatkan hasil maksimal dari liburan mereka tanpa menghabiskan terlalu banyak.

Respons Thailand terhadap Keberhasilan Pariwisata Vietnam: Beradaptasi dengan Tren Pasar yang Berubah. Untuk mempertahankan posisinya sebagai destinasi pariwisata terkemuka di Asia Tenggara, Thailand perlu mengadaptasi strateginya dalam menanggapi persaingan yang semakin ketat dari Vietnam dan destinasi baru lainnya.

Ini mungkin melibatkan investasi dalam infrastruktur, mempromosikan destinasi tingkat kedua, dan memperluas penawaran pariwisata budaya untuk menarik pelancong modern.

Saat Vietnam terus tumbuh dalam popularitasnya, Thailand dapat mengambil manfaat dengan belajar dari kebijakan pariwisata tetangganya yang berfokus pada keberlanjutan, produk pariwisata yang beragam, dan harga yang kompetitif.

Masa Depan Pasar Pariwisata Asia Tenggara:

Peran Kepemimpinan Vietnam
Sektor pariwisata Vietnam yang sedang berkembang pesat bukanlah hanya tren yang lewat—ini adalah bagian dari visi strategis negara untuk memposisikan dirinya sebagai pemimpin pariwisata global.

Dengan praktik pariwisata berkelanjutan, kemewahan yang terjangkau, dan fokus yang terus meningkat pada warisan budaya, Vietnam siap untuk memimpin di pasar pariwisata Asia Tenggara. Seiring dengan meningkatnya permintaan internasional untuk pengalaman yang terjangkau, ramah lingkungan, dan otentik, sektor pariwisata Vietnam akan terus mendapatkan manfaat dari kemampuannya untuk memenuhi permintaan ini.

Sementara itu, Thailand dan negara-negara Asia Tenggara lainnya perlu mengembangkan penawaran mereka agar tetap kompetitif. Ini akan membutuhkan keseimbangan antara pertumbuhan dengan pelestarian budaya dan keberlanjutan untuk menciptakan industri pariwisata yang beragam dan tahan lama.

Lonjakan Pariwisata Vietnam Mencerminkan Perubahan Preferensi dalam Perjalanan Global. Peningkatan 23% pada wisatawan asing di Vietnam mencerminkan dinamika baru perjalanan internasional dan preferensi pelancong di periode pascapandemi.

Dengan perjalanan yang ramah anggaran, proyek ekowisata, dan warisan budaya, Vietnam memiliki posisi yang baik untuk mempertahankan ekspansi pariwisatanya dengan semakin banyaknya pengunjung internasional.

Saat Vietnam mengukuhkan posisinya sebagai destinasi wisata terkemuka, negara ini memberikan pelajaran yang berguna tentang bagaimana negara-negara berkembang dapat mengintegrasikan keberlanjutan tanpa tertinggal di pasar pariwisata global.

Candi Angkor Wat di Kamboja Masuk Dalam 20 Destinasi Wajib Kunjung di Asia,

this formate

Menandai Tonggak Sejarah Monumental Bagi Pertumbuhan Pariwisata Negara yang Eksponensial

PNOMPENH, bisniswisata.co.id: Kamboja sekali lagi berhasil menarik perhatian dunia dengan masuknya Angkor Wat ke dalam daftar prestisius 20 destinasi wisata terbaik.

Dilansir dari www.travelandtourworld.com, Asia versi TripAdvisor. Berita ini menjadi tonggak sejarah penting bagi industri pariwisata Kamboja, menyoroti kekayaan warisan budaya bangsa dan daya tarik candi-candi ikoniknya.

Angkor Wat, sebuah mahakarya arsitektur kuno, telah teruji oleh waktu sebagai salah satu situs yang paling dihormati di Asia Tenggara. Pengumuman ini semakin memperkuat posisi Kamboja dalam peta perjalanan global dan diharapkan dapat mendorong sektor pariwisata yang terus berkembang,menarik wisatawan dari seluruh dunia.

Dengan jutaan pengunjung setiap tahunnya,
kompleks candi ini terus memukau para pengunjung dengan desainnya yang rumit,
relief-reliefnya yang menakjubkan, dan makna spiritualnya.

Makna Historis dan Budaya Angkor Wat
Angkor Wat lebih dari sekadar monumen keagamaan—candi ini adalah bukti keagungan Kekaisaran Khmer. Dibangun pada abad ke-12, candi ini awalnya didedikasikan untuk dewa Hindu, Wisnu.

Seiring berjalannya waktu, candi ini menjadi simbol kekayaan sejarah budaya dan spiritual Kamboja, beralih menjadi situs Buddha. Hingga kini, candi ini tetap menjadi mercusuar kebanggaan nasional, dihormati karena kecemerlangan arsitektur dan makna
historisnya.

Membentang seluas 162,6 hektar, Angkor Wat adalah monumen keagamaan terbesar di dunia, menarik pengunjung tidak hanya karena ukurannya, tetapi juga karena keindahan mendalam yang tertanam di dalam strukturnya.

Ukiran-ukiran yang mendetail, yang menggam-barkan mitologi Hindu kuno, ditambah dengan koridor-koridor candi yang luas dan menakjubkan, menciptakan suasana mistis yang menyentuh hati para pengunjung.

Berlokasi di dalam Taman Arkeologi Angkor di Provinsi Siem Reap, Angkor Wat adalah bagian dari kompleks yang sangat luas yang mencakup lebih dari 90 candi, dibangun antara abad ke-9 dan ke-13. Candi-candi ini menjadi monumen kekuatan dan kreativitas peradaban Khmer.

Taman Arkeologi Angkor, yang meliputi area seluas 401 kilometer persegi, adalah situs Warisan Dunia UNESCO dan terus menarik jutaan wisatawan setiap tahunnya.

Era Baru bagi Pariwisata Kamboja

Pengakuan terbaru terhadap Angkor Wat sebagai salah satu dari 20 destinasi teratas di Asia oleh TripAdvisor adalah pencapaian signifikan bagi Kamboja. Penghargaan ini tidak hanya menggarisbawahi pengakuan global terhadap candi tersebut, tetapi juga menyoroti pentingnya Kamboja yang semakin meningkat dalam kancah pariwisata internasional.

Sektor pariwisata negara ini terus mengalami pertumbuhan, dan pemerintahnya telah proaktif dalam meningkatkan infrastruktur, layanan, dan pengalaman pengunjung untuk mengimbangi peningkatan permintaan.

Siem Reap, kota yang dekat dengan Angkor Wat, telah mengalami ledakan infrastruktur pariwisata dalam beberapa tahun terakhir.
Dengan lebih banyak hotel, restoran, dan atraksi budaya, kota ini berfungsi sebagai basis ideal bagi pengunjung yang ingin menjelajahi kompleks Angkor.

Pasar lokal, pertunjukan tradisional, dan pengalaman kuliner menambah suasana
yang semarak, memungkinkan wisatawan untuk sepenuhnya merasakan pengalaman
Kamboja.

Upaya pemerintah Kamboja untuk meningkatkan konektivitas udara, perbaiki jalan, dan memperluas layanan di wilayah tersebut berkontribusi pada kebangkitan negara ini sebagai tujuan perjalanan papan atas di Asia Tenggara. Pengakuan terhadap Angkor Wat ini akan semakin memperkuat merek pariwisata bangsa di panggung global.

Apa yang Membuat Angkor Wat Menjadi Destinasi Wajib Kunjung?

Ada daya tarik abadi yang menarik jutaan orang ke Angkor Wat setiap tahunnya. Bukan hanya skala kompleks candi yang luas, tetapi juga perasaan akan sejarah dan spiritualitas yang menyelimuti pengunjung saat mereka
menginjakkan kaki di area tersebut.

Salah satu daya tarik utamanya adalah
pemandangan matahari terbit dan terbenam yang memukau. Kilauan lembut matahari
terbit dan pantulannya di air di sekitarnya menciptakan suasana sureal,menjadikannya salah satu tempat yang paling banyak difoto di Asia.

Pengunjung dapat menjelajahi dinding – dinding candi yang diukir secara rumit dan relief-relief yang menggambarkan adegan dari mitologi Hindu, pertempuran kuno, dan kehidupan masyarakat Khmer.

