Oceania Cruises Meluncurkan Pelayaran ‘Rute Kanguru’ Selama 129 Hari

this formate

Oceania Vista. (Foto: Oceania Cruises Media)

NEW JERSEY, bisniswisata.co.id : Oceania Cruises akan menawarkan pelayaran 129 hari pada tahun 2027 di atas kapal Oceania Vista.

Dilansir dari travelpulse.com, disebut “Rute Kanguru”, pelayaran ini mencakup pemberhentian di lebih dari 80 pelabuhan di 34 negara di empat benua.

Pelayaran dimulai pada 26 Februari 2027 di Sydney dan berakhir empat setengah bulan kemudian di London. Sepanjang perjalanan, para tamu dapat menikmati menginap di Cairns, Shanghai, Tokyo, Singapura, Mumbai, Luxor, dan Bordeaux.

“Para tamu kami mendambakan perjalanan yang memperkaya, dan rencana perjalanan ini telah dirancang dengan cermat untuk dengan mudah memadukan berbagai benua, budaya yang semarak, dan kuliner otentik menjadi satu pengalaman yang benar-benar tak terlupakan,” kata Jason Montague , kepala petugas kemewahan untuk Oceania Cruises.

Tarif mulai dari US$54.999 per orang. Pelayaran ini juga mencakup Paket Prestige Eksklusif, yang mencakup berbagai fasilitas, seperti pilihan anggur, bir, dan minuman beralkohol gratis tanpa batas atau kredit wisata darat.

Paket ini juga mencakup acara di darat, paket visa gratis, dan pengiriman bagasi gratis. Ini merupakan tambahan dari fasilitas Your World Included yang tersedia di kapal, seperti santapan spesial gourmet, makan di dalam kabin, WiFi Starlink tanpa batas, dan gratifikasi di atas kapal.

Rute ini merupakan bagian dari pelayaran keliling dunia Oceania Cruises tahun 2027. Selain pelayaran ini, para tamu juga dapat menikmati tiga rencana perjalanan lainnya, perjalanan 180 hari dari Miami ke London; petualangan 244 hari dari Miami ke New York; dan pelayaran 127 hari dari Miami ke Doha.

Crystal Symphony Akan Menerima Peningkatan Utama di Drydock

this formate

NEW JERSEY, bisniswisata.co.id : Perusahaan pelayaran Crystal telah mengumumkan bahwa Crystal Symphony akan menjalani dok kering selama tiga minggu pada bulan November ini, di mana ruang publik dan dua kategori suite akan disegarkan menjelang pelayaran Wellness Retreat tahunan kedua perusahaan tersebut.

Dilansir dari travelpulse.com, Suite Aquamarine dan Sapphire Classic di Dek 10 akan direnovasi dengan furnitur baru yang selaras dengan renovasi kapal di tahun 2023.

Dirancang oleh De Wave Group, para tamu juga akan melihat karpet dan penutup dinding baru di suite ini. Tata letak dan konfigurasi kamar mandi dengan bak mandi/pancuran terpisah akan tetap sama.

Ruang publik juga akan ditingkatkan, termasuk area Atrium dan Crystal Cove. Ruang pertemuan utama kapal akan menawarkan lebih banyak tempat duduk dan desain yang lebih modern, termasuk mosaik dua lantai, lampu gantung baru, dan lokasi piano yang berbeda.

Area penerimaan kapal juga akan dimodernisasi, begitu pula bar Crystal Cove, lobi tangga, dan Starlite Club, toilet tamu Dek 5, dan Bistro.

“Kami bangga meneruskan warisan Crystal sambil terus berinovasi,” ujar Bernie Leypold, SVP Operasional Hotel di Crystal.

Tujuan kami adalah memastikan setiap ruangan di kapal kami terasa abadi dan kontemporer, dipenuhi kehangatan, keanggunan, dan desain yang cermat, tambahnya.

Peningkatan di Crystal Symphony ini mencerminkan janji kami untuk menciptakan pengalaman yang bermakna bagi para tamu di setiap titik kontak.

Selain perubahan kosmetik, periode dok kering Crystal Symphony juga akan meningkatkan kemampuan teknisnya, dengan sistem hidrolik baru untuk stabilisator siripnya, pemasangan pemurni bahan bakar dan oli baru untuk memulai penggunaan biodiesel, penggantian pipa untuk sistem air tawarnya, dan banyak lagi.

Distrik Ngoy yang indah di Laos Tingkatkan Persaingan untuk Wisatawan Luang Prabang

this formate

VIENTIANE, bisniswisata.co.id:  – Distrik Ngoy di utara Provinsi Luang Prabang berencana meningkatkan infrastruktur, fasilitas, dan akomodasi dalam upaya menarik lebih banyak pengunjung dan menjadi destinasi wisata terpopuler kedua di provinsi tersebut setelah Situs Warisan Dunia UNESCO di ibu kota provinsi tersebut.

Dilansir dari https://asianews.network/, sebuah pertemuan yang diadakan di Distrik Ngoy pada 6-7 Agustus lalu membahas rancangan rencana pengembangan, promosi, dan perlindungan pariwisata Ngoy, yang mencakup tahun 2026-2030.

Pertemuan tersebut dipimpin bersama oleh Direktur Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Luang Prabang, Dr. Soudaphone Khomthavong, dan Penjabat Gubernur Distrik Ngoy, Dr. Somsanith Kaenmani.

