LAGOS, bisniswisata.co.id: Pemerintah Federal sedang mempertimbangkan untuk mengubah potensi ekonomi halal global senilai US$7 triliun menjadi investasi, lapangan kerja, dan ekspor, dengan strategi nasional baru yang menargetkan mobilisasi modal sebesar US$12 miliar.
Dilansir dari guardian.ng, hal ini terjadi seiring dengan deklarasi niat negara untuk menjadi pemain utama dalam ekonomi halal global, dengan memanfaatkan pasar konsumen yang besar, sumber daya pertanian, kapasitas manufaktur, dan akses ke Kawasan Perdagangan Bebas Kontinental Afrika (AfCFTA).
Berbicara di Lagos, Wakil Presiden Kashim Shettima mengatakan Nigeria tidak lagi mampu untuk tetap menjadi konsumen produk halal sementara negara lain mendominasi produksi dan perdagangan.
Shettima, yang diwakili oleh Menteri Negara untuk Anggaran dan Perencanaan Ekonomi, Dr. Doris Uzoka-Anite, mengatakan Nigeria tidak boleh tetap menjadi konsumen produk halal sementara negara lain merebut nilai yang lebih besar yang dihasilkan dari sektor tersebut.
Dia berbicara pada acara resepsi yang diselenggarakan di Eko Hotel yang diprakarsai oleh Halal 360 dan Metropolitan Law Firm, bekerja sama dengan Islamic Chamber of Commerce and Development (ICCD), Halal Products Development Company (HPDC), Sekretariat Komite Implementasi Strategi Ekonomi Halal Nigeria (NHESICS), serta Nigerian Association of Chambers of Commerce, Industry, Mines and Agriculture (NACCIMA).
Wakil Presiden menyatakan bahwa ekonomi halal global telah berkembang melampaui sektor makanan dan minuman, mencakup pula keuangan syariah, farmasi, kosmetik, pariwisata, logistik, manufaktur, dan perdagangan digital.
Ia menyebutkan bahwa Nigeria memiliki sumber daya dan kekuatan pasar yang diperlukan untuk bersaing perebutkan pangsa pasar global yang terus berkembang, terutama didukung oleh jumlah penduduknya, sumber daya pertanian dan peternakan, sektor swasta yang berjiwa wirausaha, serta posisi strategisnya di kawasan Afrika.