Ukiran-ukiran yang mendetail ini memberikan gambaran sekilas tentang budaya dan sejarah Kekaisaran Khmer, menawarkan lebih dari sekadar tontonan visual—mereka adalah jendela ke masa lalu.

Terlebih lagi, ketenangan candi, terutama selama jam-jam pagi ketika jumlah wisatawan lebih sedikit, memberikan kesempatan untuk perenungan dan refleksi. Suasana spiritual, dikombinasikan dengan kecemerlangan arsitektur Angkor Wat, meninggalkan kesan mendalam bagi semua yang berkunjung.

Pertumbuhan Berkelanjutan untuk Industri Pariwisata Kamboja

Seiring dengan terus berkembangnya industri pariwisata Kamboja, menjaga keseimbangan antara pembangunan pariwisata dan konservasi warisan budaya menjadi hal yang krusial.

Dengan meningkatnya popularitas
Angkor Wat, pemerintah Kamboja telah memberikan penekanan yang signifikan pada
praktik pariwisata berkelanjutan untuk melindungi situs tersebut dan memastikan bahwa manfaat pariwisata dibagi secara adil dengan masyarakat lokal.

Upaya untuk melestarikan Angkor Wat dan candi-candi lain di Taman Arkeologi Angkor terus berlanjut. Pemerintah Kamboja telah
mengimplementasikan program-program yang bertujuan untuk melestarikan struktur
candi, mencegah pariwisata berlebihan (over-tourism), dan memastikan bahwa
pengalaman pengunjung tidak merusak keutuhan situs.

Ini termasuk mengontrol jumlah pengunjung, meningkatkan sistem pengelolaan limbah, dan mempromosikan pariwisata ramah lingkungan. Masyarakat lokal juga menjadi penerima manfaat utama dari ledakan pariwisata ini. Banyak bisnis lokal, termasuk pemandu, pengrajin, dan penjual makanan, bergantung pada masuknya wisatawan yang mengunjungi Angkor Wat.

Berfokus pada pariwisata berkelanjutan, Kam- boja memastikan bahwa kekayaan budayanya dilestarikan untuk generasi mendatang, sambil juga memberikan peluang ekonomi bagi penduduk setempat.

Kesimpulan: Masa Depan Cerah untuk Pariwisata Kamboja

Pengumuman masuknya Angkor Wat ke dalam 20 destinasi wisata teratas di Asia adalah bukti dari warisan budaya Kamboja yang luar biasa dan peranannya yang terus berkembang dalam lanskap pariwisata global.

Seiring Angkor Wat terus memikat pengunjung dari seluruh dunia, industri pariwisata negara ini siap untuk pertumbuhan yang berkelanjutan.

Kemenpar Perkuat Standar Keselamatan dan Keamanan Wisata Arung Jeram

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: – Kementerian Pariwisata (Kemenpar) mendorong penguatan standar keselamatan dan keamanan wisata arung jeram sebagai salah satu kegiatan wisata minat khusus yang potensial di Indonesia.

Hal itu diungkapkan Staf Ahli Menteri Pariwisata Bidang Manajemen Krisis Fadjar Hutomo dalam “Sosialisasi Keamanan dan Keselamatan Wisata Arung Jeram Indonesia” di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona, Jakarta Pusat, Jumat (29/8/2025).

Dia mengatakan wisata arung jeram merupakan kegiatan wisata yang berisiko tinggi dan rentan bencana yang dapat dipengaruhi sejumlah faktor seperti bencana alam dan kondisi geologis lokasi.

Selain itu, dalam Permen Parekraf Nomor 4 tahun 2021 tentang Standar Kegiatan Usaha pada Penyelenggaraan Perizinan Berusaha Berbasis Risiko Sektor Pariwisata, wisata arung jeram digolongkan sebagai wisata dengan standar usaha berisiko menengah tinggi.

“Ini membuat isu keselamatan dan keamanan menjadi sangat penting dan dalam keadaan krisis maka kesiapan dan sistem tanggap darurat menjadi penting untuk menyelamatkan nyawa, mengurangi kerugian, serta meningkatkan kesadaran masyarakat,” kata Fadjar.

Fadjar menuturkan sebenarnya Kemenpar memiliki program pelatihan dan sertifikasi bagi operator wisata arung jeram. Namun, untuk penguatan standar keselamatan arung jeram, kata Fadjar, memerlukan kolaborasi dengan pihak terkait, terutama Asosiasi Perusahaan Wisata Arung Jeram Indonesia/Indonesia White Water Operators Association (IWWO) serta pemerintah daerah.

Sebab, berdasarkan catatan Kemenpar ada 420 operator wisata arung jeram yang tersebar di seluruh Indonesia. “Diperlukan upaya-upaya dalam mendorong terciptanya keselamatan arung jeram seperti pelatihan dan sertifikasi, integrasi pemantauan cuaca, pengawasan dan evaluasi standar operasional prosedur, serta manajemen risiko dan identifikasi risikonya,” katanya.

Dalam kesempatan yang sama, I Made Antara, perwakilan dewan pendiri IWWO, mengatakan ada sejumlah aspek yang perlu diperkuat dalam standar keselamatan dan keamanan wisata arung jeram.

Di antaranya mencakup penguatan sumber daya manusia (SDM) seperti pengetahuan terkait kapasitas perahu, pengetahuan medan, dan kesiapsiagaan jika sewaktu-waktu terjadi bencana alam; penggunaan peralatan yang berkualitas tinggi dan memadai, serta penerapan standar operasional prosedur (SOP) keselamatan yang telah ada.

“SOP ini dibuat dan disepakati oleh orang-orang yang sudah berpengalaman di bidangnya. Apabila SOP ini sudah disepakati maka dilakukan sosialisasi kepada semua pihak yang terkait untuk dilaksanakan dan tidak dilanggar,” kata Made.

Ragam Pesona Expo di ajang WITEX 2025

this formate

Rohaya, inisiator Dental Tourism

BANDAR SUNWAY, Selangor, Malaysia bisniswisata.co.id: Lantai 15 hotel Sunway Resort di sulap menjadi arena pameran ( Expo) dengan deretan stand makanan, jasa-jasa pariwisata, badan promosi pariwisata dari berbagai negara bagian di Malaysia hingga paviliun sejumlah negara. Paviliun Indonesia terpisah dengan paviliun Sumatera Barat yang fokus mempromosikan potensi pariwisata Sumbar termasuk desa-desa wisatanya.

Di koridor luar Bunda Rohaya menyambut pengunjung standnya di Witex dengan ramah dengan stand bertuliskan Dental Tourism. Dia menjelaskan programnya dengan mimik yang lucu karena dia menggabungkan kegiatan liburan dan perawatan gigi.

Nama kliniknya adalah Klinik Pergigian Rohaya, sesuai nama pemiliknya Dr Rohaya binti Isa. Di stand giginya itu sudah disiapkan juga game- game sehingga pengunjung langsung akrab dengan para dokter gigi yang berkumpul di stand untuk bermain bersama.

Jari tangan langsung searching di Google, wah ternyata fasilitas klinik giginya memang luas dan lengkap dan bunda Rohaya senyum-senyum saja melihat kelakuan pengunjungnya ini sambil nakal bertanya: Jadi dental tourism periksa gigi sambil berwisata ? bagaimana caranya sambil jalan-jalan ?.

Dia mengangguk dan mengatakan bahwa destinasi wisata yang dipilih menyesuaikan dengan keinginan turisnya. Jadi yang jelas periksa dan perawatan gigi tetap di klinik. Nah sambil menunggu perawatan lanjutan pergi jalan-jalan dulu deh keliling Malaysia atau sekedar putar-putar city tour, ucapnya tergelak.

Bermitra dengan lebih dari 10 dokter gigi terkemuka, dokter yang berjiwa bisnis ini mendirikan klinik di kawasan Kota Damansara, masih di daerah Petaling Jaya Selangor. Menurut dia, pelanggannya selain warga lokal memang turis asing yang datang ke Malaysia untuk perawatan gigi.

