Kemenpar Ajukan Tarsius Belitung Peroleh T4T Awards 2019 dari WTTC

0
102

Binatang Tarsius yang dilindungi Kelompok Pecinta Lingkungan Belitung (KPLB).  (Foto: yun damayanti – d’travelers)

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Indonesia Menempatkan dua finalis pada Tourism for Tomorrow (T4T) Awards, WTTC 2019 di Seville Spanyol. Tourism  for Tomorrow (T4T) Awards adalah penghargaan tertinggi untuk pariwisata berkelanjutan (sustainable tourism), kata Thamrin B Bachri, hari ini.

Berbicara selaku tenaga ahli dari Tim Pemenangan Branding Deputi Pemasaran 2 Kemenpar yang ditunjuk untuk mendampingi Tim KPLB-Tarsius dari Belitung, Thamrin menjelaskan bahwa kemenangan masih akan ditentukan oleh penilaian akhir presentasi tentang upupaya-upaya yang dilakukan dalam kaitan dengan pariwisata berkelanjutan.

“Penetapan dan pengumuman pemenangnya akan dilaksanakan bersamaan dengan WTTC Summit yg akan diselenggarakan pada tgl 2 – 4 April 2019 di Seville , Spanyol,” ungkapnya.

Masing-masing kategori telah ditetapkan  tiga finalis. Pada ajang penghargaan Tourism for Tomorrow (T4T) tahun ini Indonesia berhasil menempatkan 2 finalis masing2 diwakili oleh Kelompok Peduli Lingkungan Belitung (KPLB – Tarsius) untuk kategori Changemakers Award.

Indonesia bersaing dengan dua finalis lainnya yaitu Amerika Serikat (Sea Turtle) dan Kamboja (Cardamam Tented Camp), sedangkan untuk kategori Social Impact Award Indonesia diwakili oleh Nikoi Island Resort Bintan bersama dengan finalis Peru (Amawaki) dan Australia (Intrepid Group).

Penghargaan yang diberikan World Travel and Tourism Council ( WTTC) yang bermarkas di London ini sebagai bentuk pengakuan kepada para “Best Practices” yang mengembangkan pariwisata secara berkelanjutan (sustainable tourism).

“Jadi penghargaan ini berbasis pada prinsip-prinsip beroperasi secara ramah lingkungan (environmentally-friendly operation), mendukung perlindungan terhadap budaya dan alam, serta memberikan manfaat sosial dan ekonomi langsung kepada masyarakat lokal,” jelas Thamrin B. Bachri.

Tahun 2019 ini WTTC menetapkan 15 Finalis dalam 5 kategori yaitu kategori Social Impact Award, Destination Stewardship Award, Climate Action Award, Investing in People Award dan Changemakers Award.

Menutup pembicaraannya, Thanrin yang  Alumnus Department Habitational Resources Jurusan Hospitality and Tourism Universitas Wisconsin AS ini mengatakan penghargaan ini penting bagi Indonesia yang memiliki anugerah kekayaan alam.

“Bagi kita penghargaan ini bukan sekedar untuk promosi atau penguatan branding saja, tetapi juga utk memotivasi para pelaku usaha, pemerintah daerah dimana produk pariwisata tersebut berada,”

Dia optimistis Indonesia bisa menang dan membawa pulang penghargaan bergengsi itu sehingga menjadi motivasi bagi seluruh stakeholder pariwisata terutama  masyarakat agar bukan hanya memahami arti pentingnya pengembangan pariwisata yg berkelanjutan, tapi juga penerapan prinsip pengelolaan dan pengembangannya.

“Kepada dunia sekaligus kita menunjukan bahwa dalam mengembangan pariwisata kita tetap “menghargai” lingkungan dalam arti luas, Inshaa Allah kita menang,” tegasnya.

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.