Perundingan tersebut merupakan langkah penting menuju finalisasi rencana tersebut, yang akan memandu pertumbuhan pariwisata distrik tersebut dengan tujuan menjadikan Ngoy sebagai destinasi wisata berbasis alam terkemuka.

Konsultasi tersebut mempertemukan perwakilan dari sektor publik dan swasta untuk menyumbangkan gagasan yang akan dimasukkan ke dalam rencana tersebut. Pemerintah kabupaten akan memprioritaskan peningkatan infrastruktur, fasilitas, dan layanan untuk memastikan pengunjung mendapatkan pengalaman yang tak terlupakan.

Rencana tersebut juga mencakup upaya untuk memenuhi standar pariwisata ASEAN, dengan fokus khusus pada standar hotel hijau ASEAN, guna meningkatkan kualitas dan keberlanjutan layanan.

Seorang pejabat yang bertanggung jawab atas rencana tersebut, yang meminta untuk tidak disebutkan namanya, mengatakan kepada Vientiane Times bahwa Ngoy terkenal dengan keindahan alamnya yang masih alami, dengan pegunungan yang dramatis, sungai yang mengalir di antara puncak-puncak batu kapur, dan lembah-lembah yang diselimuti kabut.

Aktivitas populernya antara lain mendaki gunung Phou Pha Daeng dan Pha Xom Nang saat matahari terbit untuk menikmati panorama lautan kabut yang terbentuk di lembah-lembah di bawahnya, dan mengunjungi gua bersejarah Pha Thok.

Perjalanan dengan perahu di sepanjang Sungai Ou menuju komunitas Ngoy kuno – sebuah desa tempat pengunjung dapat merasakan gaya hidup lokal melalui homestay – merupakan daya tarik lain, di samping tur arung jeram.

Pemerintah berharap dengan melestarikan lanskap alaminya dan meningkatkan layanan, Ngoy dapat mengamankan posisinya sebagai destinasi ekowisata utama di Laos utara.

Ascott percepat ekspansi resor dengan Proyek-proyek Baru di Seluruh Asia

this formate

SINGAPURA, bisniwisata.co.id:  – The Ascott Limited (Ascott) mempercepat kehadirannya di destinasi resor global melalui strategi ekspansi aset ringan. Menanggapi permintaan yang kuat untuk perjalanan yang berfokus pada pengalaman dan rekreasi.

Ascott kini memiliki sekitar 50 properti resor yang telah beroperasi atau sedang dikembangkan di seluruh dunia, didukung oleh 11 properti baru dalam 10 bulan terakhir. Penambahan  ini mencakup sekitar 5% dari portofolio globalnya yang berjumlah lebih dari 1.000 properti.

Dilansir dari www.traveldailynews.asia, pendekatan multi-merek Ascott memungkin- kannya untuk mengadaptasi nama-nama mapan seperti Ascott, Citadines, lyf, Oakwood, Somerset, The Crest Collection, dan The Unlimited Collection ke dalam lingkungan resor.

Fleksibilitas ini memungkinkan ekspansi di destinasi-destinasi berpotensi tinggi sekaligus menyelaraskan setiap properti dengan permintaan lokal dan ekspektasi wisatawan.

Proyek-proyek baru utama di Asia

Di Thailand, Ascott Abov Patong Phuket Resort yang akan datang menandai debut perusahaan di Phuket. Terletak 150 meter dari Pantai Patong, properti dengan 254 kamar ini akan mencakup fasilitas rekreasi, tempat acara, dan hunian bermerek dengan 227 unit.

Vietnam tetap menjadi pasar pertumbuhan utama bagi resor-resor Ascott. Proyek-proyek yang telah dikerjakan antara lain Somerset Nha Trang, Citadines Selavia Phu Quoc, dan HARRIS Resort Cam Ranh dengan 693 unit, yang dirancang sebagai destinasi rekreasi dan pertemuan all-in-one.

Lasong Hotel & Villas Sam Son oleh The Unlimited Collection mulai beroperasi secara bertahap pada April 2025, kurang dari enam bulan setelah penandatanganan.

Di Indonesia, lyf Labuan Bajo akan memperkenalkan konsep kehidupan sosial di gerbang Taman Nasional Komodo. Oakwood Jimbaran Villas and Residences Bali, Oakwood Premier Berawa Beach Bali, dan Oakwood Sanur Bali juga sedang direncanakan, yang akan semakin memperkuat kehadiran Ascott di pasar rekreasi Bali.

Ekspansi di Luar Asia Tenggara

Di Korea Selatan, Ascott menghadirkan merek Oakwood ke Lagoon Town di Gangneung, sebuah kompleks resor dengan pemandangan Danau Gyeongpo dan Pantai Gyeongpo.

Properti dengan 500 kamar ini akan melayani masa inap jangka panjang dan memanfaatkan kedekatannya dengan Seoul melalui kereta api berkecepatan tinggi.

Di UEA, Al Mahra Resort by The Crest Collection akan dibuka pada tahun 2027 di Pulau Marjan, Ras Al Khaimah. Properti ini akan memiliki 539 kamar dan suite, spa, berbagai tempat makan, dan ruang acara.