“Banyak yang kami tawarkan karena di negara asal mereka biaya perawatan gigi mereka kalau harus bayar sendiri mahal kira-kira setara dengan dia periksa gigi plus berwisata ke Malaysia. Kan lebih enak sambil jalan-jalan dong makanya kita sebut Dental Tourism, atasi masalah gigi sambil berwisata,” katanya

Negara-negara seperti Australia yang musim dinginnya antara Juni-Agustus pilih periksa gigi waktu musim dingin karena Malaysia justru musim panas. Klien juga datang dari Eropa dan Amerika karena itulah jasa yang ditawarkan juga beragam.

Dia melayani mulai dari bikin gigi palsu, perawatan, pencegahan, bedah kecil rongga mulut, tanam gigi palsu, meluruskan gigi sampai scaling & polishing alias pembersihan gigi. Di area pameran, Rohaya juga bertetangga dengan stand peserta dari China Muslim seperti Ningxia yang jualan makanan.

Di bagian ballroom hotel paviliun yang menjadi arena expo dan panggung besar untuk pertunjukan kesenian, tempat berlangsungnya World Cultural & Arts Festival (WCAF) 2025 dari 22 hingga 25 Agustus 2025. Jadi sambil menonton pameran, pengunjung juga bisa menikmati atraksi kesenian.

KHairul Haffiz Othman  ( ksnan) dari Asheeq Travel & Tours Sdn Bhd

Paviliun Serawak berhadap-hadapan dengan Paviliun Indonesia. KHairul Haffiz Othman dari Asheeq Travel & Tours Sdn Bhd menawarkan jasa umroh, travel & tour, sewa mobil dan juga ticketing.

“Kami juga terhimpun dalam asosiasi umroh dan haji karena di Serawak penduduknya banyak dari suku dayak ( non Muslim) sehingga kalau ada wisatawan lokal dari ibukota Kuala Lumpur misalnya, kami mendampingi untuk wisata halal, kalau tamu dari Eropa, AS mereka senang wisata alam dan bagi warga muslim Ssrawak kami tawarkan jasa umroh dan haji,” kata Khairul yang berpartisipasi untuk mempunyai pengalaman baru di pasar internasional.

Selain Serawak, paviliun Trengganu juga all-out promosikan pariwisatanya.Buat pecinta wisata alam yang suka jelajahi tempat hidden gem, tandanya wajib memasukkan berbagai wisata Terengganu Malaysia dalam itinerary liburan selanjutnya.

Terengganu merupakan sebuah negara bagian yang terletak di pantai timur Semenanjung Malaysia. Wilayah ini berbatasan dengan Pahang, Laut Cina Selatan, dan Kelantan. Promosi mereka di WITEX juga termasuk kuliner dan oleh-oleh.

Twaambo C.Koyombo, Sekretaris dua Kedubes Zambia di Kuala Lumpur di Expo Witex

Zambia, Thailand, Kamboja dan Taiwan meski bukan negara mayoritas Muslim namun hadir di arena expo dan conference untuk mengikuti perkembangan di dunia Islam. Thailand yang penduduknya hanya 5% penganut Islam semangat dalam mempromosikan pariwisatanya ke negara tetangganya ini.

“Penerbangan langsung dari Malaysia ke Thailand banyak sekali dengan harga tiket yang murah-murah sekitar Rp 300 ribu – Rp 400 ribu sekali jalan jadi kami selalu hadir di event internasional ini,” kata Sirinthara Surakanitaya, Direktur Tourism Authority of Thailand ( TAT) untuk Malaysia dan Brunei.

Salah satu produk yang ditawarkan untuk keluarga adalah Cervidae untuk jelajahi destinasi baru peternakan rusa terbesar di Laut Andaman, Thailand. Peternakan yang didirikan oleh Amnuay Phet in sejak 23 tahun yang lalu pada tahun 2000 dengan bereksperimen memelihara 6 rusa dan peternakannya saat ini sudah dipenuhi 600 an rusa.

            Sirinthara Surakanitaya

Stand Zambia diwakili dengan kehadiran Twaambo C.Koyombo, Sekretaris dua Kedubes Zambia di Kuala Lumpur. Bersama staf kedubes seorang keturunan India, Twaambo melayani pertanyaan pengunjung.

Pihaknya memang selain dengan Malaysia juga menjalin kolaborasi dengan negara – negara Asean seperti Brunei, Filipina, Indonesia, Vietnam, Kamboja, Republik Demokratik Rakyat Laos dan Thailand.

“ Asosiasi travel agent Malaysia dan Zambia misalnya punya kerjasama untuk meningkatkan wisata halal antara kedua negara. Tahun lalu turis Malaysia yang berkunjung ke Zambia sudah di atas satu juta orang,” jelas Twaambo.

Negara Azerbaijan dan Kazakhstan juga hadir di area Expo Witex untuk memperkenalkan potensi pariwisatanya. Seorang desainer di stand itu mengatakan suaminya bekerja di perusahaan minyak & gas di Kuala Lumpur dan mereka sudah tinggal 7 tahun di negara itu.

“ Waktu kami datang 7 tahun lalu belum banyak warga Malaysia mengenal negara kami, Azerbaijan, tapi sekarang seiring kebangkitan wisata halal kami juga ingin mengembangkannya seoerti Malaysia,” ujarnya.

Azerbaijan adalah destinasi baru yang menarik untuk acara bisnis! Terletak di antara Laut Kaspia dan Pegunungan Kaukasus, negara kontemporer yang kaya akan sejarah dan rumah bagi perpaduan unik antara warisan budaya ini dikenal dengan keramahan, dan modernitas yang pasti akan meninggalkan kesan abadi.

Baku, ibukota Azerbaijan dipenuhi bangunan pencakar langit yang futurustik tapi juga tempat bangunan kuno berusia ratusan tahun tetap terawat dengan keindahan arsitekturnya.

Di stand Azerbaijan kita bisa temukan semua yang perlu diketahui tentang hotel, atraksi, dan pengalaman kelas dunia hingga santapan lezat, dan tempat untuk setiap acara.

                            Stand  Azerbaijan 

Kazakhstan juga tampil di WITEX dengan bangunan stand yang unik berbentuk kemah mirip bangsa Mongol dan menjadi tempat selfie bagi para pengunjung maupun peserta pameran dari mancanegara.

Negara yang terkurung daratan di Asia Tengah ini bisa dikunjungi sepanjang tahun destinasi unik di tiap periode sepanjang tahun, baik itu musim panas, sedang, musim dingin bersalju, musim gugur keemasan, atau musim semi yang mekar.

Ibu kotanya, Almaty dan negara ini terletak di jantung benua Eurasia, Almaty merupakan salah satu tempat terindah di dunia yang wajib dikunjungi untuk wisata massal. Disebut sebagai Ibu Kota Selatan Stepa Besar, Almaty lambangkan keberagaman multikultural Kazakhstan.

Masyarakat Asia Tengah yang dinamis dan terglobalisasi, serta mutiara pegunungan Zailisky Alatau yang dapat dilihat dari mana saja di kota ini. Obyek wisata lainnya yang berdekatan dengan Almaty adalah Danau bunglon yang unik karena setiap musim, warna danaunya baru.

Di akhir pekan, untuk mencapainya melalui perjalanan darat memakan waktu hanya 30 menit ke salah satu danau pegunungan terindah di wilayah ini. Saat berdiri di tepi danau, pengunjung akan takjub dengan keindahan danau berwarna biru kehijauan dan automatis merasa bahwa ada begitu banyak hal yang bisa dilihat di planet kita yang menakjubkan ini.

Emi Arlin Harumkan Minangkabau di Panggung Fashion Dunia WITEX 2025 di Malaysia

this formate

Emi Arlin ( tengah) bersama para modelnya

BANDAR SUNWAY, bisniswisata.co.id: Desainer asal Sumatra Barat, Emi Arlin tampil di WITEX Malaysia, angkat budaya Minangkabau lewat modest fashion dan promosi kuliner rendang.

Dia menampilkan karya terbaik dengan sentuhan modest fashion Minang Culture pada peragaan busana World Islamic Tourism & Trade Awards (WITA 2025) rangkaian acara dari World Islamic Tourism Expo (WITEX), Senin, (25/8), di Sunway Resort Hotel, Selangor, Malaysia.

