ASEAN DESTINASI EVENT INTERNATIONAL

Malaysia Mendorong Visi ASEAN Berpusat pada Rakyat sebagai Ketua ASCC 2025

KUALA LUMPUR, bisniswisata.co.id: : Association of Southeast Asian Nations (ASEAN) telah mengalami evolusi luar biasa sejak didirikan pada tahun 1967 dengan penandatanganan Deklarasi Bangkok.

Dilansir dari www.theborneopost.com, apa yang dimulai sebagai platform untuk mempromosikan stabilitas politik dan keamanan regional telah berkembang menjadi kerangka kerja regional komprehensif yang kini mencakup kerja sama ekonomi yang mendalam dan pembangunan sosial-budaya.

Transformasi ini terwujud pada tahun 2015 dengan peluncuran resmi Komunitas ASEAN, yang berlabuh pada tiga pilar utama: Komunitas Politik-Keamanan ASEAN, Komunitas Ekonomi ASEAN, dan Komunitas Sosial-Budaya ASEAN (ASCC).

ASCC menonjol sebagai pilar rakyat karena didedikasikan untuk memastikan bahwa kemajuan regional bersifat inklusif dan berpusat pada peningkatan kehidupan warga ASEAN.

Tujuannya adalah untuk membangun komunitas yang bertanggung jawab secara sosial, berkelanjutan secara lingkungan, dan sangat didasarkan pada identitas dan nilai-nilai bersama.

Dalam pilar ini, Sektor Budaya — dipimpin oleh para Menteri ASEAN yang Bertanggung Jawab atas Kebudayaan dan Seni — memainkan peran penting dalam memperkuat persatuan, menjaga warisan, dan mempromosikan pertukaran budaya.

Badan sektoral ini bekerja erat dengan kementerian nasional di seluruh ASEAN, termasuk Kementerian Pariwisata, Seni dan Budaya (MOTAC) Malaysia yang berfungsi sebagai kekuatan pendorong di balik kepemimpinan budaya Malaysia di tingkat regional.

Pada tahun 2025, Malaysia mengambil alih Keketuaan ASCC, dan MOTAC muncul sebagai institusi sentral yang mendukung agenda sosial-budaya.

Kepemimpinan MOTAC atas Pilar Budaya membawa fokus baru pada diplomasi budaya, pelestarian warisan, dan pengembangan ekonomi kreatif.

Mengakui bahwa aset terbesar ASEAN adalah 680 juta penduduknya yang keragaman budaya dan bakat kreatifnya membentuk identitas kawasan, Malaysia memperkenalkan lima bidang prioritas untuk Keketuaan ASCC 2025.

Area fokus ini adalah Penciptaan Nilai Warisan Budaya; Kecerdasan Buatan dan Digitalisasi, termasuk Green Jobs untuk membuktikan keterampilan esensial di masa depan; Inisiatif ASEAN Sehat; Potensi Pemuda dan Olahraga untuk Pertumbuhan dan Persatuan; dan Aksi Iklim untuk Tata Kelola Regional.

Kepemimpinan MOTAC dalam Pilar Budaya sangat menonjol dalam memajukan area prioritas pertama, Penciptaan Nilai Warisan Budaya.

Melalui fokus ini, Malaysia menempatkan budaya tidak hanya sebagai simbol identitas sejarah tetapi sebagai pendorong strategis peluang ekonomi.

Diplomasi budaya, ekonomi kreatif, kerajinan tradisional, seni pertunjukan, dan inisiatif warisan komunitas ditempatkan di garis depan diskusi regional.

Upaya MOTAC menunjukkan bagaimana warisan dan budaya dapat diintegrasikan ke dalam pembangunan berkelanjutan, pertumbuhan pariwisata, perolehan pendapatan, dan kerja sama budaya internasional.

Komitmen Malaysia terhadap ASCC lebih lanjut ditunjukkan melalui ruang lingkup pekerjaan yang dilakukan sepanjang tahun.

Lebih dari 130 pertemuan dan program diadakan di seluruh 14 negara bagian Malaysia, banyak di antaranya dikoordinasikan atau didukung oleh MOTAC untuk menyoroti kekayaan budaya Malaysia dan mempromosikan konektivitas antar-masyarakat.

Keterlibatan ini berkisar dari Pertemuan Menteri dan Pertemuan Pejabat Senior hingga Kelompok Kerja khusus, roundtable ahli, simposium, program pendidikan, dan pertunjukan budaya.

Setiap sesi membantu memperkuat kerja sama di seluruh ASEAN sementara juga memperkuat visibilitas seni, kerajinan, dan komunitas kreatif Malaysia.