Konteks dan prospek industri

Ekspansi ini terjadi seiring dengan proyeksi pengeluaran perjalanan wisata global yang meningkat tiga kali lipat menjadi US$15 triliun pada tahun 2040.

Pertumbuhan ini didorong oleh permintaan pasar negara berkembang, wisatawan muda yang memprioritaskan perjalanan berbasis pengalaman, dan maraknya perjalanan “bleisure”.

Dalam tren ini, segmen resor global diproyeksikan tumbuh lebih dari 18% per tahun, mencapai US$945 miliar pada tahun 2030. Dengan menerapkan model operasi hibrida yang fleksibel dan strategi multi-merek, Ascott memposisikan diri untuk melayani tamu rekreasi jangka pendek maupun tamu menginap jangka panjang di pasar resor.

Bagi industri perjalanan, perkembangan ini menandakan pilihan yang lebih beragam bagi klien yang mencari penginapan resor terpadu dengan berbagai tingkat harga dan pengalaman, mulai dari tempat peristirahatan pesisir di dekat perkotaan hingga pusat ekowisata terpencil.

Malaysia Alami Lonjakan Kunjungan wisatawan  dari negaral ASEAN sebesar 15,5%0

this formate

KUALA LUMPUR, bisniswisata co.id:  Malaysia mengalami peningkatan kunjungan wisatawan mancanegara dari negara-negara ASEAN yang signifikan, dengan peningkatan sebesar 15,5% dari Januari hingga Juni dibandingkan periode yang sama tahun lalu, kata Datuk Seri Tiong King Sing.

Menteri Pariwisata, Seni, dan Budaya menyatakan dalam balasan Parlemen bahwa pertumbuhan ini mencerminkan efektivitas strategi promosi Malaysia dan posisi strategisnya sebagai Ketua ASEAN pada tahun 2025.

Pariwisata dari negara-negara tetangga ASEAN tetap menjadi kontributor utama kedatangan wisatawan internasional Malaysia. Wisatawan ASEAN menyumbang 74,3% dari total pariwisata internasional Malaysia pada tahun 2024, ungkapnya.

Jumlah pengunjung meningkat menjadi 15,09 juta pada paruh pertama tahun 2025, naik dari 13,06 juta pada periode yang sama tahun lalu,” ujarnya menanggapi pertanyaan Datuk Seri Dr Wee Jeck Seng (BN-Tanjung Piai).

Tiong mengatakan peran Malaysia dalam menyelenggarakan pertemuan ASEAN meningkatkan visibilitas dan daya tarik negara tersebut.

“Peran kami sebagai Ketua ASEAN berkontribusi pada lonjakan ini, dengan pertemuan-pertemuan yang menarik delegasi dari seluruh kawasan.”

Menanggapi tantangan dalam promosi pariwisata, Tiong mengakui keterbatasan anggaran, tetapi menekankan upaya berkelanjutan untuk berkolaborasi dengan Kementerian Keuangan guna mengamankan sumber daya yang diperlukan.

“Kami sedang menjajaki kemitraan dan mengoptimalkan upaya promosi kami meskipun dengan dana terbatas,” ujarnya.

Menanggapi pertanyaan tambahan dari Dr. Ahmad Fakhruddin Sheikh Fakhrurazi (PN-Kuala Kedah) tentang pariwisata lintas batas, Tiong menekankan pentingnya pembangunan infrastruktur.

Ia mengatakan bahwa terdapat diskusi yang sedang berlangsung dengan pemerintah negara bagian dan mendorong keterlibatan yang lebih besar dari Kelantan dalam promosi internasional dengan kementerian.

“Kelantan sering melewatkan kesempatan ini. Saya mendorong mereka untuk berpartisipasi lebih aktif,” kata Tiong, menyindir kurangnya keterlibatan negara bagian.

Tiong juga menanggapi positif Wakil Ketua DPR Datuk Dr. Ramli Mohd Nor (BN-Cameron Highlands) tentang promosi Cameron Highlands selama Tahun Kunjungan Malaysia 2026.”Kami akan membantu sebisa mungkin untuk mempromosikan Cameron Highlands,” ujarnya.

Menawarkan Pengalaman Berbeda, Inilah 5 Daya Tarik Australia Barat untuk Bisnis Pariwisata

this formate

Salah satu keindahan alam Australia Barat yang menjadi daya pikat wisatawan mancanegara

JAKARTA,bisniswisata.co.id: Australia semakin mendapat perhatian dalam peta pariwisata global berkat keragaman pengalaman yang ditawarkan kepada para wisatawan, mulai dari lanskap alam yang khas, kekayaan budaya lokal, hingga kuliner yang menggugah selera.

Semua dikemas menjadi beragam aktivitas wisata yang dapat memenuhi kebutuhan semua jenis wisatawan. Faktor-faktor ini menjadikan Australia Barat menarik untuk dikembangkan menjadi paket perjalanan yang sesuai dengan tren berwisata saat ini.

Berikut ini adalah lima alasan mengapa Australia Barat berpotensi menjadi pilihan strategis bagi agen perjalanan dan pelaku bisnis wisata di Indonesia.

Beragam destinasi dengan karakter unik
Australia Barat memiliki sejumlah lokasi yang memiliki pemandangan indah dan latar belakang yang menarik, seperti Pinnacles Desert, Rottnest Island, Busselton Jetty, hingga Hutt Lagoon.