Emi Arlin dikenal sebagai perancang busana yang konsisten mengangkat kerajinan khas Sumatera Barat. Koleksinya menonjolkan sulaman, tenun, batik, serta bordir yang dipadukan dengan desain modern. Dengan ciri khas tersebut, ia semakin mengukuhkan identitas budaya Minangkabau di panggung internasional.

Acara WITEX berlangsung meriah dan fashion show ini yang digelar dalam rangkaian gala dinner penyerahan penghargaan bagi mereka yang berkiprah di ekosistem industri halal dunia. Selain karya Emi Arlin juga ada inovasi Kain dan benang Halal karya Fitriani Kuroda, Presdir PT Milangkori Persada  berkolaborasi dengan desainer Poppy Dharsono bawakan modest fashion juga di acara show itu.

Amaranggana by Emi Arlin adalah tema yang diberikan sang designer pada tema gaunnya kali ini. “ Amaranggana diambil dari bahasa Sansekerta yang berarti bidadari, menggambarkan kecantikan dan keindahan. Namun kecantikannya bukanlah yang lemah gemulai, namun kecantikan yang berkarakter “ kata Armi Erlin sebelum 8 modelnya terdiri dari 6 wanita warga Malaysia dan Thailand serta 2 pria memperagakan busananya.

Amaranggana menggambarkan kecantikan dengan karakter yang mandiri, berwibawa dan memiliki kepercayaan diri yang tinggi. Terinspirasi dari para wanita di Minangkabau, yang cantik dan berkarakter.

Wanita Minang tidak hanya menjadi simbol kecantikan, tetapi juga menjadi simbol kekuatan dan pemersatu, karenanya ciri wanita minang menonjol dengan cantik, sikap yang santun namun tetap cerdas dan tegas.

Hal inilah yang menjadi ilham dalam rancangan Emi Arlin, sebuah rancangan yang menunjukkan karakter garis yang tegas, namun tetap menonjolkan keanggunan.

Perpaduan antara maskulinitas dengan tetap mempertahankan siluet yang feminim. Perpaduan antara outer dan gaun yang menyatu secara harmoni dan saling melengkapi.

 

Pada Outer, Emi Arlin menggunakan bahan utama Songket Minangkabau yang berkarakter tegas, terkesan maskulin dan dipadukan dengan kain Satin Bridal yang memberikan kesan mewah, feminim dan elegant.

Songket Minangkabau sendiri dibuat secara tradisional (handmade) menggunakan Alat Tenun Bukan Mesin (ATBM) dengan detail motif tradisional dan perpaduan warna hijau serta emas khas Minangkabau.

Cutting Outer juga menunjukkan garis tegas, dengan bagian atasan asimetris dan detail gesper yang memberikan kesan maskulin. Pada bagian bawah Outer juga diberikan detail berupa Sulaman tangan dengan bahan Benang Emas yang disulam dengan motif tradisi, melengkapi kemewahan dari Outer tersebut.

Outer yang ditampilkan dapat dipadukan dengan berbagai pilihan untuk bagian dalam,namun kali ini Emi Arlin memadukannya dengan Long Dress sederhana mengarah pada warna Crimson, tanpa lengan dan cutting kerah sanghai.

Pada Long Dress dalam tidak ada ornamen yang menonjol, agar tidak mereduksi kemewahan pada Outer. Inilah yang ditampilkan Emi Arlin pada koleksi Amaranggana, sebuah rancangan yang menunjukkan karakter garis yang tegas, namun tetap menonjolkan keanggunan.

Perpaduan antara maskulinitas dengan tetap mempertahankan siluet yang feminim, antara outer dan gaun yang menyatu secara harmoni dan saling melengkapi.

Kehadiran mereka semakin menegaskan bahwa Indonesia memiliki potensi besar di industri fesyen halal. Emi Arlin bersyukur dapat mengisi event dunia karena menjadi sarana promosi budaya Indonesia di mata dunia.

Lebih lanjut, acara juga dimeriahkan penyanyi Vanny Vabiola yang dijuluki “Celine Dion of West Sumatera.” Suaranya yang merdu sukses menambah kemegahan panggung.

Acara yang berkauranbdengan WITA, yaitu Witex & Wcaf sudah dimulai sejak 22-25 Agustus 2025. Itulah sebabnya sebelum acara WITA, Emi Arlin dan sejumlah UMKM Indonesia mengisi booth ( Paviliun) Indonesia Halal Lifestyle dan Paviliun Sumbar.

Selain fesyen, Indonesia Halal Center turut memperkenalkan Indonesia Halal Pavilion. Paviliun tersebut memamerkan produk unggulan yang diharapkan mampu mendorong investasi sekaligus memperluas ekspor.

Emi Arlin menambahkan bahwa selain fesyen, Sumatera Barat juga menghadirkan kuliner otentik. Rendang Mamaden menjadi ikon yang memperkenalkan cita rasa asli Minangkabau kepada tamu mancanegara.

Pada penutupan acara, panitia memberikan apresiasi khusus kepada Emi Arlin. Mereka mengakui gaun indah yang dikenakan pembawa acara merupakan rancangan orisinal karyanya

Situs Jalur Ho Chi Minh Laos dan Vietnam: Perjalanan Warisan Nasional bagi Pelancong Budaya

this formate

HO CHI MINH, bisniswisata.co.id: Laos telah memberikan status warisan nasional untuk situs-situs penting di sepanjang Jalur Ho Chi Minh. Hal ini dilakukan untuk mengakui nilai sejarah dan budaya yang mendalam bagi Laos dan Vietnam.

Pengakuan ini membuka kesempatan bagi para wisatawan untuk menjelajahi momen penting dalam sejarah Asia Tenggara sambil menikmati keindahan alam di area tersebut.

Situs Warisan Baru di Laos Tingkatkan Pengalaman Perjalanan

Pada tanggal 22 Agustus 2025, sebuah upacara di General Club Kementerian Pertahanan Nasional di Vientiane mengumumkan status warisan nasional ini.

Wakil Menteri Vongsone Inpanphim membagikan hasil survei bersama Laos-Vietnam yang dimulai pada akhir tahun 2023.

Tim survei ini memetakan jalur-jalur penting dari Jalur Ho Chi Minh yang melintasi Bolikhamxay, Khammouane, Savannakhet, Salavan, Sekong, Champasak, dan Attapeu.

Secara total, 18 lokasi diidentifikasi sebagai bagian integral dari Jalur Ho Chi Minh dan perannya dalam konflik Indocina.

Pengakuan ini menyoroti pentingnya jalur yang pernah menjadi rute pasokan militer vital, serta simbol persatuan dan ketahanan bagi rakyat Laos, Vietnam, dan Kamboja.

Perkembangan ini juga memberikan kesempatan menarik bagi wisatawan yang tertarik pada sejarah, budaya, dan wisata perang.

Sebagai hasil dari kerja sama yang erat antara Laos dan Vietnam, Vietnam menerbitkan buku yang merinci peninggalan Jalur Ho Chi Minh dalam bahasa Vietnam dan Lao.

Selain itu, Laos merilis 18 publikasi yang mencakup buku sejarah, koleksi foto, dan peta jalur, yang semuanya akan membantu wisatawan lebih memahami signifikansi setiap situs.

Jalur Ho Chi Minh sebagai Simbol Persatuan Vietnam-Laos

Jalur Ho Chi Minh lebih dari sekadar rute militer. Jalur ini merupakan simbol kerja sama dan solidaritas yang tak lekang oleh waktu antara Laos dan Vietnam selama Perang Indocina.

Pengakuan ini tidak hanya menghormati makna militer dan sejarah, tetapi juga menekankan signifikansi budayanya, menyoroti persatuan antara kedua negara.

Bagi mereka yang mengunjungi Laos, Jalur Ho Chi Minh menawarkan lebih dari sekadar landmark bersejarah; ini adalah kesempatan untuk terhubung dengan cerita-cerita mereka yang berjuang demi kemerdekaan dan solidaritas.

Pengakuan jalur ini sebagai warisan nasional memastikan situs-situs ini akan dilestarikan untuk generasi mendatang, menjadikannya bagian penting dari setiap penjelajahan wisatawan di Asia Tenggara.

Pelestarian Sejarah untuk Generasi Mendatang dan Wisatawan

Pada tahun 2024, sebuah komite bersama dibentuk antara Kementerian Pertahanan Nasional Laos dan Vietnam untuk mengawasi upaya survei dan pelestarian situs Jalur Ho Chi Minh.

