FASHION NEWS

Kapan RI Jadi Negara Eksportir Modest Fashion Dunia ?

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Ketua Indonesia Halal Lifestyle Center ( IHLC) Sapta Nirwandar mengatakan masyarakat Indonesia agar jangan hanya menjadi konsumen ( pemakai) modest fashion tetapi menjadi eksportir tren mode yang kini banyak disukai kaum hawa di dunia.ilustrasi

“Pada Industrial Moslem Exhibition (ii-Motion) Kementerian Perindustrian (Kemenperin) pada 3-5 Juni 2021 yang lalu sudah saya sampaikan bahwa posisi RI lima besar dalam hal sebagai konsumen modest fashion ” kata Sapta Nirwandar hari ini.

Seperti diketahui, Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka (IKMA) Kementerian Perindustrian, Gati Wibawaningsih menggelar pameran Indonesia Industrial Moslem Exhibition (ii-Motion) yang telah diselenggarakan secara hybrid.

Pameran dengan transaksi Rp 3 miliar di tengah pandemi global ini menurut Sapta Nirwandar adalah ide brilliant yang sangat membantu dalam pengembangan industri halal di tanah air.

” Sayangnya RI baru masuk lima besar sebagai konsumen bahkan tidak masuk dalam jajaran lima besar eksportir dunia dimana rangking pertama adalah China dengan nilai volume ekspornya mencapai US$11,3 miliar, di susul Turki ( US$3 miliar), India ( US$2 miliar), UAE (US$1,5 miliar dan Bangladesh (US$1,4 miliar),” ungkap Sapta Nirwandar.

Modest fashion, gaya berbusana sederhana yang mengedepankan unsur kesopanan karena pakaian sengaja dibuat menutupi sebagian besar tubuh kini  digemari wanita Muslimah dunia.

Para wanita yang menyukai tren berbusana ini bukan hanya yang berhijab saja karena pakaian  oversize berupa koleksi tunik, kaftan, bahkan maxi dress yang menarik ini juga digemari non Muslim dan koleksi ready to wear dari modest fashion ini digemari kaum hawa dari berbagai belahan dunia.

“Sebagai penduduk Muslim terbesar di dunia, market atau pasar industri fesyen modest Indonesia memang besar. Produk fashion dari Indonesia terkenal kaya warna, kuat unsur etnik, keren dan desainernya oke” kata Sapta.

Sementara sisi kelemahannya, salah satunya indikator standarisasi internasional yang bisa menjadi acuan kualitas untuk bersaing dari sisi desain, dan kualitas keunggulan tekstil.

” Dalam hal fashion, RI punya potensi tersembunyi yang belum tergali sebagai eksportir. Makanya bu Gati perlu setiap tahun menggelar ii-Motion ini agar RI jangan sebagai konsumen terus,” kata Sapta Nirwandar.

Menurut dia fashion Muslim bukan hanya modest fashion untuk wanita tetapi juga untuk anak-anak serta kaum pria. “Tak heran untuk fashion wanita semua brand internasional seperti Burbery, Gucci, Dolce, Chanel, Nike, Michael Kors hingga Versace sudah mengeluarkan hijab maupun ready to wear dari modest fashion ini ” tegasnya.

Oleh karena itu dia juga mengapresiasi program dan penghargaan yang diselenggarakan oleh Kementerian Perindustrian kepada IKM terutama untuk Modest Fashion Project (MOFP) dan Indonesia Fashion and Craft Awards (IFCA).

” Semoga tidak lama lagi kita masuk jajaran negara eksportir modest fashion. Nggak kalah lagi sama Bangladesh yang kini di posisi lima dunia,” kata Sapta.

 

Hilda Ansariah Sabri

Hilda Ansariah Sabri, Pendiri, Pemimpin Umum, Pemimpin Redaksi dan pemegang sertifikasi Wartawan Utama Dewan Pers. Saat ini menjabat sebagai Ketua Departemen Pariwisata PWI Pusat ( 2018-2023)