Setiap tempat ini menghadirkan keunikan tersendiri, dari lanskap batu kapur alami hingga danau berwarna merah muda sebagai efek cahaya matahari.

Keberagaman ini membuat agen perjalanan menjadi lebih leluasa dalam menyusun paket wisata sesuai pilihan segmen pasar, seperti wisata keluarga, pasangan, atau petualang muda.

Wisatawan tidak hanya dimanjakan dengan keindahan alam saja, tetapi juga akan disuguhi berbagai pilihan aktivitas menarik dari para agen perjalanan profesional

Lanskap alam yang mendukung aktivitas outdoor

Aktivitas outdoor menjadi salah satu daya tarik utama di Australia Barat. Pengunjung dapat mencoba skydiving di Rottnest Island, snorkeling di Busselton Jetty, hingga tracking menyusuri kawasan pesisir dengan mengikuti paket wisata Cape to Cape Track.

Paket wisata berbasis petualangan ini cocok untuk dipasarkan kepada wisatawan petualang yang gemar mencari pengalaman unik. Operator tur lokal yang sudah berpengalaman juga memudahkan integrasi aktivitas-aktivitas ini ke dalam jadwal wisata.

Wisatawan dapat memilih aktivitas menarik, mulai dari menikmati keindahan flora dan fauna Australia Barat, hingga melihat indahnya bintang-bintang yang diselimuti dengan cerita khas suku asli Aborigin.

Nilai tambah berupa warisan budaya dan sejarah

Australia Barat menawarkan pengalaman wisata berbasis budaya, terutama melalui kisah-kisah masyarakat Aborigin dan peninggalan kolonial.

Wisatawan bisa mempelajari kearifan lokal dalam aktivitas seperti tur stargazing di Pinnacles Dessert, yang dikombinasikan dengan cerita langit menurut budaya Aborigin.

Bagi pelaku bisnis wisata, unsur budaya ini membuka ruang untuk menyusun perjalanan tematik yang sesuai dengan minat wisatawan yang semakin mencari pengalaman bernilai.

seorang anak berswafoto dengan Quokka (Setonix brachyurus) di Pulau Rottnest.

Berinteraksi dengan satwa liar untuk semua usia

Sensasi menonton ikan paus dan kegembiraan berenang bersama lumba-lumba liar di Rockingham hingga momen menyenangkan seperti mengunjungi hewan paling bahagia di dunia, quokka di Pulau Rottnest, Australia Barat menawarkan pengalaman alam liar untuk semua kelompok umur.

Aktivitas ini dapat menjadi bagian dari paket ramah keluarga yang melayani berbagai generasi atau tur khusus untuk penggemar alam liar.

Bukan hanya solo traveler, Australia Barat juga cocok untuk keluarga yang ingin menikmati liburan bersama dan berfoto dengan Quokka

Kemitraan yang mendukung dengan agen tur lokal

Australia Barat telah memiliki ekosistem wisata yang solid. Tersedia berbagai penyedia layanan tour lokal, seperti Lumineer Tours, Skydive Geronimo, dan Naturaliste Charters, yang dapat diajak bermitra untuk menyusun produk wisata yang menarik dan fleksibel.

Agen perjalanan dan pelaku bisnis wisata dapat memanfaatkan kemudahan ini untuk membangun kolaborasi langsung, memperluas jaringan kemitraan, serta menyesuaikan produk wisata dengan kebutuhan pasar masing-masing.

Dengan semakin beragamnya permintaan wisata berbasis alam, pengalaman, dan budaya, Australia Barat menjadi destinasi yang patut dipertimbangkan untuk masuk dalam portofolio produk wisata.

Baik sebagai pengembangan destinasi baru, alternatif dari destinasi konvensional, maupun sebagai inspirasi untuk eksplorasi paket wisata tematik.

Tentang Tourism West Australia:

Tourism WA adalah otoritas resmi Pemerintah Negara Bagian yang berada di bawah naungan Menteri Pariwisata; Budaya dan Seni; yang didirikan atas Warisan Undang-Undang Komisi Pariwisata Australia Barat tahun 1983.

Tourism WA diatur oleh Dewan Komisaris dan bertanggung jawab untuk mempromosikan Australia Barat sebagai tujuan wisata, acara, konvensi, dan perjalanan insentif yang menarik, serta untuk meningkatkan industri pariwisata, infrastruktur, dan produk baik di tingkat nasional maupun internasional.

Liberta Hub Blok M Gelar Pameran Lukisan “Ekspresi Merdeka” bersama GARAJAS,

this formate

,JAKARTA, bisniswisata.co.id: Memperingati Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-80, Liberta Hub Blok M berkolaborasi dengan komunitas seni GARAJAS Bulungan menyelenggarakan pameran lukisan bertajuk “Ekspresi Merdeka”.

Pameran ini akan berlangsung mulai tanggal 1 hingga 31 Agustus 2025 di area lobi Liberta Hub Blok M dan terbuka untuk umum.
Sebanyak 40 karya lukisan dari 12 seniman akan dipamerkan.

Tema besarnya tentang kebebasan berekspresi, keberagaman budaya, dan semangat kemerdekaan yang selaras dengan semangat brand Liberta — kebebasan berekspresi tanpa batas.