Kolaborasi ini menekankan pentingnya menjaga lokasi bersejarah ini sambil membuatnya dapat diakses oleh wisatawan.
Para wisatawan yang mengunjungi area ini dapat mengharapkan tur berpemandu, pameran sejarah, dan program budaya yang memberikan wawasan lebih dalam tentang peran jalur ini dalam sejarah modern Asia Tenggara.

Melalui koleksi foto atau plakat informasi di lokasi, wisatawan akan memiliki kesempatan untuk berinteraksi dengan masa lalu secara berarti. Laos, yang sudah menjadi destinasi yang sedang berkembang untuk wisata budaya, kini menjadi tempat yang wajib dikunjungi bagi mereka yang tertarik pada sejarah Perang Vietnam dan konflik Indocina yang lebih luas.

Negara-negara OKI Menggalang Miliaran Dolar untuk Investasi Ketahanan Pangan

this formate

RIYADH, bisniswisata.co.id: Seiring berlanjutnya kerawanan pangan global, negara-negara Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) meningkatkan investasi ambisius bernilai miliaran dolar untuk memperkuat ketahanan pangan di 57 negara anggotanya.

Pada tahun 2025, negara-negara ini, yang berpenduduk lebih dari 1,9 miliar jiwa, menyalurkan sumber daya yang belum pernah ada sebelumnya ke dalam pertanian berkelanjutan, teknologi inovatif, dan kerja sama regional untuk memerangi kelaparan dan memastikan sistem pangan yang tangguh.

Artikel yang dilansir dari halaltimes.com oleh Laiba Adnan ini mengkaji perkembangan terbaru, inisiatif utama, dan strategi transformatif yang mendorong agenda ketahanan pangan OKI, menawarkan wawasan yang dapat ditindaklanjuti bagi para pembuat kebijakan, pelaku bisnis, dan konsumen yang ingin memahami gerakan penting ini.

Urgensi Ketahanan Pangan di Negara-Negara OKI

Ketahanan pangan masih menjadi tantangan mendesak bagi banyak negara OKI, dengan 26 negara anggota diklasifikasikan sebagai Negara Defisit Pangan Berpenghasilan Rendah (LIFDC) dan 22 negara membutuhkan bantuan pangan eksternal, menurut Organisasi Pangan dan Pertanian (FAO).

Pada tahun 2024, sekitar 203 juta orang di negara-negara OKI mengalami kekurangan gizi, diperburuk oleh konflik, perubahan iklim, dan gangguan ekonomi seperti dampak pandemi COVID-19 yang berkepanjangan dan perang Rusia-Ukraina.

Laporan State of Food Security and Nutrition in the World (SOFI) 2025 memperkirakan bahwa antara 638 dan 720 juta orang di seluruh dunia menghadapi kelaparan pada tahun 2024, dengan kawasan OKI seperti Afrika Sub-Sahara dan Asia Barat mengalami peningkatan kerawanan pangan.

Terlepas dari tantangan-tantangan ini, negara-negara OKI memanfaatkan potensi pertanian kolektif mereka, yang menyumbang 10,4% dari PDB mereka—jauh di atas rata-rata global sebesar 4,3%.

Dengan ekspor pertanian yang meningkat dari USD 141,7 miliar pada tahun 2011 menjadi USD 188,1 miliar pada tahun 2021, dan perdagangan intra-ICO yang tumbuh sebesar 85% selama periode yang sama, kawasan ini siap untuk transformasi.

Upaya bersama OKI, yang didukung oleh investasi miliaran dolar, bertujuan untuk mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDG) 2: Bebas Kelaparan pada tahun 2030.

Investasi Strategis Mendorong Perubahan
Negara-negara OKI mengerahkan sumber daya keuangan yang substansial untuk mengatasi ketahanan pangan melalui gabungan kemitraan publik, swasta, dan internasional.

Berikut adalah beberapa inisiatif paling signifikan yang mendorong momentum ini:

1. Dorongan Pertanian Arab Saudi
Arab Saudi, dalam kerangka Visi 2030, berinvestasi besar-besaran dalam produksi pangan lokal untuk mengurangi ketergantu-ngannya pada impor, yang mencapai US$ 292,9 miliar pada tahun 2021 di seluruh negara OKI.
Pada Juni 2023, Dana Pengembangan Pertanian Kerajaan menyetujui US$ 400 juta untuk mendukung petani skala kecil yang memproduksi sayuran, ikan, dan unggas.

Selain itu, Perusahaan Pengembangan Produk Halal, anak perusahaan Dana Investasi Publik (PIF), bermitra dengan perusahaan pengolah makanan Brasil BRF untuk meningkatkan industri daging halal.

Sementara Perusahaan Investasi Pertanian dan Peternakan Saudi mengakuisisi 10,7% saham di BRF. Investasi ini telah menghasilkan swasembada kurma, susu, dan telur, dengan surplus produksi kini menargetkan pasar ekspor.

2. Pendekatan Berbasis Inovasi UEA

UEA memelopori ketahanan pangan melalui teknologi canggih seperti hidroponik dan pertanian vertikal. Strategi Ketahanan Pangan Nasional 2018–2023 mencapai swasembada hampir 100% untuk pasokan pangan utama, seperti unggas dan kurma, pada tahun 2023.

Pada tahun 2024, UEA meluncurkan strategi baru yang berfokus pada keberlanjutan dan inovasi teknologi, dengan rencana untuk berkontribusi sebesar US$ 10 miliar bagi sektor pangan dan pertaniannya pada tahun 2028, yang akan menciptakan 20.000 lapangan kerja.

Program pinjaman Agtech dari Emirates Development Bank mendukung perusahaan rintisan dan UKM, yang mendorong ekosistem inovasi teknologi pangan yang dinamis.

3. Tonggak-Tonggak Swasembada Qatar

Strategi Ketahanan Pangan Nasional Qatar 2018–2023 membuahkan hasil yang luar biasa, mencapai swasembada sayuran sebesar 46%, unggas sebesar 100%, kurma sebesar 70%, dan ikan sebesar 75% pada tahun 2023.

Strategi 2024 dibangun berdasarkan keberhasilan ini, dengan menekankan layanan konsultasi digital, tanaman yang tahan iklim, dan diversifikasi rute perdagangan.

Investasi Qatar dalam pertanian rumah kaca dan akuakultur menjadi model bagi negara-negara kecil untuk mencapai ketahanan pangan meskipun lahan pertanian terbatas.

4. Kepemimpinan Kazakhstan

dalam Gandum Kazakhstan, eksportir gandum utama, memasok sekitar sembilan juta ton per tahun, menjadikannya pemain penting dalam ketahanan pangan OKI.

Perannya dalam pembentukan Organisasi Islam untuk Ketahanan Pangan (IOFS) menggarisbawahi komitmennya terhadap kerja sama regional. Investasi dalam teknologi irigasi dan benih modern meningkatkan hasil panen, memposisikan Kazakhstan sebagai pemasok yang andal bagi pasar OKI.

5. Kebijakan Agropangan Berkelanjutan Malaysia

Kebijakan Agropangan Nasional Malaysia 2.0 (2021–2030) mengalokasikan US$ 650 juta untuk mengembangkan sektor agropangan berkelanjutan dan berteknologi tinggi. Dengan mempromosikan agroekologi dan pertanian organik, Malaysia meningkatkan produksi pangan sekaligus memastikan keamanan dan kualitas.

Peringkat ke-41 Malaysia dalam Indeks Ketahanan Pangan Global (GFSI) 2022 mencerminkan kemajuan yang stabil, dengan rencana untuk lebih mengintegrasikan teknologi dan meningkatkan ekspor.

Tren Utama yang Membentuk Ketahanan Pangan OKI

1. Pertanian Tangguh Iklim
Perubahan iklim menimbulkan ancaman signifikan bagi pertanian OKI, dengan wilayah kering seperti Asia Barat dan Afrika Timur Laut menghadapi kelangkaan air dan cuaca ekstrem.

