DESA WISATA DESTINASI EVENT INTERNATIONAL

Menpar: Kehadiran RI di WTM 2026 Perkuat Pesan Go Beyond Ordinary

Menpar Widiyanti Putri Wardhana di WTM 2026 tueun langsung melayani buyer asing

LONDON, bisniswisata.co.id: Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana mengatakan kehadiran paviliun Wonderful Indonesia di World Travel Market (WTM) London 2026 pada 3–5 November 2026 di ExCeL London, Inggris,menawarkan keindahan alam, pengalaman autentik, berkualitas dan berkelanjutan.

“ Tahun ini kita memperkuat pesan Go Beyond Ordinary untuk menunjukkan keunggulan pariwisata Indonesia tidak hanya terletak pada lanskap alam,tetapi juga pada cerita, tradisi, manusia, dan pengalaman yang menyertainya, ujarnya.

Hasilnya selain meraih penghargaan internasional di event itu, konsep pendekatan dari dekorasi membuat pertemuan pelaku industri pariwisata nasional dengan pembeli internasional juga langsung merasakan pengalaman berada di destinasi wisata Indonesia, kata Menpar.

Menjaga Kehadiran Indonesia di tengah Tantangan pasar Eropa dalam WTM London memiliki arti strategis di tengah dinamika geopolitik, tantangan ekonomi, serta perubahan perilaku perjalanan internasional yang turut memengaruhi pasar wisatawan Eropa.

“Eropa merupakan salah satu pasar jarak jauh yang penting bagi pengembangan pariwisata berkualitas Indonesia. Wisatawan dari kawasan ini memiliki potensi untuk melakukan perjalanan berdurasi lebih panjang dan menikmati beragam pengalaman
lintas destinasi.” tegasnya.
.
Paviliun Indonesia juga perkenalkan lima produk wisata unggulan, yakni wisata bahari, gastronomi, wellness, wastra Nusantara, dan pariwisata ramah Muslim. Produk-produk tersebut menjadi bagian dari strategi Pariwisata Naik Kelas untuk menarik wisatawan yang tinggal lebih lama dan memiliki pengeluaran lebih tinggi.

Oleh karena itu, kata Widiyanti,menjaga kehadiran Indonesia dalam salah satu bursa pariwisata terbesar dunia menjadi bagian penting dari strategi mempertahankan daya saing sekaligus
memperluas pangsa pasar.

WTM London bukan semata-mata ajang promosi destinasi, tetapi juga tempat
bernegosiasi,pembentukan jejaring distribusi, serta penjajakan kontrak
bisnis antara pelaku industri pariwisata dari berbagai negara.

Partisipasi tahun ini melibatkan 65 pelaku industri pariwisata Indonesia, baik peserta langsung maupun pelaku usaha yang tergabung dalam mitra resmi, dengan dukungan Bank Indonesia, Discovery Hotels & Resorts, Tanjung Kelayang Reserve, InJourney, dan Dinas Pariwisata Provinsi Sumatra Utara.

Empat Desa Wisata, yakni Desa Wisata Teluk Harapan, Desa Wisata Candirejo, Desa Wisata Walian Satu, dan Desa Wisata Hijau Bilebante turut menjadi peserta.

Momentum WTM London juga diperkuat melalui Wonderful Indonesia United
Kingdom Sales Mission 2026, yang diselenggarakan di Glasgow pada 27 Oktober dan di Manchester pada 29 Oktober 2026.

Rangkaian tersebut menjadi upaya mempertemukan industri Indonesia secara langsung dengan mitra pasar Inggris sebelum berlangsungnya pameran utama di ibukota London.

Mengusung konsep living destination, paviliun dirancang untuk memberikan kesan bahwa pengunjung tidak hanya melihat gambar destinasi, tetapi seolah memasuki dan merasakan pengalaman berwisata di Indonesia.

Selain instalasi bertema bahari, pengunjung juga diperkenalkan pada kekayaan budaya Nusantara melalui pertunjukan seni tradisional, permainan sasando, serta aktivasi wellness berbasis aroma minyak atsiri Indonesia.