“Bagi kami, merdeka itu bukan sekadar simbol, tapi bagaimana kebebasan itu bisa dirasakan, diekspresikan, dan membawa dampak sosial yang nyata bagi komunitas. Karena itu, kami ingin menjadikan Liberta Hub Blok M lebih dari sekadar tempat menginap, tetapi juga ruang kreatif bagi para seniman muda untuk bersuara,” ujar Robby Purwanegara, Hotel Manager Liberta Hub Blok M.

Dampak Sosial & Ekonomi Kreatif Lokal

Data dari Bekraf (Badan Ekonomi Kreatif Indonesia) menunjukkan bahwa sektor seni rupa berkontribusi sekitar 7,2% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) ekonomi kreatif Indonesia.

Namun, akses seniman lokal untuk memamerkan karya mereka di ruang publik masih terbatas. Melalui kolaborasi ini, Liberta Hub Blok M ingin menjembatani kesenjangan tersebut.

 

“GARAJAS percaya bahwa seni adalah bahasa yang paling jujur untuk menyampaikan keresahan dan harapan masyarakat. Kami sangat mengapresiasi Liberta yang memberikan ruang bagi seniman untuk dikenal lebih luas,” kata Lukman, sebagai ketua GARAJAS.

Tidak hanya sekadar pameran, seluruh karya lukisan yang dipamerkan juga dapat dibeli oleh pengunjung dan tamu hotel. Hasil penjualan karya akan diberikan langsung kepada seniman.

Liberta: Membawa “Kebebasan” ke Dalam Setiap Ruang

Sebagai lifestyle hotel yang menjunjung nilai “Liberty to Express”, Liberta Hub Blok M terus mendorong inisiatif yang memberi ruang bagi kebebasan berekspresi, khususnya untuk komunitas kreatif di sekitarnya.

Tidak hanya melalui kolaborasi dengan komunitas seni, Liberta juga aktif menggandeng berbagai komunitas kreatif lainnya — mulai dari Komunitas literasi, sustainability, hingga wirausaha lokal — agar kehadiran hotel memberikan dampak sosial dan ekonomi yang lebih nyata bagi lingkungan sekitar.

Liberta akan terus berkolaborasi dengan komunitas lokal lintas bidang sebagai bagian dari komitmen Cirular Impact, sebuah upaya berkelanjutan untuk membangun hubungan yang lebih erat dan berdampak antara hotel dan lingkungan sekitar serta diharapkan menjadi langkah nyata dalam membangun ekosistem yang inklusif.

Tentang Liberta Hotels International

Liberta Hotels International adalah jaringan hotel lifestyle yang menghadirkan pengalaman menginap yang santai, penuh kreativitas, dan terhubung dengan komunitas lokal. Dengan konsep “Stay, Play, Connect”, Liberta hadir untuk menjadi ruang di mana kebebasan berekspresi menjadi nyata.

 

Menteri Pariwisata: GWB Manado Wujud Komitmen Jaga Kualitas Lingkungan di Kawasan

this formate

MANADO, bisniswisata.co.id: Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana menyebutkan aksi Gerakan Wisata Bersih (GWB) yang digelar di Kota Manado merupakan wujud komitmen bersama dalam menjaga serta meningkatkan kualitas dan keberlanjutan lingkungan di kawasan wisata.

“Gerakan Wisata Bersih bukan sekadar seremoni simbolik. Ini merupakan langkah nyata dalam meningkatkan kualitas lingkungan kawasan wisata di seluruh Indonesia,” kata Menteri Pariwisata Widiyanti dalam Aktivasi GWB yang ke-12 di Pantai Karangria, Manado, Sulawesi Utara, Jumat (8/8/2025).

Kebersihan adalah salah satu aspek esensial yang mempengaruhi kemananan, kenyamanan wisatawan, reputasi destinasi, serta daya saing pariwisata nasional di tingkat global.

Dalam laporan pemeringkatan Travel and Tourism Development Index (TTDI) menyoroti tantangan Indonesia pada aspek health and hygiene. Indonesia mencatat skor 3,78. Angka tersebut masih di bawah rata-rata Asia Pasifik sebesar 4,53.

“Ini adalah pengingat bagi kita semua bahwa kebersihan tidak bisa diabaikan,” ujar Menteri Pariwisata.

Melalui aksi ini, Menteri Pariwisata Widiyanti mendorong pembentukan satuan tugas kebersihan, pembangunan fasilitas sanitasi yang layak, serta penguatan sinergi bersama. Karena kunci keberhasilan gerakan ini terletak dari kolaborasi lintas sektor serta partisipasi aktif seluruh lapisan masyarakat.

Pelaksanaan Gerakan Wisata Bersih di Manado tidak terlepas dari peranan kolaborasi Kementerian Pariwisata dengan sejumlah pihak yaitu PT Elnusa Petrofin, PT Telkomsel, Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara, Pemerintah Kota Manado, serta masyarakat.

Hal ini menunjukkan komitmen dan konsistensi dalam membangun budaya kebersihan di destinasi wisata. “Ini menunjukkan bahwa kepedulian terhadap kebersihan bukan lagi semata-mata tanggung jawab pemerintah melainkan tanggung jawab kolektif seluruh masyarakat,” kata Menteri Pariwisata.