Partisipasi IOFS dalam sesi Badan Pendukung UNFCC 2025 (SB 62) di Bonn, Jerman, menyoroti perlunya sistem pangan yang tangguh iklim.
Inisiatif seperti Inisiatif Unggulan Global untuk Ketahanan Pangan, yang diluncurkan pada UNCCD COP 16, berfokus pada solusi yang terukur dan inklusif untuk wilayah lahan kering, dengan negara-negara OKI memimpin.

2. Inovasi Teknologi
Investasi agri-tech berada pada titik tertinggi sepanjang masa, dengan negara-negara OKI mengadopsi drone, traktor otomatis, dan pertanian presisi untuk mengoptimalkan hasil panen.

Teknologi blockchain dan IoT memastikan transparansi rantai pasok, terutama untuk ekspor makanan halal. Misalnya, proyek desalinasi dan inovasi pertanian rumah kaca di Arab Saudi mengatasi kelangkaan air, sementara pertanian vertikal di UEA mengurangi penggunaan lahan.

3. Kerja Sama Intra-ICO

OKI mendorong perdagangan dan kerja sama intra-regional untuk mengurangi ketergantungan impor. Koridor transportasi Dakar-Port Sudan yang diusulkan bertujuan untuk memperlancar distribusi pangan di seluruh negara OKI di Afrika, sehingga meningkatkan akses pasar.

Konferensi Tingkat Menteri Kesembilan tentang Ketahanan Pangan dan Pembangunan Pertanian, yang diselenggarakan di Doha pada Oktober 2023, mengadopsi rencana strategis untuk memobilisasi sumber daya dan menyelaraskan strategi nasional, dengan Qatar, Palestina, Iran, dan Senegal memimpin upaya tersebut.
4. Keterlibatan Sektor Swasta
Keterlibatan sektor swasta sangat penting, dengan perusahaan seperti Al-Mukarramah bermitra dengan IOFS untuk mendorong inovasi. Perusahaan multinasional, seperti Nestlé dan JBS, sedang membangun pusat regional untuk memasuki pasar makanan halal yang sedang berkembang, sementara perusahaan rintisan mengamankan pendanaan untuk meningkatkan solusi berkelanjutan.
Tantangan yang Harus Diatasi
Terlepas dari kemajuan-kemajuan ini, negara-negara OKI menghadapi tantangan yang signifikan:
Konflik dan Ketidakstabilan: Negara-negara seperti Suriah, Yaman, dan Sudan berada di peringkat rendah dalam GFSI karena konflik yang berkelanjutan, yang mengganggu produksi dan distribusi pertanian.
Memburuknya ketahanan pangan Sudan, yang disoroti oleh Sekretaris Jenderal PBB António Guterres pada tahun 2025, menggarisbawahi perlunya bantuan kemanusiaan dan resolusi konflik.
Sertifikasi dan Standardisasi: Kurangnya standar sertifikasi halal yang terpadu mempersulit perdagangan. Upaya seperti pakta Indonesia-UEA – Turki-Malaysia bertujuan untuk menyelaraskan proses, tetapi adopsi yang lebih luas diperlukan.
Kesenjangan Infrastruktur: Sistem transportasi dan penyimpanan yang tidak efisien menyebabkan kehilangan pangan yang signifikan, dengan lebih dari sepertiga barang yang mudah rusak terbuang sia-sia di negara-negara OKI Afrika. Investasi dalam rantai dingin dan logistik sangat penting untuk mengatasi hal ini.
Kerentanan Iklim: Kekeringan dan cuaca ekstrem mengancam hasil panen, terutama di Afrika Sub-Sahara dan wilayah kering. Meningkatkan skala pertanian cerdas iklim sangat penting untuk membangun ketahanan.
Peluang bagi Para Pemangku Kepentingan
Investasi ketahanan pangan OKI menawarkan peluang yang sangat besar:
Bagi Bisnis: Pasar makanan halal yang terus berkembang, diproyeksikan mencapai USD 5,96 triliun secara global pada tahun 2033, menghadirkan peluang bagi produsen dan eksportir. Platform e-commerce dan aplikasi seluler memperluas jangkauan pasar, sementara praktik berkelanjutan menarik konsumen yang peduli lingkungan.
Bagi Investor: Dana kekayaan negara dan investor swasta dapat memanfaatkan fokus kawasan ini pada teknologi pangan dan pertanian berkelanjutan. Perusahaan rintisan di bidang pertanian vertikal, pertanian presisi, dan logistik halal mendapatkan pendanaan yang signifikan, menawarkan imbal hasil yang tinggi.
Bagi Konsumen: Peningkatan produksi lokal berarti lebih banyak pilihan pangan yang terjangkau dan berkualitas tinggi. Fokus pada pertanian cerdas nutrisi, seperti yang terlihat dalam proyek-proyek Honduras yang didanai Bank Dunia, meningkatkan keragaman pangan, terutama bagi populasi rentan.
Bagi Pembuat Kebijakan: Menyelaraskan strategi nasional dengan tujuan OKI dapat meningkatkan kerja sama regional dan menarik pendanaan internasional.
Program Ketahanan Sistem Pangan Afrika Barat Bank Dunia senilai US$ 766 juta, dengan tambahan US$ 345 juta untuk Senegal, Sierra Leone, dan Togo, merupakan contoh potensi dukungan multilateral.
Investasi multi-triliun dolar OKI dalam ketahanan pangan menandakan pergeseran transformatif menuju kemandirian dan keberlanjutan.
Dengan memanfaatkan teknologi, mendorong perdagangan intra-regional, dan mengatasi tantangan iklim, negara-negara ini membangun sistem pangan yang tangguh.
Namun, pencapaian SDG 2 membutuhkan penanggulangan konflik, standardisasi sertifikasi, dan peningkatan skala investasi infrastruktur.
Mandat strategis IOFS, yang disahkan pada Dewan Menteri Luar Negeri OKI ke-51 pada tahun 2025, menekankan kebijakan berbasis sains dan kerja sama regional, yang menetapkan arah yang jelas ke depan.
Bagi para pemangku kepentingan, agenda ketahanan pangan OKI menawarkan peluang untuk terlibat dalam sektor yang dinamis dan bertumbuh pesat.
Bisnis dapat berinovasi, investor dapat mendanai solusi yang terukur, dan konsumen dapat memperoleh manfaat dari beragam pilihan pangan berkelanjutan.
Saat OKI mengumpulkan miliaran untuk memerangi kelaparan, masyarakat global menyaksikan kawasan yang siap memimpin dalam hal ketahanan pangan dan inovasi pertanian

Raja Haniza Pasang Target Sukses di Kosmetika Halal

this formate

Pengusaha wanita Malaysia, Raja Haniza

BANDAR SUNWAY, Selangor, bisniswisata.co.id: Area konfrensi World Islamic Tourism & Trade Expo (WITEX) ke 3 di lantai 12 Sunway Resort Hotel saat rehat kopi tiba-tiba muncul wanita cantik dengan kulit wajah yang cerah langsung menyapa, bersalaman dan mengobrol asyik.

Daniel Ngiam, senior Journalist dari Singapura yang berpartner dengan Jaringan Media SDN BHD dan membawa wanita ini kehadapan saya langsung terkekeh ketika kami berdua langsung asyik mengobrol.

Wanita pengusaha Malaysia ini adalah Raja Haniza, putri Raja Dato’ Hanipuddin. di kalangan bisnis negri serumpun ini Raja Haniza Binti Raja Dato’ Hanipuddin adalah seorang pengusaha dan pemilik Bumirafa Sdn. Bhd.

Dia sebelumnya menjadi pemegang saham di bisnis keluarga Kawasaki Malaysia tapi kemudian menciptakan peluang bisnisnya sendiri dan sekarang dengan pengalaman 21 tahun di bidang pertambangan, sepeda motor dan kesehatan, dia kini terjun ke bisnis produk kosmetik halal dan uniknya Haniza merasa tiba-tiba dan tidak disengaja.

Merasa tidak puas dengan produk kecantikan yang telah dia gunakan sejak remaja, meskipun telah berganti merek beberapa kali, Raja Haniza suatu hari bertanya pada dirinya sendiri, “Mengapa saya tidak bisa mengembangkan produk kosmetik saya sendiri?”

Hal ini terjadi sekitar delapan tahun yang lalu dan hidupnya telah berubah selamanya sejak saat itu. Memang tidak ada yang kebetulan di dunia ini, dia dengan mantap memilih jenis produk kosmetik halal dengan merek Lè Miva Hydration Series.