Dialog Industri dan Market Intelligence memperkuat daya saing dan Setelah pembukaan paviliun, Menteri Pariwisata melakukan peninjauan dan
berdialog dengan para pelaku industri pariwisata Indonesia yang berpartisipasi dalam WTM London.

Dialog difokuskan pada peluang pasar, strategi pemasaran, inovasi produk, serta upaya meningkatkan daya saing destinasi Indonesia di tengah persaingan industri pariwisata global.

Menteri juga menekankan pentingnya memperluas promosi ke sepuluh Destinasi Pariwisata Prioritas dan tiga Destinasi Pariwisata Regeneratif, sehingga pertumbuhan kunjungan dan manfaat ekonomi pariwisata tidak hanya terpusat pada destinasi yang selama ini telah dikenal luas.

Kegiatan ini sekaligus menjadi kesempatan untuk mempelajari perkembangan strategi promosi dan preferensi wisatawan internasional melalui interaksi dengan
pelaku industri dari negara-negara lain.

Selain memperkuat hubungan dengan pelaku industri pariwisata global, partisipasi Indonesia dalam WTM London 2026 juga dimanfaatkan untuk memperluas jangkauan promosi melalui media internasional.

Dalam rangkaian kunjungan kerja tersebut, Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana melakukan interaksi dan diwawancarai oleh sejumlah media internasional, antara lain CNBC, Viory, TravelMole, dan Condé Nast, untuk memperkenalkan perkembangan pariwisata Indonesia.

Memberikan peluang dari strategi pengembangan destinasi, serta komitmen pemerintah untuk mendorong pariwisata berkualitas dan berkelanjutan.

Melalui keterlibatan media dengan beragam audiens, mulai dari wisatawan, pelaku industri perjalanan, hingga komunitas bisnis internasional, Indonesia berupaya perluas pengenalan terhadap destinasi unggulan, termasuk potensi wisata di luar kawasan yang selama ini telah dikenal luas.

Eksposur media internasional menjadi bagian penting strategi membangun
citra dan kepercayaan pasar, sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai
destinasi yang menawarkan pengala- man wisata autentik, beragam, dan berdaya saing global.

Kementerian Pariwisata memandang kolaborasi dengan media internasional sebagai upaya berkelanjutan untuk menjaga relevansi Indonesia dalam percakapan pariwisata dunia, tingkatkan minat perjalanan, serta memperluas peluang menjangkau pasar wisatawan berkualitas.

Pada hari yang sama, Paviliun RI menjadi tempat penyelenggaraan Indonesia Networking Event, kegiatan yang mengumpulkan langsung pembeli global dengan calon pembeli dan mitra strategis.

Kegiatan ini pertemukan perwakilan industri akomodasi, operator perjalanan, pengelola destinasi, lembaga pemerintah, serta mitra promosi untuk memperluas peluang bisnis dan kolaborasi.

Melalui forum tersebut, Indonesia mendorong terbangunnya hubungan bisnis jangka panjang yang dapat menghasilkan paket perjalanan baru, penguatan jaringan distribusi, dan peningkatan penjualan produk wisata.

Menteri Pariwisata menekankan bahwa setiap pertemuan bisnis harus diarahkan untuk menghasilkan nilai tambah, memperkuat industri nasional, serta membuka kesempatan lebih luas bagi masyarakat lokal untuk peroleh manfaat dari aktivitas pariwisata.

Seluruh rangkaian kegiatan Indonesia di WTM London 2026 memiliki satu tujuan
utama yaitu mendorong pengembangan pasar wisatawan berkualitas melalui kolaborasi dengan industri, penguatan promosi destinasi, perluasan konektivitas dengan airlines asing serta peningkatan standar layanan dan pengalaman wisata.

Melalui strategi tersebut, Indonesia tidak hanya berupaya meningkatkan jumlah kedatangan wisatawan mancanegara, tetapi juga mendorong lama tinggal yang lebih panjang, pengeluaran wisatawan yang lebih tinggi, dan distribusi manfaat ekonomi
yang lebih merata.

Hilda Ansariah Sabri

Pendiri, Pemimpin Umum, Pemimpin Redaksi dan pemegang sertifikasi Wartawan Utama Dewan Pers dan Ketua Departemen Pariwisata PWI Pusat (2018-2023)