Sejalan dengan semangat gotong-royong, Kementerian Pariwisata juga berkolaborasi dengan Dinas Kesehatan Kota Manado beserta sejumlah puskesmas dalam menghadirkan Cek Kesehatan Gratis bagi anak sekolah di SD GMIM 26 Sario dan Bakti Sosial Pengobatan Gratis di Pantau Karangria sebagai bagian dari Gerakan Wisata Bersih.

“GWB dan kegiatan Cek Kesehatan Gratis tersebut memiliki semangat yang sama. Mengunggah kesadaran masyarakat untuk hidup lebih sehat, lebih bersih, dan bertanggung jawab terhadap lingkungan. Inilah fondasi sesungguhnya dari pembangunan pariwisata yang berkelanjutan,” kata Widiyanti

“Mari kita jadikan Gerakan Wisata Bersih sebagai awal perubahan dari Pantai Karangria. Kita bawa semangat ini ke seluruh Indonesia mewujudkan pariwisata yang bersih, sehat, dan membanggakan,” tambahnya

Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus mengatakan Gerakan Wisata Bersih menjadi pengingat bagi semua masyarakat Sulawesi Utara, khususnya Manado dan sekitarnya untuk bertanggung jawab dalam menjaga kebersihan daerahnya terutama membuang sampah pada tempatnya.

“Kita berharap nanti kabupaten/kota dan titik-titik pariwisata kita juga melakukan gerakan-gerakan yang sudah dicontohkan hari ini. Karena kita ketahui banyak sampah juga yang bisa didaur ulang. Jadi kita jaga untuk tetap indah dan sehat,” kata Yulius.

Direktur Human Capital Management Telkomsel, Indrawan, menyampaikan keterlibatan Telkomsel dalam Gerakan Wisata Bersih Manado adalah wujud dari komitmen perusahaan untuk menjadi bagian dari solusi bersama dalam menjaga keberlanjutan lingkungan dan memperkuat ekosistem pariwisata Indonesia yang inklusif dan berkelanjutan.

Partisipasinya juga menjadi refleksi dari visi Telkomsel untuk mewujudkan masyarakat Indonesia yang berdaya saing tinggi dan masa depan yang gemilang.

“Bersama Kementerian Pariwisata, Pemerintah Kota Manado, serta Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara, Telkomsel berupaya menciptakan dampak positif yang menyeluruh.”

Pihaknya juga ingin mendorong semangat kolaboratif dan aksi nyata dari seluruh elemen bangsa untuk menciptakan perubahan yang lebih hijau, lebih bersih, dan lebih bermakna, kata Indrawan.

Manager Corporate Communication & Relations PT Elnusa Petrofin Putiarsa Bagus Wibowo mengatakan partisipasi Elnusa Petrofin dalam gerakan ini sejalan dengan salah satu pilar utama Corporate Social Responsibility (CSR) kami yaitu “Petrofin Resik” yang secara khusus berfokus pada aspek pelestarian lingkungan dan kebersihan kawasan publik.

“Melalui kolaborasi bersama Kementerian Pariwisata ini semoga mampu mendorong keterlibatan masyarakat dalam pengelolaan sampah dan pelestarian lingkungan di Sulawesi Utara yang menjadi wilayah operasional strategis perusahaan kami,” ujar Bagus.

Turut hadir Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan, Hasan Nasbi; Deputi Bidang Koordinasi Informasi dan Evaluasi Komunikasi Kantor Komunikasi Kepresidenan, Fritz Edwulf Eduard Siregar; Walikota Manado, Andrei Angouw; Komisaris Utama PT Elnusa Petrofin, Yovita Octaviani beserta jajaran; Vice President Consumer Business Area Pamasuka, Telkomsel, Muharlis beserta jajaran; serta seluruh partisipasi GWB.

Hadir mendampingi Menteri Pariwisata, Sekretaris Kementerian Pariwisata, Bayu Aji; Deputi Bidang Destinasi dan Infrastruktur Kementerian Pariwisata, Hariyanto; dan Asisten Deputi Pemberdayaan Masyarakat Kementerian Pariwisata, Florida Pardosi.

 

Mengembangkan Industri Halal di Timor-Leste: Peluang dan Tantangan

this formate

Restoran halal di Timor-Leste (evendo.com)

DILI, bisniswisata.co.id: Timor-Leste, sebuah negara di Asia Tenggara, berpenduduk sekitar 1,4 juta jiwa, dengan mayoritas beragama Katolik Roma (sekitar 97%). Populasi Muslim di Timor-Leste relatif kecil, hanya sekitar 0,3-3,6% dari total populasi, tergantung sumbernya.

Dilansir dari seasia.co, menurut laporan tahun 2020, sedikitnya 3,6% dari populasi, atau sekitar 2.970 orang berdasarkan studi Hussain Kettani, adalah Muslim, sebagian besar Sunni.

Komunitas Muslim di Timor-Leste memiliki sejarah panjang, yang dimulai sejak abad ke-16 ketika para pedagang Arab tiba di wilayah tersebut. Saat ini, Muslim di Timor-Leste merupakan kelompok minoritas, dengan sebagian besar tinggal di ibu kota, Dili.

Terdapat beberapa masjid di negara ini, termasuk Masjid An-Nur di Dili, yang berfungsi sebagai pusat kegiatan Islam. Meskipun minoritas, umat Muslim di Timor-Leste secara umum hidup berdampingan secara damai dengan mayoritas Katolik.