Tidak ada kejadian yang kebetulan. Segala puji bagi Allah Subhanahu wa Ta’ala yang mengatur segala kejadian, tidak ada satu kejadianpun yang terjadi tanpa izinNya, dan apapun yang Allah lakukan pasti baik bagi orang beriman seperti disimaknya di surat Ali Imran ayat 190 dan 191.

Nampaknya keyakinan Haniza itu karena takwa dan yakin akan pilihan Allah. Jika kita ingin tahu orang yang berakal maka itu adalah orang yang ketika berdiri, duduk, berbaring selalu ingat Allah, karena apa yang dia lihat, dengar, dan rasakan membuat ingat kepada Allah Ta’ala. semua makhluk yang ada adalah ciptaan Allah, tidak ada yang bukan ciptaan Allah.

Begitu juga tidak ada yang kebetulan saat Haniza ingin memberikan nama produknya dan searching di internet nama-nama bayi, maka dia langsung merasa cocok dengan nama Le Miva yang dikaitkan dengan alam, keindahan, dan keanggunan. Asal usul Miva tidak pasti, tetapi sering dikaitkan dengan akar Skandinavia atau Jermanik

Miva adalah nama yang unik dan modern dengan bunyi yang memikat. Nama ini biasanya digunakan untuk anak perempuan dan memiliki nuansa lembut dan feminin. Meskipun Miva kurang dikenal luas, bunyinya membangkitkan nuansa alam, keindahan, dan keanggunan.

Miva adalah nama yang relatif baru, tapi menjadikannya pilihan yang segar dan khas bagi orang tua yang menginginkan bunyi yang unik dan modern bagi nama anaknya. Bagi Haniza, nama ini mudah ditulis dan diucapkan, dan membuatnya mudah diingat.

Meskipun tidak ada tokoh sejarah penting atau referensi budaya populer yang terkait dengan Miva, kesederhanaan dan bunyinya yang menyenangkan menjadikannya nama yang mudah disukai, jelas Haniza.

Ibarat bayinya yang baru lahir, Le Miva aktif diperkenalkannya mumpung berjumpa dengan perwakilan dunia Islam maupun peserta non Muslim untuk menjadi mitra-mitranya di luar negri di ajang WITEX 2025 ini.

Peluang ekspor ke Indonesia, Qatar dan negara-negara lainnya diseleksi ketat mengingat pengalaman-pengalaman berbisnis sebelumnya yang kerap tidak saling menguntungkan.

Dia harap berbisnis kosmetik halal akan membawanya pada mitra-mitra yang tepat atas izin Allah maklum dia mengaku sudah banyak mitra kerjanya yang tidak jalankan amanah dengan baik. Kini dibantu oleh Dr. Ko, seorang dokter kulit terkenal dan terkemuka di Malaysia , dia telah mengidentifikasi kecantikan sebagai gairah dan ingin mengejar karier bisnis di industri ini.

 

Mulai buka rahasia

“Awalnya, saya tidak pernah berpikir untuk berbisnis dengan produk ‘tidak disengaja’ yang saya kembangkan ini. Namun, seperti kata pepatah, hal-hal baik memang untuk dibagikan. Ketika teman dan kerabat mulai menyadari perbedaan pada kulit saya, mereka mulai bertanya tentang ‘rahasia’ saya, dan di situlah semuanya bermula,” jelasnya.

Saat itulah Raja Haniza menyadari bahwa produknya memiliki potensi pasar. Penelitiannya berlangsung selama bertahun-tahun dan akhirnya membuahkan hasil, yaitu pendirian Bumirafa Wellness Sdn Bhd pada tahun 2018.

“Apa yang awalnya merupakan eksperimen rumahan untuk saya dan keluarga tiba-tiba berkembang menjadi sesuatu yang jauh lebih besar. Jika dipikir-pikir kembali, saya merasa itu adalah berkah tersembunyi karena saya dapat bereksperimen dengan berbagai bahan untuk produk saya,”

Karena produk ini selalu dibuat untuk penggunaan pribadi, bahan-bahan berkualitas tinggi digunakan, dan tetap demikian hingga kini, ungkap Raja Haniza, yang meraih gelar sarjana dari Institut Perhotelan dan Kuliner Malaysia dan diploma dalam desain mode.

“Saya rasa saya mewarisi semangat ini dari keluarga saya. Berasal dari keluarga pengusaha, saya diperkenalkan dengan dunia bisnis sejak usia sangat muda. Saya akan pergi ke kantor ibu atau ayah saya sepulang sekolah dan membantu mereka sebisa mungkin,” kenang- nya.

Semangat itu semakin tumbuh ketika masa remaja dan semakin tertarik pada produk kecantikan karena keluarganya juga menjalankan dan mendistribusikan jaringan internasional produk kecantikan dan kesehatan premium ternama di Malaysia.

Pengalaman di perusahaan keluarga sebagai distributor kosmetik internasional ternyata menjadi batu loncatannya ke industri halal kosmetik ini, tambahnya.

Ditanya tentang spesialisasi produknya, Haniza mengatakan dengan nama serinya, fungsi inti produk adalah menjaga kulit tetap terhidrasi. Bukan rahasia lagi bahwa kulit yang terhidrasi dan lembap dapat melawan tanda-tanda penuaan atau penuaan dini.

Mengenai perbedaan produk baru ini dengan produk kosmetik lain di pasaran, dia mengatakan produknya ini adalah merek untuk masyarakat umum tapi menggunakan produk-produk berkualitas tinggi dan terkonsentrasi seperti Galactomyces, ekstrak Kaviar, dan Niacinamide untuk meningkatkan kinerja sekaligus menjaga harga tetap terjangkau agar semua orang dari berbagai kalangan dapat menikmati produk premiumnya.

Dana hibah

Mengenai investasi, Haniza berhasil mendapatkan hibah pemerintah untuk memulai bisnis ini pada kuartal ketiga tahun 2021. Sejak saat itu, dia dan tim telah bekerja keras untuk memastikan merek  memenuhi semua harapan dan standar.

Berkat hibah ini, Hanizai telah berhasil memproduksi 30.000 unit produk. Untuk digunakan pada malam hari ada pembersih ganda. Caranya hapus riasan terlebih dahulu lalu gunakan pembersih riasan lalu basahi wajah sedikit dan ambil 4 pompa pembersih ganda secara merata pada wajah dan usap dengan tisu. Fungsinya membersihkan kotoran
hingga ke dalam. Wajah akan terasa lebih lembut dan bersih.

Formulanya yang kedua untuk digunakan siang dan malam karena itu disebutnya pembersihan mendalam. Caranya membilas wajah dengan dengan air bersih. Gunakan 2 pompa dan oleskan secara merata pada wajah saat kulit basah. Bilas dengan air bersih lalu keringkan dan bisa digunakan satu kali siang atau malam.

Formula ke tiga disebut keajaiban hidrasi dengan menyemprotkan pada wajah untuk menghilangkan garis-garis halus. Wajah tampak lebih muda dan kencang dan dapat juga digunakan pada tangan dan leher.

Semua uraiannya bisa dijelaskan dengan rinci dan cepat sehingga waktu rehat kopi telah habis, kami memulai diskusi di konfrensi berikutnya seputar Halal Medical & Wellness Tourism yang ditekuninya.

Usai konfrensi dan sebelum berpisah Haniza mengirimkan hasil foto pengguna produknya melalui WA, sambil mengatakan ingin segera ke Jakarta. Aneh tiba-tiba saja saya sudah merasa akrab dengannya. Kebetulan jugakah ? Wallahu A’lam Bishawab, hanya Allah yang lebih mengetahui kebenaran yang sesungguhnya.

Universitas Jambi dan UPM Perkuat Kerjasama Pengujian Produk Halal

this formate

Koordinator Pusat Studi Halal Universitas Jambi Mar Atun Saadah mengunjungi Institut Penelitian Produk Halal (IPPH) Universiti Putra Malaysia (UPM) di Selangor. ( Foto:ANTARA/ HO/Humas UNJA)

KUALA LUMPUR, bisniswisata.co.id:  Universitas Jambi (Unja) memperluas kerja sama dengan Universiti Putra Malaysia (UPM) dalam pengujian produk halal, menyusul kunjungannya baru-baru ini ke Lembaga Penelitian Produk Halal (IPPH) UPM di Selangor.