Upaya kolektif ini menghasilkan hasil yang kuat. Tujuh dokumen hasil diadopsi di bawah Keketuaan Malaysia, mencerminkan tekad ASEAN untuk mengatasi tantangan sosial-budaya kontemporer sambil menghormati nilai-nilai dan warisan bersama.

Dokumen-dokumen ini mencakup inisiatif untuk menjaga warisan budaya, memperluas industri budaya dan kreatif, mempromosikan penggunaan media sosial yang bertanggung jawab, memajukan kerja sama pendidikan tinggi, meningkatkan kolaborasi kesehatan masyarakat, dan menegaskan kembali komitmen regional terhadap aksi iklim.

Masukan MOTAC dalam dokumen yang berkaitan dengan budaya dan warisan memastikan bahwa Pilar Budaya tetap menjadi pusat agenda sosial-budaya ASEAN.

Warisan budaya adalah sorotan utama Keketuaan Malaysia. MOTAC mengadvokasi pendekatan yang lebih dinamis terhadap manajemen warisan di mana upaya pelestarian diintegrasikan dengan pembangunan kapasitas, inovasi digital, dan pariwisata berkelanjutan.

Dari mempromosikan kerajinan pribumi hingga memperkuat institusi budaya regional, Malaysia mendorong Negara Anggota ASEAN untuk melihat budaya sebagai sumber daya hidup yang mendukung pembangunan identitas dan pemberdayaan komunitas.

Malaysia juga memimpin diskusi yang kuat tentang kecerdasan buatan, digitalisasi, dan green jobs.

Keketuaan menekankan perlunya mempersiapkan tenaga kerja saat ini untuk lanskap digital masa depan dengan mempromosikan literasi digital, penggunaan teknologi yang bertanggung jawab, dan keterampilan yang siap masa depan.

Upaya ini bertujuan untuk menciptakan tenaga kerja yang dapat berkembang di dunia yang semakin didorong oleh teknologi.
Kerja sama kesehatan adalah fokus strategis lain di bawah Inisiatif ASEAN Sehat.

Malaysia mendorong Negara Anggota untuk memperkuat pencegahan penyakit, meningkatkan pengawasan kesehatan masyarakat, dan memperluas program kesehatan komunitas.

Pekerjaan di bidang ini mencerminkan kesadaran ASEAN yang berkembang bahwa pertumbuhan ekonomi dan ketahanan sosial sangat bergantung pada kesejahteraan rakyatnya.

Pemberdayaan pemuda dan pengembangan olahraga juga diberikan perhatian yang kuat. Dengan populasi pemuda yang besar dan energik, ASEAN mengakui bahwa kaum muda adalah pendorong penting inovasi, persatuan, dan kemajuan.

Malaysia mendukung platform yang memungkinkan kaum muda untuk berpartisipasi dalam kegiatan kesukarelawanan, pertukaran kepemimpinan, dan pengembangan olahraga.

Kepemimpinan Malaysia juga memperkuat tanggung jawab bersama ASEAN dalam mengatasi perubahan iklim. Diskusi berpusat pada pembangunan berkelanjutan, ketahanan bencana, dan jalur ekonomi yang lebih hijau.

Fokusnya adalah untuk memastikan bahwa ASEAN memperkuat tata kelola lingkungannya sambil membangun ketahanan jangka panjang untuk generasi mendatang.

Melalui Keketuaan ASCC 2025, dan dengan kepemimpinan MOTAC dalam Pilar Budaya, Malaysia telah mendorong agenda sosial-budaya melampaui perencanaan menuju implementasi yang efektif.

Dengan arah kebijakan yang kini ditetapkan, kawasan ini memasuki fase penting di mana pengiriman dan dampak tingkat komunitas akan menentukan keberhasilan.

Saat ASEAN menatap Visi Komunitas ASEAN 2045, kepemimpinan Malaysia pada tahun 2025 telah menetapkan fondasi yang kuat untuk kawasan yang lebih inklusif, berkelanjutan, dan kohesif secara budaya.

Pekerjaan terus berlanjut dan dampaknya akan membentuk kehidupan jutaan orang di seluruh ASEAN selama bertahun-tahun yang akan datang.

Dengan Visit Malaysia 2026 yang mendekat, Malaysia tetap berkomitmen untuk memposisikan budaya dan seni sebagai pilar utama pariwisata berkelanjutan dan ekonomi kreatif.

Melalui kerja sama ASEAN yang diperkuat, MOTAC bertujuan untuk memamerkan keragaman warisan budaya Malaysia, keunggulan artistik, dan keramahan yang hangat di panggung global.

Evan Maulana