Pendidikan dan budaya Islam dipromosikan melalui organisasi-organisasi seperti Pusat Komunitas Islam Timor-Leste (CENCITIL), yang dipimpin oleh Arif Abdullah Sagran sejak tahun 2018.

Namun, tingkat pendidikan Islam di negara ini dilaporkan rendah, dan banyak mahasiswa Muslim penerima beasiswa untuk belajar di Indonesia memilih untuk tidak kembali ke Timor-Leste. Idul Fitri dan Idul Adha telah ditetapkan sebagai hari libur umum di Timor-Leste sejak tahun 2005, yang mencerminkan pengakuan negara tersebut terhadap minoritas Muslimnya.

Lebih lanjut, industri halal di Timor-Leste masih dalam tahap awal karena populasi Muslim yang kecil dan permintaan pasar yang terbatas. Namun, pemerintah telah menunjukkan minat untuk mengembangkan sektor halal, menyadari potensinya untuk mendiversifikasi ekonomi dan menarik investasi.

Untuk memanfaatkan peluang ini,Timor Leste perlu membangun sistem sertifikasi halal yang kuat, berinvestasi dalam infrastruktur, dan mempromosikan produk halal baik di dalam negeri maupun internasional.

Terlepas dari berbagai tantangan, lokasi strategis dan sumber daya alam Timor-Leste menawarkan peluang bagi manufaktur dan perdagangan halal. Industri halal negara ini dapat berfokus pada produksi produk makanan halal, seperti kopi, yang merupakan komoditas ekspor utama.

Dengan dukungan dan investasi yang tepat, industri halal Timor-Leste dapat berkembang dan berkontribusi pada pembangunan ekonomi negara, sekaligus memenuhi kebutuhan konsumen Muslim di kawasan tersebut.

Meskipun komunitas Muslim merupakan minoritas, menemukan makanan dan restoran halal di Timor-Leste relatif mudah, terutama di ibu kota Dili. Berikut beberapa pilihan yang bisa dipertimbangkan:

Restoran Halal di Dili:

Al-Madina: Restoran populer yang menyajikan masakan Timur Tengah dan India bersertifikat halal. Mereka menawarkan hidangan seperti kebab, biryani, dan kari.

Warung Halal Salsabil: Restoran lokal yang menyajikan masakan Indonesia dan Melayu dengan pilihan halal seperti nasi goreng, mie goreng, dan ayam bakar.

Sayang-Sayang: Restoran yang menawarkan masakan Melayu dan Indonesia dengan pilihan halal seperti rendang, sate, dan gado-gado.

Pilihan Lain:

Baucau: Kota ini memiliki beberapa pilihan seperti Warung Makan Nusantara, yang menyajikan makanan tradisional Indonesia, dan Kafe Timor, yang menawarkan beberapa pilihan vegetarian dan hidangan laut.

Pulau Atauro: Restoran Eco Lodge dan Warung Pantai adalah tempat populer untuk hidangan laut dan vegetarian, dengan beberapa pilihan halal yang tersedia.

Perlu dicatat bahwa Timor-Leste sedang berupaya memperkuat industri halalnya, dengan Malaysia menyatakan minatnya untuk membantu negara tersebut mengembangkan sektor ini. Hal ini dapat menghasilkan lebih banyak pilihan produk halal yang tersedia di masa mendatang.

Namun, pasar halal di Timor-Leste menghadapi beberapa tantangan, termasuk populasi Muslim yang kecil, kesadaran yang terbatas tentang produk halal, dan kurangnya infrastruktur untuk mendukung pengembangan industri halal.

Selain itu, proses sertifikasi halal di negara ini masih dalam tahap awal, yang dapat menyulitkan bisnis untuk mendapatkan sertifikasi dan konsumen untuk mempercayai keaslian produk halal.

Tantangan-tantangan ini diperparah oleh keterbatasan sumber daya ekonomi negara dan kurangnya keahlian dalam pengembangan produk halal.

Terlepas dari tantangan-tantangan ini, pasar halal di Timor-Leste menghadirkan peluang untuk pertumbuhan dan pembangunan. Lokasi strategis dan sumber daya alam negara ini menawarkan potensi untuk manufaktur dan perdagangan halal, khususnya di sektor pangan.

Dengan dukungan dan investasi yang tepat, Timor-Leste dapat mengembangkan industri halal yang berkembang pesat yang memenuhi kebutuhan konsumen Muslim di wilayah tersebut.

Pemerintah negara ini telah menunjukkan minat untuk mengembangkan sektor halal, dan kemitraan internasional, seperti dengan Malaysia, dapat membantu mendorong pertumbuhan dan investasi di industri ini.

Sertifikasi halal di Timor-Leste masih dalam tahap awal pengembangan. Negara ini belum memiliki lembaga sertifikasi halal yang mapan, sehingga menyulitkan bisnis untuk mendapatkan sertifikasi halal dan konsumen untuk mempercayai keaslian produk halal.

Namun, terdapat upaya yang sedang dilakukan untuk memperkuat industri halal di Timor-Leste, termasuk potensi kemitraan dengan negara-negara seperti Malaysia, yang memiliki keahlian dalam sertifikasi halal dan pengembangan industri.

Pengembangan sistem sertifikasi halal yang kuat dapat membantu bisnis Timor-Leste mengakses pasar halal global dan memenuhi permintaan produk halal yang terus meningkat.