Dilansir dari halalfocus.com, Kunjungan tersebut mengawali terjalinnya kerja sama antara Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Unja dengan UPM, kata Koordinator Pusat Studi Halal Unja, Mar Atun Saadah, di Jakarta, Rabu.

Kolaborasi baru ini dibangun di atas hubungan yang sudah ada, yang mencakup pidato utama oleh Wakil Direktur IPPH Prof. Yus Aniza Yusof pada seminar internasional yang diselengga- rakan Unja.

Dalam seminar tersebut, Prof. Yus menyampai-kan minatnya pada penelitian, pengajaran, dan pengabdian kepada masyarakat bersama, yang kini ingin diformalkan oleh Unja.

Mar Atun menyoroti perbedaan utama antara ekosistem halal Indonesia dan Malaysia, dengan mencatat bahwa peralihan Indonesia menuju sertifikasi wajib telah memicu inovasi yang menyederhanakan proses bisnis sekaligus menciptakan tantangan baru.

“Tujuan kita untuk menjadi pusat halal global tidak boleh mengabaikan tujuan utamanya — melindungi konsumen Muslim. Kualitas sertifikasi harus tetap menjadi prioritas.” ujaprnya.

Dia juga menekankan bahwa penggunaan Penilaian Daur Hidup (LCA) untuk mengukur dampak lingkungan dari produk halal dapat berkontribusi positif terhadap keberlanjutan.

Unja memandang kemitraan dengan IPPH UPM, yang merupakan pusat rujukan utama untuk pengujian halal di Malaysia, sebagai langkah krusial untuk memberikan dampak lebih besar pada ilmu halal dan pengembangan masyarakat.

Menurut situs web resmi UPM, IPPH bertujuan untuk menjadi “pusat terpadu” untuk mempelajari semua aspek produk halal.

BRF dan HPDC Umumkan Pembentukan Pusat Inovasi Makanan Halal di Pabrik Jeddah

this formate

JEDDAH, bisniswisata.co.id : Sebagai langkah lain untuk mengonsolidasikan kehadiran strategisnya di Arab Saudi, BRF, salah satu perusahaan makanan terbesar di dunia dan pemilik merek Sadia, Perdigão, Qualy, dan Banvit, dan Halal Products Development Company (HPDC), sebuah perusahaan Dana Investasi Publik (PIF), telah mengumumkan pembentukan pusat inovasi di pabrik makanan olahan mereka di Jeddah, kota terbesar kedua di Kerajaan tersebut.

Dilansir dari halalfocus.com, kompleks laboratorium ini dirancang dengan fokus pada inovasi, keamanan, dan keunggulan kualitas, memenuhi persyaratan regulasi yang ketat, dan memenuhi ekspektasi pasar lokal.

Menyusul pembangunan pabrik makanan olahan baru yang diumumkan pada bulan April tahun ini, investasi ini mencerminkan komit- men kedua perusahaan untuk berinvestasi dalam pasokan dan inovasi pangan halal lokal di Kerajaan, yang sejalan dengan Visi 2030.

Secara paralel, BRF dan HPDC telah resmikan pembentukan Pusat Keunggulan bertanggung jawab atas pengelolaan informasi dan data, menghubungkan, mengadaptasi, dan menerapkan praktik terbaik untuk mengoptimalkan proses dan memaksimalkan operasi.

“Investasi untuk mendirikan Pusat Inovasi di Jeddah merupakan langkah strategis dalam memperkuat kehadiran lokal kami di Arab Saudi. Integrasi riset, teknologi mutakhir, dan talenta lokal memungkinkan kami meningkat-kan efisiensi operasional dan beradaptasi lebih baik terhadap kebutuhan spesifik konsumen lokal,” ujar Marquinhos Molina, CEO BRF Arabia.

Pusat inovasi akan menampilkan laboratorium canggih yang dibagi menjadi tiga area khusus: Laboratorium Fisikokimia yang berfokus pada spesifikasi teknis dan kontrol kualitas; Laboratorium Mikrobiologi yang memastikan keamanan hayati dan mencegah kontaminasi makanan; dan Laboratorium Sensorik yang mengevaluasi apakah rasa, aroma, tekstur, dan penampilan memenuhi tuntutan spesifik pasar konsumen lokal.

Tenaga kerja terampil

Pabrik di Jeddah ini diperkirakan akan menciptakan lebih dari 500 lapangan kerja langsung di kawasan tersebut, termasuk para profesional spesialis yang akan bekerja di pusat inovasi.

Para profesional ini akan bertanggung jawab untuk menstandardisasi dan mengoptimalkan proses manufaktur, memastikan keunggulan kualitas, dan kepatuhan ketat terhadap protokol keamanan pangan.

Hal ini sejalan dengan prioritas pengembangan tenaga kerja nasional dan memperkuat lokalisasi lapangan kerja berbasis pengetahuan di Kerajaan.

Pusat inovasi ini menandai langkah maju yang signifikan dalam misi HPDC untuk membangun ekosistem halal kelas dunia dan memposisikan Kerajaan sebagai pusat halal global.

Hal ini menggarisbawahi komitmen kami untuk memperkuat kapabilitas manufaktur lokal, mendorong kemandirian, dan menciptakan lapangan kerja bernilai tinggi, yang semuanya penting untuk mencapai tujuan keberlanjutan dan diversifikasi ekonomi yang digariskan dalam Visi 2030.

Pusat ini akan berfungsi sebagai landasan peluncuran bagi inovasi produk halal di masa mendatang, memposisikan Arab Saudi sebagai titik acuan global di sektor ini,” tegas Fahad Alnuhait, CEO HPDC.

Pabrik Jeddah

Diumumkan pada bulan April tahun ini, pabrik baru yang didedikasikan untuk makanan olahan ini diperkirakan memiliki kapasitas produksi tahunan sebesar 40.000 ton dan investasi sebesar $160 juta pada tahap awal.

Produksi akan melayani pasar Arab Saudi, dengan potensi ekspor ke negara-negara lain di kawasan tersebut. Operasional dijadwalkan akan dimulai pada pertengahan tahun 2026.

Kehadiran di Timur Tengah

BRF telah beroperasi di Timur Tengah selama lebih dari 50 tahun dan memimpin pasar dengan merek Sadia-nya, yang mengekspor produknya ke lebih dari 14 negara di kawasan tersebut.

Pada tahun 2025, perusahaan ini, melalui BRF Arabia – perusahaan patungannya dengan HPDC – resmi memasuki sektor produksi unggas halal di Arab Saudi dengan mengakuisisi 26 persen saham di Addoha Poultry Company, pemain mapan di pasar Saudi.

Akuisisi ini menandai masuknya BRF ke sektor produksi unggas halal di Kerajaan. Berkat akuisisi ini, produk-produk Sadia kini juga diproduksi secara lokal di fasilitas Addoha.

Tentang BRF Arabia

Pada Agustus 2023, BRF mengumumkan pembentukan perusahaan patungan dengan Halal Products Development Company (HPDC), sebuah perusahaan Dana Investasi Publik (PIF) Arab Saudi.

Perusahaan patungan tersebut, BRF Arabia, didirikan pada 10 Desember 2023, dengan BRF memegang 70 persen saham dan HPDC memegang 30 persen sisanya.

Tentang HPDC

Perusahaan Pengembangan Produk Halal (HPDC), yang didirikan pada Oktober 2022, adalah perusahaan PIF yang berdedikasi untuk memajukan sektor produk halal Arab Saudi.

Berfokus pada segmen-segmen utama seperti makanan, farmasi, dan kosmetik, HPDC memainkan peran penting dalam mengembangkan ekosistem halal yang berdaya saing global melalui investasi strategis, inovasi, dan kemitraan internasional.

Sejalan dengan tujuan Visi Saudi 2030, HPDC berupaya memposisikan Kerajaan sebagai pusat halal global, sekaligus meningkatkan ketahanan pangan, mendukung diversifikasi ekonomi, dan mendorong ekspor produk halal berkualitas tinggi ke pasar dunia.