Duhita di Pasui Pok, Kabupaten Banggai
Medio bulan Mei lalu bersama seorang rekan, Sari, kami mengeksplor Kabupaten
Banggai yang terletak di Provinsi Sulawesi Tengah, Indonesia. Wilayah ini dibagi menjadi tiga daerah utama: yaitu Kabupaten Banggai (beribu kota di Luwuk) yang berada di daratan Pulau Sulawesi, Kabupaten Banggai Kepulauan (beribu kota di Salakan) dan Kabupaten Banggai Laut (beribu kota di Kota Banggai).
BANGGAI, Sulteng, bisniswisata.co.id: Alhamdulilah setelah perjalanan dari Jakarta yang cukup melelahkan akhirnya tiba di De’Hills, hotel yang berada di atas bukit di kota Luwuk, Ibukota Kabupaten Banggai di Sulawesi Tengah
Perjalanan kali ini memang tergolong wisata petualangan, gabungan adventure, wisata menikmati hutan, danau dan pastinya pengalaman tak terlupakan adalah menikmati keindahan taman-taman laut dan yang paling berkesan adalah berenang diantara ratusan ubur-ubur yang tidak menyengat.
Namun kali ini saya ceritakan perjalanan ke destinasi wisata di Kabupaten Banggai Kepulauan dan Kabupaten Banggai dulu ya. Soalnya ada hutan dan air terjun menyatu membentuk pemandangan yang jarang ada. Lalu ada Danau Paisupok ( Paisu Pok) di Desa Luk Panenteng, Kabupaten Banggai Kepulauan yang unik.
Danau ini terkenal dengan airnya yangsangat bening bagai kaca dan bergradasi biru toska, danau alami sedalam 5–15 meter ini dikelilingi oleh pepohonan dan hutan yang masih asri.

“Perjuangan” satu kata ini benar-benar bisa mewakili bentuk usaha rombongan kami untuk mencapai Air Terjun Mokokawa di Banggai Kepulauan yang tergolong sulit. Namanya juga hidden Gem, surga tersembunyi di dalam hutan nah untuk mencapai lokasi harus pakai jalan kaki.
Setelah sampai di titik parkir terakhir, tantangan berikutnya adalah trekking sekitar 30-45 menit melewati jalur hutan, bebatuan, dan beberapa aliran sungai kecil.
Dengan kondisi jalan yang agak sempit dan berliku dan memprihatinkan karena kondisinya becek total sampai bingung mau jalan kemana.
Maksudnya tidak ada celah tanahnya kering, benar-benar membuat kita harus super hati-hati karena super becek dan ketika tiba di lokasi juga sesaat hanya bisa melongo. Soalnya baru kali ini bisa lihat air terjun yang mengalir di antara pepohonan.
Sayang tidak ada penjaga yang bisa ditanya apa nama pohon yang tahan hidup didera air tiap saat. Bisa dibilang tempat ini belum dikelola dengapn bapik. Infonya bahkan lahan dimiliki beberapa orang jadi sulit dikelola warga apalagi dinas pariwisata.