Industri dan pasar halal Timor-Leste masih dalam tahap awal, tetapi negara ini memiliki potensi untuk tumbuh dan berkembang di sektor ini. Dengan dukungan, investasi, dan kemitraan internasional yang tepat, Timor-Leste dapat membangun industri halal yang berkembang pesat dan memenuhi kebutuhan konsumen Muslim di kawasan ini.

Seiring dengan upaya negara ini untuk terus mengembangkan sistem dan infrastruktur sertifikasi halalnya, negara ini mungkin dapat memanfaatkan permintaan global yang terus meningkat terhadap produk halal dan memanfaatkan lokasi strategis serta sumber daya alamnya.

Pusat Keuangan Filipina Manfaatkan Departemen Pariwisata Jadi Pusat Halal

this formate

Wakil Presiden PCCI Makati Ruby Banares-Victorino dan Menteri Pariwisata Filipina Christina Frasco menandatangani nota kesepahaman pada 27 Juni 2025 di Quezon City. (Foto AN)

Perjanjian baru untuk membantu penerapan standar di seluruh hotel dan restoran di kota tersebut. Kota Makati, yang dianggap sebagai penentu tren, bertujuan untuk memengaruhi wilayah lain

MANILA, bisniswisata.co.id: Para pemimpin bisnis Filipina di Kota Makati berkolaborasi dengan Departemen Pariwisata untuk menjadikan pusat keuangan negara tersebut sebagai pusat halal yang komprehensif, baik untuk perdagangan maupun pariwisata, ujar Ketua Kamar Dagang dan Industri Filipina cabang Makati.

Kota Makati di Metro Manila dikenal luas sebagai kawasan pusat bisnis Filipina, yang menampung konsentrasi bank dan perusahaan tertinggi di negara tersebut, serta kedutaan besar asing.

Selama beberapa tahun terakhir, Filipina yang mayoritas beragama Katolik — dengan jumlah penduduk Muslim sekitar 10 persen dari hampir 120 juta jiwa — telah berupaya meningkatkan investasi sebesar 230 miliar peso (US$4 miliar) dan menciptakan sekitar 120.000 lapangan kerja dengan memperluas industri halal domestiknya pada tahun 2028.

Departemen Pa0riwisata Filipina (DOT) telah menandatangani nota kesepahaman dengan PCCI Makati untuk menggabungkan upaya dan mendorong penerapan standar halal di seluruh hotel dan restoran di kota tersebut, sebagai bagian dari upaya untuk menarik wisatawan Muslim.

“Nota kesepahaman yang ditandatangani kemarin dengan DoT sebenarnya bertujuan untuk mendorong perusahaan-perusahaan lokal di Kota Makati agar berpartisipasi atau menerapkan standar halal,” ujar Presiden PCCI Makati, Nunnatus Cortez, kepada Arab News.

“Ini adalah langkah awal untuk menjadikan kota ini sebagai pusat halal; itulah tujuan utamanya.”

PCCI Makati telah menjadi tokoh terkemuka dalam upaya menjadikan kota ini sebagai pusat halal.

Kesepakatan  ini menyusul nota kesepahaman yang ditandatangani oleh Kamar Dagang dan Industri tahun lalu dengan Departemen Perdagangan dan Industri, yang berupaya memposisikan kota tersebut sebagai titik sentral inovasi dan bisnis di sektor halal.

“Halal, bagaimanapun juga, kini telah menjadi cara hidup. Dari sudut pandang Departemen Perindustrian, beginilah cara kita melengkapi siklus ini — seluruh ekosistem yang dibutuhkan untuk mendukung perdagangan dan pariwisata halal,” kata Cortez.

Awal bulan ini, Filipina diakui sebagai destinasi ramah Muslim yang sedang naik daun di Halal in Travel Global Summit, setelah mencapai prestasi serupa di tahun-tahun sebelumnya.

Upaya halal negara ini mencakup upaya untuk melayani wisatawan Muslim, dengan memastikan mereka memiliki akses ke produk dan layanan halal.

Cortez yakin Kota Makati memiliki keuntungan untuk meningkatkan perjalanan halal karena merupakan lokasi banyak misi asing, termasuk misi negara-negara Muslim.

“Hampir semua kedutaan besar Muslim berada di Makati. Kita tahu bahwa delegasi asing, staf kedutaan, dan bahkan warga negara mereka sering berkunjung ke sini — dan Makati biasanya menjadi titik awal mereka,” ujarnya.

“Hal yang kami lakukan sekarang adalah mencoba menarik perhatian semua kedutaan besar Muslim. Jika tamu VIP atau warga negara mereka datang ke Makati dan menjadikannya basis kegiatan mereka, maka semua hal lainnya akan mengikuti.”

Dia yakin bahwa upaya untuk menjadikan Makati sebagai pusat halal akan berdampak luas di seluruh negeri, karena kota ini secara luas dianggap sebagai penentu tren bagi wilayah lain di Filipina.

Cortez menambahkan: “Jika kita dapat memulai dengan menjadikan tempat-tempat seperti mal dan hotel sesuai standar halal, itu sudah merupakan langkah awal yang berarti. Kami yakin bahwa apa pun yang dilakukan Makati, kota-kota lain akan mengikutinya.