Saat datang hanya rombongan kami yang ada. Air Terjun Mokokawa terletak di Kelurahan Hanga-Hanga, Kecamatan Luwuk Selatan, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah. Vegetasi yang subur dan asri dikelilingi pohon rimbun dan lumut hijau, suasananya begitu sejuk dan segar.
Sinar matahari yang menyusup di antara daun menciptakan nuansa alami yang magis dan fotogenik. Nah sudah tahu ya mengapa kami jadi melongo saat melihat pemandangan begini.
Meskipun letaknya tidak terlalu jauh dari pusat kota Luwuk, tempat ini belum memenuhi kriteria 3 A yaitu aksesibilitas, atraksi dan amenitas. Padahal obyek wisata di kawasan timur Indonesia ini unik dan langka. karena yang membuat Mokokawa berbeda dari air terjun lain karena bentuknya yang berundak-undak alami.
Air mengalir tenang dari atas bukit melewati batuan bertingkat, membentuk kolam-kolam kecil berwarna jernih di setiap undakan. Pemandangannya benar-benar indah dan suasananya hening dengan suara aiir mengalir tenang dari atas bukit melewati batuan bertingkat, membentuk kolam-kolam kecil berwarna jernih di setiap undakan.
Berada di lingkungan ini terasa damai dan jauh dari kesan wisata massal. Ini air terjun yang “agak laen” karena biasanya tidak ada pohon tepat di tengah aliran air terjun, tapi di sini pepohonan menjulang tinggi walau tiap saat bagian bawahnya teraliri air.
Hal ini menunjukkan Kekuasaan dan Kebesaran Allah SWT atas ciptaannya sehingga hutan dan air terjun menyatu membentuk pemandangan yang unik dan mungkin saja hanya ada di Banggai.
Bagi orang yang biasa hidup dikota besar, kondisi tenang, sepi karena masih tergolong tersembunyi maka pengunjung bisa menikmati ketenangan. Suara air yang mengalir dan angin sepoi jadi latar sempurna buat relaksasi atau sekadar meditasi ringan.

Bergabung dengan akamsi terjun di kerjenihan danau Paisu Pok ( Foto- foto: Duhita.)
Danau Paisu Pok
Indonesia punya wisata danau yang beragam dan salah satunya yang dikenal karena panorama alam yang luar biasa indah, yakni Danau Paisu Pok di Banggai Kepulauan, Sulawesi Tengah.
Lokasinya yang jauh dari perkotaan dan dikelilingi hutan membuat udara di Danau Paisu Pok sangat sejuk. Belum lagi dengan kondisi airnya yang bening bak kaca. Indah banget. Paisu artinya air dan Pok itu artinya hitam. Airnya bening dan dasar danau kelihatan jelas.
Danau air tawar ini warnanya biru sedikit kehijauan dan menjadi danau tercantik di Sulawesi. Kalau umumnya keberadaan danau ditunjang keindahan pemandangan disekelilingnya.
Maka untuk Paisu Pok permukaan dan kedalaman danau juga cantik. Lokasi danau ada di Desa Luk Panenteng, Kecamatan Bulagi Utara, Kabupaten Banggai Kepulauan, Sulawesi Tengah.
Tergoda dengan kebeningan air dan indahnya dasar danau membuat saya ikut melompat bersama akamsi singkatan dari anak kampung sini (Luk Panenteng) yang bolak-balik terjun dan kembali naik ke papan di bibir danau.
Terjun bebas memang ‘bayaran’ yang menyenangkan setelah melewati perjalanan yang cukup menantang. Seolah sesampainya di Danau Paisu Pok, Segala usaha akan terbayar dengan keindahan pemandangan yang ada.
Apalagi seperti hari sebelumnya, perjalanan kali ini juga dilanjutkan dengan trekking melalui jalur yang sudah tersedia menuju danau.

Berinteraksi dengan akamsi dan penduduk lokal maka infonya adalah nama “Paisu Pok” memiliki makna yang sangat dalam dalam bahasa lokal, yang diyakini berarti “danau yang tenang.” Makna ini sangat sesuai dengan karakteristik danau ini, yang selalu memancarkan kedamaian dan ketenangan.
Suasana damai yang ditawarkannya memang istimewa, airnya yang sangat jernih dan dikelilingi oleh alam yang asri dengan keberagaman hayati yang ada di sekitarnya. Beberapa spesies ikan air tawar hidup di danau ini, dan terdapat pula berbagai jenis tumbuhan yang menambah keindahan ekosistem sekitar.
Pengalaman perjalanan wisata di Banggai memang butuh kesiapan yang matang dan tentu saja pemandu yang profesional. Destinasi yang dekat maupun jauh dari kota Luwuk mengharuskan pengunjung untuk menyiapkan konsumsi layaknya pergi piknik.
Siapkan makanan dan minuman baik ringan maupun makanan berat karena masih terbatasnya fasilitas penunjang. Nah tetap semangatkan untuk berkunjung










